cover
Contact Name
Usep Sahrudin
Contact Email
jptt.fapet@gmail.com
Phone
+628156006706
Journal Mail Official
jptt.fapet@gmail.com
Editorial Address
Departemen Produksi Lantai 2 Gedung 5, Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran Jln. Raya Bandung Sumedang Km. 21. Jatinangor 45363
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Produksi Ternak Terapan (JPTT)
ISSN : -     EISSN : 27226611     DOI : https://doi.org/10.24198/jptt
Jurnal Produksi Ternak Terapan (JPTT) covers concepts, models, innovations and implementations in the field of animal husbandry and biosciences in a broad sense, which include: livestock production, livestock breeding and biometrics, as well as livestock reproduction and artificial insemination, which have been considered and approved by the Editorial Board, as efforts to improve scientific quality in the development of livestock production.
Articles 70 Documents
DISPERSI POPULASI SAPI PASUNDAN BERDASARKAN KONDISI GEOGRAFIS DI KABUPATEN GARUT Johar Arifin; Andre R. Daud; Asep Anang; Rija Sudirja
Jurnal Produksi Ternak Terapan Vol 1, No 1 (2020): April
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.601 KB) | DOI: 10.24198/jptt.v1i1.27645

Abstract

Garut District is one of Pasundan Cows Population in West Java, The modus of population is the south coast. The aim of the research is to determinate about dispersion population of Pasundan cows at Garut District based on geographic condition themselves and migration pattern them. The research was done from  December 2019 until January 2020 at basic population area. The method using is descriptive, so survey was done on area basic population based on topography, agronomy, temperature, rainfall, humidity and hydrology. The result of this research is the dispersion population of Pasundan Cows at Cibalong, Pameungpeuk and Cikelet sub district that have villages with sloping and flat topography (land slope  under 450) on height from sea level under 500 hsl, air temperature 25-32 ºC  on rain fall 2000-25000 mm/year. Their climatology adapted with agro climatology and hydrology on grazing. The hydrology is influenced Cikaso, Cibaluk and Cieurih River. Mekarmukti and Caringin Sub District are not basic population of Pasundan Cows, because two area is a exclusive gardeners. The migration among animal is influenced geographic condition it. Conclusion of this research is dispersion of Pasundan Cows Population is influenced the geographic condition, as agro climatology, topography, temperature, rainfall, humidity and hydrology that enveloping grazing area.
Identifikasi Sifat Kualitatif Dan Kuantitatif Puyuh Betina Persilangan Malon Dengan Coturnix-Coturnix Japonica Di Laquila Farm Sukabumi Destiana Wijaya; endang Sujana; Iwan Setiawan
Jurnal Produksi Ternak Terapan Vol 2, No 2 (2021): Oktober
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.835 KB) | DOI: 10.24198/jptt.v2i2.35379

Abstract

Penelitian telah dilaksanakan pada bulan April 2021 di Laquila Farm Sukabumi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendapatkan deskripsi mengenai  sifat kualitatif dan kuantitatif puyuh betina persilangan Malon dengan Coturnix-coturnix japonica . Objek penelitian yang digunakan yaitu puyuh betina dewasa persilangan Malon dengan Coturnix-coturnix japonica  dengan jumlah sampel sebanyak 72 ekor berdasarkan rumus Slovin. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan secara deskriptif, puyuh betina persilangan Malon dengan Coturnix-coturnix japonica  memiliki warna bulu keseluruhan coklat kuning bertotol coklat tua, bulu bagian kepala berwarna kuning bertotol coklat, bulu bagian leher berwarna putih kekuningan bertotol coklat, bulu bagian dada berwarna putih kekuningan, bagian paruh dominan berwarna abu-abu dibandingkan warna kuning kehitaman, dan bagian shank berwarna kuning. Puyuh betina persilangan Malon dengan Coturnix-coturnix japonica  memiliki rata-rata bobot badan 195,14 ± 10,75 gram; lebar kepala 2,15 ± 0,04 cm;  leher 1,47 ± 0,09 cm; panjang paruh 1,43 ± 0,07 cm; lebar paruh 0,43 ± 0,01 cm; panjang dada 7,62 ± 0,29 cm; lebar dada 4,55 ± 0,32 cm; panjang paha 8,55 ± 0,22 cm; panjang shank 2,74 ± 0,24 cm; panjang shank 1,40 ± 0,10 cm; dan jarak kedua tulang pubis 3,02 ± 0,30 cm.
Sebaran Runpun dan Pola Warna Bulu Domba Lokal Betina Pada Beberapa Pasar Hewan di Wilayah III Cirebon (Ciayumajakuning) Yayan Septiana
Jurnal Produksi Ternak Terapan Vol 1, No 2 (2020): Oktober
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.263 KB) | DOI: 10.24198/jptt.v1i2.31678

Abstract

Pola pemeliharan dan seleksi domba lokal yang dilakukan peternak di Indonesia menghasilkan rumpun dan pola warna bulu yang beragam. Rumpun yang berkembang dengan baik di Wilayah III Cirebon adalah Domba Garut, Domba Priangan, Domba Ekor Tipis dan Domba Ekor Gemuk. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sebaran rumpun dan pola warna bulu domba lokal betina pada beberapa pasar hewan di Wilayah III Cirebon. Metode penelitian menggunakan deskriptif analitik dengan cara pengumpulan data menggunakan metode sensus dengan melihat parameter rumpun dan pola warna bulu domba lokal betina pada beberapa pasar hewan di Wilayah III Cirebon. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi gambaran persebaran suatu rumpun dan pola warna bulu di Wilayah III Cirebon. Berdasarkan hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa sebaran rumpun domba lokal betina yang tersebar adalah Domba Garut sebanyak 691 ekor (51,72%), Domba Priangan 439 ekor (32,86%), Domba Ekor Gemuk sebanyak 107 ekor (8,01%), Domba Ekor Tipis 84 ekor (6,29%), dan ditemukan rumpun domba lain sebanyak 15 ekor (1,12%). Untuk pola warna bulu domba didominasi oleh warna putih sebanyak 981 ekor (73,43%), hitam 178 ekor (13,32%), kombinasi 118 ekor (8,83%), dan cokelat sebanyak 59 ekor (4,42%) dari total populasi 1336 ekor dalam 2 kali pengambilan data.
Evaluasi Haugh Unit (HU) dan Indeks Albumen dengan Menggunakan Gelombang Ultrasonik pada Telur Ayam Ras Mega Febria; Dani Garnida; Indrawati Yudha Asmara; Darmawan Hidayat
Jurnal Produksi Ternak Terapan Vol 3, No 1 (2022): April
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.171 KB) | DOI: 10.24198/jptt.v3i1.37916

Abstract

Cara penentuan kualitas interior telur yaitu Haugh Unit (HU) dan Indeks Albumen penting untuk dikembangkan agar bisa dilakukan secara non-destruktif sehingga lebih efektif dan efisien. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui nilai haugh unit dan indeks albumen telur ayam ras secara non-destruktif menggunakan gelombang ultrasonik. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif dengan pengambilan sampel secara purposive sampling. Dipilih 37 butir telur ayam ras segar yang kemudian diuji kualitas interiornya yaitu HU dan Indeks Albumen menggunakan gelombang ultrasonik dengan frekuensi transduser 200 kHz. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai HU dan Indeks Albumen telur ayam ras segar secara berturut-turut sebesar 91,95 ± 4,14 dan 0,117 ± 0,014. Rata-rata kecepatan rambat gelombang dan koefisien atenuasi secara berturut-turut sebesar 2127,14 ± 81,43 m/s dan 68,61 ± 2,25. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa kualitas interior telur ayam ras segar yaitu Haugh unit (HU) dan Indeks Albumen telur dapat diketahui secara non-destruktif menggunakan parameter kecepatan rambat dan koefisien atenuasi gelombang ultrasonik.
Evaluasi Kualitas Eksterior Telur Tetas pada Parent Stock Ayam Broiler Strain Cobb dan Ross di PT. Charoen Pokphand Jaya Farm Unit Purwakarta Alfiah Almas Hamid; Nena Hilmia; Dani Garnida
Jurnal Produksi Ternak Terapan Vol 2, No 1 (2021): April
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.252 KB) | DOI: 10.24198/jptt.v2i1.35016

Abstract

Penelitian mengenai “Evaluasi Kualitas Eksterior Telur Tetas pada Parent Stock Ayam Broiler Strain Cobb dan Ross di PT. Charoen Pokphand Jaya Farm Unit Purwakarta,“ telah dilaksanakan pada bulan Agustus-Oktober 2019.  Penelitian dilakukan untuk mengetahui kualitas eksterior telur yang dihasilkan parent stock ayam broiler strain Cobb dan Ross.  Telur yang digunakan adalah telur yang dihasilkan dari strain Cobb 2.121 butir dan strain Ross 2.673 butir.  Penelitian menggunakan metode deskriptif dan pengambilan data secara simple random sampling.  Variable yang diamati meliputi berat telur dan shape index (panjang dan lebar).  Hasil penelitian menunjukkan strain Cobb memiliki rataan berat telur 69,48 g dan shape index 76,00 sedangkan strain Ross memiliki rataan berat telur 65,58 g dan shape index 77,63.  Strain berpengaruh terhadap kualitas eksterior telur tetas.  Strain Cobb memiliki berat telur yang lebih tinggi dari strain Ross namun shape indexnya lebih rendah. Shape index strain Cobb dominan oval/normal sedangkan shape index strain Ross dominan bulat.
FERTILITAS KERBAU LUMPUR MENGGUNAKAN INSEMINASI BUATAN DAN KAWIN ALAM PASCA SINKRONISASI BIRAHI Nisfu Bayu Kurniadi; Fachroerrozi Hoesni; Bayu Rosadi
Jurnal Produksi Ternak Terapan Vol 1, No 1 (2020): April
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.436 KB) | DOI: 10.24198/jptt.v1i1.27646

Abstract

This study was conducted to evaluate the fertility of swamp buffalo synchronized by prostaglandin administration prior to both natural mating and artificial inse-mination (AI). Thirty six swamp buffalo cows were intramuscularly injected by 35 mg prostaglandin (Lutalyse®, Pfizer, Puurs, Belgium) twice in eleven consecutive days. The buffaloes that exhibit estrous signs allotted into 2 treatments i.e. T1 (natural mating) and T2 (AI). Next to second prostaglandin injection, T1 cows were caged together with bull at 72 h for 2 d, and T2 cows were artificially inseminated at 72 h and 96 h. All cows were observed for next estrous emergence determining non return status. Pregnancy was examined 60 days after insemination by recto-vaginal palpation. The variables measured were non return rate (NRR) and concep-tion rate (CR), analyzed statistically using chi-square test. The results showed that NRR and CR of T1 and T2 had no significant difference. The NRR of T1 and T2 were 88.9% and 83.3% respectively, CR were 72.2% (T1) and 55.6% (T2). In conclusion, natural mating and AI give equal fertility to estrous synchronized swamp buffalo.
PENGARUH BERBAGAI JENIS KEGIATAN FISIK TERHADAP RASIO NEUTROFIL DAN LIMFOSIT DOMBA GARUT JANTAN DI BALAI PENGEMBANGAN PERBIBITAN DOMBA DAN KAMBING MARGAWATI Akhmad Raihan Fardiki; Roni Permana; Kurnia A Kamil
Jurnal Produksi Ternak Terapan Vol 2, No 2 (2021): Oktober
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.091 KB) | DOI: 10.24198/jptt.v2i2.36319

Abstract

Penelitian dilaksanakan di UPTD Balai Pengembangan Perbibitan Domba dan Kambing Margawati Garut pada tanggal 16–30 November 2020. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kegiatan fisik mana yang memberi pengaruh jumlah leukosit, jumlah neutrofil, jumlah neutrofil domba Garut jantan. Penelitian menggunakan metode eksperimental pada dua puluh ekor domba Garut jantan umur 2 tahun dan bobot badan 34-38 kg. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan empat perlakuan, hasil perhitungan berdasarkan kegiatan fisik yang berbeda, P1 (dikandangkan), P2 (dijemur), P3 (dilarikan), dan P4 (direnangkan) setiap perlakuan diulang sebanyak lima kali. Hasil penelitian menunjukan semua perlakuan (dikandangkan, dijemur, dilarikan, dan direnangkan) berpengaruh terhadap jumlah leukosit tetapi tidak berpengaruh terhadap neutrofil dan limfosit. Semua perlakuan juga tidak membuat hewan ternak dalam keadaan stres ditunjukan dengan rasio netrofil dan limfosit yang masih dibawah nilai normal.
Evaluasi Konformasi Tubuh Kuda Equestrian Menggunakan Rumus Mc. Bane (Kasus di Gamma Stud and Clinic, Equator, dan Emporium Horse Club) INDAH NURHAYATI
Jurnal Produksi Ternak Terapan Vol 1, No 2 (2020): Oktober
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.328 KB) | DOI: 10.24198/jptt.v1i2.32064

Abstract

Penelitian “Evaluasi Konformasi Tubuh Kuda Equestrian Menggunakan Rumus Mc. Bane (Kasus di Gamma Stud and Clinic, Equator, dan Emporium Horse Club)” dilaksanakan pada tanggal 24 Februari sampai 6 Maret 2020. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konformasi tubuh aktual, konformasi tubuh ideal menurut rumus Mc. Bane, dan mengetahui penyimpangan konformasi tubuh ideal menurut rumus Mc. Bane dengan konformasi tubuh aktual kuda equestrian di Gamma Stud & Clinic, Equator, dan Emporium Horse Club. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan teknik pengambilan data secara purposive sampling. Penelitian ini dilakukan dengan cara menggukur bagian tubuh kuda aktual dan sesuai dengan rumus Mc. Bane pada 25 ekor kuda equestrian. Uji chi kuadrat dilakukan untuk mengetahui kesesuaian antara konformasi tubuh aktual di tiga stable dengan konformasi tubuh ideal menurut rumus Mc. Bane. Hasil penelitian menunjukkan konformasi tubuh kuda equestrian di Gamma Stud & Clinic, Equator, dan Emporium Horse Club sesuai dengan konformasi tubuh ideal menurut rumus Mc. Bane.
Evaluasi Indeks Yolk dan Ketebalan Kerabang dengan Menggunakan Gelombang Ultrasonik pada Telur Ayam Ras Aulia Nabilla Hannani; Dani Garnida; Indrawati Yudha Asmara; Darmawan Hidayat
Jurnal Produksi Ternak Terapan Vol 3, No 1 (2022): April
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.029 KB) | DOI: 10.24198/jptt.v3i1.37918

Abstract

Pengukuran kualitas telur seperti ketebalan kerabang dan indeks yolk biasanya menggunakan metode destruktif (konvensional) dengan cara memecahkan telur. Gelombang ultrasonik merupakan cara alternatif untuk mengetahui kualitas telur tanpa dipecahkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui indeks yolk dan ketebalan kerabang telur ayam ras tanpa dipecahkan menggunakan gelombang ultrasonik. Penelitian menggunakan metode deskriptif dan pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling, dengan menggunakan 37 butir. Variabel yang diamati adalah kualitas telur yang meliputi indeks yolk dan ketebalan kerabang, sementara pada gelombang ultrasonik meliputi cepat rambat dan koefisien atenuasi. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa cepat rambat dan atenuasi gelombang ultrasonik dapat mengetahui indeks yolk dan ketebalan kerabang.
Pengaruh Penambahan Ekstrak Buah Mengkudu (Morinda Citrifolia L.) yang Disuplementasi dengan Cu dan Zn Terhadap Performa Ayam Sentul Fase Produksi Ichsan Yurie Abdilah; Dani Garnida; Tuti Widjastuti
Jurnal Produksi Ternak Terapan Vol 2, No 1 (2021): April
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.12 KB) | DOI: 10.24198/jptt.v2i1.35058

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak buah mengkudu yang disuplementasi dengan Cu dan Zn dalam ransum terhadap performa ayam sentul (konsumsi ransum, berat rata – rata telur, henday production dan konversi ransum) pada fase produksi. Penelitian menggunakan 40 ekor ayam sentul betina umur 25 minggu dan dipelihara dari tanggal 1 November 2019 - 13 Februari 2020 yang bertempat di Laboratorium Sentral Universitas Padjadjaran dan Test Farm Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan terdiri dari P0 (ransum basal), P1 (ransum basal ditambahkan 0,3%/kg ransum ekstrak buah mengkudu yang suplementasi Cu dan Zn), P2 (ransum basal ditambahkan 0,6%/kg ransum ekstrak buah mengkudu yang disuplementasi Cu dan Zn), P3 (ransum basal ditambahkan 0,9%/kg ransum ekstrak buah mengkudu yang disuplementasi Cu dan Zn), P4 (ransum basal ditambahkan 1,2%/kg ransum ekstrak buah mengkudu yang disuplementasi Cu dan Zn). Setiap perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak empat kali dan setiap pengulangan terdiri dari 2 ekor ayam Sentul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P2 memberikan pengaruh terhadap konsumsi ransum, henday production, dan konversi ransum tetapi tidak berpengaruh pada berat rata – rata telur. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan ekstrak buah mengkudu yang disuplementasi dengan Cu dan Zn pada tingkat 0.6% dalam ransum dapat meningkatkan henday production, menurunkan konsumsi ransum dan menurunkan konversi ransum.Kata Kunci: Cu dan Zn, produksi, Ekstrak buah mengkudu, performa ayam sentul.