cover
Contact Name
Mulyawan Safwandy Nugraha
Contact Email
mulyawan77@gmail.com
Phone
+628121117577
Journal Mail Official
jurnal.lektur@gmail.com
Editorial Address
Gedung kementerian Agama RI lantai 20 Jl. MH. Thamrin No. 6 Kebon Sirih Menteng Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10340
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Lektur Keagamaan
ISSN : 16937139     EISSN : 2620522X     DOI : DOI: 10.31291/jlka
the studies of classic religious manuscripts; the studies of contemporary religious manuscripts; religious history and society; religious archaeology; and religious arts on the scope of Nusantara.
Articles 309 Documents
Unsur Religi pada Makam-makam Kuna Islam di Kawasan Garut Effie Latifundia
Jurnal Lektur Keagamaan Vol 14 No 2 (2016)
Publisher : Center for Research and Development of Religious Literature and Heritage, Agency for Research and Development and Training, Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.134 KB) | DOI: 10.31291/jlk.v14i2.509

Abstract

This work is based on field studies made in the year 2007 – a study of writings held by libraries and various govt. and semi-governmental bodies. Research reveals that many prominent people were buried in the Garut area, among them: Syech Sunan Rohmat (in the tomb of Godog), Raden Wangsa Muhamad (in the tomb of Cinunuk) and Syekh Jafar Sidiq, entombed at Cibiuk, one of the most charismatic religious leaders of his day. This third figure (Jafar Sidiq), and indeed his tomb, greatly helped the spread of Islam and even created Garut as a suitable place of pilgrimage, drawing even pilgrims from beyond Indonesia. The motivation for declaring these three tombs a suitable place for pilgrimage is based on the perception that these tombs are worthy places for meditation and for pondering a better life to come. It may be concluded that a number of religious observations, whether carried out individually or else as part of a group, are of great religious import. These pilgrimages continue to this day and may be reckoned as worthy of association with the greater pilgrimages to the Holy Land. Keywords: religion, pilgrimage, ancient tombs, Garut district. Tulisan ini diawali penelitian lapangan yang dilaksanakan pada tahun 2007, dengan metode survei dilengkapi studi kepustakaan, dan wawancara. Melalui tulisan ini berhasil diungkap bahwa tokoh-tokoh yang dimakam¬kan pada ketiga makam kuna di kawasan Garut, yaitu Syech Sunan Rohmat pada makam Godog, Raden Wangsa Muhamad pada makam Cinunuk, dan Syekh Jafar Sidiq pada makam Cibiuk merupakan tokoh yang kharismatik dan religius yang berpengaruh dalam kehidupan masyarakat setempat. Ketiga tokoh penyebar Islam tersebut makamnya dikeramatkan dan sakral serta ramai dikunjungi para peziarah yang datang baik dari dalam maupun luar kawasan Garut dan bahkan dari luar negeri. Motivasi para peziarah berkunjung pada tiga makam tersebut dilandasi persepi bahwa makam merupakan tempat untuk melakukan tafakur atau tempat yang tepat bagi peziarah yang mengutamakan kehidupan spiritual dengan harapan salah satunya hidup akan lebih baik. Dapat disimpulkan bahwa sejumlah upacara yang dilakukan sendiri-sendiri maupun bersama-sama secara serentak dengan penekanan pada upacara (ritus) berdoa, bersaji, atau upacara berupa pesta tahunan, selamatandan sebagainya hal ini menggambarkan unsur religi. Kegiatan religi tersebut masih terus berlangsung dan melekat pada kegiatan ziarah. Kata Kunci: religi, ziarah, makam kuna, kawasan Garut.
Karya Ulama Sumatera Barat: Krisis Basis dan Generasi Penerus Ridwan Bustamam
Jurnal Lektur Keagamaan Vol 14 No 2 (2016)
Publisher : Center for Research and Development of Religious Literature and Heritage, Agency for Research and Development and Training, Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (784.488 KB) | DOI: 10.31291/jlk.v14i2.510

Abstract

These days, while many a book is being written, on the one hand publishing houses find less to appreciate while, on the other, really scholarly books on religion are becoming still more scarce. In spite of some difficulties, this study has managed to uncover 104 scholarly works in West Sumatra alone: 22 karya tulis di PPMTI Batang Kabung, Padang; 1 karya tulis di Perguruan Diniyah Putri Padang Panjang; 5 karya tulis di PPMTI Pasir, Agam; 45 karya tulis koleksi perpustakaan ahli waris Abdul Latif Syakur di Balai Gurah, IV Angkat, Agam; dan 30 karya tulis koleksi pribadi Buya Apria Putra di Payakumbuh. Research shows that many original scholarly works are to be found on the premises of boarding schools. The works of such devoted scholars as these are perhaps more evident today in the physical presence of madrassah, pesentran, mosques and so on, than they are in the field of writing. In fact, it is to these scholars that government and publishing houses should go for more specifically religious books. The work of these scholars would thus reach a larger public. Keywords: inventory, writing, ulama, West Sumatra. Saat ini, masih banyak karya ulama yang belum terpublikasi secara luas, di satu sisi para pengambil kebijakan maupun usaha penerbitan kurang mengapresiasi mereka, di sisi lain ulama yang mampu menulis buku juga semakin langka. Meskipun bersifat lanjutan, penelitian inventarisasi berperspektif kualitatif ini berhasil mengungkap 104 karya ulama di Sumatera Barat, yaitu 22 karya tulis di PPMTI Batang Kabung, Padang; 1 karya tulis di Perguruan Diniyah Putri Padang Panjang; 5 karya tulis di PPMTI Pasir, Agam; 45 karya tulis koleksi perpustakaan ahli waris Abdul Latif Syakur di Balai Gurah, IV Angkat, Agam; dan 30 karya tulis koleksi pribadi Buya Apria Putra di Payakumbuh. Penelitian ini menemukan bahwa makin langkanya ulama yang menulis buku, terutama di lingkungan pesantren. Karya para ulama yang lebih menonjol saat ini hanya berbentuk karya fisik seperti bangunan madrasah, pesantren, masjid, dan sejenisnya. Oleh karena itu, pemerintah dan penerbit buku perlu merangsang mereka untuk menulis buku keagamaan. Tujuannya, agar karya tulis para ulama dapat dibaca masyarakat secara lebih luas. Kata Kunci: inventarisasi, karya tulis, ulama, Sumatera Barat.
Pengantar Redaksi dan Daftar Isi Dewan Redaksi
Jurnal Lektur Keagamaan Vol 15 No 1 (2017)
Publisher : Center for Research and Development of Religious Literature and Heritage, Agency for Research and Development and Training, Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.156 KB)

Abstract

Kulit Muka, Pengantar Redaksi, Daftar Isi, Indeks Judul dan Gaya Selingkung
Transformasi dan Kajian Etnopedagogi Naskah Wawacan Sulanjana Dingding Haerudin; Dedi Koswara
Jurnal Lektur Keagamaan Vol 15 No 1 (2017)
Publisher : Center for Research and Development of Religious Literature and Heritage, Agency for Research and Development and Training, Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.824 KB) | DOI: 10.31291/jlk.v15i1.513

Abstract

This paper examines the results of the transformation of the Ancient Sundanese script entitled "Wawacan Sulanjana" transliterated in the first stage into the form of prose stories, poetry, and dialogue as a teaching material at school. A recent study shows that the ethnopedagogic values contained in the Ancient Sundanese script of Wawacan Sulanjana, among them imply ten points in which humans as creatures created by the Almighty: 1) must believe in the existence of fate and obedience to all his commandments, 2) to love his or her fellow human beings and not to deceive the weak creatures, 3) to preserve the environment and to cultivate them in order to benefit and to survive as well as the plants; 4) to distinguish between the right and the mistaken; 5) must maintain the mandate entrusted to him or her, 6) must defend the weak and combat injustice, 7) must respect the prevailing cultural customs in a community environment, 8) have the knowledge and skills to navigate life, 9) must prioritize the common interests and not selfish, 10) must be honest and firm and not breaking the promise. This research uses descriptive method, where data transformation result is studied on its elements. For prose and dialogue, we pay attention to the theme, the message, the plot/plot, the background, and the qualities of the character. As for poetry we pay attention to taste, tone, theme, and its mandate. From this study also we obtain twelve titles of prose narrative, twelve titles of dialogue, and twelve kinds of poems. Keywords: codex, transformation, ethno-pedagogy, Sundanese Tulisan ini mengkaji hasil transformasi (alih wahana) naskah Sunda Kuno yang berjudul “Wawacan Sulanjana” hasil transliterasi pada tahap pertama ke dalam bentuk cerita prosa, puisi, dan dialog sebagai bahan pengajaran di sekolah. Sebuah penelitian yang baru-baru ini kami lakukan menunjukkan bahwa nilai-nilai etnopedagogik yang terkandung dalam naskah Sunda Kuno Wawacan Sulanjana, di antaranya mengisyaratkan sepuluh poin di mana manusia sebagai mahluk yang diciptakan Yang Maha Kuasa: 1) harus meyakini akan adanya takdir dan dan taat kepada segala perintahNya,2) harus mengasihi sesama mahluk dan jangan memperdaya mahluk yang lemah, 3) harus memelihara lingkungan sekitar dan mengolahnya agar dapat mengambil manfaat serta mampu bertahan hidup serperti terhadap tanaman, 4) harus membedakan antara yang hak dan yang bathil,5) harus menjaga amanat yang dipercayakan kepada dirinya, 6) harus membela yang lemah dan memerangi ketidakadilan, 7) harus menghormati adat budaya yang berlaku di suatu lingkungan masyarakat, 8) memilki ilmu pengetahuan dan keterampilan untuk mengarungi kehidupan, 9) harus mengutamakan kepentingan bersama jangan mementingkan diri pribadi, 10) harus jujur dan teguh serta tidak melanggar janji. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, di mana data hasil transformasi dikaji unsur-unsurnya. Untuk karangan prosa dan dialog, kami memperhatikan tema, amanat, plot/alur, latar, dan watak atau karakter tokoh. Sementara untuk puisi kami memperhatikan rasa, nada, tema, dan amanat. Dari hasil penelitian ini juga diperoleh dua belas judul karangan prosa narasi, dua belas judul karangan jenis dialog, dan dua belas karangan jenis sajak. Kata kunci: naskah kuno, transformasi, etno-pedagogi, Sunda
Peta Lektur Agama Islam di Universitas Brawijaya Malang Alfan Firmanto
Jurnal Lektur Keagamaan Vol 15 No 1 (2017)
Publisher : Center for Research and Development of Religious Literature and Heritage, Agency for Research and Development and Training, Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.901 KB) | DOI: 10.31291/jlk.v15i1.514

Abstract

Books are a means of transmitting science and thought as well as ideology. Through diverse books of thought disseminated from the liberal, moderate to the radical. This paper intends to see the diversity and the tendency of discourse of thought contained in various Islamic books that are in public college, which at this time should get serious attention related to the issues of radicalism movement and its ideology that spread in college campus public. Brawijaya University of Malang is one of the leading state universities in East Java, which has a strategic location in the center of East Java province, so it needs serious attention related issues of ideology of radicalism. From the research map of Islamic religious director in Brawijaya University is expected to be mapped the theme of Islamic religious books in Universitas Brawijaya Malang, and can be known the themes of the most popular Islamic religious books in Universitas Brawijaya, and can be identified the tendency of thought in the theme Books of Islam in Universitas Brawijaya Malang. Keywords: Lektor Islam, Universitas Brawijaya, Buku adalah sarana transmisi ilmu pengetahuan dan pemikiran se-kali¬gus ideologi. Melalui buku beragam pemikiran disebarluaskan dari yang liberal, moderat hingga yang radikal. Tulisan ini bermaksud melihat keragaman dan kecenderungan wacana pemikiran yang terkandung dalam beragam buku Islam yang berada di perguruan tinggi umum, yang saat ini harus mendapat perhatian serius terkait adanya isu-isu gerakan radikalisme dan fahamnya yang merebak di kampus-kampus perguruan tinggi umum. Universitas Brawijaya Malang adalah salah satu universitas negeri ternama di Jawa Timur, yang memiliki lokasi strategis di tengah provinsi Jawa Timur, sehinga perlu mendapat perhatian serius terkait isu-isu ideologi radikalisme. Dari penelitian peta lektur agama Islam di Universitas Brawijaya ini diharapkan akan dapat dipetakan tema buku-buku agama Islam yang ada di Universitas Brawijaya Malang, dan dapat diketahui tema-tema buku agama Islam yang paling diminati di Universitas Brawijaya, serta dapat diidentifikasi kecenderungan pemikiran dalam tema buku-buku agama Islam di Universitas Brawijaya Malang. Kata kunci : Lektur Islam, Universitas Brawijaya,
Potret Islam di Kasultanan Yogyakarta Abad XVIII: Kajian Terhadap Penulis Naskah Babad Kraton Maharsi Maharsi
Jurnal Lektur Keagamaan Vol 15 No 1 (2017)
Publisher : Center for Research and Development of Religious Literature and Heritage, Agency for Research and Development and Training, Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.713 KB) | DOI: 10.31291/jlk.v15i1.515

Abstract

This paper reveals a religious practice as observed in the Yogyakarta Sultanate in the XVII century through the lense of of Babad Kraton. The writer of Babad Kraton, who is a Javanese aristocrat, attempts to reveal Islamic practices that he does based on his life experience and environment. In this study of the manuscript, this research uses the method of Philology research to get the best available text and worthy of study to be used as research material. The results of this study show that the author of Babad Kraton shows his great love of knowledge and devotion to God. It is clear that the text of Babad Kraton contains Islamic values that are adapted to the Javanese cultural background. Islamic treasures that appear in the text of Babad Kraton are also expected to perfect and validate the existence of the Sultan's Palace as an Islamic Kingdom in Java. Keyword: Islam, Java, Yogyakarta Sultanate, Babad Kraton Tulisan ini mengungkapkan paktek keagamaan di Kasultanan Yogyakarta pada abad XVII melalui Penulisan Naskah Babad Kraton. Penulis Naskah Babad Kraton yang merupakan bangsawan Jawa berupaya mengungkapkan praktek keIslaman yang dilakukannya berdasarkan lingkungan kehidupannya. Sebagai sebuah kajian naskah, penelitian ini menggunakan metode penelitian Filologi untuk mendapatkan teks yang paling baik dan layak digunakan sebagai bahan kajian. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa penulis Babad Kraton menunjukkan cintanya yang sangat besar terhadap ilmu dan baktinya kepada Allah swt. Teks Babad Kraton mengandung nilai-nilai keislaman yang disesuaikan dengan latar belakang budaya Jawa. Khazanah keislaman yang dimunculkan dalam teks Babad Kraton juga diharapkan untuk menyempurnakan dan mensahkan eksistensi Kraton Yogyakarta sebagai Kerajaan Jawa Islam. Kata kunci: Islam, Jawa, Kasultanan Yogyakarta, Babad Kraton
Islam dan Perkembangan Bahasa Melayu Ening Herniti
Jurnal Lektur Keagamaan Vol 15 No 1 (2017)
Publisher : Center for Research and Development of Religious Literature and Heritage, Agency for Research and Development and Training, Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.093 KB) | DOI: 10.31291/jlk.v15i1.516

Abstract

The spread of Islam in Nusantara has not only influenced social change, but also in language development. One of the languages used in Nusantara at that time was the Malay language. Malay as lingua franca has an important role in communication between traders in the Malacca Strait. Arabic also serves as a lingua franca especially in the spread of Islam. Arabic and Malay have the same position, namely as lingua franca, causing language contact. This language contact represents a balance of two languages resulting in language borrowing. This research is libraryresearch with qualitative-descriptive method. This paper describes the influence of the spread of Islam in Nusantara to the development of Malay (Bahasa). The conclusion of this study shows that the spread of Islam in Nusantara influences the system alphabet (alphabet Jawi), the form of loanword, the domain of loanword, and Arabic-Latin transli¬teration. Keywords: The spread of Islam; influence; contact language; lingua franca; loanword Penyebaran agama Islam di Nusantara tidak hanya berpengaruh pada perubahan sosial, tetapi juga pada perkembangan bahasa. Salah satu bahasa yang digunakan di wilayah Nusantara pada saat itu adalah bahasa Melayu, yang kemudian menjadi bahasa Indonesia. Bahasa Melayu sebagai lingua franca memiliki peranan penting dalam memperlancar komunikasi antarpedagang di Selat Malaka. Bahasa Arab juga berperan sebagai lingua franca terutama dalam penyebaran agama Islam. Bahasa Arab dan bahasa Melayu memiliki kedudukan yang sama, yakni sebagai lingua franca sehingga menimbulkan kontak bahasa. Peristiwa kontak bahasa ini mepresentasikan adanya keseimbangan dua bahasa yang mengakibatkan peminjaman bahasa. Penelitian ini adalah penelitian pustaka dengan metode deskriptif-kualitatif. Tulisan ini memaparkan pengaruh penyebaran Islam di Nusantara terhadap perkembangan bahasa Melayu (bahasa Indonesia). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penyebaran agama Islam di Nusantara berpengaruh pada sistem aksara (abjad Jawi), bentuk serapan, bidang penyerapan, dan transliterasi Arab-Latin. Kata Kunci: penyebaran agama Islam; pengaruh; kontak bahasa; lingua franca; serapan
Situs Menanga Solor Flores Timur: Jejak Islam di Nusa Tenggara Timur (NTT) Muhamad Murtadlo
Jurnal Lektur Keagamaan Vol 15 No 1 (2017)
Publisher : Center for Research and Development of Religious Literature and Heritage, Agency for Research and Development and Training, Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.132 KB) | DOI: 10.31291/jlk.v15i1.517

Abstract

Solor Island, East Flores considered as one gate of the presence of three major religions (Islam, Catholicism, Christianity) in East Nusa Tenggara. The existence of Lohayong fort built by Portuguese (1566) became the beginning discussionabout history of religion in that area. This study was formulated to answer the question: whether Islam first present on the Solor Island? What kinds of evidencesthat prove of existence Islam on this island? Using archaeological and literature studies, the study concluded that there is some evidence like the presence of ulama Joe Pattiduri in Menanga at 13th century, the Fort of Menanga and the alliance of the five royal beach (Solor Watanlema). This facts also shows that Islam has been present before the Portuguese presence in the island. Keywords: Sites, Menanga, Watanlema Pulau Solor, Flores Timur menjadi saksi penting masuknya tiga agama besar (Islam, Katholik, Kristen) di Nusa Tenggara Timur (NTT). Keberadaan Benteng Lohayong yang dibangun Portugis (1566) menjadi awal diskusi masuknya agama di NTT. Penelitian ini dirumuskan untuk menjawab pertanyaan: apakah Islam lebih dahulu hadir di Pulau Solor? bukti apa saja yang bisa kita saksikan tentang Islam di Pulau Solor ini? Pendekatan kajian menggunakan studi arkeologi dan pustaka. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ada beberapa bukti seperti hadirnya ulama Joe Pattiduri di Menanga abad 13, keberadaan Benteng Menanga dan Aliansi 5 kerajaan pantai Solor Watanlema. Fakta ini juga menunjukkan bahwa bahwa Agama Islam telah hadir sebelum Portugis hadir di Pulau Solor. Kata-kata Kunci: Situs, Menanga, Watan Lema
Gereja Hati Yesus Yang maha Kudus - Katedral (sejarah Gereja Katolik di Sulawesi Selatan dan Tenggara) Ahmad Yunani
Jurnal Lektur Keagamaan Vol 15 No 1 (2017)
Publisher : Center for Research and Development of Religious Literature and Heritage, Agency for Research and Development and Training, Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.167 KB) | DOI: 10.31291/jlk.v15i1.518

Abstract

The Hati Yesus yang Maha Kudus Church is the oldest Catholic church in Makassar. Built in 1898, the church later became the cathedral church in Makassar. In this paper, the author makes the church as the object of research using the method of archaeological descriptions. This study aims to find out how the application of building styles in gothic churches and its changes to date. Through the embodiment of the visual elements of the oldest Catholic church in Makassar, the gothic style and other artistic styles of the buildings the church shows an interesting and unique blend of architecture. The shape of windows, doors, and curved roofs is part of the Gothic style that was the influence of the Dutch colonial period. Although the style and forms of this church have a resemblance of form with the later Christian church, the Christian church of Immanuel Makassar, the Hati Yesus yang Maha Kudus Church has become part of the Roman Catholic church structure which has many historical values, both in Makassar's local history, as well as Indonesian national history.Keywords: Church of the Most Sacred Heart of Jesus, Catholic, history, Architecture, Makassar.Gereja Hati Yesus yang Maha Kudus merupakan gereja Katolik tertua di Makassar. Dibangun pada tahun 1898, gereja ini kemudian menjadi gereja Katedral di Makassar. Dalam tulisan ini, penulis menjadikan gereja Hati Yesus yang Maha Kudus sebagai objek penelitian dengan menggunakan metode deskripsi arkeologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan gaya bangunan pada gereja gotik dan perubahannya hingga saat ini. Melalui perwujudan unsur-unsur visual pada gereja Katolik tertua di Makassar tersebut, gaya gotik dan gaya artistik lainnya dari bangunan memperlihatkan perpaduan arsitektur yang menarik dan unik. Bentuk jendela, pintu, dan atap melengkung adalah bagian dari corak gotik yang merupakan pengaruh dari masa kolonial Belanda. Meskipun gaya dan bentuk gereja ini memiliki kemiripan bentuk dengan gereja Kristen yang muncul kemudian, yaitu gereja Kristen Immanuel Makassar, Gereja Hati Yesus yang Maha Kudus, menjadi bagian dari struktur gereja Katolik Roma yang memiliki banyak nilai-nilai sejarah, baik sejarah lokal Makassar, bahkan sejarah nasional Indonesia umumnya.Kata Kunci: Gereja Hati Yesus yang Maha Kudus, Katolik, sejarah, Arsitektur, Makassar.
Klenteng Kuno Boen Bio di Surabaya (Nilai dan Makna Ajaran Khonghucu) Dede Burhanudin
Jurnal Lektur Keagamaan Vol 15 No 1 (2017)
Publisher : Center for Research and Development of Religious Literature and Heritage, Agency for Research and Development and Training, Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1000.833 KB) | DOI: 10.31291/jlk.v15i1.519

Abstract

Boen Bioyang Temple, located in Surabaya City, is one of the houses of worship in Indonesia that still cling to the purity of Confucian religious teachings. Especially, it still maintains the pure values of Confucian teachings that do not go through syncretism like other temples. Temples in Indonesia are mostly Tridharma temples used by three religions, namely Confucianism, Buddhism and Taoism. This article wishes to reveal (1) the context and historical back-ground of the founders of Boen Bio Temple, which includes the time, the founding figures, and the conditions of the community around that time; (2) data on the architectural model of the building, and the objects as well as the philosophical meanings contained therein and (3) the role of religious spreading and the social and cultural use since its inception to date. The expected benefits of this research can add to the religious treasures of the Indonesian archipelago, exploring the values of local wisdom. These also conserve and preserve historical religious places of worship in Indonesia, especially the Confucian Chinese people who are Confucians in Surabaya and generally the people of Indonesia. Basically, the research method used here is descriptive and quali-tative, related to history. The use of such methods may present evidence of evidence and facts contained in the temple through the stages of historical studies. A historical approach is made to describe the historical background of the existence of a historic place of worship, while the archaeological approach is done to describe the ancient objects and the symbols within them.Keywords: Temple, Confucianism, Chinese, Surabaya, Indonesia. Latar belakangPenelitian Klenteng Boen Bio yang ada di Kota Surabaya ini, adalah salah satu satu tempat ibadah di Indonesia yang masih berpegang teguh pada kemurnian ajaran agama Khonghucu. Teru-tama masih mempertahankan nilai-nilai murni ajaran Khonghucu yang tidak mengalami sinkretisme seperti kelenteng-kelenteng lainnya. Jika Kelenteng-kelenteng di Indonesia kebanyakan merupakan kelenteng Tri-dharma yang digunakan oleh tiga agama, yakni Khonghucu, Budha dan Tao. Adapun tujuan dan manfaat dari penelitian ini diantaranya (1) untuk mengungkapkan konteks latar sejarah berdirinya Klenteng Boen Bio, yang meliputi waktu, pendiri, serta kondisi masyarakat di sekitar saat itu. (2) Didapatnya data tentang model aristektur bangunan, dan benda-benda berikut makna filosofis yang terkandung di dalamnya serta (3) mengetahui peran penyebaran agama serta pemanfaatan sosial budaya sejak awal berdirinya sampai saat ini. Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini dapat menambah khazanah keagamaan Nusantara, menggali nilai-nilai kearifan lokal dan mengkonservasi dan melestarikan tempat-tempat ibadah keagamaan bersejarah di Indonesia. khususnya masyarakat Tionghoa yang beragama Khonghucu di Surabaya dan umumnya masyarakat Indonesia. Secara mendasar metode penelitian ini deskriptif kualitatif yang terkait dengan sejarah dan kekunoan.Penggunaan metode tersebut diharapkan dapat memaparkan bukti temuan dan fakta yang terdapat pada Klenteng tersebut melalui tahapan kajian sejarah. Pendekatan yang dilakukan disesuaikan dengan sifat penelitian yang akan dilakukan yaitu historis dan arkeologis. Pendekatan historis dilakukan untuk men-deskripsikan latar belakang sejarah keberadaan rumah ibadah bersejarah, sedangkan pendekatan arkeologis dilakukan untuk mendeskripsikan benda-benda kuno serta simbol yang ada didalamnya.Karena keterbatasan waktu dan teknis, maka dalam penelitian ini hanya di analisis melalui pendekatan sejarah.Kata Kunci: Klenteng, Khonghucu, Tionghoa, Kota Surabaya, Indonesia.

Filter by Year

2012 2025