cover
Contact Name
Vicky Verry Angga
Contact Email
vicky-verry@untagsmg.ac.id
Phone
+6285649998059
Journal Mail Official
jurnalnalar@untagsmg.ac.id
Editorial Address
Jalan Seteran Dalam No. 9, Miroto, Kec. Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah 50134
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Nalar: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
ISSN : 29621518     EISSN : 29621488     DOI : 10.56444
Seputar isu terkait kajian pendidikan dan kebudayaan yang meliputi bidang ilmu-ilmu pendidikan, budaya, kearifan lokal, masyarakat adat, tradisi, ritual, mitos, dan hasil kebudayaan lainnya.
Articles 92 Documents
STRATEGI LOMPOA: MEMBESARKAN MUSEUM BALLA LOMPOA UNTUK MENCAPAI KEUNGGULAN DAYA SAING Manor, Usman
NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 3 No. 1 (2024): April, NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/nalar.v3i1.495

Abstract

Pandemi Covid-19 memicu penurunan drastis terhadap kunjungan ke Museum, salah satunya Museum Balla Lompoa di Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan. Kondisi tersebut menyebabkan diperlukannya strategi khusus untuk memaksimalkan potensi Museum dan meminimalisir dampak ekonomi, lingkungan, serta sosial terhadap Museum akibat Pandemi Covid-19. Oleh sebab itu, penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang diperkuat oleh metode sejarah berupa heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi dengan pengumpulan data melalui wawancara dan studi kepustakaan untuk menemukan strategi khusus dalam membesarkan kembali Museum Balla Lompoa sehingga memiliki dampak ekonomi, lingkungan, dan sosial. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi strategi dalam membesarkan Museum Balla Lompoa untuk mencapai keunggulan daya saing sehingga dapat meminimalisir dampak akibat Pandemi Covid-19. Dengan mengacu pada tujuan penelitian, temuan yang berhasil diungkap dalam penelitian adalah lima komponen yang dapat dijadikan sebagai upaya memaksimalkan potensi Museum, yaitu scope, goals, resources, identifikasi keunggulan daya saing, dan sinergi sehingga mampu menjadi strategi khusus yang dapat membesarkan Museum Balla Lompoa. Kelima elemen tersebut menjadi dasar penerapan strategi Museum, stategi pemasaran ekosistem Museum, dan strategi kebudayaan di wilayah Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan.
PENGARUH ALAT PERAGA PUZZLE FPB DAN KPK TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA SEKOLAH DASAR Rizki Maulani
NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 2 No. 2 (2023): Oktober, NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/nalar.v2i2.496

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh alat peraga puzzle FPB dan KPK terhadap pemahaman konsep matematika siswa. Penelitian ini dilakukan di kelas IV pada semester genap Tahun Ajaran 2016/2017 materi KPK dan FPB di SD Negeri Gembor 6 Kota Tangerang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan desain penelitian Two Group Pretest-Posttest Design, yang melibatkan 30 siswa kelas eksperimen dan 30 siswa kelas kontrol sebagai sampel. Berdasarkan hasil tes pemahaman konsep matematika siswa yang diajar dengan alat peraga puzzle FPB dan KPK lebih tinggi dari pada siswa yang diajar tidak dengan alat peraga puzzle FPB dan KPK. Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata tes pemahaman konsep matematika siswa yang di ajar dengan alat peraga puzzle FPB dan KPK adalah sebesar 80,60 dan nilai rata-rata pemahaman konsep matematika siswa yang di ajar tidak dengan alat peraga puzzle FPB dan KPK adalah sebesar 64,50 (thitung = 0,002 dan ttabel =0,05) pada taraf sigifikansi 5%. Kemudian dari hasil perhitungan effect size, diketahui bahwa hasil perhitungan effect size dengan menggunakan rumus cohen’s d, diperoleh d=0,840, sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan alat peraga puzzle FPB dan KPK memberikan pengaruh yang tinggi terhadap kemampuan pemahaman konsep matematika siswa di kelas IV sSDN Gembor 6 pada pokok bahasan kelipatan persekutuan terkecil (KPK) dan faktor persekutuan terbesar (FPB).
HUBUNGAN ANTAR MANUSIA DALAM PERSPEKTIF ALIRAN KEBATINAN PERJALANAN Cecep Sri Suryana; Vicky Verry Angga
NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 1 No. 2 (2022): Oktober, NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/nalar.v1i2.653

Abstract

Manusia tidak dapat terpisahkan dengan hubungan antar manusia, karena manusia merupakan makhluk sosial. Hubungan antar manusia tidak hanya sekedar relasi atau hubungan saja, melainkan suatu aktivitas dan suatu kegiatan untuk mengembangkan hasil yang menumbuhkan rasa bahagia dan rasa puas. Beberapa faktor yang mempengaruhi hubungan antar manusia yaitu saling menghargai, empati, sikap keterbukaan, kepercayaan, dan kehangatan. Organisasi Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa Aliran Kebatinan Perjalanan mempunyai konsep hubungan antar manusia. Aliran Kebatinan Perjalanan memiliki beberapa pandangan mengenai hubungan manusia yang menjadi pedoman bagi warganya. Aliran Kebatinan Perjalanan memiliki pandangan bahwa sebelum bersosialisasi atau berhubungan antar manusia harus memilih terlebih dahulu perkataan atau apapun yang akan kita lakukan terhadap orang lain, agar dalam bersosialisasi atau melakukan hubungan antar manusia tidak ada satu pun yang tersakiti baik tersakiti lahirnya maupun batinnya. Sehingga dalam hubungan antar manusia dapat menimbulkan kebahagiaan, kepuasan, dan terciptanya hubungan yang baik.
TRANSMEDIA EDUCATION: MASCULINITY IN TIKTOK WITHIN TRADITIONAL DANCE Syfa Amelia; Farah Fajriyah; Dhiya Sahara Ulfa; Denis Hida Lutfiani Stefani
NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 2 No. 2 (2023): Oktober, NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/nalar.v2i2.707

Abstract

The advent of internet and the proliferation of social media change the way teachers and students consume and create educational learning content, such as Java traditional dance. Men traditional dancers get bullied because they are considered less masculine where it happens in the education sector, school or dance studio. TikTok in the transmedia era known as an entertainment, expression and education space. TikTok’s content creators (Abing, Fahrul, BM) actively post to preserve culture. This research examines TikTok as an education and expression’s medium, challenges the gender dichotomy in Indonesia’s new masculinity. This research uses the case study, interview art activists, finding audience's reception from the comments, documents, relevant preliminary research. The results show male traditional dancers use TikTok to express themselves and preserve local culture. TikTok’s existence also shifts masculinity where it is not only interpreted as a form of virility, but also contains tenderness and femininity in traditional dance.
PENERAPAN KEBIJAKAN PENDIDIKAN KEPERCAYAAN TERHADAP TUHAN YANG MAHA ESA DALAM PENDIDIKAN FORMAL DI SDN 3 KALIMANGGIS TEMANGGUNG Andhika Nanda Perdhana
NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 2 No. 1 (2023): April, NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/nalar.v2i1.776

Abstract

Peran pendidikan dalam mengembangkan potensi manusia yang beriman, sesuai dengan UU SISDIKNAS No. 20 Tahun 2003. Menurut undang-undang tersebut, pendidikan nasional bertujuan untuk mengembangkan kemampuan, membentuk watak, dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan juga bertujuan agar peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab. Pendidikan memiliki peran penting dalam mengembangkan potensi individu, termasuk bagi peserta didik Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Namun, dalam beberapa kasus, mereka tidak mendapatkan akses yang memadai terhadap mata pelajaran Pendidikan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Namun, dengan dikeluarkannya Permendikbud Nomor 27 Tahun 2016 tentang Layanan Pendidikan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa pada Satuan Pendidikan, penghayat kepercayaan kini mendapatkan legalitas pendidikan dan dapat mengikuti mata pelajaran tersebut. Hal ini merupakan langkah strategis dalam memberikan ruang kaderisasi dan mengembalikan eksistensi penghayat kepercayaan, sehingga mereka dapat memiliki pelayanan pendidikan yang setara dengan penganut agama lainnya.
REVITALIZING INDIGENOUS AGRICULTURAL KNOWLEDGE AND PRACTICES: MANUGAL AS AN ENVIRONMENTALLY SUSTAINABLE FARMING METHOD IN DAYAK NGAJU, INDONESIA Elly Diah Praptanti; Alfian, Andi
NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 2 No. 2 (2023): Oktober, NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/nalar.v2i2.825

Abstract

For thousands of years, the Dayak Ngaju people in Central Kalimantan have practiced a traditional rice cultivation system called Manugal, which involves planting rice directly on the ground without artificial fertilizers or pesticides. This method relies on rainwater and natural materials, and it is guided by the teachings of the Kaharingan belief system, recognizing rice as a divine manifestation, and adhering to the traditional calendar. However, the Green Revolution and the globalization of modern food production, initiated in the late 1960s, introduced intensive agriculture, chemical inputs, and high-yielding crop varieties. This modernization marginalized local traditions, including Manugal, in Central Kalimantan. This qualitative descriptive case study examines the background of the Green Revolution and its impact on Manugal, the ecological consequences of agricultural modernization, and the comparison between Manugal and modern monoculture farming systems. The study aims to propose strategies for maintaining the Manugal tradition and achieving ecological sustainability.
PROSOCIAL ENGAGEMENT DALAM PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA MELALUI KETELADANAN GURU Hamu, Fransiskus Janu
NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 2 No. 1 (2023): April, NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/nalar.v2i1.904

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh prosocial engagement dalam pendidikan agama Katolik terhadap pembentukan karakter siswa melalui keteladanan guru. Melalui pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi kelas, wawancara dengan guru agama Katolik, dan survei siswa. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa prosocial engagement memainkan peran krusial dalam membentuk karakter siswa, seperti empati, toleransi, dan kepedulian sosial. Selain itu, keteladanan guru memiliki dampak yang signifikan dalam mendorong siswa untuk terlibat dalam perilaku sosial yang positif. Temuan ini memberikan kontribusi penting bagi pendidikan agama Katolik dalam memperkuat nilai-nilai kristiani dan menciptakan siswa yang bertanggung jawab dan peduli terhadap sesama. Implikasi praktis dari penelitian ini juga dibahas untuk membantu pengembangan pendekatan dan strategi yang lebih efektif dalam pendidikan agama Katolik.
ANALISIS NILAI BUDAYA TIANG PENYANGGA “SAKA GURU” DI MASJID AGUNG DEMAK Ulfa, Marya; Sony Junaedi; Muslimah
NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 3 No. 1 (2024): April, NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/nalar.v3i1.1513

Abstract

Masjid Agung Demak merupakan salah satu masjid tertua di Indonesia. Masjid ini memiliki empat tiang penyangga “Saka Guru”. Tujuan Penelitian untuk menganalisis nilai budaya tiang penyangga “Saka Guru” di Masjid Agung, dilatarbelakangi oleh kemajuan teknologi yang mengakibatkan kurangnya pengetahuan dan lunturnya nilai budaya. Metode penelitian berupa deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil analisis data menunjukkan Tiang penyangga "Saka Guru" di Masjid Agung Demak memiliki enam nilai budaya yang penting: (1) Nilai Keagamaan, memiliki makna spiritual sebagai elemen struktural yang mendukung atap masjid, secara simbolis dianggap sebagai penopang ajaran Islam. (2) Nilai Sejarah dan Tradisi, bagian integral dari arsitektur masjid memiliki nilai sejarah yang tinggi. (3) Nilai Arsitektur Jawa, mencerminkan nilai estetika dan desainnya memiliki kesan keindahan. (4) Nilai Simbolis, dihubungkan dengan elemen tertentu dalam agama Islam dan tradisi lokal. (5) Nilai Pelestarian Budaya, mencerminkan kesadaran pentingnya nilai budaya dan sejarah dalam masyarakat. (6) Nilai Sosial, Masjid Agung Demak berperan dalam menjalin hubungan sosial di masyarakat. Dengan demikian, nilai budaya terhadap "Saka Guru" di Masjid Agung Demak bukan hanya menunjukkan elemen arsitektur sebagai struktur fisik, tetapi juga sebagai ekspresi nilai-nilai budaya dalam budaya Jawa dan Indonesia secara keseluruhan dan dapat membantu dalam menjaga dan memelihara warisan budaya.
BUDAYA DALAM KOMUNIKASI PENJUAL DAN PEMBELI DI PASAR TRADISIONAL DAN PASAR MODERN DI KOTA SEMARANG Pramandhani, Vamelia Aurina; Septa Wiki Dwi Cahyani
NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 3 No. 1 (2024): April, NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/nalar.v3i1.1521

Abstract

Penelitian ini merupakan bagian sosiolinguistik dalam kajian bahasa jual beli. Dalam transaksi jual beli, para pelaku transaksi menggunakan bahasa paling mudah dimengerti dengan tujuan saling untung. Pedangang tradisional menggunakan bahasa lisan halus dan sopan, sedangkan pedagang modern lebih dominan menggunakan bahasa tulisan yang komunikatif dan menarik. Keduanya sama sama bertujuan untuk menarik pembeli. Tujuan penulis adalah mempelajari dan mencari perbedaan bahasa tersebut yang digunakan oleh pelaku transaksi jual beli di pasar tradisional dan pasar modern (swalayan) yang ada di kota Semarang.
PROBLEMATIKA DAN SOLUSI RENDAHNYA KEMAMPUAN SERTA MINAT MEMBACA SISWA KELAS 3 SDN 101765 BANDAR SETIA Ali Ibrahim Pane; Adinda Khairani; Sembiring Milala, Peggy Elfisa
NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 3 No. 1 (2024): April, NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/nalar.v3i1.1529

Abstract

Penelitian ini membahas rendahnya kemampuan dan minat membaca siswa kelas tiga di SDN 101765 Bandar Setia. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan Pendekatan Studi Kasus. Hasil wawancara dengan guru mengungkapkan bahwa beberapa siswa mengalami kesulitan membaca dan kurangnya pengenalan alfabet. Faktor-faktor seperti kebiasaan membaca yang buruk, kurangnya fasilitas membaca, lingkungan yang tidak mendukung, dan kurangnya keterlibatan orang tua berkontribusi pada rendahnya minat membaca. Solusi yang diusulkan meliputi kegiatan literasi, pelatihan keterampilan membaca dasar dengan menggunakan berbagai media, dan peningkatan fasilitas pendukung literasi di sekolah. Rekomendasi lainnya adalah meningkatkan ketersediaan buku menarik, memasukkan kegiatan literasi dalam pengajaran, dan menumbuhkan motivasi intrinsik untuk membaca di kalangan siswa. Implikasi dari penelitian ini meluas ke pendidik, orang tua, dan pembuat kebijakan untuk mempromosikan lingkungan ramah membaca bagi siswa.

Page 9 of 10 | Total Record : 92