cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcspr@unisba.ac.id
Phone
+6285723033508
Journal Mail Official
bcspr@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Public Relations
ISSN : -     EISSN : 28282167     DOI : https://doi.org/10.29313/bcspr.v2i2
Bandung Conference Series: Public Relations (BCSPR) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Public Relations dengan ruang lingkup Strategi Promosi, Brand, Citra, Corporate Social Responbility, Digital Public Relations, Diplomasi Publik, Dramaturgi, Hoax, Humas International, Informasi, Kampanye Public Relations, Transaksi, Krisis, Kinerja, Komunikasi Persuasi, Konseling, Konten, Kredibilitas, Kualitas Pelayanan, Literasi, Media Online, Media Sosial, Membangun Kepercayaan, Minat beli, Motif, Pelayanan, Pemberitaan, Peran Sosial, Perspektif, Pola Komunikasi Perusahaan, Profesionalisme, Publikasi, Rebranding, rebranding, Sikap, Special Event, Strategi media relations, Publikasi, Teknologi Informasi, Word of Mouth. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles 465 Documents
Pengaruh Komunikasi Antarpribadi Barista dan Konsumen terhadap Kepuasan Konsumen Muhammad Adham Rashif
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i2.8033

Abstract

Abstract. Indonesia has suitable natural conditions which are ideal for growing quality coffee. The presence of coffee shops in Indonesia is not only a place to sip a cup of coffee, but also a part of the lifestyle for urban communities. This study uses the positivism paradigm. The positivism paradigm in social research refers to the use of the scientific method to test hypotheses about social phenomena. In a positivism view, researchers can use quantitative data collection techniques and apply statistical analysis to test hypotheses. The problems that can be identified in his research are: (1) How big is the social influence of baristas and consumers on customer satisfaction of Fore Coffee Outlet Yogya Sumbersari Junction, (2) How big is the influence of barista and consumer trust on customer satisfaction Fore Coffee Outlet Yogya Sumbersari Junction, (3) How much influence does the perception of baristas and consumers have on customer satisfaction Fore Coffee Outlet Yogya Sumbersari Junction, (4) How much influence does the communication skills of the barista and consumers have on customer satisfaction Fore Coffee Outlet Yogya Sumbersari Junction. Based on the results of data research and discussion, the conclusion is that Interpersonal Communication between Baristas and Consumers has a significant influence on Consumer Satisfaction at Fore Coffee Outlet Yogya Sumbersari Junction with a contribution of influence that is equal to 41% while the remaining 59% is the large contribution of influence given by the factors other factors not examined. Abstrak Indonesia memiliki kondisi alam yang cocok dan ideal untuk menanam kopi berkualitas. Kehadiran kedai kopi di Indonesia tidak hanya menjadi tempat menyeruput secangkir kopi, tetapi juga menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat urban. Kajian ini menggunakan paradigma positivisme. Paradigma positivisme dalam penelitian sosial mengacu pada penggunaan metode ilmiah untuk menguji hipotesis tentang fenomena sosial. Dalam pandangan positivisme, peneliti dapat menggunakan teknik pengumpulan data kuantitatif dan menerapkan analisis statistik untuk menguji hipotesis. Permasalahan yang dapat diidentifikasi dalam penelitiannya adalah: (1) Seberapa besar pengaruh sosial barista dan konsumen terhadap kepuasan pelanggan Fore Coffee Outlet Yogya Sumbersari Junction, (2) Seberapa besar pengaruh barista dan kepercayaan konsumen terhadap pelanggan kepuasan Fore Coffee Outlet Yogya Sumbersari Junction, (3) Seberapa besar pengaruh persepsi barista dan konsumen terhadap kepuasan pelanggan Fore Coffee Outlet Yogya Sumbersari Junction, (4) Seberapa besar pengaruh keterampilan komunikasi barista dan konsumen terhadap pelanggan kepuasan Fore Coffee Outlet Yogya Sumbersari Junction. Berdasarkan hasil penelitian data dan pembahasan maka diperoleh kesimpulan bahwa Komunikasi Interpersonal antara Barista dan Konsumen memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Kepuasan Konsumen di Outlet Fore Coffee Yogya Sumbersari Junction dengan kontribusi pengaruh yaitu sebesar 41% sedangkan sisanya sebesar 59%. adalah besarnya kontribusi pengaruh yang diberikan oleh faktor faktor lain yang tidak diteliti.
Makna Self-Healing pada Yayasan Rangkoel Care Indonesia Bella Maulina; Atie Rachmiatie
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i2.8119

Abstract

Abstract. This research was conducted based on the existence of a phenomenon regarding the existence of misinterpretation among the people, especially Generation Z regarding the meaning of "self-healing". The purpose of this research is to find out how Generation Z, especially members of the Rangkoel Care Indonesia Foundation, form a meaning of self-healing. This qualitative research uses a phenomenological approach, because this study aims to find meaning in a statement based on individual experiences of a phenomenon through in-depth research. By using the theory of motivation that was initiated by Alfred Schutz, regarding the formation of self-healing motives based on "because motives" and "in order motives". Data were obtained through in-depth in-depth interviews with research subjects, namely social & mental health activists. The results of the study showed that the informant felt that he was in a sincere/accepting situation in every situation, obtained calm, peace, and well-being within himself, then was able to know himself well, heal from the pain of past wounds, and do problem solving. Abstrak. Penelitian ini dilakukan berdasarkan dengan adanya fenomena mengenai adanya kesalahan pemaknaan di kalangan masyarakat khususnya Generasi Z mengenai pemaknaan “self-healing”. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Generasi Z khususnya Anggota Yayasan Rangkoel Care Indonesia, dalam pembentukan sebuah makna self-healing. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode pendekatan fenomenologi, karena penelitian ini bertujuan untuk mencari arti secara pernyataan berdasarkan pengalaman individu terhadap suatu fenomena melalui penelitian yang mendalam. Dengan menggunakan teori Motivasi yang dicetuskan oleh Alfred Schutz, tentang pembentukan motif self-healing berdasarkan “because motif" dan "in order motif”. Data diperoleh melalui in-depth interview mendalam dengan subjek penelitian, yaitu aktivis kegiatan sosial & mental health. Hasil penelitian menunjukan bahwan informan merasa sudah ada disituasi ikhlas/menerima dalam setiap keadaan, memperoleh adanya ketenangan, ketentraman, dan kesejahteraan didalam dirinya, lalu bisa mengenal diri sendiri dengan baik, penyembuhan dari rasa sakit luka dimasa lalu, dan melakukan problem solving.
Kritik Sosial Pada Lirik Lagu: (Analisis Semiotika Roland Barthes Pada Lirik Lagu Fun Kaya Fun Karya Efek Rumah Kaca) faris bagaskara; Faris Bagaskara
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i2.8138

Abstract

Abstract. Today music is not only seen as a means of entertainment, more than that music can also be used as a means of communication which is poured into song lyrics. Through the lyrics of a song can be a means of oral communication that has meaning. The songwriter conveys an expression that is being felt in the form of a melody and words so that the listener can receive the message contained in the lyrics. The message it conveys can be of various kinds, one of which is a message of social criticism. Among the many songs of social criticism, there is the song Fun Kaya Fun by Efek Rumah Kaca. The songs from Efek Rumah Kaca are not so dominated by songs that have the theme of romance, they touch a lot on the level of social conditions and social criticism of the surrounding reality. The author uses Roland Barthes' semiotic analysis approach with the aim of knowing the signs or symbols contained in the diction used in the lyrics of the song Fun Kaya Fun. The purpose of this study was to find out the message of social criticism seen connotatively, denotatively, and mythically in the lyrics of the song Fun Kaya Fun with data collection techniques through text analysis, literature study, and interviews. This research will show according to the message of social criticism contained in the lyrics of the song Fun Kaya Fun by Efek Rumah Kaca using Roland Barthes's semiotic analysis approach viewed connotatively, denotatively, and mythically. Abstrak. Dewasa ini musik tidak hanya melulu dianggap sebagai sarana penghibur, lebih jauh dari itu musik juga dapat digunakan sebagai sarana komunikasi yang dituangkan ke dalam lirik lagu. Melalui lirik sebuah lagu dapat menjadi wadah komunikasi lisan yang memiliki makna. Penulis lagu menyampaikan sebuah ekspresi yang sedang dirasa ke dalam bentuk melodi dan kata-kata agar pendengar dapat menerima pesan yang terkandung dalam lirik tersebut. Pesan yang disampaikannya pun dapat berbagai macam, salah satunya adalah pesan kritik sosial. Dari sekian banyak lagu kritik sosial yang ada diantaranya ada lagu Fun Kaya Fun karya Efek Rumah Kaca. Lagu dari Efek Rumah Kaca tidak begitu didominasi dengan lagu yang mengangkat tema percintaan, mereka banyak menyentuh tingkat kondisi sosial dan kritik sosial terhadap kondisi realita yang ada di sekitar. Penulis menggunakan pendekatan analisis semiotika Roland Barthes dengan tujuan untuk mengetahui tanda atau simbol yang terdapat dalam diksi yang digunakan pada lirik lagu Fun Kaya Fun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pesan kritik sosial dilihat secara konotatif, denotatif, dan mitos pada lirik lagu Fun Kaya Fun dengan teknik pengumpulan data melalui analisis teks, studi pustaka, dan wawancara. Penelitian ini akan menunjukkan sesuai dengan pesan kritik sosial yang diterdapat dalam lirik lagu Fun Kaya Fun karya Efek Rumah Kaca dengan menggunakan pendekatan analisis semiotika Roland Barthes dilihat secara konotatif, denotatif, dan mitos.
Strategi Komunikasi Prokopim Kota Bandung melalui Akun Instagram Dhea Syahranie Putri; Riza Hernawati
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i2.8166

Abstract

Abstract. Content is an important part of the management of social media, so the content needs to be packed with interesting innovations, as it is carried out by the Bandung government's instagram account that keeps "Baban Ndung Juju Ara" episode of "Jatanras" content as a form of communication strategy. The study was done to learn about the communication strategy for Bandung prokopim through the instagram account applied to content "Baban Ndung Juju Ara" episode "Jatanras" by using qualitative methods for a case study approach. Data collection techniques involve interviews, observations, documentation, and literature studies. Data analysis techniques use data reduction, data presentation and data verification. To test the validity of data, the research used source triangulation. The theories used in the study are communications strategy theories, message creation models, new media theory, and government communications. Results in research showing showing a positive episode theme from five important stages of monitoring issues, setting agendas, urgency of messages, themes, and content packaging. Further in the process of creating messages is done through theme selection, the selection of messages to be delivered and the packaging of the messages. In the manufacture of content, there are seven stages involving processing issues, photocopying messages, coordination meetings, script and storyboards, filming, editing, reporting through the group, and posting on social media. Using informal language had the goal of reflecting the identity of the people of Bandung, and the techniques of approaching people. Abstrak. Konten merupakan satu hal yang penting dalam pengelolaan sebuah media sosial sehingga konten perlu dikemas dengan inovasi yang menarik Hal ini juga dilakukan oleh Prokopim Kota Bandung selaku pengelola akun Instagram milik pemerintah Kota Bandung yang membuat konten “Baban Ndung Juju Ara” episode “Jatanras” sebagai bentuk strategi komunikasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui strategi komunikasi Prokopim Kota Bandung melalui akun Instagram yang diterapkan pada konten “Baban Ndung Juju Ara” episode “Jatanras” dengan menggunakan metode kualitatif pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data serta verifikasi data. Untuk menguji keabsahan data, penelitian ini menggunakan triangulasi sumber. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yakni teori strategi komunikasi, model penyusunan pesan, new media theory, serta komunikasi pemerintah. Hasil dalam penelitian memperlihatkan penentuan tema episode melalui lima tahapan penting meliputi monitoring isu, agenda setting, penentuan urgensi pesan, penentuan tema, dan penentuan pengemasan konten. Selanjutnya dalam proses penyusunan pesan dilakukan melalui pemilihan tema, pemilihan pesan yang ingin disampaikan dan pengemasan pesan. Dalam pembuatan konten, terdapat tujuh tahapan meliputi pengolahan isu, penyusunan pesan, rapat koordinasi, pembuatan script dan storyboard, syuting, editing, pelaporan melalui grup, dan memposting di media sosial. Penggunaan bahasa informal memiliki tujuan yaknimencerminkan identitas masyarakat Kota Bandung, dan teknik pendekatan dengan masyarakat.
Manajemen Emosi dalam Dimensi Komunikasi Antarpribadi Rizqi Pratama Putra; Atie Rachmiatie
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i2.8197

Abstract

Abstract. Interpersonal communication is a technique for communicators to convey messages to recipients with specific goals, such as changing the communicant's perception or influencing attitudes or behavior. One of the special schools in the Kiaracondong area, SLB C Sukapura is dedicated to educating students with disabilities. The theory used is action assembly published by John Greene in 1984 and the theory put forward by Daniel Goleman about emotional intelligence. The purpose of this research is to understand more deeply about managing emotions. The method used by researchers is a qualitative research method with a phenomenological study approach and based on the experience of informants obtained from in-depth interviews, observation and documentation. The results of this study are first, the teacher's motives for students with special needs in an effort to manage emotions, namely to shape the attitudes and behavior of students in social activities so that they are not easily provoked by emotions if they feel uncomfortable. Second, managing the teacher's emotions because students will imitate all the behavior and attitudes of the teacher in all things, if the teacher is easily provoked by his emotions, then the success of the teacher's motives in managing the emotions of his students will not be achieved. Third, the meaning obtained by a teacher in an effort to manage student emotions depends on the experience and perspective of the individual teacher. Fourth, the calmness of the teacher is an important aspect in the successful management of student emotions, students' anxiety will arise if they feel uncomfortable in their surroundings. Abstrak. Komunikasi antar pribadi adalah teknik bagi komunikator untuk menyampaikan pesan kepada penerima dengan tujuan tertentu, seperti mengubah persepsi komunikan atau mempengaruhi sikap maupun perilaku. Salah satu sekolah luar biasa di daerah Kiaracondong, SLB C Sukapura didedikasikan untuk mendidik murid-murid yang memiliki kelainan. Teori yang digunakan yaitu action assembly yang dipublikasikan oleh John Greene pada tahun 1984 dan teori yang dikemukakan oleh Daniel Goleman tentang kecerdasan emosional. Tujuan penelitian ini yaitu memahami lebih dalam tentang pengelolaan emosi. Metode yang digunakan peneliti yaitu metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi fenomenologi dan berdasarkan dengan pengalaman narasumber yang diperoleh dari wawancara mendalam, observasi dan juga dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah pertama, motif guru terhadap murid berkebutuhan khusus dalam upaya mengelola emosi yaitu membentuk sikap dan perilaku murid dalam kegiatan bersosialisasi agar tidak mudah terpancing emosi jika merasa tidak nyaman. Kedua pengelolaan emosi guru karena murid akan meniru seluruh perilaku dan sikap guru dalam segala hal, jika guru mudah terpancing emosinya maka keberhasilan dari motif guru dalam mengelola emosi muridnya tidak akan tercapai. Ketiga, makna yang diperoleh seorang guru dalam upaya pengelolaan emosi murid tergantung pada pengalaman dan perspektif individu guru. Keempat, ketenangan guru menjadi aspek penting dalam keberhasilan pengelolaan emosi murid, kegelisahan murid akan timbul jika sedang merasa tidak nyaman berada di lingkungan sekitarnya.
Positioning Radio Dangdut Modern Rizka Harahap; Anne Ratnasari
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i2.8273

Abstract

Abstract. Radio Cosmo FM is one of the radio broadcasting genre dangdut in Bandung. Radio Cosmo FM performs positioning as a modern and leading dangdut radio with a segmentation of young people who are distinguishing from other dangdut radios. It aims to be a reservoir of music development especially in dangdut genres. Visual radio as today’s radio is also a supporter of such radio as dangdut radio. The aim of this study is to find out how the positioning strategies carried out by the company in terms of image differentiation, product diferenciation, listener segmentation, and Radio Cosmo Visual are attracting listeners. Data collection techniques by conducting observations and in-depth interviews with public relations marketing and broadcasters. The results of this study differentiate the music program carried out by Radio Cosmo as a modern dangdut radio, the leading has quite a lot of differentiation done to get the market share sought in terms of the presentation of music program that uses hits maker, the program of the event that became the foundation in delivering Radio cosmo as the modern radio dangdut by providing up-to-date information, the style of its broadcasters with a young boy style and Radio Cosmos Visual as an icon of modern change in the terms of media. The image displayed by Radio Cosmo is a modern radio broadcast but remains on its sidelines by implanting Islamic and cultural values with the segmentation of young people. This makes the positioning of the radio retains its image and expression in the midst of competitors because although Radio Cosmo is not a radio that is superior in all respects but Radio Cosme has a differentiator from other Radio that is the main line of listeners to keep listening to Radio Cosmos not only once but repeatedly. Abstrak. Radio cosmo FM merupakan salah satu radio yang menyiarkan genre dangdut di Bandung. Radio Cosmo FM melakukan positioning sebagai radio dangdut modern dan terkemuka dengan segmentasi anak muda yang menjadi pembeda dengan radio dangdut lain. Memiliki tujuan untuk menjadi wadah pengembangan musik khususnya pada genre dangdut. Radio visual sebagai radio masa kini juga merupakan pendukung radio tersebut sebagai radio dangdut yang kekinian. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana strategi positioning yang dilakukan perusahaan dari segi diferensiasi citra, diferensiasi produk, segmentasi pendengar, dan Radio Cosmo Visual yang menjadi daya tarik pendengar. Teknik pengumpulan data dengan melakukan observasi dan wawancara mendalam dengan marketing public relation dan penyiar. Hasil penelitian ini diferensiasi program musik yang dilakukan oleh Radio Cosmo sebagai radio dangdut modern, terkemuka memiliki cukup banyak diferensiasi yang dilakukan untuk mendapatkan pangsa pasar yang dicari dari segi penyajian program musik yang menggunakan hits maker, program acara yang menjadi andalan dalam menyampaikan Radio Cosmo sebagai radio dangdut modern dengan memberikan informasi terkini, gaya para penyiarnya dengan gaya anak muda dan Radio Cosmo Visual sebagai ikon perubahan modern dari segi media. Citra yang ditampilkan Radio Cosmo sebagai radio dangdut modern tetapi tetap pada kaidahnya dengan menanamkan nilai-nilai keislamaan dan budaya dengan segmentasi anak muda. Hal tersebut menjadikan positioning radio tersebut mepertahankan citra dan ekesitensinya ditengah competitor karena walaupun Radio Cosmo bukan merupakan radio yang unggul dalam segala hal tetapi Radio Cosmo memiliki pembeda dari Radio lain yang menjadi garis besar pendengar untuk terus mendengarkan Radio Cosmo tidak hanya sekali tetapi secara berulang.
Strategi Penyebaran Informasi pada Protokol Komunikasi Pimpinan Kota Bandung Ghinaayra Maisyara Salsabila; Dedeh Fardiah
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i2.8307

Abstract

Abstract. The Leadership Communication Protocol Section, which is still under the auspices of the Bandung City Government, created a program called Halo Bandung On The Spot to socialize directly with the public regarding the Bandung City Leadership work program using a booth activation system. The researcher uses a qualitative research method with a constructivism paradigm and a case study research approach. The research subjects in this study were four informants who were part of the Halo Bandung On The Spot Program team. Data collection techniques used in this study were observation, interviews, documentation studies, and literature study. The results of this study are: 1) The steps used by Prokopim in the process of preparing for Halo Bandung On The Spot activities are four stages, namely setting goals and targets, formulating strategies, setting resources, setting standards to achieve success, 2) Process Communication in the implementation of the Halo Bandung On The Spot program uses face-to-face communication and digital communication, 3) The use of the booth system as a form of socialization of the introduction of the Bandung City Leadership program to the public is based on three important points, namely the audience, the event theme, and the presence of the leadership, 4) The the benchmark for the success of this program is the number of visitors who come as many as 50-100 people. Abstrak. Bagian Protokol Komunikasi Pimpinan yang masih dibawah naungan Pemerintah Kota Bandung membuat sebuah Program bernama Halo Bandung On The Spot untuk bersosialisasi langsung dengan masyarakat mengenai program kerja Pimpinan Kota Bandung menggunakan sistem booth activation. Peneliti menggunakan metode penelitian kualiatif dengan paradigma konstruktivisme dan pendekatan penelitian studi kasus. Subjek penelitian pada penelitian ini yaitu berjumlah empat orang narasumber yang merupakan bagian dari tim Program Halo Bandung On The Spot. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini yaitu observasi, wawancara, studi dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil dari penelitian ini adalah: 1) Langkah-langkah yang digunakan oleh Prokopim dalam proses persiapan kegiatan Halo Bandung On The Spot ada empat tahap yaitu penentuan tujuan dan target sasaran, penyusunan strategi, menetapkan sumber daya, menentukan standar untuk mencapai keberhasilan, 2) Proses Komunikasi dalam pelasanaan program Halo Bandung On The Spot menggunakan komunikasi tatap muka dan Komunikasi digital, 3) Penggunaan sistem booth sebagai bentuk sosialisasi pengenalan program Pimpinan Kota Bandung kepada masyarakat didasari oleh tiga poin penting yaitu Audiens, tema acara, dan kehadiran pimpinan, 4) Yang menjadi tolak ukur keberhasilan program ini yaitu jumlah pengunjung yang datang sebanyak 50-100 orang.
Adaptasi Komunikasi Mahasiswa dalam Menghadapi Kuliah Luring yusef firdaus ridhwanul jabbar yusef
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i2.8322

Abstract

Abstract. Every student who enters a new environment and lectures at tertiary institutions will usually make adjustments to various previous cultures. According to Gudykunts and Kim also emphasized that each individual must carry out an adaptation process when they meet a new environment and culture in order to be able to interact and get to know them. With qualitative research methods using a case study approach. Data collection techniques used are interviews, observation, and literature studies, the internet, and documentation. Interviews were conducted with Intan, Nabila, Hanifah, Alif Fasya, Suprayogi, Nabila were once students in Bandung class of 2021. The results showed (1) The communication adaptation process carried out by students in Bandung class of 2021 in dealing with offline lectures can force students to adapt to its a new habit. The adaptation process carried out by students goes through the stages of adaptation, the honeymoon phase, the frustration phase, the readjustment phase, and the resolution phase. (2) The communication adaptation strategy that must be carried out by students in Bandung class of 2021 to reduce culture shock in dealing with offline lectures, that is, students must be able to adapt other students in terms of acting (Play Stage), students of class 2021 must be able to follow the situation of students, lecturers, or other civitas. And students must be ready to act (game stage). (3) Culture shock in communication experienced by students in Bandung Class of 2021 because they feel the Frustration Phase, students experience culture shock which includes problems with language and cultural values. 2). Readjustment phase students can adapt by understanding and learning all cultural differences or habits and 3). In the Resolution phase, students decide to accept the culture and customs of the college where they study. Abstrak. Setiap Mahasiswa yang memasuki lingkungan baru dan perkuliahan di perguruan tinggi biasanya akan melakukan penyesuaian diri dengan berbagai budaya sebelumnya. Menurut Gudykunts dan Kim juga menegaskan bahwa setiap individu harus menjalankan proses adaptasi ketika mereka bertemu dengan lingkungan dan budaya yang baru agar dapat berinteraksi dan mengenalnya. Dengan metode penelitian kualitatif menggunakan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan studi kepustakaan, internet, dan dokumentasi. Yang dilakukan wanwancara kepada Intan, Nabila, Hanifah, Alif Fasya, Suprayogi, Nabila sekali mahasiswa di Bandung angkatan 2021. Hasil penelitian menunjukan (1) Proses adaptasi komunikasi yang dilakukan Mahasiswa di Bandung angkatan 2021 dalam menghadapi perkuliahan luring ini dapat memaksa mahasiswa harus beradaptasi dengan kebiasaan baru nya tersebut. Proses adaptasi yang dilakukan mahasiswa mengalami tahapan adaptasi fase honeymoon, fase frustration, fase readjustmen, dan fase resolution. (2) Strategi adaptasi komunikasi yang harus dilakukan Mahasiswa di Bandung angkatan 2021 untuk mengurangi culture shock dalam menghadapi kuliah luring yaitu, mahasiswa harus dapat menyesuaikan mahasiswa lain dalam hal bertindak (Play Stage), Mahasiswa angakatan 2021 harus bisa mengikuti keadaan mahasiswa, dosen, atau civitas lainnya. Serta mahasiswa harus siap dalam bertindak (game stage). (3) Culture shock dalam komunikasi yang dialami oleh Mahasiswa di Bandung Angkatan 2021 karena merasakan Fase Frustration, para mahasiswa mengalami culture shock yang meliputi masalah pada bahasa dan nilai budaya. 2). Fase Readjustment mahasiswa dapat beradaptasi dengan memahami dan mempelajari segala perbedaan budaya atau kebiasaan dan 3). Fase Resolution mahasiswa memutuskan untuk menerima budaya serta kebiasaan yang ada di perguruan tinggi tempatnya mengenyam pendidikan.
Pesan Moral dalam Film untuk Membangun Personal Branding: Studi Kualitatif dengan Analisis Semiotika John Fiske pada Film Marvel Avengers: Endgame Saskia Putri Pratidina; M. E. Fuady
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i2.8400

Abstract

Abstract. Every moral message in the film has an effect on intrinsic elements such as the character of a character played, movie theme, background film story problem, which is usually packed according to the environment in human life or society.So that with that concept, people as an audience feel what the characters who played so that society can actualize in its real life.One example of a moral message in a film that the audience can understand and easily understand is a university film Marvel Avengers: Endgame. Research objectives to study and analyse representation a moral message in the film Marvel Avengers: Endgame to build personal branding. To study and analyse relations a moral message in the film Marvel Avengers: Endgame to build personal branding. To study and ideology menganalisia a moral message in the film Marvel Avengers: Endgame to build personal branding. Methods used in this research is a method the qualitative study with the perspective of a logician John Fiske. The data acquired obtained through, textual analysis, interview and study of literature available. The knot of this research is a representation of the moral message in marvel avengers: endgame to build personal branding as appearance, dress, environment (Environment), behavioral code (behavior), dialog code (speech), gesture and expression. Moral message link in marvel avengers: endgame to build personal branding in film addressed to camera code, lighting, conflicted code, music code, Who stand out at this level. First on camera code and lighting that visualizes moral messages build personal branding super hero. The ideology used by the director is the superhero individualism that's trying to build a team effort against thanos. Abstrak. Setiap pesan moral dalam film mempunyai pengaruh yang dihasilkan dari unsur intrinsik seperti karakter tokoh yang diperankan, tema film, latar alur masalah cerita film, yang biasanya dikemas sesuai dengan lingkungan dalam kehidupan manusia atau masyarakat. Sehingga dengan konsep demikian biasanya masyarakat sebagai khalayak penonton merasakan apa yang dirasakan oleh tokoh-tohok yang diperankan sehingga dengan demikian masyarakat bisa mengaktualisasikan dalam kehidupan nyatanya. Salah satunya contoh pesan moral dalam film yang dapat dipahami dan mudah dipahami penonton secara universial yaitu film Marvel Avengers: Endgame. Tujuan penelitian untuk mengkaji dan menganalisis representasi pesan moral dalam film Marvel Avengers: Endgame untuk membangun personal branding. Untuk mengkaji dan menganalisis relasi pesan moral dalam film Marvel Avengers: Endgame untuk membangun personal branding. Untuk mengkaji dan menganalisia ideologi pesan moral dalam film Marvel Avengers: Endgame untuk membangun personal branding. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan perspektif semiotika John Fiske. Data yang di peroleh didapatkan melalui analisis tekstual, wawancara, dan studi kepustakaan. Simpulan dari penelitian ini adalah representasi pesan moral dalam film Marvel Avengers: Endgame untuk membangun personal branding seperti penampilan (appearance), kostum (dress), lingkungan (environment), kode kelakuan (behavior), kode dialog (speech), kode gesture (gerakan), dan kode expression (ekspresi). Relasi pesan moral dalam film Marvel Avengers: Endgame untuk membangun personal branding di film ditujukan kepada kode kamera, lighting, kode konflik, kode musik,. Yang lebih menonjol dalam level ini, pertama pada kode kamera dan lighting yang memvisualkan pesan moral membangun personal branding super hero. Ideologi yang digunakan oleh sutradara yaitu individualisme superhero yang mencoba membangun kerjasama tim dalam melawan Thanos.
Analisis Kegiatan Corporate Social Responsibility PT. Indocement Tunggal Prakarsa TBK Plant Cirebon dalam Membangun Stakeholder Relations Anggi Duniya Nengsih Anggi Duniya Nengsih; Dr. Zulfebriges, Drs., M. Si Dr. Zulfebriges, Drs., M. Si
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i2.8519

Abstract

Abstract. Companies not only have economic and legal obligations (for shareholders or shareholders) but are also responsible to their owners, as well as all parties or (stakeholders) involved in sustainable development. Companies must also be aware that their operations have a direct or indirect impact on society and the environment. For this reason, companies must always carry out due diligence on the company's social, economic and environmental impacts in order to increase positive impacts and reduce negative impacts in its business activities. PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. As one of the large corporate companies, they attach great importance to social aspects by establishing a CSR (Corporate Social Responsibility) program, namely Uninhabitable Houses, with full commitment to the welfare of the community around the area of operation. The purpose of this study is to know and understand the criteria for PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. Cirebon Plant in establishing the Uninhabitable Houses CSR program, to find out and understand the stakeholder mapping carried out by PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. Plant Cirebon in the Uninhabitable Houses CSR program, as well as to find out the purpose of holding the Uninhabitable Houses program. In this study, researchers used a qualitative research method with a case study approach. The data collection method was carried out using interview techniques, documentation, observation, and literature study. Furthermore, researchers used source triangulation as a technique to test the validity of the data. Abstrak. Perseroan bukan hanya memiliki kewajiban ekonomi dan hukum (yaitu kepada pemegang saham atau shareholder) tetapi juga bertanggung jawab kepada pemiliknya, maupun semua pihak atau (stakeholder) yang terlibat dalam pembangunan berkelanjutan. Perusahaan juga harus menyadari bahwa operasinya memiliki dampak langsung atau tidak langsung terhadap masyarakat dan lingkungan. Untuk itu, perusahaan harus selalu melakukan uji tuntas terhadap dampak sosial, ekonomi serta lingkungan perusahaan dapat meningkatkan dampak positif dan mengurangi dampak negatif dalam kegiatan usahanya. Seperti halnya PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. Sebagai salah satu perusahaan perseroan besar, mereka mementingkan aspke-aspek sosial kepada masayarakat dengan membuat program CSR (Corporate Social Responsibility) yaitu Rumah Tidak Layak Huni, dengan memeiliki komitmen penuh untuk mensejahterakan masyarakat sekitar wilayah operasi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui serta memahami kriteria PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. Plant Cirebon dalam menetapkan program CSR Rumah Tidak layak Huni, untuk mengetahui dan memahami stakeholder mapping yang dilakukan oleh PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. Plant Cirebon dalam program CSR Rumah Tidak layak Huni, serta untuk mengetahui tujuan diadakanya program Rumah Tidak layak Huni. Dalam penelitian ini, peneliti memakai metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Metode pengumpulan data yang dilakukan menggunakan Teknik wawancara, dokumentasi, observasi, dan studi pustaka. Selanjutnya, peneliti menggunakan triangulasi sumber sebagai Teknik uji keabsahan data.