cover
Contact Name
Hasni Syahida
Contact Email
hsyahida@ulm.ac.id
Phone
+6287815460096
Journal Mail Official
homeostasis@ulm.ac.id
Editorial Address
Jalan Veteran No.128 Banjarmasin
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Homeostasis: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Dokter
ISSN : -     EISSN : 27224333     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Homeostasis adalah jurnal yang berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian yang memiliki fokus dan ruang lingkup di bidang kedokteran dan kesehatan. Tulisan-tulisan yang dimuat bisa dalam bentuk Original Research, Literature Review, ataupun Laporan Kasus. Homeostasis terbit tiga kali setahun pada bulan April, Agustus, dan Desember di setiap tahunnya.
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2025)" : 4 Documents clear
PERBEDAAN NILAI FEV1 DAN FVC ANTARA MAHASISWA TERLATIH FUTSAL DAN BASKET DI PSKPS FKIK ULM Febryan, Marcellino; Asnawati, Asnawati; Huldani, Huldani; Fakhrurrazy, Fakhrurrazy; Marisa, Dona
Homeostasis Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v8i2.18401

Abstract

Abstract: Sport is a physical activity that significantly improves physical fitness including respiratory system, such as futsal and basketball. Futsal and basketball have differences in the use of body extremities that affect lung ventilation capacity. Assessment of lung ventilation capacity can be measured using a spirometer. This study aims to determine the difference in the value of forced expiratory volume in one second (FEV1) and forced vital capacity (FVC) between futsal and basketball trained students at Lambung Mangkurat University. This analytical observational study with a cross sectional approach used purposive sampling technique on 19 futsal trained students and 20 basketball trained students. The results of the independent t test showed a value of p = 0.883 for FEV1 and p = 0.167 for FVC. The conclusion of this study is that there is no significant difference in FEV1 and FVC values between futsal and basketball trained students at Lambung Mangkurat University. Abstrak: Olahraga merupakan aktivitas fisik yang memberikan dampak yang signifikan untuk meningkatkan kebugaran fisik termasuk sistem pernapasan, seperti olahraga futsal dan basket. Olahraga futsal dan basket memiliki perbedaan dalam penggunaan ekstremitas tubuh yang kemudian memengaruhi kapasitas ventilasi paru. Penilaian kapasitas ventilasi paru dapat diukur menggunakan spirometer. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan nilai forced expiratory volume in one second (FEV1) dan forced vital capacity (FVC) antara mahasiswa terlatih futsal dan basket di PSKPS FKIK ULM. Penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional ini menggunakan teknik purposive sampling pada 19 mahasiswa terlatih futsal dan 20 mahasiswa terlatih basket. Hasil uji t tidak berpasangan menunjukkan nilai p = 0,883 untuk nilai FEV1 dan p = 0,167 untuk nilai FVC. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak terdapat perbedaan bermakna pada nilai FEV1 dan FVC antara mahasiswa terlatih futsal dan basket di PSKPS FKIK ULM. 
PERBEDAAN RASIO NEUTROFIL-LIMFOSIT PADA PREEKLAMSIA BERAT AWITAN DINI DAN LANJUT DI RSUD ULIN PERIODE 2023 Kamila, Maryam; Abimanyu, Bambang; Hendriyono, Franciscus Xaverius; Aditya, Renny; Rosida, Azma
Homeostasis Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v8i2.18432

Abstract

Abstract: Severe preeclampsia is characterized by blood pressure ≥ 160/110 mmHg at gestational age > 20 weeks and proteinuria. Preeclampsia is the leading cause of maternal mortality. Based on the onset of severe preeclampsia, it is classified into early onset if it occurs at gestational age < 34 weeks and late onset at ≥ 34 weeks. Neutrophils are activated cells associated with preeclampsia, linked to placental hypoperfusion, endothelial dysfunction and inflammation. The number of neutrophils increases during the first trimester, while the number of lymphocytes decreases. The increase in neutrophil count is due to their inability to undergo apoptosis during pregnancy. The neutrophil-lymphocyte ratio (NLR) is considered a marker of systemic inflammation. The NLR has proven useful in predicting the presence of both acute and chronic inflammatory processes. This study aims to investigate the difference in NLR between early and late onset severe preeclampsia at Ulin General Hospital in Banjarmasin in 2023. The research design is a comparative study with a cross-sectional design. Data collection was performed retrospectively using a non-probability sampling technique through purposive sampling from the 2023 period. With inclusion and exclusion criteria, 75 pregnant women with early and late onset severe preeclampsia were obtained, and analysis was conducted using an independent T-test. The results of this study show an NLR of 3.45 ± 3.31 for early onset severe preeclampsia and 4.61 ± 3.64 for late onset severe preeclampsia, indicating a significant difference in NLR between pregnant women with early and late onset severe preeclampsia (p < 0.05). Abstrak: Preeklamsia berat ditandai dengan tekanan darah ³ 160/110 mmHg pada usia kehamilan > 20 minggu disertai dengan proteinuria. Preeklamsia menempati posisi pertama penyebab angka kematian ibu (AKI). Berdasarkan awitan kejadian preeklamsia berat dibagi menjadi awitan dini jika terjadi pada usia kehamilan < 34 minggu dan awitan lanjut pada usia kehamilan ³ 34 minggu. Neutrofil merupakan sel yang teraktivasi pada preeklamsia terkait dengan hipoperfusi plasenta, disfungsi endotel dan inflamasi. Jumlah neutrofil meningkat selama trimester pertama sedangkan jumlah limfosit menurun. Peningkatan jumlah neutrofil disebabkan oleh ketidakmampuan neutrofil untuk mengalami apoptosis selama kehamilan. Rasio neutrofil-limfosit (RNL) dianggap sebagai penanda peradangan sistemik. Rasio neutrofil-limfosit telah terbukti bermanfaat dalam memprediksi adanya proses peradangan, baik yang bersifat akut maupun kronis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan RNL pada preeklamsia berat awitan dini dan lanjut di RSUD Ulin Banjarmasin periode 2023. Rancangan penelitian ini adalah studi komparatif dengan desain potong lintang. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif yakni menggunakan teknik non-probability sampling melalui pendekatan purposive sampling dari periode 2023. dengan kriteria inklusi dan eksklusi didapatkan 75 subjek wanita hamil dengan PEB awitan dini dan lanjut, analisis dilakukan dengan uji T-tidak berpasangan. Hasil penelitian ini menunjukkan RNL preeklamsia berat awitan dini 3,45±3,31 dan RNL preeklamsia berat awitan lanjut 4,61±3,64 dan dapat disimpulkan terdapat perbedaan bermakna pada RNL wanita hamil dengan preeklamsia berat awitan dini dan lanjut (p<0,05). 
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK AIR DAUN TALAS (Colacasia esculenta) TERHADAP Staphylococcus aureus ATCC.25923 IN VITRO Maulida, Maulida; Budiarti, Lia Yulia; Edyson, Edyson; Khatimah, Husnul; Rahman, Eka Yudha
Homeostasis Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v8i2.18433

Abstract

Abstract: Staphylococcus aureus is a bacteria that causes infections transmitted through hand contact. The leaves of Colocasia esculenta L. Schott contain antibacterial compounds. This study aimed to analyze the antibacterial activity of water extracts from C. esculenta leaves against S. aureus, based on phenol coefficient values and inhibition zone diameters. The study used a posttest-only control group design with treatments at various concentrations (6.25%, 12.5%, 25%, 50%, 75%, and 100%) and controls of 70% alcohol and 5% phenol. The results showed a phenol coefficient value of >1 against S. aureus. Data analysis using One-way ANOVA and Post-hoc Duncan tests revealed significant differences with p<0.05. The inhibition zone at 100% concentration was 23.16 mm, classified as very strong. At 75% concentration, the inhibition zone was 19.5 mm, similar to the 19.56 mm zone produced by 70% alcohol. In conclusion, the extract shows strong antibacterial activity against S. aureus. Abstrak: Staphylococcus aureus (S.aureus) merupakan bakteri penyebab infeksi yang ditularkan melalui tangan. Daun Colocasia esculenta L. Schott mengandung senyawa antibakteri. Penelitian ini bertujuan menganalisis aktivitas antibakteri ekstrak air daun Colacasia esculenta terhadap Staphylococcus aureus berdasarkan nilai koefisien fenol dan diameter zona hambat. Penelitian menggunakan rancangan posttest-only with control group design. Perlakuan uji ekstrak air daun Colacasia esculenta (6,25%, 12,5%, 25%, 50%, 75%, dan 100%), kontrol alkohol 70%, fenol 5% sebagai pembanding. Hasil penelitian diperoleh nilai koefisien fenol >1 terhadap S.aureus. Data hasil penelitian di uji One-way ANOVA dan Post-hoc Duncan ditemukan perbedaan pada tiap perlakuan uji dengan p<0,05. Zona hambat Colacasia esculenta 100% yaitu 23,16 mm tergolong sangat kuat. Pada konsentrasi 75% diameter zona hambatnya 19,5 mm menghasilkan efek tidak jauh dari alkohol 70% yaitu 19,56 mm. Kesimpulan, ekstrak air daun Colacasia esculenta memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus, berdasarkan nilai koefisien fenol dan diameter zona hambat.
HUBUNGAN ANTARA JUMLAH LANGKAH KAKI HARIAN DENGAN TEKANAN DARAH PADA MAHASISWA Rachman, M. Fathur; Kaidah, Siti; Hendriyono, Franciscus Xaverius; Huldani, Huldani; Devi, Wivina Riza
Homeostasis Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v8i2.18400

Abstract

Abstract: Hypertension remains a prevalent global health issue. Many international health organizations recommend physical activity, such as walking, as an intervention for hypertension. This study aimed to examine the relationship between daily step count and blood pressure. The research employed an analytical observational method with a cross-sectional design. Daily step count data were collected using smartphones, and blood pressure measurements were taken using a digital sphygmomanometer. This study population consisted of all students in the PSKPS FKIK ULM class of 2023, with purposive sampling selecting 22 participants. Pearson correlation tests revealed no significant relationship between the average daily step count and systolic blood pressure (p = 0.446) or diastolic blood pressure (p = 0.239). The study concludes that the average daily step count of 2786±997 is not associated with either systolic or diastolic blood pressure among PSKPS FKIK ULM class of 2023 students. Abstrak: Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang masih banyak diderita di seluruh dunia. Banyak organisasi kesehatan dunia yang merekomendasikan aktivitas fisik sebagai intervensi terhadap hipertensi,  salah satunya berjalan kaki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan jumlah langkah kaki harian dengan tekanan darah. Metode penelitian berupa observasional analitik dengan desain potong lintang. Pengumpulan data rerata jumlah langkah kaki harian menggunakan smartphone dan data tekanan darah menggunakan sfigmomanometer digital. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa PSKPS FKIK ULM angkatan 2023. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Jumlah subjek sebanyak 22 mahasiswa. Hasil uji korelasi pearson antara rerata jumlah langkah kaki harian dengan tekanan darah sistolik diperoleh nilai p=0,446, dengan tekanan darah diastolik diperoleh nilai p=0,239. Kesimpulan penelitian ini adalah rerata jumlah langkah kaki harian 2786±997 tidak mempunyai hubungan dengan rerata tekanan darah sistolik dan diastolik pada mahasiswa PSKPS FKIK ULM angkatan 2023. 

Page 1 of 1 | Total Record : 4