cover
Contact Name
Mulyanto
Contact Email
widyaparwa@gmail.com
Phone
+6281243805661
Journal Mail Official
widyaparwa@gmail.com
Editorial Address
https://widyaparwa.kemdikbud.go.id/index.php/widyaparwa/about/editorialTeam
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Widyaparwa
Jurnal Widyaparwa memublikasi artikel hasil penelitian, juga gagasan ilmiah penelitian (prapenelitian) yang terkait dengan isu-isu di bidang kebahasaan dan kesastraan Indonesia dan daerah.
Articles 27 Documents
Search results for , issue "Vol 49, No 2 (2021)" : 27 Documents clear
SAMPUL DALAM TIM REDAKSI DAN TEMPLATE NFN Mulyanto
Widyaparwa Vol 49, No 2 (2021)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (650.969 KB)

Abstract

PRODUKSI DAN DISTRIBUSI SASTRA KANON: STUDI KASUS PENERBITAN BUKU UMAR KAYAM NFN Mawaidi; NFN Suroso
Widyaparwa Vol 49, No 2 (2021)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.72 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v49i2.841

Abstract

The birth of the publisher indie as an agent of the literature books canon cannot be released from the publishing history of the Dutch Indian era. The spirit of the indie publisher is resisting the dominance of the readership and the literature pop market. One of the publishers in indie was Pojok Cerpen with Umar Kayam's book choice. This method of research used interview, reading, and writing techniques. Interview techniques are conducted to challenge information from publishers, in this case seeking data related to canon literature and literary canon distribution patterns. The data was reviewed through the literary sociology of Pierre Bourdieu. The results are as follows. First, the canonicity of Umar Kayam's personal figure and also the canonicity of Umar Kayam's. The aspect of Umar Kayam's personal canonicity included his culture, education, and family influence. The canonicity aspect of Umar Kayam includes the influence of bestowed and the republishing of Seribu Kunang-kunang di Manhattan book at different publishers. Second, distribution aspects on reseller networks with 60% reseller power and the remaining conventional bookstores and festivals.Lahirnya penerbit indie sebagai agen produksi buku sastra kanon tidak bisa dilepaskan dari sejarah penerbitan dari era kolonial Hindia Belanda. Semangat penerbit indie melakukan perlawanan terhadap dominasi selera pembaca dan pasar sastra pop. Salah satu penerbit indie tersebut adalah Pojok Cerpen dengan pilihan buku karya Umar Kayam yang ditinjau melalui sosiologi sastra Pierre Bourdieu. Metode pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, membaca, dan mencatat. Teknik wawancara dilakukan untuk mengulik informasi dari penerbit, dalam hal ini berupaya mendapatkan data terkait pertimbangan reproduksi karya sastra kanon dan pola distribusi sastra kanon. Hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, aspek kanonitas sosok personal Umar Kayam dan aspek kanonitas karya Umar Kayam. Aspek kanonitas personal Umar Kayam meliputi kiprahnya di bidang kebudayaan, pendidikan, dan pengaruh keluarga. Aspek kanonitas karya Umar Kayam meliputi pengaruh penganugerahan dan penerbitan ulang buku Seribu Kunang-Kunang di Manhattan di penerbit yang berbeda-beda. Kedua, aspek distribusi melalui jejaring reseller dengan daya serap 60% dan sisanya toko buku konvensional dan festival-festival.
ANALISIS STRUKTUR DAN FUNGSI TEKS IKLAN LAYANAN MASYARAKAT Restu Sukesti
Widyaparwa Vol 49, No 2 (2021)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1371.885 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v49i2.893

Abstract

Public service advertisements (PSA) as a means of communication "govern" to the public even though the form of commanding is in the form of orders, prohibitions, appeals, and suggestions. PSAs in internet media use pictures and writing, both together as a means of communication, but what can "talk" a lot is language. Language in PSAs, hereinafter referred to as text, is studied in this study with a qualitative descriptive approach and with research methods: data collection (download and copy techniques), data analysis (text structure analysis (discourse) techniques), language structure analysis techniques/grammar, and analytical techniques pragmatics). The results obtained indicate that there are three forms of ILM text, namely only images, a mixture of images and writings, and only text; 2) PSA text composition consists of themes, supports, and illustrations; 3) the language in ILM uses a mixture of foreign vocabulary, and verbs with -kan, -i, and klitika -lah. the peculiarity of the message in the PSA text is in the form of a commanding message, either directly or indirectly.Iklan layanan masyarakat (ILM) sebagai sarana komunikasi memberikan “perintah” pada masyarakat dan wujud perintah itu berupa suruhan, larangan, imbauan, dan saran. ILM dalam media internet menggunakan sarana gambar dan tulisan, keduanya bersama sebagai sarana komunikasi, tetapi yang dapat “berbicara” banyak ialah sarana bahasa. Bahasa dalam ILM, selanjutnya disebut teks dikaji dalam penelitian ini dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan dengan metode penelitian: penjaringan data (teknik unduh dan salin), penganalisisan data (teknik analisis struktur teks (wacana), teknik analisis sturktur bahasa/gramatika, dan teknik analisis pragmatik). Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa 1) bentuk teks ILM ada tiga, yaitu hanya gambar, campuran gambar dan tulisan, dan hanya tulisan; 2) komposisi teks ILM terdiri atas tema, pendukung, dan ilustrasi; 3) bahasa pada ILM memanfaatkan campuran kosakata asing, dan verba berafiks –kan, -i, dan klitika –lah, 4) kekhasan kosakata pada teks ILM ialah menggunakan kata “imperatif” (jangan, ayo, mari, dsb.); dan 5) kekhasan pesan pada teks ILM ialah berupa pesan memerintah, baik secara langsung maupun taklangsung.
Daftar Isi 49-2 NFN Mulyanto
Widyaparwa Vol 49, No 2 (2021)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.22 KB)

Abstract

ALTERASI FITUR FONOLOGIS BAHASA BALI PASIEN AFASIA BROCA I Ketut Wardana
Widyaparwa Vol 49, No 2 (2021)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.123 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v49i2.536

Abstract

The determination of phonological alteration patterns of speech disorder of Broca aphasia is the scope of neurolincguistic study that needs more attention. Thus, this study investigates the alteration of the phonological feature in Broca's aphasics. This phenomenology-based research involves the observation of two patients with nonhemorrhagic stroke with impaired language modality such as spontaneous speech, naming, reading, writing, but intact comprehension. Data was collected from observation method with listening, involvement, conversation, and noting. The data were recorded wiy Sonny voice recorder. The instruments for language modality measurements were 65 picture list, 65 word list, 1 sheet of  conversation script, and 1 reading text. The data analysis provided the implementation of generative phonology. The results showed that the substitution of marked features by less marked features due to the errors of the articulation planning program. The more complex the articulation of the phonemes, the more often the segments are altered. This study also found the violation of the sonority scale and reconstruction of the syllabic structure. The alteration of segments with the identic place of articulation with features with a different manner of articulation occurs due to phonological neighboring density. So, this study has contributed to clinical recommendations for phonological disorder for neurologists and speech therapists.Penetapan pola alterasi fonologis pada gangguan bunyi afasia Broca merupakan ruang lingkup kajian neurolinguistik yang belum begitu banyak menjadi perhatian. Penelitian ini mengkaji jenis dan pola alterasi fitur fonologis tuturan bahasa Bali pasien afasia Broca. Penelitian deskriptif berbasis fenomenologi ini melibatkan dua pasien stroke nonhemoragik (SNH) dengan pelemahan modalitas bahasa, seperti terbata-bata, penamaan, membaca, menulis, namun keupayaan pemahaman masih baik. Data dikumpulkan melalui metode pengamatan dengan teknik simak, libat, cakap, dan catat. Semua data direkam dengan Sonny voice recorder. Instrumen untuk mengukur modalitas bahasa menggunakan 65 daftar gambar, 65 daftar, kata, 1 skrip percakapan, dan 1 teks bacaan. Semua alterasi bunyi ujaran dianalisis melalui fonologi generatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya alterasi fitur-fitur bermarkah di semua distribusi oleh fitur yang kurang bermarkah karena konsep artikulasi yang keliru. Semakin tinggi kompleksitas artikulasi bunyi, target semakin sering bunyi tersebut mengalami alterasi. Fitur bunyi dengan kompleksitas yang tinggi [+hambat] cenderung diganti dengan fitur bunyi yang kompleksitas artikulasinya setingkat lebih rendah [+frikatif]. Fonem dengan fitur fonologis bermarkah mengalami proses penyederhanaan melalui alterasi bunyi dalam bentuk substitusi, pelesapan, penyisipan, penambahan, dan mutasi. Alterasi terjadi berdasarkan kesamaan fitur tempat artikulasi, namun berbeda pada cara artikulasinya. Hasil penelitian ini dapat menjadi petunjuk ilmiah baik bagi disiplin ilmu klinisi bahasa maupun terapis gangguan berbahasa.
KALIMAT LANGSUNG DAN KALIMAT TIDAK LANGSUNG DALAM WACANA BERITA TERTULIS BERBAHASA INDONESIA Praptomo Baryadi Isodarus
Widyaparwa Vol 49, No 2 (2021)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.907 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v49i2.839

Abstract

This article presented the results of research on the elements and functions of direct sentences and indirect sentences in written news discourse in Indonesian. The theory used is the theory of the element of speech and the element of paragraph. This research data is paragraphs containing direct sentences and paragraphs containing indirect sentences in indonesian written news discourse. In this study, observation methods were used for data collection, the method for immediate constituents and the referential identity method for data analysis, and the informal method for presenting the results of data analysis. In Indonesian written news discourse, the direct sentences have a structure: quotations of speech enclosed with double quotes ("..."), commas, actions in the stem that referent 'disclosure', speaker, and (situations of speech). In a direct sentence, the element highlighted is a quote of speech. As a paragraph element, direct sentences tend to serve as developement sentences. Indirect sentences have two types of structures, namely (1) the speaker, the act of speech expressed in the transitive active verbs that referent to 'disclosure', (bahwa, comma), and quotations of speech that are not enclosed with quotation marks; (2) menurut speaker, the quote is not enclosed in quotation marks. In indirect sentences, the highlight is the speaker. As a paragraph element, indirect sentences tend to serve as topic sentences.Dalam artikel ini disajikan hasil penelitian tentang unsur dan fungsi kalimat langsung dan kalimat tidak langsung dalam wacana berita tertulis berbahasa Indonesia. Teori yang digunakan adalah teori tentang unsur tuturan dan unsur pembentuk paragraf. Data penelitian ini adalah paragraf yang mengandung kalimat langsung dan paragraf yang mengandung kalimat tidak langsung dalam wacana berita tertulis berbahasa Indonesia. Dalam penelitian ini digunakan metode simak untuk pengumpulan data, metode bagi unsur langsung dan metode padan referensial untuk analisis data, serta metode informal untuk penyajian hasil analisis data. Kalimat langsung memiliki struktur berupa kutipan tuturan yang diapit dengan tanda kutip ganda (“…”), tanda koma, tindak tutur yang berupa kata asal yang menyatakan makna ‘pengungkapan’, narasumber, dan situasi tindak tutur. Dengan struktur tersebut, kalimat langsung lebih menonjolkan kutipan tuturan. Dalam paragraf, kalimat langsung cenderung berfungsi sebagai kalimat penjelas. Kalimat tidak langsung memiliki dua jenis struktur, yaitu (1) narasumber, tindak tutur yang diungkapkan dalam bentuk verba aktif transitif yang menyatakan makna ‘pengungkapan’ (bahwa atau tanda koma), dan kutipan tuturan yang tidak diapit dengan tanda kutip serta (2) menurut narasumber dan kutipan tuturan yang tidak diapit dengan tanda kutip. Dengan struktur tersebut, kalimat tidak langsung lebih menonjolkan narasumber. Dalam paragraf, kalimat tidak langsung cenderung berfungsi sebagai kalimat topik.
DIMENSI TRANSENDENSI DALAM NOVEL BUMI CINTA KARYA HABIBURRAHMAN EL SHIRAZY NFN Fatmawati; NFN Andayani; Raheni Suhita
Widyaparwa Vol 49, No 2 (2021)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.928 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v49i2.425

Abstract

This study aims to describe the dimension of transcendence in the Bumi Cinta novel by Habiburrahman El Shirazy. The data of this research are sentences from the Bumi Cinta novel text which contains a transcendence dimension. The identification of the text of the transcendence dimension, giving meaning, as well as careful exploration of the meaning is carried out using the hermeneutic method. The results of the research are as follows: First, there are three elements of transcendence in the Bumi Cinta novel, namely (1) recognition of human dependence on God seen from worship rituals in the form of prayer and remembrance, (2) there is an absolute difference between God and humans, and (3) the acknowledgment of absolute norms from God that do not come from human reason. Second, the transcendence dimension as the basis for humanization and liberation activities.Penelitan ini bertujuan untuk mendeskripsikan dimensi transendensi dalam novel Bumi Cinta karya Habiburrahman El Shirazy. Data penelitian ini ialah kalimat-kalimat dari teks novel Bumi Cinta yang mengandung dimensi transendensi. Pengidentifikasian teks dimensi transendensi, pemberian makna, serta penggalian cermat atas makna  dilakukan dengan menggunakan metode hermeneutika. Hasil penelitiannya ialah sebagai berikut: Pertama, terdapat tiga unsur transendensi dalam novel Bumi Cinta, yakni (1) pengakuan tentang ketergantungan manusia pada Tuhan dilihat dari ritual ibadah dalam bentuk doa dan zikir, (2) ada perbedaan mutlak antara Tuhan dan manusia, dan (3) pengakuan adanya norma-norma mutlak dari Tuhan yang tidak berasal dari akal manusia. Kedua, dimensi transendensi sebagai dasar kegiatan humanisasi dan liberasi.
LEKSIKON EKOAGRARIS DALAM BUDAYA PERTANIAN MASYARAKAT KECAMATAN SUMUR KABUPATEN PANDEGLANG Odien Rosidin; Asep Muhyidin
Widyaparwa Vol 49, No 2 (2021)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.739 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v49i2.883

Abstract

The purpose of this study is to explain (1) the lexicon of the process of cultivating rice fields; (2) the process lexicon after harvesting rice; and (3) the lexicon of agricultural tools within the scope of agricultural culture in the Sumur sub-district community, Pandeglang district. This article is derived from the results of research with a descriptive qualitative approach using an ethnographic method based on ecolinguistic theory. Data were obtained from the results of participant observations and interviews with informants as many as 23 people who live in seven villages. The findings of this study are as follows: (1) the lexicon of the process of cultivating rice fields in the form of monomorphemic words; affixed polymorphemic words involving prefixes and confixes and reduplication results; and a combination of two words; (2) the process lexicon after harvesting rice in the form of affixed polymorphemic words involving prefixes and confixes; and a combination of two words; and (3) the lexicon of agricultural tools in the form of monomorphemic words; affixed polymorphemic words involving suffixes; and a combination of two words.Penelitian ini betujuan menjelaskan (1) leksikon proses penggarapan sawah; (2) leksikon proses setelah memanen padi; dan (3) leksikon alat-alat pertanian dalam lingkup budaya pertanian di lingkungan masyarakat Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang. Artikel ini berasal dari hasil penelitian dengan pendekatan kualitatif deskriptif berdasarkan ancangan metode etnografis yang berbasis pada teori ekolinguistik. Data diperoleh dari hasil observasi partisipan dan wawancara kepada informan sebanyak 23 orang yang berdomisili di tujuh desa. Penelitian ini menghasilkan tiga temuan. Pertama, leksikon proses penggarapan sawah berupa kata monomorfemis; kata polimorfemis hasil afiksasi yang melibatkan prefiks dan konfiks atau reduplikasi; serta gabungan dua kata. Ketiga, leksikon proses setelah memanen padi berupa kata polimorfemis hasil afiksasi yang melibatkan prefiks dan konfiks serta gabungan dua kata. Ketiga, leksikon alat-alat pertanian berupa kata monomorfemis; kata polimorfemis hasil afiksasi yang melibatkan sufiks dan gabungan dua kata.
WACANA PESAN SINGKAT IKLAN PENAWARAN PINJAMAN Wening Handri Purnami
Widyaparwa Vol 49, No 2 (2021)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.905 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v49i2.905

Abstract

Advertising media is one of the means that is considered effective in delivering messages. In the era of the development of communication technology, advertisements of loan offers are widely discussed via short messages on mobile phones. This study discusses the discourse of short message advertisements for loan offers. The purpose of this research is to describe the parts of discourse, language use, and speech acts in short message advertisements for loan offers. The study is descriptive qualitative. The data collection was carried out by recording and documenting short messages of loan offer advertisements in January-December 2020. The theories applied in this study are discourse, language use, and aspects of speech acts. In this study, three findings are presented, namely parts of discourse, language use, and speech acts. Firstly, the parts of short message advertisements for loan offers are the beginning, the content, and the end. Secondly, the findings of the language use indicate that the spelling of the short message adverts containing loan offers emphasizes the use of capital letters and abbreviations. Thirdly, speech acts in short messages in loan offer advertisements include expressive, directive, and commissive speech acts.Media iklan merupakan salah satu sarana yang dipandang efektif dalam penyampaian pesan.  Di era perkembangan teknologi komunikasi, memarak diperbincangkan iklan penawaran pinjaman melalui pesan singkat (sms) pada telepon genggam. Penelitian ini membahas wacana pesan singkat iklan penawaran pinjaman. Tujuan penelitian adalah memerikan bagian-bagian wacana, pemakaian bahasa, dan tindak tutur pada pesan singkat iklan penawaran pinjaman. Kajian bersifat kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara mencatat dan mendokumentasikan pesan singkat iklan penawaran pinjaman pada Januari—Desember 2020. Teori yang digunakan dalam penelitian ini ialah wacana, penggunaan bahasa, dan aspek tindak tutur. Dalam penelitian ini dipaparkan tiga temuan, yaitu bagian-bagian wacana, penggunaan bahasa, dan tindak tutur. Pertama, bagian-bagian wacana pesan singkat iklan penawaran pinjaman, yaitu awal, isi, dan akhir. Kedua, temuan penggunaan bahasa menunjukkan ejaan pada pesan singkat iklan penawaran pinjaman menekankan pada penggunaan huruf kapital dan singkatan. Ketiga, tindak tutur pada pesan singkat iklan penawaran pinjaman, mencakup tindak tutur ekspresif, direktif, dan komisif.
EKSPLORASI FOLKLOR KAMPUNG PITU NGLANGGERAN (KAJIAN SASTRA DENGAN PENDEKATAN PARIWISATA) Dyah Ayu Putri Utami; Ari Kusmiatun
Widyaparwa Vol 49, No 2 (2021)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.804 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v49i2.794

Abstract

 This study includes a qualitative descriptive study that aims to explore the folklore of Kampung Pitu using a tourism literature approach. This approach focuses on the study of the phenomena of literary works, writers, literary festivals, and folklore that make a real contribution to the development of tourism. The data of this research are in the form of sentences in the folklore that developed in Pitu Village. Data collection techniques using interviews and documentation. Data analysis techniques, namely reduction, presentation, and dra-wing conclusions. The results showed that (1) the folklore in Kampung Pitu consists of the legend of the origin of Kampung Pitu, the myth of Telaga Guyangan, and the myth of Rasulan; (2) each story has an appeal in rules/laws, stories, and rituals; (3) developing folklore has the potential to become a tourist area branding. This branding needs to be supported by the metamorphosis of folklore into theatrical performances, ballet, short films, folklore books, or other narrative forms that can be used as promotions.Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengeksplorasi cerita rakyat Kampung Pitu menggunakan pendekatan sastra pariwisata. Pendekatan ini memfokuskan kajian pada fenomena karya sastra, sastrawan, festival sastra, dan cerita rakyat yang memberikan sumbangan nyata dalam perkembangan kepariwisataan. Data penelitian ini berupa kalimat dalam cerita rakyat yang berkembang di Kampung Pitu. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data, yaitu reduksi, penyajian, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) cerita rakyat di Kampung Pitu terdiri atas Legenda asal-usul Kampung Pitu, mite Telaga Guyangan, dan mite Rasulan; (2) masing-masing cerita memiliki daya tarik dalam aturan/hukum, cerita, dan ritual; (3) cerita rakyat yang berkembang berpotensi untuk menjadi branding kawasan wisata. Branding ini perlu didukung oleh metamorfosis cerita rakyat menjadi pertunjukkan teater, sendratari, film pendek, buku cerita rakyat, atau bentuk narasi lain yang dapat digunakan sebagai promosi.

Page 1 of 3 | Total Record : 27