cover
Contact Name
Tom Finaldin
Contact Email
mangkusantara@yahoo.com
Phone
+6281386402020
Journal Mail Official
diah.apriliani17@gmail.com
Editorial Address
Panyileukan Asri Residence No. B6 Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Global Mind Jurnal Imliah Hubungan Internasional
Published by Universitas Al-Ghifari
ISSN : -     EISSN : 27750639     DOI : https://doi.org/10.53675/jgm.v4i1.989
Global Mind is a journal managed by the International Relations Study Program, Faculty of Social and Political Sciences, Al Ghifari University, Bandung under the guidance of the Al Ghifari University Research and Community Service Institute (LPPM). Thus, the contents of this journal are scientific writings on issues of international relations, both high politics and low politics. This journal covers foreign policy, international politics, diplomacy, dynamics of global political economy, the Asia Pacific region, the Middle East region, environment, culture, international business, Islamic economics, intermestic, etc ... However, we accept writings from various disciplines other as long as it has to do with international interactions.
Articles 62 Documents
PENGARUH PERJANJIAN KERJASAMA FIR SINGAPURA DAN INDONESIA DI KEPULAUAN RIAU DAN NATUNA Rizki, Diyah Pitaloka
Global Mind Vol 5, No 1 (2023): Hubungan Internasional
Publisher : Hubungan Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53675/jgm.v5i1.1085

Abstract

Indonesia harus memegang penuh kedaulatan wilayahnya, termasuk kedaulatan di ruang udara. Pengambilan kedaulatan akan FIR di Natuna merupakan langkah yang paling tepat dalam mewujudkan kedaulatan penuh yang dimiliki oleh Indonesia.  Singapura sejak tahun 1946 telah memegang kedaulatan FIR di Natuna sesuai dengan kesepakatan ICAO, karena pertimbangan akan kapabilitas yang dimiliki oleh Indonesia. Pengupayaan merebut kembali kedaulatan sudah berlanggung sejak tahun 1995 akhirnya berakhir dengan kesepakatan FIR Singapura – Indonesia di tahun 2022. Perjanjian kesepakatan FIR Singapura dan Indonesia ini lahir bersamaan dengan perjanjian DCA.Melaui pendekatan SWOT kita dapat dengan mudah menganalisis keuntungan yang dimiliki oleh Indonesia dalam memaksimalkan perjanjian FIR antara Indonesia dan Singapura terutama di wilayah Riau dan kepulauan Natuna. Disamping itu penulis juga mengunakan konsep kedaulatan dan pendekatan mahzab copenhagen untuk menjelaskan tentang Perjanjian Kerjasama FIR antara Singapura dan Indonesia.  Diharapkan setelah perjanjian kesepakatan FIR Indonesia dan Singapura tercapai maka kedulatan akan ruang udara Indonesia terutama di kepulauan Riau dan Natuna akan kembali dipegang oleh Indonesia oleh ICAO. Sehingga dapat meningkatkan kepercayaan dunia akan kedualatan Indonesia.Kata Kunci : Kedaulatan, FIR, Mahzab Copenhagen, dan Kerjasama
GEOPOLITIK CHINA DI KAWASAN ASIA TENGGARA Fadilah, Edta Muhammad
Global Mind Vol 5, No 2 (2023): Hubungan Internasional
Publisher : Hubungan Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53675/jgm.v5i2.1069

Abstract

Abstract            Asia Tenggara adalah salah satu kawasan di Asia Pasifik yang memiliki nilai strategis tinggi khususnya di mata RRC. Bukan hanya secara ekonomi karena keberadaan dari berbagai titik strategis jalur perdagangan maritim tetapi juga di bidang militer sebagai daerah penyangga bagi terciptanya China yang kuat. Menurut analisa geopolitiknya, secara politik maupun sosial Kawasan ini memiliki kedekatan dengan RRC. Keterhubungan diantara keduanya tercipta oleh sejarah panjang dinamika kekaisaran Chian dengan kerajaan-kerajaan Asia Tenggara. Pada masa kini hal tersebut tidak menghilang begitu saja, bahkan RRC terlihat ingin membangkitkan keterhubugan itu kembali sesuai tingkat yang pernah ada di masa lalu. Tulisan ini akan menggunakan metode analisa geopolitik untuk membahas hubungan antara China dengan Kawasan di Asia Tenggara untuk menggali lebih jauh faktor-faktor yang membangun kondisi tersebut.Key words: Asia Pasifik, Asia Tenggara, China, Geopolitik, Metode Analisa Geopolitik
DIPOLMASI KOREA SELATAN MELALUI K-POP DI INDONESIA DALAM BIDANG SOSIAL BUDAYA TAHUN 2019-2022: STUDI KASUS DI KOTA BANDUNG Suryantini, Yani; Adimihardja, Tri Darmawan
Global Mind Vol 6, No 1 (2024): Hubungan Internasional
Publisher : Hubungan Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53675/jgm.v6i1.1272

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran diplomasi Korea Selatan di Indonesia melalui industri K-pop dalam konteks sosial budaya selama periode 2019-2022 dengan mengambil penelitian di Kota Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan fokus pada analisis konten media, wawancara dengan pemangku kepentingan terkait, dan observasi partisipatif. Studi ini mengungkap bagaimana industri K-pop telah menjadi alat utama dalam diplomasi budaya Korea Selatan di Indonesia, mempengaruhi persepsi masyarakat terhadap Korea Selatan, dan merancang hubungan antar negara. Dengan memanfaatkan kekuatan ekspresi artistik, naratif visual, dan interaksi media sosial, Korea Selatan berhasil memperluas pengaruhnya di ranah sosial dan budaya Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa K-pop tidak hanya sekadar sebagai bentuk hiburan, tetapi juga sebagai alat diplomasi yang efektif dalam membentuk citra positif Korea Selatan di mata masyarakat Indonesia. Melalui kolaborasi antara seniman Korea Selatan dan Indonesia, terbentuklah jaringan sosial budaya yang mendukung pertukaran nilai, gagasan, dan pengalaman antar kedua negara.Kata Kunci: Diplomasi Budaya, K-pop, Indonesia, Korea Selatan, Sosial Budaya.
Perkembangan Integrasi Digital Untuk Mendorong Digitalisasi Ekonomi di Kawasan Asean Maulana, Arief; Suryana, Yana
Global Mind Vol 5, No 2 (2023): Hubungan Internasional
Publisher : Hubungan Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53675/jgm.v5i2.1170

Abstract

Digitalisasi ekonomi dengan cepat menjadi pendorong utama yang mampu mendorong pembangunan ekonomi yang super cepat. Namun, bertentangan dengan harapan ideal tersebut, ASEAN masih menghadapi banyak tantangan dalam mendorong integrasi digital, salah satunya adalah disparitas yang cukup besar di antara negara-negara ASEAN dalam digitalisasi ekonomi. Hampir tidak mungkin bagi semua negara ASEAN untuk mencapai setiap tingkat integrasi digital secara bersamaan, kondisi aktual (das sein) tersebut  menimbulkan adanya gap dengan tujuan utama (das sollen). Tujuan utama artikel ini adalah untuk menganalisis perkembangan digitalisasi ASEAN, menjelaskan gambaran digitalisasi ekonomi saat ini, menganalisis tantangan dalam mendorong ekonomi digital dan bagaimana komitmennya. Metode yang digunakan dalam studi ini ini adalah studi literatur dengan varian descriptive review. Hasil studi menunjukkan bahwa dengan memanfaatkan peluang ekonomi digital yang terintegrasi, maka akan memacu pertumbuhan ekonomi domestik. Pemanfaatan teknologi dan inovasi digital juga mempercepat produktivitas kawasan ASEAN untuk dapat bersaing dengan regional lainnya. Hambatan-hambatan integrasi ekonomi digital yang masih dihadapi ASEAN adalah rendahnya literasi dan keterampilan digital, serta pengembangan strategi yang tidak sesuai dengan Masterplan ASEAN. Sedangkan tantangan-utama yang muncul terhadap komitmen integrasi digital antara lain adalah adanya disparitas digital yang besar antara negara-negara ASEAN.
KERJASAMA INDONESIA DAN PAPUA NUGINI DALAM PENANGANAN PERBATASAN DARAT INDONESIA – PAPUA NUGINI TAHUN 2019-2023 Qusween, M Hazmi; Aziz, Syahrul; Rupandita, Meyga
Global Mind Vol 6, No 1 (2024): Hubungan Internasional
Publisher : Hubungan Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53675/jgm.v6i1.1275

Abstract

Penelitian ini menganalisis kerjasama antara Indonesia dan Papua Nugini dalam penanganan perbatasan darat selama periode 2019-2023 melalui pendekatan Kerjasama Internasional, Diplomasi Perbatasan, dan Hukum Internasional. Kerjasama ini bertujuan untuk mengatasi berbagai tantangan di wilayah perbatasan yang mencakup aspek keamanan, sosial-budaya, dan ekonomi. Pendekatan Kerjasama Internasional menekankan pentingnya kolaborasi bilateral dalam menangani isu-isu lintas batas, termasuk patroli bersama, pendirian pasar perbatasan, dan program pertukaran budaya serta pembangunan infrastruktur. Diplomasi Perbatasan menyoroti upaya diplomatik kedua negara dalam menjaga hubungan harmonis dan memastikan koordinasi yang efektif antara otoritas terkait. Hukum Internasional menjadi landasan utama yang mengatur kerangka legal untuk perjanjian dan kesepakatan bilateral, memastikan bahwa kerjasama ini berjalan sesuai dengan prinsip-prinsip hukum yang berlaku.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerjasama antara Indonesia dan Papua Nugini telah meningkatkan keamanan, hubungan sosial-budaya, dan pertumbuhan ekonomi. Namun, masalah seperti keterbatasan dana, kesulitan berkomunikasi, dan fasilitas yang tidak memadai masih perlu ditangani. Menurut penelitian ini, kapasitas dan fasilitas di pos lintas batas harus ditingkatkan, mekanisme koordinasi harus diperkuat, dan dana harus dialokasikan secara wajar untuk proyek kerja sama. Dengan menerapkan rekomendasi ini, kerjasama dalam penanganan perbatasan darat antara Indonesia dan Papua Nugini dapat semakin optimal, meningkatkan stabilitas dan kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan. Kata Kunci:Kerjasama Internasional, Diplomasi Perbatasan, Hukum Internasional, Keamanan Perbatasan, Pembangunan Ekonomi
KERJA SAMA CIRCULATE CAPITAL OCEAN FUND (CCOF) - PT TRIDI OASIS DALAM DAUR ULANG SAMPAH PLASTIK MELALUI INVESTASI EKONOMI SIRKULAR 2020-2022 Lestari, Nuranti; Sulaeman, Achdijat
Global Mind Vol 5, No 2 (2023): Hubungan Internasional
Publisher : Hubungan Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53675/jgm.v5i2.1195

Abstract

Hubungan Singapura dan Indonesia mengalami peningkatan, terutama dalam sektor ekonomi dengan investasi yang meningkat, khususnya dari pengusaha Singapura di Indonesia. Namun, Indonesia sebagai negara kepulauan menghadapi masalah serius terkait limbah plastik. Sebagai penyumbang sampah plastik terbesar kedua di dunia, dampaknya sangat merugikan bagi ekosistem laut, pantai, hewan laut, dan mata pencaharian nelayan. Untuk mengatasi permasalahan ini, Circulate Capital Ocean Fund (CCOF) dari Singapura berinvestasi di Indonesia, khususnya di PT Tridi Oasis, sebuah perusahaan yang berfokus pada daur ulang sampah plastik. Kerja sama ini bertujuan meningkatkan kapasitas produksi PT Tridi Oasis dan mengurangi dampak negatif polusi plastik terhadap lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis, menggambarkan peristiwa berdasarkan data dan fakta untuk menganalisis Kerja Sama Circulate Capital Ocean Fund (CCOF) - PT Tridi Oasis Dalam Daur Ulang Sampah Plastik Melalui Investasi Ekonomi Sirkular pada periode 2020-2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerja sama ini dapat memajukan infrastruktur daur ulang sampah plastik, melindungi lingkungan, dan mengembangkan ekonomi sirkular. Dengan demikian, kerja sama ini memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan dana untuk masyarakat dan mempromosikan praktik ekonomi yang berkelanjutan.
PERAN ASEAN FRAME WORK ON MARINE DEBRIS DALAM MENANGANI SAMPAH PLASTIK DI LAUT INDONESIA TAHUN 2020 Freitas, Dian; Sulaeman, Achdijat
Global Mind Vol 6, No 1 (2024): Hubungan Internasional
Publisher : Hubungan Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53675/jgm.v6i1.1200

Abstract

Sampah plastik masih menjadi persoalan lingkungan yang sangat perlu untuk ditangani. Sekitar 400 juta ton sampah plastik diproduksi setiap tahunnya secara global. Lebih dari 11 juta metrik ton sampah plastik berakhir di laut setiap tahunnya. Alhasil, ada sekitar 200 juta metrik ton sampah plastik bersirkulasi di laut dan angka ini akan terus bertambah.Sebanyak 80 persen sampah plastik laut global memasuki lautan melalui sungai dan garis pantai. Maka dari itu peran disetiap negara dan Organisasi Internasional sangat dibutuhkan. Dengan adanya peran Asean yang bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia Untuk dapat membantu pemerintah Indonesia dalam mengatasi sampah plastik di laut Indonesia, peran kerja sama ini dapat sangat membantu Indonesia seperti Kampanye kesadaran publik, dan Pembentukan dan implementasi kerangka kerja seperti "ASEAN Framework of Action on Marine Debris, dampak negatif dari sampah plastik yang sangat sulit sekali terurai. Penelitian ini menggunakan method penelitian kualitatif dimana data-data diperoleh dari hasil literatur dan studi pustaka. Kata Kunci : Asean Frame Work Marine Debris, Laut Indonesia, Sampah Plastik
The Role of Jaish Al-Adl Group in the Escalation of Conflict on the Iran-Pakistan Border R, Febiana; Burhanuddin, Agussalim
Global Mind Vol 5, No 2 (2023): Hubungan Internasional
Publisher : Hubungan Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53675/jgm.v5i2.1211

Abstract

Jaish Al-Adl is an ethnic Baloch Sunni Muslim militant group that has played a significant role in the escalation of conflict on the Iran-Pakistan border. Jaish Al-Adl was founded in 2012 and is largely composed of members of the Sunni Jundullah militia that was weakened after Iran captured the majority of its members. Jaish Al-Adl wants to liberate Sistan province in eastern Iran and Balochistan province in southwestern Pakistan. This paper will elaborate on the relationship between Iran and Pakistan, especially in the context of borders by using a qualitative approach that utilizes various secondary data that has a correlation with the role of Jaish Al-Adl in worsening relations between Iran and Pakistan. By using descriptive type, this paper will explain the situation and empirical facts accompanied by relevant arguments and show Jaish Al-Adl's controversial activities, so that Jaish Al-Adl is labeled as a militant group that further worsens relations between Iran and Pakistan.
KERJASAMA INDONESIA-JEPANG DALAM PROGRAM JOINT CREDIT MECHANISM (JCM) UNTUK MENGURANGI EMISI KARBON DI INDONESIA 2020 thalib, Dimas Ihsani; Dina, Dina
Global Mind Vol 6, No 1 (2024): Hubungan Internasional
Publisher : Hubungan Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53675/jgm.v6i1.1333

Abstract

Faktor utama yang mendorong perubahan iklim adalah peningkatan emisi Gas Rumah Kaca (GRK), terutama sebagian besar emisi yang berasal dari gas Karbondioksida. Emisi GRK ini berasal dari berbagai sumber, termasuk pembakaran bahan bakar fosil dalam transportasi, deforestasi, produksi listrik, dan kegiatan industri. Perubahan iklim merupakan tantangan global yang semakin mendesak untuk diatasi.Dampaknya yang merusak lingkungan dan berdampak pada kehidupan manusia telah mendorong banyak negara untuk berkolaborasi dalam upaya mengurangi emisi gas rumah kaca. Salah satu inisiatif yang telah muncul sebagai tanggapan terhadap perubahan iklim adalah Joint Credit Mechanism (JCM), yang telah menjadi model kerja sama internasional yang sukses dalam mengurangi emisi karbon. Indonesia menjadi negara penghasil emisi karbon top 10 di dunia. Ranking keenam yang diterima Indonesia sebagai penghasil emisi karbon di antara negara-negara penghasil emisi karbon (CO2) lainnya di dunia. Indonesia dan Jepang menjalin kerja sama erat dalam upaya mengurangi emisi di Indonesia, didorong oleh kontribusi besar yang diberikan oleh Jepang dalam program Joint Credit Mecanism.Metode penelitian yang digunakan oleh penulis adalah metode deskriptif analisis, yaitu metode penelitian yang menggambarkan kejadian atau peristiwa-peristiwa berdasarkan  data  dan  fakta  yang  ada  dan  sedang  berlangsung untuk menghasilkan analisis mengenai “ Kerjasama Jepang dan Indonesia dalam program Joint Credit Mecanim untuk mengurangi emisi karbon di Indonesia. Bedasarkan Hasil penelitian kerjasama Jepang dan Indonesia ini dapat mengurangi emisi karbon di Indonesia. 
MILITARY ENTERTAINMENT COMPLEX (MEC) DALAM FILM ACT OF VALOR SEBAGAI PROPAGANDA DAN ALAT REKRUTMEN MILITER AMERIKA SERIKAT Yoshida, Yeni Herliana
Global Mind Vol 5, No 2 (2023): Hubungan Internasional
Publisher : Hubungan Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53675/jgm.v5i2.1066

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis fenomena Military Entertainment Complex(MEC) sebagai alat propaganda dan sebagai alat rekrutmen militer Amerika Serikat dalam film Act of Valor yang merupakan soft power Amerika Serikat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif, serta menggunakan soft power dan military enternaiment complex sebagai alat analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Amerika Serikat menggunakan film Act of Valor sebagai alat untuk perekrutan anggota militer dan juga sebagai alat propaganda dengan menampilkan kehebatan pasukan militer sertamemperlihatkan kecanggihan senjata-senjata buatan Amerika Serikat. Film-film tersebut didukung dan juga didanai oleh pemerintah Amerika Serikat, yang juga bekerjasama dengan industri film Hollywood sebagai alat untuk menyampaikan kepentingan nasional yang menjadi dasar kebijakan luar negeri Amerika Serikat. Kata kunci: Amerika Serikat, military entertainment complex, propaganda, soft power