cover
Contact Name
Arisa Rahmawati Zakiyah
Contact Email
arisazakia@iainkediri.ac.id
Phone
+628113341870
Journal Mail Official
happiness@iainkediri.ac.id
Editorial Address
Office Address at Jln. Sunan Ampel No. 7, Ngronggo, Kota Kediri, Provinsi Jawa Timur, Indonesia
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Happiness : Journal of Psychology and Islamic Science
ISSN : 25800671     EISSN : 29635764     DOI : https://doi.org/10.30762/happiness
Jurnal Happines, Journal of Psychology and Islamic Science is a journal publishes research report and scientific papers in psychology, Islamic psychology and/or related sciences with the aim to advance science, knowledge, and theory of psychology and Islamic psychology. This journal is published by IAIN Kediri and managed by the Program Studi Psikologi Islam at the Fakultas Ushuluddin dan Dakwah.
Articles 136 Documents
Hubungan Pengelolaan Diri Dengan Kemampuan Menghafal Alqur’an Siswa Kelas VIII Di Ma’had Al-Azhar Mtsn 2 Kota Kediri Atika Alfi Suroyya; Rini Risnawita Suminta; Novi Wahyu Winastuti
Happiness (Journal of Psychology and Islamic Science) Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Program Studi Psikologi Islam (IAIN) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.516 KB) | DOI: 10.30762/happiness.v3i2.356

Abstract

Menghafal Al-Qur’an merupakan salah satu upaya menjaga kemurnian Al-Qur’an dan kebutuhan umat muslimin terhadap diri sendiri. Namun, sebagian besar muslim merasa kesulitan dan berat untuk menghafalkannnya. Begitu juga yang dialami oleh siswa yang tinggal di ma’had dan mendapat target untuk menghafalkan Al-Qur’an. Kesibukan yang beragam dari masing-masing siswa dapat mempengaruhi kualitas menghafal Al-Qur’an. Karena itu, peneliti ingin mengetahui tentang : 1. Tingkat Pengelolaan diri siswa kelas VIII di Ma’had Al-Azhar MTsN 2 Kota Kediri. 2. Tingkat Kemampuan menghafal Al-Qur’an siswa kelas VIII di Ma’had Al-Azhar MTsN 2 Kota Kediri. serta, 3. Hubungan antara pengelolaan diri dengan kemampuan menghafal Al-Qur’an pada siswa kelas VIII di Ma’had Al-Azhar MTsN 2 Kota Kediri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII di Ma’had Al-Azhar MTsN 2 Kota Kediri yang berjumlah 50 siswa. Penelitian ini menggunakan analisis uji korelasi product moment dengan teknik pengumpulan data menggunakan metode skala dan hasil nilai tes lisan menghafal. Berdasarkan penelitian diperoleh data bahwa: 1. Tingkat pengelolaan diri pada siswa kelas VIII di Ma’had Al-Azhar MTsN 2 Kota Kediri tergolong dalam kategori sedang yaitu sebanyak 22 siswa dengan presentase 44%. 2. Tingkat kemampuan menghafal Al-Qur’an pada siswa kelas VIII di Ma’had Al-Azhar MTsN 2 Kota Kediri dalam kategori sedang yaitu sebanyak 19 siswa dengan presentase 38%. 3. Terdapat hubungan positif antara pengelolaan diri dengan kemampuan menghafal Al-Qur’an siswa kelas VIII di Ma’had Al-Azhar MTsN 2 Kota Kediri sebesar 0,982 Artinya semakin tinggi tingkat pengelolaan diri maka kemampuan menghafal Al-Qur’an akan semakin tinggi pula.
Kajian Etos Kerja Islami Dalam Menumbuhkan Jiwa Wirausaha Santri Zainal Abidin; Ari Wahyu Prananta
Happiness (Journal of Psychology and Islamic Science) Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Program Studi Psikologi Islam (IAIN) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.237 KB) | DOI: 10.30762/happiness.v3i2.357

Abstract

Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk mengeksplorasi nilai-nilai etos kerja Islami pada santri yang menjadi entrepreneurship. Sebuah pendekatan deskriptif kualitatif dan kajian literature digunakan untuk memahami nilai-nilai dari etos kerja Islami santri dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Hasil penelitian dan kajian literatur menunjukkan bahwa Etos kerja kewirausahaan para santri terbentuk dengan merujuk pada ajaran Islam sebagai pijakan dan kata kunci. Islam banyak menjelaskan tentang kerja keras dan nila-nilai lainnya yang berhubungan dengan kegiatan berwirausaha. Para santri menyadari bahwa, kerja keras, kejujuran, tangung jawab dan kepedulian terhadap sesama (realitionship) sebuah keniscayaan yang harus bisa dijalani dengan baik dan itu semua merupakan sikap mental dalam berwirausaha. Disamping itu pula pesantren didirikan bukan semata hanya untuk kepentingan komersialiasasi pendidikan dan orientasi bisnis belaka oleh pendirinya. Tetapi, pesantren dan santri selalu berusaha untuk bisa istiqamah dan berikhtiar dalam mensinergikan antara kehidupan yang berorientasi pada kebaikan di dunia dan kebaikan di akhiratnya.
Koping Kultural Dalam Proses Kebangkitan Pasca Bencana (Studi Etnometodologi Pada Penyintas Kebakaran Pasar Pon Trenggalek) Lisa Zakia Azizah; Moh. Asror Yusuf; Syafruddin Faisal Thohar
Happiness (Journal of Psychology and Islamic Science) Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Program Studi Psikologi Islam (IAIN) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.463 KB) | DOI: 10.30762/happiness.v3i2.358

Abstract

Pasar Tradisional memiliki peran penting sebagai urat nadi perekonomian rakyat. Kebakaran menimbulkan dampak psikologis bagi para pedagangnya, namun mereka harus bangkit dan mulai lagi membangun usahanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran stres, koping kultural sekaligus faktor-faktor yang mempengaruhinya, dalam proses kebangkitan pada pedagang penyintas kebakaran Pasar Pon Trenggalek, Jawa Timur. Menggunakan pendekatan kualitatif-etnometodologis, teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Teori Ben C.H Kuo digunakan untuk menjelaskan variabel. Sementara subjek dalam penelitian ini terdiri dari lima pedagang pasar yang terbilang paling cepat bangkit. Hasil penelitian menunjukan bahwa kebakaran Pasar Pon di Trenggalek menimbulkan efek stres dengan gejala fisik dan emosional, sehingga dikategorikan sebagai stres toksik. Koping Kultural yang ditampilkan kelima subjek meliputi collective coping, avoidance coping, dan engagement coping. Di dalamnya tampak penggunaan kearifan lokal Jawa berupa prinsip nrimo ing pandum, ngukur sarira, dan mulur mungkret, juga berupa laku minta bantuan wong tuwek dan tahlilan untuk mengharap keberkahan. Faktor yang mempengaruhi koping kultural tersebut meliputi faktor kesehatan fisik, pandangan positif, ketrampilan sosial dan memecahkan masalah, serta dukungan sosial dan materi, disamping kultur khas masyarakat kolektivis yang menjunjung tinggi harmoni.
An Analysis on Students’ Attitude Toward English for Islamic Psychology Imroatul Hasanah
Happiness (Journal of Psychology and Islamic Science) Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Program Studi Psikologi Islam (IAIN) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.407 KB) | DOI: 10.30762/happiness.v3i2.359

Abstract

English for Specific Purpose (ESP) is a compulsory subject in study program of Islamic Psychology at IAIN Kediri named Study of English Texts. The goals of ESP are students able to read Islamic-Psychological English texts comprehensively and explain them in presentation forum. The goals seem achieved far from expectation. Hence, conducting the research to know the students’ attitude toward the subject is necessary since their attitude is tightly related to their successful learning. In conducting the research, the researcher used survey method by using SPSS 24 for calculating the numerical data gained by the questionnaires shared to 165 samples. The researcher adapted Shelley’s (2001) steps for the research: 1) defining the problem, identifying the population, determining the variables, 2) determining the collecting data by using paper-based questionnaire, 3) determining a sampling plan by using Slovin's Formula, 4) developing the questionnaire, 5) spreading the questionnaires out to Islamic Psychology Department students, 6) editing and processing the data, and 7) analyzing the data. The data were collected by using questionnaires containing a set of demografic questions and agreement on statements of attitudes toward ESP Course. Also, it was developed with considering the general positive, negative and neutral attitudes. Each question or statement leaded to certain attitudes. A set of questionnaire with 35 items together with the responses used Likert Scale. There were 5 scales. Scale 1 was for strongly disagree, scale 2 was for disagree, scale 3 was for neutral, scale 4 was for agree, and scale 5 was for strongly agree. Based on the data gained from SPSS 24 calculation, the mean was 128 of all total score 175. In other words, there were 73% of all samples showed the positive attitudes toward ESP Course. Meanwhile, the kinds of positive attitudes having by the students were confidence, optimism, cheerfulness, happiness, sincerity, sense of responsibility, reliability, tolerance, willingness to adapt, humility and diligence. Those were represented in the statements of the questionnaires shared. In the other words, the students’ attitudes could be seen from the answers they stated in the questionnaires.
Resiliensi Single Working Mother Pasca Suami Meninggal Ganivasari Citra Ladiba; Muhana Sofiati Utami
Happiness (Journal of Psychology and Islamic Science) Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Program Studi Psikologi Islam (IAIN) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (660.192 KB) | DOI: 10.30762/happiness.v4i1.360

Abstract

Ibu yang menjadi orang tua tunggal pasca suami meninggal memiliki berbagai masalah yang dihadapi. Meski demikian, terdapat single working mother yang mampu kembali dengan cepat dari kondisi sulit dan mengalami adaptasi positif ketika berhadapan dengan masalah (resiliensi). Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi makna dan proses menuju resiliensi single working mother. Responden penelitian ini adalah dua janda yang ditinggal mati suaminya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur. Analisis dilakukan dengan Interpretative Phenomenological Analysis. Proses single working mother menuju resiliensi dipengaruhi oleh faktor risiko, faktor protektif, dan strategi koping. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna resiliensi single working mother adalah kondisi dimana individu mampu bangkit dari kesedihan dengan mengalami pertumbuhan dan memiliki insight yang ditandai dengan kemampuan individu untuk menerima diri, memiliki kemandirian, mensyukuri kondisi kehidupan dan memiliki religiusitas yang lebih tinggi.
Hubungan Antara Harga Diri Dengan Stres Kerja Pada Perawat Di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surakarta Lauditta Soraya Husin
Happiness (Journal of Psychology and Islamic Science) Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Program Studi Psikologi Islam (IAIN) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.906 KB) | DOI: 10.30762/happiness.v4i1.361

Abstract

Harga diri merupakan salah satu unsur pembentuk kepribadian yang menentukan bagaimana pandangan individu terhadap dirinya sendiri, individu dengan harga diri yang positif akan mudah dalam menyesuaikan diri dan mampu menyelesaikan permasalahan dalam pekerjaan sehingga dapat menekan munculnya stres dalam pekerjaan atau yang dikenal dengan stres kerja. Tujuan dalam penelitian ini ialah (1) untuk mengetahui hubungan antara harga diri dengan stres kerja, (2) mengetahui tingkat harga diri pada perawat RS. PKU Muhammadiyah Surakarta, (3) mengetahui tingkat stres kerja pada perawat di RS PKU Muhammadiyah Surakarta, (4) mengetahui sumbangan efektif antara harga diri terhadap stres kerja. Subjek dalam penelitian ini ialah Perawat di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surakarta yang berjumlah 100 subjek. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu purposive sampling. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan korelasi product moment. Hasil korelasi antara harga diri dengan stres kerja yaitu sebesar -0,391 dengan p=0.000 ( p <0,01), yang artinya ada hubungan negatif yang sangat signifikan antara harga diri dengan stres kerja. Sumbangan efektif harga diri terhadap stres kerja yaitu 15,2%, hal ini berarti terdapat 84,8% variabel lain yang mempengaruhi stres kerja seperti dukungan sosial, locus of control, fleksibilitas dan kemampuan individu.
Pengaruh Pelatihan Enterpreneurship Terhadap Minat Berwirausaha Siswa Benyamin Tungga
Happiness (Journal of Psychology and Islamic Science) Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Program Studi Psikologi Islam (IAIN) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (677.461 KB) | DOI: 10.30762/happiness.v4i1.362

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas pelatihan entrepreunirship sebagai upaya meningkatkan minat berwirausaha pada siswa – siswi SMK National Media Center Kota Malang. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan dua desin yaitu One Grup Pretest-Postest Design dan Rondomized control-grup only design melibatkan 60 orang yang dibagi menjadi dua kelompok (eksperimen dan kontrol) masing – masing 30 responden setiap kelompok. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan skala minat berwirausaha. Analisis statistiknya menggunakan paired sampel t-test untuk kelompok eksperimen pre test dan post tes dengan hasil t hitung –0,095 dan nilai signifikan 0,925 (p>0,05). Sedangkan untuk kelompok eksperimen dan kontrol menggunkan independent sampel t-test dengan hasil t hitung 1,048 dan nilai signifikan 0,299 ( p>0,05). Hasil ini menunjukan bahwa hipotesis yang menyatakan ada perbedaan pelatihan entrepreneurship ditolak
Psikoterapi Dzikir Dalam Menangani Kecemasan Aisyatin Kamila
Happiness (Journal of Psychology and Islamic Science) Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Program Studi Psikologi Islam (IAIN) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.505 KB) | DOI: 10.30762/happiness.v4i1.363

Abstract

Kecemasan merupakan perasaan yang tidak menyenangkan sebagai manifestasi dari berbagai perasaan emosi yang terjadi pada saat individu sedang mengalami tekanan perasaan (frustrasi) dan pertentangan batin (konflik). Di dalam alQuran banyak ditemui ayat-ayat yang berhubungan dengan dinamika kejiwaan manusia yang secara teoretik dapat dijadikan dasar acuan psikoterapi untuk mengatasikecemasan. Al-Quran menawarkan solusi bagi jiwa yang sedang cemas untuk mendapatkan ketenangan, baik melalui bacaan maupun tulisan yang diambil dari teks al-Qur’an. Berbagai ayat Al-Quran juga banyak yang memuat tuntunan bagaimana menghadapi permasalahan hidup tanpa rasa cemas. Salah satunya melalui psikoterapi dzikir psikoterapi zikir. Efek ketenangan yang dimunculkan dari terapi dzikir dapat mengurangi tingkat kecemasan pada diri seseorang.
Kepuasan Pernikahan Pada Pasangan Suami Istri Yang Mengalami Infertile Di Kecamatan Pace Kabupaten Nganjuk Rizka Kinanti Istiqomah; Tatik Imadatus Sa’adati; Dewi Hamidah
Happiness (Journal of Psychology and Islamic Science) Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Program Studi Psikologi Islam (IAIN) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.004 KB) | DOI: 10.30762/happiness.v4i1.364

Abstract

Salah satu faktor yang mempengaruhi kepuasan pernikahan adalah kehadiran anak, namun pada kenyataanya masih banyak pasangan suami istri yang membutuhkan waktu lebih lama untuk mengandung, salah satu penyebabnya ialah adanya berkurangnya tingkat kesuburan. Adapun gangguan reproduksi pada usia subur salah satunya adalah infertile. Infertile adalah keadaan dimana pasangan suami istri yang sudah menikah lebih dari 1 tahun dan rutin melakukan hubungan seksual tanpa alat kontrasepsi akan tetapi belum memiliki anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek-aspek yang mempengaruhi kepuasan pernikahan pada pasangan suami istri yang mengalami infertile menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian studi kasus. Data yang diperoleh melalui wawancara dan observasi dengan jumlah informan 4 pasangan suami istri yang salah satunya mengalami infertile. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun mengalami infertile keempat pasangan suami istri yang menjadi informan merasakan kepuasan dalam pernikahan mereka karena adanya dukungan dari keluarga dan pasangan, serta tidak ada perubahan sikap dari pasangan mereka ditunjukkan dengan tetap bersikap romantis, tetap memberikan kasih sayang, dan saling membantu. Adapun aspek-aspek yang ditemukan dan berperan besar terhadap kepuasan pernikahan seluruh subyek ada enam aspek yaitu komunikasi, fleksibilitas, kedekatan, kecocokan kepribadian, relasi seksual dan pengelolaan keuangan
Konsep Cinta Wanita Pekerja Seks (WPS) Luthfi Atmasari; Zuhri Humaedi; Ichwan Syaikhoni Aziz
Happiness (Journal of Psychology and Islamic Science) Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Program Studi Psikologi Islam (IAIN) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.383 KB) | DOI: 10.30762/happiness.v4i1.365

Abstract

Cinta merupakan hak dari setiap makhluk yang ada di dunia, setiap orang berhak untuk mencintai dan dicintai, termasuk wanita pekerja seks (WPS). Karena pada dasarnya WPS juga manusia yang mana dalam hidupnya membutuhkan cinta. Fenomena yang terjadi di lingkungan lokalisasi antara lain: di tempat lokalisasi terdapat WPS yang menjalin cinta, timbulnya keyakinan bahwa jalan untuk mengentaskan WPS dari tempat pelacuran adalah menikahinya, didapati WPS yang berperan ganda yaitu sebagai WPS dan sebagai ibu, dan timbulnya argumen masyarakat bahwa WPS bekerja tanpa didasari cinta atau WPS bekerja dengan menjajakan cinta. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui konsep cinta WPS dan faktor yang menyebabkan WPS memilih jenis cintanya. Jenis penelitian ini adalah penelitian kulitatif fenomelogi. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Uji validitasnya dengan teknik triangulasi. Jumlah subyek enam orang WPS yang terbagi atas tiga kriteria (1) WPS yang berkeluarga (2) WPS yang mempunyai pacar (3) WPS yang berkeluarga dan yang mempunyai pacar. Hasil penelitian menunjukkan seluruh subyek mengalami konsep cinta, akan tetapi lebih mencondongkan pada salah satu dari lima jenis cinta menurut Erich Fromm, hal itu disebabkan oleh faktor dari masing-masing subyek yang berbeda-beda. Akan tetapi pemilihan jenis cinta yang didahulukan tersebut bertujuan untuk menebarkan cinta kepada semuanya.

Page 4 of 14 | Total Record : 136