cover
Contact Name
Vicky Verry Angga
Contact Email
vicky-verry@untagsmg.ac.id
Phone
+6285649998059
Journal Mail Official
jurnalnalar@untagsmg.ac.id
Editorial Address
Jalan Seteran Dalam No. 9, Miroto, Kec. Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah 50134
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Nalar: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
ISSN : 29621518     EISSN : 29621488     DOI : 10.56444
Seputar isu terkait kajian pendidikan dan kebudayaan yang meliputi bidang ilmu-ilmu pendidikan, budaya, kearifan lokal, masyarakat adat, tradisi, ritual, mitos, dan hasil kebudayaan lainnya.
Articles 102 Documents
PEMANFAATAN HASIL ETNOGRAFI VISUAL SEBAGAI SUMBER BELAJAR DI ERA DIGITALISASI Eni Purwanti
NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 3 No. 1 (2024): April, NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/nalar.v3i1.1614

Abstract

Etnografi Visual dapat membawa individu dapat memahami sebuah realiatas tertentu tanpa harus datang langsung dan berpartisipasi. Hasil Etnografi Virtual dapat dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan pengguna. Misalnya dalam pembelajaran di sekolah dapat dijadikan Sumber Belajar oleh siswa dan guru. Metode yang digunakan yaitu studi kepustakaan, yaitu dengan mengandalkan bibiografi dari buku dan artikel yang sesuai. Pembahasan: 1) Sumber Belajar yang menarik apabila disesuaikan dengan kebutuhan belajar siswa, 2) Pemanfaatan Etnografi visual untuk Sumber Belajar dapat digunakan apabila sarana dan prasarana yang ada mendukung jalannya proses pembelajaran. Kesimpulan: Hasil Etnografi Visual sangat efektif dan Efisien apabila digunakan sebagai sumber belajar karena dapat menghemat biaya dan waktu untuk memahami suatu fenomena.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM MATA PELAJARAN PENDIDIKAN KEPERCAYAAN TERHADAP TUHAN YANG MAHA ESA DAN BUDI PEKERTI DI SMP NEGERI 2 SUMOWONO KABUPATEN SEMARANG Four Dofi Sidabutar; Sony Junaedi
NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 4 No. 2 (2025): Oktober, NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/nalar.v4i2.2760

Abstract

Penelitian ini menganalisis implementasi pendidikan karakter oleh Penyuluh dalam mata pelajaran Pendidikan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Budi Pekerti di SMP Negeri 2 Sumowono. Fokus penelitian meliputi strategi pengajaran, metode penyampaian nilai karakter, tantangan, serta faktor pendukung dan penghambat. Metode kualitatif digunakan dengan wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Hasil menunjukkan pendidikan karakter diterapkan melalui lima elemen utama yaitu Sejarah, Keagungan Tuhan, Budi Pekerti, Martabat Spiritual, Larangan dan Kewajiban dengan metode interaktif seperti diskusi kelompok, ceramah inspiratif, dan praktik langsung (role-play) untuk menanamkan nilai-nilai karakter dan keteladanan Penyuluh. Faktor pendukung berupa kepemimpinan kepala sekolah, keterlibatan orang tua, dan lingkungan sekolah yang kondusif, sedangkan penghambat meliputi keterbatasan sarana, waktu, dan pengaruh negatif pergaulan. Dampak positif terlihat pada peningkatan kejujuran, kedisiplinan, kesantunan, dan toleransi siswa. Kesimpulannya, pendidikan karakter berhasil membentuk peserta didik penghayat kepercayaan berakhlak mulia, namun perlu upaya berkelanjutan untuk mengatasi hambatan dan memperkuat kolaborasi sekolah, orang tua, dan masyarakat.
INOVASI PERMAINAN CONGKAK MENJADI PERMAINAN DIGITAL SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN Afifah Luthfiani; Mamlahatun Buduroh; Syahrial; Silva Tenrisara Pertiwi Isma
NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 5 No. 1 (2026): April, NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/nalar.v5i1.3062

Abstract

Preferensi bermain anak-anak di era digital cenderung beralih ke permainan digital sehingga permainan tradisional seperti congkak mulai ditinggalkan. Sebagai upaya pelestarian, permainan congkak dialihwahanakan ke bentuk digital, salah satunya melalui aplikasi Congkak di Google Play Store. Namun, congkak digital menghadirkan pengalaman dan aturan bermain yang berbeda dari congkak tradisional yang berdampak pada pewarisan nilai dan fungsi budaya congkak tradisional. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik dokumentasi dan observasi partisipatif serta diolah dengan analisis komparatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aplikasi Congkak tidak sepenuhnya mewariskan unsur nilai dan fungsi budaya permainan congkak tradisional. Aplikasi Congkak memberikan rasa senang dan bebas serta mewariskan fungsi permainan congkak untuk melatih keuletan, kemampuan berpikir kritis, dan berhitung anak.  Ketika aplikasi dimainkan berdua, unsur nilai yang diwariskan meliputi nilai demokrasi (musyawarah dan kejujuran), nilai sosial (kemampuan berkomunikasi, bersosialisasi, serta menghadapi dan memecahkan masalah), dan nilai kesatria (sportivitas, rendah hati, lapang dada, dan tenggang rasa).  Namun, ketika aplikasi dimainkan sendiri, unsur nilai-nilai tersebut tidak terwariskan. Meskipun inovasi ini relevan dengan era digital, peneliti berharap pengembang dapat memperbarui aplikasi dengan mempertimbangkan pewarisan nilai dan fungsi budaya congkak tradisional. Dengan demikian,  nilai dan fungsi congkak tradisional yang terwariskan bisa lebih banyak.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM MENDUKUNG PERKEMBANGAN MORAL PESERTA DIDIK Thalita Hunafa Adianty; Rifaldini; Silvi Anugrah Wulandari; Madita Putri Utami
NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 5 No. 1 (2026): April, NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/nalar.v5i1.3386

Abstract

Pendidikan karakter menjadi fokus penting dalam dunia pendidikan karena meningkatnya tantangan moral peserta didik di era globalisasi dan digitalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pendidikan karakter di sekolah menengah, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat implementasinya, serta menganalisis dampaknya terhadap perkembangan moral peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di SMK Plus Al-Ghifari. Subjek penelitian meliputi guru Bimbingan dan Konseling, wali kelas, dan siswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur, observasi, dan analisis dokumen sekolah, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter telah diintegrasikan dalam proses pembelajaran dan budaya sekolah, dengan dukungan utama berupa kepedulian guru, kerja sama dengan orang tua, serta inisiatif peserta didik. Namun, implementasi masih menghadapi kendala seperti pengaruh lingkungan sosial, keterlibatan keluarga yang belum optimal, ketidakkonsistenan ketegasan pendidik, dan kesulitan adaptasi peserta didik baru. Penelitian ini merekomendasikan penguatan sinergi antara sekolah, keluarga, dan lingkungan untuk meningkatkan keberlanjutan dan efektivitas pendidikan karakter.
PENINGKATAN GERAKAN LITERASI MEMBACA PEMAHAMAN MELALUI BUKU CERITA PADA MURID KELAS III SD INPRES ANDUAM Ruth Maya Londong Palayu; Lusia Narsia Amsad; Nazih Sadatul Kahfi
NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 5 No. 1 (2026): April, NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/nalar.v5i1.3388

Abstract

Literasi membaca merupakan kompetensi dasar yang penting dalam mendukung perkembangan akademik murid sekolah dasar, namun kemampuan membaca pemahaman, khususnya pada tingkat kalimat sederhana, masih menjadi permasalahan di berbagai satuan pendidikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis peningkatan gerakan literasi membaca pemahaman melalui buku cerita dalam meningkatkan keterampilan membaca kalimat sederhana pada murid kelas III SD Inpres Anduam. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain pra-eksperimen tipe one-group pretest–posttest. Subjek penelitian terdiri atas 9 murid kelas III yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui tes keterampilan membaca kalimat sederhana sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji paired samples t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan kemampuan membaca murid, ditandai dengan kenaikan skor rata-rata dari 58,22 pada pretest menjadi 78,56 pada posttest (p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa gerakan literasi membaca pemahaman berbasis buku cerita efektif dalam membantu murid memahami struktur dan makna kalimat sederhana. Penelitian ini merekomendasikan penerapan gerakan literasi membaca pemahaman secara berkelanjutan sebagai strategi pembelajaran membaca di sekolah dasar.
ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES PADA TINGKULUAK PATIAK DI NAGARI CUPAK KECAMATAN GUNUNG TALANG KABUPATEN SOLOK PROVINSI SUMATERA BARAT Adam Pramugio Putra; Azlin Resiana
NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 5 No. 1 (2026): April, NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/nalar.v5i1.3476

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang Analisis Semiotika Roland Barthes pada Tingkuluak patiak di Nagari Cupak. Latar belakang berlandaskan pada pentingnya pelestarian nilai budaya Minangkabau yang muncul dalam pakaian adat tradisional yakni tingkuluak patiak ditinjau dari segi bentuk, bahan, warna, dan motif sebagai simbol identitas perempuan khususnya bundo kanduang. Tujuannya adalah untuk mengungkap makna denotasi, konotasi, dan mitos yang terkandung serta menjelaskan fungsi simboliknya dalam prosesi pernikahan di Nagari Cupak. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui pengamatan, wawancara, disertai dengan catatan lapangan terkait tingkuluak patiak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa denotasi dari tingkuluak patiak merupakan penutup kepala yang digunakan oleh perempuan memiliki bentuk seperti kipas dengan lima lipatan mengembang di sisi kanan dan kiri terbuat dari kain lame kemudian diberi kanji agar tampak kokoh. Secara konotasi berdasarkan pada bentuk lipatan yang ada di tingkuluak patiak mencerminkan simbol identitas masyarakat dengan adanya lima suku yang mendiami wilayah Nagari Cupak. Mitosnya, tingkuluak patiak dimaknai sebagai ideologi yang hidup dalam masyarakat dengan adanya penghormatan terhadap leluhur yang dianggap oleh masyarakat setempat. Tingkuluak patiak digunakan hanya saat menjalani prosesi pernikahan yang berfungsi sebagai penanda status dan kehormatan serta menegaskan peran bagi mande rubiah dan bundo kanduang di Nagari Cupak.
PENGARUH KEPERCAYAAN JAWA DALAM PRAKTIK PERNIKAHAN BUDDHIS DI KABUPATEN SEMARANG Tri Saputra Medhacitto
NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 5 No. 1 (2026): April, NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/nalar.v5i1.3545

Abstract

This study aims to explore the practice of Buddhist marriage in the Semarang Regency, which is carried out alongside traditions and local wisdom. The research employs a qualitative approach using a cultural anthropology method to examine the influence of Javanese beliefs on the wedding rituals of Buddhist communities in the Semarang Regency area. Data were collected through the review of relevant literature and interviews with selected informants, chosen based on their background and expertise related to the research topic. The collected data were then analyzed in depth to identify the values of local wisdom within Javanese society that coexist harmoniously with Buddhist wedding ceremonies. The findings indicate that Buddhist marriage in Semarang Regency is not merely a legal recognition of union between two individuals entering married life, but also represents a socio-cultural phenomenon reflecting processes of adaptation and negotiation between religious teachings and local cultural values. Buddhist communities in Semarang Regency conduct marriage ceremony according to Buddhist religious traditions combined with Javanese practices. The religious ceremony is performed at a temple and led by a Romo Pandita, and the the wedding ceremonies continue according to Javanese culture. Javanese beliefs remain strongly influential, shaping various stages of marriage, from partner selection and proposal rituals to ceremonial practices during the wedding. Beliefs related to weton calculations, auspicious days, slametan rituals, the preparation of sesajen, and ceremonial elements within wedding receptions continue to maintain their place amid the dynamics of modern society.
ANALISIS HAMBATAN DAN TANTANGAN GURU DALAM IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN PPKN DI SD NEGERI GAPRANG 01 Elen Kustiawardani; Chelindra Qoiatul Mafaza; Surayanah
NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 5 No. 1 (2026): April, NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/nalar.v5i1.3566

Abstract

PPKn di sekolah dasar berperan penting dalam membentuk karakter dan kesadaran kewarganegaraan peserta didik sejak dini. Namun, dalam praktiknya guru menghadapi berbagai hambatan yang memengaruhi optimalisasi pembelajaran. Penelitian ini bertujuan menganalisis hambatan dan tantangan implementasi pembelajaran PPKn di kelas IV SD Negeri Gaprang 01. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan angket. Data kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Subjek penelitian terdiri atas guru kelas IV dan 18 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berjalan cukup baik dan memperoleh respons positif siswa, khususnya pada aspek sikap dan pemahaman nilai kewarganegaraan. Tantangan utama meliputi penyampaian materi abstrak, perbedaan kemampuan akademik, serta keberagaman latar belakang sosial-ekonomi. Oleh karena itu, diperlukan penggunaan media konkret, strategi diferensiasi, serta pendekatan pembelajaran yang adaptif dan inklusif.
PERAN PERMAINAN TRADISIONAL DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA USIA SEKOLAH DASAR DI JAWA TENGAH: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Herlina Putri Khawismaya; Muhammad Zihni Naim
NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 5 No. 1 (2026): April, NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/nalar.v5i1.3573

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran permainan tradisional dalam pembentukan karakter siswa sekolah dasar di Jawa Tengah melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Kajian dilakukan dengan mengacu pada tahapan PRISMA yang meliputi identifikasi, penyaringan, kelayakan, dan inklusi artikel. Penelusuran literatur menggunakan aplikasi Publish or Perish dengan basis data Google Scholar pada rentang tahun 2016-2026, sehingga diperoleh 10 artikel yang sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Hasil sintesis menunjukkan bahwa permainan tradisional seperti engklek, gobak sodor, egrang, bakiak, dan congklak berkontribusi dalam menumbuhkan nilai kerja sama, empati, tanggung jawab, disiplin, ketekunan, serta kemampuan mengendalikan diri. Permainan yang dilakukan secara berkelompok cenderung memperkuat karakter sosial, sedangkan permainan individual lebih menekankan pada pembentukan karakter personal. Temuan-temuan tersebut membuka ruang pengembangan penelitian lanjutan dengan pendekatan metodologis yang lebih beragam serta penguatan integrasi permainan tradisional sebagai media pendidikan karakter berbasis kearifan lokal di sekolah dasar.
PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA MELALUI PEMBIASAAN SIKAP SALING MENGHARGAI DI KELAS IV SDN 1 KEPANJENLOR Weka Tyas Puspita; Arina Mufti Ruchana; Surayanah
NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 5 No. 1 (2026): April, NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/nalar.v5i1.3644

Abstract

Pendidikan tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter siswa, salah satunya melalui sikap saling menghargai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pembentukan karakter siswa melalui pembiasaan sikap saling menghargai di kelas IV SDN 1 Kepanjenlor serta dampaknya terhadap hubungan antar siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek guru dan 18 siswa. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa telah menunjukkan sikap saling menghargai melalui perilaku sopan, saling membantu, dan berbagi dengan teman. Namun, masih terdapat beberapa siswa yang perlu meningkatkan kemampuan mendengarkan dan menghargai pendapat teman.

Page 10 of 11 | Total Record : 102