cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcspr@unisba.ac.id
Phone
+6285723033508
Journal Mail Official
bcspr@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Public Relations
ISSN : -     EISSN : 28282167     DOI : https://doi.org/10.29313/bcspr.v2i2
Bandung Conference Series: Public Relations (BCSPR) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Public Relations dengan ruang lingkup Strategi Promosi, Brand, Citra, Corporate Social Responbility, Digital Public Relations, Diplomasi Publik, Dramaturgi, Hoax, Humas International, Informasi, Kampanye Public Relations, Transaksi, Krisis, Kinerja, Komunikasi Persuasi, Konseling, Konten, Kredibilitas, Kualitas Pelayanan, Literasi, Media Online, Media Sosial, Membangun Kepercayaan, Minat beli, Motif, Pelayanan, Pemberitaan, Peran Sosial, Perspektif, Pola Komunikasi Perusahaan, Profesionalisme, Publikasi, Rebranding, rebranding, Sikap, Special Event, Strategi media relations, Publikasi, Teknologi Informasi, Word of Mouth. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles 465 Documents
Komunikasi Asertif dalam Membangun Rasa Keterbukaan Diri pada Pasangan Menikah Muda Sari Hidayati Fatimah; Indri Rachmawati
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i2.8835

Abstract

Abstract. Conflict is a situation that often occurs in interpersonal relationships between husband and wife. Young married couples get married with the aim of completing happiness and starting a new life. But in essence, human life will never escape problems, Most conflicts experienced by married couples are caused by a lack of openness between each other, this non-openness if not managed properly will affect the emergence of more serious problems. Moreover, young married couples do not have enough mental readiness and a mature mindset to be faced with a conflict. This research applies qualitative methods with a symbolic interactionism approach and uses the constructivism paradigm in its study. The results of this study show that openness is revealed in the final stages of conflict and self-openness is influenced by factors of trust, ego and tolerance. By using assertive communication, the understanding of husband and wife and the sense of self-openness become more focused. Abstrak. Keterbukaan diri merupakan salah satu hal yang seringkali menjadi permasalahan dalam hubungan interpersonal antara suami dan istri. Pasangan menikah muda melakukan pernikahan dengan tujuan untuk melengkapi kebahagiaan dan memulai hidup baru. Namun pada hakikatnya, kehidupan manusia tidak akan pernah luput dari permasalahan, Sebagian besar konflik yang dialami pasangan menikah disebabkan oleh kurangnya keterbukaan diri antara satu sama lain, ketidakterbukaan inilah jika tidak dapat dikelola dengan baik akan berpengaruh pada timbulnya masalah yang lebih serius. Terlebih pasangan menikah muda tidak cukup memiliki kesiapan mental dan pola pikir yang matang untuk dihadapkan dengan sebuah konflik.Penelitian ini menerapkan metode kualitatif dengan pendekatan interaksionisme simbolik dan menggunakan paradigma konstruktivisme dalam kajiannya. Hasil dari penelitian ini memperlihatkan bahwa keterbukaan tersingkap pada tahap akhir konflik dan keterbukaan diri dipengaruhi oleh faktor kepercayaan, ego dan toleransi. Dengan menggunakan komunikasi asertif pemahaman suami istri dan rasa keterbukaan diri menjadi lebih terarah.
Representasi Komunikasi Keluarga dalam Film “Sejuta Sayang Untuknya” Muhammad Pradika Ikbal Firdaus; Dedeh Fardiah
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i2.8895

Abstract

Abstract. Representation of a film “My Million For Her” is the focus of this research. The film focuses on this family conflict as an entity in understanding the meaning of real life. The semiotic analysis of Roland Barthes on Herwin Novianto's film "A Million of His Love" aims to analyze the communication patterns carried out by Gina's father to his son by knowing the three levels of meaning in analyzing a film, namely the meaning of denotation, the significance of connotation and the myths that are present in the film. As well as how a film conveys a moral message that can be applied in everyday life and has important values with the hope of being able to motivate and refer to the social reality in society. This method of research uses the method of qualitative investigation using the semiotic analysis of Roland Barthes in which Barthes analyzes the three levels of meaning: denotation, significance of connotation, and myths and communication patterns that occur within the family on the film scene. The results of the research from the film "Million Love to Her" is to love each other, take care of each other and give each other the best in communication father and Ghina who is always communicative at every problem makes Gina a good and intelligent child. The meaning of Denotation in the movie scene is a hard-working father. The meaning of connotation is a father who is a hard-working figure who endeavors all forms of affection to his child, especially in the field of education where it is a hope of the father for his child to get a higher education in order to be a successful child. Both meanings are also supported by myths that give justification through the values of life, culture, customs that exist in the circle at a certain time. Abstrak. Representasi sebuah film “Sejuta Saya Untuknya” merupakan fokus penelitian ini. Film yang memfokuskan pada konflik keluarga ini sebagai wujud dalam memahami arti dari kehidupan sesungguhnya. Analisis semiotika Roland Barthes pada film Sejuta Sayang Untuknya karya Herwin Novianto bertujuan untuk menganalisis lebih dalam pola komunikasi yang dilakukan oleh ayah Gina kepada anaknya dengan mengetahui 3 tingkatan makna dalam menganalisis sebuah film yaitu makna denotasi, makna konotasi dan mitos yang terdapat pada film Sejuta Sayang Untuknya. Serta bagaimana sebuah film menyampaikan pesan moral yang dapat diaplikasikan dalam berkehidupan sehari-hari dan memiliki nilai-nilai yang penting dengan harapan mampu memotivasi dan mengacu pada realitas sosial dalam masyarakat. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitan kualitatif dengan menggunakan analisis semiotika Roland Barthes yang mana Barthes menganalisis 3 tingkatan makna yaitu mokna denotasi, makna konotasi, dan mitos dan pola komunikasi yang terjadi didalam keluarga pada adegan film Sejuta Sayang Untuknya. Hasil penelitian dari film “Sejuta Sayang Untuknya” yaitu saling menyayangi, saling menjaga, saling memberikan yang terbaik dalam komunikasi ayah dan Ghina yang selalu komunikatif disetiap permasalahan menjadikan Gina anak yang baik dan cerdas. Makna Denotasi yang terdapat dalam scene film tersebut adalah seorang ayah yang bekerja keras. Makna Konotasi ialah seorang ayah yang merupakan sosok pekerja keras yang mengusahakan segala bentuk kasih sayang kepada anaknya, terutama pada hal Pendidikan dimana hal tersebut adalah sebuah harapan sang ayah agar anaknya mendapatkan sebuah Pendidikan setinggi-tingginya agar menjadi anak yang sukses. Dari kedua makna tersebut juga didukung oleh mitos yang memberikan pembenaran melalui nilai-nilai berkehidupan, budaya, adat yang ada didlam lingungan pada kurun waktu tertentu.
Makna Profesi Barista sebagai Personal Branding pada Generasi Z Irgiana Fajri Andjani; Ferry Darmawan
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i2.8920

Abstract

Abstract. The development of coffee in Indonesia has been very rapid, because coffee is one of the plantation commodities sold on the world market. With the development of coffee in Indonesia, the consumption of coffee and coffee shops in Indonesia has also increased, this shows the growth of new professional fields that are increasingly popular among Generation Z in the city of Bandung, one of which is becoming a Barista. Generation Z grew up in the digital era and has unique characteristics in building their identity. The Barista profession is an attractive career choice for generation Z, as it provides an opportunity to express their creativity, expertise and interest in the fast-growing world of coffee. The purpose of this research is to find out the motives, meanings, and personal branding formed in Generation Z who work as Baristas. This study uses a qualitative research method with a phenomenological approach. Thus, researchers here are trying to unravel the various existing phenomena by way of in-depth interviews, observation and documentation selected as data collection techniques. The phenomenon of the rise of the Barista profession, which is of great interest to Generation Z, is studied using the theory of self-identity along with Alfred Schutz's phenomenological approach in the hope of being able to analyze data and information about this phenomenon more deeply. The results of the study show that informants as generation Z have several motives, namely motives for forming self-confidence, increasing experience, and increasing self-existence. The Barista profession is also interpreted as a positive trend for informants so that the personal branding that is formed gives an image as a barista who has different characteristics and characteristics. Abstrak. Perkembangan kopi di Indonesia sudah sangat pesat, karena kopi sudah termasuk salah satu komoditas perkebunan yang dijual ke pasar dunia. Dengan berkembangnya kopi di Indonesia, maka meningkat pula konsumsi kopi dan kedai kopi di Indonesia, hal ini menunjukan tumbuh bidang profesi baru yang kian digemari di kalangan Generasi Z di Kota Bandung salah satunya menjadi seorang Barista. Generasi Z tumbuh dalam era digital dan memiliki karakteristik yang unik dalam membangun identitas mereka. Profesi Barista menjadi salah satu pilihan karir yang menarik bagi generasi Z, karena memberikan peluang untuk mengungkapkan kreativitas,keahlian, dan minat mereka di dunia kopi yang berkembang pesat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Motif, Makna, dan personal branding yang terbentuk pada Generasi Z yang bekerja menjadi seorang Barista. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Dengan demikian, peneliti disini berusaha untuk mengurai berbagai fenomena yang ada dengan cara, Wawancara yang mendalam, Observasi dan Dokumentasi dipilih sebagai Teknik pengumpulan data. Fenomena maraknya profesi Barista yang diminati banyak Generasi Z ini dikaji menggukan teori identitas diri bersama pendekatan fenomenologi Alfred Schutz dengan harapan dapat mengurai data dan informasi mengenai fenomena tersebut lebih mendalam. Hasil penelitian menunjukan informan selaku generasi Z memiliki beberapa motif yaitu motif membentuk kepercayaan diri, menambah pengalaman, dan meningkatkan eksistensi diri. Profesi Barista ini juga di maknai sebagai tren yang positif bagi para informan sehingga personal branding yang terbentuk memberikan image sebagai barista yang memiliki ciri khas dan karakteristik yang berbeda-beda.
Strategi Komunikasi Upselling oleh Barista: Studi Kasus: Komunikasi up selling yang dilakukan Barista Fore Coffee outlet TSM Bandung Alma Azzahra; Anne Maryani
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i2.8935

Abstract

Abstract. Fore Coffee is an original Indonesian coffee retail startup founded in 2018. Until now, Fore Coffee has 127 active outlets in 31 cities in Indonesia, one of which is the Fore Coffee outlet TSM Bandung, which is located on Jl. Gatot Subroto No. 289 Bandung, West Java. A business is inseparable from strategy, every company relies on a strategy to achieve its goals. In the midst of hectic coffee shop competition in Indonesia, every entrepreneur needs to think smart about the right strategy to use to maintain the existence of the coffee shop itself. Like Fore Coffee, which implements an up selling communication strategy as a marketing communication strategy implemented by the Barista. The purpose of this study was to find out the Up selling Communication Strategy carried out by Barista Fore Coffee. Researchers used qualitative research methods with a case study approach and used a constructivist paradigm. The informants in this study were 4 Baristas from the TSM Bandung Fore Coffee outlet and 3 Fore coffee customers. This study uses the theory of Behaviorism. The data in this study were obtained through semi structured interviews with sources, observation and documentation. The results of this study show that Barista Fore Coffee implements up selling communication as a marketing communication strategy for customers. It was also found that the up selling communication strategy carried out by Barista Fore Coffee was not solely carried out to increase sales through buying and selling agreements, but also to maintain a good image of the company through the services provided by the Barista. Abstrak. Fore Coffee merupakan startup kopi retail asli Indonesia yang didirikan pada tahun 2018. Hingga saat ini Fore Coffee telah memiliki 127 outlet aktif pada 31 Kota di Indonesia, salah satunya adalah Fore Coffee outlet TSM Bandung yang terletak di Jl. Gatot Subroto No.289 Bandung, Jawa Barat. Sebuah bisnis tidak terlepas dari strategi, setiap perusahaan mengandalkan sebuah strategi guna mencapai tujuannya. Di tengah ramainya persaingan Coffee shop di Indonesia, setiap pengusaha perlu berpikir cerdas terkait strategi yang tepat digunakan untuk mempertahankan keberadaan Coffee shopnya itu sendiri. Seperti halnya Fore Coffee yang menerapkan strategi komunikasi up selling sebagai strategi komunikasi pemasaran yang dijalankan oleh Barista. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Strategi Komunikasi Up selling yang dilakukan oleh Barista Fore Coffee. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan menggunakan paradigma konstruktivis. Narasumber pada penelitian ini merupakan 4 orang Barista dari Fore Coffee outlet TSM Bandung dan 3 orang pelanggan Fore coffee. Penelitian ini menggunakan teori Behaviorisme. Data-data dalam penelitian ini diperoleh melalui wawancara semi terstruktur dengan para narasumber, observasi dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini diperoleh bahwa Barista Fore Coffee mengimplementasikan komunikasi up selling sebagai strategi komunikasi pemasaran yang diberikan terhadap pelanggan. Ditemukan pula bahwa strategi komunikasi up selling yang dilakukan Barista Fore Coffee bukan semata-mata dilakukan untuk meningkatkan penjualan melalui kesepakatan jual beli saja, melainkan juga untuk mempertahankan citra baik perusahaan melalui pelayanan yang diberikan oleh Barista.
Makna Motivasi pada Lirik Lagu “Diri” Karya Tulus Viola Rezkhika Aulia Putri Kurnia Viola; Alex Sobur
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i2.8981

Abstract

Abstract. This research is motivated by the many suicide attempts in 2020, which states that many people do not love themselves. Therefore, Tulus released his latest album entitled "Manusia" which has the meaning of representing the various flavors and dynamics of human life. One of the songs contained in the album "Manusia" is "Diri" which means how to recognize yourself until you realize that yourself is the most valuable thing. Indirectly, this song has also campaigned for mental health. This song is widely discussed by most people because it is considered in accordance with the feelings of the listeners. This research uses a qualitative research method with a semiotic approach. The data collection technique used is interviews with data analysis techniques, namely descriptive qualitative using qualitative data validity tests including tests, credibility, transferability, dependability, and confirmability. The semiotic analysis technique that researchers will use in this study is semiotic analysis according to Ferdinand De Saussure. Saussure places signs in the context of human communication by selecting what is called signifier and signified. The reason researchers use Ferdinand De Saussure's semiotic analysis theory is because with a background in linguistics and language studies, Saussure places language as the basis of the sign system in his semiotic theory. This research aims to find out the meaning of motivation in sincere songs in the lyrics of the song "Diri" and to find out whether the meaning of motivation exists in real life. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya aksi percobaan bunuh diri pada tahun 2020, yang menyatakan banyaknya orang yang tidak menyayangi diri sendiri. Oleh karena itu, Tulus merilis album terbarunya yang berjudul “Manusia” yang memiliki arti mewakili beragam rasa dan dinamika kehidupan manusia. Salah satu lagu yang terdapat di dalam album “Manusia” yakni “Diri” yang memiliki makna bagaimana mengenali diri sendiri sampai menyadari bahwa diri sendiri lah hal yang paling berharga. Secara tidak langsung, lagu ini pun telah mengkampanyekan Kesehatan Mental. Lagu ini banyak diperbincangkan oleh kebanyakan masyarakat karena dinilai sesuai dengan perasaan para pendengarnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan semiotika. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara dengan Teknik analisis data yaitu kualitatif deskriptif menggunakan uji keabsahan data kualitatif meliputi uji, credibility, transferability, dependability, dan Confirmability. Teknik analisis semiotika yang akan peneliti gunakan pada penelitian ini adalah analisis semiotika menurut Ferdinand De Saussure. Saussure meletakan tanda dalam konteks komunikasi manusia dengan melakukan pemilihan apa yang disebut signifier (penanda) dan signified (petanda). Alasan peneliti menggunakan teori analisis semiotika Ferdinand De Saussure adalah karena dengan latar belakang kajian linguistik dan bahasa, Saussure menempatkan bahasa sebagai dasar dari sistem tanda dalam teori semiotika yang dibuatnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna motivasi dalam lagu tulus dalam lirik lagu “Diri” dan untuk mengetahui apakah makna motivasi tersebut ada dalam kehidupan nyata.
Analisis Semiotika Pesan Motivasi Mencintai Diri Sendiri pada Lagu “Si Lemah” Karya RAN feat. Hindia Fitria Nabillah Nabillah; Ferry Darmawan
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i2.9031

Abstract

Abstract. Song is a communication tool that involves songwriters and listeners where songwriters can convey messages to listeners through mass communication. Songs can be effective learning tools if the messages in them are well conveyed. This study aims to analyze the text of motivational messages and the relationship between signs and motivation by using objects from the lyrics of the song "Si Lemah" by RAN and Indies and then analyzing each stanza using Ferdinand De Saussure's semiotic analysis which focuses on the meaning of signifiers and signifieds. Then you will find keywords in each stanza that have meaning. This research uses qualitative methods and is carried out systematically with a constructivist paradigm. The results of this study found that there is a motivational text in each verse in the song "Si Weak" which can motivate listeners to love themselves and there is a relationship between the sign and the motivation in each verse to love oneself by accepting one's shortcomings and focusing on oneself. Abstrak. Lagu merupakan salah satu alat komunikasi yang melibatkan antara pencipta lagu dan pendengar dimana pencipta lagu dapat menyampaikan pesan kepada pendengarnya melalui komunikasi massa. Lagu bisa menjadi alat pembelajaran yang efektik apabila pesan didalamnya tersampaikan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis teks pesan motivasi dan relasi antara tanda dengan motivasi dengan menggunakan objek dari lirik lagu “Si Lemah” karya RAN dan Hindia lalu akan dianalisis setiap baitnya menggunakan analisis semiotika Ferdinand De Saussure yang berfokus pada makna penanda dan petanda. Kemudian akan ditemukan kata kunci pada setiap baitnya yang memiliki makna. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan dilakukan secara sistematis dengan paradigma konstruktivis. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa adanya teks motivasi pada setiap bait dalam lagu “Si Lemah” yang dapat memotivasi pendengar untuk mencintai diri sendiri dan terdapat relasi antara tanda dengan motivasi pada setiap baitnya untuk mencintai diri sendiri dengan menerima kekurangan dan fokus pada diri sendiri.
Program Bincang Santai dalam Transportasi Publik Salman Al Hafizh; Zulfe briges
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i2.9058

Abstract

Abstract. Today Indonesia has a very rapid development of the transportation system, one of the actors behind the development of the transportation system is PT. Indonesian Railways (PT KAI or KAI). The large number of PT KAI's consumers in Indonesia have narrowed down to consumers who like and have an interest in trains, they are usually called railfans. To strengthen the lines of communication between railfans and PT KAI, PT KAI's public relations team organizes a routine activity program with railfans, namely "Casual Talk". The Casual Talk Program is a special program that provides a variety of interesting information and is the talk of many people and is packaged in a warm and relaxed manner. This study aims to determine the effectiveness of the implementation of the "Casual Talk" program held by the public relations of PT. KAI for railfans uses qualitative descriptive research methods and uses observation, interview and documentation data collection techniques. Testing the validity of the data will be carried out in three ways, namely data reduction, data display, and verification. Abstrak. Dewasa ini Indonesia memiliki perkembangan sistem transportasi yang sangat pesat, salah satu pelaku yang bergerak dibalik perkembangan sistem transportasi adalah PT. Kereta Api Indonesia (PT KAI atau KAI). Banyaknya konsumen PT KAI di Indonesia mengerucut menjadi para konsumen yang menggemari serta memiliki ketertarikan terhadap kereta api, mereka biasa disebut railfans. Untuk mempererat tali komunikasi antara railfans dengan PT KAI, humas PT KAI menyelenggarakan program kegiatan rutin bersama para railfans yaitu “Bincang Santai”. Program Bicang santai merupakan program spesial yang memberikan berbagai informasi yang menarik serta menjadi perbincangan banyak orang serta dikemas secara hangat dan santai. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui efektifitas implementasi program "Bincang Santai" yang diadakan oleh humas PT. KAI untuk para railfans dengan menggunakan metode penelitian dekriptif kualitatif dan menggunakan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Uji keabsahan data akan dilakukan dengan tiga cara yaitu reduksi data, data display, dan verification.
Tragedy Indonesia Football in Chanting Ballads Iwan Fals Muhammad iqbal pratama iqbal
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i2.9072

Abstract

Abstract. The song lyric Kanjuruhan work Iwan Fals, trying to recalled that the condition of football in Indonesia being in a that is not good, and even tend to concern. As known together, supporter have become victims died, and wounded that sampai it has not recovered and cured. Be witnesses is the professional football committee Indonesia Through the song lyric Kanjuruhan, humanitarian seems to explain about the state of social reality of the pains and wounds for community in the Indonesian football. Qualitative research was conducted with the perspective of a logician Ferdinand De Saussure who are obedient to linking a signifier, signified, the fact of the tragedy of social football Indonesia in chanting ballads Iwan Fals Kanjuruhan song. Using text analysis the song lyric, interview, documentation, and study literature available.Test data is not tampered with by means of triangulation of a source by the speakers from the academics, triangulation of the form of data, and triangulation of data collection techniques. Drawing conclusions is meaning linking a signifier tragedy football Indonesia in chanting ballads Iwan Fals Kanjuruhan song is indeed without any meaning in depth. Meaning signified tragedy football Indonesia in chanting ballads song Kanjuruhan Iwan Fals a song about humanity, respect, togetherness, in social criticism of the Indonesian football. The fact social tragedy football Indonesia in chanting ballads song Kanjuruhan Iwan Fals created the work of in accordance with events at the Kanjuruhan Aremania of casualties. Abstrak. Lirik lagu Kanjuruhan karya Iwan Fals, berusaha mengingatkan kembali mengenai kondisi sepak bola di Indonesia berada dalam kondisi yang tidak baik, dan bahkan cenderung memprihatinkan. Seperti yang diketahui bersama, suporter telah menjadi korban meninggal, dan terluka yang sampai sekarang belum pulih dan sembuh. Semua menjadi saksi begitu rapuhnya panitia penyelenggaraan sepak bola Indonesia. Melalui lirik lagu Kanjuruhan seakan menjelaskan tentang kemanusiaan, tentang kondisi realitas sosial yang penuh dengan rasa duka dan luka bagi masyarakat di wilayah sepak bola Indonesia. Metode penelitian kualitatif dengan perspektif semiotika Ferdinand de Saussure yang lebih ditekankan kepada signifier, signified, fakta sosial pada tragedi sepak bola Indonesia dalam nyanyian balada lagu Kanjuruhan Iwan Fals menggunakan analisis teks lirik lagu, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Uji keabsahan data dengan cara triangulasi sumber dengan narasumber dari pihak akademisi, triangulasi bentuk data, dan triangulasi teknik pengumpulan data. Simpulan dari penelitian ini, makna signifier tragedi sepak bola Indonesia dalam nyanyian balada lagu Kanjuruhan Iwan Fals adalah makna yang sesunguhnya tanpa ada arti secara mendalam. Makna signified tragedi sepak bola Indonesia dalam nyanyian balada lagu Kanjuruhan Iwan Fals lagu tentang kemanusiaan, kepeduliaan, kebersamaan, kritik sosial pada sepak bola Indonesia. Fakta sosial tragedi sepak bola Indonesia dalam nyanyian balada lagu Kanjuruhan Iwan Fals menciptakan karya sesuai dengan peristiwa jatuhnya korban Aremania di stadion Kanjuruhan.
Implementasi Public Relations Forum Anak Daerah Jawa Barat dalam Mewujudkan Provinsi Layak Anak Muhammad fikri Sabarsyah; Maman Suherman
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i2.9203

Abstract

Abstract. This research is backgrounded by Law No. 35 of 2014 which states that every child has the right to live, grow and develop, participate and receive protection from violence and discrimination. This research uses the theory of Cutlip and Center (1961) which suggests 4 (four) stages of the public relations process, namely: fact finding, planning and programming, communicating and evaluating. This research uses qualitative research methods with a descriptive approach. The data collection techniques used are observation, interviews, and documentation studies. The results of the research on the Implementation of Public Relations of the West Java Regional Children's Forum (FAD JABAR) in Realizing a Child Friendly Province (Provila) is in accordance with the 4 stages of the public relations process whose implementation is supported by the role of the West Java Provincial Office of Women's Empowerment, Child Protection and Family Planning, Facilitators and agencies related to child protection. The most important aspect in the implementation of public relations for this children's forum is that children are given the opportunity to express their aspirations/opinions and have their opinions heard in realizing a province that is suitable for children. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi adanya Undang – undang nomor 35 Tahun 2014 yang menyatakan setiap Anak memiliki hak untuk hidup, tumbuh dan berkembang, berpartisipasi serta mendapat perlindungan dari kekerasan maupun diskriminasi. Sebagai wadah aspirasi anak, komunikasi internal maupun eksternal harus berjalan dengan baik sesuai harapan organisasi Forum Anak yang dapat dikendalikan melalui public relations yang memantau jalannya informasi yang masuk maupun keluar organisasi Forum Anak di Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan teori Cutlip dan Center (1961) yang mengemukakan 4 (empat) tahapan proses public relations yaitu: fact finding, planning and programming, communicating dan evaluating. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian Implementasi Public Relation Forum Anak Daerah Jawa Barat dalam Mewujudkan Provinsi Layak Anak (Provila) sesuai dengan 4 tahap proses public relations yang implementasinya didukung oleh peran dari Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Provinsi Jawa Barat, Fasilitator maupun dinas instansi terkait perlindungan anak. Aspek yang terpenting dalam implementasi public relations forum anak ini adalah anak diberikan kesempatan untuk mengemukakan aspirasi/pendapatnya dan didengar pendapatnya dalam mewujudkan provinsi yang layak bagi anak.
Implementasi Komunikasi Digital untuk Meningkatkan Online Engangement Instagram @Temanbakat Edo Ilham Gumelar; Dr. Dedeh Fardiah, Dra., M.Si
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i2.9204

Abstract

Abstract. PT.Care Indonesia Solusi, known as Friends of Talent, is a company that is focused and engaged in services and business. Friends of Talent has an Instagram account to advertise their services. The activities carried out on Instagram are interacting with Friends of Talent followers in a relaxed and relaxed. The Instagram account @temanbakat implements digital communication, one of which is regarding contains information and educational content with a role that is responsible for managing the account, namely the Social Media Specialist. The MBKM social media specialist program is carried out in several stages, namely discussing and mentoring with mentors regarding content ideas for publication, creating time table content, producing feed and story content on Instagram accounts, communicating with Instagram followers in the comments column to messages, analyzing media content. on Instagram's online engagement. The results of this study show that Instagram is a communication channel for the Friends of Talent Instagram account and its followers to build social relations and advertise the services of Friends of Talent at the national company level. Supported by social media specialists considering the importance of turning on company communication with followers through social media, namely Instagram. Abstrak. PT.Care Indonesia Solusi yang dikenal dengan nama Teman Bakat, merupakan sebuah perusahaan yang fokus dan bergerak dibidang jasa dan bisnis. Teman Bakat memiliki akun Instagram untuk mengiklankan jasanya tersebut. Kegiatan yang dilakukan di Instagram itu yaitu melakukan interaksi dengan followers Teman Bakat dengan rileks, dan santai. Akun Instagram @temanbakat mengimplementasikan komunikasi digital salah satunya mengenai informasi dan konten-konten yang mengedukasi dengan adanya peran yang bertanggung jawab dalam mengelola akun tersebut yaitu Social Media Specialist. Pelaksanaan program MBKM social media specialist Teman Bakat dilaksanakan dengan beberapa tahap yaitu berdiskusi serta mentoring dengan mentor mengenai ide konten untuk publikasi, membuat time table content, memproduksi konten feed maupun story di akun Instagram, komunikasi dengan followers Instagram dikolom komentar hingga pesan, menganalisis konten media terhadap online engagement Instagram. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Instagram sebagai media penyalur komunikasi terhadap akun Instagram Teman Bakat dan followersnya untuk membangun hubungan sosial dan mengiklankan jasa Teman Bakat di tingkat perusahaan nasional. Didukung adanya social media specialist mengingat pentingnya menghidupkan komunikasi perusahaan dengan followers melalui media sosial yaitu Instagram.