cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcspr@unisba.ac.id
Phone
+6285723033508
Journal Mail Official
bcspr@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Public Relations
ISSN : -     EISSN : 28282167     DOI : https://doi.org/10.29313/bcspr.v2i2
Bandung Conference Series: Public Relations (BCSPR) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Public Relations dengan ruang lingkup Strategi Promosi, Brand, Citra, Corporate Social Responbility, Digital Public Relations, Diplomasi Publik, Dramaturgi, Hoax, Humas International, Informasi, Kampanye Public Relations, Transaksi, Krisis, Kinerja, Komunikasi Persuasi, Konseling, Konten, Kredibilitas, Kualitas Pelayanan, Literasi, Media Online, Media Sosial, Membangun Kepercayaan, Minat beli, Motif, Pelayanan, Pemberitaan, Peran Sosial, Perspektif, Pola Komunikasi Perusahaan, Profesionalisme, Publikasi, Rebranding, rebranding, Sikap, Special Event, Strategi media relations, Publikasi, Teknologi Informasi, Word of Mouth. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles 464 Documents
Strategi Komunikasi dalam Membangun Branding PT. Oz Radio Bandung Fahmi Irza Bustomi; Hernawati, Riza
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i2.13699

Abstract

Abstrak. Radio merupakan media massa yang menyampaikan isi pesannya berupa informasi, hiburan, berita, dan pendidikan dengan cara audio. Radio yang baik ialah radio yang keberadaannya dapat diterima oleh masyarakat dan isi siarannya banyak disukai oleh masyarakat luar pada umumnya dan beberapa pendengar tertentu yang menjadi sasarannya khususnya. Dalam bersiaran, seharusnya radio memiliki program acara yang sesuai selera pendengar, memiliki program unggulan, dan penyiar yang memiliki keistimewaan sendiri dalam berkomunikasi dengan pendengarnya. Seperti halnya dengan radio Oz radio ini yang melebarkan sayapnya di Bandung dengan beberapa program acaranya yang menyesuaikan selera pendengarnya, selain itu tidak lupa membuat program acara unggulaya, yaitu sober. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui strategi penyiaran di Oz radio, teknik penyiaran yang dilakukan, dan aktifitas keseluruhan radio Oz radio. Metode yang digunakan oleh penelitian ini ialah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang tentang Strategi Komunikasi Dalam Membangun Branding PT Oz Radio (Studi Kasus Program Sore Bercanda SOBER). Pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik observasi, wawancara, dokumentasi dan analisis data. Hasil Penelitian ini menganalisis strategi komunikasi dalam program SOBER di Oz Radio Bandung yang sukses menarik dan mempertahankan pendengar dengan humor, komunikasi tongkrongan, dan nuansa ramah. Humor digunakan berdasarkan minat penyiar terhadap komedi, menciptakan siaran yang unik dan menghibur. Komunikasi tongkrongan membangun kedekatan dengan pendengar muda, memperkuat citra Oz Radio sebagai stasiun anak muda. Tagline "your friendly station" mendukung branding Oz Radio sebagai stasiun yang ramah. Program SOBER dirancang untuk menemani pendengar sore hari dengan segmen interaktif dan bervariasi seperti "Sasimo," "Panik," dan "OZCLUSIVE," yang juga mendukung promosi musisi. Strategi ini membangun Oz Radio sebagai stasiun yang informatif, menghibur, dan ramah. Penelitian juga mencatat sejarah program humoris di Oz Radio dan kebangkitan humor pasca pandemi melalui SOBER, yang bertujuan membuat pendengar tertawa dan membangun ikatan emosional, memperkuat branding sebagai stasiun ramah dan penuh canda.Kata Kunci: Radio, Media Massa, Branding
Komunikasi Lintas Budaya Generasi Milenial dalam Melestarikan Budaya Berkebaya Risya Hasna Masytah; Kiki Zakiah
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i2.13765

Abstract

Abstract. Kebaya culture is an important part of the cultural identity of a country or region, and understanding the values and meaning behind kebaya can help the millennial generation appreciate and preserve this cultural heritage. To preserve and introduce the culture of wearing kebaya to the community, a community called Wanita Berbaya Indonesia was formed. As a fashion influencer and Indonesian Kebaya Women activist, the owner of the Moja Rasya Instagram account always shares various references regarding her kebaya clothing. This is done as a form of communication to the millennial generation so that the kebaya culture can continue to be preserved.The focus of the research is analyzing cross-cultural communication of the millennial generation in preserving kebaya culture, using descriptive qualitative research methods using an ethnographic approach. To reveal how cross-cultural communication of the millennial generation is in preserving kebaya culture.Based on research results, several followers of the Moja Rasya Instagram account stated that the cross-cultural communication carried out by him with the millennial generation so that the kebaya culture could continue to be preserved had run optimally. Abstrak. Budaya berkebaya adalah bagian penting dari identitas budaya suatu negara atau daerah, dan pemahaman terhadap nilai-nilai dan makna di balik berkebaya dapat membantu generasi milenial menghargai dan melestarikan warisan budaya tersebut. Untuk melestarikan dan mengenalkan budaya berkebaya kepada masyarakat, dibentuklah sebuah komunitas bernama Perempuan Berkebaya Indonesia. Sebagai seorang fashion influencer dan juga penggiat Perempuan Berkebaya Indonesia, pemilik akun instagram Moja Rasya selalu membagikan berbagai referensi mengenai pakaian berkebaya miliknya. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk komunikasi kepada generasi milenilai agar budaya berkebaya dapat terus dilestarikan.Fokus penelitian menganalisis komunikasi lintas budaya generasi milenial dalam melestarikan budaya berkebaya, menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan pendekatan etnografi. Untuk mengungkapkan bagaimana komunikasi lintas budaya generasi milenial dalam melestarikan budaya berkebaya. Berdasarkan hasil penelitian b ahwa beberapa pengikut dari akun instagram Moja Rasya, bahwa komunikasi lintas budaya yang dilakukan olehnya terhadap generasi milenial agar budaya berkebaya dapat terus dilestarikan telah berjalan secara optimal.
Pola Komunikasi pada Sekolah Biruku Indonesia Diva Salwa; Doddy Iskandar C
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i2.13828

Abstract

Abstract. Communication is an important thing that will always exist in human life. The communication process in learning activities is very important because it can be one of the factors in increasing student achievement. The development of relationships between teachers and students can be viewed from personal experiences of interpersonal communication of teachers and students using social penetration theory. Social penetration theory is a meaningful theory as one of the models that show the development of relationships, as the process of individuals getting to know each other through the stage of information disclosure This study aims to determine how communication patterns are applied by teachers to students with Down syndrome at Biruku Indonesia school. The research method used is a qualitative method with a case study approach. Researchers conduct data collection techniques through in-depth interviews, observations, and literature studies. The results of this research show that the form of communication patterns applied by teachers to Down syndrome students at the Biruku Indonesia School is carried out directly and face to face or can also be called interpersonal communication. Apart from interpersonal communication, Biruku Indonesia school teachers use verbal and non-verbal communication according to the characteristics of each student. This is demonstrated by the results of interviews which show that students understand the communication carried out by their teachers in accordance with the special method provided by implementing a system of teacher observation of students, providing temporary material for 3 months to see progress, and permanent material for students' cognitive development. Abstrak. Komunikasi merupakan satu hal penting yang akan selalu ada dalam kehidupan manusia. Proses komunikasi dalam kegiatan pembelajaran sangatlah penting karena dapat menjadi salah satu faktor dalam meningkatkan prestasi siswa. Pengembangan hubungan antara guru dengan murid dapat ditinjau dari pengalaman pribadi komunikasi interpersonal guru maupun murid dengan menggunakan teori penetrasi sosial. Teori penetrasi sosial merupakan teori yang bermakna sebagai salah satu model yang menunjukkan perkembangan hubungan, sebagai proses individu saling mengenal satu sama lain melalui tahap pengungkapan informasi Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pola komunikasi yang diterapkan oleh guru pada murid dengan kelainan down syndrome pada sekolah Biruku Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Peneliti melakukan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam (in depth interview), observasi, dan studi pustaka. Hasil penelitinian ini menunjukan jika bentuk pola komunikasi yang diterapkan oleh guru kepada siswa down syndrome di Sekolah Biruku Indonesia dilakukan secara langsung dan bertatapan muka atau dapat disebut juga komunikasi interpersonal. Selain komunikasi interpersonal, guru sekolah Biruku Indonesia memakai komunikasi verbal dan non-verbal menyesuaikan karakteristik masing-masing siswanya. Hal ini ditunjukan dari hasil wawancara yang menunjukan bahwa siswa memahami komunikasi yang dilakukan gurunya sesuai dengan metode khusus yang di berikan dengan menerapkan sistem observasi guru terhadap siswa, pemberian materi sementara selama 3 bulan untuk melihat perkembangan, dan materi tetap untuk perkembangan kognitif siswa.
Representasi Pesan Moral Transformasi Diri dalam Film A Man Called Otto Ahimsa Damar Galih; Oji Kurniadi
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i2.13877

Abstract

Abstract. Film is a form of mass media that has an important role in the field of communication, film can be seen as a form of mass communication that contains messages and semiotic signs conveyed by filmmakers to the audiences. As a form of mass media, film can represent various types of messages and ideologies that filmmakers want to convey. One of the messages in the film is a moral message. Moral messages are lessons that can be obtained from an event or someone's experience. The film that depicts a moral message is A Man Called Otto, which was released on January 13, 2023 and was directed by Marc Forster. A Man Called Otto is a film that tells the story of Otto's life journey, who struggles with the feeling of loneliness within himself and tries to end his life. However, a new neighbor arrives who can make his life more meaningful and self-transformation The purpose of this study is to find out the meaning of denotation, connotation and myth in the film A Man Called Otto. The method used in this study is a qualitative method with Roland Barthes semiotic analysis. The data collection method is by observing, documenting and studying the literature. And the data analysis technique is the semiotic analysis method of Roland Barthes. The subject of this research is the film A Man Called Otto. Abstrak. Film adalah salah satu bentuk media massa yang memiliki peran penting dalam bidang komunikasi, film dapat dipandang sebagai bentuk komunikasi massa yang mengandung pesan-pesan dan tanda semiotika yang disampaikan oleh pembuat film kepada penonton. Sebagai bentuk media massa, film dapat merepresentasikan berbagai macam jenis pesan dan ideologi yang ingin disampaikan oleh pembuat film. Salah satu pesan dalam film adalah pesan moral. Pesan moral merupakan pelajaran yang dapat diperoleh dari sesuatu peristiwa, pengalaman seseorang. Film yang menggambarkan sebuah pesan moral ialah A Man Called Otto yang dirilis pada 13 Januari 2023 dan disutradai oleh Marc Forster. A Man Called Otto merupakan film yang menceritakan perjalanan hidup Otto yang berjuang melawan rasa kesepian dalam dirinya hingga berupaya untuk mengakhiri hidup. Namun, datanglah seorang tetangga baru yang bisa membuat hidupnya bisa lebih berarti dan bertransformasi diri. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui makna denotasi,konotasi dan mitos pada film A Man Called Otto. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan analisis semiotika Roland Barthes. Metode pengumpulan dengan melakukan observasi, dokumentasi dan studi pustaka. Dan teknik analisis data yaitu dengan metode analisis semiotika Roland Barthes. Subjek penelitian ini adalah film A Man Called Otto.
Implementasi Komunikasi Pemasaran Coffee Shop Nico Amri; Ani Yuningsih
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i2.13895

Abstract

Abstract. Business development in Bandung has experienced a significant increase, especially in the culinary sector, namely coffee shop industry. This triggers coffee shop business people to highlight their respective characteristics and decide their marketing communication strategies. Morgy Coffee competes with other competitors in Bandung using a different approach on marketing communication strategies, which is digital marketing communications and direct marketing. The aim of this research is to analyze the process of implementation digital marketing communications and direct marketing by Morgy Coffee to encourage their customer purchase intentions. Method used in this research is qualitative method with a case study approach and using a constructivism paradigm. Data collection techniques in this research used interview techniques, observation, documentation and literature study. The theory used in this research are communication strategy, direct marketing, and integrated marketing communication. Abstrak. Perkembangan bisnis di Kota Bandung mengalami kenaikan yang signifikan terutama pada bidang kuliner yaitu industri coffee shop. Hal ini memicu para pelaku usaha coffee shop untuk menonjolkan ciri khas masing-masing dan menentukan strategi komunikasi pemasarannya. Morgy Coffee merupakan coffee shop yang bersaing dengan kompetitor lainnya di Kota Bandung menggunakan dua bentuk utama strategi komunikasi pemasaran yang unik yaitu komunikasi pemasaran digital dan direct marketing. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis proses penerapan komunikasi pemasaran digital dan direct marketing oleh Morgy Coffee. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan menggunakan paradigma konstruktivisme. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi pustaka. Teori yang digunakan berupa strategi komunikasi, direct marketing, dan strategi komunikasi pemasaran terpadu.
Personal Branding Model Indonesia Next Top Model (INTM) melalui Instagram Fatharani Agnia; Tresna Wiwitan
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i2.13905

Abstract

Abstract. Personal Branding of a Flores Cantika model who still adheres to Sundanese as a cultural identity and dares to give an appearance that is more than what it is. Flores is also known for her friendly, kind and humorous nature. This study aims to find out how and why Flores does Personal Branding on Instagram. This study uses a qualitative research method with a case study approach. Through data collection techniques such as interviews, observations, documentation and literature studies. This theory uses Erving Goffman's impression management theory and Peter Montoya's Eight Laws Of Personal Branding concept which explains how the INTM Flores Cantika model's Personal Branding through the Instagram account @florescantika. The results of this study show that in preparing information for posts on Instagram @florescantika in building personal branding, namely by determining goals, determining target followers and forming a team so that the process of building personal branding is easier, then to prepare a visual form in building personal branding on Instagram by choosing a theme or type of content to be uploaded, of course it must be in accordance with personal branding in Flores. Then Flores uploaded her entire portfolio so that the brand would find it easy to see Flores' abilities. Instagram is an alternative media that helps Flores in marketing and promotion, to create new relationships, and advance careers and expand reach easily. Abstrak. Personal Branding seorang model Flores Cantika yang masih melekat berbicara bahasa sunda sebagai identitas budaya dan berani memberikan penampilan yang lebih apa adanya Flores pun dikenal dengan sifatnya yang ramah, baik hati dan humoris. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dan mengapa Flores melakukan Personal Branding di Instagram. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Dengan melalui teknik pengumpulan data seperti wawancara, observasi, dokumentasi dan studi kepustakaan. Teori ini menggunakan Teori impression management Erving Goffman dan konsep Eight Laws Of Personal Branding Peter Montoya yang menjelaskan bagaimana Personal Branding model INTM Flores Cantika melalui akun Instagram @florescantika. Hasil penelitian ini menunjukkan dalam mempersiapkan informasi untuk postingan di Instagram @florescantika dalam membangun personal branding yaitu dengan melakukan penentuan tujuan, menentukan target followers serta membentuk tim agar proses membangun personal branding lebih mudah, kemudian untuk mempersiapkan bentuk visual dalam membangun personal branding di Instagram dengan memilih tema atau jenis konten yang akan di unggah, tentunya harus sesuai dengan personal branding pada Flores. Kemudian Flores mengunggah semua portofolionya sehingga brand akan mudah untuk melihat kemampuan yang Flores miliki. Instagram adalah media alternatif yang membantu Flores di bidang pemasaran maupun promosi, untuk menciptakan relasi baru, dan memajukan karir serta memperluas jangkauan dengan mudah.
Sosialisasi Kepala Desa terkait Program Pengembangan Desa kepada Masyarakat Desa Batulayang Enung Siti Halimatu Sadiah; Andalusia Neneng Permatasari
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i2.14012

Abstract

Abstract. Implementing development in a village is a form of success for a village head. One of the efforts to make the development of religious programs in villages a success is to establish effective communication between the village head and the community. Community participation in maintaining and supporting programs taking place in Batulayang village. This is something that needs to be improved by the village head so that he can understand his community through various approaches. One of the most important approaches is to communicate and interact with them personally so that people feel cared for and recognized. Harmony in communication must always be maintained because it can affect people's mental attitudes. The aim of this research is to find out how the Village Head and the community communicate in Batulayang Village, Cililin subdistrict, the driving factors for communication between the Village Head and the community in Batulayang Village, Cililin subdistrict, as well as the community in the Batulayang Village religious program. This research uses qualitative methods and researchers use a case study approach. The results of the researchers were that the socialization carried out by the Batulayang Village Head was very effective in building community participation. The socialization process is carried out through various communication channels, both formal and informal, involving village staff, hamlet heads, RT/RW, as well as going directly to the community. The "Saba Warga" program is one of the key strategies that allows direct interaction between the village head and the community, resulting in a reciprocal relationship that strengthens communication and understanding regarding the conditions and needs of the community. Abstrak. Terlaksananya pembangunan di desa adalah bentuk keberhasilan dari seorang kepala desa. Salah satu upaya dalam mensukseskan pembangunan program keagamaan didesa ialah terjalinnya komunikasi yang efektif antara kepala desa dan masyarakat. Partisipasi masyarakat dalam menjaga dan mendukung program yang terjadi di desa Batulayang. Menjadi hal yang perlu untuk di tingkatkan oleh kepala desa agar dapat memahami masyarakatnya melalui berbagai pendekatan. Salah satu pendekatan yang paling penting adalah dengan berkomunikasi berinteraksi dengan mereka secara persona sehingga masyarakat merasa diperhatikan dan merasa diakui. Keharmonisan dalam berkomunikasi ini harus selalu dijaga karena dapat mempengaruhi sikap mental masyarakat. Adapun tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana komunikasi Kepala Desa dan masyarakat di Desa Batulayang kecamatan Cililin, factor pendorong komunikasi Kepala Desa dan masyarakat di Desa Batulayang kecamatan Cililin, serta masyarakat dalam program keagamaan Desa Batulayang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan peneliti menggunakan pendekatan studi kasus. Hasil dari peneliti yaitu sosialisasi yang dilakukan oleh Kepala Desa Batulayang sangat efektif dalam membangun partisipasi masyarakat. Proses sosialisasi dilakukan melalui berbagai saluran komunikasi, baik formal maupun informal, yang melibatkan staf desa, kepala Dusun, RT/RW, serta terjun langsung ke masyarakat yaitu "Saba Warga" menjadi salah satu kunci yang memungkinkan terjadinya interaksi langsung antara kepala desa dan masyarakat, sehingga terjadi hubungan timbal balik yang memperkuat komunikasi dan pemahaman terkait kondisi dan kebutuhan masyarakat.
Komunikasi Komunitas Kecantikan Online di Aplikasi Female Daily Aneu Nur Annisa Putri; Anne Maryani
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i2.14034

Abstract

Abstract. The beauty industry has undergone a significant transformation, emerging as one of the potential sectors in the present time. The shift in media consumption towards online platforms, particularly through social media applications, has played a crucial role in shaping the perspectives of teenage girls on beauty. The Female Daily Network has become the largest women's community in Indonesia, facilitating information about beauty. The Female Daily app, as the main platform, provides a space for FD Talk, a forum where users can interact and give online reviews of beauty products. This research employs a qualitative method with a case study approach. Utilizing the New Media theory and the Technology Acceptance Model, the aim is to identify the motives behind the use and acceptance of the application by its users. Data collection for this research will involve interviews, observations, and documentation of relevant information. The expected outcome of this research is to contribute to a better understanding of effective community communication and a comprehensive insight into the activities of online beauty product reviews among teenagers in Bandung. Abstrak. Industri kecantikan mengalami transformasi yang signifikan menjadi salah satu industri yang potensial di masa sekarang. Perubahan dalam konsumsi media menjadi ke media online, melalui media sosial aplikasi Female Daily memainkan peran penting dalam membentuk pandangan remaja perempuan terhadap kecantikan. Female Daily Network menjadi komunitas perempuan terbesar di Indonesia yang memfasilitasi informasi mengenai kecantikan. Aplikasi Female Daily, sebagai platform utama, memberikan ruang untuk FD Talk, forum di mana pengguna dapat berinteraksi dan memberikan online review produk kecantikan. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif pendekatan etnografi virtual. Dengan menggunakan teori New Media dan teori Technology Acceptance Model, yang diharapkan dapat mengenali motif di balik penggunaan dan penerimaan aplikasi pada penggunanya. Pengumpulan data dalam penelitian ini akan dilakukan wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap data-data yang relevan. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi dalam pemahaman lebih untuk komunikasi komunitas yang efektif dan pemahaman yang baik terhadap aktivitas yaitu online review produk kecantikan di kalangan remaja Bandung.
Implementasi Public Relations Pariwisata Akbar Maulana Isman; Ani Yuningsih
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i2.14086

Abstract

Abstract. Public Relations of Belitung Regency Tourism Office as public relations to build tourism image of Belitung Regency, needs to take an action to build tourism image by promotion through maras taun event. Maras taun is a traditional activity carried out every year with the aim of expressing gratitude for the rice harvest obtained. From these activities can be a tourist attraction for tourists. This research uses a case study method with data collection techniques of observation, in-depth interviews and documentation. From the results of this study, it is known that the strategic steps of Public Relations are distributing letters to the Village organizers of the maras taun event to find out when and where the maras taun is held, then published in the calender of events of the Belitung Regency Tourism Office. Then managing messages through video content with local wisdom value by searching for data through various existing sources, then published to the official Instagram of the Belitung Regency Tourism Office. The reason for using Instagram as a social media platform for the Belitung Regency Tourism Office is the ease of reaching audiences, the ease of accessing Instagram and other supporting features. Abstrak. Public Rerlations Dinas Pariwisata Kabupaten Belitung sebagai humas untuk membangun citra pariwisata Kabupaten Belitung, perlu melakukan sebuah aksi untuk membangun citra pariwisata dengan cara promosi melalui event maras taun. Maras taun merupakan kegiatan adat yang dilaksanakan setiap tahun dengan tujuan untuk mengungkapkan rasa syukur atas panen padi yang didapat. Dari kegiatan tersebut bisa menjadi daya tarik wisata bagi wisatawan. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Dari hasil penelitian ini, diketahui langkah-langkah strategis Public Relations yaitu menyebarkan surat kepada Desa penyelenggara acara maras taun untuk mengetahui kapan dan dimana pelaksanaan maras taun tersebut, kemudian dimuat dalam calender of event Dinas Pariwisata Kabupaten Belitung. Kemudian pengelolaan pesan melalui konten video bernilai kearifan lokal dengan mencari data melalui berbagai sumber yang ada, kemudian dipublikasikan ke Instagram resmi Dinas Pariwisata Kabupaten Belitung. Alasan penggunaan Instagram sebagai platform media sosial bagi Dinas Pariwisata Kabupaten belitung adalah kemudahan menjangkau khalayak, kemudahan dalam mengakses Instagram dan fitur penunjang lainnya.
Pengaruh Media Sosial Instagram @PinterPolitik terhadap Partisipasi Politik Mahasiswa Annisa Gunawan; Yadi Supriadi
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i2.14136

Abstract

Abstract. This research aims to investigate the influence of Instagram social media, especially the @Pinterpolitik account, on student political participation using quantitative methods. Social media, as a digital communication platform, has become an integral part of everyday life, including in political contexts. This research focuses on the influence of the @Pinterpolitik Instagram account as a source of political information for students and the extent to which this account influences their level of political participation using 5 dimensions, namely content, information, interaction, sharing and connection. This research is classified with a quantitative approach with a positivism paradigm. Data collection uses questionnaires and supporting data from literature studies. These results show that there is a significance value of 0.395 <0.05 and an R Square of 39.5% so that the influence of these two variables is included in the low category. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh media sosial Instagram, khususnya akun @Pinterpolitik, terhadap partisipasi politik mahasiswa dengan menggunakan metode kuantitatif. Media sosial, sebagai platform komunikasi digital, telah menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari, termasuk dalam konteks politik. Penelitian ini memfokuskan pada pengaruh akun Instagram @Pinterpolitik sebagai sumber informasi politik bagi mahasiswa dan sejauh mana akun tersebut mempengaruhi tingkat partisipasi politik mereka dengan menggunakan 5 dimensi yaitu konten, informasi, interaksi, berbagi, dan koneksi. Penelitian ini diklasifikasikan dengan pendekan koantitatif dengan paradigma positivism. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan data pendukung dari studi kepustakaan. Hasil ini menunjukan bahwa terdapat nilai sigifikansi 0,395 < 0,05 dan perolehan R Square 39,5% sehingga pengaruh kedua variabel tersebut termasuk dalam kategori rendah.