Articles
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DITINJAU DARI KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIK
Hima, Lina Rihatul
Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika (JIPM) Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : IKIP PGRI Madiun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
 This study aims to determine (1) how the implementation of learning mathematics using problem-based learning model of learning. In addition, to describe (2) how the students use the communication skills of mathematical learning model of problem-based learning. This study includes qualitative research, this kind of research using qualitative descriptive. The collection of data through observation, documentation, written test and interview. Data was taken two stages. The first stage is to give a written test instrument. The second stage is the interview of the subject selected. Making the research subjects were divided into three levels, namely a high skill level, ability level medium and low skill levels. Conclusion The results of this study were (1) reached learning the syntax or the suitability of the activities of teachers with lesson plans that have already been designed in using learning model of problem-based learning is progressing well with the percentage 84.97% or in the excellent category. While the activities of students during the learning progress with the learning model of problem-based learning has been performing well and is successful where the percentage reached 88.27% or in the excellent category.As for the students mathematical communication skills in general in both criteria. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) bagaimana pelaksanaan pembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran problem based learning. Selain itu juga untuk mendeskripsikan (2) bagaimana kemampuan komunikasi matematik siswa menggunakan model pembelajaran problem based learning.Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif, jenis penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi, tes tertulis dan wawancara.Pengambilan data dilakukan dua tahap.Tahap pertama adalah memberikan instrumen tes tertulis.Tahap kedua adalah tes wawancara terhadap subyek terpilih. Pengambilan subjek penelitian dibagi dalam tiga tingkatan yaitu tingkat kemampuan tinggi, tingkat kemampuan sedang, dan tingkat kemampuan rendah.Kesimpulan hasil penelitian ini adalah (1) keterlaksanaan sintak pembelajaran atau kesesuaian aktivitas guru dengan RPP yang telah dirancang sebelumnya dalam menggunakan model pembelajaran problem based learning berlangsung dengan baik dengan prosentasenya 84,97% atau dalam kategori sangat baik. Sedangkan aktivitas siswa selama pembelajaran berlangsung dengan model pembelajaran problem based learning sudah terlaksana dengan baik dan bisa dikatakan berhasil dimana prosentasenya mencapai 88,27% atau dalam kategori sangat baik. Sedangkan untuk kemampuan komunikasi matematik siswa secara umum dalam kriteria baik.
PENGGUNAAN STRATEGI PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR UNTUK MENGEMBANGKAN MODUL PEMBELAJARAN
Hima, Lina Rihatul;
Santia, Ika
Jurnal Pembelajaran Matematika Vol 5, No 2 (2018): Jurnal Pembelajaran Matematika
Publisher : Jurnal Pembelajaran Matematika
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (182.598 KB)
Abstract:This research is motivated by the existence of learning media that still unable to improve students' thinking skills. Learning media which is developed in this study are learning module. The learning module is expected to deepen students’ understanding of concepts and improve their ability to think critically. Module development uses one learning strategy that supports the research objectives. The strategy used is a strategy to improve thinking skill. Based on this background, the research questions are: (1) how is the development of learning module using thinking skill enhancement strategy? (2) How do students respond to the development of learning module using strategy for improving thinking skills? The development of learning module in this study uses ADDIE development model. This model has five stages of development, namely Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The subjects in this study are seventh grade students of Private Junior High School (SMP) Wahidiyah Kediri. The instruments are in the form of learning module and students’ response questionnaires. The conclusions are: (1) The module is feasible and valid for students, and (2) Students’ response about the use of learning module is very good. Researchers’ suggestions for further development are: (1) learning module using thinking skill enhancement strategy needs to be completed in the form of content. concept, and design in order to create interesting and conducive learning atmosphere; (2) further development of other materials using thinking skill enhancement strategy is needed; and (3) further development refers to the latest curriculum used in educational institution, so that the learning module in line with the latest curriculum development..Keywords: Modules, Thinking Skill Enhancement Strategy.
IHT tentang Pembelajaran Berdiferensiasi dan Berlitnum (Berpikir Literasi Numerasi) di SD Negeri Pranggang 3 Plosoklaten Kediri
Sulistyono, Bambang Agus;
Handayani, Aprilia Dwi;
Santia, Ika;
Hima, Lina Rihatul;
Samijo, Samijo;
Yohanie, Dian Devita
Kontribusi: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): November 2024
Publisher : Cipta Media Harmoni
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53624/kontribusi.v5i1.499
Latar Belakang: Pembelajaran di sekolah dasar seringkali dihadapkan pada tantangan untuk mengakomodasi perbedaan kemampuan siswa. Pembelajaran Berdiferensiasi dan Berpikir Literasi Numerasi (Berlitnum) merupakan strategi yang diperlukan guna menjawab tantangan ini. Tujuan: Program ini bertujuan untuk melatih guru dalam penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi dan Literasi Numerasi, yang diselenggarakan oleh tim dari Universitas Nusantara PGRI Kediri bekerja sama dengan mitra SD Negeri Pranggang 3 Plosoklaten Kediri. Metode: Pelatihan dilaksanakan dengan metode In House Training (IHT) yang melibatkan enam dosen dan dua mahasiswa. Kegiatan terdiri dari penyampaian teori, simulasi, pendampingan, dan evaluasi implementasi. Hasil: Berdasarkan survei kepuasan, pelatihan mendapatkan skor rata-rata kepuasan 90%, dengan kualitas penyampaian fasilitator mencapai skor 96%, dan pemahaman guru mengenai konsep diferensiasi sebesar 94%. Selain itu, implementasi strategi pembelajaran di kelas menunjukkan peningkatan kemampuan literasi numerasi siswa sebesar 15%, berdasarkan hasil pre-test dan post-test yang dilakukan sebelum dan sesudah pelatihan. Kesimpulan: Program PKM ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kemampuan guru dalam mengimplementasikan strategi diferensiasi dan literasi numerasi di kelas.
Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Ditinjau dari Kemampuan Komunikasi Matematik
Hima, Lina Rihatul;
Masruroh, Siti Lailatul
Prosiding Konferensi Nasional Penelitian Matematika dan Pembelajarannya 2016: Prosiding Konferensi Nasional Penelitian Matematika dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) bagaimana pelaksanaan pembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran problem based learning. Selain itu juga untuk mendeskripsikan (2) bagaimana kemampuan komunikasi matematik siswa menggunakan model pembelajaran problem based learning. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif, jenis penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi, tes tertulis dan wawancara. Pengambilan data dilakukan dua tahap. Tahap pertama adalah memberikan instrumen tes tertulis. Tahap kedua adalah tes wawancara terhadap subyek terpilih. Pengambilan subjek penelitian dibagi dalam tiga tingkatan yaitu tingkat kemampuan tinggi, tingkat kemampuan sedang, dan tingkat kemampuan rendah. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah (1) keterlaksanaan sintak pembelajaran atau kesesuaian aktivitas guru dengan RPP yang telah dirancang sebelumnya dalam menggunakan model pembelajaran problem based learning berlangsung dengan baik dengan prosentasenya 84,97% atau dalam kategori sangat baik. Sedangkan aktivitas siswa selama pembelajaran berlangsung dengan model pembelajaran problem based learning sudah terlaksana dengan baik dan bisa dikatakan berhasil dimana prosentasenya mencapai 88,27% atau dalam kategori sangat baik. Sedangkan untuk kemampuan komunikasi matematik siswa secara umum dalam kriteria baik.
Metode Pbl (Problem Based Learning) Pada Pembelajaran Matematika Dalam Mengembangkan Reasoning Habit dan Sense Making Peserta Didik
Hima, Lina Rihatul;
Anwar, Syahroni
Prosiding Konferensi Nasional Penelitian Matematika dan Pembelajarannya 2016: Prosiding Konferensi Nasional Penelitian Matematika dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Bagaimana penerapan metode problem based learning pada pembelajaran matematika. Selain itu juga untuk mendeskripsikan (2) Bagaimana reasoning habit dan sense making peserta didik pada pembelajaran Matematika. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif, jenis penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif.Pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi, tes tertulis dan wawancara.Pengambilan data dilakukan dengan melakukan observasi, memberikan instrumen tes tertulis dan tes wawancara.Pengambilan subjek penelitian dibagi dalam tiga tingkatan yaitu tingkat kemampuan tinggi, tingkat kemampuan sedang, dan tingkat kemampuan rendah.Kesimpulan hasil penelitian ini adalah (1) keterlaksanaan sintak pembelajaran atau kesesuaian aktivitas guru dalam menggunakan metode problem based learning berlangsung dengan baik. Secara klasikal aktivitas guru selama proses pembelajaran mencapai 87% atau dalam kategori baik. Dengan demikian indikator aktivitas guru sesuai sintak pembelajaran memenuhi kriteria baik. Aktivitas peserta didik selama pembelajaran berlangsung dengan metode problem based learning sudah terlaksana dengan baik. Secara klasikal aktivitas peserta didik selama proses pembelajaran mencapai 82,5% atau dalam kategori baik. (2) Sedangkan reasoning habit dan sense making peserta didik secara umum tergolong kategori baik.
Workshop Pengembangan Media Pembelajaran Alternatif Berbasis Mentimeter Bagi Guru MGMP SMP Kota Kediri
Sulistyono, Bambang Agus;
Hima, Lina Rihatul;
Handayani , Aprilia Dwi;
Yohanie, Dian Devita;
Darsono, Darsono
Dedikasi Nusantara: Jurnal Pengabdian Masyarakat Pendidikan Dasar Vol 3 No 2 (2023): Desember
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29407/dedikasi.v3i2.21829
Peningkatan kualitas pendidikan memerlukan adaptasi terhadap perkembangan teknologi yang terus berubah. Guru-guru SMP yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Matematika Kota Kediri memiliki peran sentral dalam mewujudkan pembelajaran yang inovatif. Workshop ini bertujuan untuk mengembangkan pemahaman dan keterampilan guru dalam memanfaatkan platform interaktif, khususnya Mentimeter, sebagai media pembelajaran alternatif yang dinamis. Workshop ini memberikan wadah bagi para guru untuk mempelajari dan mempraktikkan penggunaan fitur-fitur interaktif Mentimeter, seperti kuis, jajak pendapat, dan word cloud. Diharapkan bahwa inisiatif ini akan memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kualitas pembelajaran di tingkat SMP, serta membuka pintu bagi pengalaman belajar yang lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan siswa di Kota Kediri. Kesimpulannya, workshop ini merupakan langkah strategis dalam mendukung para guru MGMP SMP Kota Kediri dalam menghadapi tuntutan zaman, memperkuat kualitas pembelajaran, dan membentuk generasi pelajar yang siap bersaing di era global yang terus berkembang.
Membangun Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Menggunakan Media Komik Dalam Pembelajaran Matematika
Hima, lina Rihatul;
Ni’mah, Khomsatun
Jurnal Math Educator Nusantara: Wahana Publikasi Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan Matematika Vol 2 No 02 (2016): volume 2 no 2 tahun 2016
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Nusantara PGRI Kediri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (181.384 KB)
|
DOI: 10.29407/jmen.v2i02.703
Abstrak. Kemampuan komunikasi matematik merupakan kemampuan mengekspresikan ide-ide matematis melalui lisan maupun tulisan, menggambarkan secara visual serta kemampuan dalam mnggunakan istilah-istilah dan notasi-notasi matematika untuk menyajikan ide matematis melalui tulisan. Untuk memunculkankemampuan komunikasi matematik, akan dibuat media yang berupa komik. Komik tersebut mengandung materi-materi matematika yang dikemas apik sehingga membuat siswa tertarik. Komik yang dimaksud disebut dengan komik matematika. Komik matematika merupakan media pembelajaran menyajikan materi pembelajaran matematika yang dikemas dalam bentuk sebuah komik dan memiliki sebuah alur seolahmenjadi sebuah cerita yang berhubungan dengan materi matematika. Berdasarkan uraian di atas, rumusan masalah pada penelitian ini adalah bagaimana membangun komunikasi matematis siswa menggunakan media komik dalam pembelajaran matematika. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui cara membangun komunikasi matematis siswa menggunakan media komik dalam pembelajaran matematika. Dilihatdari permasalahan yang akan dibahas pada penelitian ini penulis akan menggunakan jenis penelitian deskriptif. Pola penelitian yang digunakan adalah penelitian dengan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Penelitian ini dilakukan di SDN Balongmojo kec. Puri Mojokerto yang beralamatkan di Dusun Setoyo, Desa Balongmojo, kec. Puri Kabupaten Mojokerto. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi matematik siswa dalam menyelesaikan soal bangun ruang setelah diterapkan penggunaan komik matematika yaitu: Kemampuan komunikasi matematik siswa yang tergolong dalam kemampuan tinggi subjek NF dan SP, kemampuan sedang adalah subjek DR, IR dan RR dalam menyelesaikan soal bangun ruang termasuk kriteria baik. Kemampuan komunikasi metematik siswa yang tergolong dalam kemampuan rendah adalah subjek HS. Kata kunci: kemampuan komunikasi matematika, komik matematika
INOVASI MEDIA PEMBELAJARAN GAME QUARTET CARD PADA MATERI BANGUN RUANG SISI DATAR KELAS VIII SMP
Anggraini, Novia Afriana;
Santia, Ika;
Hima, Lina Rihatul
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10, Nomor 02 Juni 2025 publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/jp.v10i02.27863
The purpose of this research is to develop quartet card learning media on flat-sided space building material. This research uses the Research and Development (R&D) method with the ADDIE model which consists of 5 stages, namely Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The data collection techniques used are interviews, questionnaires, and observations. The validity of the quartet card learning media is seen from the results of the expert validation test with a percentage score obtained of 89.6% from media experts, 81.3% from material experts, and 92.3% from practitioners who are included in the category of very valid learning media can be used without revision. The results of student responses on small-scale trials obtained a percentage of 82% and large-scale trials obtained a percentage of 83% with a very interesting category, meaning that the attractiveness of quartet card learning media is very good. The quartet card learning media is declared valid and interesting to use in learning mathematics on flat-sided space building material.
Peningkatan Hasil Belajar Barisan Aritmatika Siswa SMK Melalui Pembelajaran Open Ended Problems
Putri, Like Rizky;
Hima, Lina Rihatul;
Santia, Ika
Polinomial : Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Papanda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56916/jp.v4i3.1880
This study aims to improve students’ learning outcomes in arithmetic sequences through the implementation of the open-ended problems learning model. The background of the research highlights students' difficulties in understanding mathematical concepts, particularly arithmetic sequences, due to teacher-centered learning methods and limited student engagement. A total of 88.88% of students in class X-TKJ at SMK Arrahmah Papar did not meet the Minimum Mastery Criteria (KKM) of 75 in the Mid-Semester Exam. The open-ended problems approach was chosen based on its proven effectiveness in enhancing students' critical and creative thinking skills (Nazareth & Mukhlis, 2022). This study used a quantitative approach with a One Group Pretest-Posttest Design. The research subjects consisted of 36 students. Data were collected through mathematics pretest and posttest, teacher observation sheets, and student response questionnaires. The results showed a significant improvement in learning outcomes, with the average score increasing from 61.39 (pretest) to 82.36 (posttest). The Paired Sample t-test yielded a significance value of 0.000 (< 0.05), indicating a significant difference between pretest and posttest scores. Teacher activity was rated very good with an average of 88.15%, while student responses were positive with an average of 81.18%. The study concludes that the open-ended problems learning model is effective in improving both the learning outcomes in arithmetic sequences and students’ critical and creative thinking abilities