cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcspr@unisba.ac.id
Phone
+6285723033508
Journal Mail Official
bcspr@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Public Relations
ISSN : -     EISSN : 28282167     DOI : https://doi.org/10.29313/bcspr.v2i2
Bandung Conference Series: Public Relations (BCSPR) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Public Relations dengan ruang lingkup Strategi Promosi, Brand, Citra, Corporate Social Responbility, Digital Public Relations, Diplomasi Publik, Dramaturgi, Hoax, Humas International, Informasi, Kampanye Public Relations, Transaksi, Krisis, Kinerja, Komunikasi Persuasi, Konseling, Konten, Kredibilitas, Kualitas Pelayanan, Literasi, Media Online, Media Sosial, Membangun Kepercayaan, Minat beli, Motif, Pelayanan, Pemberitaan, Peran Sosial, Perspektif, Pola Komunikasi Perusahaan, Profesionalisme, Publikasi, Rebranding, rebranding, Sikap, Special Event, Strategi media relations, Publikasi, Teknologi Informasi, Word of Mouth. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles 464 Documents
Implementasi Gaya Komunikasi Kepemimpinan Pengurus LSBS Unisba dalam Memotivasi Berkesenian Ayuni Raina Noviane; Ani Yuningsih
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i2.14651

Abstract

Abstract. In the world of leadership, communication has a very important role. A leader's communication style can have a direct effect on the motivation and performance of organizational members. One organization that stands out in the development of artistic interests and talents in the campus environment is LSBS Islamic University Bandung. This organization has a focus on preserving artistic culture, especially Sundanese art. This research uses a qualitative method with a case study approach. The result of this research is the Leadership Communication Style Model in motivating members in art. Abstrak. Dalam dunia kepemimpinan, komunikasi memiliki peran yang sangat penting. Gaya komunikasi seorang pemimpin dapat memberikan efek langsung pada motivasi dan kinerja anggota organisasi. Salah satu organisasi yang menonjol dalam pengembangan minat dan bakat seni di lingkungan kampus adalah LSBS Universitas Islam Bandung. Organisasi ini memiliki fokus pada pelestarian budaya seni, khususnya kesenian Sunda. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian ini adalah Model Gaya Komunikasi Kepemimpinan dalam memotivasi anggota dalam berkesenian.
Komunikasi Lintas Budaya Mahasiswa Indonesia Menghadapi Culture Shock Ilman Chiro Al Gibrani; Arba’iyah Satriani
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i2.14791

Abstract

Abstract. This research was conducted based on the phenomenon of Indonesian students who experience obstacles in communicating in other countries caused by culture shock. The purpose of this research is to find out culture shock in cross-cultural communication experienced by Indonesian students who participated in summer course activities in Thailand. This qualitative research uses a method with a phenomenology study approach, because this research aims to find psychological meaning based on individual experiences of a phenomenon. This research uses the Anxiety and Uncertainy Management theory coined by William Gudykunst. This theory focuses on the communication process in order to run effectively. The data in this study were obtained through in-depth interviews with the research subjects of six students from Indonesia who had run summer course activities in Thailand for 28 days. In addition, research data was also obtained through non-participant observation. The results showed that there are many motives that encourage a person to take part in a summer course to Thailand, including the desire to live more independently because they are in an environment far from family and relatives, to get to know and learn new cultures and languages to open their minds and broaden their horizons. Other motives include the opportunity to study abroad and self-development. While studying in Thailand, there are five things that influence the occurrence of culture shock, namely mental readiness, food, spiritual journey, language skills, and cultural understanding. Indonesian students interpreted culture shock and cultural differences between Indonesia and Thailand by fostering a sense of tolerance for cultural differences, self-motivation, and self-development. Abstrak. Penelitian ini dilakukan berdasarkan fenomena mengenai mahasiswa Indonesia yang mengalami hambatan dalam berkomunikasi di negara lain yang disebabkan oleh culture shock atau gegar budaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui culture shock dalam komunikasi lintas budaya yang dialami oleh mahasiswa Indonesia yang mengikuti kegiatan summer course di Thailand. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode dengan pendekatan studi fenomenologi, karena penelitian ini bertujuan untuk mencari arti secara psikologis berdasarkan pengalaman individu terhadap suatu fenomena. Penelitian ini menggunakan teori Anxiety and Uncertainy Management yang dicetuskan oleh William Gudykunst. Teori ini berfokus pada proses komunikasi agar dapat berjalan dengan efektif. Data-data dalam penelitian ini diperoleh melalui in-depth invterview atau wawancara mendalam dengan subjek penelitian enam orang mahasiswa asal Indonesia yang telah menjalankan kegiatan summer course di Thailand selama 28 hari. Selain itu, data penelitian diperoleh juga melalui observasi non-partisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banyak motif yang mendorong seseorang untuk mengikuti kegiatan summer course ke Thailand, di antaranya adalah keinginan untuk hidup lebih mandiri karena berada di lingkungan yang jauh dari keluarga dan kerabat, mengenal serta mempelajari budaya dan bahasa baru agar pemikiran lebih terbuka serta memperluas wawasan yang dimiliki. Motif lain termasuk kesempatan untuk belajar di luar negeri dan pengembangan diri. Selama menjalani studi di Thailand, terdapat lima hal yang mempengaruhi terjadinya culture shock, yaitu kesiapan mental, makanan, perjalanan spiritual, kemampuan berbahasa, dan pemahaman budaya. Mahasiswa Indonesia memaknai culture shock dan perbedaan budaya antara Indonesia dan Thailand dengan menumbuhkan rasa toleransi terhadap perbedaan budaya, motivasi diri, serta pengembangan diri.
Media Sosial sebagai Komunikasi Pemasaran Bumi Aki Heritage Rafki Novariza; Tresna Wiwitan
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i2.15030

Abstract

Abstract. Marketing communications is an effort to convey messages or information to the public, especially consumers as targets regarding the existence of products on the market. Conveying a message here means promoting a product to consumers. Here the researcher uses a promotional mix known as the promotional mix, namely advertising, face-to-face selling (personal selling), sales promotion, public relations and publicity (publicity and public relations), and direct marketing (direct marketing). ). This research focuses on the Instagram social media account from Bumi Aki Heritage as marketing communication. This research aims to determine content planning, making photos and captions as well as evaluating the use of Instagram social media. This research uses qualitative methods with a descriptive analysis approach. Researchers used three data collection techniques, namely interviews, observation and literature study. The results of this research show that Bumi Aki Heritage's marketing communications activities in building brand image and brand positioning via Instagram involve all elements of the marketing mix, namely product, price, place and promotion. Where the product concept, price, place and promotional activities carried out can provide a good image for Bumi Aki Heritage. Then, in carrying out marketing communications, Bumi Aki Heritage makes good use of the features on Instagram, such as the Instagram story feature, highlights feature, photo or video upload feature, caption and hashtag features. Abstrak. Komunikasi pemasaran merupakan usaha untuk menyampaikan pesan atau informasi kepada public terutama konsumen sebagai sasaran mengenai keberadaan produk di pasar. Menyampaikan pesan disini maksudnya yaitu mempromosikan suatu produk kepada konsumen. Disini peneliti menggunakan bauran promosi yang dikenal sebagai ( promotional mix) yaitu iklan (advertising), penjualan tatap muka (personal selling), promosi penjualan (sales promotion), hubungan masyarakat dan publisitas (publicity and public relations), serta pemasaran langsung (direct marketing). Penelitian ini fokus di akun media sosial Instagram dari Bumi Aki Heritage sebagai komunikasi pemasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan konten, pembuatan foto dan caption serta evalusi dari penggunaan media sosial Instagram tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitati dengan pendekatan analisis deskriptif. Peneliti menggunakan tiga Teknik pengumpulan data, yaitu wawancara, observasi dan studi kepustakaan. Hasil penelitian ini didapat menunjukan bahwa kegiatan komunikasi pemasaran bumi Aki Heritage dalam membangun brand image dan brand positioning melalui Instagram melibatkan semua elemen bauran pemasaran atau marketing mix, yakni product, price, place, dan promotion. Dimana konsep produk, harga, tempat, dan kegiatan promosi yang dilakukan, dapat memberikan citra yang baik bagi Bumi Aki Heritage. Kemudian dalam melakukan komunikasi pemasaran, Bumi Aki Heritage memanfaatkan dengan baik fitur-fitur yang ada di Instagram, seperti fitur Instagram story, fitur highlights, fitur unggahan foto atau video, fitur caption dan hastag.
Implementasi Event Marketing dalam Kegiatan Komunikasi Pemasaran Irwan Aisy Syamsuddin; Raditya Pratama Putra
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i2.15073

Abstract

Abstract. Music concert activities are favored by many people and it can be an event marketing for anyone who organizes it because it can be profitable, but behind it all there needs to be a marketing communication strategy so that it can run successfully what is intended.Cafe Temu Kunci in Garut Regency, utilizing music concerts as a marketing strategy to attract customers, The purpose of this study is to find out the concept, innovation and reasons for event marketing music concerts carried out by cafe temu kunci as marketing communication activities. This research uses a qualitative method using a case study approach. Data collection techniques in this study using observation, interviews and documentation. The subjects in this study were the event management department, marketing cafe temu kunci, supporting informants of event marketing experts and also consumers of cafe temu kunci. The data analysis techniques used are data reduction, data presentation, conclusion drawing or verification. The data validity test used is triangulation of sources and techniques. by using music concerts and strategic event marketing. Innovative themes and effective promotions succeeded in attracting the attention of young people. Unique venues, focus on experience, and affordable prices strengthen their brand as a youth destination. Abstrak. Kegiatan konser musik banyak disukai oleh banyak kalangan dan itu bisa menjadi event marketing bagi siapapun yang menyelenggarakan karena dapat menguntungkan, tetapi dibalik itu semua perlu adanya strategi komunikasi pemasaran agar dapat berjalan sukses apa yang dituju.Cafe Temu Kunci di Kabupaten Garut, memanfaatkan konser musik sebagai strategi pemasaran untuk menarik pelanggan, Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk meengetahui konsep, inovasi dan alasan event marketing konser musik yang dilakukan cafe temu kunci sebagai kegiatan komunikasi pemasaran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek pada penelitian ini adalah bagian pengelola event, marketing cafe temu kunci, informan pendukung ahli event marketing dan juga konsumen cafe temu kunci. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, penarikan atau verifikasi kesimpulan. Uji keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi sumber dan teknik. dengan menggunakan konser musik dan pemasaran acara yang strategis. Tema-tema inovatif dan promosi yang efektif berhasil menarik perhatian anak muda. Tempat yang unik, fokus pada pengalaman, dan harga yang terjangkau memperkuat merek mereka sebagai tujuan anak muda.
Makna Komunikasi Antarpribadi dalam Upaya Pemeliharaan Kesehatan Mental di Kalangan Remaja Tasya Pratiwi Aisyah; Anne Maryani
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i2.15079

Abstract

Abstract. Most adolescents experiencing mental health issues greatly need someone as their support system. Besides access to assistance services and counseling, the role of the surrounding environment, such as friends, is crucial in maintaining mental health disorders. This study aims to understand the meaning of interpersonal communication that can arise through individual experiences, the role of support from the surrounding environment, and the individual's internal motives in maintaining mental health. This research uses a qualitative method with a constructivist paradigm and a phenomenological approach. The theory employed in this study is Alfred Schutz's phenomenological theory. Interviews, observations, documentation, and literature studies are the data collection techniques used in this research. The data analysis technique used in this study follows the Miles and Huberman model, which consists of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of this study indicate that interpersonal communication experiences of students who have experienced mental health disorders with their surroundings are triggered by personal issues within the students. Students who have experienced mental health disorders tend to become more open to their surroundings after consulting with a psychologist. Moreover, the surrounding environment plays a very important role in maintaining the mental health of these students because the positive feedback they receive leads to effective communication. Additionally, In-Order-To Motive and Because Motive also serve as triggers in forming the meaning of communication for the experiences of students who have experienced mental health disorders and then have the courage to consult a psychologist. Abstrak. Sebagian besar remaja yang mengalami masalah kesehatan mental sangat memerlukan seseorang sebagai support system mereka. Selain akses layanan bantuan dan konseling, peran lingkungan sekitar seperti teman sangatlah penting dalam upaya pemeliharaan gangguan kesehatan mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna komunikasi antarpribadi yang dapat timbul melalui pengalaman individu, adanya peran pendukung dari lingkungan sekitar, dan motif dalam diri individu guna memelihara kesehatan mental. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan paradigma kontruktivis serta pendekatan fenomenologi. Teori yang peneliti gunakan dalam penelitian ini ialah teori fenomenologi Alfred Schutz. Wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi pustaka merupakan teknik pengumpulan data yang peneliti gunakan pada penelitian ini. Adapula teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan model analisis data Miles dan Huberman yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah, pengalaman komunikasi antarpribadi mahasiswa yang pernah mengalami gangguan kesehatan mental dengan lingkungan sekitarnya dipicu oleh adanya suatu masalah dalam diri mahasiswa. Mahasiswa yang pernah mengalami gangguan kesehatan mental cenderung mulai terbuka dengan lingkungan sekitarnya setelah melakukan konsultasi dengan psikolog. Adapula lingkungan sekitar memiliki peran yang sangat penting bagi pemeliharaan kesehatan mental mahasiswa tersebut karena feedback positif yang mereka dapatkan menimbulkan komunikasi yang efektif. Selain itu, In-Order-To Motive dan Because Motive juga menjadi pemicu dalam pembentukan makna komunikasi bagi pengalaman mahasiswa yang pernah mengalami gangguan kesehatan mental dan kemudian memberanikan diri untuk melakukan konsultasi ke psikolog.
Pengelolaan Celebrity Endorsement dalam Pengembangan Brand Awareness pada Online Shop Iphone by Sheila Salma Dhiya Fatharani Wibawa; Ani Yuningsih
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i2.15095

Abstract

Abstract. The rapid development of the digital era forces business people to adapt their marketing strategies to the online realm. Celebrity endorsements have become a prominent strategy in a competitive marketing environment, because the messages conveyed by celebrities via social media have proven to be effective in increasing brand awareness. This research focuses on Iphone by Sheila, a store that has shown rapid growth in two years. The aim of this research is to analyze the implementation of management functions in the form of POAC (Planning, Organizing, Actuating and Controlling) by Iphone by Sheila. This research uses a qualitative method with a descriptive case study approach. The research results show that the celebrity endorsement management implemented by Iphone by Sheila has succeeded in accelerating the increase in brand awareness by utilizing various social media platforms, especially Instagram. Through selecting the right celebrities and good social media management, Iphone by Sheila is able to build trust and long-term relationships with customers. This research underscores the importance of adapting marketing strategies in the digital era and provides practical insights for other businesses looking to increase brand awareness through celebrity endorsements. Abstrak. Perkembangan era digital yang pesat memaksa para pebisnis untuk menyesuaikan strategi pemasarannya ke ranah online. Celebrity endorsement menjadi salah satu strategi yang menonjol dalam lingkungan pemasaran yang kompetitif, karena pesan yang disampaikan oleh selebriti melalui media sosial terbukti efektif dalam meningkatkan brand awareness. Penelitian ini berfokus pada Iphone by Sheila, sebuah toko yang menunjukkan perkembangan pesat dalam dua tahun. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis implementasi fungsi manajemen berupa POAC (Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling) oleh Iphone by Sheila. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang bersifat deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan celebrity endorsement yang diterapkan oleh Iphone by Sheila berhasil mempercepat peningkatan brand awareness dengan memanfaatkan berbagai platform media sosial, terutama Instagram. Melalui pemilihan selebriti yang tepat dan pengelolaan media sosial yang baik, Iphone by Sheila mampu membangun kepercayaan dan hubungan jangka panjang dengan pelanggan. Penelitian ini menggarisbawahi pentingnya adaptasi strategi pemasaran dalam era digital dan memberikan wawasan praktis bagi bisnis lain yang ingin meningkatkan brand awareness melalui celebrity endorsement.
Pemaknaan Pengalaman Culture Shock Mahasiswa Rantau pada Budaya di Lingkungan Kampus Dian Nadila; Doddy Iskandar C
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i2.15114

Abstract

Abstract. Culture shock is something that naturally happens to a migrant. Culture shock occurs when an individual enters a new environment with a different culture, so the habits, norms, customs and values that they have been familiar with cannot be applied in the new environment where they live. This phenomenon happened to overseas students from Bangka Belitung. In this case, they experience frustration with the situation, and find it difficult to initiate interactions in communicating with the community due to differences in vocabulary or dialect between Bangka Belitung and Bandung. This research aims to determine the meaning of the culture shock experience of overseas students and the adaptation process of overseas students from Bangka Belitung who experienced culture shock in the city of Bandung. This research uses a qualitative method with a phenomenological approach, the data sources used are primary and secondary data sources with the number of informants being 3 overseas students from Bangka Belitung. The results of this research are: Students from Bangka Belitung who migrated experienced culture shock directly without any outside interference. Adaptation to a new environment is an inevitable part of the learning experience outside the home area. The high cost of living in the city of Bandung is a major challenge, causing financial stress and language difficulties. The adaptation process through the euphoria phase, crisis phase, adjustment phase, and assimilation phase produces better emotional well-being with social support and individual abilities. Abstrak. Culture shock merupakan sesuatu yang alamiah terjadi pada seorang perantau. Culture shock terjadi ketika individu memasuki lingkungan baru dengan kebudayaan yang berbeda maka kebiasaan, norma, adat istiadat dan nilai yang selama ini dikenalnya tidak bisa diterapkan di lingkungan baru tempat tinggalnya tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemaknaan pengalaman culture shock mahasiswa rantau dan proses adaptasi mahasiswa rantau asal Bangka Belitung yang mengalami culture shock di Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sekunder dengan jumlah informan sebanyak 3 orang mahasiswa rantau asal Bangka Belitung. Hasil dari penelitian ini yakni: Mahasiswa asal Bangka Belitung yang merantau mengalami culture shock secara langsung tanpa ada campur tangan dari luar. Adaptasi terhadap lingkungan baru adalah bagian tak terhindarkan dari pengalaman belajar di luar daerah asal. Biaya hidup tinggi di Kota Bandung menjadi tantangan utama, menyebabkan tekanan finansial dan kesulitan berbahasa. Proses adaptasi melalui fase euforia, fase krisis, fase penyesuaian, dan fase asimilasi menghasilkan kesejahteraan emosional yang lebih baik dengan dukungan sosial dan kemampuan individu.
Pengalaman Narrative Transportation dalam Menonton Film Bergenre Drama Arafi Aditya Putra; Dede Lilis Chaerowati
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i2.15143

Abstract

Abstract. This research discusses the Narrative Transportation experience of viewers in watching drama genre films, in the context of the film community. The main focus of this research is to understand how viewers are actively involved and immersed in the narrative world presented by films, as well as how this experience influences their understanding, emotions and behavior. This research aims to explore in more depth the experience of watching films and their impact on everyday life, as well as the contribution of the film community in shaping viewers' perceptions and behavior towards this medium. This research uses qualitative methods with a phenomenological approach and interpretive paradigm. The object of this research is the phenomenon of narrative transportation, including situations where individuals are completely transported into the narrative. Meanwhile, the research subjects were student members of the community who watched films. The results showed that members of the Free Film Productions community experienced strong Narrative Transportation when watching drama genre films, which resulted in deep emotional and cognitive involvement. This experience makes them feel more understanding and connected to the characters and plot in the film, influencing their perception of reality and shaping their behavior in everyday life. These findings emphasize the important role of the film community in deepening the viewing experience and shaping audience perceptions and behavior towards the film medium. Abstrak. Penelitian ini membahas pengalaman Narrative Transportation penonton dalam menonton film bergenre drama, dalam konteks komunitas film. Fokus utama penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana penonton terlibat secara aktif dan tenggelam dalam dunia naratif yang disajikan oleh film, serta bagaimana pengalaman tersebut memengaruhi pemahaman, emosi, dan perilaku mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi lebih dalam mendalam tentang pengalaman menonton film dan dampaknya dalam kehidupan sehari-hari, serta kontribusi komunitas film dalam membentuk persepsi dan perilaku penonton terhadap medium tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dan paradigma interpretif. Objek penelitian ini adalah fenomena narrative transportation mencakup situasi di mana individu terbawa sepenuhnya ke dalam narasi. Sedangkan subjek penelitian adalah mahasiswa anggota komunitas yang menonton film. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anggota komunitas Free Film Productions mengalami Narrative Transportation yang kuat saat menonton film bergenre drama, yang menghasilkan keterlibatan emosional dan kognitif yang mendalam. Pengalaman ini membuat mereka merasa lebih memahami dan terhubung dengan karakter serta plot dalam film, mempengaruhi persepsi mereka terhadap realitas dan membentuk perilaku mereka dalam kehidupan sehari-hari. Temuan ini menegaskan pentingnya peran komunitas film dalam memperdalam pengalaman menonton dan membentuk persepsi serta perilaku penonton terhadap medium film.
Konten TikTok Generasi Z di Dunia Pekerjaan dengan Persepsi Pengikut Salma Nur Azizah; Indri Rachmawati
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i2.15228

Abstract

Abstract. The use of social media TikTok is a normal thing today. Many people take advantage of this platform, such as producing content for various purposes, freedom of creativity, freedom of opinion, and so on. One of the TikTok content creator is the account called @jubir_kehidupan, this account discusses various issues that occur. Such as a discussion about his experience working with workers from Generation Z, which contains the complaints he felt. In this way, this research wants to find out the relation between the TikTok account @jubir_kehidupan and followers perseption about Gen Z at the working life. The method and approach used in this research is quantitative correlational, because researcher want to find the relation between 2 variables, TikTok Content (X) and followers perseption (Y). Using the transportation theory. Research data was obtained from 100 followers of the TikTok account @jubir_kehidupan, using data collection techniques in the form of questionnaires. The results of this research are that there is a relationship between mental imagination and followers' perceptions. Abstrak. Penggunaan media sosial TikTok sudah tak asing saat ini. Banyak masyarakat yang memanfaatkan platform ini, seperti memproduksi konten dengan berbagai macam tujuan, bebas berkreasi, bebas berpendapat, dan lainnya. Salah satunya ialah akun TikTok @jubir_kehidupan, akun ini membahas berbagai macam isu yang terjadi. Seperti pembahasan mengenai pengalamannya yang berkerja dengan pekerja dari Generasi Z, yang dimana berisi mengenai keluhan yang ia rasakan. Dengan begitu, penelitian ini ingin mencari hubungan antara konten akun TikTok @jubir_kehidupan dengan persepsi followers mengenai Generasi Z di dunia pekerjaan. Metode dan pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini ialah kuantitatif korelasional, karena ingin mencari hubungan antara 2 variabel, yaitu Konten TikTok (X) dengan Persepsu Generasi Z (Y). Menggunakan teori transportasi narasi. Data penelitian didapatkan dari followers akun TikTok @jubir_kehidupan sebanyak 100 orang, dengan menggunakan Teknik pengumpulan data berupa angket atau kuisioner. Hasil dari penelitian ini ialah terdapat hubungan antara imajinasi mental dengan persepsi followers.
Pengalaman Komunikasi Lintas Budaya Program IISMA di Belanda Nur Annisah Fitriyah; Erik Setiawan
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i2.15359

Abstract

Abstract. The Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) program serves as a human resource development initiative that significantly impacts both students and higher education institutions.This study employs a qualitative approach to comprehend cross-cultural The researcher selects student subjects participating in the IISMA exchange program. Data collection methods include interviews, documentation, and literature review. This research aims to provide insights into the cultural adaptation experiences in cross-cultural communication among IISMA students in the Netherlands and to understand the significance of cross-cultural communication experienced by these students. The findings reveal three types of cross-cultural communication experiences among IISMA students in the Netherlands: environmental experiences in the Netherlands, work-life balance, and language differences; self-experiences encompassing intrapersonal communication processes, feelings of homesickness, and culture shock; and cross-cultural communication experiences involving straightforwardness, honesty, and language differences. The meaning of cross-cultural communication experiences in student exchange programs on students' lives includes fostering tolerance for cultural differences, self-motivation, and personal development. Abstrak. Program IISMA menjadi suatu program pengembangan sumber daya manusia yang akan memberikan pengaruh sangat besar terhadap mahasiswa dan perguruan tinggi itu sendiri. Program IISMA sendiri memiliki panduan beasiswa yakni harus membagikan pengetahuan pemahaman lintas budaya, soft skill, serta kemampuan untuk berkomunikasi dengan bahasa lain. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan fenomenologis. Peneliti memilih subjek mahasiswa yang mengikuti program pertukaran pelajar IISMA. Metode pengumpulan data peneliti menggunakan wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan bagaimana pengalaman adaptasi budaya dalam Komunikasi lintas budaya mahasiswa program IISMA di Belanda dan makna Komunikasi lintas budaya yang di alami mahasiswa IISMA di Belanda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman komunikasi lintas budaya mahasiswa IISMA di Belanda terbagi menjadi 3 pengalaman yaitu: Tipe pengalaman dengan lingkungan di Belanda, work life balance, dan perbedaan bahasa. Kemudia ada tipe pengalaman dengan diri sendiri mencakup beberapa hal yaitu proses komunikasi intrapersonal, merasa homesick, dan adanya culture shock. Dan ada tipe pengalaman komunikasi lintas budaya yang berisikan straight forwardness, kejujuran dan apa adanya, dan perbedaan bahasa. makna dari pengalaman komunikasi lintas budaya program pertukaran pelajar terhadap kehidupan mahasiswa yaitu berupa menumbuhkan rasa toleransi terhadap perbedaan budaya, motivasi diri, serta pengembangan diri atau self-develompment.