cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcspr@unisba.ac.id
Phone
+6285723033508
Journal Mail Official
bcspr@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Public Relations
ISSN : -     EISSN : 28282167     DOI : https://doi.org/10.29313/bcspr.v2i2
Bandung Conference Series: Public Relations (BCSPR) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Public Relations dengan ruang lingkup Strategi Promosi, Brand, Citra, Corporate Social Responbility, Digital Public Relations, Diplomasi Publik, Dramaturgi, Hoax, Humas International, Informasi, Kampanye Public Relations, Transaksi, Krisis, Kinerja, Komunikasi Persuasi, Konseling, Konten, Kredibilitas, Kualitas Pelayanan, Literasi, Media Online, Media Sosial, Membangun Kepercayaan, Minat beli, Motif, Pelayanan, Pemberitaan, Peran Sosial, Perspektif, Pola Komunikasi Perusahaan, Profesionalisme, Publikasi, Rebranding, rebranding, Sikap, Special Event, Strategi media relations, Publikasi, Teknologi Informasi, Word of Mouth. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles 465 Documents
Pengaruh Brand Ambassador Twice terhadap Minat Beli Sherlina Rachmadiane Praditia; Neni Yulianita
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.973 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v2i2.3909

Abstract

Abstract. The development of the beauty business in Indonesia has created a competition between skincare. In its competition, each company certainly has its marketing. One marketing that is considered effective in attracting consumer buying interest is by presenting a brand ambassador. In terms of Public Relations, brand ambassadors are used to improve the company's product image (brand image). This research focuses on brand image and buying interest because there are more and more extensive discussions, with the research subject of Scarlett Whitening fans in the comments column on the Instagram account @scarlett_whitening on October 16, 2021. This study is entitled The Effect of Brand Ambassador Twice as a Brand Image Scarlett Whitening by Felicia Angelista on Consumer Buying Interest. The purpose of this study is to understand, examine, analyze, and discuss the effect of favorability, strength, and uniqueness of brand ambassador as a brand image Scarlett Whitening by Felicia Angelista on consumer buying interest. The type of research used by the researcher is quantitative with a quantitative approach through the influence test and simple linear regression test as a statistical test calculation. The results in this study state that brand image has a positive influence on consumer buying interest, with favorability sub-variables strength which do not have a positive effect (with sig. 0.429), and uniqueness sub- variables which positive effect (with sig. 0.000) on consumer buying interest Scarlett Whitening. However, overall, brand ambassadors are one of the company's efforts to improve brand image that can affect consumer buying interest. Abstrak. Perkembangan bisnis kecantikan di Indonesia, menjadikan ajang persaingan antar perusahaan skincare. Dalam persaingannya, masing-masing perusahaan tentu memiliki strategi marketing tersendiri. Salah satu strategi marketing yang dirasa ampuh dalam menarik minat beli konsumen adalah dengan menghadirkan brand ambassador. Dari sisi Public Relations, brand ambassador digunakan dalam meningkatkan citra produk (brand image) perusahaan. Penelitian ini fokus dalam brand image dan minat beli karena lebih banyak dan lebih luas pembahasannya, dengan subjek penelitian penggemar Scarlett Whitening pada kolom komentar di akun Instagram @scarlett_whitening tanggal 16 Oktober 2021. Penelitian ini berjudul Pengaruh Brand Ambassador Twice sebagai Brand Image Scarlett Whitening by Felicia Angelista terhadap Minat Beli Konsumen. Tujuan penelitian ini untuk memahami, mengkaji, menganalisis, dan membahas pengaruh antara keunggulan, kekuatan, dan keunikan brand ambassador Twice sebagai brand image Scarlett Whitening by Felicia Angelista terhadap minat beli konsumen. Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah kuantitatif dengan pendekatan kuantitatif melalui uji pengaruh serta uji regresi linier sederhana sebagai perhitungan uji statistik. Hasil pada penelitian ini menyatakan bahwa brand image memiliki pengaruh positif terhadap minat beli konsumen, dengan sub variabel keunggulan yang tidak berpengaruh positif (dengan sig. 0,161), sub variabel kekuatan yang tidak berpengaruh positif (dengan sig. 0,429), dan sub variabel keunikan yang berpengaruh positif (dengan sig. 0,000) terhadap minat beli konsumen Scarlett Whitening. Namun, secara keseluruhan, brand ambassador merupakan salah satu upaya perusahaan dalam meningkatkan brand image yang dapat berpengaruh terhadap minat beli konsumen.
Makna Relationship Bagi Muslimah Bercadar: Studi Fenomenologi Muslimah Bercadar di Universitas Islam Bandung Radhita Yuthifa Rahman; Maman Chatamallah
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.267 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v2i2.3992

Abstract

Abstract. Veiled muslim women in social interaction will face communication problems because their limitations are more easily recognized, one of which is that their faces are covered. In social interaction, they will have some problems because their appearance differs from the others. Because of that, Veiled muslim women need to adapt to their environment. This research was conducted to determine how muslim women build a relationship with others, how they communicate with others, and how they adjust to their extended family, campus environment and other. This research method used qualitative with a phenomenological approach of Alfred Schutz. The theories used are Self Disclosure Theory, Human Relations Theory and Social Penetration Theory. Abstrak. Muslimah bercadar dalam pergaulan sosial akan menghadapi berbagai kendala komunikasi, karena keterbatasan mereka untuk lebih mudah di kenali, salah satunya karena wajah mereka tertutup. Dalam pergaulan sehari-hari akan mengalami kendala dikarenakan penampilan mereka yang lain daripada yang lain. Hal-hal tersebut tentu memerlukan upaya muslimah bercadar untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar yang tidak/belum bercadar. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seorang muslimah membangun hubungan dengan orang lain, bagaimana hubungan komunikasi mereka dengan orang lain serta cara mereka menyesuaikan diri baik dengan keluarga besarnya, lingkungan kampus dan masyarakat lainnya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi Alfred Shcutz. Teori yang digunakan adalah Teori Self Disclousure, human relations dan Teori Penetrasi Sosial.
Strategi Komunikasi Komunitas Paredu.Id dalam Mensosialisasikan Program Parenting Education Shely Anggraeni; Maman Suherman
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.555 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v2i2.4019

Abstract

Abstract. The Covid-19 pandemic has made almost 80% of parents of children with cerebral palsy experience mild to severe stress due to lack of insight and education regarding how to care for, educate, and provide therapy for their children, while doing independent therapy is not easy because it requires ability, insight. , as well as adequate tools. This is also felt by parents in RCP Bogor. Parenting education is a program created by the Paredu.id community as a solution to the problems felt by parents with children with cerebral palsy, especially at RCP Bogor. The type of activity carried out is socialization on how parents stay enthusiastic in educating, caring for, accepting themselves and carrying out therapy independently at home using music, motion, and songs made by the Paredu.id community in the hope that these activities can increase stimulus the child regularly. The purpose of this study was to examine and analyze how the communication strategy of the Paredu.id community in disseminating the parenting education program and its implementation in every activity. This study uses a qualitative method with a descriptive case study approach. The data in this study were obtained through the results of in-depth interviews, observations, literature studies, and also documentation. The results of this study include the communication strategy carried out by the Paredu.id community in the socialization of the parenting education program which is divided into 5 stages, namely: Research, planning, implementation, evaluation and reporting. In its implementation, Paredu.id chooses to use social media as a medium to reach its audience and disseminate information. Finally, there are several supporting and inhibiting factors in the communication planning process carried out by Paredu.id. Abstrak. Pandemi Covid-19 ini membuat hampir 80% orang tua dari anak Celebral palsy mengalami stress ringan hingga berat karna kurangnya wawasan dan edukasi terkait bagaimana merawat, mendidik, dan memberikan terapi untuk anaknya, sedangkan melakukan terapi mandiri bukanlah hal yang mudah karena diperlukan kemampuan, wawasan, serta alat yang memadai. Hal tersebut juga dirasakan oleh orang tua yang ada di RCP Bogor. Parenting education merupakan sebuah program yang dibuat oleh komunitas Paredu.id sebagai solusi dari permasalahan yang dirasakan oleh orang tua dengan anak celerbal palsy khusunya di RCP Bogor. Jenis kegiatan yang dilakukan adalah sosialisasi mengenai bagaimana caranya orang tua tetap semangat dalam mendidik, merawat, menerima diri serta melaksanakan terapi secara mandiri dirumah dengan menggunakan musik, gerak, dan lagu yang dibuat oleh komunitas Paredu.id dengan harapan, adanya kegiatan tersebut dapat meningkatkan stimulus sang anak secara berkala. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji dan menganalisis bagaimana strategi komunikasi komunitas Paredu.id dalam mensosialisasikan program parenting education dan implementasinya dalam setiap kegiatan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang bersifat deskriptif. Data dalam penelitian ini didapatkan melalui hasil wawancara mendalam (in depth interview), observasi, studi pustaka, dan juga dokumentasi. Hasil dari penelitian ini diantaranya adalah strategi komunikasi yang dilakukan oleh komunitas Paredu.id dalam sosialisasi program parenting education ini terbagi menjadi 5 tahapan tahapan yaitu : Riset, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan pelaporan. Dalam pelaksanaanya Paredu.id memililih untuk menggunakan sosial media sebagai medium untuk menjangkau khalayaknya serta melakukan penyebaran informasi. Terakhir, terdapat beberapa faktor pendukung dan penghambat dalam proses perencanaan komunikasi yang dilakukan oleh Paredu.id.
Pola Komunikasi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dalam Mewujudkan Desa Wisata Halal Tazkiya Fadhiilah Khoirunnisa; Ani Yuningsih
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.229 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v2i2.4040

Abstract

Abstract. Tourism is one of the largest economic sub-sectors in Indonesia, how not, as one of the countries in the world that has many natural tourism objects, Indonesia is able to influence local and international tourists to travel. In addition, as a country with a Muslim majority society, Indonesia attracts Muslim tourists to visit Indonesia because it is considered a Muslim friendly country. Alamendah Tourism Village is a Tourism Village that is realizing the Halal Tourism Village program. With this program, the local Tourism Awareness Group (Pokdarwis) has made many programs so that the Halal Tourism Village can be realized. In realizing this, there is an exchange of information or new habits that are carried out so that communication patterns are realized in developing Halal Tourism Villages. This study will discuss the communication patterns of Pokdarwis in Alamendah Tourism Village, Bandung Regency in realizing a Halal Tourism Village. This study aims to determine communication, communication events, the meaning of communication and the communication situation of Pokdarwis in Alamendah Tourism Village. The results showed that the habits carried out by Pokdarwis Alamendah were routines carried out, however, from these routines there was no communication pattern that formed a process of realizing the Halal Tourism Village. Pokdarwis performs the same routine so that it results in the actions of each member of each. However, this routine was not carried out because Pokdarwis considered this program only a formality. Abstrak. Pariwisata adalah salah satu sub sektor perekonomian terbesar di Indonesia, bagaimana tidak, sebagai salah satu negara di dunia yang memiliki banyak objek wisata alam, Indonesia mampu memikat wisatawan lokal maupun internasional untuk berwisata. Selain itu, sebagai negara dengan masyarakat yang mayoritas muslim, Indonesia mampu menarik wisatawan muslim untuk berkunjung ke Indonesia sebab dinilai sebagai negara yang muslim friendly. Desa Wisata Alamendah adalah Desa Wisata yang tengah mewujudkan program Desa Wisata Halal. Dengan adanya program ini, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat banyak membuat program-program agar Desa Wisata Halal dapat diwujudkan. Dalam mewujudkan hal tersebut, ada pertukaran informasi ataupun kebiasaan baru yang dilakukan agar pola komunikasi terwujud dalam mengembangkan Desa Wisata Halal. Berdasarkan hal tersebut dilakukan penelitian yang membahas mengenai pola komunikasi Pokdarwis Desa Wisata Alamendah, Kabupaten Bandung dalam mewujudkan Desa Wisata Halal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tindak komunikasi, peristiwa komunikasi, makna komunikasi dan situasi komunikasi Pokdarwis Desa Wisata Alamendah. Penulis akan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi komunikasi dalam melakukan penelitian. Akan dilakukan pula observasi dengan mendatangi langsung Desa Alamendah, Kabupaten Bandung dan wawancara mendalam kepada anggota Pokdarwis dengan kategori yang telah ditentukan. Hasil penelitian menunjukan bahwa kebiasaan yang dilakukan Pokdarwis Alamendah merupakan rutinitas yang dilakukan, namun, dari rutinitas tersebut tidak adanya pola komunikasi yang membentuk sebuah proses perwujudan Desa Wisata Halal. Pokdarwis melakukan rutinitas yang sama sehingga menghasilkan tindakan masing-masing dari tiap anggota. Namun, rutinitas tersebut tidak terlaksana sebab Pokdarwis menganggap program ini hanya sebuah formalitas saja.
Optimasi Iklan Perempuan Maju Digital pada Facebook Ads Manager Laily Kurniawati; Maman Suherman
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.778 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v2i2.4044

Abstract

Abstract. Women Maju Digital (PMD) is a program created by Thinkweb, as a social impact agency that has a vision and mission in the field of education and gender equality. The Digital Advancement Women Program is a special program for women who want to develop their business and learn about business in the digital era, from idea generation to branding and marketing. To promote the class so that it reaches the target market, promotional activities are needed through the advertising of Facebook Manager. As an advertiser, the skills needed to optimize ads through the Facebook Ads Manager are so that Key Performance Indicators (KPIs) can be achieved. Based on this phenomenon. So the problems in this research are formulated as follows: (1) How is the advertising planning process through the Facebook Ads Manager? (2) How is the implementation of advertising through facebook ads manager? (3) How are the results obtained from advertising through the facebook ads manager?. The author participated in the Independent Campus Internship program on Thinkweb for five months, and directly participated in optimizing the Women Maju Digital advertisements through the facebook ads manager. As for the results of the formulation of the problem that has been made, namely in advertising planning, a media planner is needed which includes all future advertising plans, and as a reference for advertisers in advertising installation and optimization. Then in the ad implementation process, advertising is done through the Facebook ads manager tool and monitored every day through daily checks, if it is felt that the ad performance is not good then an optimization process is needed. Furthermore, all advertisements that have finished their broadcast period will be made monthly reports and analyzed so that learning or learning is obtained to start in the future. Abstrak. Perempuan Maju Digital (PMD) merupakan sebuah program yang dibuat oleh Think web, sebagai agency social impact yang memiliki visi misi dibidang Pendidikan dan kesetaran gender. Program Perempuan Maju Digital adalah program khusus bagi para Perempuan yang ingin mengembangkan bisnis dan mempelajari bisnis di era digital, mulai dari pembuatan ide hingga branding dan pemasaran. Untuk mempromosikan kelas agar sampai ke target pasar yang dibutuhkan kegiatan promosi melalui pemasangan iklan facebook manager. Sebagai seorang pengiklan kemampuan yang dibutuhkan untuk mengoptimasi iklan melalui facebook ads manager agar Key Performance Indicator (KPI) dapat tercapai. Berdasarkan fenomena tersebut. Maka permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: (1) Bagaimana proses perencanaan iklan melalui facebook ads manager? (2) Bagaimana pelaksanaan pemasangan iklan melalui facebook ads manager? (3) Bagaimana hasil yang didapat dari pemasangan iklan melalui facebook ads manager?. Penulis mengikuti program Magang Kampus Merdeka di Think web selama lima bulan, dan secara langsung turut serta melakukan optimasi iklan Perempuan Maju Digital melalui facebook ads manager. Adapun hasil dari rumusan masalah yang telah dibuat yakni pada perencanaan iklan diperlukan media planner yang memuat semua perencanaan iklan kedepannya, dan sebagai acuan advertiser dalam pemasangan dan optimasi iklan. Kemudian pada proses pelaksanaan iklan, pemasangan iklan dilakukan melalui alat facebook ads manager dan dipantau setiap hari melalui pemeriksaan harian, jika dirasa kinerja iklan kurang baik maka diperlukan proses optimasi. Selanjutnya, semua iklan yang sudah selesai masa tayangnya akan dibuat laporan bulanan dan dianalisis sehingga didapat pembelajaran atau pembelajaran untuk memulai kedepannya.
Interaksi Simbolik Anak Berkebutuhan Khusus dengan Guru Selama Belajar Online pada SLBN-A Citereup Cimahi Ine Noviyanti Nur Ihsania; Neni Yulianita
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v2i2.4045

Abstract

Abstract. Children with Special Needs or abbreviated as ABK, are children who have limitations on something from birth or because of illness. Online learning is new for children with special needs and their teachers too. There has been a change in interacting and communicating between the teaching and learning process between offline and online schools. Feeling that communication will be different, the interaction will also be different, one of which is symbolic interaction which will be diverse because it is through electronic media. Based on the case that occurred, there are 5 research questions that have been formulated as follows: (1) How are the differences in the symbolic interactions that occur between teachers and students? (2) How is effectiveness built during the teaching and learning process? (3) What are the perceived obstacles and their solutions? (4) How is the communication strategy developed by the teacher for online learning? (5) Why is this communication strategy needed?. The researcher uses a qualitative research method with a case study approach, by conducting data collection techniques from interviews, observations, literature studies, and documentation. The main sources are two teachers, one teacher for deaf students and one teacher for mentally retarded students. The results that researchers get in this study are the results of 5 research questions that have been grouped previously. Abstrak. Anak Berkebutuhan Khusus atau disingkat ABK, merupakan anak yang memiliki keterbatasan akan suatu hal dari lahir maupun karena sakit. Pembelajaran online dirasa baru untuk anak-anak berkebutuhan khusus dan gurunya juga. Terjadilah perubahan berinteraksi dan berkomunikasi yang dilakukan antara proses belajar mengajar antara sekolah offline dan online. Merasa komunikasi yang akan berbeda juga maka interaksi juga akan berbeda, salah satunya interaksi simbolik yang akan menjadi beragam karena melalui media elektronik. Berdasarkan kasus yang terjadi maka terdapat 5 pertanyaan penelitian yang telah dirumuskan sebagai berikut: (1) Bagaimana perbedaan interaksi simbolik yang terjadi antara guru dan muridnya? (2) Bagaimana efektivitas dibangun selama proses belajar mengajar berlangsung? (3) Bagaimana hambatan yang dirasakan beserta penyelesaiannya? (4) Bagaimana strategi komunikasi yang dibentuk guru untuk belajar online? (5) Mengapa diperlukan strategi komunikasi tersebut?. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif pendekatan studi kasus, dengan melakukan Teknik pengumpulan data dari mulai wawancara, observasi, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Adapun narasumber utamanya yaitu dua orang guru satu guru pengajar murid tunarungu dan satu guru pengajar murid tunagrahita. Juga narasumber tambahan dua murid tunagrahita dan satu murid tunarungu. Hasil yang peneliti dapat dalam penelitian ini adalah hasil dari 5 pertanyaan penelitian yang telah dikelompokan sebelumnya.
Representasi Bullying pada Drama Korea The Penthouse Melinda Maliki; M. E. Fuady
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.826 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v2i2.4074

Abstract

Abstract. Film has become a widely used medium for education, information and entertainment. This bullying phenomenon is often made into a Korean drama, which has become a daily consumption for the global community. One of the Korean dramas that raises the phenomenon of bullying in the school environment with a fairly high rating is a Korean drama entitled The Penthouse. This drama shows how the lives of children who are in the best art education school, Cheong Ah Art School. Students who are considered underprivileged will become victims of bullying by their schoolmates because they have a different social status from the others. Based on this phenomenon, the research questions are as follows: (1) What is the denotation meaning of bullying in the Korean drama The Penthouse? (2) What is the connotation of bullying in the Korean drama The Penthouse? (3) What is the myth of bullying in the Korean drama The Penthouse? The method used in this study is a qualitative research method using a semiotic analysis of the Roland Barthes model which analyzes in two stages, namely the denotation and connotation stages. The results of this study indicate that strength, power and wealth are a person's perspective and attitude to act. The parties who have the power and authority have power over the opposite party. Physical abuse, humiliation and bad stigma are things that bullies often face. Bullying has been considered as a habit that is commonplace and commonplace. The need for cooperation between stakeholders such as the government, the private sector, educational institutions and the community to be able to break this bullying habit. Abstrak. Film menjadi media yang banyak digunakan untuk media pendidikan, informasi dan hiburan. Fenomena bullying ini kerap diangkat menjadi drama Korea sudah menjadi konsumsi sehari-hari bagi masyarakat global. Salah satu drama Korea yang mengangkat fenomena bullying di lingkungan sekolah dengan rating yang cukup tinggi adalah drama Korea yang berjudul The Penthouse. Drama ini memperlihatkan bagaimana kehidupan anak-anak yang berada di sekolah pendidikan seni terbaik, Sekolah Seni Cheong Ah. Siswa yang dianggap kurang mampu akan menjadi korban perundungan oleh teman-teman sekolahnya karena memiliki status sosial yang berbeda dari yang lainnya. Berdasarkan fenomena tersebut, maka pertanyaan penelitian sebagai berikut: (1) Bagaimana makna denotasi dari bullying dalam drama Korea The Penthouse? (2) Bagaimana makna konotasi dari bullying dalam drama Korea The Penthouse? (3) Bagaimana mitos dari bullying dalam drama Korea The Penthouse? Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan analisis semiotika model Roland Barthes yang menganalisis secara dua tahap, yaitu dengan tahap denotasi dan konotasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kekuatan, kekuasaan dan kekayaan merupakan cara pandang dan sikap seseorang bertindak. Pihak-pihak yang mempunyai kekuatan dan kekuasaan bersikap kuasa atas pihak sebaliknya. Siksaan fisik, hinaan serta stigma buruk merupakan hal yang sering dihadapi oleh perundung. Bullying sudah dianggap seperti sebuah kebiasaan yang biasa dan lumrah. Perlunya kerjasama antar stakeholders seperti pemerintah, swasta, lembaga pendidikan dan masyarakat untuk bisa memuts kebiasaan bullying ini.
Analisis Kegiatan Corporate Social Responsibility PDAM Tirta Raharja dalam Membangun Stakeholder Relations Raihan Andhira Putera Santosa; Riza Hernawati
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.031 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v2i2.4080

Abstract

Abstract. PDAM Tirta Raharja implements Corporate Social Responsibility as a form of assistance and services to local residents in the construction of uninhabitable houses (Rutilahu). From the Corporate Social Responsibility of PDAM Tirta Raharja, researchers see the function of Public Relations as the hand of the company to establish relationships between the public. The purpose of this study is to find out and understand the criteria of PDAM Tirta Raharja in determining the CSR program for unfit for habitation, to find out and understand the stakeholder mapping conducted by PDAM Tirta Raharja in the CSR program for uninhabitable houses, and to find out why PDAM Tirta Raharja designed the Uninhabitable House program. Habitable. In this study using the theory of Public Relations, Stakeholder Relations and the theory of Corporate Social Responsibility. Researchers used qualitative methods with a case study approach. In this study, the data collection techniques used were interviews with resource persons, Tati Haryati as a Junior Manager, the company secretary of Pdam Tirta Raharja, PR staff and CSR field workers, and Mrs. Idah as a recipient of assistance from the social program of PDAM Tirta Raharja, observations, documentation and references. Abstrak: PDAM Tirta Raharja menerapkan Corporate Social Responsibility sebagai bentuk bantuan dan pelayanan terhadap warga sekitar dalam pembangunan rumah tidak layak huni (Rutilahu). Dari Corporate Social Responsibility PDAM Tirta Raharja peneliti melihat fungsi Public Relations sebagai tangan dari perusahaan untuk menjalin hubungan-hubungan antara publik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan memahami kriteria PDAM Tirta Raharja dalam menetapkan program CSR Rumah Tidak Layak Huni, untuk mengetahui dan memahami stakeholders mapping yang dilakukan PDAM Tirta Raharja dalam prgram CSR rumah tidak layak huni, dan untuk mengetahui mengapa PDAM Tirta Raharja merancang program Rumah Tidak Layak Huni. Dalam penelitian ini menggunakan teori Public Relations, Stakeholder Relations dan teori Corporate Social Responsibility. Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Dalam penelitian ini teknik pengumpulan data yang digunakan wawancara dengan narasumber Tati haryati sebagai Manajer Junior sekertaris perusahaan Pdam Tirta Raharja, Staff PR dan Pekerja lapangan CSR, dan Ibu Idah sebagai penerima bantuan dari program sosial PDAM Tirta Raharja, Observasi, dokumentasi dan referensi. Hasil dari penelitian ini adalah 1). Dalam menetapkan bantuan dalam hal ini ada prioritas dan kriteria yang didahulukan, pertama dari prioritas calon penerima bantuan tentunya harus kondisi tidak mampu (miskin), janda dan seperti yang dalam berbagai aspek rumah keselamatan dan lain sebagainya. 2). Stakeholders Mapping yang dilakukan PDAM Tirta Raharja 4 tahapan stakeholders mapping PDAM Tirta Raharja yang petama riset/survey, melalui lembaga pemerintah daerah, selanjutnya penetapan daerah-daearh yang layak di beri bantuan dari program CSR, dan proses pembangunan 10 hari kerja. membagi para stakeholder sesuai kebutuhan dan tujuan PDAM Tirta Raharja seperti kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan dan segala perizinin yang berkaitan dengan operasional perusahaan. 3).PDAM Tirta Raharja merancang program rumah tidak layak huni dalam mebangun stakeholders relations merupakan termasuk yang dilakukan sebagai bentuk kepedulian, rasa perhatian, dan tanggung jawab PDAM Tirta Raharja terhadap lingkungan sekitar.
Komunikasi Humas Sekertariat Presiden Republik Indonesia Melalui Unggahan Foto Kegiatan Presiden Dalam Mencegah Berita Hoax Siti Sarah Destyani; Maman Suherman
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.945 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v2i2.4095

Abstract

Abstract. A government institution in Indonesia has its own functions and functions, all of which help develop the Vision and Mission as well as the Goals to be achieved by the President of the Republic of Indonesia. The researcher found one object in this qualitative research, namely the Public Relations of the Presidential Secretariat of the Republic of Indonesia which is operationally carried out by the Biro Pers Media dan Infromasi. News about the activities of the President of the Republic of Indonesia is information that supports the public for the entire community, not only news that has positive values ​​on the negative side. However, until now there are many people who do not fully understand how to take really good information and/or obtain valid data sources. So that there are still many individuals or media who spread hoax news about the President of the Republic of Indonesia for their personal gain. Therefore, the PR of the Presidential Secretariat, especially the Press, Media and Information Bureau, has a way of communication in building a good public view of every activity carried out by the President of the Republic of Indonesia by utilizing social media through digital platforms, namely the presiden.go.id website and YouTube Setpres to publish and release of the results of the appropriate activities of the President of the Republic of Indonesia that occurred in the field along with clear data and facts. This study uses a qualitative method with a case study approach. Data collection techniques were carried out by means of observation, interviews, documentation and literature study. The results of this study are 1) Communication of the Public Relations of the Secretariat of the President of the Republic of Indonesia carried out by the Biro Pers Media dan Infromasi in disseminating information through the presidential.go.id website and the YouTube Setpres has been planned and systematic 2) In the process of making news, the form of activities that can be disseminated to the community is in accordance with the needs of the community and in accordance with applicable laws. 3) The barriers to PR practitioners at the Secretariat of the President of the Republic of Indonesia, namely the Biro Pers Media dan Infromasi, have been coordinated according to the communication strategy that was developed. Abstrak. Sebuah Lembaga pemerintahan di Indonesia memiliki fungsi dan tugasnya masing-masing, semua membantu mengembangkan Visi dan Misi serta Tujuan yang ingin di capai oleh Presiden Republik Indonesia. Peneliti menemukan salah satu objek dalam penelitian kualitatif ini yaitu Humas Sekertariat Presiden Republik Indonesia yang secara operasional dilakukan oleh Biro Pers Media dan Informasi. Berita mengenai kegiatan Presiden RI adalah infromasi yang menunjang keterbukaan public kepada seluruh masyarakat, tidak asing setiap berita tidak hanya memberitakan berita yang bernilai positif saja melainkan sisi negatifnya. Namun hingga saat ini banyak sekali masyarakat yang belum memahami sepenuhnya dalam mengambil informasi yang baik dan benar/valid sumber data yang diperoleh. Sehingga masih banyak sekali oknum atau media-media yang menyebarkan berita hoax mengenai Presiden RI demi keuntungan pribadinya. Oleh karena itu Humas Sekertariat Presiden khususnya Biro Pers Media dan Infromasi memiliki cara komunikasi dalam membangun pandangan masyarakat yang baik terhadap setiap kegiatan yang dilakukan oleh Presiden RI dengan memanfaatkan adanya media sosial melalui platform digital yaitu website presiden.go.id dan youtube Setpres untuk mempublikasikan dan release hasil kegiatan Presiden RI yang sesuai terjadi di lapangan beserta data dan fakta yang jelas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dokumentasi dan studi kepustakaan. Hasil dari penelitian ini adalah 1) Komunikasi Humas Sekertariat Presiden RI yang dilakukan oleh Biro Pers Media dan Infromasi dalam memberitakan Informasi melalui website presiden.go.id dan youtube Setpres sudah terencana dan sistematis 2) Dalam proses pembuatan berita , bentuk kegiatan yang mampu disebarkan kepada masyarakat sudah sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku 3) Hambatan praktisi Humas Sekertariat Presiden RI yaitu Biro Pers Media dan Infromasi sudah terkoordinir sesuai dengan strategi komunikasi yang dibangun.
Komunikasi Guru dengan Siswa dalam Adaptasi Kegiatan Belajar Mengajar Online di Masa Pandemi Covid-19 Enggar Danurdoro; Wulan Tri Gartanti
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.149 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v2i2.4107

Abstract

Abstract.These Days, communication is increasingly made easier by the existence of technology or digital media to communicate, call it mobile phones, radios, to laptops or computers. We don't need to worry about differences in distance or time to communicate, because with the media mentioned above, we can communicate anytime and anywhere we want to start communicating with the people we want to go to. This research is entitled "Teacher Communication with Students in Adapting Online Teaching and Learning Activities in the Covid-19 Pandemic Period" which aims to find out Empathy, Mutual Support, Openness, Positive Attitude, and Equality by Teachers and Students during the Covid-19 Pandemic. The method used is descriptive quantitative method. Collecting data obtained through interviews, observations, and literature studies to support this research. In this study, there were also several resource persons who became the research subjects, namely, the Principal, One of the Class Guardians and Counseling Guidance Teachers, and 2 representatives from students. The results of this study indicate that teacher-student communication in adapting online teaching and learning activities during the covid-19 pandemic is based on Joseph A. Devito's theory of interpersonal communication (1989) which includes empathy, supportiveness, equality, openness, and positiveness and also the guidebooks according to the applicable curriculum. Some aspects of online learning do require adjustment and time, but it is not a difficult matter to find solutions. 23 Senior High School Bandung as a driving school also has an important role to support the smooth running of teachers and students in carrying out distance learning and communication. Abstrak. Dewasa ini, komunikasi semakin dipermudah dengan adanya teknologi atau media digital untuk berkomunikasi, sebut saja telefon genggam, radio, hingga laptop atau komputer. Kita tidak perlu khawatir dengan adanya perbedaan jarak atau waktu untuk berkomunikasi, karena dengan media yang disebutkan tadi, kita dapat berkomunikasi kapan saja dan dimana saja kita mau memulai komunikasi dengan orang yang ingin kita tuju. Namun dengan kondisi pandemi sekarang, justru media atau teknologi tersebut mampu membuat hambatan pada komunikasi, baik dalam segi pemanfaatan media yang kurang, hingga masyarakat yang belum siap hidup bergantung kepada teknologi seutuhnya. Penelitian ini berjudul “Komunikasi Guru dengan Siswa Dalam Adaptasi Kegiatan Belajar Mengajar Online di Masa Pandemi Covid-19” yang bertujuan untuk mengetahui Empati, Sikap saling mendukung, Keterbukaan, Sikap positif, dan Kesetaraan yang dilakukan Guru baik Murid selama Pandemi Covid-19 berlangsung. Metode yang digunakan yaitu metode kuantitatif deskriptif. Pengumpulan data didapat melalui Wawancara, Observasi, dan Studi Pustaka untuk mendukung penelitian ini. Dalam penelitian ini juga terdapat beberapa narasumber yang menjadi subjek penelitian yaitu, Kepala Sekolah, Salah satu Wali Kelas dan Guru Bimbingan Konseling, dan 2 perwakilan dari Siswa/I. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa komunikasi Guru dengan Siswa dalam adaptasi kegiatan belajar mengajar online di masa pandemi covid-19 berdasarlam teori komunikasi interpersonal Joseph A. Devito (1989) yang meliputi empati, sikap mendukung, kesetaraan, keterbukaan, dan sikap positif dilakukan dengan maksimal dan guidebook sesuai kurikulum yang berlaku. Beberapa aspek dalam pembelajaran online ini memang perlu penyesuaian dan waktu, tetapi bukan perkara sulit untuk menemukan solusi serta jalan keluarnya. SMAN 23 Bandung sebagai sekolah penggerak juga memiliki peranan penting untuk menunjang kelancaran Guru dengan Siswa dalam menjalankan pembelajaran dan komunikasi jarak jauh.