cover
Contact Name
Cucu Widaty
Contact Email
jtamps@ulm.ac.id
Phone
+6282316051145
Journal Mail Official
cucu.widaty@ulm.ac.id
Editorial Address
Sekretariat: Ruang Prodi Pendidikan Sosiologi Gedung FKIP ULM Banjarmasin Jalan Brigjen H. Hasan Basri, Kayu Tangi, Banjarmasin, Kalimantan Selatan Kode Pos: 70123 Telp/Fax. (0511) 330 4914
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa pendidikan Sosiologi
ISSN : -     EISSN : 27762963     DOI : https://doi.org/10.20527/jtamps.v1i1
Core Subject : Education, Social,
JTAMPS merupakan kumpulan artikel/jurnal hasil penelitian skripsi mahasiswa di bidang pendidikan, Sosial, dan budaya yang belum pernah dimuat/diterbitkan di media lain.
Articles 40 Documents
Motivasi Pelaksanaan Ibadah Umrah Di Kelurahan Marabahan Kota Kecamatan Marabahan Kabupaten Barito Kuala Kalimantan Selatan Risda Shapiya; Yusuf Hidayat; Yuli Apriati
Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Pendidikan Sosiologi Vol 2, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.252 KB) | DOI: 10.20527/jtamps.v2i1.5206

Abstract

Ibadah Umrah bukan sebuah keharusan dikerjakan bagi masyarakat Islam, akan tetapi jika memungkinkan untuk mengerjakan maka dianjurkan melaksanakan Ibadah Umrah. Namun banyak ummat yang melaksanakan Umrah secara berulang ulang dengan niat yang beragam. Penelitian ini bertujuan (1) menguraikan alasan dasar yang mendorong seseorang melaksanakan Ibadah Umrah lebih dari satu kali pada masyarakat di Keluarahan Marabahan Kota (2) menganalisa nilai Umrah bagi seseorang yang melaksanakan Ibadah Umrah lebih dari satu kali pada masyarakat di Kelurahan Marabahan Kota . Dimana sumber data pada penelitian ini dipilih dengan menggunakan secara purposive sampling dengan sebagai informan Bapak Noorliansyah, Bapak Tazzudin Noor Z., Ibu Mariani, Ibu Risnawati, Ibu Siti Warna, Ibu Supywati. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik wawancara, teknik observasi, dan dokumentasi.Analisis hasil data pada penelitian dengan menggunakan langkah-langkah reduksi data, penyajian data, dan verifikasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Alasan dasar yang mendorong seseorang melaksanakan Ibadah Umrah lebih dari satu kali ialah adanya dorongan dari dalam diri sendiri kerinduan beribadah dan menjadi tamu di Tanah suci yang begitu dirasakan, dan munculnya dorongan dari luar seperti dorongan dari keluarga dan lingkungan sekitar (2) Nilai-nilai yang didapat bagi masyarakat yang telah melaksanakan Umrah lebih dari satu kali di Kelurahan Marabahan kota ialah nilai religi, nilai sosial, dan nilai ekonomi.
Kegiatan Wirausaha Penjahit Pakaian Di Desa Bungin Kecamatan Banua Lawas Kabupaten Tabalong Sri Dewi Hapsari
Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Pendidikan Sosiologi Vol 1, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.084 KB) | DOI: 10.20527/jtamps.v1i1.3254

Abstract

Banyak yang berwirausaha telah membangun usaha yang sama dengan usaha orang lain yang tidak jauh di sekitarnya, yaitu usaha menjahit pakaian. Ketatnya persaingan usaha menjahit pakaian yang terjadi tetap membuat mereka masih mampu mempertahankan usaha penjahit pakaian. Hal ini terjadi di Desa Bungin Kecamatan Banua Lawas Kabupaten Tabalong. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk mendapat gambaran menyeluruh mengenai gambaran kehidupan kewirausahaan penjahit pakaian pada masyarakat Desa Bungin Kecamatan Banua Lawas Kabupaten Tabalong Provinsi Kalimantan Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Hal yang melatar belakangi dipilihnya usaha penjahit pakaian di Desa Bungin Kecamatan Banua Lawas. Pertama, Coba-coba untuk berwirausaha. Kedua, sengaja ingin berwirausaha. Ketiga, keluarga pengusaha. Keempat, lingkungan sosial, (2) Strategi saat memulai usaha yaitu melihat keadaan pasar atau analisis pasar. Penjahit pakaian pada awal berwirausaha akan memberikan harga yang lebih murah. Strategi lain saat memulai usaha yaitu dengan mencari kerjasama. Strategi bertahannya usaha, strategi yang dilakukan ialah memberikan harga yang lebih murah daripada harga penjahit yang sudah lama dan memberikan kualitas jahitan yang baik. Mendengarkan apa kehendak pelanggan mereka dan memyediakan referensi gambar model pakaian. Berbicara jujur yaitu tidak pernah memberikan harapan-harapan kepada pelanggan. Memberikan potongan harga dan garansi. Mengunggah hasil jahitan ke media sosial dan memasang target penyelesaian jahitan pelanggan. Terakhir adalah menyediakan berbagai variasi aksesoris.  Kata kunci: Wirausaha, Penjahit Pakaian dan Strategi Mempertahankan Usaha.
Penunggu Kubur di Desa Cakeru Kecamatan Amuntai Utara Kabupaten Hulu Sungai Utara Annisa Khalida; Yuli Apriati; Laila Azkia
Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Pendidikan Sosiologi Vol 2, No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.578 KB) | DOI: 10.20527/jtamps.v2i2.6467

Abstract

. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Alasan para penunggu kuburan mau menunggukan kubur (2) pengalaman beragama yang didapatkan penunggu kubur saat menunggu kubur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Sumber data dipilih secara Snowball sampling. Hasil penelitian menemukan bahwa (1). Terdapat 4 alasan para penunggu kuburan dalam menunggu kubur yaitu: a). ingin melaksanakan amanah orang lain. b). memberikan pertolongan. c). meningkatkan ibadah. d). mendapatkan imbalan. (2). Terdapat 4 bentuk pengalaman beragama penunggu kubur saat menunggu kubur yaitu: (a) pengalaman fisiologis yaitu bisa merasakan imbas dari kuburan yang dijaga. (b). pengalaman sosial-psikologis yaitu mencium bau dari kuburan yang ditunggu, melihat ular yang muncul tiba-tiba dikuburan dan kuburan yang ditunggu longsor tanpa ada hal apapun yang menyebabkan kuburan tersebut longsor. (c). pengalaman para-psikologis yaitu bertemu dengan guru dan guru tersebut berkata bahwa suatu saat akan menjadi ahli fiqih, diganggu makluk halus seperti melihat tuyul, diselentik ditelingga hingga bengkak dan mendengar suara-suara aneh. (d). pengalaman spiritual/ kerohanian yaitu melihat kuburan yang ditunggu mengeluarkan gemerlap cahaya kuning keputih -putihan dan melihat kuburan yang dijaga longsor hingga terlihat mayat yang ada didalam kubur membelakangi kiblat.
Pelestarian Motif Kain Sasirangan oleh Pengrajin Sasirangan di Kampung Sasirangan Kelurahan Seberang Mesjid Kecamatan Banjarmasin Tengah Kota Banjarmasin Weny Wahyuni; Alfisyah Alfisyah; Lumban Arofah
Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Pendidikan Sosiologi Vol 1, No 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.395 KB) | DOI: 10.20527/jtamps.v1i2.4190

Abstract

Pelestarian kain tradisional peninggalan masa lampau yang masih dikembangkan pada saat ini ialah kain sasirangan. Kain sasirangan merupakan hasil karya cipta masyarakat Banjar yang banyak diminati oleh masyarakat lokal, domestik maupun mancanegara. Kain sasirangan menjadi ikon khas Kalimantan Selatan yang sudah dikenal luas karena motif dan keunikannya. Penelitian ini bertujuan: (1) Untuk menjabarkan cara mempelajari pembuatan motif kain (2) Untuk mengetahui upaya pengrajin untuk mempertahankan motif kain sasirangan. (3) Dapat menjelaskan proses sosialisasi motif sasirangan yang dilakukan oleh pengrajin kain sasirangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Sumber data diperoleh secara Purposive Sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi dan wawancara. Analisis hasil penelitian yang dipakai adalah reduksi data, display data, dan Verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan, (1) cara pengrajin mempelajari motif-motif pada kain sasirangan adalah diajarkan secara turun temurun, faktor lingkungan, keinginan untuk memproduksi (2) cara pengrajin mempertahankan motif-motif pada kain sasirangan di Kampung Sasirangan adalah meningkatkan kualitas motif, memproduksi secara efektif, mengkreasikan motif, mempromosikan motif tradisional (3) proses sosialisasi berupa interaksi sesama pengrajin, ada komunitas pengrajin serta adanya kegiatan-kegiatan seperti pelatihan atau workshop yang diadakan oleh pengrajin serta pemerintah.
Lakatan Dalam Tradisi Selamatan Pada Masyarakat Banjar Di Kelurahan Kuin Selatan Kecamatan Banjarmasin Barat Yuliani Yuliani; Yusuf Hidayat; Syahlan Mattiro
Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Pendidikan Sosiologi Vol 2, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.614 KB) | DOI: 10.20527/jtamps.v2i1.5208

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Alasan  masyarakat menyajikan hidangan lakatan dalam tradisi selamatan dan (2) Makna lakatan dalam tradisi selamatan.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Sumber  data  yang  dipilih  secara  Purposive sampling. Kriteria informan dalam penelitian ini yaitu (1) masyarakat yang turun-temurun melaksanakan tradisi selamatan dengan hidangan lakatan, (2) tokoh masyarakat yang biasa menjadi pemandu ritual dalam tradisi tersebut, (3) pembuat kue tradisional Banjar. Pengumpulan data dilakukan dengan tehnik observasi ke lapangan, wawancara mendalam dengan ke 5 informan, dan dokumentasi.  Selanjutnya analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Alasan masyarakat menyajikan lakatan dalam tradisi selamatan  yaitu sebagai pereda kesurupan, menambah daya ingat, kewajiban berkala dan wujud keharmonisan. (2) Makna lakatan dalam tradisi selamatan antara lain makna berdasar bahasa dan tekstur, makna berdasar warna-warna lakatan, dan makna berdasar bentuk-bentuk sajian lakatan. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan kepada masyarakat di  Kelurahan Kuin Selatan Banjarmasin yang mempercayai akan wajibnya hidangan lakatan dalam tradisi selamatan maupun yang tidak, agar tetap menjalankan tradisi sesuai dengan kaidah-kaidahnya, namun tidak menjadikan kepercayaan tersebut sebagai sesuatu yang berlebihan dan juga  untuk masyarakat lainnya dapat memaklumi dan toleransi terhadap tradisi selamatan yang dilaksanakan.
Komodifikasi Pada Upacara Simah Laut Di Desa Ujung Pandaran Kecamatan Teluk Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah Yeni Rahmawati
Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Pendidikan Sosiologi Vol 1, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.432 KB) | DOI: 10.20527/jtamps.v1i1.3255

Abstract

Upacara simah laut adalah salah satu kebudayaan masyarakat pesisiryang ada di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.Upacara ini sekitar tahun 2007 dijadikan pemerintah setempat sebagai salah satu program kerja Dinas Kebudayaan dan Pariwisata setempat.Upaya pemerintah untuk mempromosikan daerah dengan menggunakan upacara simah laut membuat upacara ini menjadi terkomodifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk:(I) mengetahui bagaimana prosesi upacara simah laut. (II)mengetahuibagaimana makna simah laut bagi pelaksana upacara, pengunjung, pedagang, dan pemerintah. (III) mengetahui bagaimana upaya pemerintah dalam mengembangkan upacara simah laut sebagai sebuah komoditas. Penelitan ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data adalah purposive sampling. Instrument penelitian adalah peneliti sendiri. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa dalam prosesi upacara simah laut terdapat unsur upacara tradidisional yaitu berkorban, bersaji, berdoa, dan makan bersama. Makna upacara simah laut bagipelaksanaupacara dapat memberi kesejahteraan, ketentram, juga keselamatan, sebagai identitas masyarakat,serta keuntungan ekonomi. Bagi pengunjung sebagai hiburan dan pengetahuan. Bagi pedagang adalah kesempatan mendapat keuntungan ekonomi.Bagi pemerintah sebagai aset budaya serta keuntungan materil dan moril. Upaya pemerintah dalam mengembangkan upacara simah laut sebagai suatu komoditasyaitu dengan mempromosikan upacara ini melalui media elektronik, media cetak, dan media online.Dalam pengembangannya ternyata upacara simah laut mengalami komodifikasi dalam bentuk produksi, distribusi, dan konsumsi. Kata Kunci: Komodifikasi, Upacara, dan Simah Laut
Paser Bekerai Sebagai Kelompok Sosial Bagi Masyarakat Paser Di Tanah Grogot Kabupaten Paser Kalimantan Timur Indah Audia Putri; Yusuf Hidayat; Laila Azkia
Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Pendidikan Sosiologi Vol 2, No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.969 KB) | DOI: 10.20527/jtamps.v2i2.6468

Abstract

Penelitian ini Bertujuan Untuk: (1) Mengetahui upaya dari Paser Bekerai dalam menjaga solidaritas masyarakat Paser (2) Mengetahu makna Paser Bekerai bagi masyarakat Paser. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian Kualitatif. Sumber data yang dipilih secara Snowball sampling yaitu dengan Informan Kunci (key informant) Bapak Syukran Amin mempunyai posisi sebagai Pengutok (Ketua) dan tambahan satu Informan lagi untuk melengkapi data. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah Observasi, wawancara, dan dokumentasi yang dilakukan pada Mei 2019 hingga juni 2020. Teknik analisis data yang dipakai dalam penelitian ini reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan: (I) Paser Bekerai menjaga kesolidaritasan melalui komunikasi yang lancar dan selalu bekerjasama antara anggota di Paser Bekerai, melaksanakan usaha bersama seperti pembuatan cafe D’nalau, membangun rumah adat bersama dengan pemerintah, gotong-royong di setiap kegiatan Paser Bekerai. (II) Makna Paser Bekerai untuk masyarakat Paser yaitu sebagai tempat untuk berjuang melalui pandangan dari suku Paser melihat adanya Komunitas Paser Bekerai dibentuk, Paser Bekerai untuk Kepercayaan dari masyarakat Paser. Berdasarkan hasil temuan untuk pemerintah agar tetap menjaga hubungan dengan suku Paser melalui Paser Bekerai karena dapat membantu mensejahterakan Suku Paser itu sendiri dan masyarakat mau menjadikan Paser Bekerai sebagai tempat menjaga identitas suku Paser karena Paser Bekerai dapat menjembatani hubungan antara Pemerintah dan masyarakat, mengembangkan potensi diri, mengawal kegiatan pemerintah
Profil Remaja Pekerja Seks Komersial Di Banjarmasin Kalimantan Selatan Inda Purnama Sari; Syahlan Mattiro; Cucu Widaty
Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Pendidikan Sosiologi Vol 1, No 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.301 KB) | DOI: 10.20527/jtamps.v1i2.4191

Abstract

Zaman sekarang mencari pekerjaan cukup sulit sehigga remaja terjerun dalam perkerjaan menjadi perempuan pekerja seks komersial. Tingginya gaya hidup remaja mendorong remaja semakin tergiur akan pekerja menjadi PSK. Dari lingkungan sosial juga sangat berpengaruh bagi kehidupan remaja. Perceraraian bagi kedua orang tua itu salah satu faktor penyebab remaja mengambil jalan pintas seperti ini. Penelitian ini bertujuan (1) Mengetahui Kondisi Ekonomi Remaja Pekerja Seks Komersial di Banjarmasin (2) Mengetahui Lingkungan Sosial Remaja Pekerja Seks Komersial di Banjarmsin. Metode Penelitin yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Sumber data yang dipilih adalah purposive sampling. Kriteria informan dalam penelitian ini yaitu para Remaja Pekerja Seks Komersial di Hotel Banjarmasin yang berumur 17-18 Tahun. Pengumpulan data di lakukan dengan teknik observasi dan wawancara dengan dokumentasi. Selanjutnya analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Kondisi Ekonomi Remaja Pekerja Seks Komersial di Banjarmasin yang sangat sulit dan kebutuhan hidup remaja yang sangat tinggi. Membuat para remaja ini nekat bekerja menjadi perempuan Pekerja Seks Komersial di Hotel Banjarmasin. (2) Faktor dari lingkungan sosial remaja ini terlahir dari keluarga yang bercerai kurangnya pengawasan orang tua dan terpengaruh atas ajakan teman sehingga remaja ini mengambil jalan menjadi pekerja Seks Komersial. Berdasarkan hasil penelitian ini di sarankan untuk orang tua mengawasi anaknya, walaupun orang tua sudah becerai jangan sampai anak kehilangan arah. Tanamkan anak ilmu agama, moral, dan nilai-nilai norma lainnya. Agar orang tua bisa membetengi diri anak-anak supaya tidak terjerumus dari perkerja seks komersial.
Tradisi Basasanggan Dalam Acara Perkawinan di Desa Pimping Kecamatan Amuntai Utara Kabupaten Hulu Sungai Utara Ana Fitriya; Yusuf Hidayat; Cucu Widaty
Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Pendidikan Sosiologi Vol 2, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.244 KB) | DOI: 10.20527/jtamps.v2i1.5210

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) Mengetahui proses pada pelaksanaan tradisi basasanggan dalam acara perkawinan di desa Pimping (2) Mengetahui bentuk sasanggan dalam acara perkawinan di desa Pimping (3)  Mengetahui bentuk pergeseran dalam tradisi basasanggan pada acara perkawinan di desa Pimping. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Sumber data yang dipilih adalah purposive sampling. Kriteria informan dalam penelitian ini yaitu warga  desa Pimping yang melakukan tradisi basasanggan lebih dari 10 tahun. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan 5 informan yaitu Suhaimi, Wardah, Nurlian, Rahayu dan H. Imran. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Proses pelaksanaan tradisi basasanggan terbagi menjadi 3 tahap yaitu, pertama memberikan sasanggan, kedua menerima dan mencatat dan ketiga mengembalikan sasanggan. (2) Bentuk sasanggan terdiri dari uang serta benda yaitu beras, sembako, kado dan sewa sound system. (3) Pergeseran tradisi basasanggan berupa berkurangnya jenis sumbangan dan perubahan makna tradisi bagi warga. Berdasarkan hasil penelitian ini  disarankan bagi masyarakat yang masih menjalankan tradisi basasanggan agar mampu mempertahankan kebudayaan sehinggga tradisi tersebut tidak mengalami kepunahan. Sebagai pembelajaran, menambah wawasan serta pengetahuan tentang budaya Banjar bagi masyarakat.
Penyalahgunaan Jembatan Takisung Oleh Para Remaja Di Kecamatan Takisung Kabupaten Tanah Laut Nor Qori Wiliyanti
Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Pendidikan Sosiologi Vol 1, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.699 KB) | DOI: 10.20527/jtamps.v1i1.3256

Abstract

Jembatan merupakan suatu struktur konstruksi yang berfungsi untuk menghubungkan dua bagian jalan yang terputus oleh adanya rintangan-rintangan, namun apabila jembatan disalahgunakan maka akan terjadi permasalahan. Penelitian ini bertujuan: (1) untuk mengetahui pandangan remaja terhadap jembatan Takisung. (2) penggunaan jembatan Takisung bagi remaja. (3) untuk menganalisis faktor pendorong kalangan remaja menyalahgunakan jembatan Takisung. Hasill penelitian menunjukan bahwa: (1) Pandangan remaja terhadap jembatan Takisung, dimana para remaja beranggapan jembatan boleh digunakan sebagai tempat untuk berkumpul dengan teman-teman. (2) Para remaja menggunakan jembatan tidak hanya sebagai penghubung jalan, namun juga digunakan sebagai tempat berkumpul. (3) Para remaja menyalahgunakan jembatan Takisung sebagai tempat untuk berkumpul karena jembatan Takisung berada di pesisir pantai sehingga ketika mereka berkumpul suasananya santai selain itu ramai dikunjungi para remaja ketika sore hari membuat para remaja yang lain ikut berkumpul di tempat itu.  Kata Kunci: Remaja, Jembatan, berkumpul 

Page 2 of 4 | Total Record : 40