cover
Contact Name
Tri Mei Khasana
Contact Email
trimeikh@gmail.com
Phone
+6289686000300
Journal Mail Official
medika.respati@respati.ac.id
Editorial Address
Universitas Respati Yogyakarta Kampus 2 Jl. Raya Tajem KM.1,5, Maguwoharjo, Depok, Kenayan, Wedomartani, Kec. Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55282
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan
ISSN : 19073887     EISSN : 26851156     DOI : 10.35842/mr.vxxixx.xxx
Core Subject : Health,
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan welcome submission in the area of health sciences and practices. Focus and Scope: Medicine Nursing Midwifery Public Health Nutrition Physiotherapy Health technology The manuscript must be Original Article
Articles 340 Documents
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN GANGGUAN AKIBAT KURANG YODIUM (GAKY) DI DAERAH PEGUNUNGAN KAPUR WONOGIRI JAWA TENGAH Delima Citra Dewi
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 9, No 3 (2014)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.741 KB) | DOI: 10.35842/mr.v9i3.31

Abstract

 Gangguan akibat kurang yodium (GAKY) adalah sekumpulan gejala yang timbul karena tubuh seseorang kekurangan unsur yodium secara terus-menerus dalam jangka waktu yang cukup lama. GAKY dapat diidentifikasikan dengan adanya gondok/goiter, kretin, tingginya angka kematian bayi dan menurunnya tingkat kecerdasan (IQ). Dalam tubuh manusia Yodium diperlukan untuk membentuk hormon tiroksin yang diperlukan oleh tubuh untuk mengatur pertumbuhan dan perkembangan mulai dari janin sampai dewasa. Yodium adalah sejenis mineral yang terdapat dialam, baik ditanah, di tumbuhan maupun diair merupakan zat gizi mikro yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan mahluk hidup. Orang yang mengalami kekurangan yodium dalam tubuhnya dikatakan menderita GAKY, GAKY dapat dialami oleh semua golongan umur mulai dari janin hingga dewasa yang digolongkan sebagai kelompok rentan.
PENGGUNAAN ANTIBIOTIK EMPIRIS PADA PASIEN PNEUMONIA Pande Ayu Naya Kasih Permatananda; Ni Wayan Widhidewi
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 16, No 4 (2021)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (644.804 KB) | DOI: 10.35842/mr.v16i4.468

Abstract

Empirical Use of Antibiotics in Pneumonia PatientsBackground: antibiotic as definitive therapy for pneumonia must be given within 8 hours, but on the other hand, to identify the cause of pneumonia will take several days so antibiotic are often given empirically. This will lead into the inaccuracy of choosing antibiotic for pneumonia patients. Inappropriate use of antibiotic can result in less effective treatment, decreased drug safety, increased resistance, and treatment costs. This analytical study of the use of antibiotics is important in relation to evaluating the use of antibiotic for pneumonia in medical practice. Objectives: :  this study was to analyze and evaluate the patterns of antibiotic use in pneumonia patients, especially monotherapy and polytherapy antibiotics. Methods: the research location was in Wangaya Hospital, Denpasar City. Data collection was carried out retrospectively based on medical record data of pneumonia patients that hospitalized in 2017-2018. Patients diagnosed as pneumonia with code ICD-10 J.18, aged over 17 years, and receiving antibiotic therapy were included in the study. Results: we found the most widely used antibiotic were the combination of cefoperazone and levofloxacin (24.2%). Conclusion: there is one type of antibiotic combination that has a risk of major interactions that should be avoided.
HUBUNGAN STATUS GIZI DAN PERILAKU PEMBERIAN STIMULASI DENGAN PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS ANAK USIA PRA SEKOLAH DI TK PKK INDRIARINI, WEDOMARTANI NGEMPLAK SLEMAN YOGYAKARTA Endang Lestiawati, Listyana Natalia Retnaningsih
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 13, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.578 KB) | DOI: 10.35842/mr.v13i3.187

Abstract

Latar Belakang: Anak merupakan individu yang berada dalam satu rentang perubahan pertumbuhan dan perkembangan yang perlu mendapatkan perhatian sebagai generasi penerus bangsa. Banyak faktor yang mempengaruhi perkembangan diantaranya adalah stastus gizi dan pemberian stimulasi. Setiap anak perlu mendapatkan gizi yang baik dan stimulasi rutin sedini mungkin dan terus menerus pada setiap kesempatan. Anak yang memiliki status gizi baik dan mendapatkan stimulasi rutin  akan  mencapai perkembangan yang optimal.  Tujuan: Mengetahui hubungan status gizi dan pemberian stimulasi dengan perkembangan motoruk halus anak usia pra sekolah di TK PKK Indriarini, Wedomartani Ngemplak Sleman Yogyakarta.Metode penelitian: Metode penelitian ini adalah penelitian korelasi analitik dengan rancangan penelitian cross-sectional. Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 35 orang. Penelitian ini menggunakan instrumen status gizi IMT/U, kuesioner dan lembar observasi DDST. Uji analisis menggunakan chi-square. Hasil: Status gizi anak usia pras sekolah mayoritas normal (77,1%), perilaku pemberian stimulasi orang tua paling banyak  baik (40%), dan perkembangan motorik halus anak usia pra sekolah mayoritas normal (57,1%). Hasil uji korelasi status gizi dengan perkembangan motorik halus diperoleh p-value 0,700 (>0,05) dan pemberian stimulasi dengan perkembangan motorik halus anak usia pra sekolah diperoleh p-value 0,011 (< 0,05).Kesimpulan: Tidak ada hubungan yang signifikan antara status gizi dengan perkembangan motorik halus anak usi di TK PKK Indriarini Wedomartani Ngemplak Sleman Yogyakarta. Ada hubungan yang signifikan antara perilaku pemberian stimulasi dengan perkembangan motorik halus anak usia pra sekolah di TK Indriarini Wedomartani Ngemplak Sleman Yogyakarta. Kata kunci : Status Gizi, Stimulasi, Perkembangan Motorik Halus, Anak Usia Pra Sekolah.
ANALISIS KENDALA DAN KEBUTUHAN REMAJA AKAN LAYANAN DAN PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Soepri Tjahjono Moedji Widodo
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 10, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.831 KB) | DOI: 10.35842/mr.v10i1.47

Abstract

Remaja masih menghadapi kendala kebijakan dan hukum dalam mengakses jenis layanan kesehatan reproduksi ini. Kendala lain adalah  perasaan malu ketika remaja harus  mengakses pelayanan kesehatan reproduksi di klinik, takut kalau akan kehilangan  kepercayaan diri, dan juga anggapan dari para  tenaga medis yang akan menekan remaja secara judgmental. Kendal teknis bisa juga muncul seperti persoalan kesesuaian waktu layanan dengan waktu luang remaja, kurangnya alat transportasi dan biaya yang cukup mahal. Pada diri remaja, rasa takut, cemas dan malu akan menghambat mereka dalam mengakses layanan kesehatan reproduksi. Hal ini berangkat dari kekurangan pengetahuan tentang kebutuhan mereka sendiri akan kesehatan reproduksi. Dari sini mereka terkadang justru menghindari dari layanan kesehatan reproduksi.Metode penelitian yang dugunakan dengan kombinasi Pendekatan Kuantitif dan Kualitatif. Artinya, data yang sifatnya kuantitif, yang diambil dengan angket, diperdalam menggunakan data-data yang sifatnya kualitatif yang digali lewat metode wawancara dan Focus Group Discussion (FGD).Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan kesehatan reporduksi remaja secara kuantitaif bisa dikatakan cukup tinggi. Akan tetapi pengetahuan ini masih terbatas pada pengetahuan teoretik dan dalam konteks  yang dihapal saja. Pengetahuan jenis ini tidak banyak berpengaruh pada pola perilaku seksual mereka. Perilaku seksual remaja tercatat cukup mengkhawatirkan dalam hasil analisis kuantitaif. Demikian juga beberapa mitos seksual  masih dipercayai oleh remaja, terutama mitos seputar kehamilan. Ditemukan pula kebijakan yang tidak akomodatif pada kebutuhan remaja akan layanan kesehatan reproduksi ini terutama layanan yang berpihak kepada remaja. 
PERBEDAAN PENGETAHUAN KELUARGA TERHADAP PENGETAHUAN PREHOSPITAL STROKE KELUARGA Wa Ode Nur Isnah Sabriyati; Silvia Malasari
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 17, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.877 KB) | DOI: 10.35842/mr.v17i1.446

Abstract

The high death rate makes the stroke as the second leading cause of death globally after heart disease. The biggest factor for the delay in prehospital stroke management is the lack of knowledge. Cost-effective case handling will be optimal if the emergency handling cases are well organized and well-prepared. Online health education during the COVID-19 pandemic is the right choice to increase family understanding regarding prehospital stroke which leads to the optimization of prompt and precise emergency services. Objective: To determine the effect of online method health education on family stroke prehospital knowledge in Makassar city. Methods: The study was a quasy experiment using two group pretest-posttest design with a control group design. The sample was the community in the working area of the public health center in Makassar, amounting to 15 samples from the intervention group as same with the control group based on the rule of thumb using accidental sampling technique. Result: The mean change in the intervention group was 2.067 and the control group was -0.2. The difference test after treatment was 0.018 (p <0.05). Conclusion: There was an effect of online method health education after intervention.
PERILAKU SEKS AMAN (SAFE SEX) PADA WANITA PEKERJA SEKS (WPS) YANG TERINFEKSI HIV DALAM MELAYANI PELANGGAN DI KOTA YOGYAKARTA Casnuri, Fika Lilik Indrawati
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 14, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.892 KB) | DOI: 10.35842/mr.v14i1.209

Abstract

Abstrak: Salah satu faktor risiko tingginya penularan HIV adalah banyaknya pelanggan yang dilayani seorang wanita pekerja seks (WPS) yang sudah terinfeksi HIV. Semakin besar jumlah pelanggan, semakin besar kemungkinan tertular HIV. Sebaliknya jika WPS telah terinfeksi HIV, maka makin banyak pelanggan yang mungkin tertular darinya. Dilain pihak, sedikitnya jumlah pelanggan dapat memperlemah kekuatan negosiasi WPS untuk pemakaian kondom, karena mereka takut kehilangan pelanggan. Dalam posisinya sebagai penjaja seksual, serta kurangnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi, maka WPS dengan tanpa sepengetahuannya akan mudah menularkan virus HIV kepada pasangan-pasangan berikutnya. Hal itu terjadi karena kurangnya informasi tentang kesehatan reproduksi dan seksual serta akses tentang layanan kesehatan bagi WPS. Penelitian ini bertujuan untuk memahami perilaku WPS dalam melakukan seks aman (safe sex) sehingga dapat diketahui proses serta faktor yang melatarbelakangi perilaku WPS melakukan seks aman (safe sex) dalam melayani pelanggannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, teknik pengambilan sampel secara purposive sampling jenis criterion based sampling dan snowball sampling dilakukan dengan menemukan orang yang dapat memberi petunjuk mengenai orang yang bersedia menjadi subjek penelitian sesuai dengan kriteria. Dari kriteria-kriteria yang telah dirumuskan, diperoleh lima orang informan yang representatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam. Hasil: bahwa hampir semua WPS mempunyai pengetahuan yang kurang tentang HIV/AIDS. Mereka tetap melakukan hubungan seksual yang beresiko meskipun sudah dinyatakan positif HIV dan sudah mengetahui beberapa teman WPS yang terkena HIV/AIDS. Semua WPS merasa bahwa pekerjaan mereka beresiko untuk menularkan HIV. Secara umum keseriusan/keparahan jika pelanggan tertular HIV yang dirasakan adalah merasa kesakitan secara fisik, malu, menyesal serta kehilangan pekerjaan. Manfaat melakukan seks aman (safe sex) adalah rasa aman untuk tidak menularkan HIV kepada pelanggan. Secara umum penolakan pelanggan terhadap pemakaian kondom tidak menjadi hambatan bagi WPS. Kesimpulan: Semua WPS percaya bahwa melakukan seks aman (safe sex) dapat menguntungkan bagi mereka dan pelanggan.Kata kunci : seks aman (safe sex), WPS, health belief mode 
HUBUNGAN KONDISI FISIK RUMAH DAN PAPARAN ASAP ROKOK DENGAN FREKUENSI KEKAMBUHAN ASMA PADA ANAK USIA 6 – 12 TAHUN DI PUSKESMAS RAWAT INAP WAIRASA SUMBA TENGAH NUSA TENGGARA TIMUR Jati Untari, Listiyana Natalia Retnaningsih, Anggraini Rambu Padu Leba
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 10, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.603 KB) | DOI: 10.35842/mr.v10i1.65

Abstract

Latar belakang : Persentase keluhan asma berdasarkan jenis kelamin di Kabupaten Sumba Tengah, laki – laki sebanyak 8,80% dan perempuan sebanyak 8,50%. Penyakit asma di Puskesmas Rawat Inap Wairasa pada tahun 2011 sebanyak 4896 kasus. Lingkungan dalam rumah yang kurang baik mampu memberikan kontribusi faktor pencetus serangan asma lebih besar dibandingkan lingkungan rumah yang baik. Faktor lingkungan dalam rumah yang dapat mempengaruhi serangan asma anak bisa berupa kondisi lingkungan rumah dan paparan asap dari keluarga penderita asma.Tujuan : Untuk mengetahui Hubungan Kondisi Fisik Rumah (ventilasi rumah, lantai rumah, dinding rumah) dan Paparan Asap Rokok dengan Frekuensi Kekambuhan Asma Pada Anak Umur 6-12 Tahun di Puskesmas Rawat Inap WairasaMetode penelitian : Penelitian ini adalah penelitian Observasional Analitik dengan desain penelitian Cross sectional. Subyek penelitian sebanyak 60 orang yang diambil dengan teknik Simple random sampling. Analisa data dilakukan dengan uji Chi-square menggunakan batas kemaknaan (alpha) = 0,05 dan Confidence interval 95%Hasil : Untuk frekuensi kekambuhan >2 kali sebulan, ventilasi yang tidak memenuhi syarat berisiko 2,09 kali lebih besar dibandingkan ventilasi yang memenuhi syarat (pvalue=0,00), lantai yang tidak kedap air berisiko 1,65 kali lebih besar dibandingkan lantai yang kedap air (pvalue=0,06), dinding rumah yang tidak baik berisiko 2,43 kali lebih besar dibandingkan dinding rumah yang baik (pvalue=0,00), keluarga yang merokok dekat anak berisiko 1,17 kali lebih besar dibandingkan yang merokok jauh dari anak (pvalue=0,550). Untuk frekuensi kekambuhan <2 kali sebulan, ventilasi yang tidak memenuhi syarat berisiko 1,65 kali lebih besar dibandingkan ventilasi yang memenuhi syarat (pvalue=0,03), lantai yang tidak kedap air berisiko 1,26 kali lebih besar dibandingkan lantai yang kedap air (pvalue=0,06), dinding rumah yang tidak baik berisiko 1,35 kali lebih besar dibandingkan diding rumah yang baik (pvalue=0,10), keluarga yang merokok dekat anak berisiko 1,083 kali lebih besar dibandingkan yang merokok jauh dari anak (pvalue=1,00). Kesimpulan: ventilasi rumah, dinding rumah, dan lantai rumah memiliki hubungan yang signifikan dengan frekuensi kekambuhan > 2 kali sebulan. Ventilasi rumah memiliki hubungan dengan frekuensi asma < 2 kali. Lantai rumah dan paparan asap rokok tidak memiliki hubungan dengan frekuensi > 2 kali sebulan. Tidak ada hubungan antara paparan asap rokok dengan frekuensi kekambuhan < 2 kali sebulan Kata kunci : asma, frekuensi kekambuhan asma, paparan asap, kondisi fisik rumah 1 Dosen Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat Universitas Respati Yogyakarta2 Dosen Program Studi S1 Keperawatan Universitas Respati Yogyakarta3 Mahasiswa S1 Kesehatan Masyarakat Universitas Respati Yogyakarta 
PENGARUH ABDOMINAL STRECHING EXERCISE DENGAN LANTUNAN AYAT SUCI AL-QUR’AN TERHADAP SKALA NYERI HAID (DISMINORE) PADA REMAJA DI PANTI ASUHAN DARUL ULUM YOGYAKARTA Nita Pramita; Dian Nur Adkhana Sari
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 14, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.303 KB) | DOI: 10.35842/mr.v14i2.223

Abstract

Latar belakang: Nyeri haid (Disminore) dapat menimbulkan dampak bagi kegiatan atau aktivitas para wanita khususnya remaja. Jika seorang remaja mengalami disminore, aktivitas belajar mereka di sekolah akan terganggu dan tidak jarang mereka tidak masuk sekolah. Disminore menimbulkan dampak yang mengakibatkan tidak bisa beraktivitas, tidak dapat berkonsentrasi dalam belajar, dan merupakan penyebab utama ketidakefektifan dalam kegiatan sehari-hari. Maka dari itu dibutuhkan terapi yang dapat menurunkan nyeri haid (disminore) salah satunya yaitu Abdominal Streching Exercise dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an.Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh Abdominal Streching Exercise dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an terhadap skala nyeri haid (disminore) pada remaja di Panti Asuhan Darul Ulum Yogyakarta.Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah penelitian pra eksperimental dengan rancangan penelitian one group pretest-posttest. Penelitian ini dilakukan di Panti Asuhan Darul Ulum Yogyakarta. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling dengan jumlah sampel 20 responden.Hasil: Analisa data menggunakan uji paired t-test dengan tingkat signifikan p<0,05. Didapatkan hasil nilai p=0,000 (nilai p ≤ 0,05). Hal ini berarti bahwa terdapat perbedaan signifikan artinya ada pengaruh Abdominal Streching Exercise dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an terhadap skala nyeri haid (Disminore) pada remaja sebelum dan sesudah diberikan intervensi.Kesimpulan: Terdapat pengaruh Abdominal Streching Exercise dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an terhadap skala nyeri haid (Disminore) pada remaja di Panti Asuhan Darul Ulum Yogyakarta.Kata Kunci: Abdominal Streching Exercise, Ayat suci Al-Qur’an, Disminore.
STUDI FENOMENOLOGI: PENGALAMAN PERAWAT DALAM MELAKSANAKAN ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN HENTI JANTUNG DI SALAH SATU IGD RUMAH SAKIT TIPE A DI JAWA TIMUR Lestari Eko Darwati; Indah Winarni; Ali Haedar
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 10, No 4 (2015)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.122 KB) | DOI: 10.35842/mr.v10i4.83

Abstract

Latar belakang: Perawat dituntut melakukan pertolongan pada pasien henti jantung secara cepat dan tetap menjaga keprofesionalannya sebagai pemberi asuhan keperawatan. Namun, perawat yang bekerja di IGD merasa bekerja melebihi kapasitas dan tidak berdaya, kurang dihormati, tidak dihargai, mendapat tekanan moral, stres dan kelelahan. Hal tersebut berdampak pada kurangnya kualitas pelaksanaan asuhan keperawatan pada pasien henti jantungTujuan: Mengeksplorasi pengalaman perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien henti jantung di IGDDesain: Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan fenomenologi interpretif Data dikumpulkan melalui indepth interview dan dianalisa dengan teknik analisis tematik (thematic analisis). Peneliti sebagai instrumen telah mewawancarai 7 perawat yang bekerja di IGD lebih dari 5 tahun dan memiliki pengalaman merawat pasien henti jantung.Hasil: Penelitian ini menghasilkan 7 tema, yaitu (1) perbedaan persepsi perawat tentang asuhan keperawatan, (2)  mengalami krisis peran dalam menjalankan asuhan keperawatan, (3) merasa tidak adekuat dalam merumuskan diagnosa keperawatan, (4) mengalami hambatan dalam mendokumentasikan asuhan keperawatan, (5) taat terhadap prosedur, (6) respon psikologis perawat, dan (7) harapan untuk optimalisasi asuhan keperawatan.Kesimpulan: Perawat merasa belum bisa melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien henti jantung di IGD secara optimal. Hambatannya adalah merasa melakukan pekerjaan yang tidak sesuai profesi, merasa sulit merumuskan diagnosa dan mengalami hambatan dalam mendokumentasikan asuhan keperawatan. Perawat perlu memahami perannya sebagai pemberi asuhan keperawatan. Pengetahuan perawat perlu ditingkatkan agar pelaksanaan asuhan keperawatan dapat lebih optimal.  Kata kunci: asuhan keperawatan, henti jantung, IGD 
SINTESIS ATRAKTAN ASAM LAKTAT-ASAM ASETAT-AMONIAK SEBAGAI PENGENDALI POPULASI NYAMUK Aedes sp Marius Agung Sasmita Jati; Antok Nurwidi Antara
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 14, No 4 (2019)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.959 KB) | DOI: 10.35842/mr.v14i4.248

Abstract

Latar Belakang: Penelitian mengenai sintesis Atraktan Asam Laktat-Asam Asetat-Amoniak untuk Pengendali Populasi Nyamuk Aedes sp telah dilakukan. Penelitian ini bersifat eksperimental.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas Model Atraktan Asam Laktat-Asam Asetat-Amoniak. Pengujian hasil penelitian ini mengambil lokasi di Daerah Kecamatan Mungkid, Magelang, Jawa Tengah sebagai tempat dimana Aedes albopictus terdapat banyak.Metode: Metode sampling penelitian yang dilakukan bersifat random. Hasil: Hasil dari penelitian ini telah membuktikan bahwa dengan komposisi 85% asam Laktat, 12,5 % asam Asetat dan 2,5 % amonia, mempunyai kemampuan sebagai atraktan nyamuk Aedes sp. Hasil penelitian ini dikaji dengan standar Pedoman Pengumpulan Data Vektor (Nyamuk) di Lapangan : Riset Khusus Vektor dan Reservoir Penyakit di Indonesia yang diterbitkan oleh Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Vektor dan Reservoir Penyakit Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan R.I. Tahun 2017.Kesimpulan: bahan aktif yang diuji efektif dijadikan atraktan. Hasil penelitian ini sebagai suatu solusi dalam mengendalikan populasi nyamuk Aedes sp. di tempat lain.