cover
Contact Name
Tri Mei Khasana
Contact Email
trimeikh@gmail.com
Phone
+6289686000300
Journal Mail Official
medika.respati@respati.ac.id
Editorial Address
Universitas Respati Yogyakarta Kampus 2 Jl. Raya Tajem KM.1,5, Maguwoharjo, Depok, Kenayan, Wedomartani, Kec. Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55282
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan
ISSN : 19073887     EISSN : 26851156     DOI : 10.35842/mr.vxxixx.xxx
Core Subject : Health,
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan welcome submission in the area of health sciences and practices. Focus and Scope: Medicine Nursing Midwifery Public Health Nutrition Physiotherapy Health technology The manuscript must be Original Article
Articles 14 Documents
Search results for , issue "2016: Suplemen Medika Respati Vol 11 No 2 April 2016" : 14 Documents clear
PENERAPAN FAMILY CENTERED-CARE (FCC) PADA PROGRAM PENDAMPINGAN KELUARGA TERHADAP LENGTH OF STAY (LOS) PERAWATAN BAYI PREMATUR Anafrin Yugistyowati
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan 2016: Suplemen Medika Respati Vol 11 No 2 April 2016
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.657 KB) | DOI: 10.35842/mr.v0i0.37

Abstract

PENERAPAN FAMILY CENTERED-CARE (FCC)PADA PROGRAM PENDAMPINGAN KELUARGA TERHADAP LENGTH OF STAY (LOS) PERAWATAN BAYI PREMATUR Anafrin YugistyowatiDosen, Universitas Alma Ata Yogyakartaanafrin22_ners@yahoo.co.id  Abstrak Pendahuluan. Prematuritas merupakan penyebab kematian ke-2 pada bayi 0-6 hari,yang diakibatkan karena kondisi immaturitasnya.Metode. Desain yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan rancangan  post test control group design. Jumlah responden sebanyak 18 bayi pada kelompok kontrol dan 18 bayi pada kelompok eksperimen dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang sudah ditetapkan.Analisis data dilakukan dengan analisis univariat dan bivariat dengan rumus Independent T-Test.Hasil. Terdapat perbedaan yang bermakna LOS yang dilakukan penerapan FCC pada kelompok kontrol dan intervensi (P-value 0,00).Simpulan. Terdapat perbedaan yang bermakna LOS pada kelompok kontrol dan intervensi.Program FCC dapat digunakan sebagai salah satu bentuk intervensi keperawatan di ruang Perinatologi.  Kata Kunci : Bayi Prematur, Family Centered-Care, Length of Stay USING FAMILY CENTERED-CARE (FCC) IN FAMILY ASSISTANCE PROGRAMME WITH LENGTH OF STAY(LOS) IN PRETERM BABY  Abstract Objectives. Prematurityis thesecond etiology of mortalityfor0 until 6th day of first life of newborn that caused by immaturity.Methods. The design used quasi experiment, with post test control group model. The amount of sample are 18 baby in control group and 18 in intervention group with inclusion and exclusion criteria. Data was analized using univariate and bivariate analysis with Independent T-Test .Results. There is a significant difference between LOS using FCC in control and intervention group (P-value 0,00).Conclusion.There is a significant difference in control and intervention group.FCC Programme can be a model of nursing intervention that implication of this research.  Kata Kunci : Preterm Baby, Family Centered-Care, Length of Stay
PENGARUH ROOM SERVICE TERHADAP BIAYA MAKANAN (FOOD COST) Sri Kadaryati; Susetyowati Susetyowati; Lily Arsanti Lestari
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan 2016: Suplemen Medika Respati Vol 11 No 2 April 2016
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.252 KB) | DOI: 10.35842/mr.v0i0.150

Abstract

Background : In addition to the therapy, food had economic value in the hospital finance. Food waste in hospitals was still high. Lack of food intake relate to the service system. Room service allowed the flexibility of load time and menu selection. The implementation of room service at hospitals could improve food quality, food intake, patient satisfaction, and reduce food costs.Objective : To study the influence of room service to plate waste costs in hospitalized patients.Method : This study was a pre-experimental static with 61 subjects in the inpatient unit of Class I and II RSUD Waled Kabupaten Cirebon. Subjects were divided into room service and conventional group. Food costs was calculated based ingredient in a menu portion. Plate waste was observed for 3 days with visual comstock 7 points methode, then converted to the plate waste costs. The difference in the plate waste costs was analyzed using Two Sample Independent T-test or Mann-Whitney Test.Result : Statistical analysis showed that there were significant differences in the plate waste costs of animal side dish, vegetable side dish, vegetable, extra of animal side dish, fruit, extra fruit, snack, and total food cost between room service and conventional (p < 0.05). The plate waste costs of staple food and drink didn’t differ significantly (p > 0.05).Conclusion : There was significant difference in the plate waste cost between the two groupsKeyword : food service, room service, food costs, plate waste costs
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP POSISI DAN PERLEKATAN SAAT MENYUSUI PADA IBU POST PARTUM PRIMIPARA DI RSUD PANEMBAHAN SENOPATI BANTUL Nurul Laili Azmi, Lala Budi Fitriana, Anita Liliana
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan 2016: Suplemen Medika Respati Vol 11 No 2 April 2016
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.061 KB) | DOI: 10.35842/mr.v0i0.56

Abstract

Latar belakang: Berdasarkan Data Riset Kesehatan Dasar diketahui bahwa 67,5% ibu gagal memberikan ASI esklusif kepada bayi karena kurangnya pemahaman ibu tentang teknik menyusui yang benar meliputi posisi dan perlekatan saat menyusui sehingga puting susu sering lecet dan retak. Berdasarkan hasil studi pendahuluan diketahui 2 dari 5 ibu primipara, belum tepat tentang posisi dan perlekatan saat menyusui. Tujuan penelitian: Diketahuinya pengaruh pendidikan kesehatan terhadap posisi dan perlekatan saat menyusui pada ibu post partum primipara di RSUD Panembahan Senopati Bantul Metode penelitian: Penelitian ini merupakan Quasy Esperiment dengan rancangan one group pretest-postest without control group. Populasi penelitian ini adalah ibu post partum primipara di RSUD Panembahan Senopati Bantul dari bulan Agustus – Oktober 2014. Teknik sampling menggunakan Accidental sampling dengan sampel 34 responden. Instrumen pengumpulan data mengunakan lembar observasi. Analisa data menggunakan Mc Neamar Test.  Hasil: Hasil analisis posisi saat menyusui sebelum diberikan pendidikan kesehatan kategori kurang tepat sebanyak 29 responden (85.3%), sedangkan perlekatan saat menyusui sebelum diberikan pendidikan kesehatan kategori kurang tepat sebanyak 21 responden (61.8%). Posisi saat menyusui setelah diberikan pendidikan kesehatan kategori tepat sebanyak 29 responden (85.3%), sedangkan perlekatan saat menyusui sebelum diberikan pendidikan kesehatan kategori tepat sebanyak 30 responden (88.2%). Berdasarkan hasil uji Mc Neamar diketahui nilai p Value sebesar 0.000.  Kesimpulan: Ada pengaruh pendidikan  kesehatan terhadap posisi dan perlekatan saat menyusui pada ibu post partum primipara di RSUD Panembahan Senopati Bantul. Kata kunci: Pendidikan kesehatan, posisi dan perlekatan saat menyusui, Ibu primipara  ¹ Mahasiswa Program Studi S1 Ilmu Keperawatan Universitas Respati Yogyakarta² Dosen Program Studi S1 Ilmu Keperawatan Universitas Respati Yogyakarta³ Dosen Program Studi S1 Ilmu Keperawatan Universitas Respati Yogyakarta
PERSEPSI TENTANG PENGAJAR DAN METODE PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI Soepri Tjahjono Moedji Widodo
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan 2016: Suplemen Medika Respati Vol 11 No 2 April 2016
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.058 KB) | DOI: 10.35842/mr.v0i0.51

Abstract

Pendidikan kesehatan reproduksi pada wilayah aplikasinya merupakan penerjemahan dari pemenuhan akan hak kesehatan reproduksi remaja. Pada 12 hak kesehatan reproduksi remaja yang ditelorkan dalam dokumen ICPD di Kairo 1994, point 1 menyebutkan bahwa remaja berhak mendapatkan informasi dan pendidikan kesehatan reproduksi. Pemberian pendidikan kesehatan reproduksi di sekolah memiliki peran yang sangat signifikan, karena sekolah menjadi tempat anak-anak untuk menjadi anggota masyarakat.Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif, yang pada analisisnya menggabungkan data berupa angka dengan narasi diskriptif.  Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh ganbaran kebutuhan profil pengajar dan metode pembelajaran dalam pendidikan kesehatan reproduksi.Hasil yang didapat bahwa guru dalam mengajar pendidikan kesehatan reproduksi harus friendly metode pembelajaran dilakukan secara non konvensional. 
HUBUNGAN ANTARA PERAN KADER JIWA DENGAN MOTIVASI KELUARGA DALAM MERAWAT PASIEN GANGGUAN JIWA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOTAGEDE I Elsa Kristiani Edi, Suwarsi, Endang Nurul Syafitri
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan 2016: Suplemen Medika Respati Vol 11 No 2 April 2016
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.765 KB) | DOI: 10.35842/mr.v0i0.62

Abstract

Latar Belakang: Gangguan jiwa merupakan keadaan gangguan pada fungsi kejiwaan meliputi: proses pikir, emosi, kemauan, dan prilaku psikomotorik. Riskesdas 2013 menyebutkan prevalensi gangguan jiwa berdasarkan provinsi terbanyak di DI Yogyakarta sebanyak 2,7%. Kader mempunyai peran dan fungsi menggerakan individu, keluarga dan masyarakat untuk mengikuti program kesehatan jiwa, melakukan kunjungan rumah, membuat catatan atau laporan perkembangan kemampuan pasien. Berdasarkan hasil studi pendahuluan 4 keluarga mengatakan hanya bisa pasrah dan menerima, dan 3 diantaranya  itu belum pernah membawa pasien kepelayanan kesehatan, dan sulit untuk di ajak berkomunikasi. Terdapat 4 kader belum melakukan tugasnya, karena kesulitan melakukan kunjungan rumah. Tujuan Penelitan: mengetahui hubungan antara peran kader jiwa dengan motivasi keluarga dalam merawat pasien gangguan jiwa di wilayah kerja Puskesmas Kotagede IMetode Penelitian: penelitian deskiptif analitik dengan pendekatan crossectional. Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Kotagede I. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling, dengan sampel 56 orang, dan analisis menggunakan uji statistik chi-square.Hasil Penelitian: motivasi keluarga dalam kategori baik berjumlah 31 orang (55,4%), sedangkan kategori kurangberjumlah 25 orang (44,6%). Peran kader dalam kategori kurang berjumalh 31 orang (55,4%), sedangkan kategori baik 25 orang (44,6%). Analisis bivariat di ketahuin adanya peran kader baik motivasi keluarga baik (15 orang), peran kader kurang motivasi keluarga baik (16 orang).Kesimpulan: tidak ada hubungan yang signifikan antara peran kader dengan motivasi keluarga dalam merawat pasien gangguan jiwa di wilayah kerja Puskesmas Kotagede IKata Kunci: gangguan jiwa, motivasi keluarga, peran kader 1Mahasiswa Program Studi S1Keperawatan, Fakultas IlmuKesehatan, Universitas RespatiYogyakarta.2Dosen Program Studi S1 Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Respati Yogyakarta.3Dosen Program Studi S1 Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Respati Yogyakarta.
HUBUNGAN FREKUENSI SENAM HAMIL DENGAN LAMA PERSALINAN KALA II DI RB RAHMI KOTA YOGYAKARTA TAHUN 2015 Tika Puspita Sari; Eko Mindarsih; CH. M Widhi Hartini
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan 2016: Suplemen Medika Respati Vol 11 No 2 April 2016
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.923 KB) | DOI: 10.35842/mr.v0i0.79

Abstract

Latar Belakang : Pelayanan kesehatan maternal dan neonatal merupakan salah satu unsur penentu status kesehatan, hal tersebut dikarenakan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) adalah salah satu indikator utama derajat kesehatan suatu negara. Jumlah AKI di Indonesia sendiri masih tergolong tinggi di antara negara-negara ASEAN lainnya, yaitu 359 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2012. AKI di Indonesia merupakan yang tertinggi se-Asia Tenggara, padahal target capaian MDGs (Milenium Development Goals) adalah 102 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2015. Salah satu penyebab kematian ibu bersalin adalah partus lama yaitu 4,74%. Hasil studi pendahuluan yang dilakukan di RB Rahmi pada tanggal 4 – 8 Februari 2015 didapatkan ibu yang mengikuti senam hamil pada juli – desember 2013 dan bersalin di RB Rahmi sebanyak 43 orang. Ibu yang jarang mengikuti senam hamil sebagian besar lama persalinan kala II normal dan yang sering mengikuti senam hamil seluruhnya lama persalinan kala II normal.Tujuan : Untuk mengetahui hubungan frekuensi senam hamil dengan lama persalinan kala II.Metode Penelitian : penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil yang mengikuti program senam hamil di RB Rahmi Kota Yogyakarta pada bulan Juni - Agustus 2014 yaitu 53 ibu hamil. Tehnik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling. Dalam penelitian ini menggunakan dua variabel yaitu variabel dependen dan variabel independen. Variabel di analisis dengan menggunakan rumus Chi -Square.Hasil : Berdasarkan hasil analisis didapatkan karateristik ibu yang mengikuti senam hamil di RB Rahmi sebagian besar ibu berumur 20 -35 tahun yaitu 51 orang atau 9 6,2%, sebagian ibu adalah bekerja yaitu 33 orang atau 62,3%, dan sebagian besar ibu adalah primigravida yaitu 32 orang atau 60,4%. Dari hasil penelitian ada hubungan frekuensi senam hamil dengan lama persalinan kala II di RB Rahmi Kota Yogyakarta dengan hasil analisis statistik yaitu X2hitung > X2tabel (4,848>3,841) atau p-value < 0,05 (0,028<0,05). Berdasarkan hasil penelitian juga didapatkan nilai koefisien kontingensi (C) sebesar 0,289 yang artinya hubungan variabel berada pada tingkat rendah.Kesimpulan : Ada hubungan frekuensi senam hamil dengan lama persalinan kala IIKata Kunci : Frekuensi senam hamil, lama persalinan kala II1Mahasiswa program studi Diploma IV Universitas Respati Yogyakarta2Dosen Program studi Diploma IV Bidan Pendidik Universitas Respati Yogyakarta 3Dosen program studi Diploma III Kebidanan Universitas Respati Yogyakarta
PELAKSANAAN PROGRAM INISIASI MENYUSU DINI TERHADAP KELANGSUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF Lestariningsih Lestariningsih
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan 2016: Suplemen Medika Respati Vol 11 No 2 April 2016
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.945 KB) | DOI: 10.35842/mr.v0i0.172

Abstract

ASI sebagai sumber nutrisi utama bayi, dapat memberikan perlindungan kepada bayi melalui berbagai komponen zat kekebalan yang dikandungnya, bahkan dengan menyusu dini dapat menurunkan AKB (Angka Kematian Bayi) terutama bayi baru lahir, sehingga dalam jangka panjang ASI dapat mencerdaskan generasi yang akan datang. Walaupun pemberian ASI eksklusif telah dikeluarkan peraturannya dalam Kepmenkes RI No. 450/MENKES/IV/2004 tentang Pemberian Air Susu Ibu (ASI) secara eksklusif pada bayi Indonesia, ternyata pelaksanaan oleh masyarakat masih jauh dari target yang diharapkan, bahkan dalam Riskesdas 2010 hanya 15,8% saja yang berhasil memberikan ASI selama 0-5 bulan. Rendahnya cakupan pemberian ASI Eksklusif di masyarakat sangat dipengaruhi oleh berbagai hal, diantaranya adalah Inisiasi Menyusu Dini (IMD) yang masih belum sesuai harapan. Dengan dibiarkan bayi menyusu segera dapat terlatih secara dini juga menghisap dan menelan dengan baik. Menyusu dini bagi bayi sangat penting. untuk keberlangsungan ASI Eksklusif selama 6 bulan dan ASI selanjutnya.Penelitian ini mengambil lokasi di Wilayah Bantul Yogyakarta, dengan metode diskriptif Analitik, pendekatan yang digunakan adalah cohort prospective. Tahap pertama, responden diwawancara pelaksanaan IMD-nya dan tahap selanjutnya diobservasi untuk melihat kelangsungan ASI Eksklusifnya dengan cara wawancara menggunakan telephone selluler.Hasil yang di dapatkan adalah pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) di masyarakat sebagian besar sudah dilaksanakan (53%) sesuai dengan waktu yang ditentukan, yaitu lebih kurang 1 jam. Kelangsungan pemberian ASI Eksklusif pada bayi yang melakukan IMD lebih tinggi (30.0%) daripada yang tidak melakukan IMD (8.0%). Kata kunci  : IMD, ASI Eksklusif
SENAM LANSIA MENINGKATKAN KAPASITAS INSPIRASI PARU DI PANTI SOSIAL WERDHA A YOGYAKARTA Mohamad Judha
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan 2016: Suplemen Medika Respati Vol 11 No 2 April 2016
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.106 KB) | DOI: 10.35842/mr.v0i0.34

Abstract

Latar belakang : Proses menua pasti akan dialami setiap orang dan berdapak pada perubahan fisik seperti penurunan fungsi paru-paru secara bertahap pada lansia. Upaya untuk membantu dan mempertahankan atau bahkan meningkatkan fungsi paru lansia dapat dilakukan melalui beberapa cara. Tujuan : Apakah senam lansia memiliki danpak terhadap kapasitas inspirasi paru di Panti Sosial Tresna Werdha A Yogyakarta. Metode penelitian : Jenis penelitian eksperimen dengan rancangan Pretest-Posttes With Control Group. Tehnik pengambilan sampel menggunakan Random Sampling dengan jumlah sampel 36 orang, 18 pada kelompok intervensi dan 18 pada kelompok kontrol dengan analisis menggunakan uji statistik  wilcoxon dan Mann whitney. Hasil Penelitian : Diperoleh data bahwa rata-rata kapasitas inspirasi paru pada kelompok intervensi sebelum senam 1447,22 dan setelah senam 2094,44 (sig 0,000<0,05). Sedangkan pada kelompok kontrol nilai rata-rata kapasitas inspirasi sebelum adalah 111,806 dan sesudah menjadi 1222,22, hal tersebut menunjukan peningkatan tetapi memiliki perbedaan yang signifikan antara kelompok intervensi dan kontrol (sig 0,012<0,05). Kesimpulan : Ada pengaruh kapasitas inspirasi paru yang signifikan pada kelompok perlakuan antara sebelum dan sesudah senam sig 0,000<0,05). Ada perbedaan kapasitas inspirasi paru antara kelompok perlakuaan dan kelompok kontrol (sig 0,012<0,05).GYMNASTICS ELDERLY INSPIRATION LUNG CAPACITY INCREASE OF ELDERLY SOCIAL  A  YOGYAKARTA Mohamad Judha,AbstractBackground: Aging process will certainly be experienced every person and a hedge on the physical changes such as decreased lung function gradually in elderly. Efforts to assist and maintain or even improve lung function of the elderly can be done in several ways. Objectives: Do gymnastics elderly have danpak against lung inspiration capacity in Social Institution Tresna Werdha A Yogyakarta. Methods: The research type experimental design pretest-Posttes With the Control Group. Sampling technique uses random sampling with a sample of 36 people, 18 in the intervention group and 18 in the control group with statistical analysis using Wilcoxon test and Mann Whitney. Results: Obtained the data that the average capacity of pulmonary inspiration in the intervention group before and after exercise gymnastics 1447.22 2094.44 (sig 0.000 <0.05). Whereas in the control group the average value of capacity is 111.806 inspiration before and after becoming 1222.22, it shows an increase but it has significant differences between the intervention and control groups (sig 0.012 <0.05). Conclusion: There is the influence of inspiration lung capacity significantly in the treatment group before and after exercise sig 0.000 <0.05). There is a difference between the lung inspiration capacity perlakuaan group and the control group (sig 0.012 <0.05).Kata Kunci : Kapasias Inspirasi  Paru, Lansia, Senam Lansia. Universitas Respati Yogyakarta 
Faktor-Faktor Yang Melatarbelakangi Pembentukan Identitas Diri Pad a Remaja Transgender Di Perkumpulan Yotha Naungan PKBI DIY Maria Nataliani Novatsiana Lagut, Sri Hendarsih, Christin Wiyani
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan 2016: Suplemen Medika Respati Vol 11 No 2 April 2016
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2314.465 KB) | DOI: 10.35842/mr.v0i0.46

Abstract

Background : of identity may be influenced several idol, and experience ofsocial Lack ofsupport from these factors cause deviation in the formation self identity as experienced by transgender teens. Objective' To identify the factors which influence the formation of self identity on transgender teens. Research method . This research was conducted at Yotha association under the of PKBI Yogyakarta. It qualitative phenomenological design by interviewing 3 infromants. Result· The discort between transgender teen and his father as well as the absence of atherbecause he did not assume his responsibility rearing after divorce has made his oedipus "rln,.,rlJ"V failed to his father as the male The which was conducted his mother resulted in a strong bond with his mother and made her as an idol and model in his identification process of being woman. The failure of oedipus complex and bond to his mother while the latent made them afraid of and doubt about his and more comfortable to join female peers. Motivated and treated as woman while love by male peer; he was stimulated to respond and playa role as a woman, Conclusion. The role of family as a model of influence ofidol and socializing with peers who provide social role for significantly influence the formation of self identity.Keywords. self identity
PENGARUH PIJAT PUNGGUNG TERHADAP PENGELUARAN ASI PADA IBU PRIMIPARA DI RSUP DR.SOERADJI TIRTONEGORO KLATEN DAN RSUD PANEMBAHAN SENOPATI BANTUL Melania Wahyuningsih
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan 2016: Suplemen Medika Respati Vol 11 No 2 April 2016
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.119 KB) | DOI: 10.35842/mr.v0i0.59

Abstract

             ASI merupakan makanan yang paling baik untuk bayi. ASI eksklusif dapat mencegah bayi dari diare, penyakit saluran pernapasan dan bisa untuk menurunkan angka kematian bayi. Saat ini belum semua ibu memberikan ASI secara eksklusif kepada bayinya, karena pada minggu pertama post partum ASI tidak cukup untuk bayinya. Pijat punggung dapat mendukung program ASI eksklusif, karena dapat menstimulasi keluarnya oksitoksin yang  dapat merangsang pengeluaran ASI. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efek pijat punggung terhadap pengeluaran ASI pada ibu primipara.             Metode penelitian ini post test eksperimental design. Peneliti meneliti volume ASI kelompok ASI pada kelompok perlakuan yang mendapatkankan perlakuan pijat punggung, dan kelompok kontrol yang tidak mendapat perlakuan pijat punggung. Jumlah responden 50 ibu primipara, yang dibagi menjadi 2 kelompok, kelompok perlakuan dan kelompok kontrol, masing – masing terdiri dari 25 responden. Pengumpulan data dilakukan di ruang post partum RSUP Dr Soeradji Tirtonegoro dan RSUD Panembahan Senopati oleh peneliti pada bulan Januari 2011. Analisa statistik menggunakan prosentase untuk karaktristik responden, mean untuk Volume ASI dan Mann-Whitney test untuk mengetahui perbedaan volume ASI.             Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Ibu primirara di RSUP Dr Soeradji Tirtonegoro Klaten dan RSUD Panembahan Senopati Bantul sebagian besar berusia 20 – 30 th, berpendidikan SLTA dan tidak bekerja. Rerata volume ASI pada kelompok perlakuan 2 ml, dan pada kelompok kontrol group 0,04 ml. Man Whitney test dengan p value 0,00 ( Pvalue < 0,05). Ada pengaruh pijat punggung terhadap pengeluaran ASI pada ibu primipara. Kata kunci: pijat punggung, pengeluaran ASI            

Page 1 of 2 | Total Record : 14