Articles
373 Documents
Pengembangan Bahan Perkuliahan Kompilasi Mata Kuliah Persamaan Diferensial Elementer Prodi Pendidikan Matematika
Murdiyanto, Tri
Prosiding Konferensi Nasional Penelitian Matematika dan Pembelajarannya 2016: Prosiding Konferensi Nasional Penelitian Matematika dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menghasilkan bahan perkuliahan kompilasi matakuliah Persamaan Diferensial Elementer yang berupa Rencana Program Dan Kegiatan Pembelajaran Semester (RPKPS) dan bahan pembelajaran kompilasi pada Program Studi Pendidikan Matematika FMIPA UNJ yang berupa handout, powerpoint, soal latihan dan tugas individu dan kelompok. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (ang terdiri dari empat tahap.Pertama tahap penelitian awal dengan melakukan analisis kebutuhan.Kedua tahap pengembangan produk yaitu dengan membuat rancangan produk awal.Ketiga tahap validasi oleh ahli media, materi, dan Bahasa.Keempat tahap uji coba pada pembelajaran Persamaan Diferensial Elementer sehingga menghasilkan produk akhir setelah dilakukan revisi.Hasil dari uji ahli secara keseluruhan jika dilihat dari rata-rata prosentase aspek penilaian dari penguji ahli materi dan bahasa adalah 85.33% yang termasuk pada kategori sangat valid, rata-rata prosentase aspek penilaian ahli media adalah 90.75% jadi termasuk kategori sangat valid. Ujicoba pada pembelajaran Persamaan Diferensial Elementer melihat dampak terhadap aktifitas mahasiswa bahwa rata-rata prosentase keaktifan mahasiswa adalah 65.5% termasuk kategori cukup praktis, dampak terhadap hasil belajarnya adalah 90.91% mahasiswa memperoleh nilai 70 ke atas (memenuhi syarat ketuntasan belajar) sedangkan prosentase rata-rata penilaian mahasiswa kepada bahan perkuliahan kompilasi Persamaan Diferensial Elementer adalah 79.2% yang termasuk kategori praktis. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan bahan perkuliahan kompilasi matakuliah Persamaan Diferensial Elementer efektif.
Analisis Kesalahan Siswa SMP dalam Menyelesaikan Soal Cerita KPK dan FPB
Murpratiwi, Gendis;
Nusantara, Toto;
Sa'dijah, Cholis
Prosiding Konferensi Nasional Penelitian Matematika dan Pembelajarannya 2016: Prosiding Konferensi Nasional Penelitian Matematika dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Materi KPK dan FPB penting sekali karena menunjang pembelajaran matematika berikutnya serta berguna dalam kehidupan sehari-hari.Namun ada beberapa siswa yang masih sering mengalami kesalahan dalam menyelesaikan soal cerita KPK dan FPB.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk kesalahan siswa SMP dalam menyelesaikan soal cerita KPK dan FPB.Selain itu juga bertujuan untuk mendeskripsikan faktor penyebab kesalahannya.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif.Data bentuk-bentuk kesalahan siswa diperoleh dari hasil tes tulis (satu soal cerita KPK dan satu soal cerita FPB) yang dilakukan oleh 20 siswa SMP.Kemudian dipilih satu siswa dari tiap-tiap bentuk kesalahan untuk diwawancarai. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 1 siswa menentukan penyelesaian semua soal menggunakan KPK, 1 siswa menentukan penyelesaian semua soal menggunakan FPB, 3 siswa menentukan penyelesaian terbalik (soal KPK diselesaikan menggunakan FPB dan sebaliknya), 2 siswa menentukan nilai KPK dan FPB terbalik (menentukan nilai KPK dengan prosedur FPB dan sebaliknya), 5 siswa menentukan nilai KPK dan FPB tidak sesuai prosedur, dan 8 siswa menjawab dengan benar. Siswa yang salah menentukan penyelesaian disebabkan kesulitan membedakan soal cerita KPK dan FPB. Siswa yang salah menentukan nilai KPK dan FPB disebabkan siswa tidak mengetahui cara menentukan nilai KPK dan FPB.
Pengembangan Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa melalui Model Pembelajaran Creative Problem Solving Berpendekatan Open Ended
Kuswanto, Heri
Prosiding Konferensi Nasional Penelitian Matematika dan Pembelajarannya 2016: Prosiding Konferensi Nasional Penelitian Matematika dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kemampuan berpikir kreatif adalah kemampuan untuk menghasilkan ide atau cara baru dalam menyelesaikan dan menghasilkan suatu produk. Dalam proses pembelajaran matematika berpikir kreatif sangat diperlukan untuk dapat mengembangkan kreatifitas siswa dalam menyelesaikan masalah matematika. Kemampuan berpikir kreatif siswa dalam proses pembelajaran dapat dilihat dari berbagai aspek diantaranya munculnya pertanyaan untuk peninggian harapan dan antisipasi; menggali informasi yang ada; menguraikan secara hati-hati dan sistematik terhadap informasi yang tersaji; menyiapkan secara fisik terhadap informasi yang dipresentasikan; memperdalam kesadaran tentang masalah, kesulitan dan kesenjangan informasi; mendorong sifat-sifat atau kecenderungan pribadi kreatif; dan mempertinggi kepedulian dan hasrat ingin tahu. Kajian teori ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana cara untuk dapat mengembangkan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa dalam proses pembelajaran matematika. Dalam kajian teori dan bedah jurnal yang telah dilakukan, kemampuan berpikir kreatif matematis siswa dapat dikembangkan melalui pendekatan Open–Ended problem dan model pembelajaarn berbasis masalah. Salah satu model pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa adalah model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS). Hal ini disebabkan karena dengan model pembelajaran CPS ini siswa akan lebih dapat berperan aktif dalam proses pembelajaran dan dapat menumbuh kembangkan keterampilan berfikirnya karena siswa dituntut untuk mengeluarkan ide – ide penyelesaian masalah baik secara individu maupun kelompok dalam proses pembelajaran.
Penerapan Model Pembelajaran Penemuan Terbimbing Berbasis Lesson Study pada Pembelajaran Matematika Kelas VIII Semester Ganjil di UPTD SMP Negeri 1 Prambon Tahun Ajaran 2013/2014
Ulya, Izzatul;
Abdul Qohar, Abdul;
Katminingsih, Yuni
Prosiding Konferensi Nasional Penelitian Matematika dan Pembelajarannya 2016: Prosiding Konferensi Nasional Penelitian Matematika dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan mengetahui peningkatan pemahaman konsep dan keaktifan siswa setelah menggunakan model pembelajaran penemuan terbimbing berbasis Lesson Study pada materi teorema pythagoras. Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen berbentuk Pre Experimental Design dengan subyek siswa kelas VIII UPTD SMPN 1. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus,menggunakan instrumen berupa RPP, post-test pemahaman konsep, lembar observasi keaktifan siswa dan Lembar Kerja Siswa (LKS). Berdasarkan analisa data penelitian, diperoleh nilai rata- rata siswa pada saat post- test I adalah 63,60 sedangkan nilai rata- rata pada saat post- test IIadalah 78,53. Nilai siswa ada peningkatan sebesar 14,93 dari post- test I ke post-test II.Sedangkan pada keaktifan siswa, rata-rata nilai keaktifan pertemuan pertama (I) siswa adalah 26,03 sedangkan rata-rata nilai keaktifanpertemuan kedua (II) siswa adalah 28,23. Dapat disimpulkan bahwa nilai keaktifan siswa ada peningkatan sebesar 2,20 dari keaktifan I ke keaktifan II. Kesimpulan yang dapat diambil adalah adanya peningkatan secara signifikan terhadap pemahaman konsep siswa setelah menggunakan model pembelajaran penemuan terbimbing berbasis Lesson Study pada materi teorema pythagorasdan ada peningkatan secara signifikan terhadap keaktifan siswa yang menggunakan model pembelajaran penemuan terbimbing berbasis Lesson Study pada materi teorema pythagoras.
Analisis Kesulitan Siswa Kelas IX SMP dalam Menyelesaikan Soal pada Materi Barisan dan Deret
Hardiyanti, Arif
Prosiding Konferensi Nasional Penelitian Matematika dan Pembelajarannya 2016: Prosiding Konferensi Nasional Penelitian Matematika dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan siswa kelas IX SMP dalam menyelesaikan permasalahan mengenai materi barisan dan deret. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan data dilakukan dengan metode tes dan wawancara. Analisis dilakukan dengan memberikan tes tertulis berbentuk soal uraian yang berjumlah 5 soal dan wawancara kemudian menganalisis hasil tes dan hasil wawancara dengan siswa. Hasil analisis menunjukkan bahwa : (1) kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal materi baris dan deret adalah kesulitan dalam menentukan rumus suku ke-n dari suatu barisan aritmatika dan geometri. Siswa hanya menentukan suku ke-n dengan mensubtitusikan nilai a dan b tanpa harus menyederhanakan lagi hasil dari rumus ke-n tersebut; (2) kesulitan dalam memahami konsep suku pertama dari suatu barisan; (3) Kesulitan dalam memahami maksud dari soal yang diberikan sehingga siswa kesulitan dalam menuliskan apa yang diketahui dan ditanyakan serta menentukan langkah penyelesaian dari soal cerita mengenai materi barisan aritmatika dan geometri.
Metode Socrates dalam Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa
Khairuntika, K
Prosiding Konferensi Nasional Penelitian Matematika dan Pembelajarannya 2016: Prosiding Konferensi Nasional Penelitian Matematika dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut siswa untuk dapat mengembangkan kemampuan berpikirnya dalam menghadapi fenomena tersebut. Salah satu kemampuan berpikir yang dapat dikembangkan adalah kemampuan berpikir kritis. Kemampuan berpikir kritis adalah proses berpikir secara sistematis yang memberikan kesempatan pada siswa untuk merumuskan dan mengevaluasi setiap keputusannya dengan tepat. Berpikir kritis penting karena (1) mengembangkan kemampuan individual secara maksimal, baik secara fisik, emosi, filosofi, estetika, dan intelektual; (2) mempersiapkan siswa untuk mencukupi kebutuhan ekonominya secara mandiri dan siap menghadapi dunia kerja, mengajarkan siswa untuk mendapatkan dan menghasilkan kebutuhan serta pelayanan yang diinginkan, dan mengatur sumber daya seseorang secara efisien; (3) mengutamakan tanggung jawab untuk berpartisipasi aktif dalam masyarakat. Salah bsatu metode yang dapat digunakan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis adalah metode Socrates. Metode Socrates adalah proses diskusi yang dipimpin guru untuk membuat siswa mempertanyakan validitas penalarannya atau untuk mencapai sebuah kesimpulan. Seluruh percakapan dalam metode Socrates merupakan percakapan yang bersifat konstruktif dan menggunakan pertanyaan-pertanyaan Socrates. Terdapat hubungan antara metode Socrates dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa. Beberapa hasil penelitian juga menunjukkan bahwa metode Socrates dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa.
Analisis Kesulitan Mahasiswa Dalam Menyelesaikan Persamaan Differensial Tingkat Satu
Oktavia, Ayu;
Khotimah, Rita Pramujiyanti
Prosiding Konferensi Nasional Penelitian Matematika dan Pembelajarannya 2016: Prosiding Konferensi Nasional Penelitian Matematika dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis kesulitan dan faktor penyebab kesulitan mahasiswa dalam menyelesaikan persamaan differensial tingkat satu. Jenis penelitian ini adalah diskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa semester lima program studi Pendidikan Matematika FKIP UMS yang berjumlah 7 orang. Metode pengumpulan data adalah wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data melalui tiga aktivitas, yaitu: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan mahasiswa mengalami kesulitan, pertama kesulitan pemahaman konsep yang meliputi: (1) kesulitan merumuskan ciri atau bentuk umum persamaan differensial; (2) kesulitan menentukan teknik penyelesaian persamaan differensial. Kedua kesulitan penerapan konsep yang terdiri: (1) kesulitan dalam langkah-langkah perhitungan; (2) kesulitan dalam materi prasyarat. Faktor penyebab mahasiswa mengalami kesulitan, pertama faktor intrinsik, yaitu: aktivitas belajar kurang, kesulitan mengingat rumus, kebiasaan yang kurang baik, kurang latihan soal, tidak adanya motivasi belajar, latar belakang pendidikan yang tidak sesuai. Kedua faktor ekstrinsik, yaitu terlalu aktif dalam kegiatan sosial di lingkungan masyarakat.
Dampak Problem Based Learning dan Discovery Learning Ditinjau dari Kemampuan Koneksi terhadap Hasil Belajar Matematika SMP
Sarah, Umay;
Sutama, S
Prosiding Konferensi Nasional Penelitian Matematika dan Pembelajarannya 2016: Prosiding Konferensi Nasional Penelitian Matematika dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan diadakan penelitian ini untuk mengkaji: (1) Kontribusi strategi pembelajaranDiscovery Learning (DL)dan Problem Based Learning (PBL) terhadap hasil belajar matematika, (2) kontribusi kemampuan koneksi matematik siswa terhadap hasil belajar matematika, (3) Interaksi penggunaan strategi pembelajaran dan kemampuan koneksi matematik terhadap hasil belajar matematika. Jenis penelitian yang digunakan yaitu eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas VIII SMP N 1 Kartasura Tahun Ajaran 2015/2016. Sampel yang diambil sebanyak dua kelas, yaitu kelas eksperimen yang diberi perlakuan strategi DL dan kelas kontrol yang diberi strategi PBL. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan dilakukan dengan teknik Cluster Random Sampling. Metode dalam pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes dan pengamatan. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis variansi dua jalur sel tak sama. Sebelum uji analisis dilakukan, sampel harus dilakukan uji prasyarat terlebih dahulu yaitu uji normalitas menggunakan uji Shapiro-Wilkdan uji homogenitas menggunakan uji F. Berdasarkan hasil penelitian dengan �= 5%, diperoleh : (1) tidak ada kontribusi strategi DLdan PBLterhadap hasil belajar matematika, (2) ada kontribusikemampuan koneksi matematik siswa terhadap hasil belajar matematika, (3) Tidak ada Interaksipenggunaan strategi pembelajaran dan kemampuan koneksi matematik terhadap hasil belajar matematika.
Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Ditinjau dari Kemampuan Komunikasi Matematik
Hima, Lina Rihatul;
Masruroh, Siti Lailatul
Prosiding Konferensi Nasional Penelitian Matematika dan Pembelajarannya 2016: Prosiding Konferensi Nasional Penelitian Matematika dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) bagaimana pelaksanaan pembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran problem based learning. Selain itu juga untuk mendeskripsikan (2) bagaimana kemampuan komunikasi matematik siswa menggunakan model pembelajaran problem based learning. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif, jenis penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi, tes tertulis dan wawancara. Pengambilan data dilakukan dua tahap. Tahap pertama adalah memberikan instrumen tes tertulis. Tahap kedua adalah tes wawancara terhadap subyek terpilih. Pengambilan subjek penelitian dibagi dalam tiga tingkatan yaitu tingkat kemampuan tinggi, tingkat kemampuan sedang, dan tingkat kemampuan rendah. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah (1) keterlaksanaan sintak pembelajaran atau kesesuaian aktivitas guru dengan RPP yang telah dirancang sebelumnya dalam menggunakan model pembelajaran problem based learning berlangsung dengan baik dengan prosentasenya 84,97% atau dalam kategori sangat baik. Sedangkan aktivitas siswa selama pembelajaran berlangsung dengan model pembelajaran problem based learning sudah terlaksana dengan baik dan bisa dikatakan berhasil dimana prosentasenya mencapai 88,27% atau dalam kategori sangat baik. Sedangkan untuk kemampuan komunikasi matematik siswa secara umum dalam kriteria baik.
Analisis Kesalahan Koneksi Matematis Siswa pada Materi Sistem Persamaan Linier Dua Variabel
Rismawati, Melida;
Irawan, Edy Bambang;
Susanto, Hery
Prosiding Konferensi Nasional Penelitian Matematika dan Pembelajarannya 2016: Prosiding Konferensi Nasional Penelitian Matematika dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Koneksi matematis merupakan bagian penting yang harus mendapat penekanan di setiap jenjang pendidikan. Semakin banyak siswa dapat membuat koneksi matematika, maka pembelajaran akan bermakna dan optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kesalahan siswa dalam membuat koneksi matematis pada materi sistem persamaan linier dua variabel. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subyek penelitian adalah 12 siswa SMA Negeri 2 Batu. Pengumpulan data dilakukan dengan menggabungkan dua kegiatan utama yaitu pengerjaan tes kemampuan koneksi matematis dan wawancara. Tes untuk mengetahui kesalahan koneksi matematis siswa menggunakan materi sistem persamaan linier dua variabel. Hasil tes dianalisis menggunakan indikator koneksi matematis yaitu: (1) mengenal dan menggunakan hubungan diantara ide-ide matematis, (2) memahami bagaimana ide matematis saling berhubungan dan membangun satu sama lain untuk menghasilkan keseluruhan yang koheren. Hasil analisis data menunjukkan bahwa tidak ada siswa yang dapat menjawab soal dengan benar. Hal tersebut disebabkan karena siswa belum dapat menghubungkan satu konsep dengan konsep lain yang sudah dipelajari untuk menyelesaikan soal SPLDV, siswa belum dapat mengenali ide- ide matematis, siswa belum dapat menggunakan ide-ide matematis untuk menyelesaikan soal SPLDV, dan siswa belum dapat melihat bahwa SPLDV dapat dimodelkan kedalam berbagai macam model soal yang berbeda.