Nalar: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Seputar isu terkait kajian pendidikan dan kebudayaan yang meliputi bidang ilmu-ilmu pendidikan, budaya, kearifan lokal, masyarakat adat, tradisi, ritual, mitos, dan hasil kebudayaan lainnya.
Articles
92 Documents
NILAI-NILAI ADAT DALAM KBG DI DESA TANALEIN KECAMATAN SOLOR BARAT KABUPATEN FLORES TIMUR
Vinsensius Bawa Toron;
Paulinus Tibo
NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 1 No. 2 (2022): Oktober, NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56444/nalar.v1i2.150
Penelitian ini dengan judul Nilai-nilai Adat dalam Komunitas Basis (KBG). Penelitian dilakukan di Desa Tanalein, Kecamatan Solor Barat, Kabupaten Flores Timur. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah normatif sosiologis. Komunitas Basis Gereja (KBG) sejak Gereja perdana telah terbentuk. Komunitas Basis Gereja yang ditekankan adalah nilai kesetiaan, hidup bersama, bekerja bersama, loyalitas, saling membagi, saling mendengar, bersama melakukan pelayanan Injil Kerajaan Al1ah dan bersama menyerukan pertobatan. Bertolak dari nilai-nilai dimaksud, Gereja lokal juga telah memiliki nilai budaya telah tumbuh dan berkembang. Gereja lokal melihat itu sebagai kekayaan dalam pengembangan KBG. Koun dan wuu’ lolon dalam bercocok tanam yang diangkat dalam penelitian ini memiliki nilai-nilai kerjasama, saling mendengar dan bersyukur. Untuk menuju model KBG masa kini, maka prinsip Koun dan wuu’ lolon yang telah merasuk di setiap klan dalam adat istiadat dalam hal ini bercocok tanam harus menjadi menjadi prinsip-prinsip yang menjiwai sebuah KBG.
PENDIDIKAN MODERASI BERAGAMA DALAM PENGUATAN WAWASAN KEBANGSAAN PADA ERA DISRUPSI DI SD INPRES EKASAPTA LARANTUKA
Belen Keban, Yosep;
Soi Leton, Susana
NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 2 No. 1 (2023): April, NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56444/nalar.v2i1.372
Persoalan bangsa yang akhir-akhir ini mengemuka bahkan menjadi semacam hantu adalah fenomena yang mengarah pada disintegrasi bangsa. Aneka konflik terjadi baik itu kasus suku, ras, agama, dan antar golongan yang membuktikan bahwa wawasan kebangsaan di Indonesia mulai luntur terutama pada era disrupsi ini. Sikap ini tentu sangat disayangkan di tengah keberagaman agama di tanah air Indonesia. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana implementasi pendidikan moderasi beragama dalam penguatan wawasan kebangsaan untuk menghadapi era disrupsi di SD Inpres Ekasapta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini mengatakan bahwa pendidikan moderasi agama di SD Inpres Ekasapta sejauh ini sudah dipraktekkan oleh lembaga pendidikan ini namun belum secara optimal diterapkan. Pendidikan moderasi beragama dalam penguatan wawasan kebangsaan di SDI Ekasapta dapat dilakukan melalui kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler. Untuk itu lembaga pendidikan SD Inpres Ekasapta perlu terus melakukan peningkatan pendidikan moderasi keagamaan melalui kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler secara terstruktur agar dapat menanamkan sejak dini pendidikan moderasi agama dalam penguatan wawasan kebangsaan peserta didik.
HAK PENDIDIKAN AGAMA LOKAL: STUDI PADA KOMUNITAS SAMIN DI KUDUS JAWA TENGAH
Moh Rosyid
NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 2 No. 1 (2023): April, NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56444/nalar.v2i1.382
Artikel in membahas tentang respon Komunitas Samin di Kudus terhadap peraturan wajib belajar dalam dua bentuk, sekolah formal, ada pula yang belum sekolah formal. Bagi yang sekolah formal belum mendapat pendidikan agamanya, Adam. Kata agama Adam oleh negara dikategorikan aliran kepercayaan. Data riset tahun 2022 ini diperoleh penulis dengan wawancara, observasi, telaah Pustaka dan dianalisa dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil riset, Pemerintah perlu menelaah secara mendalam amanat UUD 1945, UU Nomor 20/2003, dan prinsip HAM dalam realisasi pelaksanaannya. UU Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 12 ayat (1) huruf (a) tiap anak didik pada satuan pendidikan berhak mendapat pendidikan agama sesuai agama yang dianut dan diajarkan oleh guru seagama, (b) mendapat pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuannya. Di sisi lain, pemerintah perlu ‘membuka lebar’ daya dengarnya bahwa warga Samin merespon wajib belajar dalam dua bentuk: tidak sekolah formal dan sekolah tetapi belum mendapat pendidikan agama lokalnya (Adam). Hal ini memerlukan kebijakan afirmatif dari pemerintah dengan mengedepankan kearifan lokalnya dengan pendekatan persuasif agar menaati perundangan. Selain itu melibatkan MLKI sebagai lembaga yang menaungi warga penghayat.
HYDRO-SOCIAL RELATION OF INDIGENOUS RELIGION: BALI AGA
Ahdar, Rozi
NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 2 No. 1 (2023): April, NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56444/nalar.v2i1.383
Water management is very influenced by economy or tourism and determined by profit gain. Drought, pollution, and poaching conflict occur which show how people today do not know how to maintain water wisely. On the other hand, people in indigenous villages have ways to maintain quality water. One of it is explored by Ghorbani et al. He explores how indigenous science is applied to create a better water distribution and drought postponement in Jiroft County, Iran. This qualitative paper aims to explain the hydro-social relation of another indigenous religion, it is known as Bali Aga. Supported by literature study, this paper argues that Bali Aga’s religion-based hydro-social relation is effective in water management. This paper contributes to and has implication for water management in other places around the planet.
TRANSFORMASI MORAL: STRATEGI PROGRESIF LEMBAGA DAKWAH NURUT TARBIYAH DALAM MEMBINA AKHLAK SISWA DI SMA 2 NEGERI GOWA
Ibnu Azka;
Siti Suleha
NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 2 No. 2 (2023): Oktober, NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56444/nalar.v2i2.391
Artikel ini mendiskusikan strategi lembaga dakwah nurut tarbiyah dalam membina akhlak siswa (i) di SMA Negeri 2 Kabupaten Gowa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian lapangan dengan analisis deskriptif kualitatif, pengumpulan data dilakukan melalui tahap observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini yaitu pembina siswa, pengurus lembaga nurut tarbiyah, dan siswa (i) SMA Negeri 2 Kabupaten Gowa. Pertanyaan utama dalam penelitian ini adalah ; bagaimana strategi lembaga nurut tarbiyah dalam membina akhlak siswa di SMA 2 Negeri Gowa dan bagaimana peluang dan tantangan strategi tersebut di era modern. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lembaga dakwah nurut tarbiyah melakukan strategi pembinaan akhlak dengan ; pertama, melakukan kajian setiap jum’at. kedua, Tahsinul Qira’ah serta melaksanakan safari kegiatan islami jika memasuki bulan ramadhan. Strategi tersebut dilakukan melalui pendekatan persuasif baik dilakukan oleh lembaga dakwah sendiri, maupun melibatkan guru dan alumni dalam proses pembinaan akhlak siswa di SMA 2 Negeri Gowa.
REALITAS DAN SOLUSI: PEMBELAJARAN ABAD 21 (STUDI KAJIAN KEPUSTAKAAN)
Kurniawan, Aziz
NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 3 No. 1 (2024): April, NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56444/nalar.v3i1.409
Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan realitas, ekpetasi dan solusi pada pembelajaran abad 21. Deskripsi yang diuraikan pada penelitian ini meliputi keterampilan yang diharapkan pada abad 21 yaitu 4C yang terdiri dari (Critical Thinking, Communiaction, Collaboration, Creativity). Data yang ditemukan pada lapangan berdasarkan kajian penelitian yang dilakukan peneliti lain menyebutkan bahwa belum seutuhnya keterampian 4C dikembangkan sesuai dengan harapan pada pembelajaran abad 21. Untuk dapat menjawab permasalah yang terjadi peneliti menyimpulkan yaitu 1) berpikir kritis dapat ditumbuhkan melalui pemberian instrument yang melatih siswa dalam berpikir kritis, 2) keterampilan kreativitas dapat dilatih dengan memberikan ruang gerak kepada siswa agar dapat berpikir secara bebas tanpa tekanan serta penerapan strategi pembelajaran yang inovatif, 3) keterampilan kolaborasi dan komunikasi dapat dimunculkan dengan mengembangkan media, bahan ajar, LKS atau modul yang menekankan pada kegitan diskusi siswa dengan teman sekelas, atau dengan mengembangkan model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa.
INTEGRASI POTENSI LOKAL PURWOREJO TERHADAP KOMPETENSI DASAR MUATAN IPA SD GUNA MENINGKATKAN KOMPETENSI 4C
Saptaningrum, Junia;
Ade Cyntia Pritasari
NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 2 No. 2 (2023): Oktober, NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56444/nalar.v2i2.421
Pengembangan keterampilan abad ke-21 dalam pembelajaran, diharapkan mampu menciptakan sumber daya manusia yang lebih berkualitas dan mampu mempunyai keterampilan untuk hidup dengan berbagai peluang dan tantangan yang akan dihadapi di era kemajuan teknologi dan informasi. Pembelajaran IPA SD dengan integrasi potensi lokal Purworejo dilakukan untuk meningkatkan kompetensi 4C. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan mendeskripsikan potensi lokal Kabupaten Purworejo dan mengintegrasikan potensi tersebut ke dalam kompetensi dasar muatan IPA SD sehingga mampu meningkatkan kompetensi 4C siswa guna menghadapai kehidupan abad ke-21. Adapun instrumen yang digunakan berupa angket penilaian buku terhadap kesesuaian potensi lokal Purworejo terhadap Kompetensi Dasar IPA SD serta analisis Kompetensi 4C dalam meningkatkan keterampilan siswa. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data skunder dengan studi literatur atau studi kepustakaan melalui metode tinjauan pustaka yang dilakukan dengan pengumpulan buku-buku, bahan-bahan tertulis serta referensi-referensi yang relevan dengan penelitian yang dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi potensi lokal Purworejo ke dalam muatan IPA SD kelas 4,5, dan 6 dapat meningkatkan kompetensi 4C dalam diri siswa.
SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW: KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DALAM PEMBELAJARAN
Sohilait, Emy;
I Kharisudin;
Masnia
NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 2 No. 1 (2023): April, NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56444/nalar.v2i1.424
Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis literatur yang terkait dengan kemampuan berpikir kritis dalam kurikulum pembelajaran melalui tinjauan literatur yang sistematis. Artikel ini menganalisis literatur melalui database elektronik yang diperoleh dari Scopus. Perangkat lunak yang digunakan pada tinjauan literatur sistematis adalah Microsoft Excel, VOSviewer, dan Harzing's Publish or Perish. Berdasarkan dari hasil pencarian artikel dengan menggunakan Harzing's Publish or Perish diperoleh 759 publikasi yang diterbitkan tahun 1944 hingga 2021 untuk analisis lebih lanjut. Hasil penelitian ini disajikan dengan menggunakan indikator bibliometrik umum seperti produktivitas penelitian dalam hal tahun publikasi, jenis dokumen, bidang subjek, analisis kata kunci, kepengarangan, dan analisis kutipan. Secara keseluruhan, jumlah peningkatan tulisan kemampuan berpikir kritis dalam pembelajaran menunjukkan bahwa sangat penting dalam pembelajaran abad ke-21. Guru dapat menggunakan pendekatan dan strategi pembelajran untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.
PENYEWAAN NASKAH PADA ABAD KE-19 SEBAGAI USAHA MEMPOPULERKAN CERITA DAN PELESTARIAN TRADISI TULIS NUSANTARA
Mamlahatun Buduroh
NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 2 No. 1 (2023): April, NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56444/nalar.v2i1.458
Abad ke-19 dapat dikatakan sebagai era peralihan sastra klasik ke sastra modern di kawasan Nusantara. Salah satu karya yang masih disalin pada masa ini adalah naskah-naskah yang berisi cerita MahabharataNaskah-naskah tersebut disalin untuk beberapa kepentingan, di antaranya untuk tujuan pendidikan dan penyewaan. Penelitian ini menguraikan sistem penyewaan naskah Melayu yang berisi cerita Mahabharata pada masa tersebut. Selanjutnya, analisis dilakukan secara deskriptif menggunakan pendekatan sejarah sastra. Kajian dilakukan dengan menganalisis kolofon naskah yang berisi cerita Mahabharata yang ada di koleksi Perpustakaan Nasional RI. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan gambaran sistem penyewaan naskah cerita Mahabharata di Melayu pada abad ke-19. Hasilnya menunjukkan bahwa sistem penyewaan naskah cerita Mahabharata di Melayu memperlihatkan fungsi nilai ekonomi sastra pada masa tersebut. Selain itu, proses penyalinannya berfungsi sebagai usaha mempopulerkan cerita Mahabharata dan pemertahanan budaya tulis Arab-Melayu.
LEARNING TO DEVELOP STUDENTS' DEDUCTIVE SCIENTIFIC REASONING PATTERNS THROUGH SHERLOCK HOLMES NOVELS AND SHORT STORIES
Susdarwono, Endro Tri;
S. Thoriqul Huda
NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 2 No. 2 (2023): Oktober, NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56444/nalar.v2i2.484
This study aims to provide a description related to learning to develop students' deductive scientific reasoning patterns through novels and short stories of Sherlock Holmes. This research is a quantitative research while the method used is semi-experimental. The quantitative approach used includes the Mann-Whitney test. The conclusions of this study are that: 1) for the Mann-Whitney test on the pre-test scores of the control group and the experimental group it was concluded that before the treatment or treatment the two groups, namely the control and the experiment, had the same ability in mastering students' deductive scientific reasoning; 2) for the Mann-Whitney test on the post-test scores of the control group and the experimental group it was concluded that after the treatment or treatment the two groups, namely the control and the experiment, had different abilities in mastering deductive scientific reasoning. Based on the two tests that there is indeed a difference between the conditions before and after being given treatment or treatment of students' mastery of deductive scientific reasoning through learning Sherlock Holmes novels and short stories.