cover
Contact Name
Arisa Rahmawati Zakiyah
Contact Email
arisazakia@iainkediri.ac.id
Phone
+628113341870
Journal Mail Official
happiness@iainkediri.ac.id
Editorial Address
Office Address at Jln. Sunan Ampel No. 7, Ngronggo, Kota Kediri, Provinsi Jawa Timur, Indonesia
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Happiness : Journal of Psychology and Islamic Science
ISSN : 25800671     EISSN : 29635764     DOI : https://doi.org/10.30762/happiness
Jurnal Happines, Journal of Psychology and Islamic Science is a journal publishes research report and scientific papers in psychology, Islamic psychology and/or related sciences with the aim to advance science, knowledge, and theory of psychology and Islamic psychology. This journal is published by IAIN Kediri and managed by the Program Studi Psikologi Islam at the Fakultas Ushuluddin dan Dakwah.
Articles 136 Documents
Pengaruh Kematangan Emosi Terhadap Agresivitas Dimediasi Oleh Kontrol Diri Pada Siswa Sma Negeri Di Kota Malang Retno Handasah
Happiness (Journal of Psychology and Islamic Science) Vol. 2 No. 2 (2018)
Publisher : Program Studi Psikologi Islam (IAIN) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.83 KB) | DOI: 10.30762/happiness.v2i2.345

Abstract

Agresivitas secara umum banyak terjadi dikalangan remaja baik laki-laki maupun perempuan. Perilaku agresif berkaitan erat dengan kematangan emosi. Masa remaja akhir merupakan masa dimana kematangan emosinya mulai stabil atau baik. Penelitian dilakukan bertujuan untuk mengetahui pengaruh kematangan emosi terhadap agresivitas dan pengaruh kematangan emosi terhadap agresivitas melalui kontrol diri pada remaja. Penelitian menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode analisis Path Analysis. Penelitian melibatkan 312 siswa SMA Negeri di Kota Malang dengan teknik cluster random sampling. Pengambilan data menggunakan instrument Emotional Maturity Scale (EMS), Self Control Scale (SCS), dan Aggression Scale (AS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa besarnya pengaruh kematangan emosi terhadap kontrol diri sebesar 4,6% dengan p<0,001 dan R= 0,190. Kontrol diri juga menyumbang pengaruh terhadap kemunculan agresivitas sebesar 1,5% dengan p<0,050 dan R= -0,175. Pengaruh kematangan emosi terhadap agresivitas secara langsung sebesar yaitu β = -0,429. Pengaruh kematangan emosi terhadap agresivitas melalui kontrol diri sebesar β = -0,033, sehingga pengaruh kematangan emosi terhadap agresivitas secara langsung lebih kuat dibandingkan pengaruh kematangan emosi terhadap agresivitas melalui kontrol diri.
Studi Kasus: Dinamika Psikologis Remaja Dalam Ruang Lingkup Keluarga Disfungsional Shofi Mirwani; Lu’lu El Jannah; Tyas Puji Lestari; Moh. Sholeh; Aprilia Afifah; Mahjarona Sabilla; Athi’intihail Fajriah; Badrotuz Zakiyah
Happiness (Journal of Psychology and Islamic Science) Vol. 2 No. 2 (2018)
Publisher : Program Studi Psikologi Islam (IAIN) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.13 KB) | DOI: 10.30762/happiness.v2i2.346

Abstract

Subyek adalah anak terakhir yang harus berjuang untuk menghidupi keluarganya. Orangtua dan kakaknya tidak mampu untuk memenuhi kebutuhannya sehingga subyek harus bekerja. Permasalahan yang timbul adalah subyek tidak bisa lagi bersekolah, lingkungan sosial tidak mendukung dan rentan terhadap problem serta gangguan psikis seperti kecemasan dan bahkan depresi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif studi kasus, dengan metode pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan psikotes. Hasilnya menunjukkan bahwa terkadang subyek kurang mampu untuk beradaptasi dengan lingkungan, kecerdasan yang cukup kurang dan kemampuan pemecahan masalah yang buruk. Selain itu, subyek juga mengalami kesulitan dalam melakukan kontak sosial dengan lingkungannya. Dari hasil tersebut maka peneliti mengajukan saran terapi yang bisa membantu subyek untuk bisa menjadi lebih baik dalam berinteraksi, beradaptasi dan juga mengurangi resiko problem serta gangguan psikologis. Terapi tersebut adalah terapi kognitif perilaku. Terapi ini mengajarkan kepada subyek bahwa perilakunya dipengaruhi oleh pikiran yang mendapatkan innformasi dari stimulus yang diterima.
Penerapan Metode Guide Writing Untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Pola Dasar Pada Anak Disgrafia Arisa Rahmawati Zakiyah; Risma Alvina
Happiness (Journal of Psychology and Islamic Science) Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Program Studi Psikologi Islam (IAIN) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.585 KB) | DOI: 10.30762/happiness.v3i1.348

Abstract

Pada anak-anak sering ditemukan kesulitan belajar utamanya mereka yang memiliki kebutuhan khusus. Salah satu tipe kesulitan belajar yang umum ditemukan adalah kesulitan menulis (disgrafia). Berdasarkan wawancara dan observasi yang dilakukan umumnya anak yang mengalami disgrafia terbiasa untuk menulis dengan menebali titik, sehingga tidak terbiasa mengenal dasar-dasar membentuk huruf secara mandiri. Untuk memulai langkah tersebut, maka perlu diajarkan pola-pola dasar untuk membentuk suatu huruf. Pola inilah yang kemudian diaplikasikan menjadi bentuk yang padu dalam huruf abjad. Pengenalan pola dasar ini dapat dilakukan dengan memberikan contoh visual sebagai stimulus untuk melatih menulis pola dasar tersebut. Metode yang demikian dikenal dengan istilah guide writing. Guide writing dilakukan secara bertahap dimulai dengan pemodelan atau memberikan contoh, memberikan teknik terbimbing dan praktik mandiri. Metode ini efektif diterapkan untuk melatih anak disgrafia meningkatkan ketrampilan menulis pola dasar.
Pengaruh Relaksasi Meditasi Gelembung Pikiran Terhadap Kecemasan Dalam Menghadapi Ujian Nasional Pada Siswa Sma/Sederajat Kelas Xii Di Tulungagung Uswah Wardiana; Afinia Sandhya Rini
Happiness (Journal of Psychology and Islamic Science) Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Program Studi Psikologi Islam (IAIN) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.05 KB) | DOI: 10.30762/happiness.v3i1.349

Abstract

The research purpose is to find the effect of mind bubble relaxation meditation therapy to decrease anxiety level. The subject is senior high school students at XII grade who have anxiety level with intermediate and high category. The collecting data is done by using Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) that have had reliability and validity of 0, 93 and 0,97. This research used experimental method with one group pretest-posttest design. Statistic testing that used in this research is paired sample T-test toward experiment group with value of sig. (2-tailed) < 0, 05 or 0,000 < 0, 05. The result concluded that there is significance difference between pre-test result and post-test in the experiment group so there is a decreasing in subject anxiety after treated by mind bubble relaxation meditation therapy. All in all, there is an effect of giving relaxation mind bubble meditation therapy to decrease anxiety for senior high school students at XII grade toward national examination.
School Well-Being Dan Kecemasan Akademik Pada Mahasiswa Alvin Nur Muhammad Azyz; M. Qomarul Huda; Luthfi Atmasari
Happiness (Journal of Psychology and Islamic Science) Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Program Studi Psikologi Islam (IAIN) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.733 KB) | DOI: 10.30762/happiness.v3i1.350

Abstract

Masalah yang seringkali dialami oleh mahasiswa di kampus adalah enggan bertanya pada dosen dan kurang familiar dengan fasilitas kampus, hal ini dapat berakibat negatif seperti timbulnya kecemasan. Kondisi tersebut akan berdampak pada penilaian mahasiswa terhadap kampusnya. Penilaian individu berkaitan dengan keadaan lingkungan tempat belajarnya disebut dengan school well-being. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara school wellbeing dengan kecemasan akademik pada mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif asosiatif atau hubungan. Adapun penelitian ini dilaksanakan pada mahasiswa aktif S1 IAIN Kediri dengan jumlah populasi pada penelitian ini adalah 6216 mahasiswa. Sedangkan pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik probability sampling berupa stratified random sampling, kemudian didapatkan sampel sebanyak 330 mahasiswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala school well-being dan skalakecemasan akademik. Kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis korelasi Product Moment dari Pearson yang memiliki taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang negatif yang signifikan antara school well-being dengan kecemasan akademik dengan nilai koefisien korelasi sebesar -0,653. Hasil penghitungan sumbangan efektif didapatkan bahwa sumbangan variabel school well-being dengan kecemasan akademik sebesar 42,6%. Dengan demikian masih terdapat 67,4% faktor lain lagi yang mempengaruhi kecemasan akademik pada mahasiswa IAIN Kediri, yang mana hal tersebut tidak diungkap dalam penelitian ini.
Resiliensi Guru Paud Honorer Mirna Wahyu Agustina; Germino Wahyu Broto
Happiness (Journal of Psychology and Islamic Science) Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Program Studi Psikologi Islam (IAIN) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.964 KB) | DOI: 10.30762/happiness.v3i1.351

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui sumber-sumber stressor pada guru PAUD di Indonesia, faktor yang dapat mempengaruhi proses resiliensi dan strategi guru PAUD dalam mengembangkan proses resiliensi yang efektif. Selain itu dalam penelitian ini menjelaskan faktor yang dapat meningkatkan dan menurunkan keberhasilan proses pembetukan resiliensi guru PAUD di Indonesia. Metode penelitian menggunakan studi literatur dimana peneliti mengumpulkan data dan sumber-sumber pustaka yang berkaitan dengan topik kajian resiliensi dan subyek yakni guru PAUD honorer melalui media jurnal, buku, dokumentasi, serta internet.
Studi Komparasi Tingkat Kepercayaan Diri (Self Confidence) Siswa Antara Kelas Homogen Dengan Kelas Heterogen Di Sekolah Menengah Atas Aprilia Afifah; Dewi Hamidah; Irfan Burhani
Happiness (Journal of Psychology and Islamic Science) Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Program Studi Psikologi Islam (IAIN) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.192 KB) | DOI: 10.30762/happiness.v3i1.352

Abstract

Penelitian ini membahas tentang studi komparasi tingkat kepercayaan diri (self confidence) siswa antara kelas homogen dengan kelas heterogen di sekolah menengah atas. Kepercayaan diri adalah keyakinan pada kemampuan diri sendiri untuk melakukan segala sesuatu yang diinginkan dan merasa puas terhadap dirinya. Kepercayaan diri dipengaruhi oleh beberapa faktor internal dan eksternal antara lain: konsep diri, harga diri, kondisi fisik, pengalaman, pendidikan, pekerjaan, lingkungan. Faktor lingkungan sangat memberikan pengaruh terhadap tinggi rendahnya tingkat kepercayaan diri siswa. Penelitian ini bertujuan 1) Untuk mengetahui tingkat kepercayaan diri (self confidence) siswa kelas homogen, 2) Untuk mengetahui tingkat kepercayaan diri (self confidence) siswa kelas heterogen, dan 3) Untuk mengetahui apakah ada perbedaan tingkat kepercayaan diri (self confidence) siswa antara kelas homogen dengan kelas heterogen. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas homogen di Madrasah Aliyah Ma’arif Udanawu Blitar berjumlah 60 dan kelas heterogen di Madrasah Aliyah Darul Huda Wonodadi Blitar berjumlah 39 jumlah keseluruhan sampel adalah 99 siswa. Instrumen penelitian menggunakan skala kepercayaan diri yang dibuat berdasarkan aspek-aspek teori menurut Lauster. Data dianalisis menggunakan independent sample t-test. Hasil penelitian menyatakan bahwa kepercayaan diri siswa kelas homogen dengan kelas heterogen, menunjukkan bahwa siswa kelas homogen memperoleh mean 101,37 kategori sedang dengan SD sebesar 8,895 dan kepercayaan diri siswa kelas heterogen memperoleh mean 100,05 kategori rendah dengan SD 9,944. Sedangkan dari hasil uji-t menunjukkan nilai signifikan yaitu t(97) = 0,494; p > 0,05. Kemudian dapat diambil kesimpulan bahwa tidak terdapat perbedaan tingkat kepercayaan diri (self confidence) siswa antara kelas homogen dengan kelas heterogen di sekolah menengah atas. Dengan demikian, maka Ha ditolak dan Ho diterima.
Perilaku Mencari Bantuan (Help-Seeking Behaviour) Pada Keluarga Pasien Skizofrenia (Upt Rehabilitasi Sosial Eks-Psikotik Kediri Dan Poli Psikiatri Rumah Sakit Bhayangkara Kota Kediri) Nuzuluuni’mah; Moh. Shofiyatul Huda
Happiness (Journal of Psychology and Islamic Science) Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Program Studi Psikologi Islam (IAIN) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.092 KB) | DOI: 10.30762/happiness.v3i1.353

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran mengenai perilaku mencari bantuan keluarga yang anggota keluarganya mengalami gangguan Skizofrenia di UPT Rehabilitasi Sosial Eks-Psikotik Kediri dan Poli Psikiatri Rumah Sakit Bhayangkara Kota Kediri. Jenis penelitian menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Ada enam informan dalam penelitian ini, tiga keluarga yang direkomendasikan dari pihak UPT RSEP Kediri dan tiga keluarga dari Poli Psikiatri R.S Bhayangkara Kota Kediri kemudian dilakukan home visit. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan untuk analisis data dilakukan dengan cara reduksi data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Dan untuk pengecekan keabsahan data dilakukan dengan cara perpanjangan pengamatan, ketekunan pengamatan dan trianggulasi. Dalam proses analisis, peneliti menggunakan teori Help-Seeking Behaviour dari Debra Rickwood untuk menganalisis temuan-temuan penelitian mengenai perilaku mencari bantuan keluarga terhadap gangguan Skizofrenia. Dari hasil penelitian, keluarga pasien skizofrenia selalu mengusahakan kesembuhan pasien, sehingga sudah banyak pengobatanpengobatan yang keluarga tempuh, mereka aktif untuk mencari informasi dan tidak menundanunda untuk pengobatan. Keluarga juga sangat membutuhkan bantuan finansial, transportasi dan dukungan serta penerimaan dari keluarga maupun masyarakat. Dalam penelitian ini juga ditemukan sebuah pola perilaku mencari bantuan yaitu ada keluarga yang mencari bantuan informal dan formal secara bersamaan dan ada pula yang mencari bantuan di sumber informal kemudian berpindah ke sumber formal, beralih lagi ke sumber informal dan seterusnya. Hal ini dilakukan karena keluarga selalu melakukan evaluasi atas perkembangan pasien.
Religiusitas Dan Stres Menghadapi Ujian Nasional Pada Siswa Sma Kelas XII Adeline Vania Kirana; Amrizal Rustam
Happiness (Journal of Psychology and Islamic Science) Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Program Studi Psikologi Islam (IAIN) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.669 KB) | DOI: 10.30762/happiness.v3i2.354

Abstract

Ujian Nasional is one of the biggest stressor for the 12th grade high school students. Previous studies found that high school students who took the Ujian Nasional experience stress. It’s known that exam stress could cause a failure in exam. Religiosity is known to have negative relationship to one’s stress state. The purpose of this study is to test the relationship between religiosity and exam stress on 12th grade high school students who will have to take the Ujian Nasional. The hypothesis of this study is there’s a negative relationship between religiosity and exam stress. The Product Moment correlation technique by Pearson is used to examine the relationship between two variables. Result of this research is that there’s a significant negative relationship between religiosity and student’s exam stress (p < 0,01, r = 0,212). Exam stress on students could be reduced by increasing their religiosity.
Rancangan Intervensi Pada Remaja Berisiko Sebagai Upaya Meningkatkan Kesadaran Kesehatan Reproduksi Luthfi Atmasari
Happiness (Journal of Psychology and Islamic Science) Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Program Studi Psikologi Islam (IAIN) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.701 KB) | DOI: 10.30762/happiness.v3i2.355

Abstract

Dinamika kehidupan remaja akan sangat berpengaruh terhadap pembentukan diri remaja itu sendiri. Masa remaja merupakan masa transisi dari masa anak-anak menuju masa dewasa. Pada masa ini individu mengalami berbagai perubahan, baik fisik maupun psikis. Pada periode ini pula remaja mulai melepaskan diri secara emosional dari orang tua dalam rangka menjalankan peran sosialnya yang baru sebagai orang dewasa. Banyak diantara mereka yang mengalami salah pengasuhan (maltreatment) dalam keluarga, dimana mereka merasa kebutuhan afeksinya kurang terpenuhi. Kondisi tersebut membuat mereka mencari pemenuhan afeksi di luar keluarga. Salah satu cara yang mereka lakukan untuk memenuhi kebutuhan afeksinya, mereka membangun hubungan dengan lawan jenis atau pacar. Namun upaya mereka untuk mendapatkan afeksi tersebut kurang tepat dan akhirnya membuat mereka terjerumus dalam perilaku beresiko seperti merokok, minum alkohol dan perilaku seks yang beresiko penularan penyakit menular seksual atau HIV/AIDS. Sehingga kelompok remaja tersebut disebut sebagai remaja berisiko. Remaja berisiko adalah remaja yang memiliki kecenderungan perilaku yang mengarah pada hal-hal yang dapat berisiko terhadap kesehatan mereka, yang dalam penelitian ini adalah risiko kesehatan reproduksi. Penelitian ini tergolong dalam pre-experimental design, yang bertujuan untuk merancang program intervensi terhadap kelompok remaja berisiko dalam upaya meningkatkan kesadaran kesehatan reproduksi, dengan menggunakan pola one-shoot case study. Dimana peneliti memberikan treatment atau perlakuan pada satu kelompok subyek remaja berisiko dengan usia 12-18 tahun, kemudian hasil dari perlakuan tersebut dianalisis untuk digunakan sebagai acuan penyusunan program intervensi terhadap kelompok remaja berisiko. Rancangan program intervensi ini melibatkan beberapa kegiatan diantaranya konseling kelompok dan psikoedukasi. Rancangan program intervensi ini dibuat berdasarkan kondisi kelompok subyek dengan harapan dapat memberikan dampak positif berupa berkurangnya atau menghentikan perilaku berisiko yang dilakukan sebelumnya. Dengan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi remaja berisiko menjadi lebih sadar akan pentingnya menerapkan kesadaran tentang kesehatan reproduksi.

Page 3 of 14 | Total Record : 136