cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcspr@unisba.ac.id
Phone
+6285723033508
Journal Mail Official
bcspr@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Public Relations
ISSN : -     EISSN : 28282167     DOI : https://doi.org/10.29313/bcspr.v2i2
Bandung Conference Series: Public Relations (BCSPR) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Public Relations dengan ruang lingkup Strategi Promosi, Brand, Citra, Corporate Social Responbility, Digital Public Relations, Diplomasi Publik, Dramaturgi, Hoax, Humas International, Informasi, Kampanye Public Relations, Transaksi, Krisis, Kinerja, Komunikasi Persuasi, Konseling, Konten, Kredibilitas, Kualitas Pelayanan, Literasi, Media Online, Media Sosial, Membangun Kepercayaan, Minat beli, Motif, Pelayanan, Pemberitaan, Peran Sosial, Perspektif, Pola Komunikasi Perusahaan, Profesionalisme, Publikasi, Rebranding, rebranding, Sikap, Special Event, Strategi media relations, Publikasi, Teknologi Informasi, Word of Mouth. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles 465 Documents
Pemanfaatan Selebgram sebagai Media Promosi Produk Salman Hafizh; Tresna Wiwitan
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i2.8532

Abstract

Abstract. Visval is a company that has been established for approximately 9 years in Bandung city. Although initially focused on retail and fashion, Visval has expanded its scope beyond a single coordinate to include new lineups such as accessories, clothing, jackets, pants, and many others. The purpose of this study is to examine and analyze: 1) The reasons why Visval chose Indy Ratna as its Brand Ambassador, 2) The process of designing messages for the Visval X Indy Ratna collaboration Instagram posts, 3) The positive impact the company has received after utilizing influencers. In this study, the author employs a case study method to examine and analyze the subject matter, which will be incorporated into the research. The Excellence in Public Relations theory is utilized by the author with the hope of facilitating the data analysis process. There are unique aspects that need to be explored in this research, especially regarding the collaborative process of creating bags with the young influencer, Indy Ratna. The research findings indicate that Visval leverages influencers as a promotional medium to collaborate with Indy Ratna, which has garnered positive feedback for the company. This collaboration has created a positive brand image and generated a new market for Visval, contributing to the company's growth and increased sales of both their existing and new products. Abstrak. Visval merupakan sebuah perusahaan yang sudah berdiri kurang lebih sekitar 9 tahun di Kota Bandung. Bergerak sejak awal pada bidang retail dan fashion tidak membuat visval hanya bergerak pada satu koordinat saja akan tetapi lebih meluas lagi pada lineup barunya seperti aksesoris, baju, jaket, celana, dan masih banyak yang lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji dan menganalisis: 1) Alasan Visval memilih Indy Ratna sebagai Brand Ambassador, 2) Proses perancangan pesan pada postingan instagram kolaborasi Visval X Indy Ratna, 3) Dampak positif yang diterima perusahaan setelah melakukan pemanfaatan selebgram. Pada penelitian ini penulis menggunakan metode studi kasus untuk mengkaji dan menganalisis yang nantinya akan dituangkan pada penelitiannya. Teori Excellence in Public Relations digunakan oleh penulis dengan harapan dapat memudahkan penulis dalam proses pengkajian data dan dalam proses menganalisa data yang sudah didapatkan. Terdapat keunikan yang harus digali dalam penelitian ini khususnya pada proses pembuatan tas yang berkolaborasi dengan influencer muda yaitu Indy Ratna. Hasil penelitian menunjukan bahwa Visval memanfaatkan selebgram sebagai media promosi produknya untuk menjalankan kolaborasi bersama Indy Ratna yang berhasil menuai umpan balik positif terhadap perusahaan. Menciptakan citra baik dan menimbulkan pasar baru bagi Visval yang menjadi suatu nilai positif untuk lebih mengambangkan perusahaannya dan juga menaikan kembali dari sisi penjualan produk lawasnya maupun produk barunya.
Perencanaan Komunikasi Terapeutik Psikolog dalam Menangani Korban Kekerasan Seksual Ana Rosyana; Ani Yuningsih
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i2.8548

Abstract

Abstract. The psychologist's planning for patient with mentall ilness becomes an interesting subject for research, especially when dealing with sexual violence survivors who exhibit different trauma reactions. Therefore, this study aims to explore the implementation of therapeutic communication planning consciously conducted by psychologists on sexual violence survivors using a phenomenological approach with an interpretive paradigm. The subjects of this study are two individuals working as clinical psychologists. Research data was obtained through semi-structured interviews. The results of the study indicate three underlying motives that drive psychologists in handling sexual violence survivors: humanitarianism, social conditions, and professional responsibility. Ultimately, these three motives share a common goal of preventing future cases of sexual violence. In addition to motives, the study also reveals how psychologists manage empathetic messages. Verbal communication prioritizes language usage, while non-verbal communication emphasizes facial expressions. The study also explains the implementation of emotional and spiritual intelligence by psychologists in handling survivors, such as the ability to build good relationships and incorporate religious principles into the therapeutic process. Lastly, the study uncovers the emotional and spiritual meaning derived from psychologists' experiences in handling sexual violence survivors. Emotionally, psychologists find meaning in their experiences by transforming themselves to love their families more and develop high sensitivity towards those in need of their assistance. Spiritually, psychologists find meaning in increased self-dignity and a stronger desire to provide help by becoming volunteers. Abstrak. Perencanaan psikolog bagi pasien penyakit kesehatan mental menjadi hal yang menarik untuk diteliti. Apalagi, korban yang ditangani adalah korban kekerasan seksual dengan berbagai reaksi trauma yang berbeda-beda. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perencanaan komunikasi terapeutik yang dilakukan oleh psikolog secara sadar kepada korban kekerasan seksual dengan menggunakan pendekatan fenomenologi dengan paradigma interpretif. Subjek pada penelitian ini adalah dua orang yang berprofesi sebagai psikolog klinis. Data penelitian, diperoleh dengan melakukan wawancara semistuktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga motif because yang mendasari psikolog dalam menangani korban kekerasan seksual, yaitu kemanusiaan, kodisi sosial dan tanggung jawab profesi. Tiga motif tersebut, pada akhirnya memiliki satu tujuan utama yaitu mencegah kasus kekerasan seksual di masa yang akan datang. Selain motif, diperoleh bagaimana pengelolaan pesan empati psikolog. Secara verbal, psikolog mengutamakan aspek penggunaan bahasa. Sedangkan secara non-verbal, psikolog mengutamakan aspek ekspresi wajah. Hasil penelitian juga menjelaskan bagaimana implementasi kecerdasan emosional dan spiritual psikolog dalam menangani korban, yaitu adanya kemampuan membina hubungan yang baik dan menerapkan prinsip keagamaan dalam proses terapi. Terakhir, makna pengalaman psikolog dalam menangani korban kekerasan seksual diperoleh makna emosional dan spiritual. Secara emosional, psikolog memaknai pengalamannya dengan melakukan transformasi diri untuk lebih mencintai keluarga dan memiliki sensitivitas yang tinggi terhadap orang yang membutuhkan pertolongannya. Sedangkan secara spiritual, psikolog memaknainya dengan meningkatnya self dignity serta memiliki keinginan lebih untuk memberikan pertolongan dengan menjadi relawan.
Penggunaan Make Up Sebagai Bentuk Citra Diri Generasi Z: (Studi Fenomenologi Terhadap Citra Diri Mahasiswi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung) Yunda Melyanita; Neni Yulianita
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i2.8550

Abstract

Abstract. Generation Z is known for a generation that attaches great importance to appearance compared to other things, and a female college student is no exception. As social actors, generation Z certainly has its own motives, experiences and meanings in shaping self image. In this case, one of the efforts made is to use makeup in daily activities. By using qualitative research methods from Alfred Schutz's phenomenological study approach, researchers tried to achieve the research objectives of how the phenomenon of using makeup as a form of self-image in UNISBA Communication Science students as generation Z by exploring the motives, experiences, and meanings of using makeup. The results showed that generation Z has a motive, experience, and meaning for the use of makeup. Motives themselves are divided into because motive and in order motive. The findings of the motive itself are the motive for technological development (social media), environmental motives, insecure motives, and self confidence motives. While the findings of in-order motive, namely the first impression motive, happy motives to be the center of attention, and career motives. With the motive at hand, Generation Z often gets praise, no longer finds comments about physical imperfections, and is often the center of attention. The meaning of using makeup for generation Z's self image is not only limited to makeup, but a form of effort to improve self quality, both in terms of appearance and expression of feelings in social life. Abstrak. Generasi Z dikenal dengan generasi yang sangat mementingkan penampilan dibandingkan dengan hal lain, tidak terkecuali seorang mahasiswi. Sebagai pelaku sosial, generasi Z tentunya memiliki motif, pengalaman dan makna tersendiri dalam membentuk citra diri. Dalam hal ini salah satu upaya yang dilakukan adalah menggunakan make up dalam berkegiatan sehari-hari. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif pendekatan studi fenomenologi Alfred Schutz ini, peneliti berusaha untuk mencapai tujuan penelitian mengenai bagaimana fenomena penggunaan make up sebagai salah satu bentuk citra diri pada mahasiswi Ilmu Komunikasi UNISBA selaku generasi Z dengan cara menggali motif, pengalaman, dan makna penggunaan make up. Hasil penelitian menunjukkan generasi Z memiliki motif, pengalaman, dan makna terhadap penggunaan make up. Motif sendiri terbagi menjadi because motive dan in order motive. Temuan because motive sendiri yakni motif perkembangan teknologi (social media), motif lingkungan, motif insecure, dan motif rasa percaya diri. Sedangkan temuan in order motive, yakni motif first impression, motif senang menjadi pusat perhatian, dan motif karir. Dengan motif yang ada, generasi Z kerap memperoleh pujian, tidak lagi mendapati komentar mengenai ketidaksempurnaan fisik, dan sering menjadi pusat perhatian. Makna penggunaan make up bagi citra diri generasi Z bukan hanya sebatas riasan wajah, tetapi bentuk upaya peningkatan kualitas diri, baik dalam segi penampilan ataupun ungkapan perasaan dalam berkehidupan sosial.
Pola Komunikasi Penulis dan Pembaca Cerita Fiksi dalam Memanfaatkan Media Komunikasi Platform Twitter: (Studi Kasus pada Akun Twitter @urenjoyment) Adinda Zidni Fakhira Adinda Zidni Fakhira; Yadi Supriadi
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i2.8551

Abstract

Abstract. Communication is an important aspect of human life that can help solve problems and improve interpersonal interactions by utilizing information and communication technology. Advances in information and communication technology mean that the interaction process is not only carried out face-to-face, but can also be done virtually. Technological developments underlie the birth of the internet which creates the existence of social media as a means of connectivity and communication in accessing all information, knowledge, education and entertainment. One of the developments of information and communication technology is social media Twitter. For this reason, this study discusses the use of Twitter social media in the context of interpersonal communication that occurs between writers and readers of fictional stories. This study aims to determine the pattern of communication that occurs between writers and readers of the Alternative Universe (AU) fictional story entitled “Personal Assistant” on the Twitter social media account @urenjoyment. This research was conducted using qualitative methods, through a case study approach involving key informants and supporting informants, namely the Twitter account owner @urenjoyment and followers who are fiction readers on the Twitter account @urenjoyment. The findings of this study indicate the varied communication patterns found on social media Twitter, namely one-way and two-way communication patterns. Both writers and readers of fictional stories take advantage of the existing features on social media Twitter to interact with each other regarding topics they are interested in, namely Alternative Universe (AU) fictional stories. Abstrak. Komunikasi menjadi aspek penting dalam kehidupan manusia yang dapat membantu dalam memecahkan suatu masalah dan meningkatkan interaksi interpersonal dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi menyebabkan proses interaksi tidak hanya dilakukan secara tatap muka, namun juga dapat dilakukan secara virtual. Perkembangan teknologi mendasari lahirnya internet yang menciptakan keberadaan media sosial sebagai sarana konektivitas dan komunikasi dalam mengakses segala informasi, pengetahuan, edukasi, hingga hiburan. Salah satu perkembangan dari teknologi informasi dan komunikasi adalah media sosial Twitter. Untuk itu, penelitian ini membahas mengenai penggunaan media sosial Twitter dalam konteks komunikasi interpersonal yang terjadi antara penulis dan pembaca cerita fiksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola komunikasi yang terjadi antara penulis dan pembaca cerita fiksi Alternative Universe (AU) yang berjudul “Personal Assistant” pada akun media sosial Twitter @urenjoyment. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif, melalui pendekatan studi kasus yang melibatkan informan kunci dan informan pendukung, yaitu pemilik akun Twitter @urenjoyment serta pengikut yang merupakan pembaca cerita fiksi pada akun Twitter @urenjoyment. Temuan penelitian ini menunjukkan pola komunikasi yang bervariasi yang ditemukan pada media sosial Twitter, yaitu pola komunikasi satu arah dan dua arah. Baik penulis maupun pembaca cerita fiksi memanfaatkan fitur-fitur yang ada pada media sosial Twitter untuk berinteraksi satu sama lain mengenai topik yang mereka minati, yaitu cerita fiksi Alternative Universe (AU). Abstrak. Komunikasi menjadi aspek penting dalam kehidupan manusia yang dapat membantu dalam memecahkan suatu masalah dan meningkatkan interaksi interpersonal dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi menyebabkan proses interaksi tidak hanya dilakukan secara tatap muka, namun juga dapat dilakukan secara virtual. Perkembangan teknologi mendasari lahirnya internet yang menciptakan keberadaan media sosial sebagai sarana konektivitas dan komunikasi dalam mengakses segala informasi, pengetahuan, edukasi, hingga hiburan. Salah satu perkembangan dari teknologi informasi dan komunikasi adalah media sosial Twitter. Untuk itu, penelitian ini membahas mengenai penggunaan media sosial Twitter dalam konteks komunikasi interpersonal yang terjadi antara penulis dan pembaca cerita fiksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola komunikasi yang terjadi antara penulis dan pembaca cerita fiksi Alternative Universe (AU) yang berjudul “Personal Assistant” pada akun media sosial Twitter @urenjoyment. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif, melalui pendekatan studi kasus yang melibatkan informan kunci dan informan pendukung, yaitu pemilik akun Twitter @urenjoyment serta pengikut yang merupakan pembaca cerita fiksi pada akun Twitter @urenjoyment. Temuan penelitian ini menunjukkan pola komunikasi yang bervariasi yang ditemukan pada media sosial Twitter, yaitu pola komunikasi satu arah dan dua arah. Baik penulis maupun pembaca cerita fiksi memanfaatkan fitur-fitur yang ada pada media sosial Twitter untuk berinteraksi satu sama lain mengenai topik yang mereka minati, yaitu cerita fiksi Alternative Universe (AU). Kata Kunci: Pola Komunikasi, Cerita Fiksi, Media Komunikasi, Twitter.
Strategi Marketing Public Relations Toko Fashion: (Studi Deskriptif Analisis pada ISOOS STUDIOS) Naurah Syifa; Tresna Wiwitan
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i2.8552

Abstract

Abstract. Marketing public relations is an activity of identifying, creating, and communicating value and establishing relationships with customers to maximize company profits. Three Ways Strategy is a marketing public relations strategy that can be used as a way to stimulate consumers to purchase products. This research was conducted to determine the push, pull, and pass strategy factors used by ISOOS STUDIOS Stores. This study uses a positivism paradigm, a quantitative method with a qualitative data descriptive study approach or analysis descriptive study. The data collection technique used was by interviewing and observing the informant owner and marketing manager of ISOOS STUDIOS. The data analysis technique in this study was by member checking. The results of this study are: (1) Push Strategy through the consignment store system which then has an expo through exclusive releases and publishes to the consignment store through proposals and direct reports via groups or Google sheets as well as routine product launching activities; (2) The Pull Strategy is carried out by publishing products online on social media, e-commerce, and the web. Also witnessed offline through fashion shows, pop up stores, annual exhibitions, and exhibition launches. As well as making broadcast messages, campaigns, giveaways, and also QR customer satisfaction surveys; (3) Pass Strategy through collaborative communication with the media, disaster awareness activities, donations to people and places in need, sponsorship and collaboration events. Keywords: Marketing Public Relations, Pass Strategy, Pull Strategy, Push Strategy. Abstrak. Marketing public relations merupakan suatu kegiatan mengidentifikasi, menciptakan, dan mengomunikasikan nilai serta menjalin hubungan-hubungan dengan pelanggan untuk memaksimalkan laba perusahaan. Three Ways Strategy merupakan salah satu konsep strategi marketing public relations yang dapat dijadikan salah satu cara untuk merangsang konsumen terhadap pembelian produk. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor push, pull, dan pass strategy yang digunakan oleh Toko ISOOS STUDIOS. Penelitian ini menggunakan paradigma positivisme, metode kuantiatif dengan pendekatan studi deskriptif data kualitatif atau studi deskriptif analisis. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan wawancara dan observasi terhadap informan owner dan marketing manager ISOOS STUDIOS. Teknik analisis data dalam penelitian ini dengan membercheck. Hasil penelitian ini adalah : (1) Push Strategy melalui system consignment store yang kemudian terdapat expo melalui exclusive release dan mempublikasikan kepada consignment store melalui proposal dan report direct via group atau google sheet juga kegiatan launching product rutin; (2) Pull Strategy dilakukan publikasi produk secara online di media sosial, e-commerce, dan web. Juga disaksikan offline melalui fashion show, pop up store, pemeran tahunan, dan exhibition launch. Serta membuat broadcast message, campaign, giveaway, dan juga QR survei kepuasan pelanggan; (3) Pass Strategy melalui komunikasi kerjasama dengan media, aktivitas kepedulian bencana, sumbangan ke orang juga tempat yang membutuhkan, sponsorship serta collaboration event. Kata Kunci: Marketing Public Relations, Pass Strategy, Pull Strategy, Push Strategy.
Strategi Public Relations dalam Memperkenalkan Kereta Cepat Jakarta - Bandung: Data Kualitatif Pada PT. Kereta Api Indonesia Rizkia Betari; Tresna Wiwitan
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i2.8584

Abstract

Abstract. The increasing need for transportation in public has made transportation service companies improve the quality of their transportation equipment, including PT. KAI. However, the new innovation offered have caused resistance from public. Jakarta-Bandung Fast Train, which is considered to be able to provide benefits to public, is actually seen as detrimental to state because it causes cost overruns but has no urgencies. The role of PR in this case is important because it is necessary to disseminate information that can provide a positive response from public towards the institution and Jakarta-Bandung Fast Train. This study aims to identify and analyze public relations strategies of PT. KAI on Jakarta-Bandung Fast Train uses concept of public relations strategies from Firsan Nova: (1)Publications; (2)Events; (3)News; (4)Corporate Identity; (5)Community Involvement); and (6)Negotiations. The method used is quantitative, descriptive analysis approach collected through interviews, observation, and documentation. The results of this study are: (1)publications are carried out using four media: mass media, print media, online media and social media. (2)Events carried out press conference in collaboration with Ministry of Transportation; (3)News is made through several stages: data collection, drafting, approval to KCIC and outside PR units, and dissemination to media; (4) Corporate Identity is formed is by using company name, logo, work uniform in introduction of Jakarta-Bandung fast train; (5)Community Involvement is built is by forming a community with journalists and Railfans; (6)Negotiations are carried out are to form a direct approach with media. Abstrak. Meningkatnya kebutuhuan transportasi di tengah masyarakat membuat perusahaan jasa transportasi meningkatkan kualitas alat transportasinya, tidak terkecuali PT. KAI. Namun, inovasi baru yang ditawarkan menimbulkan penolakan dari masyarakat. Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang dianggap dapat memberikan keuntungan bagi masyarakat justru dipandang merugikan negara karena menyebabkan pembengkakan biaya namun tidak memiliki urgensi. Peran PR dalam hal ini begitu penting karena diperlukannya penyebaran informasi yang dapat memberikan respons positif dari masyarakat terhadap lembaga dan Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis strategi public relations PT. KAI pada Kereta Cepat Jakarta-Bandung dengan menggunakan konsep strategi public relations dari Firsan Nova yaitu: (1)Publikasi- Publikasi (Publications); (2)Kegiatan (Event); (3)Berita (News); (4)Identitas Korporate (Corporate Identity); (5)Hubungan dengan khalayak (Community Involvement); dan (6)Negosiasi (Negotiations). Metode yang digunakan adalah kuantitatif, pendekatan deskriptif analisis yang dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah: (1)publikasi-publikasi (Publications) yang dilaksanakan menggunakan empat media yaitu media massa, media cetak, media online dan media sosial. (2)Kegiatan (Event) yang dilaksanakan adalah adanya konferensi pers yang berkolaborasi dengan Kemenhub; (3)Berita (News) yang dibuat melalui beberapa tahapan yaitu pengumpulan data, pembuatan draft, approvement ke KCIC dan unit luar humas, serta penyebaran ke media; (4)Identitas Corporate (Identity Corporate) yang dibentuk adalah dengan penggunaan nama perusahaan, logo, seragam bekerja dalam kegiatan pengenalan kereta cepat Jakarta – Bandung; (5)Hubungan Dengan Khalayak (Community Involvement) yang dibangun adalah dengan pembentukan komunitas dengan wartawan dan Railfans; (6)Negosiasi (Negotiation) yang dilaksanakan adalah membentuk pendekatan langsung dengan awak media.
Korean Pop sebagai Inspirator dalam Pembuatan Karya Novel Romance Sandra Ramayanti; Atie Rachmiatie
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i2.8607

Abstract

Abstract. With the increasing number of K-Pop or Korean Pop fans in Indonesia, it will also increase the effect or influence that the people will get. Not only regarding negative influences, there are also positive things from its influence, namely the inspiration of K-Pop fans or what is often called K-Popers so that they can produce works in book form, or rather romance books. Therefore, this research was conducted, in order to find out what things from K-Pop can inspire the K-popers community to work, the process of making works that the book writers from the K-Popers community went through, and the reasons why books are the choice for channeling inspiration and work. This study uses a qualitative research method with a case study approach. The research used a purposive sampling technique to select research subjects, and data collection techniques by means of interviews, observation, and documentation. In this study, the results were obtained which could be concluded that the writers of the K-Popers community were inspired through several factors, namely because of their own preferences, the nature, attitude and mindset of K-Pop idols, and visuals. The process of making his own work occurs after getting inspiration through the factors mentioned earlier which are obtained through his favorite Idol shows, but for the formation of characters, the determination of the storyline is determined by the writer. The choice of the book itself is due to the backgrounds of the different writers, but all of them have the same interest in writing and have the opportunity to turn their work into a novel. Abstrak. Dengan semakin banyaknya penggemar K-Pop atau Korean Pop di Indonesia, hal itu membuat semakin bertambahnya juga efek atau pengaruh yang akan didapatkan masyarakatnya. Tak hanya mengenai pengaruh negatif, adapula hal positif dari pengaruhnya adalah Terinspirasinya para penggemar K-Pop atau yang sering disebut K-Popers sehingga bisa menghasilkan karya dalam bentuk buku, atau lebih tepatnya buku romance. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan, agar mengetahui apa saja yang saja dari K-Pop yang dapat menginspirasi komunitas K-popers untuk berkarya, Proses pembuatan Karya yang dilalui oleh penulis buku dari komunitas K-Popers., dan alasan buku menjadi pilihan untuk menyalurkan inspirasi dan berkarya. Penelitian ini menggunakkan metode penelitian Kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian menggunakkan teknik purposive sampling untuk memilih subjek penelitian, dan teknik pengumpulan data dengan cara wawancara, observasi, dan Dokumentasi. Dalam penelitian ini kemudian didapatkan hasil yang bisa disimpulkan bahwa para penulis komunitas K-Popers terinspirasi melalui beberapa faktor yakni karena kegemarannya sendiri, sifat, sikap dan pola pikir yang dimiliki Idol K-Pop, dan visual. Proses pembuatan karyanya sendiri terjadi setelah mendapatkan inspirasi melalui faktor yang sudah disebutkan tadi yang mana didapat melalui tayangan Idol kesukaannya, namun untuk pembentukan karakter, penentuan jalan cerita ditentukan oleh sang penulis. Pemilihan buku sendiri dikarenakan latar belakang dari penulis yang berbeda-beda, namun semua memiliki ketertarikan yang sama dalam menulis dan memiliki kesempatan menjadikan karya mereka menjadi sebuah karya Novel.
Makna Personal Branding Penyiar Radio Ardan di Media Sosial Instagram Gita Puspita Garini; Dede Lilis Chaerowati
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i2.8630

Abstract

Abstract. Radio broadcaster Ardan utilizes Instagram as a personal branding medium. The purpose of this study is to describe and understand the underlying motives, purpose motives, meaning of experience, and the reasons for doing personal branding on Instagram social media. The theory used in this research is new media theory and Alfred Schutz's phenomenological theory. In this study, the paradigm used is an interpretive paradigm, and the authors use a qualitative research method with a phenomenological approach. The subjects in this study were three Ardan radio broadcasters, where the determination of the subject was selected using a purposive sampling technique. Data collection techniques used by the authors are interviews, observation, documentation, and literature study. The data analysis technique in this study is the Miles & Huberman interactive model, namely data reduction, data presentation, and conclusions. Test the validity of the data used by the author, namely source triangulation and method triangulation. The results showed that there were several motives behind the informants to do personal branding on social media Instagram, namely habitual motives, self-desire motives, and radio ranking position motives. Informants carry out personal branding on Instagram social media with the aim of increasing existence, expanding networking, gaining trust, building self-image, and promoting radio broadcast programs. informants interpret their experiences in doing personal branding on Instagram social media, namely: (1) As an effort to strengthen closeness with listeners, (2) As a witness to career journey and development, (3) As a form of promotion and formation self-image, (4) As a form of self-exploration, (5) As a portfolio. Abstrak. Penyiar radio Ardan memanfaatkan Instagram sebagai media personal branding. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan dan memahami motif yang melatar belakangi, motif tujuan, makna pengalaman, dan alasan melakukan personal branding di media sosial Instagram. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori new media dan teori fenomenologi Alfred Schutz. Dalam penelitian ini, paradigma yang digunakan adalah paradigma interpretif, dan penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Subjek dalam penelitian ini adalah tiga orang penyiar radio Ardan, dimana penentuan subjek tersebut dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh penulis yaitu wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi pustaka. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah model interaktif Miles & Huberman, yaitu reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Uji keabsahan data yang digunakan oleh penulis yaitu triangulasi sumber dan triangulasi dengan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa motif yang melatar belakangi informan untuk melakukan personal branding di media sosial Instagram, yaitu motif terbiasa, motif keinginan diri sendiri, dan motif kedudukan peringkat radio. Informan melakukan personal branding di media sosial Instagram dengan tujuan untuk meningkatkan eksistensi, memperluas networking, mendapatkan kepercataan, membangun citra diri, dan mempromosikan program siaran radio. Informan memaknai pengalamannya dalam melakukan personal branding di media sosial Instagram yaitu (1) Sebagai upaya memperkuat kedekatan dengan pendengar, (2) Sebagai saksi perjalanan dan perkembangan karir, (3) Sebagai bentuk promosi dan pembentukan citra diri, (4) Sebagai bentuk eksplorasi diri, (5) Sebagai portofolio.
Brand Awareness pada Warung Kopi Imah Babaturan Pandu Dewantara; Indri Rachmawati
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i2.8718

Abstract

runs out with time, this is because eating and drinking are primary needs for every human being on earth in order to maintain survival. To create public interest in getting to know and buying a product, a brand conducts digital marketing communications to increase its brand awareness. This research will discuss "Digital Marketing Communication to increase Brand Awareness at Warung Imah Baburan". The purpose of this research is to find out how the Digital Marketing Communication of Warung Kopi Imah Baburan increases Brand Awareness. This study uses a qualitative research method with a case study approach. The subject of this research is the owner and marketing communication of the Imah Baburan coffee shop. Data collection techniques with interviews, observation, documentation and literature study. Data analysis technique is by reducing data, presenting data and making conclusions and verification. The validity test carried out by the researcher was source triangulation, using reference materials, and increasing persistence Abstrak. Bisnis di bidang food & beverage adalah bisnis yang tidak pernah habis dimakan zaman, hal ini karena makan dan minum adalah kebutuhan primer bagi setiap manusia dimuka bumi agar tetap menjaga kelangsungan hidup. Untuk menciptakan minat masyarakat untuk mengenal dan membeli suatu produk, maka sebuah brand melakukan Komunikasi Pemasaran digital untuk meningkatkan brand awareness nya. Dalam penelitian ini akan membahas mengenai “Komunikasi Pemasaran Digital untuk meningkatkan Brand Awareness pada Warung Kopi Imah Babaturan”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Komunikasi Pemasaran Digital Warung Kopi Imah Babaturan Dalam Meningkatkan Brand Awareness. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek dari penelitian ini yaitu pemilik dan marketing communication warung kopi Imah Babaturan. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dokumentasi dan studi pustaka. Teknis analisis data yaitu dengan mereduksi data, penyajian data dan membuat kesimpulan serta verifikasi. Uji keabsahan yang dilakukan yang peneliti adalah triangulasi sumber, menggunakan bahan referensi, dan meningkatkan ketekunan.
Makna Komunikasi Antarpersona dalam Membina Hubungan Persahabatan Naufal Fahrurrobby; Alex Sobur
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i2.8823

Abstract

Abstract. This research is entitled Interpersonal Communication Meaning in Building Friendship (Roland Barthes' Semiotics Analysis in The Bad Guys Film). The purpose of this research is to find out denotative meaning, connotative meaning and interpersonal communication myth in building friendship in The Bad Guys film. The Bad Guys film describe the friendship story of a famous animal bandits, The Bad Guys, the members are Mr. Wolf, Mr. Snake, Mr. Shark, Mr. Piranha and Mrs. Tarantula. This film tells there is a conflict that arise because of the misunderstanding among the gang and it causes the strained of their friendship, thus the characters in this film applied interpersonal communication in solving the conflict. Constructivist paradigm is applied to this research with qualitative descriptive method and Roland Barthes' semiotics approach. The data collecting technique employed in this research is observing and literary study. The researcher did the direct research to the research object intended to collect the required information. The result of this research shows there are denotative meaning, connotative meaning, and the meaning of interpersonal communication myth in building friendship in "The Bad Guys" film. This film also depicts there are openness, empathy, supportive attitude, positive attitude and equality. The interpersonal communication meaning can be seen from the sign and meaning which have been analyzed with Roland Barthes' theory of semiotics. Abstrak. Penelitian ini berjudul Makna Komunikasi Antarpersona dalam Membina Hubungan Persahabatan (Analisis Semiotika Roland Barthes Pada Film “The Bad Guys”). Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui makna denotasi, konotasi, dan mitos komunikasi antarpersona dalam membina hubungan persahabatan pada film “The Bad Guys”. Film “The Bad Guys” menggambarkan kisah persahabatan geng penjahat hewan terkenal dengan nama The Bad Guys yang beranggotakan Mr. Wolf, Mr. Snake, Mr. Shark, Mr. Piranha, dan Mrs. Tarantula. Dalam film ini menceritakan adanya konflik yang timbul akibat kesalahpahaman diantara kelima sahabat tersebut dan menyebabkan hubungan persahabatan mereka menjadi renggang sehingga tokoh dalam film ini menggunakan komunikasi antarpersona dalam menyelesaikan konflik tersebut. Pada penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivis dengan metode penelitian kualitatif deskriptif dan pendekatan analisis semiotika Roland Barthes. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu dengan observasi dan studi pustaka. Penulis melakukan penelitian langsung terhadap objek penelitian untuk mendapat informasi yang dibutuhkan. Hasil penelitian menunjukan terdapat makna denotasi, konotasi, dan mitos makna komunikasi antarpersona dalam membina hubungan persahabatan pada film “The Bad Guys”. Film ini juga menggambarkan adanya keterbukaan, empati, sikap mendukung, sikap positif, dan kesetaraan. Makna komunikasi antarpersona tersebut dapat dilihat dari tanda dan makna yang telah dianalisis menggunakan teori semiotika Roland Barthes.