cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcspr@unisba.ac.id
Phone
+6285723033508
Journal Mail Official
bcspr@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Public Relations
ISSN : -     EISSN : 28282167     DOI : https://doi.org/10.29313/bcspr.v2i2
Bandung Conference Series: Public Relations (BCSPR) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Public Relations dengan ruang lingkup Strategi Promosi, Brand, Citra, Corporate Social Responbility, Digital Public Relations, Diplomasi Publik, Dramaturgi, Hoax, Humas International, Informasi, Kampanye Public Relations, Transaksi, Krisis, Kinerja, Komunikasi Persuasi, Konseling, Konten, Kredibilitas, Kualitas Pelayanan, Literasi, Media Online, Media Sosial, Membangun Kepercayaan, Minat beli, Motif, Pelayanan, Pemberitaan, Peran Sosial, Perspektif, Pola Komunikasi Perusahaan, Profesionalisme, Publikasi, Rebranding, rebranding, Sikap, Special Event, Strategi media relations, Publikasi, Teknologi Informasi, Word of Mouth. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles 464 Documents
Strategy Marketing Public Relations Co-Branding Compass X PMP Muhammad Zenal; Wulan Trigartanti
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.747 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v2i2.3588

Abstract

Abstract. Strategy marketing in public relations building co-branding Compass X PMP one step to develop cooperation. mutually beneficial Cooperation was aimed at just to be effective in inducing, interesting, persuade consumers to purchase products shoes limited editions Compass X PMP edition “Darahbiruku”. Strategy marketing public relations to build each other up brand image, breakthrough, and expected company stay. Company to establish cooperation through will produce innovative products, limited edision, or special products limited scale in the market. Research purposes know Compass X PMP Strategy marketing public relations in building co-branding on a series of certified limited edition “darahkubiru”. To figure out how marketing public relations co-branding on a series of certified limited edition “darahkubiru”. To know why Compass X PMP administration created marketing strategy public relations in building co-branding. Methods used a qualitative, approach a case study Robert K. Yin by design research type 1, one case , a unit of analysis. Using interviews speakers, observations, documentation, and study literature. Drawing conclusions: Compass X PMP Strategy marketing public relations co-branding on shoes series certified limited edition “darahkubiru” one of them is how to use pull strategy, push strategy, pass strategy with a view to the two companies more in, know in the eyes of consumers created attraction for consumer interest targets and new consumer, and build respect, value , credibility when cooperation Compass X PMP so as to create a good reputation and appreciative. Abstrak. Strategi marketing public relations dalam membangun co-branding Compass X PMP salah satu langkah membangun mitra saling menguntungkan. Kerjasama itu bertujuan supaya lebih efektif dalam mendorong, menarik, membujuk konsumen untuk membeli produk sepatu limited editions Compass X PMP edisi “Darahbiruku”. Strategi marketing public relations bertujuan saling membangun brand image, sehingga dengan terobosan co-branding, diharapkan perusahaan tetap bertahan. Perusahaan yang berani membangun kerjasama melalui co-branding akan menghasilkan produk yang inovatif, limited editions, ataupun produk khusus berskala terbatas di pasaran. Tujuan penelitian mengetahui Compass X PMP menciptakan strategi marketing public relations dalam membangun co-branding pada sepatu seri bersertifikat limited edition “Darahkubiru”. Untuk mengetahui cara marketing public relations co-branding pada sepatu seri bersertifikat limited edition “Darahkubiru”. Untuk mengetahui mengapa Compass X PMP menciptakan strategi marketing public relations dalam membangun co-branding. Metode yang digunakan yaitu kualitatif, pendekatan studi kasus Robert K. Yin dengan desain penelitian tipe 1, satu kasus, satu unit analisis. Menggunakan wawancara narasumber, observasi, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Simpulan: Compass X PMP menciptakan strategi marketing public relations dalam membangun co-branding pada sepatu seri bersertifikat limited edition “Darahkubiru” salah satunya dengan cara menggunakan pull strategy, push strategy, pass strategy dengan tujuan agar kedua perusahaan lebih di kenal di mata konsumen, menciptakan daya tarik bagi minat konsumen target dan konsumen baru, serta membangun nilai respect, kredibilitas, pada saat kerjasama Compass X PMP sehingga menciptakan reputasi yang baik serta apresiatif.
Perencanaan Komunikasi Digital Akun Instagram @ASPAN_Lampung: Studi kasus pada akun Instagram PT. ASPAN Lampung Agistia Nurfadilah Putri Al Mega; Dadi Ahmadi
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.975 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v2i2.3592

Abstract

Abstract. The development of information and communication technology has brought innovations in communication bringing society into the digital era. Through digital media, public relations can compile, publish, and disseminate general information about the company to the public for positive public opinions to gain a sense of trust. This research entitled "Planning Digital Communication of Instagram Account @ASPAN_lampung (Case Study on Instagram Account PT. ASPAN Lampung)" aims to find out how to plan digital communication of Instagram account @ASPAN_lampung, to determine the success rate of digital communication planning, and to find out the reasons the company chooses Instagram media in digital communication activities. Using qualitative research methods, a case study approach, and the constructivism paradigm. The theory used in this research is the theory of digital communication planning by Hallahan. The subject of this study is the Social Media Team of PT. ASPAN Lampung. The data collection technique used in this study was in the form of interviews, observation, and documentation. Then the data would be analyzed in three stages: data reduction, data presentation, and conclusion drawing. So the results of the study explain that PT. ASPAN Lampung compiles 4 things in digital communication planning namely compiling company achievements, communication goals, actions, and the overall concept. And with the success rate of digital communication planning, it is known that it is through output and outcomes indicators. And the reason the company uses Instagram media in digital communication activities is to take advantage of the 2019 ASPAN Director's policy. Abstrak. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah membawa inovasi dalam komunikasi membawa masyarakat ke era digital. Melalui media digital, Public Relations dapat menyusun, mempublikasikan, dan menyebarluaskan informasi umum tentang perusahaan kepada publik untuk opini publik yang positif guna memperoleh rasa kepercayaan. Penelitian yang berjudul “Perencanaan Komunikasi Digital Akun Instagram @ASPAN_lampung (Studi Kasus pada Akun Instagram PT. ASPAN Lampung)” ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perencanaan komunikasi digital akun Instagram @ASPAN_lampung, untuk mengetahui tingkat keberhasilan perencanaan komunikasi digital PT. ASPAN Lampung, dan untuk mengetahui alasan perusahaan memilih media Instagram dalam kegiatan komunikasi digital. Menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan pendekatan studi kasus, dan paradigma kontruktivisme. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori perencanaan komunikasi digital oleh Hallahan. Dengan subjek penelitian Tim Media Sosial PT. ASPAN Lampung. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Kemudian data tersebut akan dianalisis dalam tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sehingga hasil penelitian menjelaskan bahwa PT. ASPAN Lampung menyusun 4 hal dalam perencanaan komunikasi digital, yaitu menyusun pencapaian perusahaan, tujuan komunikasi, tindakan, dan konsep keseluruhan. Dan dengan tingkat keberhasilan perencanaan komunikasi digital diketahui melalui indikator output dan outcome. Dan alasan perusahaan menggunakan media Instagram dalam kegiatan komunikasi digital adalah memanfaatkan kebijakan Direktur ASPAN 2019.
Konstruksi Makna Bekerja Sukarelawan Kesehatan Mental sebagai Praktisi Public Relations Officer pada Yayasan Non Profit Afradiva Mochammad Sidik; Mohammad Subur Drajat
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.587 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v2i2.3606

Abstract

Abstract. According to data from the Ministry of Health of the Republic of Indonesia as of October 2021, 1 in 5 Indonesians has the potential to have mental problems and mental disorders. The Rangkoel Care Indonesia Foundation is here to help solve these problems. The Rangkoel Care Indonesia Foundation has a public relations officer. Based on a sense of caring for others and wanting to increase public mental health awareness is the background why someone wants to work as a public relations officer at the Rangkoel Care Indonesia Foundation. The motives, experiences and meanings of someone wanting to work as a public relations officer at the non-profit Rangkoel Care Indonesia Foundation are the research questions that will be investigated. This study uses a qualitative paradigm with phenomenological methods. Researchers try to be able to unravel the various phenomena that exist. In-depth interviews, observation and documentation were chosen as data collection techniques. In-depth interviews were conducted with informants, public relations officers and the chairman of the Rangkoel Care Indonesia Foundation. Data reduction, presentation and verification were chosen as research data analysis techniques. Data triangulation was chosen as a way to test the validity of the data through sources, methods, investigators and theories. It was studied using George Herbert's theory of symbolic interaction, Peter L Berger's theory of social reality construction together with Alfred Schutz's phenomenological approach in the hope of disentangling evidence, data and information on phenomena brighter than light. There are research results in the form of a motive for seeking work connections, interest in the world of mental health, maximizing self-potential, utilization of scientific disciplines, a sense of humanity and spiritual values. In addition, there are work experience values ​​such as innovative, consistent, hardworking, compassionate, integrity, leadership and a long and deep mind. Thus, the meaning of working to help, humanity and spirituality is formed in life. Abstrak. Menurut data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia per Oktober tahun 2021, bahwa 1 dari 5 orang Indonesia berpontesi meimiliki masalah mental dan gangguan kejiwaan. Yayasan Rangkoel Care Indonesia hadir guna membantu menyelesaikan permasalahan tersebut. Yayasan Rangkoel Care Indonesia mempunyai public relatons officer. Dengan dasar rasa kepedulian terhadap sesama dan ingin meningkatkan kesadaran kesehatan mental masyarakat merupakan latar belakang mengapa seseorang ingin bekerja sebagai public relations officer di Yayasan Rangkoel Care Indonesia. Motif, pengalaman dan makna seseorang mau bekerja sebagai public relations officer di Yayasan non profit Rangkoel Care Indonesia menjadi pertanyaan-pertanyaan penelitian yang akan diteliti. Penelitian ini menggunakan paradigma kualitatif dengan metode fenomenologi. Peneliti berusaha untuk bisa mengurai berbagai fenomenan yang ada. Wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi dipilih sebagai teknik pengumpulan data. Wawancara mendalam dilakukan kepada informan public relations officer dan ketua dari Yayasan Rangkoel Care Indonesia. Reduksi, penyajian dan verifikasi data dipilih sebagai teknik analisi data penelitian. Tringulasi data dipilih sebagai cara uji keabsahan data melalui sumber, metode, penyidik dan teori. Dikaji menggunakan teori interaksi simbolik George Herbert, teori konstruksi realtitas sosial Peter L Berger bersama pendekatan fenomenologi Alfred Schutz dengan harapan dapat mengurai bukti, data dan informasi fenomena lebih terang daripada cahaya. Terdapat hasil penelitian berupa motif pencarian koneksi kerja, ketertarikan dunia kesehatan mental, pemaksimalan potensi diri, pemanfaatan disiplin ilmu, rasa kemanusiaan dan nilai-nilai spiritual. Selain itu, terdapat nilai pengalaman kerja seperti inovatif, konsisten, pekerja keras, penyayang, integritas, jiwa kepemimpinan dan pikiran yang panjang serta mendalam. Sehingga, terbentuk makna bekerja tolong menolong, kemanusiaan dan spiritual dalam hidup.
Hubungan Kualitas Program Siaran dengan Aspek Kognitif Pendengar Radio Dias Arliadini; Nova Yuliati
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.272 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v2i2.3631

Abstract

Abstract. The quality of broadcast programs is one of the factors that can influence audiences to be interested in programs made by radio stations. Broadcast programs must always be directed and made according to the needs of the community, one of which is the needs of the cognitive aspects of the audience. How the mass media (radio) will help the audience to get and understand any information it receives. The purpose of this study was to determine the relationship between the quality of broadcast programs which include compatibility, consevation of program resources, and breadth of appeal of the "Geng Sore" program with cognitive aspects of listeners of Radio MGT 101.1 FM. This study uses a quantitative approach with a correlational method. The sample taken in this study was 97 respondents, who were selected using random sampling technique and calculated based on the Slovin formula. The theory used in this research is the S-O-R theory. The data collection technique used is by using a questionnaire which will be distributed via google formular to the respondents. The data analysis technique used is statistical analysis using rank sprearman correlation. From the results of this study, it is known that there is a high/strong relationship between the quality of broadcast program and the cognitive aspects of listeners of MGT Radio 101.1 FM Bandung, with the calculation result of a correlation of 0.747. Abstrak. Kualitas program siaran merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi khalayak untuk tertarik dengan program yang dibuat oleh staisun radio. Program siaran harus selalu diarahkan dan dibuat dengan menyesuaikan kebutuhan masayarakat, salah satunya pada kebutuhan aspek kognitif khalayak. Bagaimana media massa (radio) ini, akan membantu khalayak untuk mendapatkan serta memahami setiap informasi yang diterimanya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan antara kualitas program siaran yang meliputi kesesuaian program, pemeliharaan sumber daya program, dan daya tarik pada program “Geng Sore” dengan aspek kognitif dari pendengar Radio MGT 101.1 FM. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Sampel yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 97 responden, yang dipilih dengan menggunakan teknik random sampling dan dihitung berdasarkan rumus Slovin. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori S-O-R. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan menggunakan kuesioner yang akan disebarkan melalui google formular kepada para responden. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistika dengan menggunakan korelasi rank sprearman. Dari hasil penelitian ini, diketahui bahwa terdapat hubungan yang tinggi/kuat antara kualitas program siaran “Geng Sore” dengan aspek kognitif pendengar MGT Radio 101.1 FM Bandung, dengan hasil perhitungan korelasi sebesar 0,747.
The Public Relations Strategy of The West Java Provincial Education Office in Forming A Positive Image of Institutions: Case Study on Public Relations of West Java Province Education Office Dinar Binugraheni; Oji Kurniadi
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.942 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v2i2.3738

Abstract

Abstract. in supporting the success of a predetermined plan, public relations of an organization or government agency requires the right strategy in order to achieve the intended target. In this study, we will discuss the "Public Relations Strategy of the West Java Provincial Education Office in Forming a Positive Image Agency (Case Study on the Public Relations of the Education Office). The purpose of this study was to determine the activities/work programs and communication strategies used by the West Java Provincial Education Office in forming a positive image and to find out what the obstacles were and how to overcome them. This study uses a qualitative research method with a case study approach, namely by examining the questions and problems that exist in a study. The subjects of this study were 4 people who were the head of public relations, public relations staff, school principals and high school students. Data collection techniques by means of interviews, documentation and literature study. Data analysis techniques are by reducing data, presenting data, and conclusions and levers. The validity tests carried out by researchers in this study were triangulation of sources, using reference materials, and increasing persistence. The results of this study are the West Java Provincial Education Office has several work programs that are considered to be able to form a positive image such as protocol, making magazines, managing E-Clip, Lapor and Zimbra Mail websites and coverage, besides that communication strategy is one of the important factors in shaping the image. The communication strategy used by the public relations of the West Java Provincial Education Office such as maintaining communication patterns such as interpersonal communication, group communication and mass communication as well as maintaining openness and information provided to the public can affect the image of the West Java Provincial Education Office. The inhibiting factors of public relations in forming the image consist of 3 factors, namely internal factors, external factors and substance factors. Internal factors such as the difficulty of adapting to the digital era, external factors such as the creation of misunderstandings with the media and substance factors such as the lack of attention from superiors in facilitating supporting facilities for the Public Relations of the West Java Provincial Education Office. Abstrak. Abstrak. Dalam menunjang keberhasilan sebuah rencana yang telah ditetapkan, humas sebuah perusahaan atau instansi pemerintahan memerlukan strategi yang tepat agar mencapai sasaran yang dituju. Dalam penelitian ini akan dibahas mengenai “Strategi Humas Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Dalam Membentuk Citra Positif Instansi (Studi Kasus Pada Humas Dinas Pendidikan). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja dan strategi komunikasi yang digunakan humas Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dalam membentuk citra positif serta mengetahui apa saja faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, yaitu dengan cara menguji pertanyaan dan masalah yang ada dalam sebuah penelitian. Subjek dari penelitian ini yaitu 4 orang yang merupakan kepala dan staff humas Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara, dokumentasi dan studi kepustakaan. Teknik analisis data yaitu dengan cara mereduksi data, penyajian data, dan membuat kesimpulan serta verifikasi. Uji keabsahan yang dilakukan peneliti dalam penelitian ini adalah triangulasi sumber, menggunakan bahan referensi, dan meningkatkan ketekunan.
Strategi Komunikasi Pemasaran Digital Kartu By.U Wahyu Sugiarto; Wulan Tri Gartanti
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.106 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v2i2.3750

Abstract

Abstract. The digital era is currently developing, one of which is in the field of communication. The demand for the internet continues to increase, even every year there is always a rapid increase. Currently, many providers are present in Indonesia by offering various advantages such as the digital provider by.U. by. U is the first digital provider in Indonesia where the target is the millennial generation or Gen Z. This is what makes researchers interested in researching more deeply about by. U. This study uses marketing communication theory by Soemanegara, to find out the description of marketing communication in increasing sales. The researcher uses a qualitative method with a case study approach. To obtain relevant data, the subjects in this study were employees of the company by. U. with data collection techniques in the form of interviews and observations which then the data will be analyzed through three stages, namely, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study indicate that By.U manages its marketing communications by doing social media marketing, influencer marketing, and digital placement so that customers want to buy the products offered by the company. by. U uses a digital marketing strategy because By.u itself is the first digital provider in Indonesia and also because it follows the development of an increasingly modern era. The Marketing Communication Strategy in this study consists of social media marketing, influencer marketing, and digital placement. Abstrak. Era digital saat ini sedang berkembang salah satunya dibidang komunikasi. Permintaan akan internet terus meningkat bahkan tiap tahun selalu mengalami peningkatan yang pesat saat ini banyak provider hadir di Indonesia dengan menawarkan berbagai keunggulannya seperti provider digital by.U. by. U merupakan provider digital pertama di Indonesia dimana targetnya merupakan generasi milenial atau Gen Z. Hal tersebut yang membuat peneliti tertarik untuk meneliti lebih dalam mengenai by. U. Penelitian ini menggunakan teori komunikasi pemasran oleh Soemanegara, untuk mengetahui gambaran komunikasi pemasaran dalam meningkatkan penjualan. Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Untuk mendapatkan data yang relavan maka subjek dalam penelitian ini adalah karyawan perusahaan by. U. dengan teknik pengambilan data berupa wawancara dan observasi yang kemudia data tersebut akan dianalisis melalui tiga tahap yaitu, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa By.U mengelola komunikasi pemasarannya dengan melakukan sosial media marketing, influencer marketing, dan digital placement agar pelanggan mau membeli produk yang ditawarkan perusahaan. By. U menggunakan strategi pemasaran digital karena By.u sendiri merupakan provider digital pertama di Indonesia dan juga krena mengikuti perkembangan zaman yang semakin modern. Strategi Komunikasi Pemasaran dalam penelitian ini terdiri dari sosial media marketing, influencer marketing, dan digital placement.
Kegiatan Humas dalam Meningkatkan Hunian pada Masa Pandemi COVID-19 Hana Fakhirah; Riza Hernawati
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.421 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v2i2.3761

Abstract

Abstract. The city of Bandung is well-known, both domestically and internationally as one of the main tourist destinations of West Java. However, due to the global disaster, the COVID-19 pandemic has greatly affected the business sector in Indonesia, Bandung is a place that is often visited by tourists who are in the red zone. The impact of the COVID-19 pandemic cannot be taken lightly, especially in the tourism sector. Not only in the tourism sector, lower and middle class traders and businesses are also affected by this pandemic. This research uses a quantitative approach with a descriptive approach and uses a questionnaire data collection technique and literature study. Marketing public relations strategy has an important role in promoting the services of a company. Including lodging service providers. Companies must be able to promote in various ways such as media, internet, and direct marketing. Communication strategies are carried out to achieve the goals of a company. By using interview techniques, data from key informant interviews were used as data validation. Marketing public relations strategy is a combination of communication planning and communication management. This research method is quantitative, and uses the theory of three ways marketing public relations strategy. Abstrak. Kota Bandung terkenal, baik domestik maupun internasional sebagai salah satu tujuan wisata utama Jawa Barat. Kondisi medan yang unik membuat Bandung menjadi kota yang banyak dikunjungi wisatawan selama bertahun-tahun.Namun akibat bencana global, pandemi COVID-19 sangat mempengaruhi sektor bisnis di Indonesia, Bandung adalah tempat yang kerap kali di kunjungi wisatawan yang zona merah. Dampak dari pandemi COVID-19 tidak bisa dipakai remeh, apalagi dalam bidang pariwisata. Tidak hanya di bidang pariwisatan, pedagang dan usaha kelas bawah dan menengah juga terkena dampak dari pandemi ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan menggunakan teknik pengumpulan data kuisioner dan studi kepustakan. Strategi marketing public relations memiliki peran penting dalam mempromosikan jasa sebuah perusahaan. Termasuk penyedia jasa penginapan. Perusahaan harus mampu mempromosikan dengan berbagai macam cara seperti media,internet, dan pemasaran secara langsung, Strategi komunikasi dilakukan untuk mencapai tujuan suatu perusahaan. Dengan menggunakan teknik wawancara, data dari hasil wawancara narasumber key informan digunakan sebagai validasi data. Strategi marketing public relations merupakan paduan dari perencanaan komunikasi dan manajemen komunikasi. Metode penelitian ini adalah kuantitatif, dan menggunakan teori three ways strategy marketing publicrelations.
Pemakaian Produk Fast Fashion sebagai Bentuk Citra Diri Generasi Z: Studi Fenomenologi terhadap Citra Diri Generasi Z Ayudhia Putri Farhani; Oji Kurniadi
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.693 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v2i2.3803

Abstract

Abstract. The use of fast fashion products is common among generation Z because it is felt to be part of their efforts to form a self-image and look "fashionable" whether they wear fast fashion products as a form of their individualistic expression or as a form of their identity in a community or community. society. In this regard, the use of fast fashion products is also supported by the character of Generation Z who likes to be the center of attention. It is said that Generation Z is more worried about their appearance than their career, money and future. Of course, in choosing the use of fast fashion products, Generation Z certainly has their own motives and meanings with the same goal, namely to form their self-image. In this study, researchers used a qualitative approach method with Alfred Schutz's phenomenological study which focused on the motives and meanings of using fast fashion products as a self-image of generation Z. The results showed that the informants as generation Z had several motives, namely for the because motive because they were used to it, the trend, characteristics of fast fashion brands and prices. The in-order motive obtained is due to the informant's favorite fast fashion brand, trends, and various choices. The use of fast fashion products is very influential in their social environment because they are now seen as someone who is trusted, gets more attention in new circles and friends, and gets the nickname "fashionable" because of their attractive appearance. The informants understand themselves well so that they can show their self-image and communicate it through appearance. The supporting factor that helped change the informant's self-image apart from being dressed in fast fashion products was the informant's image as a child of FIKOM, known as students who like to dress up, follow trends, and are fashionable. This image makes it easier for them to show the desired self-image by looking attractive. Abstrak. Pemakaian produk fast fashion menjadi hal yang umum di kalangan generasi Z karena dirasa menjadi bagian dari upaya mereka dalam membentuk citra diri dan terlihat “modis” baik itu mereka memakai produk fast fashion tersebut sebagai bentuk ekspresi individualistik mereka atau sebagai bentuk identitas mereka dalam suatu komunitas atau kalangan masyarakat. Berkaitan dengan hal tersebut, pemakaian produk fast fashion didukung pula oleh karakter generasi Z yang suka menjadi pusat perhatian. Dikatakan bahwa generasi Z lebih mengkhawatirkan penampilannya dibandingkan dengan karier, uang, dan masa depan. Tentunya dalam pemilihan pemakaian produk fast fashion ini, generasi Z pastinya memiliki motif dan makna masing-masing dengan tujuan yang sama, yaitu adalah untuk membentuk citra diri mereka. Dalam penelitian ini, peneliti memakai metode pendekatan kualitatif dengan studi fenomenologi Alfred Schutz yang memfokuskan kepada motif dan makna pemakaian produk fast fashion sebagai citra diri generasi Z. Hasil penelitian menunjukkan informan selaku generasi Z memiliki beberapa motif yaitu untuk because motive karena sudah terbiasa, tren, ciri khas brand fast fashion dan harga. In-order motive yang didapatkan adalah karena brand fast fashion favorit informan, tren, dan pilihan yang beragam. Pemakaian produk fast fashion ini sangat berpengaruh dalam lingkungan sosial mereka karena mereka kini dilihat sebagai seseorang yang dipercaya, mendapatkan atensi lebih di lingkungan baru dan teman-teman, hingga mendapatkan julukan “fashionable” karena penampilan mereka yang menarik. Para informan paham dengan baik diri mereka sendiri hingga dapat dengan baik menunjukkan citra diri dan mengkomunikasikannya melalui penampilan. Faktor pendukung yang turut membuat citra diri informan berubah selain berpenampilan memakai produk fast fashion adalah karena image informan sebagai anak FIKOM yang dikenal sebagai mahasiswa-mahasiswi yang gemar berdandan, mengikuti tren, dan fashionable. Image tersebut mempermudah mereka untuk menunjukkan citra diri yang diinginkan dengan berpenampilan menarik.
Hubungan antara Tayangan Iklan di Televisi dengan Pemenuhan Kebutuhan Informasi Aditia Septa Nugraha; nurrahmawati
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.068 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v2i2.3804

Abstract

Abstract. Television is one of the mass media. The existence of television itself is very helpful for the audience to meet the needs of fulfilling information. Television has several types of broadcast programs, including information broadcast programs and entertainment broadcast programs. One of the entertainment broadcast programs is sinetron, where the program is very popular among mothers. For example, the sinetron of Ikatan Cinta on RCTI. And in entertainment broadcast programs there is always a segment for display advertising or direct advertising. Lemonilo Noodle uses Ikatan Cinta sinetron to advertise its products. Therefore, this study was conducted to find out how the relationship between Lemonilo Noodle advertisement impressions and meeting the information needs of mothers. This study consists of two indicators, namely media content and media exposure for meeting the information needs of mothers. The population in this study was 23,594kk Sukajadi Subdistrict, Bandung, using the Yamane 10% formula calculation, a sample of 100 respondents was obtained. This study used quantitative method with a Spearman rank correlational approach that can test whether there is a relationship between these variables using the uses and gratification theory. Where the public has an alternative or has an active role to meet their needs. The overall result of the Spearman Rank correlation coefficient (rs) is 0.851. Thus it can be concluded that there is a significant close relationship between the impressions of the lemonilo noodle advertisement and the fulfillment of the information needs of mothers. Abstrak. Televisi adalah salah satu media massa. Keberadaan televisi sendiri sangat membantu khalayak guna memenuhi kebutuhan pemenuhan informasi. Televisi mempunyai beberapa jenis program siaran diantara program siaran informasi dan program siaran hiburan. Dalam program siaran hiburan salah satunya ada program sinetron, dimana program tersebut sangat disukai oleh kalangan ibu-ibu. Contohnya sinetron Ikatan Cinta RCTI. Serta dalam program siaran hiburan selalu ada segment untuk iklan display atau iklan langsung. Mie lemonilo memanfaatkan sinetron ikatan cinta guna mengiklankan produknya berupa tayangan iklan mie lemonilo. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana hubungan antara tayangan iklan mie lemonilo dengan pemenuhan kebutuhan informasi ibu-ibu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara tayangan iklan mie lemonilo yang terdiri dari dua indikator yaitu isi media dan terpaan media dengan pemenuhan kebutuhan informasi ibu-ibu. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 23.594kk kecamatan sukajadi bandung, dengan menggunakan perhitungan rumus yamane 10% diperoleh sampel sebanyak 100 responden. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional rank spearman yang bisa menguji apaka terdapat hubungan antara variabel-variabel tersebut dengan menggunakan teori uses and gratification. Dimana khayalayaknya memiliki alternatif atau berbeperan aktif untuk memenuhi kebutuhannya. Hasil keseluruhan koefisien korelasi Rank Spearman (rs) adalah sebesar 0,851. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tayangan iklan mie lemonilo dengan pemenuhan kebutuhan informasi ibu-ibu dengan keeratan hubungan yang kuat.
Komunikasi Interpersonal pada Pasangan Suami-Istri Remaja Pasca Pernikahan Ta’aruf : Studi Fenomenologi komunikasi interpersonal istri pada suami yang Menikah melalui Ta’aruf di Bandung Sheilla Syania Tholib; Maman Suherman
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.253 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v2i2.3808

Abstract

Abstract. The word ta'aruf has the meaning of getting acquainted and in the concept of marriage ta'aruf is that in the introduction process before marriage is brokered by a third party and even the couples only meet a few times so that they proceed to marriage. Therefore, this thesis has the aim of knowing the interpersonal communication of wives to husbands who are married through the ta'aruf process by examining the motives, experiences and also the meaning of ta'aruf marriage by using a qualitative approach with phenomenological methods in solving research and using Alfred Schutz's phenomenological theory. , social penetration and Uncertainty Reduction as a reference in this issue. This research was conducted by observation and literature study, the object of which came directly from the field using the snowball sampling technique not in a specific place but spread out. The results of the study show that there are three motives, namely past motives (the process of hijrah, religious orders, motives due to self-indulgence and belief motives), the present (communication after marriage is more open to understanding each other and having a vision and mission of the future) and the future (the motive of the desire for a harmonious family, the motive for getting a partner who understands religion, the motive for having religiously devout offspring). Experience before marriage (early phase, personal phase and final phase). Post-marital communication experience in the process of togetherness with couples (Initiating, Experimenting, Intensifying, Integrating, Bonding) Interpersonal communication process of ta'aruf couples in developing relationships with (affection, control and Infusion). The meaning of ta'aruf marriage has three general meanings, namely the process towards marriage according to Islamic law, marriage by submitting to Allah's arrangements and the process before marriage that does not involve disobedience. Abstrak. Kata ta’aruf memiliki makna berkenalan dan pada konsep pernikahan ta’aruf adalah yang pada proses perkenalan sebelum pernikahan diperantai oleh pihak ketiga dan bahkan para pasangan hanya bertemu beberapa kali sehingga lanjut ke pernikahan. Maka dari itu Skripsi ini mempunyai tujuan untuk mengetahui komunikasi interpersonal Istri pada Suami yang menikah melalui proses ta’aruf dengan mengkaji motif, pengalaman dan juga makna dari pernikahan ta’aruf dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi dalam memecahkan penelitiannya dan menggunakan teori fenomenologi Alfred Schutz, penetrasi sosial dan Uncertainty Reduction sebagai acuan dalam masalah ini. Penelitian ini dilakukan dengan observasi dan studi pustaka, yang obyeknya langsung berasal dari lapangan dengan menggunakan Teknik snowball sampling tidak di tempat yang spesifik namun tersebar. Hasil penelitian menunjukan adanya tiga motif yaitu motif masa lalu (proses hijrah, perintah agama, motif karena dorongan dari diri dan motif keyakinan) , masa kini (komunikasi setelah pernikahaan lebih terbuka saling memahami dan memiliki visi misi kedepan ) dan masa yang akan datang (motif keinginan keluarga harmonis,motif mendapat pasangan yang paham agama, motif mempunyai keturunan yang taat agama). Pengalaman sebelum pernikahaan (fase awal , fase personal dan fase akhir). Pengalaman komunikasi pasca pernikahan dalam proses kebersamaan pasangan dengan (Initiating,Experimenting, Intensifying, Integrating,Bonding) Proses komunikasi Interpersonal pasangan ta’aruf dalam pengembangan hubungan dengan (afeksi,kontrol dan Influsi ). Makna dari pernikahaan ta’aruf mempunyai tiga makna umum yaitu Proses menuju pernikahan yang sesuai syariat islam, Pernikahaan dengan menyerahkan pada pengaturan Allah dan Proses sebelum pernikahaan yang tidak melibatkan kemaksiatan.