cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcspr@unisba.ac.id
Phone
+6285723033508
Journal Mail Official
bcspr@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Public Relations
ISSN : -     EISSN : 28282167     DOI : https://doi.org/10.29313/bcspr.v2i2
Bandung Conference Series: Public Relations (BCSPR) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Public Relations dengan ruang lingkup Strategi Promosi, Brand, Citra, Corporate Social Responbility, Digital Public Relations, Diplomasi Publik, Dramaturgi, Hoax, Humas International, Informasi, Kampanye Public Relations, Transaksi, Krisis, Kinerja, Komunikasi Persuasi, Konseling, Konten, Kredibilitas, Kualitas Pelayanan, Literasi, Media Online, Media Sosial, Membangun Kepercayaan, Minat beli, Motif, Pelayanan, Pemberitaan, Peran Sosial, Perspektif, Pola Komunikasi Perusahaan, Profesionalisme, Publikasi, Rebranding, rebranding, Sikap, Special Event, Strategi media relations, Publikasi, Teknologi Informasi, Word of Mouth. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles 464 Documents
Strategi Marketing Public Relations dalam Meningkatkan Brand Awareness Pritha Hanum Fahny; Maman Suherman
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.527 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v2i1.1458

Abstract

Abstract. PT X Bandung is a Marketing Communication Agency, a company that helps business people/entrepreneurs in marketing their products or brands through digital media, such as websites, social media, email, and others. This company has been established for 9 years, with this company it will help several companies that have difficulty carrying out promotional activities, sales, and other marketing activities. This study discusses efforts to increase brand awareness of PT. X Bandung through Marketing Public Relations. In this study, the authors use qualitative research methods that are descriptive and tend to use analysis. In this study, the author uses the theoretical basis to focus the research in accordance with the facts on the ground. The data collection technique used is through interviews by holding meetings to conduct questions and answers with resource persons, in addition to conducting interviews, namely there are observations, literature studies and online data searches. The results of this study, PT Progo uses Company Profile as product information that will be conveyed to prospective customers through structured planning. Determine the communication media to convey existing product information, namely through face-to-face media. The problem that exists is the lack of trust from consumers so that the solution used is two-way communication to get criticism and suggestions from consumers. Determining the target target is with nominal budgeting and "like or dislike". Abstrak. PT X Bandung merupakan sebuah Marketing Communication Agency, perusahaan yang membantu para pebisnis/pengusaha dalam memasarkan produk atau brand mereka melalui media digital, seperti websiste, media sosial, email, dan lainnya. Perusahaan ini telah berdiri selama 9 tahun, dengan adanya perusahaan ini akan membantu beberapa perusahaan yang memiliki kesulitan melakukan kegiatan promosi, penjualan, dan kegiatan pemasaran lainnya. Penelitian ini membahas tentang upaya meningkatkan brand awareness PT. X Bandung melalui Marketing Public Relations. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif yang bersifat deksriptif dan cenderung menggunakan analisis. Dalam penelitian ini landasan teori dimanfaatkan penulis agar fokus penelitian sesuai dengan fakta di lapangan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu melalui wawancara dengan melakukan pertemuan untuk melakukan tanya jawab dengan narasumber, selain melakukan wawancara yaitu ada observasi, studi kepustakaan dan penelusuran data online. Hasil dari penelitian ini, PT Progo menggunakan Company Profile sebagai informasi produk yang akan disampaikan kepada calon konsumen dengan melalui perencanaan yang terstruktur. Menentukan media komunikasi untuk menyampaikan informasi produk yang ada yaitu dengan melalui media tatap muka. Permasalahan yang ada yaitu kurangnya kepercayaan dari konsumen sehingga solusi yang digunakan yaitu dengan komunikasi dua arah untuk mendapatkan kritik dan saran dari konsumen. Menentukan target sasaran yaitu dengan nominal budgeting dan “like or dislike”.
Hubungan Antara Selebgram dengan Perilaku Komsutif Syifa Ananda Gifari; M. E. Fuady
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.966 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v2i1.1476

Abstract

Abstract. The research entitled "The Relationship between Celebgram as Celebrity Endorsements and Consumptive Behavior" was motivated by the rampant endorsements of celebrities on Instagram social media. This also adds to the function of Instagram in addition to sharing photos and videos, but now it is more filled with posts by celebrities promoting online shop accounts and creating mutual business relationships. Endorsement has an effect on buying interest, so that consumptive behavior may arise. This study aims to determine the relationship between celebrities as celebrity endorsement of consumptive behavior through followers of the Instagram account Tasya Farasya. Tasya Fasraya is one of the talented beauty bloggers who is well-known on Instagram social media, which has a large number of followers, there are 4.5 million followers. Abstrak. Penelitian dengan judul “Hubungan Antara Selebgram sebagai Celebrity Endorsement dengan Perilaku Konsumtif ” ini dengan motif sebab ramainya endorsement yang dijalankan banyak selebgram dengan media sosialnya yaitu instagram. Situasi ini pula menambahkan peranan instagram selain mengunggah foto maupun video, namun kini lebih diisi oleh berbagai postingan para selebgram yang mempromosikan akun online shop juga telah menciptakan hubungan bisnis mutualisme. Endorsement memberi efek terhadap minat beli sehingga barangkali timbul perilaku konsumtif. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan selebgram sebagai celebrity endorsement terhadap perilaku konsumtif melalui pengikut akun instagram Tasya Farasya. Tasya Farasya merupakan salah satu beauty blogger talenta yang terkenal di media sosial Instagram yang memiliki jumlah pengikut banyak yaitu 4,5 juta pengikut.
Strategi Marketing Public Relations Burger King Indonesia dalam Meningkatkan Brand Awareness Aditya Dharmawan; Ani Yuningsih
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.926 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v2i1.1555

Abstract

Abstract. At this time, many fast-food restaurants are developing in Indonesia, where they have their respective advantages. One of them is Burger King. Burger King is a fast-food restaurant that offers hot and fresh food products with delicious food tastes. With the intense competition between fast-food restaurants, Burger King is not one of the fast-food restaurants in Indonesia. The number of fast-food restaurants in Indonesia has become an increasingly fierce competition with the higher level of maturity of a product. Sometimes a company needs to rebrand. This study uses a qualitative method with the approach carried out by using a case study approach. The purpose of this research is that the first to know the Rebranding Concept carried out by Burger King, the second to find out steps taken by Burger King's Management in doing Rebranding, and the third to find out the reason for Burger King to rebrand using the old logo. Informants in this study were Burger King Indonesia's Brand Manager, Social Media Executive, and Burger King Indonesia's consumers. The results of this study are in the concept carried out by management in carrying out this rebranding, there are three points, namely brand identity, conformity with the philosophy of commitment, and healthy life. The steps taken in this rebranding are five stages, namely holding a board meeting, determine the target audience, target time, campaign, and use of media. The reason Burger King uses the old logo is to maintain authenticity and respect heritage. Efforts to increase brand awareness were carried out by Burger King through the implementation model of the Marketing Public Relations strategy. It carried with campaigns and use of social media owned by Burger King. Abstrak. Pada saat ini maraknya restoran cepat saji yang berkembang di Indonesia yang dimana mereka memiliki keunggulannya masing-masing. Salah satunya adalah Burger King, Burger King merupakan restoran fastfood yang menawarkan produk santapan yang panas dan segar dengan cita rasa santapan yang lezat. Dengan ketatnya persaingan antar restoran kilat saji, Burger King ini tidaklah salah satunya restoran fastfood di Indonesia. Banyaknya restoran cepat saji di Indonesia tentunya menjadi sebuah persaingan yang semakin ketat seiring dengan semakin tingginya juga tingkat kedewasaan suatu produk yang terkadang suatu perusahaan perlu untuk melakukan rebranding. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan yang dilakukan pada penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus. Tujuan adanya penelitian ini yaitu yang pertama mengetahui Konsep Rebranding yang dilakukan oleh Burger King, yang kedua mengetahui langkah-langkah yang dilakukan Management Burger King dalam melakukan Rebranding, dan yang ketiga mengetahui alasan Burger King melakukan Rebranding menggunakan logo lama. Informan pada penelitian ini adalah Brand Manager Burger King Indonesia, Sosial Media Executive dan para konsumen Burger King Indonesia. Hasil dari penelitian ini yaitu dalam konsep yang dilakukan management dalam melakukan rebranding ini yaitu ada tiga poin, yaitu brand identity, kesesuaian dengan filosofi pada komitmen, dan healthy life sedangkan langkah yang dilakukan dalam rebranding ini yaitu ada lima tahapan yang dilakukan, yaitu mengadakan board meeting, menentukan target audience, target waktu, campaign, dan penggunaan media. Adapun alasan Burger King menggunakan logo lama yaitu mempertahankan keaslian dan menghargai heritage. Upaya peningkatan brand awareness yang dilakukan oleh Burger King melalui model implementasi strategi Marketing Public Relations ini dilakukan dengan campaign dan pemanfaatan media social yang dimiliki oleh Burger King.
Pembentukan Citra diri Pinilih Jajaka Kabupaten Bandung 2019 Abbad Bani Adam; Neni Yulianita
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.071 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v2i1.1578

Abstract

Abstract. Jajaka is the embodiment of the superior young generation who will later become an example for other young generations, especially in the fields of culture and tourism. Therefore, a jajaka must be smart in attitude, which means that a jajaka must be able to position himself when he is in front of the public and also when speaking behind the public. But in fact a jajaka is also an ordinary human who has different characteristics and characters. This research is entitled "Self-Image Formation of Jajaka Bandung Regency". The objectives of this study are to: 1) know the reality of Jajaka front stage in Bandung Regency, 2) to know the reality of Jajaka Backstage Bandung Regency, 3) to find out the self presentation of Jajaka Bandung Regency. The method used in this research is a qualitative method with Erving Goffman's Dramaturgy approach. The informant in this study was Camar Haenda as Jajaka Bandung Regency 2019. The data collection techniques used in this study were observation, in-depth interviews, and also documentation. Abstrak. Jajaka merupakan perwujudan dari generasi muda unggulan yang nantinya akan menjadi contoh bagi para generasi muda lainnya, terlebih dalam bidang kebudayaan dan kepariwisataan. Oleh karena itu seorang jajaka harus pintar dalam bersikap, yang artinya seorang Jajaka harus bisa memposisikan dirinya saat berada di hadapan publik dan juga saat berbicara dibelakang publik. Namun pada kenyataanya seorang Jajaka pun merupakan manusia biasa yang memiliki sifat dan karakter yang berbeda – beda pula. Penelitian ini berjudul “Pembentukan Citra diri Jajaka Kabupaten Bandung” tujuan dari penelitian ini adalah untuk: 1) mengetahui realitas fronstage Jajaka Kabupaten Bandung, 2) untuk mengetahui realitas Backstage Jajaka Kabupaten Bandung, 3) untuk mengetahui presentasi diri Jajaka Kabupaten Bandung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan Dramaturgi Erving Goffman. Informan dalam penelitian ini adalah Camar Haenda selaku Jajaka Kabupaten Bandung 2019. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara mendalam, dan juga dokumentasi.
Hubungan antara Brand Ambassador dengan Brand Identity Kosmetik Wardah Raisha Alifa Shalsabila; Nurrahmawati
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.009 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v2i1.1582

Abstract

Abstract. Competition in today's highly competitive business sector makes it difficult for companies to distinguish their brand identity from their competitors. By utilizing various marketing communication strategies, the company uses the assistance of using brand ambassadors that are in accordance with the products being marketed, as is the case with PT. Paragon Technology and Innovation on one of its products, namely Wardah Cosmetics, which utilizes brand ambassador Zaskia Sungkar to increase knowledge of a product to be traded in order to compete with its competitors. In accordance with the identification of the problem, this study aims to see how the relationship between brand ambassador Zaskia Sungkar thourgh aspects visibility, attraction, power, and credibility and the brand identity of Wardah Cosmetics among Fikom Unisba students in 2017. The theory used in this research is the theory of sequence of cognition and the theory of S-R. This type of research is quantitative research, the method used is correlational quantitative method. The respondents in this study were Fikom Unisba 2017 students who knew Zaskia Sungkar as the brand ambassador of Wardah products. Sampling using the Slovin formula and obtained as many as 65 respondents. The results of this study indicate that most respondents get a fairly high rating on the brand ambassador of Zaskia Sungkar and the brand identity of Wardah cosmetics. By using the Spearman Rank formula. It can be concluded according to the existing hypothesis if H0 is rejected and H1 is accepted, which means that there is a relationship between brand ambassador Zaskia Sungkar and the brand identity of Wardah's cosmetic products. Abstrak. Persaingan di sektor bisnis yang sangat kompetitif pada zaman sekarang ini, membuat para perusahaan sulit membedakan identitas merek dirinya dengan para kompetitornya. Dengan memanfaatkan berbagai strategi marketing komunikasi, perusahaan menggunakan bantuan penggunaan brand ambassador yang sesuai dengan produk yang dipasarkan, seperti halnya yang dilakukan oleh PT. Paragon Technology and Innovation pada salah satu produknya yaitu Kosmetik merek Wardah yang memanfaatkan brand ambassador Zaskia Sungkar guna meningkatkan pengetahuan terhadap suatu produk yang akan diperjual belikan agar dapat bersaing dengan kompetitornya. Sesuai dengan identifikasi masalah, penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana hubungan brand ambassador Zaskia Sungkar melalui aspek visibility, attraction, power, dan credibility dengan brand identity Kosmetik merek Wardah di kalangan mahasiswi Fikom Unisba 2017. Teori yang dipakai dalam penelitian ini adalah teori sequence of cognition dan teori S-R. Jenis penelitin ini adalah penelitian kuantitatif, metode yang digunakan adalah metode kuantitatif korelasional. Responden yang menjadi penelitian ini adalah mahasiswi Fikom Unisba 2017 yang mengetahui Zaskia Sungkar sebagai brand ambassador dari produk Wardah. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling. Pengambilan sampel menggunakan rumus slovin dan didapatkan sebanyak 65 responden.Hasil penelitian ini menunjukan sebagian besar responden mendapatkan penilaian yang cukup tinggi pada brand ambassador Zaskia Sungkar dan brand identity kosmetik Wardah. Dengan menggunakan rumus Rank Spearman. Dapat disimpulkan sesuai dengan hipotesis yang ada jika H0 ditolak dan H1 diterima, yang mengartikan bahwa terdapat hubungan brand ambassador Zaskia Sungkar dengan brand identity produk kosmetik Wardah.
Strategi Humas Lookatmewear dalam Membangun Brand Image Local Brand Farhan Riedha Safarie; Ani Yuningsih
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.64 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v2i1.1618

Abstract

Abstrak. Skripsi ini membahas strategi humas merupakan pilihan terbaik yang dipilih untuk mencapai tujuan public relations dalam kerangka rencana public relations. Lookatmewear yaitu brand yang bergerak dibidang clothing khususnya blazer wanita. Penelitian ini digunakan untuk mengetahui strategi humas Lookatmewear dalam meningkatkan brand image local brand dan strategi pemasaran untuk meningkatkan penjualan. Brand image yaitu, suatu hal yang mewakili keseluruhan pandangan terhadap merek. Dengan kata lain, brand image adalah hal yang terlintas dipikiran konsumen ketika melihat atau mendengar suatu merek produk tertentu baik barang atau jasa. Lookatmewear ingin menjadi sebagai pelopor local brand blazer yang menjadikan blazer sebagai pakaian yang bisa dipakai kemanapun secara nyaman atau menjadi daily outfit karena selama ini image blazer melekat pada pekerja kantoran atau acara formal saja. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk melakukan penelitian ini. Abstract. This thesis discusses public relations strategy is the best option chosen to get public relations within the framework of the public relations. Lookatmewear is a brand that is engaged in clothing, especially women's blazers. This study was used to determine the Lookatmewear public relations strategy in increasing the brand image of the local brand and marketing strategies to increase sales. Brand image is something that represents the overall view of the brand. In other words, brand image is something that comes to mind when consumers see or hear a particular product brand, either goods or services. Lookatmewear wants to be a pioneer of a local blazer brand that makes a blazer a garment that can be worn anywhere comfortably or as a daily outfit because so far the blazer image is attached to office workers or formal events. Researchers used qualitative research methods with a case study approach to conduct this research.
Strategi Humas dalam Menjadi Citra Rumah Sakit Hafizhan Viyandika; Tresna Wiwitan
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.777 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v2i1.1626

Abstract

Abstract. In the digital era, organizations take advantage of developments in communication technology, and are required to continue to make improvements, even organizations continue to update new strategies in dealing with society or the public, both government and private organizations. This needs to be done so that the agency or company can obtain a good image or view in front of the wider community, so that the expected goals can be achieved properly in accordance with expectations. This study aims to find out what strategy the Public Relations of Pakuwon Hospital Sumedang Regency does in maintaining the image, the method used in this research is quantitative with descriptive qualitative data studies. The results of this study are the public relations strategy carried out by Pakuwon Hospital, Sumedang Regency in maintaining the image is to do Fact finding (Finding data and facts), in this case the hospital's public relations party accommodates input, criticism, and suggestions submitted by the community, both the surrounding community and patients who perform treatment at Pakuwon Hospital, Sumedang Regency. Planning (Planning), the planning carried out by Pakuwon Hospital by implementing a strategy to improve health services by creating programs or disseminating health information on social media, The programs held are blood donation, social services, medical check-ups, Public Relations as a mediator for patients who died due to Covid-19, and Live Instagram as a means of providing material and information about health. Action and Communication (Follow-Up and Communication), follow-up and communication of every program made by the hospital so that information is conveyed properly to the community, the Public Relations department is always actively providing information about health on social media either through the hospital website, Instagram, Facebook or in collaboration with the press as well as regional radio. Evaluation (Evaluation), the evaluation carried out always communicates and coordinates with all parties, both staff and patients, with the hospital management, so that if problems are found, they can be responded to quickly and immediately carry out problem solving with the best solution for all parties Abstrak. Di era digital organisasi memanfaatkan perkembangan teknologi komunikasi, dan dituntut untuk terus melakukan perbaikan, bahkan organisasi terus memperbarui strategi baru dalam menghadapi masyarakat atau public, baik organisasi pemerintah maupun swasta. Hal ini perlu dilakukan agar instansi atau perusahaan dapat memperoleh image atau pandangan baik di hadapan masyarakat luas, sehingga tujuan yang diharapkan dapat tercapai dengan baik sesuai dengan harapan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi apa yang dilakukan Humas Rumah Sakit Pakuwon Kabupaten Sumedang dalam menjaga citra, metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuantitatif dengan studi deskriptif data kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah strategi humas yang dilakukan pihak Rumah Sakit Pakuwon Kabupaten Sumedang dalam menjaga citra adalah dengan melakukan Fact finding (penemuan data dan fakta), dalam hal ini pihak humas rumah sakit menampung masukan, kritik, dan saran yang disampaikan oleh masyarakat baik masyarakat sekitar maupun pasien yang melakukan pengobatan di Rumah Sakit Pakuwon Kabupaten Sumedang. Planning (Perencanaan), perencanaan yang dilakukan Rumah Sakit Pakuwon dengan menjalankan strategi meningkatkan pelayanan kesehatan dengan membuat program atau menyebarkan informasi kesehatan di media sosial, program yang diselenggarakan yaitu donor darah, bakti sosial, medical check-up, Humas menjadi mediator bagi pasien yang meninggal karena Covid-19, dan Live Instgram sebagai sarana memberikan materi dan informasi mengenai kesehatan. Action and Communication (Tindak Lanjut dan Komunikasi), tindak lanjut dan komunikasi dari setiap program yang dibuat oleh pihak rumah sakit agar informasi tersampainya dengan baik kepada masyarakat maka bagian Humas secara aktif selalu memberikan informasi seputar kesehatan di media sosial baik melalui website rumah sakit, Instagram, Facebook atau bekerjasama dengan pers juga radio daerah. Evaluation (Evaluasi), evaluasi yang dilakukan selalu berkomunikasi dan berkoordinasi dengan semua pihak baik itu staff maupun pasien, dengan pihak manajemen rumah sakit, sehinga apabila masalah ditemukan, dapat segera ditanggapi secara cepat dan segera melakukan penyelesaian masalah dengan solusi yang terbaik bagi setiap pihak.
Pola Komunikasi “Gelar Perkara” di Polresta Bandung Alya Luthfianty Noor Wahyono; Ani Yuningsih
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.742 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v2i1.1635

Abstract

Abstract. Communication is something that every human being uses. Included in an organization, communication and the model used is always different from one organization to another. This study will focus on discussing the form of communication used between members and leaders, how the message is packaged, how the process of exchanging information between members and leaders is, what are the forms of obstacles in the interpretation of messages that have been received by members of the Bandung Police Criminal Investigation Unit when conducting their degree. case. By using qualitative methods and symbolic interactionism studies, this research will discuss more deeply what codes are commonly used by members of the Bandung City Police. Qualitative methods make it easier for researchers to get deeper results regarding the model or communication pattern used. Symbolic interactionism is the exchange of symbols that have meaning. The meaning that appears about a symbol or object is created because of an interaction between individuals. The meaning that appears will develop, change, through the process of interaction with other people and other meeting processes. The pattern of communication that occurs uses three different models in each activity, communication in a downward or downward direction, an upward or upward direction and a horizontal or horizontal direction. Every pattern that occurs because of interactions that occur between members who have interests. Abstrak. Komunikasi adalah hal yang selalu digunakan oleh setiap manusia. Termasuk didalam sebuah organisasi , komunikasi dan model yang digunakan selalu berbeda satu organisasi dengan yang lainnya. Penelitian ini akan memfokuskan untuk membahas bagaimana bentuk komunikasi yang digunakan antar anggota dan pimpinan, bagaimana cara pengemasan pesan yang dilakukan, bagimana proses pertukaran informasi antar anggota dan pimpinan, bagaimana bentuk hambatan dalam interpretasi pesan yang telah diterima anggota satuan reskrim tipiter polresta bandung saat melakukan gelar perkara. Dengan menggunakan metode kualitatif dan studi interaksionime simbolik, penelitian ini akan lebih dalam membahas apa saja kode yang biasa digunakan oleh anggota kepolisian polres kota Bandung. Metode kualitatif memudahkan peneliti untuk mendapatkan hasil yang lebih dalam mengenai model atau pola komunikasi yang digunakan. Interaksionisme simbolik merupakan pertukaran simbol yang memiliki makna. Makna yang muncul tentang suatu atau simbol tersebut tercipta karena adanya sebuah interaksi antar individu. Makna yang muncul akan berkembang, berubah, melalui proses interaksi dengan orang lain dan proses pertemuan lainnya. Pola komunikasi yang terjadi menggunakan tiga model yang berbeda di setiap kegiatannya, komunikasih arah kebawah atau Downward, arah ke atas atau Upward dan arah mendatar atau Horizontal. Setiap pola yang terjadi karena adanya interakshi yang terjadi antar anggota yang memiliki kepentingan.
Strategi Public Relations Politik pada Pilkada Kabupaten Bandung Mochamad Jatty Ningrat; Ani Yuningsih
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.656 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v2i1.1650

Abstract

Abstrak. Era reformasi yang berlangsung hingga saat ini melahirkan berbagai kebijakan, salah satunya adalah pemilihan kepala daerah secara langsung atau yang biasa disingkat dengan pilkada. Pada pilkada serentak tahun 2020 Kabupaten Bandung termasuk daerah yang menyelenggarakan gelaran demokrasi tersebut. Pilkada kabupaten Bandung tahun 2020 diikuti oleh pasangan calon Nia Kurnia Agustina dan Usman Sayogi. Namun pada pencalonan nya ini terdapat konotasi negatif dari publik mengenai politik dinasti yang mempengaruhi elektabilitas dari pasangan calon Nia Kurnia Agustina-Usman Sayogi. Tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana bentuk-bentuk komunikasi public relations politik yang dilaksanakan oleh paslon Nia-Usman, bagaimana penggunaan media yang dilakukan oleh paslon Nia-Usman, mengapa paslon Nia-Usman menggunakan media tradisional dan media sosial dalam kampanye program “Kanyaah Teh Nia dan Kang Usman”. Metodologi dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, dan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi. Pada hasil penelitian bentuk-bentuk komunikasi public relations politik pasangan calon Nia-Usman berupa program, pengemasan pesan politik, kampanye, penentuan saluran politik, media relations, publisitas politik, pelaksanaan event dan manajemen isu mengenai politik dinasti. Penggunaan media berupa memanfaatkan media-media yang dipilih untuk menyampaikan gagasan-gagasan politik nya seperti penyampaian program politik, kampanye politik, publikasi dan menjawab isu-isu mengenai kandidat itu sendiri dan isu-isu yang berada di lingkungan Kabupaten Bandung. Alasan menggunakan media sosial dilakukan karena memiliki arus pertukaran informasi yang cepat dan luas, Alasan menggunakan media tradisional sebagai pendukung poin program kampanye “Kanyaah Teh Nia dan Kang Usman” pada sektor kultural budaya. Abstract. The reformation era that has been going on until now has spawned various policies, one of which is the direct election of regional heads or commonly abbreviated as Pilkada. In the simultaneous regional elections in 2020, Bandung Regency is one of the regions that organizes the democratic event. The 2020 Bandung regency election was attended by candidate pairs Nia Kurnia Agustina and Usman Sayogi. However, in this nomination, there is a negative connotation from the public regarding dynastic politics that affects the electability of the candidate pair Nia Kurnia Agustina-Usman Sayogi. The purpose of this study was to find out how the forms of communication public relations political were carried out by the Nia-Usman candidate pair, how the Nia-Usman candidate pair used media, why the Nia-Usman candidate pair used traditional media and social media in the campaign for the program "Kanyaah Teh Nia and Kang Usman". The methodology in this study uses qualitative methods with a case study approach, and data collection techniques through interviews, observations, documentation, and literature studies. In the results of the research, the forms of communication public relations political for the Nia-Usman candidate pair are in the form of programs, packaging of political messages, campaigns, determination of political channels, media relations, publicity, event and issue management regarding dynastic politics. The use of media is in the form of utilizing the selected media to convey political ideas such as the delivery of political programs, political campaigns, publications and answering issues regarding the candidates themselves and issues that are in the Bandung Regency environment. The reason for using social media is because it has a fast and wide flow of information exchange, the reason for using traditional media as a supporter of the "Kanyaah Teh Nia and Kang Usman" campaign program points in the cultural sector.
Strategi Electronic Word of Mouth Ekara Coffee & Resto di Tengah Pandemi Mayrianna Sabilla Moelia; Wulan Tri Gartanti
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.189 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v2i1.1662

Abstract

Abstract. Ekara Coffee & Resto is one of the businesses that uses WOM and e-WOM activities during this pandemic. Based on this phenomenon, the problems in this study are formulated as follows: (1) What are the stages of e-WOM promotion carried out by Ekara Coffee & Resto in maintaining customer loyalty in the midst of a pandemic? (2) How is the media used by Ekara Coffee & Resto to provide information? (3) Why does Ekara Coffee & Resto use the e-WOM strategy in maintaining customer loyalty in the midst of a pandemic?. The purpose of this study is to find out how e-WOM activities are carried out during this pandemic. The research method used is a qualitative case study approach. Data collection techniques using in-depth interviews and observation as primary data. Literature study and documentation as secondary data. The results of this study: (1) Ekara's e-WOM promotion stages in maintaining customer loyalty, the first is to create a topic, the second is to create a positive word of mouth and the last is to build relationships with customers. In addition, there are 5Ts in carrying out this strategy, Talkers, employees and Ekara customers. Topic, product quality and service quality Ekara. Tools, google reviews and Instagram. Taking part, interaction with its customers. Tracking, monitoring and rewarding loyal customers (2) The media used by Ekara in providing information in maintaining customer loyalty is Ekara using social media Instagram, Google and WhatsApp. The reason Ekara uses social media is to be able to spread the information widely in various circles. (3) The reason for using the electronic word of mouth strategy is because this strategy is very profitable during a pandemic like now, besides that this strategy is a cheap strategy but has a very large and effective impact that makes potential customers know about Ekara's existence and want to come to Ekara. Abstrak. Ekara Coffee & Resto adalah salah satu usaha yang menggunakan kegiatan WOM dan e-WOM di masa pandemic ini. Berdasarkan fenomena tersebut, maka permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: (1) Bagaimana tahapan promosi e-WOM yang dilakukan oleh Ekara Coffee & Resto dalam mempertahankan loyalitas pelanggan di tengah pandemi? (2) Bagaimana media yang digunakan oleh Ekara Coffee & Resto untuk memberikan suatu informasi? (3) Mengapa Ekara Coffee & Resto menggunakan strategi e-WOM dalam mempertahankan loyalitas pelanggan di tengah pandemi?. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kegiatan e-WOM ini dilakukan di masa pandemi ini. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan wawancara mendalam dan observasi sebagai data primer. Studi kepustakaan dan dokumentasi sebagai data sekunder. Hasil dari penelitian ini: (1) Tahapan promosi e-WOM Ekara dalam mempertahankan loyalitas pelanggan yang pertama adalah menciptakan topic, yang kedua menciptakan word of mouth yang positif dan yang terakhir adalah membangun relasi dengan para pelanggan. Selain itu terdapat 5T dalam menjalankan strategi ini, Talkers, karyawan dan para pelanggan Ekara. Topic, kualitas produk dan kualitas pelayanan Ekara. Tools, google review dan Instagram. Taking part, interaksi dengan para pelanggannya. Tracking, melakukan pengawasan dan memberikan reward kepada para pelanggan loyal (2) Media yang digunakan Ekara dalam memberikan suatu informasi dalam mempertahankan loyalitas pelanggan yaitu Ekara menggunakan media sosial instagram, google dan whatsapp. Alasan Ekara menggunakan media sosial tersebut agar dapat menyebarkan informasinya dengan luas di berbagai kalangan. (3) Alasan menggunakan strategi electronic word of mouth yaitu dikarenakan strategi ini sangat menguntungkan di masa pandemi seperti sekarang, selain itu strategi ini merupakan strategi yang murah namun memiliki dampak yang sangat besar dan juga efektif yang membuat para calon pelanggan mengetahui keberadaan Ekara dan berkeinginan untuk datang ke Ekara.

Page 7 of 47 | Total Record : 464