cover
Contact Name
Nilma Zola
Contact Email
nilmazola@fip.unp.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ifdil@fip.unp.ac.id
Editorial Address
Universitas Negeri Padang (UNP) Address: Faculty of Education (FIP). Jl Prof. Dr. Hamka Air Tawar Barat, Padang - West Sumatera -Indonesia Telp/Fax. +62751-7058693
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Counseling and Humanities Review
ISSN : 27983188     EISSN : 27980316     DOI : https://doi.org/10.24036
The aim of this journal is to publish articles dedicated to all aspects of the latest outstanding developments in the field of counseling and humanities review.
Articles 120 Documents
Paradoks phubbing dan nomophobia siswa dalam tinjauan bimbingan konseling Putri, Sri Agustina; Hariko, Rezki; Mahaly, Sawal; Putriani, Lisa
Counseling and Humanities Review Vol 5, No 1 (2025): Counseling and Humanities Review
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0001221chr2025

Abstract

Perkembangan teknologi informasi turut memberikan dampak negatif terhadap kualitas interaksi dan komunikasi antar individu melalui kemunculan perilaku phubbing. Penelitian terdahulu menunjukkan pengaruh negatif perilaku phubbing terhadap perkembangan siswa, terutama penurunan prestasi belajar. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perilaku phubbing siswa dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif dan pendekatan deskriptif. 400 siswa SMAN 1 Kota Solok pengguna smartphone lebih dari 5 jam per hari dipilih sebagai responden penelitian menggunakan teknik proporsional random sampling. Data dikumpulkan melalui pendistribusian instrumen Generic Scale of Phubbing (GSP) versi bahasa Indonesia (Isrofin, 2020). Data dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dengan mempertimbangkan nilai kecenderungan pemusatan dan penyebaran data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum perilaku phubbing siswa berada pada kategori rendah. Namun demikian, terdapat beberapa aspek yang masih berada pada kategori sedang, salah satunya yaitu nomophobia. Dengan demikian, meskipun secara umum siswa tidak menampilkan perilaku phubbing, namun masih terdapat kecenderungan nomophobia yang cukup besar. Diperlukan penyelenggaraan layanan bimbingan dan konseling untuk memelihara kondisi positif siswa yang tidak menunjukkan perilaku phubbing, dan upaya terapeutik terhadap kondisi nomophobia siswa. Pembahasan fokus pada salah satu aspek perilaku phubbing yaitu nomophobia, serta implikasi terhadap pelayanan bimbingan dan konseling.
Mengapa belum menikah?: Dilema mahasiswa dalam tinjauan bimbingan konseling Hafizhah, Fithriani; Hariko, Rezki; Christiana, Ratih
Counseling and Humanities Review Vol 5, No 1 (2025): Counseling and Humanities Review
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0001222chr2025

Abstract

Penurunan angka pernikahan di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir menjadi isu sosial yang penting untuk dikaji. Sebagai individu yang berada pada periode perkembangan dewasa awal, idealnya mahasiswa memiliki kesiapan menikah yang tinggi. Sejumlah faktor, seperti rendahnya kesiapan emosional, finansial, dan psikososial diyakini menjadi hambatan utama. Penelitian saat ini bertujuan mendeskripsikan kesiapan menikah pada mahasiswa menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif. Sebanyak 100 mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang (R usia=21-25 tahun) yang diperoleh dengan menggunakan teknik quota sampling menjadi responden penelitian. Data dikumpulkan melalui pengadministrasian instrumen Kesiapan Diri Mahasiswa dalam Menikah. Analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif dengan mempertimbangkan nilai kecederungan pemusatan dan penyebaran data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum kesiapan menikah pada mahasiswa berada pada kategori sedang (x?=60,74%; ?=22,25). Tinjauan terhadap masing-masing aspek memperlihatkan bahwa kesiapan menikah mahasiswa pada aspek psikologis berada pada kategori rendah (x?=56,82%; ?=7,02). Dengan demikian, kesiapan mahasiswa untuk menikah belum terlalu bagus sehingga perlu untuk ditingkatkan. Peran bimbingan dan konseling sangat diperlukan meningkatkan kesiapan menikah mahasiswa. Pembahasan fokus pada aspek-aspek kesiapan menikah dan implikasi terhadap layanan bimbingan dan konseling.
Peran optimisme terhadap tingkat kesejahteraan psikologis mahasiswa penyusun skripsi: studi korelasional Syahidah, Sumayyah; Yendi, Frischa Meivilona; Ardi, Zadrian; Sari, Azmatul Khairiyah; Sukma, Dina
Counseling and Humanities Review Vol 5, No 1 (2025): Counseling and Humanities Review
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0001226chr2025

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara optimisme dan psychological well-being (PWB) pada mahasiswa tingkat akhir yang sedang menyusun skripsi. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasional. Populasi penelitian berjumlah 1.749 mahasiswa, dan sampel sebanyak 326 orang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling berdasarkan rumus Slovin dengan toleransi kesalahan 5%. Data dikumpulkan melalui skala optimisme dan skala PWB yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara optimisme dan PWB dengan nilai korelasi Pearson sebesar r = 0,622 dan signifikansi p = 0,001 (p < 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat optimisme, maka semakin tinggi pula kesejahteraan psikologis mahasiswa.
Hubungan Problematic Smartphone Usage (PSU) dengan Komunikasi Interpersonal Siswa Rahmasari, Salmanisa Mutiara; Ardi, Zadrian; Yendi, Frischa Meivilona; Adlya, Soeci Izzati
Counseling and Humanities Review Vol 5, No 1 (2025): Counseling and Humanities Review
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0001232chr2025

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara problematic smartphone usage dengan komunikasi interpersonal pada siswa di SMA Negeri 3 Sawahlunto. Latar belakang penelitian ini berangkat dari fenomena meningkatnya penggunaan smartphone secara berlebihan di kalangan remaja yang diduga dapat menghambat kemampuan komunikasi tatap muka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Sampel terdiri atas 68 siswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa skala Problematic Smartphone Use dan skala komunikasi interpersonal yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan negatif yang signifikan antara problematic smartphone usage dan komunikasi interpersonal (r = -0,408; p < 0,05), dengan kekuatan korelasi berada pada kategori sedang. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat penggunaan smartphone yang bersifat problematik, semakin rendah kemampuan komunikasi interpersonal siswa. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengelolaan penggunaan smartphone secara bijak guna mendukung pengembangan keterampilan sosial dan komunikasi interpersonal pada remaja.
Gambaran Kesiapan Menikah Pada Calon Pengantin di Kecamatan Pariaman Tengah Ananda, Arrivalona Rahma; Putriani, Lisa; Syukur, Yarmis; Sukmawati, Indah; Putra, Ade Herdian
Counseling and Humanities Review Vol 5, No 1 (2025): Counseling and Humanities Review
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0001270chr2025

Abstract

Pernikahan merupakan salah satu sarana untuk mencapai kebahagiaan. Namun, tidak semua pernikahan dapat berjalan dengan harmonis, salah satunya disebabkan oleh kurangnya kesiapan menikah pada calon pengantin. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan gambaran kesiapan menikah pada calon pengantin di Kecamatan Pariaman Tengah. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, dengan jenis data interval dan sumber data primer. Instrumen  yang digunakan yaitu skala kesiapan menikah yang diadopsi dari penelitian Putriani, (2015) yang telah teruji validitas serta reabilitas yang memadai dengan nilai Cronbach’s Alpha sebesar  0.931. Berdasarkan pengolahan data instrumen kepada 60 orang calon pengantin di Kecamatan Pariaman Tengah menunjukkan secara keseluruhan kesiapan menikah calon pengantin berada pada kategori tinggi dengan persentase sebesar 48,3%. Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas calon pengantin telah memenuhi sebagian besar aspek kesiapan menikah sebagaimana yang telah dirumuskan oleh Duvall dan Miller (1985). Namun, masih terdapat calon pengantin yang berada pada kategori sedang. Oleh karena itu, diperlukan pelayanan Bimbingan dan Konseling untuk membantu calon pengantin agar memiliki kesiapan menikah yang matang.
Turning Points dalam Perjalanan Identitas Profesional Konselor Indonesia: sebuah Studi Naratif Arafani, Adnan; Putra, Ade Herdian; Syahri, Lia Mita; Handani, Tri
Counseling and Humanities Review Vol 5, No 1 (2025): Counseling and Humanities Review
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0001275chr2025

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkap turning points dalam proses pembentukan identitas profesional seorang konselor senior di Indonesia. Menggunakan pendekatan naratif dengan analisis tematik melalui NVivo 12 Pro, studi ini mengidentifikasi dua kategori besar turning point, yaitu internal (kesadaran spiritual, komitmen pribadi, dan refleksi identitas) dan eksternal (pengaruh tokoh signifikan, regulasi institusional, dan penugasan formal). Temuan menunjukkan bahwa proses perkembangan identitas profesional bersifat reflektif, kontekstual, dan sarat spiritualitas. Narasi partisipan memperlihatkan bahwa profesi konseling tidak hanya dipahami sebagai karier, tetapi juga sebagai panggilan hidup yang berakar pada nilai Islam. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi desain pendidikan dan pengembangan diri konselor, wacana islamisasi konseling, serta menekankan pentingnya pendekatan naratif dalam memahami dinamika identitas profesional berbasis nilai lokal. Studi ini merekomendasikan ekosistem pengembangan identitas professional agar dikondisikan untuk terjatinya turning point secara organik dan  integrasi nilai spiritual dalam kurikulum pendidikan konselor di negara mayoritas Muslim.
Hubungan Kecerdasan Emosional dengan Stres Akademik Siswa di SMA Sahri, Nafisah; Ardi, Zadrian; Yendi, Frischa Meivilona; Sari, Azmatul Khairiyah
Counseling and Humanities Review Vol 5, No 1 (2025): Counseling and Humanities Review
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0001236chr2025

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kecerdasan emosional dan tingkat stres akademik pada siswa SMA Negeri 2 Batusangkar. Pendekatan yang digunakan dalam studi ini adalah kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional. Populasi penelitian mencakup seluruh siswa kelas X dan XI yang berjumlah 470 orang. Sampel ditentukan dengan teknik simple random sampling menggunakan rumus Slovin, sehingga diperoleh sebanyak 216 siswa sebagai responden. Hasil analisis data menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara kecerdasan emosional dan stres akademik, dengan nilai koefisien korelasi Pearson sebesar r = -0,642 dan tingkat signifikansi p = 0,000 (p < 0,01). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kecerdasan emosional yang dimiliki siswa, maka semakin rendah tingkat stres akademik yang mereka alami. Hasil penelitian ini menekankan pentingnya penguatan aspek emosional sebagai bagian dari pengembangan diri siswa guna mencegah munculnya tekanan dalam lingkungan akademik.
Hubungan Self-Regulated Learning dengan Disiplin Belajar Siswa Oktarina, Wulan; Sukma, Dina; Syukur, Yarmis; Zola, Nilma; Syahri, Lia Mita
Counseling and Humanities Review Vol 5, No 1 (2025): Counseling and Humanities Review
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0001258chr2025

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-regulated learning dengan disiplin belajar siswa kelas XI di SMA Negeri 2 Batang Anai tahun pelajaran 2024/2025. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif korelasional, melibatkan 152 siswa yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-regulated learning siswa pada umumnya berada pada kategori sedang (53,95%) dan disiplin belajar siswa pada umumnya berada pada kategori sedang (51,32%). Analisis korelasi pearson menunjukkan hubungan positif yang kuat antara kedua variabel (r = 0,766; p < 0,05). Temuan ini menujukkan bahwa semakin tinggi tingkat self-regulated learning, maka semakin tinggi pula disiplin belajar siswa. Implikasi dari hasil penelitian ini menunjukkan perlunya peran layanan bimbingan dan konseling dalam membantu siswa meningkatkan self-regulated learning dan disiplin belajar. Layanan yang dapat diberikan antara lain meliputi  layanan informasi, layanan konseling perorangan, layanan bimbingan kelompok, dan layanan penguasaan konten.
The Relationship between Peer Social Support with Assertiveness of Adolescent Victims of Bullying Azzahra, Aurelya; Firman, Firman; Sukma, Dina; Hariko, Rezki
Counseling and Humanities Review Vol 5, No 1 (2025): Counseling and Humanities Review
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0001268chr2025

Abstract

Nowadays, bullying among adolescents, especially in the school environment, continues to show an increase, which has a major impact on the mental health of victims. One phenomenon that often appears in adolescent victims of bullying is low assertiveness, which is reflected in the tendency of victims to remain silent, unable to express their opinions, and not daring to defend their personal rights. One of the factors that affect assertiveness is the situation of the peer environment (peer social support). This study aims to describe the level of peer social support and assertiveness in adolescent victims of bullying, and analyze the relationship between the two. This study uses a quantitative method of correlational type. The population was 246 students of SMP Negeri 7 Padang aged 13–15 years (48.3% male and 51.7% female) who were identified as bullying victims. A sample of 152 students was taken by Stratified Random Sampling based on class strata. Data were collected using a peer social support questionnaire and a bullying victim assertiveness questionnaire, with sample items "Friends comfort me when I am belittled by others" and "I keep quiet when friends take my things without permission". The results of data analysis using the Pearson product moment technique, the results showed that peer social support and assertiveness were in the high category. Pearson correlation indicated a moderate positive association between peer social support and assertiveness, r = 0.462, 95% CI (0.40-0.59), 0.000 < 0.001, N = 152. There is a positive and significant relationship between peer social support and assertiveness of adolescent victims of bullying. The higher the peer social support, the higher the assertiveness of students who are victims of bullying.
Pendekatan pastoral gereja untuk pengembangan spiritualitas anak melalui pelayanan berorientasi kebutuhan Anggreiny, Marcella
Counseling and Humanities Review Vol 5, No 1 (2025): Counseling and Humanities Review
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0001223chr2025

Abstract

Artikel ini membahas bagaimana gereja dapat berperan sebagai ruang yang strategis dan relevan untuk mendukung perkembangan spiritual, emosional, dan sosial anak-anak melalui pendekatan pelayanan yang berfokus pada kebutuhan individu mereka. Dalam menghadapi tantangan era modern, gereja dituntut untuk menciptakan lingkungan yang aman, ramah, inklusif, dan edukatif sehingga anak-anak dapat berkembang secara holistik, baik dalam aspek iman maupun pembentukan karakter Kristiani mereka. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui analisis literatur, wawancara mendalam dengan praktisi pelayanan anak, dan pengamatan kegiatan gereja yang telah menerapkan pelayanan berorientasi anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan yang dirancang berdasarkan kebutuhan anak tidak hanya meningkatkan keterlibatan mereka dalam aktivitas gereja, tetapi juga memperkuat nilai-nilai spiritual, seperti kasih, penghormatan, dan rasa tanggung jawab. Program pelayanan yang interaktif dan kontekstual, serta komunikasi yang didasarkan pada empati, terbukti efektif dalam membangun hubungan yang positif antara anak-anak, gereja, dan Tuhan. Selain itu, artikel ini menyoroti urgensi pelatihan yang sistematis bagi pemimpin gereja, relawan, dan pendidik Kristen untuk memahami psikologi anak serta teknik-teknik pendampingan yang relevan. Dengan pelayanan yang responsif terhadap kebutuhan generasi muda, gereja dapat menjadi komunitas yang berfungsi sebagai pelindung nilai-nilai luhur dan pembimbing dalam perjalanan spiritual anak-anak. Melalui inovasi dalam pelayanan yang ramah anak, gereja juga diharapkan mampu mengatasi berbagai hambatan, seperti keterbatasan sumber daya atau kurangnya pemahaman tentang pendekatan berbasis kebutuhan anak. Dengan demikian, penelitian ini memberikan rekomendasi praktis bagi gereja-gereja untuk lebih adaptif dan progresif dalam mengembangkan pelayanan yang berorientasi pada masa depan, sambil tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Alkitabiah yang menjadi fondasi iman Kristen.

Page 10 of 12 | Total Record : 120