cover
Contact Name
Eko Pramudya Laksana
Contact Email
publisher@um.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
historiography.journal@um.ac.id
Editorial Address
Gedung A6, Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang Jalan Semarang No. 5, Malang Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Historiography
ISSN : -     EISSN : 27984907     DOI : 10.17977
Core Subject : Humanities, Social,
Historiography: Journal of Indonesian History and Education publish original research papers, conceptual articles, review articles and case studies. The whole spectrum of Indonesian history, historical learning and history education, which includes, but is not limited to education systems, institutions, theories, themes, curriculum, educational values, historical heritage, media and sources of historical learning, and other related topics.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "vol 6, no 2 (2026)" : 5 Documents clear
Nilai Penting dan Urgensi Pelindungan Situs-Situs Hunian Prasejarah di Kawasan Karst Gunungkidul, Yogyakarta Adinda Tasya Namira; Iqbal Rizki Sucahyo
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 6, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um081v6i22026p103-118

Abstract

Kawasan karst Gunungkidul, khususnya Subzona Gunung Sewu, merupakan wilayah yang menyimpan banyak situs-situs hunian prasejarah berupa gua dan ceruk yang merekam jejak kehidupan manusia sejak kala Pleistosen hingga Holosen Awal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi nilai penting dari sepuluh situs hunian prasejarah yang telah diekskavasi, serta menjelaskan urgensi pelindungan situs sebagai bagian dari warisan budaya yang tidak dapat tergantikan. Pendekatan yang digunakan bersifat kualitatif-deskriptif dengan metode studi pustaka yang dilakukan terhadap laporan penelitian, artikel jurnal, dan karya akhir mahasiswa. Analisis data dilakukan berdasarkan klasifikasi tinggalan arkeologis, karakter geomorfologi gua, dan konteks spasial situs. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesepuluh situs memiliki nilai penting sebagaimana yang terdapat dalam UU No. 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya, meliputi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, dan budaya. Nilai tersebut tercermin dari kompleksitas temuan arkeologis (artefak dan ekofak), kondisi lingkungan yang mendukung hunian, dan kontribusinya terhadap pengembangan ilmu pengetahuan berbasis warisan budaya. Namun demikian, situs-situs tersebut kini menghadapi ancaman kerusakan akibat aktivitas penambangan, alih fungsi lahan, pembangunan infrastruktur, dan vandalisme. Oleh karena itu, pelindungan situs memerlukan kebijakan berbasis data arkologis, regulasi daerah yang kuat, serta partisipasi aktif masyarakat dan para pemangku kepentingan yang berperan penting dalam kegiatan pelestarian warisan budaya.
Ideologi Pembangunan dalam Buku Cerita Anak di Masa Orde Baru Siti Faizatun Nisa'
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 6, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um081v6i22026p119-130

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk memberikan gambaran muatan ideologi pembangunan dalam buku cerita anak di masa Orde Baru. Setelah masa Demokrasi Terpimpin runtuh, haluan bernegara Indonesia berubah. Orientasi utama kehidupan bernegara tidak lagi aspek politik melainkan ekonomi. Selain Pancasila, pembangunan menjadi ideologi utama. Dengan menggunakan metode penelitian Sejarah, penulis berusaha melacak sumber yang relevan lalu membedah keberadaan ideologi pembangunan di dalam buku-buku tersebut. Agar dapat mengetahui mengapa buku cerita anak mengandung pesan pembangunan, penting untuk melihat kerangka kurikulum pendidikan Sekolah Dasar (SD). Buku-buku ini disebarkan di SD melalui arahan dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Narasi cerita di setiap buku akan mampu memperlihatkan bahwa ternyata buku-buku cerita anak juga bersifat politis. Ada tiga temuan berkaitan dengan ideologi pembangunan dalam tulisan ini: (1) program pembangunan di bidang infrastruktur, industri, dan pertanian, (2) transmigrasi, serta (3) tugas dan fungsi ABRI.
Kontribusi Persekutuan Umat Greja Kristen Jawi Wetan (GKJW) dalam Bidang Kesehatan di Ponorogo 1948-1974 Fahri Ahmad Fadhilah; Iqbal Rizki Sucahyo
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 6, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um081v6i22026p131-150

Abstract

Komunitas Greja Kristen Jawi Wetan (GKJW) di Ponorogo tidak dapat dipisahkan dari dunia kesehatan. Pembentukan komunitas ini berawal dari para tenaga kesehatan Kristen yang bertugas sebagai asisten medis dan bidan di Rumah Sakit Umum (RSU) Ponorogo. Kondisi tersebut memicu lahirnya berbagai bentuk layanan kesehatan swasta yang merespons dinamika permasalahan kesehatan secara lebih luas di Ponorogo. Kendati demikian, penelitian-penelitian sebelumnya lebih banyak berfokus pada sejarah umum jemaat. Oleh karena itu, penelitian ini akan mengkaji keterlibatan dan kontribusi jemaat GKJW dalam bidang kesehatan di Ponorogo. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang meliputi heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi, dengan memanfaatkan sumber-sumber sejarah kontemporer seperti arsip, dokumen, surat kabar, serta para pelaku dan saksi sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jemaat GKJW di Ponorogo berperan penting dalam membantu pencegahan masalah kesehatan. Sejak awal kehadirannya, para tenaga kesehatan tiba di Ponorogo untuk merawat banyak pasien di rumah sakit yang terdampak perang. Pada awal tahun 1950-an, para tenaga kesehatan dari komunitas GKJW mulai membuka layanan kesehatan di rumah mereka masing-masing secara filantropis. Pada tahun 1956, jemaat secara bersama-sama mendirikan klinik bersalin yang menjadi wadah kontribusi kesehatan GKJW di Ponorogo. Tahun 1970 menjadi puncak kontribusi mereka, ketika lembaga kesehatan ini mulai bekerja sama dengan pemerintah dalam Program Keluarga Berencana (KB) dan menjadi salah satu pelaku utamanya.
Pendar, Prestise, dan Kekuasaan: Relasi Budaya dan Teknologi antara Mangkunegaran dan Eropa melalui Lampu Gantung dan Listrik pada Abad ke-19 Ilham Putra Pratama; Muthia Zahri Mardhiyah
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 6, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um081v6i22026p73-87

Abstract

Penerangan dan listrik tidak hanya berfungsi sebagai kebutuhan dasar, tetapi juga menjadi simbol modernitas, prestise, dan relasi kuasa pada masa kolonial. Di Jawa, penggunaan teknologi penerangan turut merefleksikan stratifikasi sosial, dari obor dan ublik pada masyarakat umum hingga lampu bergaya Eropa dan listrik di lingkungan elite. Kajian mengenai penerangan di kalangan bangsawan Jawa, khususnya Pura Mangkunegaran, masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan Mangkunegaran dengan Eropa serta pengaruhnya terhadap perkembangan teknologi penerangan dan pembentukan prestise praja. Penelitian menggunakan metode sejarah melalui heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi dengan memanfaatkan arsip, surat kabar sezaman, dan dokumentasi visual. Konsep mimikri Homi K. Bhabha digunakan untuk menganalisis adopsi unsur Eropa sebagai bentuk representasi dan negosiasi posisi sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan Mangkunegaran dengan Eropa sejak masa Mangkunegara II membuka akses terhadap modernitas yang berkembang dalam bidang ekonomi, arsitektur, dan teknologi. Lampu bergaya Eropa, lampu minyak, dan listrik di Pura Mangkunegaran tidak hanya berfungsi sebagai penerangan, tetapi juga merepresentasikan modernitas dan prestise. Adaptasi tersebut menghasilkan kebudayaan hibrid yang memadukan unsur Eropa dengan identitas Jawa dalam negosiasi posisi Mangkunegaran di tatanan kolonial.
Analisis Wacana Kritis Simbolisme Wujud Ajian Pancasona Dalam Serat Lokapala Tahun 1930 Mela Yunita sari; Mulyana Mulyana; Endang Nurhayati
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 6, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um081v6i22026p88-102

Abstract

Abstrak Serat Lokapala merupakan salah satu serat dalam Jawa yang menceritakan tentang keberanian dan kejayaan pahlawan-pahlawan bijak yang melawan keangkaramurkaan penguasa jahat dan Srakah. Para pahlawan bijak tersebut sangat teguh dalam meyakini dan menjalankan amanat falsafah leluhur yang selalu berpihak pada kebenaran dan keadilan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dua permasalahan yaitu wujud Pancasona dan watak Dasamuka pada peperangan Arjunasasrabahu. Penelitian ini menggunakan objek berupa naskah kuno, menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teori filologi dan semiotik guna mengungkap wujud Pancasona pada peperangan Arjunasasrabahu. Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalah yang anak dikupas oleh peneliti yaitu: (1) Bagaimana analisis wacana kritis wujud ajian pancasona dalam Serat Lokapala, (2) Bagaimana simbolisme wujud ajian pancasona dalam Serat Lokapala. Tujuan dilakukannnya penelitian ini adalah untuk mengungkap wujud pancasona yang digambarkan pada peperangan arjunasasrabahu dalam Serat Lokapala. Manfaat dilakukan kegiatan ini adalah untuk memberian pengetahuan serta referensi kepada pembaca ataupun peneliti selanjutnya mengenai wujud pancasona pada peperangan arjunasasrabahu dalam Serat Lokapala. Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan serta dapat menjadi referensi kepada pembaca ataupun peneliti selanjutnya mengenai wujud pancasona Kata kunci: Pancasona, Naskah, Wacana kritis.

Page 1 of 1 | Total Record : 5