cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcspr@unisba.ac.id
Phone
+6285723033508
Journal Mail Official
bcspr@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Public Relations
ISSN : -     EISSN : 28282167     DOI : https://doi.org/10.29313/bcspr.v2i2
Bandung Conference Series: Public Relations (BCSPR) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Public Relations dengan ruang lingkup Strategi Promosi, Brand, Citra, Corporate Social Responbility, Digital Public Relations, Diplomasi Publik, Dramaturgi, Hoax, Humas International, Informasi, Kampanye Public Relations, Transaksi, Krisis, Kinerja, Komunikasi Persuasi, Konseling, Konten, Kredibilitas, Kualitas Pelayanan, Literasi, Media Online, Media Sosial, Membangun Kepercayaan, Minat beli, Motif, Pelayanan, Pemberitaan, Peran Sosial, Perspektif, Pola Komunikasi Perusahaan, Profesionalisme, Publikasi, Rebranding, rebranding, Sikap, Special Event, Strategi media relations, Publikasi, Teknologi Informasi, Word of Mouth. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles 464 Documents
Literasi Digital Anak dalam Menggunakan Media Sosial TikTok: Studi Kasus Fungsi Pengawasan Media Sosial TikTok pada Siswa Kelas 6 SDIT Anni’mah Azka Muhammad Razaka; Santi Indra Astuti
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i2.9484

Abstract

Abstract. The purpose of this study was to find out the supervision of parents and teachers in the use of social media TikTok on children in the 6th grade students of SDIT Anni'mah based on 4 aspects of digital literacy formulated by the Ministry of Communication and Informatics, namely digital skills, digital ethics, digital safety, and digital culture. This study uses a qualitative method with a case study approach to describe facts systematically based on the results of interviews, observations, and documentation in the field with the parents and teachers of SDIT Anni'mah who are the subjects of this research. The data were analyzed using data reduction analysis techniques, data presentation, and conclusion drawing, as well as triangulation to ensure the validity of the data. The results of the study show that children/students in the four aspects of digital literacy have been able to fulfill three of them, namely digital skills, digital ethics, and digital culture. Students have not been able to fulfill one of the four aspects of digital literacy, namely digital safety because children/students have not been given an understanding of this from both the teacher and their parents, it's just that parents and teachers have carried out monitoring activities for children by using the notification feature which provided by TikTok so that every child who uploads content, a notification will appear on the parent's account. Parents and teachers also supervise by occasionally looking at children's smartphones to find out what activities children are doing on social media TikTok. Abstrak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengawasan orang tua dan guru dalam penggunaan media sosial TikTok pada anak di lingkungan siswa kelas 6 SDIT Anni’mah berdasarkan 4 aspek literasi digital yang dirumuskan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika yaitu digital skills, digital ethics, digital safety, dan digital culture. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk mendeskripsikan fakta-fakta secara sistematis berdasarkan hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi di lapangan dengan orang tua murid dan guru SDIT Anni’mah yang menjadi subjek penelitian ini. Data dianalisa dengan menggunakan teknik analisis reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta dilakukan triangulasi untuk memastikan keabsahan data. Hasil penelitian menunjukan bahwa anak/murid dalam keempat aspek literasi digital sudah mampu memenuhi tiga diantaranya yaitu digital skills, digital ethics, dan digital culture. Murid belum mampu memenuhi salah satu dari keempat aspek literasi digital yaitu digital safety karena anak/murid belum diberi pemahaman mengenai hal ini baik dari guru maupun dari orang tuanya, hanya saja orang tua dan guru sudah melakukan kegiatan pengawasan pada anak dengan cara menggunakan fitur notifikasi yang disediakan oleh TikTok sehingga setiap anak yang mengunggah suatu konten, maka akan muncul notifikasi di akun orang tua. Orang tua dan guru juga mengawasasi dengan cara sesekali melihat smartphone anak untuk mengetahui kegiatan yang anak lakukan pada media sosial TikTok.
Pemanfaatan Instagram sebagai Proses Transformasi Identitas Diri: (Studi Fenomenologi Pemanfaatan Media Sosial Instagram Sebagai Proses Transformasi Identitas Diri Influencer Salsabillapm) Layla Roseanne Karin; Ani Yuningsih
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i2.9489

Abstract

Abstract. Digital society such as influencers utilize Instagram social media for the process of self-identity transformation. An influencer is someone who has the power to influence the decisions of others because he has authority and knowledge in his field. An Instagram user who becomes an influencer, can develop his identity through uploading content according to his field. This study aims to describe how the use of Instagram social media as part of the process of transforming an influencer's identity. This research uses Impression Mannagement Theory, Symbolic Interaction Theory, and Alfred Schütz Phenomenological Theory. The paradigm used is the Interactionist Paradigm, using a qualitative approach, phenomenological research methods. The results of this study outline that for the process of transforming self-identity, individuals can express themselves by utilizing the power of Instagram social media. Abstrak. Masyarakat digital seperti influencer memanfaatkan media sosial Instagram untuk proses transformasi identitas diri. Influencer adalah seseorang yang memiliki kekuatan untuk memengaruhi keputusan orang lain karena memiliki otoritas dan pengetahuan dalam bidangnya. Seorang pengguna Instagram yang menjadi influencer, dapat mengembangkan identitas dirinya melalui unggahan konten sesuai bidangnya. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan bagaimana pemanfaatan media sosial Instagram sebagai bagian dari proses transformasi identitas diri seorang influencer. Penelitian ini menggunakan Teori Impression Mannagement, Teori Interaksi Simbolik, dan Teori Fenomenologi Alfred Schütz. Paradigma yang digunakan yaitu Paradigma Interaksionis, dengan menggunakan pendekatan kualitatif, metode penelitian fenomenologi. Hasil dari penelitian ini menguraikan bahwa untuk proses trasnformasi identitas diri, individu dapat mengekspresikan dirinya dengan memanfaatkan kekuatan media sosial Instagram.
Komunikasi Diagonal Pegawai Telkom Bandung dalam Melakukan Program Reverse Coach Zhafira Indah Widiharjanti; Dede Lilis Chaerowati
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i2.9497

Abstract

Abstract. The SSOP (Shared Service Operation and Procurement) Unit of Telkom Bandung has a routine activity program that is carried out every two weeks called Reverse Coach. This program aims to increase harmony between employees and also aims to exchange information from younger employees to more senior employees so they can keep up with the times and technology so they stay up to date. In implementing the Reverse Coach program, SSOP unit employees use diagonal communication. The purpose of this research is to find out the process of diagonal communication, the reasons for implementing diagonal communication, the inhibiting factors and the solutions chosen by the SSOP Telkom Bandung unit in implementing the Reverse Coach program. This study uses a qualitative research method by applying a case study approach and a constructivist paradigm. The theory used in this study is the theory of human relations. Conducting interviews, observations, and documentation for data collection techniques. The analysis technique uses interactive analysis techniques from Miles & Huberman namely data reduction, data presentation, and conclusion/verification. To test the validity of the data used in this study by applying the dependability test and triangulation method.The results of this study are that the diagonal communication implemented in the Reverse Coach program can create and increase harmony among SSOP unit employees, can increase employee understanding of technology or the company, is effective and efficient in exchanging information, can increase work productivity, and can increase collaboration between employee. Abstrak. Unit SSOP (Shared Service Operation and Procurement) Telkom Bandung memiliki suatu program kegiatan rutin yang dilakukan setiap dua minggu sekali bernama Reverse Coach. Program ini bertujuan untuk meningkatkan keharmonisan antar pegawai dan juga bertujuan untuk saling bertukar informasi dari pegawai muda kepada pegawai yang lebih senior agar bisa mengikuti perkembangan jaman dan teknologi sehingga tetap up to date. Dalam pelaksanaan program Reverse Coach, para pegawai unit SSOP menggunakan komunikasi diagonal. Tujuan diadakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui proses komunikasi diagonal, alasan penerapan komunikasi diagonal, faktor penghambat serta solusi yang dipilih oleh unit SSOP Telkom Bandung dalam pelaksanaan program Reverse Coach. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus serta menggunakan paradigma konstruktivis. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori hubungan manusiawi. Melakukan wawancara, observasi, dan dokumentasi untuk teknik pengumpulan data. Teknik analisis menggunakan teknik analisis interaktif dari Miles & Huberman yakni reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Untuk uji keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji dependabilitas dan triangulasi metode. Hasil dari penelitian ini adalah komunikasi diagonal yang diterapkan dalam program Reverse Coach dapat menciptakan dan menigkatkan keharmonisan antar pegawai unit SSOP, dapat meningkatkan pemahaman para pegawai mengenai teknologi ataupun perusahaan, efektif dan efisien dalam pertukaran informasi, dapat meningkatkan produktivitas kerja, dan dapat meningkatkan kolaborasi antar pegawai.
Identitas Simbolik Solidaritas Organisasi pada Program “Silaturahmi Antar Warga”: Studi Etnografi Komunikasi pada Forum Silaturahmi Mahasiswa Kuningan UPI Rani Apriliani
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i2.9507

Abstract

Abstract. Students who go through the experience of migration often face what is known as Culture Shock due to the mixture of students from different regions. Therefore, to maintain the identity of migrant students and to facilitate the adaptation process, learning to adjust well is necessary. That's why many organizations are formed, consisting of students from the same region. These organizations foster symbolism that builds solidarity, where symbols strengthen the members and unite them through shared goals and a sense of solidarity. This research focuses on the symbolic identity that builds solidarity among the members of the "Forum Silaturahmi Mahasiswa Kuningan UPI" organization through the program "Silaturahmi Antar Warga" (Inter-Residents Gathering). The research methodology employed is qualitative, using an ethnographic approach within the organization and adopting a constructivist paradigm. The findings of this research indicate that the organizational identity is formed within their program of work, namely the "Silaturahmi Antar Warga." This was achieved through observations and interviews with four key informants who play an important role in the activities. The program conducted by FOSMAKU UPI has resulted in a strong sense of solidarity due to its flexible nature, with the main goal being the sense of kinship among its members. The "Silaturahmi Antar Warga" program is implemented with the aim of fostering solidarity and maintaining social connections between FOSMAKU UPI members, alumni, and faculty members. In this context, the communication events that occur within "Silaturahmi Antar Warga" serve as a means to strengthen social relationships and build a supportive community. Abstrak. Mahasiswa yang melakukan perantauan tentu akan menghadapi yang namanya Culture Shock karena adanya percampuran mahasiswa yang beragam dari berbagai daerah. Maka dari itu untuk menjaga identitas mahasiswa perantuan, dan juga dalam melakukan proses adaptasi pasti dibutuhkan pembelajaran dalam melakukan penyesuaian yang baik, maka banyak dibangun organisasi yang berisikan dengan mahasiswa-mahasiswa yang berasal dari daerah yang sama. Organisasi tersebut akan menumbuhkan simbolitas yang membangun solidaritas, dimana simbol-simbol yang memperkuat mereka dan bersatu karena adanya tujuan dan rasa solidaritas itu. Maka penelitian ini akan difokuskan pada identitas simbolik yang membangun solidaritas antar anggota organisasi “Forum Silaturahmi Mahasiswa Kuningan UPI” dalam program “Silaturahmi Antar Warga”. Pada penelitian ini, metode penelitiannya menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi pada organisasi dan menggunakan paradigma konstruktivisme, Hasil penelitian ini menunjukan bahwa identitas organisasi terbentuk di dalam program kerja mereka yaitu “Silaturahmi Antar Warga” dengan melakukan observasi dan wawancara kepada 4 orang informan yang merupakan bagian penting dalam kegiatan tersebut. Program kerja yang dilakukan oleh FOSMAKU UPI menghasilkan solidaritas yang kuat dengan program kerjanya yang fleksibel, karena tujuan utamanya ada pada kekeluargaan antar anggota nya. “Silaturahmi Antar Warga” dilaksanakan dengan tujuan menjalin solidaritas serta silaturahmi antara anggota FOSMAKU UPI, alumni, dan dosen-dosen. Dalam konteks ini, peristiwa komunikasi yang terjadi dalam "Silaturahmi Antar Warga" berfungsi sebagai sarana untuk mempererat hubungan sosial dan membangun komunitas yang saling mendukung.
Pengaruh Penggunaan Media Sosial Instagram terhadap Pemenuhan Kebutuhan Informasi Vaksin Masyarakat Kota Bandung Annisa Aprodhita Jasmine; Andalusia Neneng Permatasari
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i2.9510

Abstract

Abstract. Currently Instagram is one of the most popular social media. There are many benefits provided by the community, apart from information, Instagram can also be a means of entertainment for the community. At this time, social media, especially Instagram, is not only used by government individuals, they are now using Instagram social media. Public Relations Bandung also apply this. Bandung Public Relations uses this to provide information to the people of Bandung City. Through the Instagram social media account @humas_bandung, residents or media users can easily find information about the city of Bandung. Knowing the influence between Context, Communication, Collaboration, Connection using social media Instagram Public Relations of Bandung with fulfilling the vaccine information needs of the people of Bandung City. Here the researcher uses the quantitative research method of regression studies. The influence of the x or independent variable on the use of social media, Instagram public relations in the City of Bandung on the variable y or dependent on fulfilling the vaccine information needs of the Bandung City community is 64.8%. Abstrak. Saat ini Instagram menjadi salah satu media sosial yang sangat popular. Banyak manfaat yang diberikan oleh masyarakat, selain informasi Instagram juga dapat menjadi sarana hiburan bagi masyarakat. Pada saat ini media sosial khususnya Instagram tidak hanya digunakan oleh kalangan individu pemerintahan pun kini memakai media sosial Instagram. Humas Bandung pun mengaplikasikan hal ini. Humas Bandung menggunakan hal tersebut untuk memberikan informasi kepada masyarakat Kota Bandung. Lewat akun media sosial Instagram @humas_bandung, warga ataupun pengguna media bisa dengan mudah mencari informasi seputar Kota Bandung. Mengetahui pengaruh antara Context, Communication, Collaboration, Connection penggunaan media sosial Instagram Humas Bandung dengan pemenuhan kebutuhan informasi vaksin masyarakat Kota Bandung. Disini peneliti menggunakan metode penelitian Kuantitatif studi regresi. Pengaruh variabel x atau independent penggunaan media sosial Instagram humas Kota Bandung terhadap variabel y atau dependent pemenuhan kebutuhan informasi vaksin masyarakat Kota Bandung adalah sebesar 64,8%.
Aktivitas Public Relations Perusahaan Happy Go Lucky dalam Program Priveecard: Penelitian dengan Metode Kualitatif dengan Pendekatan Studi Kasus Mengenai Aktivitas PR PT. Suara Sanara Juara pada Event Badan Peyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan 2022 Aninda Rifayanti; M Subur Drajat
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i2.9532

Abstract

Abstract. Public Relations (PR) plays an important role in carrying out planned and sustainable programs as part of organizational management and strives to maintain a good relationship between the company and customers. This study aims to analyze whether there are management activities and communication activities carried out by PR in the priveecard program at Happy Go Lucky House Bandung. This type of qualitative research uses case studies as a research method with the subject being studied is a team at Happy Go Lucky House Bandung. Data collection techniques are carried out in three ways, namely observation, interviews and written sources. Data reduction, data presentation and data verification are used to perform data analysis techniques. To test the validity of the data in this study, a triangulation test was carried out. Abstrak. Public Relations (PR) memegang peranan penting dalam menjalankan program yang terencana dan berkesinambungan sebagai bagian dari pengelolaan organisasi serta berupaya menjaga hubungan baik antara perusahaan dan pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis adakah aktivitas manajemen dan aktivitas komunikasi yang dilakukan oleh PR dalam program private card di Happy Go Lucky House Bandung. Jenis penelitian kualitatif ini menggunakan metode penelitian studi kasus dengan subjek yang diteliti adalah tim di Happy Go Lucky House Bandung. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan tiga cara yaitu observasi, wawancara dan sumber tertulis. Reduksi data, penyajian data dan verifikasi data digunakan untuk melakukan teknik analisis data. Untuk menguji keabsahan data dalam penelitian ini dilakukan uji triangulasi.
Aktivitas Public Relations Perusahaan Happy Go Lucky dalam Program Priveecard: (Studi Kasus mengenai Aktivitas Komunikasi dan Aktivitas Manajemen Public Relations Perusahaan Happy Go Lucky House Bandung Pada Program Priveecard) Rahmanadya Nurdiani Riyadi Rahmanadya Nurdiani Riyadi; mohamad subur drajat
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i2.9534

Abstract

Abstract. Public Relations (PR) plays an important role in carrying out planned and sustainable programs as part of organizational management and strives to maintain a good relationship between the company and customers. This study aims to analyze whether there are management activities and communication activities carried out by PR in the priveecard program at Happy Go Lucky House Bandung. This type of qualitative research uses case studies as a research method with the subject being studied is a team at Happy Go Lucky House Bandung. Data collection techniques are carried out in three ways, namely observation, interviews and written sources. Data reduction, data presentation and data verification are used to perform data analysis techniques. To test the validity of the data in this study, a triangulation test was carried out. Abstrak. Public Relations (PR) memegang peranan penting dalam menjalankan program yang terencana dan berkesinambungan sebagai bagian dari pengelolaan organisasi serta berupaya menjaga hubungan baik antara perusahaan dan pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis adakah aktivitas manajemen dan aktivitas komunikasi yang dilakukan oleh PR dalam program private card di Happy Go Lucky House Bandung. Jenis penelitian kualitatif ini menggunakan metode penelitian studi kasus dengan subjek yang diteliti adalah tim di Happy Go Lucky House Bandung. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan tiga cara yaitu observasi, wawancara dan sumber tertulis. Reduksi data, penyajian data dan verifikasi data digunakan untuk melakukan teknik analisis data. Untuk menguji keabsahan data dalam penelitian ini dilakukan uji triangulasi.
Makna Komunikasi Orangtua dan Anak dalam Film Animasi Salma Luthfia Adriana; Moh. Subur Drajat
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i2.9572

Abstract

Abstract. Film is a form of audiovisual work that is arranged so as to form a story that can be enjoyed and becomes a medium of communication through symbols and message systems. Film is a field of study that is relevant for semiotic analysis, because it is built with many diverse signs and works together to achieve the desired effect. In the process of communication, film can be used as a mass medium to convey messages through signs that form meaning. "Turning Red" is one of the animated films produced by two large companies, Pixar and Walt Disney. It tells the story of a Chinese-American girl who inherits knowledge from her mother so that she can turn into a big red panda. The theme is about family culture, mother and child relationship, parental domination, adolescent emotional state, and privacy in Asian parenting. The purpose of this study is to find out the signs in the film that are in line with Roland Barthes' theory, namely denotative meaning, connotative meaning and myth and are associated with the meaning of parent-child communication. The results of this study reveal the denotative, connotative, and mythical meanings in the communication between parents and children in the film. The analysis was carried out on 10 relevant scenes and dialogues. The denotative meaning is the literal meaning that can be felt and seen in the flow of the scene under study. Denotation as meaning that can be seen literally, connotation through allegories and myths depicts themes related to Asian culture, such as heritage, protection of family, ancestors or ancestors and upbringing. Abstrak. Film merupakan bentuk karya audiovisual yang disusun sehingga membentuk sebuah cerita yang dapat dinikmati dan menjadi media komunikasi melalui simbol dan sistem pesan. Film merupakan bidang kajian yang relevan bagi analisis semiotika, karena dibangun dengan banyak tanda yang beragam dan bekerja sama dalam mencapai efek yang diinginkan. Dalam proses komunikasi, film dapat dimanfaatkan sebagai media massa untuk menyampaikan pesan melalui tanda-tanda yang membentuk makna. “Turning Red” adalah salah satu film animasi garapan dua perusahaan besar, Pixar dan Walt Disney. Bercerita tentang seorang gadis keturunan amerika-tionghoa yang mewarisi ilmu dari ibunya sehingga ia bisa berubah menjadi panda merah besar. Mengangkat tema tentang budaya keluarga, hubungan ibu dan anak, dominasi orang tua, kondisi emosional remaja, dan privasi dalam pola asuh Asia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tanda-tanda dalam film yang sejalan dengan teori Roland Barthes yaitu makna denotasi, makna konotasi dan mitos serta dikaitkan dengan makna komunikasi orangtua dan anak. Hasil dari penelitian ini mengungkap makna denotatif, konotatif, dan mitos dalam komunikasi orangtua dan anak dalam film tersebut. Analisis dilakukan pada 10 adegan dan dialog yang relavan. Makna denotasi adalah makna literal yang dapat dirasakan dan dilihat dalam alur scene yang diteliti. Denotasi sebagai makna yang dapat dilihat secara literal, konotasi melalui kiasan dan mitos menggambarkan tema-tema yang terkait dengan budaya Asia, seperti warisan, perlindungan keluarga, nenek moyang atau leluhur dan pola asuh.
Pengaruh Pemberitaan Negatif terhadap Citra Lembaga Kepolisian Nadhira Kemalia Hafyrani; Arba'iyah Satriani
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i2.9575

Abstract

Abstract. Reporting in a media has great power in influencing the image in the audience. Reporting is often a bridge to fulfill public curiosity. The amount of attention that the public pays to a report can make the media continuously report news, especially negative news. If the negative news that is reported concerns important state institutions, there is an institution's image that is at stake. Seeing these conditions, this research focuses on the effect of negative news on the image of state institutions, in this case the police institution. The theory used in this paper is applied media theory which is measured in three variables, namely frequency, duration, and attention. The result of this research is that if an audience sees a news item even for quite a long time then and keeps abreast of news developments so that the audience will experience a news exposure that gives rise to an image formation. Abstrak. Pemberitaan dalam sebuah media memiliki kekuatan yang besar dalam mempengaruhi citra di khalayak. Pemberitaan seingkali menjadi jembatan untuk memenuhi keingintahuan publik. Besarnya atensi yang diberikan masyarakat terhadap suatu pemberitaan, dapat membuat media tanpa henti memberitakan sebuah pemberitaan, utamanya pemberitaan negatif. Apabila pemberitaan negatif yang diberitakan menyangkut lembaga penting negara, ada citra lembaga yang dipertaruhkan. Melihat kondisi tersebut, penelitian ini memfokuskan mengenai pengaruh sebuah pemberitaan negatif terhdap citra lembaga negara, dalam hal ini lembaga kepolisian. Adapun teori yang digunakan dalam penulisan ini adalah teori terapan media yang diukur dalam tiga variabel yaitu Frekuensi, Durasi, dan Atensi. Hasil dari penelitian ini adalah jika seorang khalayak melihat suatu berita bahkan dalam waktu yang cukup lama dan mengikuti terus perkembangan berita maka khalayak tersebut akan mengalami suatu terpaan berita yang menimbulkan suatu pembentukan citra.
Strategi Humas Jatiwangi Art Factory dalam Branding Produk Genteng Jatiwangi Azmul Fiqri; Mochammad Rochim S.Sos., M.Si
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i2.9585

Abstract

Abstract. The Jatiwangi community is facing challenges due to the presence of industrial factories in Majalengka. Additionally, the establishment of the West Java International Airport (BIJB) in Kertajati also brings the impact of foreign cultural influences slowly entering the area. This has become one of the factors leading to the gradual decline of the roof tile factories (Jebor). Nevertheless, roof tiles remain a symbol of the local culture of the Jatiwangi community that should be preserved and developed. The purpose of this research is to understand the management carried out by the Jatiwangi Art Factory's public relations (PR) in branding their roof tile products. This research adopts the strategic planning theory in public relations by Scott M. Cutlip and Allen Center, which involves four stages: fact-finding or research, planning, communication, and evaluation. It utilizes a qualitative approach and a case study method. The results of the study reveal that the public relations strategy applied by the Jatiwangi Art Factory involves analyzing the issues or concerns in the community by organizing a forum that involves all elements of society. The follow-up to these issues involves the creation of a work program or activities. The subsequent planning process includes communicating the work program or activities to the community, particularly through social media platforms such as Instagram, utilizing activity posters, photos, and documentary videos. Lastly, an evaluation is conducted to establish a positive image and gain the trust of the community in Jatiwangi Art Factory's branding of Jatiwangi roof tile products. Abstrak. Masyarakat Jatiwangi dihadapkan pada tantangan akibat keberadaan pabrik industri di Majalengka. Selain itu, hadirnya Bandara Internsional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati juga membawa dampak aksses keluar masuknya budaya asing yang perlahan masuk ke daerah tersebut. Hal ini menjadi salah satu faktor yang menyebabkan banyakanya pabrik genteng (Jebor) yang secara bertahap mengalami kemunduran. Meskipun demikian, genteng tetap menjadi salah satu simbol dari kebudayaan lokal masyarakat Jatiwangi yang patut dilestarikan dan dikembangkan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengelolaan yang dilakukan humas Jatiwangi Art Factory dalam branding produk genteng. Penelitian ini menggunakan teori perecanan strategis dalam public relations oleh Scott M. Cutlip dan Allen Center. Dimana strategi ini merupakan salah satu strategi public relations yang memiliki 4 tahapan diantaranya fact finding atau research, planning, communication, dan evaluation. dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus. Hasil dari penelitian bahwa strategi public relations yang diterapkan Jatiwangi Art Factory adalah menganalisis terlebih dahulu permasalahan atau keresahan yang terjadi di masyarakat dengan mengadakan sebuah forum yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, kemudian tindak lanjut dari permasalahan tersebut adalah dibuatnya sebuah program kerja atau kegiatan. Proses perencanaan selanjutnya yaitu mengkomunikasikan program kerja atau kegiatan kepada masyarakat dengan menggunakan media sosial khususnya instagram berupa poster kegiatan serta foto dan video dokumentasi, yang terakhir ialah melakukan evaluasi agar dapat terciptanya citra positif dan kepercayaan masyarakat terhadap Jatiwangi Art Factory dalam mem-branding produk Genteng Jatiwangi.