cover
Contact Name
Tri Mei Khasana
Contact Email
trimeikh@gmail.com
Phone
+6289686000300
Journal Mail Official
medika.respati@respati.ac.id
Editorial Address
Universitas Respati Yogyakarta Kampus 2 Jl. Raya Tajem KM.1,5, Maguwoharjo, Depok, Kenayan, Wedomartani, Kec. Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55282
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan
ISSN : 19073887     EISSN : 26851156     DOI : 10.35842/mr.vxxixx.xxx
Core Subject : Health,
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan welcome submission in the area of health sciences and practices. Focus and Scope: Medicine Nursing Midwifery Public Health Nutrition Physiotherapy Health technology The manuscript must be Original Article
Articles 32 Documents
Search results for , issue "2017: Suplemen Medika Respati Februari 2017 Volume 12" : 32 Documents clear
UPAYA PENINGKATAN PEMAHAMAN DAN PENANGANAN GANGGUAN KESEHATAN REPRODUKSI DI KALANGAN REMAJA DESA WEDOMARTANI SLEMAN Muflih, Rizky Erwanto
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan 2017: Suplemen Medika Respati Februari 2017 Volume 12
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7.21 KB) | DOI: 10.35842/mr.v0i0.68

Abstract

Latar Belakang : Menstruasi atau haid adalah proses kompleks yang mencakup sistem reproduktif dan endokrin. Bagi sebagian wanita, adakalanya menstruasi (haid) bagaikan sesuatu hal yang kehadirannya dapat mengganggu manakala timbul rasa nyeri selama siklus menstruasi terjadi. Hampir seluruh perempuan di dunia pernah merasakan nyeri haid dengan berbagai tingkatan, mulai dari sekadar pegal-pegal di seputaran panggul dan sisi dalam hingga rasa nyeri yang luar biasa sakitnya. Tujuan : Untuk meningkatkan pemahanan dan kemampuan penanganan gangguna kesehatan reproduksi di kalangan remaja Desa Wedomartani Sleman. Metode : Pendidikan kesehatan dan demonstrasi pengolahan tanaman TOGA (Tanaman Obat Keluarga). Hasil : Jumlah remaja yang hadir di penyuluhan adalah 29 orang. Antusias remaja didapatkan cukup aktif untuk mendengarkan materi yang disampaikan. Nilai evaluasi yang dilakukan selama kegiatan sudah masuk kategori baik dimana 5 remaja yang diberikan kesempatan mampu menjawab pertanyaan yang diberikan. Perwakilan remaja mampu menyampaikan dengan baik hasil pemahaman materi penggunaan TOGA dalam penanganan gangguan kesehatan reproduksi (keputihan dan dismenore). Remaja yang hadir menyatakan komitmen untuk menanam dan memelihara TOGA. Evaluasi lanjutan didapatkan bahwa tampak tingkat partisipasi remaja yang cukup banyak untuk penanaman TOGA. Kesimpulan : Intervensi keperawatan yang berupa pendidikan kesehatan dan demonstrasi terapi herbal sederhana, dapat meningkatkan pemahaman dan kemampuan secara mandiri dalam memaksimalkan TOGA untuk penanganan gangguan kesehatan reproduksi remaja. Kata Kunci : Nyeri Haid, Remaja, TOGA
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA DENGAN KEPATUHAN OLAHRAGA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI KELOMPOK PERSADIA RS PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA Muhammad Nur Kosim; Santi Damayanti; Adi Sucipto
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan 2017: Suplemen Medika Respati Februari 2017 Volume 12
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.078 KB) | DOI: 10.35842/mr.v0i0.86

Abstract

Latar Belakang: Diabetes melitus merupakan sekelompok kelainan heterogen yang ditandai oleh kenaikan kadar glukosa dalam darah atau hiperglikemia. Olahraga sangat penting dalam penatalaksanaan diabetes melitus karena efeknya dapat menurunkan kadar glukosa darah dan mengurangi faktor resiko kardiovaskuler. Penatalaksanaan diabetes melitus salah satunya dengan melakukan olahraga secara rutin memerlukan perilaku kepatuhan pada pasien diabetes melitus. Hasil studi pendahuluan pada wawancara dengan8 pasien diabetes melitus didapatkan hasil 5 diataranya jarang melakukan olahraga dan biasanya dalam sebulan hanya 1-2 kali mengikuti olahraga. Alasan tidak patuh melakukan olahraga karena tidak adanya dukungan sosial keluarga yang mengingatkan pasien untuk olahraga dan keluarga tidak mau mengantar anggota keluarga akibat kesibukan.Tujuan: Mengetahui hubungan dukungan sosial keluarga terhadap kepatuhanmelakukan olahraga pada pasien diabetes melitus tipe 2 di kelompok persadia RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Metode: Jenis penelitian merupakan penelitian komparatif, dengan desain cross sectional, sampel penelitian menggunakan total sampling dengan jumlah sampel 40 responden. Analisis hubungan dengan menggunakan uji Chi-Square dengan nilai α 0,05. Hasil: Berdasarkan hasil uji statistik menggunakan Somer’s didapatkan nilai p-value 0,000 (p<0,05). Kesimpulan:.Ada hubungan yang signifikan antara dukungan sosial keluarga dengan kepatuhan melakukan olahragaKata Kunci: Dukungan sosial keluarga, kepatuhan olahraga pada pasien diabetes melitus tipe 2
DAYA TERIMA ATLET PENCAK SILAT PADA PEMBERIAN MENU SIKLUS 3 HARI DI PPLP YOGYAKARTA Yuni Afriani; Sri Kadaryati; Umi Mahmudah
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan 2017: Suplemen Medika Respati Februari 2017 Volume 12
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.522 KB) | DOI: 10.35842/mr.v0i0.147

Abstract

Latar belakang : Penyelenggaraan makanan pada atlet merupakan bagian yang penting untuk mendukung performa atlet. Atlet pencak silat merupakan salah satu cabang olahraga yang membutuhkan dukungan gizi yang tepat untuk berprestasi. Menu makanan yang memenuhi prinsip gizi seimbang sangat dibutuhkan untuk atlet. Untuk itu dibutuhkan penyelenggaraan makanan yang sesuai bagi atlet. Tujuan : Penelitian inibertujuan untuk mengetahui daya terima atlet pencak silat pada pemberian menu siklus 3 hari di Asrama PPLP Yogyakarta. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian observasional. Pengukuran daya terima pada atlet dilakukan setelah pemberian menusklus 3 hari di asrama, dengan menggunakan alat bantu berupa metode taksiran visualcomstock 7 poin. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya terima atlet terhadap makanan pokok (nasi) sebesar 20%, daya terima lauk hewani 100% (baik), daya terima lauk nabati 80% (baik), daya terima sayur 100% (baik),dan daya terima buah 100% (baik). Kesimpulan : Daya terima atlet pencak silat di PPLP Yogyakarta secara keseluruhan terhadap pemberian menu siklus 3 hari masuk dalam kategori baik (80%).Kata kunci: penyelenggaraan makanan, daya terima, pencak silat, PPLP
KEMAMPUAN KELUARGA MENGENAL MEMBERIKAN KONTRIBUSI TERHADAP KEMAMPUAN MERAWAT AKTIVITAS HIDUP SEHARI-HARI LANSIA Thomas Aquino Erjinyuare Amigo, Cornelia Dede Yoshima Nekada
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan 2017: Suplemen Medika Respati Februari 2017 Volume 12
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.711 KB) | DOI: 10.35842/mr.v0i0.69

Abstract

Latar Belakang: Kemampuan keluarga mengenal aktivitas hidup sehari-hari dapat memberikan kontribusi terhadap kemampuan keluarga merawat aktivitas hidup sehari-hari lansia. Sebagian besar keluarga tidak mengetahui aktivitas hidup sehari-hari pada lansia dan tidak mampu merawat aktivitas hidup sehari-hari pada lansia di Dusun Saren. Tujuan: Mengetahui hubungan kemampuan keluarga mengenal dengan merawat aktivitas hidup sehari-hari pada lansia. Metode: Jenis penelitian kuantitatif pendekatan observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Pengumpulan data penelitian di Dusun Saren pada tanggal 1 Agustus – 13 Agustus 2016. 98 sampel dengan teknik simple random sampling sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen yang dugunakan kuesioner merawat aktivitas hidup sehari-hari pada lansia (modifikasi indeks KATZ) dan kemampuan keluarga mengenal. Hasil: Sebagian besar keluarga memiliki kemampuan mengenal aktivitas hidup sehari-hari dalam kategori baik (55,1%), sebagian besar mampu merawat aktivitas hidup sehari-hari (52%), dan hasil uji statistik dengan nilai p = 0,017 (p < 0,05). Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara kemampuan keluarga mengenal dengan kemampuan merawat aktivitas hidup sehari-hari pada lansia. Kata Kunci: Aktivitas Hidup Sehari-Hari, Lansia, Tugas Keluarga Mengenal, Tugas Keluarga Merawat  
PENGARUH SENAM KAKI DIABETIK TERHADAP ANKLE BRACHIAL INDEX PADA PENGIDAP DIABETES MELLITUS DI KELOMPOK PERSADIA DI RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA Deka Saputra; Mohamad Judha; Santi Damayanti
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan 2017: Suplemen Medika Respati Februari 2017 Volume 12
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.273 KB) | DOI: 10.35842/mr.v0i0.87

Abstract

Latar Belakang : Diabetes Mellitus dapat menimbulkan berbagai komplikasi yang disebabkan oleh peningkatan kadar glukosa dalam darah. Komplikasi yang paling sering ditemukan adalah perubahan patologis anggota gerak bagian bawah yang disebut diabetic foot, neuropati, vaskulopati dan Pheripheral Artery Disease (PAD). Untuk mengetahui apakah seorang pengidap DM mengalami PAD adalah dengan cara melakukan pemeriksaan Ankle Brachial Index (ABI). Salah satu upaya penatalaksanaan untuk menjaga peredaran darah adalah dengan senam kaki diabetik. Senam kaki diabetik sangat bermanfaat bagi pengidap DM karena dapat membantu memperbaiki sirkulasi darah di kaki dan mengurangi keluhan neuropathy sensorik. Berdasarkan hasil studi pendahuluan  didapatkan 6 orang mengidap PAD dari 75% pengidap DM di kelompok PERSADIA RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Tujuan : untuk mengetahui pengaruh senam kaki diabetik terhadap Ankle Brachial Index pada pengidap Diabetes Melitus di kelompok PERSADIA RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Metode Penelitian : Desain penelitian yang digunakan adalah quasy experiment pre and post test without control. Populasi dalam penelitian ini adalah pengidap DM di kelompok PERSADIA RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta.  Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 24 sampel dengan teknik consecutive sampling. Analisa data penelitian menggunakan uji Wilcoxon dengan α <0.05. Hasil : Nilai ABI sebelum senam kaki diabetik, nilai mean ABI 1.27, nilai minimal 0.72 dan nilai maksimal 1.85. Nilai ABI setelah dilakukan senam kaki diabetic, nilai mean ABI 1.14, nilai minimal 0.91 dan nilai maksimal 1.30. Hasil uji Wilcoxon perbedaan ABI sebelum dan sesudah senam kaki diabetik  diperoleh p value 0.02 (p value <0.05). Kesimpulan : Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh senam kaki diabetik terhadap Ankle Brachial Index pada pengidap Diabetes Melitus di kelompok PERSADIA di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Kata Kunci : Senam Kaki Diabetik, Ankle Brachial Index, Diabetes Mellitus
VALIDITAS DAN RELIABILITAS INSTRUMEN TIPE MULTIPLE CHOICE DENGAN SKALA GUTTMAN TENTANG PENGETAHUAN DAN SIKAP SISWA TERHADAP UKS Muflih Muflih
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan 2017: Suplemen Medika Respati Februari 2017 Volume 12
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.778 KB) | DOI: 10.35842/mr.v0i0.64

Abstract

Latar Belakang: Tipe instrumen yang digunakan mengukur tingkat pengetahuan dan sikap siswa sekolah dasar (SD) terhadap pemanfaatan UKS saat ini masih bermacam-macam tipe, sehingga dimungkinkan terjadi kemungkinan kesalahan dan ketidakakuratan dalam mengukur keadaan data yang sebenarnya.  Tujuan: Untuk mengetahui validitas dan reliabilitas intrumen yang cocok digunakan mengukur tingkat pengetahuan dan sikap siswa SD terhadap pemanfaatan UKS. Metode: Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan metode analitik komparatif dan desain cross sectional. Responden dipilih dengan simple random sampling sejumlah 30 responden pada bulan Agustus-November 2015. Instrumen penelitian yakni kuesioner yang terdiri dari tipe multiple choice dan skala guttman. Analisa data menggunakan uji uji pearson product moment dan alfa cronbach dan T test independent sample.  Hasil: Data pengetahuan siswa didapatkan bahwa instrumen tipe skala guttman memiliki nilai rerata r hitung 0,483 (0,382 – 0,582), sedangkan instrumen tipe multiple choice memiliki nilai rerata r hitung 0,429 (0,290 – 0,563). Nilai Cronbach’s Alpha instrumen tipe skala guttman memiliki nilai lebih tinggi (0,783) dibandingkan  instrument tipe multiple choice (0,760). Data sikap siswa didapatkan bahwa instrumen tipe skala guttman memiliki nilai rerata r hitung 0,499 (0,378 – 0,629), sedangkan instrumen tipe multiple choice memiliki nilai rerata r hitung 0,463 (0,211–0,639). Nilai Cronbach’s Alpha instrumen tipe skala guttman memiliki nilai lebih tinggi (0,808), dibandingkan instrument tipe multiple choice (0,794). Kesimpulan: Tidak terdapat perbedaan nilai rerata yang signifikan antara instrumen pengetahuan (P value 0,119) dan sikap (P value 0,568) siswa tentang UKS tipe multiple choice dengan tipe skala guttman.  Kata Kunci :  Validitas, Reliabilitas, Pengetahuan, Sikap, Siswa.
SIKAP AHLI GIZI DALAM MEMBERIKAN KONSULTASI GIZI MENGENAI INDEKS GLIKEMIK BAGI PENANGANAN DIET PASIEN DM DI RSUD DR. MOEWARDI SURAKARTA Sri Kadaryati; Desty Ervira Puspaningtyas
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan 2017: Suplemen Medika Respati Februari 2017 Volume 12
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.435 KB) | DOI: 10.35842/mr.v0i0.148

Abstract

Latar Belakang: Kejadian diabetes mellitus (DM) meningkat di beberapa wilayah Indonesia. Tingginya prevalensi diabetes mellitus dapat disebabkan oleh belum optimalnya pilar penanganan diabetes mellitus. Edukasi merupakan salah satu pilar dalam penanganan diabetes mellitus. Ahli gizi berperan penting dalam pelaksanaan edukasi gizi. Indeks glikemik adalah hal baru yang dikembangkan untuk mengetahui efek fisiologis karbohidrat terhadap perubahan kadar glukosa darah. Kontrol glikemik yang baik diketahui dapat mempertahankan kondisi pasien diabetes mellitus dan mencegah terjadinya komplikasi akibat diabetes mellitus. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sikap ahli gizi dalam memberikan konsultasi gizi dengan materi indeks glikemik bagi penanganan diet pasien DM di RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Metode: Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan desain narrative yang memiliki penekanan terhadap narasi atau interpretatif. Penelitian dilakukan pada bulan Maret - Oktober 2016 di RSUD Dr. Moewardi Surakarta. RSUD Dr. Moewardi merupakan rumah sakit rujukan, dengan tipe A. Subjek penelitian adalah 5 ahli gizi yang bekerja di RSUD Dr. Moewardi, yang dipilih secara purposive sampling. Subjektivitas ahli gizi mengenai penyampaian materi indeks glikemik bagi penanganan diet DM digali melalui in-depth interview. Hasil: Sebagian besar responden merasa materi indeks glikemik penting dan sangat penting dalam konsultasi gizi untuk pasien DM. Pengetahuan mengenai indeks glikemik membantu pasien untuk mengontrol glukosa darah dengan pemilihan makanan yang tepat. Kesimpulan: Responden merasa materi indeks glikemik perlu disampaikan dalam konsultasi gizi kepada pasien DM. Kata Kunci: Diabetes Mellitus, Konsultasi Gizi, Indeks Glikemik, Ahli Gizi 
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMILIHAN KONTRASEPSI PADA WANITA USIA SUBUR DI DESA WEDOMARTANI NGEMPLAK SLEMAN YOGYAKARTA Kenik Sri Wahyuni; Listia Dwi Febriati
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan 2017: Suplemen Medika Respati Februari 2017 Volume 12
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.461 KB) | DOI: 10.35842/mr.v0i0.165

Abstract

Latar Belakang: Jumlah penduduk Indonesia cukup tinggi diantara penduduk Asia Tenggara. Maka, pemerintah menggencarkan program keluarga berencana. Program ini sangat memberikan manfaat yaitu diperoleh generasi yang lebih berkualitas. Hasil pelayanan kontrasepsi di Indonesia bulan september tahun 2013 jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) sebanyak 46.835.841 orang, sedangkan jumlah peserta KB aktif sebanyak 35.645.021 peserta yang terdiri dari KB suntik (46,94%), KB pil (24,86%), KB IUD (11,34%), KB implan (9,52%), KB MOW (3,51%), 1.117.728 KB kondom (3,14%), KB MOP (0,70%). Tujuan: untuk menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan kontrasepsi (pengetahuan, Umur, Pendidikan, Parietas) pada Wanita Usia Subur di Dusun Malangrejo  Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta. Metode: penelitian ini menggunakan metode penelitian Deskriptif analitik. Desain Penelitian cross sectional. Penelitian dilaksanakan di Dusun Malangrejo, Wedomartani, Ngemplak, Sleman pada bulan November 2016. Populasi penelitian adalah seluruh Wanita Usia Subur di Dusun Malangrejo, Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta berjumlah 328 WUS. Metode pengambilan sampel purposive sampling sebanyak 77 WUS. Hasil: Hasil analisis pada penelitian ini menggunakan regresi linier metode enter diperoleh hasil R Adjusted sebesar 70%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa 70% variasi penggunaan kontrasepsi pada wanita usia subur di pengaruhi oleh pengetahuan, umur dan paritas, sedangkan 30 % lainnya dipengaruhi oleh variabel lain. Kesimpulan:           Variabel yang berpengaruh secara bersama-sama terhadap penggunaan kontrasepsi pada wanita usia subur di Dusun Malangrejo, Desa Wedomartani, Ngemplak Sleman adalah pengetahuan, umur dan paritas. Variabel yang mempunyai pengaruh terbesar terhadap penggunaan kontrasepsi adalah umur. Kata Kunci: Kontrasepsi, Pasangan Usia Subur.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERSALINAN SECTIO CAESAREA DI RSUD PANEMBAHAN SENOPATI BANTUL TAHUN 2015 Miftakhul Zanah, Eko Mindarsih, Sri Wulandari
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan 2017: Suplemen Medika Respati Februari 2017 Volume 12
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.006 KB) | DOI: 10.35842/mr.v0i0.36

Abstract

Latar Belakang: Faktor penyebab section caesarea terdiri dari faktor ibu dan faktor janin. Berdasarkan hasil studi pendahuluan di RSUD Panembahan Senopati Bantul angka sectio caesarea dari tahun ketahun mengalami peningkatan, tahun 2013 sebesar 598 kasus, tahun 2014 sebesar 612 kasus, tahun 2015 sebesar 687 kasus. Berdasarkan faktor ibu meliputi DKP berjumlah 22,9 %, riwayat SC berjumlah 16,7 %, gagal induksi berjumlah 13,7 %, ketuban pecah dini berjumlah 6,4 %, dan faktor janin meliputi kelainan letak janin berjumlah 12,7 %, gameli berjumlah 2,5 %, dan plasenta previa berjumlah 3 %, gawat janin berjumlah 22,1 %. Tujuan: Untuk mengetahui faktor faktor yang berhubungan dengan persalinan section caesarea di RSUD Panembahan Senopati Bantul tahun 2015. Metode: Penelitian ini menggunakan metode suveyanalitik. Lokasi penelitian di RSUD Panembahan Senopati Bantul, instrumenpenelitian menggunakan master tabel, populasi dalam penelitian ini ibu yang bersalin sesuai dengan kreteria berjumlah 906 orang dengan menggunakan teknik sampling Total Sampling dan menggunakan analisis univariat dan bivariat menggunakan chisquare.Hasil: Faktor-faktor yang berhubungan dengan SC diperoleh p-value 0.000,terdapat hubungan pada DKP, KPD, Kelainan kontraksi Rahim, Gawat janin, Plasentapevia, Riwayat SC dengan persalinan section caesarea. Sedangkan Pada Gameli diperoleh p-value 0.307 dan pada kelainan letak janin diperoleh p-value 0.834, tidak terdapat hubungan gameli dan kelainan letak janin dengan persalinan Sectio Caesarea.Kesimpulan: Terdapat hubungan DKP, KPD, Riwayat SC, Kelainan kontraksi Rahim, Gawat janin, Plasenta pervia dengan persalinan Sectio caesarea. Dan tidak terdapat hubungan gameli, kelainan letak janin dengan persalinan section caesarea.Kata Kunci: Persalinan, Sectio caesarea
Hubungan Antara Kecerdasan Emosional Dan Prokrastinasi Akademik Dengan Nilai Akademik Mata Kuliah Kesehatan Reproduksi Paripurna Sukmawati Sukmawati
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan 2017: Suplemen Medika Respati Februari 2017 Volume 12
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.877 KB) | DOI: 10.35842/mr.v0i0.130

Abstract

Latar Belakang: Dalam kenyataan, ada mahasiswa yang mempunyai inteligensi tinggi, tetapi memperoleh prestasi belajarnya yang relatif rendah. Sebaliknya, ada mahasiswa yang walaupun kemampuan inteligensinya rendah, dapat meraih prestasi belajar yang relatif tinggi. Inteligensi bukan merupakan satu-satunya faktor yang  menentukan keberhasilan seseorang, karena ada faktor lain yang mempengaruhinya. Kecerdasan intelektual (IQ) hanya menyumbang 20% bagi kesuksesan, sedangkan 80% adalah sumbangan faktor kekuatan-kekuatan lain, diantaranya kecerdasan emosional (EQ). Banyak pelajar dan mahasiswa mengeluh karena tidak dapat membagi waktu dengan baik, kapan harus memulai dan mengerjakan sesuatu. Adanya kecenderungan untuk tidak segera memulai ketika menghadapi suatu tugas merupakan indikasi dari perilaku menunda dan kelalaian dalam mengatur waktu dan merupakan faktor penting yang menyebabkan individu menunda dalam melakukan dan menyelesaikan tugas. Menurunnya prestasi merupakan prokrastinasi yang dapat mempengaruhi prestasi belajar dan menyebabkan Indeks Prestasi (IP) yang rendah, namun hal ini tidak menunjukkan bahwa mahasiswa yang baik prestasinya tidak akan pernah melakukan perilaku menunda. Tujuan: Mengetahui hubungan antara kecerdasan emosional dan prokrastinasi akademik dengan nilai akademik mata kuliah kesehatan reproduksi paripurna di Prodi D-IV Bidan Pendidik, FIKES, UNRIYO. Metode: Jenis penelitian ini yaitu penelitian menggunakan metode deskriptif analitik, dengan desain penelitian menggunakan cross Sectional.  Pengambilan data penelitian dilaksanakan pada tanggal 25 Oktober 2016, sampel penelitian yaitu mahasiswa Prodi D-IV Bidan Pendidik yang mengikuti Mata kuliah Kesehatan Reproduksi Paripurna dengan teknik Total sampling. Analisis data dengan person product moment. Hasil: Tidak ada hubungan antara kecerdasan emosional dengan nilai akademik mata kuliah kesehatan reproduksi paripurna (pvalue 0,819), tidak ada hubungan antara prokrastinasi dengan nilai akademik mata kuliah kesehatan reproduksi paripurna (pvalue 0,692). Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara kecerdasan emosional dan prokrastinasi dengan nilai akademik. Kata kunci: kecerdasan emosional, prokrastinasi, nilai kespro paripurna

Page 3 of 4 | Total Record : 32