cover
Contact Name
Nilma Zola
Contact Email
nilmazola@fip.unp.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ifdil@fip.unp.ac.id
Editorial Address
Universitas Negeri Padang (UNP) Address: Faculty of Education (FIP). Jl Prof. Dr. Hamka Air Tawar Barat, Padang - West Sumatera -Indonesia Telp/Fax. +62751-7058693
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Counseling and Humanities Review
ISSN : 27983188     EISSN : 27980316     DOI : https://doi.org/10.24036
The aim of this journal is to publish articles dedicated to all aspects of the latest outstanding developments in the field of counseling and humanities review.
Articles 131 Documents
Expressive arts therapy in group counseling: a systematic literature review Suri, Gusni Dian; S, Neviyarni; Hariko, Rezki; Netrawati, Netrawati
Counseling and Humanities Review Vol 5, No 2 (2025): Counseling and Humanities Review
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0001342chr2025

Abstract

Expressive arts therapy, is a therapeutic approach that has been increasingly applied in various educational and mental health contexts. However, studies that specifically and systematically examine the application of expressive arts therapy within group counseling settings remain limited. This study aims to map and synthesize existing research findings on expressive arts therapy in the context of group counseling through a Systematic Literature Review (SLR). A total of 53 scholarly articles published between 2015 and 2025 were analyzed based on predefined inclusion and exclusion criteria. Bibliometric analysis using VOSviewer was conducted to identify thematic patterns, research trends, and conceptual linkages among topics. The findings indicate that previous studies have predominantly focused on creative arts therapy, expressive interventions, and psychosocial outcomes, while integration with the theoretical frameworks and practices of group counseling remains suboptimal. From a methodological perspective, most studies employed qualitative approaches, pilot studies, and program evaluations, whereas experimental studies and systematic reviews specifically addressing expressive arts therapy in group counseling are still scarce. These findings indicate the absence of an integrated model that incorporates expressive arts therapy into group counseling. This study therefore contributes by highlighting the need for the development of a more systematic and contextually grounded group counseling model based on expressive arts therapy.
Solution-Focused Brief Counseling (SFBC) dalam konseling kelompok: sebuah tinjauan literatur Adlya, Soeci Izzati; S., Neviyarni; Netrawati, Netrawati; Hariko, Rezki
Counseling and Humanities Review Vol 5, No 2 (2025): Counseling and Humanities Review
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0001372chr2025

Abstract

Solution-Focused Brief Counseling (SFBC) merupakan pendakatan yang berfokus terhadap penyelesaian dan pencarian solusi dari permasalahan klien. Pendekatan Solution-Focused Brief Counseling (SFBC) memungkinkan anggota kelompok belajar untuk memperhatikan apa yang berhasil, dan kemudian melakukannya lebih sering. Praktisi SFBC berusaha menciptakan suasana pemahaman dan penerimaan yang memungkinkan beragam individu memanfaatkan sumber daya mereka untuk membuat perubahan yang konstruktif.  Saat ini, Solution-Focused Brief Counseling (SFBC) relatif sering digunakan dalam format individual sehingga memerlukan ekplorasi lebih mendalam berkaitan dengan Solution-Focused Brief Counseling (SFBC) dalam format kelompok, khususnya konseling kelompok. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah literatur review melalui peninjauan artikel ilmiah dari berbagai sumber terkait Solution-Focused Brief Counseling (SFBC) dalam praktik konseling kelompok. Penerapan Solution-Focused Brief Counseling (SFBC) dalam konseling kelompok diharapkan dapat membatu terentaskannya masalah klien dengan bantuan seluruh anggota kelompok.
From Existential Vacuum to Thriving: Meaning-Centered Group Interventions for University Students Mulia, Fika Dwi; Neviyarni, Neviyarni; Netrawati, Netrawati; Hariko, Rezki
Counseling and Humanities Review Vol 5, No 2 (2025): Counseling and Humanities Review
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0001338chr2025

Abstract

University students frequently experience existential concerns alongside subclinical psychological distress, including reduced meaning in life, depression, and anxiety. Meaning-centered group counseling based on logotherapy has been proposed as a preventive intervention; however, evidence for young adult populations remains limited. This study employed a Systematic Literature Review with Network Analysis (SLNA) conducted in accordance with the PRISMA 2020 guidelines to examine the effectiveness and research landscape of meaning-centered group counseling for university students. A systematic search of the Scopus database (2015-2025) identified five controlled studies (N = 206) involving group-based logotherapy interventions for individuals aged 18-25 years. Meaning in life was the primary outcome, while depression, anxiety, and stress were secondary outcomes. Due to heterogeneity, data were synthesized using SWiM guidelines and complemented by a bibliometric keyword co-occurrence analysis of 47 Scopus-indexed articles using VOSviewer. The results indicate consistent and significant improvements in meaning in life (p < 0.05) with large effect sizes, accompanied by reductions in psychological distress. These findings support meaning-centered group counseling as an effective preventive intervention in university counseling settings.
Work-Family Conflict Assesment: Instrument Validity and Reliability Testing Using the Rasch Model Syapitri, Denia; Daharnis, Daharnis; Ardi, Zadrian
Counseling and Humanities Review Vol 5, No 2 (2025): Counseling and Humanities Review
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0001361chr2025

Abstract

Work-family conflict (WFC) is a psychosocial problem that arises due to a mismatch between work and family role demands, which impacts an individual's psychological well-being. The high impact of WFC requires the availability of accurate, valid, and reliable measurement instruments. This study aims to test the validity and reliability of the Work-Family Conflict instrument using the Rasch Model. The study involved 60 married working women respondents. The instrument was developed based on the Greenhaus and Beutell framework, which includes time-based, strain-based, and behavior-based conflict dimensions with a Likert response format. Data analysis was conducted using Winsteps software to evaluate item suitability, reliability, and unidimensionality. The results showed that 19 of the 22 items were declared valid, item reliability was very high (0.94-0.95), and the unidimensionality assumption was met, although there was overlap in the middle response category. Overall, the instrument has good psychometric quality and is relevant for use in the context of Guidance and Counseling.
Profil Gaya Belajar Siswa dan Implikasinya dalam Bimbingan dan Konseling Syafitri, Yaumil Rizki; S, Neviyarni
Counseling and Humanities Review Vol 5, No 2 (2025): Counseling and Humanities Review
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0001371chr2025

Abstract

Kegiatan belajar merupakan aktivitas utama dalam proses pembelajaran di sekolah. Setiap siswa memiliki cara yang berbeda dalam menyerap, mengolah, dan memahami informasi yang dikenal sebagai gaya belajar. Gaya belajar merupakan cara paling mudah dan nyaman bagi individu dalam menerima serta mengolah informasi selama proses pembelajaran. Perbedaan gaya belajar ini memengaruhi perilaku belajar siswa dan keberhasilan mereka dalam mengikuti kegiatan pembelajaran di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil gaya belajar siswa serta implikasinya terhadap layanan bimbingan dan konseling di kelas VIII MTsN 2 Pasaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek pada penelitian ini yaitu 78 siswa kelas VIII yang dipilih melalui teknik purposive sampling berdasarkan prinsip kejenuhan data. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya belajar siswa didominasi oleh gaya belajar visual, diikuti oleh kinestetik dan auditori. Perbedaan gaya belajar tersebut memengaruhi respons siswa terhadap layanan bimbingan dan konseling. Temuan ini menunjukkan bahwa pemetaan gaya belajar dapat dimanfaatkan sebagai dasar pendukung bagi guru bimbingan dan konseling dalam merancang layanan bimbingan belajar yang lebih individual, adaptif, dan efektif sesuai dengan karakteristik belajar siswa.
Peer Attachment dan Kecemasan Sosial pada Siswa : Studi Korelasional Putri, Shania Andrisa; Yendi, Frischa Meivilona; Ardi, Zadrian; Putriani, Lisa
Counseling and Humanities Review Vol 5, No 2 (2025): Counseling and Humanities Review
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0001377chr2025

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah masih ditemukannya siswa kelas X dan XI yang mengalami kecemasan sosial dalam interaksi dengan teman sebaya di lingkungan sekolah. Peer attachment diyakini sebagai salah satu faktor psikososial yang berperan dalam kecemasan sosial siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara peer attachment dengan kecemasan sosial pada siswa kelas X dan XI. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian berjumlah 249 siswa yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa skala peer attachment dan skala kecemasan sosial. Uji validitas dilakukan menggunakan teknik korelasi item total, sedangkan uji reliabilitas menggunakan Cronbach’s alpha. Uji hipotesis menggunakan analisis korelasi Pearson Product Moment dengan taraf signifikansi 5%. Hasil analisis data menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar r = 0,273 dengan nilai signifikansi p < 0,05. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan positif antara peer attachment dengan kecemasan sosial siswa. Artinya, kualitas keterikatan dengan teman sebaya memiliki peranan dalam tingkat kecemasan sosial yang dialami siswa.
The Role of Plain Language Summaries in the Context of Knowledge Sharing: A Systematic Literature Review Siti Alyza Rizqika Noordin; Muhamad Prabu Wibowo; Tamara Adriani Salim
Counseling and Humanities Review Vol 6, No 1 (2026): Counseling and Humanities Review
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0001374chr2025

Abstract

Plain Language Summaries (PLS) are used to increase the readability and public accessibility of research findings, making them highly relevant within knowledge sharing (KS) practices. This study conducted a Systematic Literature Review (SLR) using the Scopus database to identify the roles of PLS in KS and the technologies utilized in their creation. Article selection followed the PRISMA framework, resulting in 24 eligible studies. Data were extracted and synthesized using Microsoft Excel. The findings indicate that PLS play a critical role in simplifying scientific information, enhancing comprehension, expanding dissemination reach, and strengthening user engagement. Additionally, eight categories of technologies were identified, including readability tools, machine learning, large language models, knowledge translation platforms, and multimedia production tools. Overall, PLS serve as a strategic instrument for cross-audience knowledge transfer and require strengthened standards and governance of technological tools to ensure their quality and effectiveness.
Preserving Organizational Memory Through the Externalization Process in Formal Organizations: A Systematic Literature Review Ervina Nurjanah; Tamara Adriani Salim; Muhamad Prabu Wibowo
Counseling and Humanities Review Vol 6, No 1 (2026): Counseling and Humanities Review
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0001375chr2026

Abstract

This study examines the contribution of tacit knowledge externalization to the preservation of organizational memory and identifies the mechanisms and barriers that emerge within formal organizational contexts. The study applies a systematic literature review method using PRISMA 2020 as the reporting guideline for the literature selection process. Data were analyzed through a narrative synthesis approach to describe key findings from relevant studies. The results indicate that externalization plays a fundamental role in sustaining organizational memory by mitigating knowledge loss, strengthening collective memory, and developing knowledge repositories. Externalization mechanisms are identified in two main categories, consisting of process-based mechanisms and technology-based mechanisms. The most influential barriers to externalization are concentrated in three main clusters, namely cultural, structural, and technological factors, which simultaneously weaken organizational capacity to build and sustain collective memory in contemporary formal organizational settings. Overall, the findings emphasize that externalization depends on readiness to address barriers.
Transfer Pengetahuan Antar Generasi untuk Pelestarian Budaya Lokal di Era Digital: Kajian Systematic Literature Review (SLR) Evah Farhah; Tamara Adriani Salim; Muhamad Prabu Wibowo
Counseling and Humanities Review Vol 6, No 1 (2026): Counseling and Humanities Review
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0001383chr2026

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan digital yang semakin cepat memberikan peluang sekaligus tantangan bagi pelestarian budaya lokal terutama bagi proses transfer pengetahuan antar generasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana proses budaya lokal di wariskan, teknologi digital yang digunakan dan tantangan apa saja yang dihadapi untuk menjaga keberlangsungan budaya lokal. Menggunakan Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan PRISMA dengan menganalisis artikel-artikel yang relevan dengan topik penelitian. Hasil menunjukkan bahwa proses transfer pengetahuan tetap bertumpu pada interaksi manusia melalui cerita lisan, demonstrasi praktik budaya, peran tetua, keluarga, dan komunitas. Dari sisi teknologi teknologi seperti Content Management Systems (Mukurtu, Omeka), arsip digital, media sosial, YouTube, digital storytelling dapat memperluas akses dan Upaya dokumentasi budaya. keterbatasan infrastruktur, masalah etika dan kedaulatan data, serta kekhawatiran terhadap komersialisasi budaya menjadi tantangan yang harus dihadapi dalam pelestarian budaya. keberhasilan pelestarian budaya lokal di era digital bergantung pada kemampuan menyeimbangkan inovasi teknologi dengan nilai-nilai tradisional serta memastikan keterlibatan aktif komunitas dalam setiap tahap pengelolaan pengetahuan budaya
Profil multidimensi social anxiety pada remaja awal: temuan dari aspek fisiologis, kognitif, afektif, dan perilaku serta implikasinya bagi konseling sekolah Bella Sonia; Nilma Zola; Dina Sukma; Rahmi Dwi Febriani
Counseling and Humanities Review Vol 6, No 1 (2026): Counseling and Humanities Review
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0001393chr2026

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat social anxiety pada siswa serta implikasinya terhadap layanan bimbingan dan konseling. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan melibatkan 102 siswa yang dipilih menggunakan teknik sampling jenuh untuk penarikan sampel. Data dikumpulkan menggunakan skala social anxiety yang mencakup aspek fisiologis, kognitif, afektif, dan perilaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan social anxiety siswa berada pada kategori sangat tinggi sebesar 45%. Secara rinci, aspek kognitif berada pada kategori sangat tinggi (59%), aspek afektif (48%), dan aspek perilaku (35%), aspek fisiologis (56%),  yang juga menunjukkan kecenderungan tinggi. Temuan ini mengindikasikan bahwa social anxiety merupakan kondisi yang dominan dialami oleh siswa, sehingga diperlukan intervensi yang tepat melalui layanan bimbingan dan konseling, baik secara preventif maupun kuratif, untuk membantu siswa dalam mengelola kecemasan sosial dan meningkatkan kemampuan interaksi sosial mereka.