cover
Contact Name
Mulyanto
Contact Email
widyaparwa@gmail.com
Phone
+6281243805661
Journal Mail Official
widyaparwa@gmail.com
Editorial Address
https://widyaparwa.kemdikbud.go.id/index.php/widyaparwa/about/editorialTeam
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Widyaparwa
Jurnal Widyaparwa memublikasi artikel hasil penelitian, juga gagasan ilmiah penelitian (prapenelitian) yang terkait dengan isu-isu di bidang kebahasaan dan kesastraan Indonesia dan daerah.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 47, No 1 (2019)" : 12 Documents clear
BENTUK ADVERBIA PENANDA MODALITAS DAN KATEGORI YANG DIMODIFIKATORINYA DALAM TEKS TERJEMAHAN ALQURAN Markhamah Markhamah; Abdul Ngalim; Dini Nur’aini Gita Saputri; Atiqa Sabardila; Muhammad Muninuddinilah Basri
Widyaparwa Vol 47, No 1 (2019)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.313 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v47i1.311

Abstract

This research aims to identify (1) the formd of adverbial modality markers in Quran translation texts,and (2) the categories modified by the modality markers. The data of this research is all lingual units containing adverbial modality markerd in Quran translation texts that has language ethics. Data collection utilized reading and documentation techniques, whereas data analysis utilized identity and constituent analysis methods. The results of this research identify the forms of adverbial modality markers in Quran translation texts to be in base and derivative forms. The base forms mark the modality of certainty, sincerity, determina-tion, causality, and obligation. (1) Modality of certainty is marked by pasti, (2) Modality of sincerity is mar-ked by sungguh,). (3) Modality of determination is marked by tetap, (4) Modality of causality is marked with saling. (5) Modality of obligation is marked by harus,). The derivative forms include repetition, afixation, combination, and particleization. Repetition form marks modalities of (a) expectation, with marker mudah-mudahan and sekali-kali, (b) metaphorization, with markers seakan-akan. (2) Affixation form marks modali-ties of (a) sincerity, with marker sesungguhnya (b) imagination, with marker sekiranya,  berkehendak, and hendaknya which translate from (c) will, with marker berkehendak. (3) Word combination form marks modalities of (a) expectation, with marker insya Allah, insya Allah, hampir saja, and barangsiapa. (4) Particleization form is found on modalities janganlah, tentulah, tetaplah, hendaklah, and pastilah. Three cate-gories are found to be modified by the modality markers: (1) adjectives/ adjective phrase, (2) noun/noun phrase (frequencyand (3) verb/verb phrase. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan bentuk adverbia penanda modalitas (APM) pada teks terjemahan Alquran (TTA), dan (2) mendeskripsikan kategori yang dimodifikatori adverbia penanda modalitas pada (TTA).   Data dalam penelitian ini adalah semua satuan lingual yang mengandung  adverbia penada modalitas pada TTA yang mengandung etika berbahasa. Teknik pengumpulan data  adalah teknik simak dan teknik catat. Analisis data menggunakan metode agih dan metode padan. Hasil penelitian menunjukkan bentuk adverbia penanda modalitas (APM) pada TTA terdiri atas bentuk dasar dan bentuk turunan.    APM yang berupa bentuk dasar menandai modalitas kepastian, kesungguhan, ketetapan, keslingan, dan keharusan. (1) APM  kepastian dengan penanda pasti sepadan dengan BA لَ   (lam penguat), memang.  (2) APM kesungguhan dengan penanda sungguh, BA نإ (inna), قَدْ (qad) ((3:118),  dan (2) وَقَدْ خَلَتْ (waqad kholat) (46:17).   (3) APM ketetapan penanda tetap, BA أَصَرَّ- يصرُّ, (asoru-yasoru), (4) APM kesalingan, penanda saling, BA تَفَاعَلَ (taqaala).   (5) APM keharusan, penanda harus  لىيجب (yajabaal).   Bentuk turunan meliputi, bentuk ulang, berimbuhan,   gabungan, serta berpartikel.    (1) Bentuk ulang yang menandai modalitas (a) pengharapan dengan penanda mudah-mudahan dan sekali-kali, yakni لعل   (laala)-عسى (asyaya), dan لَنْ (lan)   (laala) dan عسى (asyaya), (b) peringatan (lan) لَنْ, dan (c) pengibaratan dengan penanda seakan-akan, adalah  كَأَن (ka’ana).    (2) Berimbuhan yang menandai modalitas (a) kesungguhan dengan penanda sesungguhnya (BA بَلْ (bal), (b) pengandaian penanda sekiranya لَو (lawa), APM  berkehendak, dan hendaknya berpadanan dengan BA يُرِيدُونَ (yuriduuna) (c) keinginan berkehendak, عُونَ (una).     (3) APM berbentuk  gabungan kata yang menandai modalitas (a) pengharapan insya Allah, insya Allah, hampir saja, dan barangsiapa.   (4) APM   berpartikel yang menandai modalitas janganlah, tentulah, tetaplah, hendaklah, dan pastilah.    (b) Kategori yang dimodifikatori adverbia penanda modalitas ada  lima  macam. (1) Adverbia penanda modalitas memodifikatori adjektiva/frasa adjektiva   (2) Adverbia penanda modalitas memodifikatori nomina/frasa nomina  (11 kali ). (3) Adverbia penanda modalitas memodifikatori verba/frasa verba (79 kata). (4)  APM memodifikatori Frase Preposisi, dan (5)  APM memodifikatori kata penunjuk
TINDAK TUTUR PADA NASIHAT BERBAHASA JAWA YANG BERKONJUNGSI YEN Wiwin Erni Siti Nurlina
Widyaparwa Vol 47, No 1 (2019)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.381 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v47i1.324

Abstract

This research analyzes advisory utterance in Javanese language. The advisory speech contains conjunction element yen “if”. The advisory utterance contains teaching that reflects Javanese culture .The teaching was a grandeur cultural heritage in character education.The approach used is pragmatics and structural theory.The structural theory approach is used to see form of advisory speech.The next discussion employs pragmatics theory to explain intention embodied in Javanese advisory speech. The method is descriptive and qualitative method based on pragmatics. The result shows that the advisory utterance with conjunction element yen “if”, particularly verbal act review are five speech act types. Those were (i) reminding, (ii) advising, (iii) ordering, (iv) prohibiting, and (v) expecting or imagining. Those speech acts could be used as part of education learning. Tulisan ini mengkaji tuturan yang berisi nasihat dalam bahasa Jawa. Tuturan nasihat tersebut memuat unsur konjungsiyen‘jika’. Tuturan nasihat itu memuat ajaran yang mencerminkan budaya Jawa. Ajaran yang termuat pada tuturan nasihat itu merupakan warisan budaya yang luhur dalam pendidikan budi pekerti. Dalam kajian ini digunakan teori pragmatik dan teori struktural. Pendekatan dengan teori struktural digunakan untuk melihat bentuk tuturan nasihat. Pembahasan selanjutnya digunakan paradigma pragmatik untuk menjelaskan kandungan maksud pada tuturan nasihat dalam bahasa Jawa. Metode yang digunakan ialah metode deskriptif kualitatif, dengan pijakan atau landasan pragmatis. Hasil dari kajian dengan teoripragmatik pada tuturan nasihat berunsur kata yen ini, khususnya kajian tindak verbal, ialahlima jenis tindak tutur. Tindak tutur tersebut diungkapkan dalam bentuk kata kerja.Kelima tindak tutur yang termuat dalam tuturan nasihat berunsur konjungsi yen yaitu (i) mengingatkan, (ii) menganjurkan, (iii) menyuruh, (iv) melarang, dan (v) mengharap atau berangan-angan.Kelima  jenis tindak tutur itu dapat digunakan sebagai bagian dalam pembelajaran budi pekerti.
ASPEK-ASPEK SOSIAL NOVEL RANTAU 1 MUARA KARYA AHMAD FUADI Rahmat Gunawan; Suyitno Suyitno; Slamet Supriyadi
Widyaparwa Vol 47, No 1 (2019)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.49 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v47i1.189

Abstract

This study aims to describe the form of social aspect of the novel, Rantau 1 Muara Ahmad Fuadi. The novel narrates about the struggle denomination, moral value, love, kinship, responsible, and life stare. This method that was used in this study is descriptive qualitative and used literature sociology study. Data collecting technique is recording heeding technique, and literature study. The novel was analyzed and was interpreted based on existing theory, then  was describe appropriate on the study aim. Data analyses result, there are four social aspects. They are love, kinship, economic, and moral aspect. Penelitian ini bertujuan untuk mendekripsikan bentuk aspek-aspek sosial dalam novel Rantau 1 Muara karya Ahmad Fuadi. Novel ini mengisahkan tentang nilai perjuangan, nilai moral, cinta kasih, kekerabatan, tanggung jawab, dan pandangan hidup. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dan menggunakan kajian sosiologi sastra. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik simak catat, dan studi pustaka. Novel tersebut dianalisis dan diiterpretasikan berdasarkan teori yang ada, kemudian di deskripsikan sesuai dengan tujuan penelitian. Hasil analisis data, diketahui ada empat bentuk aspek sosial, yaitu: aspek cinta kasih, aspek kekerabatan, aspek ekonomi dan aspek moral.
TRANSFORMASI ALAT PERTANIAN TRADISIONAL KE ALAT PERTANIAN MODERN BERDASARKAN KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT JAWA TENGAH Prembayun Miji Lestari; Retno Purnama Irawati; Mujimin Mujimin
Widyaparwa Vol 47, No 1 (2019)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.455 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v47i1.312

Abstract

The ancestors of the Javanese community have knowledge of farming methods on agricultural land and various tra-ditional farming equipment passed down from generation to generation, which is still simple in nature, used by a group of hereditary communities and is part of the technology system they possess according to their cultural con-ception. There are two types of agricultural equipment used, namely traditional and modern farming tools. Traditi-onal farming tools are simple and driven using human labor, while modern agricultural tools are driven by machines. The transformation of traditional agricultural tools to modern agricultural tools needs to be studied more deeply. This article will discuss about the traditional agricultural tools used by the Javanese people, especially Cen-tral Java, along with the transformation of traditional agricultural tools into modern agricultural tools. This article is derived from research that utilizes qualitative descriptive research approach. Data were collected using interview technique, observation, and literature study. Interviews were conducted with informants (rice farmers and owner of agricultural land) who were considered to know and master the problems of traditional farming equipment in Klaten District. The reasons for use of traditional farming tools by farmers are (1) farmers feel that traditional farming tools are more appropriate than modern farming tools, (2) unprocessed areas, (3) able to reach narrow areas, (4) practical and easy to carry as well as used, and (5) low prices and such tools are easy to find. Some traditional farming tools have undergone transformation into modern agricultural tools. These modern agricultural tools are operated by machines, can be grouped into (1) modern soil implements, (2) modern cultivators, and (3) modern harvesters.Nenek moyang masyarakat Jawa memiliki pengetahuan cara bercocok tanam di lahan pertanian dan berbagai macam peralatan pertanian tradisional yang diwariskan secara turun temurun, yang masih sederhana sifatnya, digunakan oleh sekelompok masyarakat secara turun temurun dan merupakan bagian dari sistem teknologi yang mereka miliki menurut konsepsi kebudayaannya. Ada dua jenis alat pertanian yang digunakan, yakni alat pertanian tradisional dan mo-dern. Alat pertanian tradisional bentuknya sederhana dan digerakkan menggunakan tenaga manusia, sedangkan alat pertanian modern digerakkan dengan menggunakan mesin. Transformasi alat pertanian tradisional menuju alat pertanian modern perlu untuk dikaji lebih dalam. Artikel ini akan membahas tentang alat pertanian tradisional yang dimanfaatkan masyarakat Jawa, khususnya Jawa Tengah, berikut transformasi alat pertanian tradisional menjadi alat pertanian modern. Artikel ini berasal dari penelitian yang memanfaatkan pen-dekatan penelitian deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan menggunakan teknik wawancara, observasi, dan studi pustaka. Wawancara dilakukan dengan para informan (para petani padi dan petani ladang) yang dianggap mengetahui dan menguasai masalah alat pertanian tradisional di Kabupaten Klaten. Penggunaan alat pertanian tradisional oleh petani ini dengan alasan (1) petani merasa alat pertanian tra-disional lebih tepat dipergunakan daripada alat pertanian modern, (2) area yang diolah tidak luas, (3) mampu menjangkau area yang sempit, (4) praktis dan mudah dibawa serta digunakan, dan (5) harga murah dan alat tersebut mudah ditemukan. Beberapa alat pertanian tradisional telah mengalami transformasi menjadi alat pertanian modern. Alat pertanian modern ini dioperasikan dengan mesin, da-pat dikelompokkan menjadi (1) alat pengolah tanah modern, (2) alat tanam modern, dan (3) alat pemanen modern. 
Daftar isi dan catatan redaksi Widyaparwa Widyaparwa
Widyaparwa Vol 47, No 1 (2019)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.662 KB)

Abstract

KORUPSI DALAM KONSTRUKSI MEDIA : ANALISIS STRUKTUR MIKRO SEMANTIK TEKS BERITA KORUPSI DI TELEVISI Hari Bakti Mardikantoro; Haryadi Haryadi
Widyaparwa Vol 47, No 1 (2019)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.944 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v47i1.195

Abstract

This study aims to determine the micro semantic structure of corruption news text in national private TV station in Indonesia. This study employed a descriptive qualitative approach through critical discourse analysis by van Dijk. The method of data collection used simak (listening) advanced technique of simak bebas libat cakap, rekam (re-cording) technique, catat (noting) technique. The research findings show that the textual analysis of microstructure aspect of corruption news text in TV station includes the analysis of background elements (instruction or plotting description related to space, time, and atmosphere), detailed elements (describing very detailed part of a phenomena), purpose elements (looking at information which benefits the writer or media by elaborating the information ex-plicitly and clearly), pre-assumed element (the efforts to support someone’s opinion by giving the premise which truth is trusted, in the form of real and concrete data), and nominalization elements (strategy which is commonly used to nominate a certain social group). Penelitian ini bertujuan untuk menemukan struktur mikro semantik teks berita korupsi di televisi swas-ta nasional Indonesia. Pengkajian masalah dalam penelitian ini menggunakan dua pendekatan, yakni pendekatan sosiologis empiris dan pendekatan kritis van Dijk. Metode pengumpulan data dilakukan dengan metode simak dengan teknik lanjutan berupa teknik rekam, dan teknik catat. Selain itu, data dijaring juga dengan metode wawancara dengan pihak redaktur berita di televisi. Analisis da-lam penelitian ini menggunakan model analisis wacana kritis van Dijk. Analisis tekstual pada as-pek struktur mikro teks berita korupsi di televisi meliputi analisis elemen latar (petunjuk atau keterang-an pengaluran yang berhubungan dengan ruang, waktu, dan suasana), elemen detail (menguraikan ba-gian yang sangat terperinci mengenai suatu peristiwa), elemen maksud (melihat informasi yang meng-untungkan bagi penulis atau media dengan menguraikannya secara eksplisit dan jelas), elemen praang-gapan (upaya mendukung sebuah pendapat maupun opini dengan cara memberikan premis yang di-percaya kebenarannya, berupa data yang nyata dan konkret), dan elemen nominalisasi (strategi yang se-ring digunakan untuk menghilangkan kelompok sosial tertentu).
WACANA ANTIKORUPSI DALAM PUISI INDONESIA MODERN KAJIAN SOSIOPRAGMATIK Novi Siti Kussuji Indrastuti
Widyaparwa Vol 47, No 1 (2019)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.689 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v47i1.314

Abstract

This study aims to bring out the corruption problems described in the poem, express messages to the readers contained in the description of the corruption problem, and reveal how the message was conveyed to the reader through poetry. In this study qualitative methods and literature were used with the socio-pragmatic approach. Data is taken from sources that have been published in print or online. Poetry used as data is corruption-themed poetry. Poetry is reviewed by analyzing the representation of social realities related to the problem of corruption in Indonesia, then analyzing the message and how to convey it to the reader. The results of this study indicate that the problem of corrupt corruptors through satire-sarcasm style is intended as persuasion to readers to reject corruption, the issue of mild legal sanctions for Indonesian corruptors compared to other countries is used to raise readers' awareness to think critically, the problem of bribery through allegory aims to strengthen awareness of corruption, and the problem of the impact of corruption in an ironic style of humor that is intended as a means of awareness to fight corruption. Kajian ini bertujuan mengemukakan masalah korupsi yang digambarkan dalam puisi, mengungkapkan pesan kepada pembaca yang terkandung dalam penggambaran masalah korupsi tersebut, dan mengungkapkan cara pesan tersebut disampaikan kepada pembaca melalui puisi. Dalam kajian ini digunakan metode kualitatif dan kepustakaan dengan pendekatan sosiopragmatik. Data diambil dari sumber yang telah dipublikasikan secara cetak maupun daring. Puisi yang dijadikan data adalah puisi bertema korupsi. Puisi dikaji dengan menganalisis representasi realitas sosial yang terkait dengan masalah korupsi di Indonesia, selanjutnya menganalisis pesan dan cara penyampaiannya kepada pembaca. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa masalah keburukan para koruptor melalui gaya satire-sarkas ditujukan sebagai persuasi kepada pembaca untuk menolak korupsi, masalah sanksi hukum yang ringan bagi koruptor Indonesia jika dibandingkan negara lain digunakan untuk membangkitkan kesadaran pembaca agar berpikir kritis, masalah maraknya budaya suap lewat alegori bertujuan menguatkan kewaspadaan terhadap korupsi, dan masalah dampak korupsi dengan gaya humor yang ironis dimaksudkan sebagai sarana penyadaran untuk memerangi korupsi.
Tim redaksi dan ketentuan naskah Widyaparwa Widyaparwa
Widyaparwa Vol 47, No 1 (2019)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (941.01 KB)

Abstract

KUALITAS TERJEMAHAN LIRIK LAGU “MUNAJAT CINTA” BAHASA INDONESIA-JAWA Faijah Ida Fatmawati; Teguh Setiawan
Widyaparwa Vol 47, No 1 (2019)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.655 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v47i1.258

Abstract

This study aims to describe and assess the accuracy, naturalness test, and readability test of the translation of the “Munajat Cinta” lyrics in Indonesian into Javanese. The data taken are words, phrases, or clauses which are the lyrics of Munajat Cinta. Data is collected with scrutinize techniques and note taking technique. Then, the data is analyzed by translational matching method with the technique of determining the determinant elements. The results show that the accuracy level is 1.69 points. In the naturalness test criteria the target language gets 1.82 points. Higher than the level of accuracy. Meanwhile, the third assessment criteria is readability of 2.24 points. Thus, the va-lue of the translation of the Indonesian Munajat Cinta song into the Javanese language as a whole is quite good with an average gain of 1.80 points. Although the song lyrics are not presented accurately, the translation results are still acceptable and can still be read by the target language reader quite well.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menilai keakuratan, keberterimaan/kewajaran, dan keterbacaan hasil terjemahan lirik lagu “Munajat Cinta” dalam Bahasa Indonesia ke dalam Bahasa Jawa. Data yang diambil ialah kata, frasa, atau klausa yang menjadi lirik lagu “Munajat Cinta”. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik simak dan catat. Selanjutnya, data dianalisis dengan metode padan translasional dengan teknik pilah unsur penentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keakuratan, sebesar 1,69 poin. Pada kriteria kewajaran/keberterimaan dalam bahasa sasaran menda-patkan 1,82 poin, lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat kakuratan. Adapun, kriteria penilaian yang ketiga, yaitu keterbacaan sebesar 2,24 poin. Dengan demikian, nilai hasil terjemahan lagu “Munajat Cin-ta” dari bahasa Indonesia ke dalam bahasa Jawa secara keseluruhan cukup baik dengan perolehan rerata 1,80 poin. Meskipun lirik lagu tersebut tidak disajikan secara akurat, hasil terjemahan masih dapat dite-rima dan dapat dibaca oleh pembaca bahasa sasaran dengan cukup baik.
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS CERITA PENDEK MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN POP-UP Fajarsih Darusuprapti; Haryanto Haryanto
Widyaparwa Vol 47, No 1 (2019)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.894 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v47i1.315

Abstract

The research aims to improve the learning process and short story writing skills using pop-up media in 4th grade students of elementary school Muhammadiyah Sidokarto. Type of research class action model Kemmis and Mc Taggart. Subjects class 4th students totaling 20 students. Method of data collection research uses the method of testing, observation, and documentation. Data analysis techniques used quantitative and qualitative. The results of the study indicate that pop up media can improve short story writing skills. The process of improving learning to write short stories using pop-up media is students learn the material of short story elements, linguistic material, how to compile short story based on pop-up media, and write short stories using pop-up media. Improvement of short story writing skills first cycle 19.7 from the precycle average value of 59.9 to 79.6. The increase in short story writing skills the second cycle 25.85 from the pre-cycle average value to 85.75. Penelitian bertujuan untuk meningkatkan proses pembelajaran dan keterampilan menulis cerita pendek menggunakan media pembelajaran pop-up siswa kelas IV SD Muhammadiyah Sidokarto. Jenis penelitian merupakan penelitian tindakan kelas model Kemmis dan Mc Taggart. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV berjumlah 20 siswa. Metode pengumpulan data dalam penelitian menggunakan metode tes, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran pop-up dapat meningkatkan keterampilan menulis cerita pendek. Proses peningkatan pembelajaran menulis cerita pendek menggunakan media pembelajaran pop-up dengan cara siswa mempelajari materi unsur-unsur cerita pendek, materi kebahasaan, cara menyusun kerangka cerita pendek berdasarkan media pembelajaran pop-up, danmenulis cerita pendek menggunakan media pembelajaran pop-up. Peningkatan keterampilan menulis cerita pendek pada siklus I sebesar 19,7 dari nilai rata-rata prasiklus sebesar 59,9 menjadi 79,6. Peningkatan keterampilan menulis cerita pendek pada siklus II sebesar 25,85 dari nilai rata-rata prasiklus menjadi 85,75.

Page 1 of 2 | Total Record : 12