cover
Contact Name
Moh Yusuf Dawud
Contact Email
yusufdaud20.yd@gmail.com
Phone
+628563458446
Journal Mail Official
oryzaunigoro@gmail.com
Editorial Address
Oryza: Jurnal Agribisnis dan Pertanian Berkelanjutan Published by Universitas Bojoneoro Address Jl. Lettu Sujitno No 2 Telp/Fax.0353-881984,885444 Bojonegoro, Jawa Timur
Location
Kab. bojonegoro,
Jawa timur
INDONESIA
Oryza: Jurnal Agribisnis dan Pertanian Berkelanjutan
Published by Universitas Bojonegoro
ISSN : -     EISSN : 24776963     DOI : -
Oryza: Jurnal Agribisnis dan Pertanian Berkelanjutan (e-ISSN: 2477-6963) memiliki bidang keahlian yang terdiri dari Manajemen Pemiulian Tanaman, Agribisnis Tanaman Hortikultura, Agribisnis Peternakan, Agribisnis Tanaman Selekta, Manajemen Agribisnis, Ilmu Usaha Tani, Ekonomi Pertanian dan Ilmu Pertanian. Oryza menerima kiriman dari seluruh dunia, artikel yang diterima akan diterbitkan dengan akses terbuka dan akan tersedia secara bebas untuk semua pembaca dengan visibilitas dan cakupan di seluruh dunia. Oryza diterbitkan dua kali dalam setahun, pada bulan Juli dan Desember yang dapat diakses secara online. Artikel ini dapat berupa produk penelitian, pemikiran ilmiah atau studi kasus, dalam Agribinisn dan Ilmu Pertanian dan tidak dibentuk oleh politik, komersialisme, dan subjektivitas. Jurnal ilmiah ini berisi artikel pemikiran dan hasil penelitian di bidang Pertanian yang belum pernah dipublikasikan di jurnal ilmiah atau media lainnya. Format penulisan artikel ilmiah untuk publikasi di jurnal ilmiah harus mengikuti pedoman penulisan artikel ilmiah, yang terletak di bagian belakang jurnal ilmiah ini.
Articles 114 Documents
ANALISIS DISTRIBUSI PEMASARAN BERAS BERBAGAI KEMASAN DAN MEREK DALAM PERSPEKTIF PREFERENSI KONSUMEN DI KOTA BOJONEGORO DARSAN
Oryza : Jurnal Agribisnis dan Pertanian Berkelanjutan Vol. 1 No. 2 (2016): Oryza: Jurnal Agribisnis dan Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.317 KB) | DOI: 10.56071/oryza.v1i2.162

Abstract

Produk beras dalam kemasan yang banyak dijumpai dipasaran merupakan produk yang telah ada sebelumnya. Selera konsumen dalam membeli beras berubah dalam hal kemasan, merek maupun ukuran kemasan, maka Pemahaman prilaku konsumen harus diupayakan oleh produsen beras kemasan agar produk beras kemasan dapat laku dipasaran. Para pengelola atau pedagang produk ini harus mampu mengidentifikasi prilaku konsumen, terutama mengenai kebutuhan terhadap produk beras. Penelitian ini bertujuan menganilisis distribusi rantai pemasaran beras, mengidentifikasi jenis, merek dan ukuran kemasan apa saja yang beredar dan menganalisis jenis, merek dan ukuran kemasan yang di kenal oleh konsumen, serta menganalisis preferensi konsumen tentang jenis, merek dan ukuran kemasan yang beredar di kota Bojonegoro. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif yang dapat menjelaskan tentang fenomena yang terjadi pada distribusi pemasaran dari produsen, pedagang pengumpul, grosir, pedagang pengecer sampai dengan konsumen beras. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara kuesioner dan wawancara. Hasil penelitian ini adalah distribusi rantai pemasaran beras kemasan bermerek meliputi petani, jasa penggilingan, pedagang pengumpul kecil, Usaha penggilingan, grosir, peagang pengecer dan konsumen. Beras kemasan bermerek yang beredar sebanyak 15 macam merek dengan berbagai macam ukuran kemasan yaitu 2,5 kilogram, 5 kilogram, 10 kilogram, dan 25 kilogram.
ANALISIS USAHATANI KEDELAI (Glycin max L.) VARIETAS WILIS Studi Kasus di Desa Gempolrejo Kecamatan Tunjungan Kabupaten Blora Propinsi Jawa Tengah Sugianto
Oryza : Jurnal Agribisnis dan Pertanian Berkelanjutan Vol. 1 No. 1 (2016): Oryza: Jurnal Agribisnis dan Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.211 KB) | DOI: 10.56071/oryza.v1i1.164

Abstract

Kedelai merupakan tanaman semusim, berupa semak rendah, tumbuh tegak dan berdaun lebat. Kebutuhan kedelai semakin meningkat kaitannya sebagai bahan baku utama pembuatan tempe dan kaya akan kandungan vitamin dan gizinya. Petani kedelai pada kenyataanya belum sepenuhnya memperoleh produktifitas yang maksimal. Hal ini disebabkan pelaksanaan teknologi di tingkat petani dan faktor non teknis diluar kemampuan petani, upaya yang telah ditempuh oleh pemerintah dalam meningkatkan produksi kedelai antara lain dengan menggunakan benih unggul dan teknologi yang tepat serta pola kemitraan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pendapatan usahatani kedelai varietas Wilis di desa Gempolrejo, Kecamatan Tunjungan Kabupaten Blora, (2) mengetahui kelayakan usahatani kedelai varietas Wilis di Desa Gempolrejo Kecamatan Tunjungan Kabupaten Blora. Hipotesa yang diajukan dalam penelitian itu yaitu: diduga usahatani kedelai di Desa Gempolrejo Kecamatan Tunjungan Kabupaten Blora menguntungkan. Penentuan daerah penelitian dalam penelitian ini diambil secara sengaja di Desa Gempolrejo Kecamatan Tunjungan Kabupaten Blora. Penentuan desa tersebut karena atas pertimbangan bahwa di desa Gempolrejo terdapat petani yang berusaha membudidayakan kedelai. Metodologi pengambilan contoh yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sampling, selanjutnya data yang diperoleh akan dilakukan analisa data menggunakan metode diskritif dan kualitatif. Hipotesa diuji dengan analisis RC-Ratio. Hasil penelitian dan analisis data diperoleh rata-rata per hektar usahatani kedelai adalah sebagai berikut: (1) biaya usahatani kedelai sebesar Rp 10.079.708,-. (2) Penerimaan usahatani kedelai Rp. 13.597.086,-. (3) Pendapatan usahatani kedelai Rp. 3.517.378,- (4) penghitungan RC- ratio dari masing-masing variabel adalah diperoleh 1,35. Dengan demikian hipotesa terbukti bahwa usahatani kedelai varietas wilis efisien dan layak, karena nilainya lebih besar dari pada 1,2. Makna RC-ratio 1,35 adalah bahwa dalam setiap 1 korbanan untuk menghasilkan 1,35 penerimaan atau keuntungan 0,35. Jika dikonversi ke persen maka keuntungan dari setiap korbanan 100 % akan menghasilkan penerimaan 135 % atau keuntungan 35%.
ANALISIS NILAI TAMBAH EGGROLL WALUH PADA INDUSTRI SKALA RUMAH TANGGA Studi Kasus di Desa Ngroto Kecamatan Cepu Kabupaten Blora Propinsi Jawa Tengah DARSAN
Oryza : Jurnal Agribisnis dan Pertanian Berkelanjutan Vol. 1 No. 1 (2016): Oryza: Jurnal Agribisnis dan Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.389 KB) | DOI: 10.56071/oryza.v1i1.165

Abstract

Pertanian dan industri agribisnis menjadi peran penting untuk pertumbuhan perekonomian nasional terbukti dengan adanya keunggulan yang dapat dipertimbangkan. Keunggulan tersebut adalah nilai tambah pada agroindustri. Agroindustri mampu meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya di pedesaan, serta mampu menciptakan kesempatan kerja bagi masyarakat. Industri skala rumah tangga pada anggota Kelompok Wanita Tani Budi Rahayu yang melakukan pengolahan labu kuning menjadi eggroll waluh merupakan salah satu industri pengolahan hasil pertanian di Kabupaten Blora. Rumusan masalah sebagai berikut: apakah persepsi petani dalam usahatani kedelai yang menggunakan jarak tanam dikarenakan umur, luas lahan, pendidkan, jumlah keluarga, benih, pupuk, peptisida, fungisida, tenaga kerja, pengairan, produksi yang mempengaruhi minat petani menggunakan jarak tanam. Tujuan penelitian meliputi : 1) Untuk mengetahui biaya, 2) Untuk mengetahui penerimaan, 3) keuntungan dan efesiensi dari industri pengolahan labu kuning menjadi eggroll waluh di Desa Ngroto Kecamatan Cepu Kabupaten Blora. Tujuan lain untuk mengetahui nilai tambah per bahan baku dan nilai tambah per tenaga kerja. Metodologi penelitian meliputi : 1) Metode penentuan daerah penelitian dilakukan secara purposive pada bulan april 2015, 2) Metode pengambilan responden dilakukan dengan cara sensus yaitu seluruh anggota Kelompok Wanita Tani Budi Rahayu sebanyak 31 orang, 3) Metode pengambilan data yang diambil dengan menggunakan data primer dan data sekunder, pengambilan data primer dengan wawancara menggunakan daftar pertanyaan (kuesioner) dan observasi, 4) Metode analisis data yang digunakan adalah analisis usaha untuk mengetahui besarnya keuntungan efesiensi dan nilai tambah. Hasil penelitian menununjukkan bahwa keuntungan yang diterima dari industri skala rumah tangga pada anggota Kelompok Wanita Tani Budi Rahayu sebesar Rp 360.791,76 dengan efisiensi sebesar 1,96. Pengolahan labu kuning menjadi eggroll waluh yang dilakukan pada anggota Kelompok Wanita Tani Budi Rahayu memberikan nilai tambah bruto sebesar Rp 435.083,00 nilai tambah netto sebesar Rp 432.809,76 nilai tambah per bahan baku sebesar Rp 63.701,76/kg dan nilai tambah per tenaga kerja sebesar Rp 54.385,38/JKO (jumlah jam kerja).
ANALISIS USAHATANI JAGUNG HIBRIDA BISI-1 Studi Kasus Di Desa Menyunyur Kecamatan Grabagan Kabupaten Tuban Propinsi Jawa Timur DEVIANA DIAH PROBOWATI
Oryza : Jurnal Agribisnis dan Pertanian Berkelanjutan Vol. 1 No. 1 (2016): Oryza: Jurnal Agribisnis dan Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.364 KB) | DOI: 10.56071/oryza.v1i1.166

Abstract

Tanaman jagung merupakan tanaman utama bagi petani maka dari itu upaya peningkatan hasil produksi terus di lakukan oleh pelaku usahatani. Salah satu cara meningkatkan produksi yaitu dengan penggunaan benih unggul sebagai bibit yang di tanam. Salah satu upaya peningkatan produksi adalah dengan mengunakan benih jagung Hibrida Bisi-1. Penggunaan benih jagung Hibida Bs-1 di harapkan akan dapat memenuhi kebutuhan akan jagung baik sebagai bahan pangan, bahan pakan maupun sebagai bahan baku industri. Peningkatan produktifitas jagung selain dapat mencukupi kebutuhan permintaan akan jagung juga dapat menghemat devisa negara karena jika produksifitas jagung mencukupi maka negara juga tidak perlu menimpor jagung dari luar negeri. Selain itu peningkatan produktifitas juga dapat meningkatkan product domestik bruto sehingga dapat menciptakan lapangan kerja yang besar bagi masyarakat.Selain berguna dalam sektor ekonomi bagi negara tujuan lain dari upaya peningkatan produktifitas jagung adalah di harapkan juga dapat meningkatkan pendapatan bagi petani sehingga petani juga dapat meningkatkan taraf hidupnya. Peluang meningkatkan produktifitas tanaman jagung sangat mungkin di lakukan, hal ini di karenakan adanya pembukaan lahan-lahan baru di berbagai daerah contohnya lahan dari perhutani. Selain adanya pembukaan lahan baru petani juga memanfaatkan lahan tidur yang selama ini tidak di tanami. Guna mendapatkan hasil yang akurat, dalam penelitian ini metode yang di gunakan yaitu dengan metode survei. Metode survei adalah suatu metode penelitian yang pengambilan datanya di perolen dari responden terpilih dengan melalui landasan representativness. Landasan representativness di pilih karena hasil dari survei dapat mewakili dari seluruh anggota populasi. Sedangkan dalam penentuan sampel petani responden pengambilan sampel petani responden di lakukan secara acak ( simple random sampling ). Dalam metode ini setiap petani memiliki kesempatan yang sama untuk di pilih sebagai petani contoh, dan adapun penentuan sampel yaitu menggunakan prosentase 5 pesen, 10 persen, 15 persen, 20 persen dan juga 50 persen. Adapun petunjuk yang di gunakan dalam pengambilan prosentase dalam penelitan ini yaitu jika jumlah populasi yang akan di telit jumlahnya besar maka penggnaan prsentase yang kecil di perbolehkan sedangkan sebalknya jika populasi yang akan di teliti jumlahnya kecil maka hendaknya menggunakan prosentase yang besar. Sesuai dengan acuan yang di gunakan maka pengambilan sampel petani hendaknya tidak kurang dari 30 dan dalam melakukan pengamblan sampel juga hendaknya mempertimbangkan waktu, tenaga dan biaya. Guna menganalisa data yang di akurat maka analisis yang di gunakan yaitu RC Ratio ( return and cost ) yang merupakan perbandingan antara total penerimaan (TR) dan total biaya (TC). Hal ini di lakukan yaitu guna mengetahui efisiensi usahatani yang di lakukan.Dari hasil semua penhitungan usahatani jagung Hibrida Bisi-1 yang di lakukan maka di peroleh penerimaan sebesar Rp. 174.475.000- sedangkan seluruh biaya produksi sebesar Rp. 103.729.579 jadi dari hasil data tersebut maka RC Ratio usahatani jagung Hibrida Bisi-1 di Desa Menyunyur Kecamatan Grabagan Kabupaten Tuban sebesar 1,6 dengan kaidah RC ≥ 1,2. Berdasarkan data tersebut maka di peroleh kesmpulan bahwa usahatani jagung Hibrida Bisi-1 di Desa Menyunyur Kecamatan Grabagan Kabupaten Tuban tersebut di katakan mengntungkan dan layak sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani.
ANALISIS PENDAPATAN USAHA TANI TEMBAKAU (Nicotiana tabacum L) Studi kasus di Desa Palon, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah SUHIRMAN , JURI YUSUP
Oryza : Jurnal Agribisnis dan Pertanian Berkelanjutan Vol. 1 No. 1 (2016): Oryza: Jurnal Agribisnis dan Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.836 KB) | DOI: 10.56071/oryza.v1i1.167

Abstract

Pembangunan pertanian memiliki tujuan utama yaitu untuk meningkatkan produksi tanaman dan pendapatan petani, memperluas lapangan kerja dan pemerataan pembangunan pertanian, pembangunan pertanian di Indonesia bukan berorientasikan pada komoditi pangan tertentu saja, namun diprioritaskan pada komoditi lainnya bidang pertanian seperti sayur-sayuran dan buah-buahan, sebagai penunjang ekonomi masyarakat tanaman tembakau merupakan salah satu komoditi penunjang perekonomian yang cukup besar di Indonesia. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2016 sampai dengan bulan Juni 2016 dengan mengambil lokasi di Desa Palon Kecamatan Jepon Kabupaten Blora. Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah berapakah besarnya rata-rata biaya yang dikeluarkan, rata-rata pruduksi,rata-rata penerimaan hasil, tingkat pendapatan,tingkat efisiensi usahatani tanaman tembakau (Nicotiana tabacum L). Adapun tujuannya adalah untuk mengetahui bahwa usahatani tanaman tembakau(Nicotiana tabacum L) ini menguntungkan untuk masyarakat petani. Manfaat dari penelitian ini adalah untuk menambah ilmu dan memenuhi syarat guna memperoleh gelar kesarjanaan. Kerangka pemikiran dalam penelitian ini adalah tanaman tembakau (Nicotiana tabacum L) yang ditanami petani masyarakat sekitar sebagai tanaman penunjang perekonomian masyarakat dan selalu diupayakan peningkatannyasebagai hasil produksi penunjang perekonomian maupun ketahanan terhadap hama dan penyakit maupun lingkungan. Hipotesis dalam skripsi ini adalah diduga bahwa usaha tani tanaman tembakau (Nicotania tabacum L) efisien atau menguntungkan dan layak dikembangkan sebagai penunjang perekonomian petani. Metode yang dilaksanakan dalam pelaksanaan penelitian ini adalah untuk penentuan daerah menggunakan pusposive sampling. Pengambilan petani contoh Suratiah (2002) bahwa populasi sebanyak 10–100 orang sebaiknya diambil 100% dengan cara sensus. Maka dalam penelitian mengambil 35 orang petani. Sedangkan data yang sekunder diperoleh dari Kantor Desa Palon Kecamatan Jepon Kabupaten Blora dan Dinas Pertanian Perkebunan dan Perikanan Blora juga dari instansi terkait lainnya. Pengukuran variabelnya meliputi : produksi, pajak, bunga modal, pupuk, pestisida, biaya produksi, perhitungan penerimaan, perhitungan pendapat, dan tenaga kerja. Kesimpulan : Besar rata-rata total biaya yang dikeluarkan Rp.14.153.705, penerimaan sebesar Rp. 25.028.571,- dari hasi produksi sebesar 3.716,89kg/ha dengan harga jual tembakau Rp. 10.000 /kg, sehingga diperoleh pendapatan sebesar Rp. 10.874.867,- dengan RC-Ratio sebesar 1,76.
Analisis Pendapatan Usaha Tempe Kedelai Studi Kasus di Desa Turirejo Kecamatan Jepon Kabupaten Blora Propinsi Jawa Tengah Masahid , Fachruniza Widya Astuti
Oryza : Jurnal Agribisnis dan Pertanian Berkelanjutan Vol. 1 No. 1 (2016): Oryza: Jurnal Agribisnis dan Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.456 KB) | DOI: 10.56071/oryza.v1i1.168

Abstract

Kekurangan protein merupakan permasalahan yang sangat serius karena dapat mengakibatkan cacat fisik dan mental permanen pada anak-anak dalam masa pertumbuhan. Tempe yang semula hanya makanan tradisional kini mendunia. Masyarakat Indonesia sudah mengenal apa itu tempe. Makanan hasil fermentasi dari kedelai yang dibantu oleh kerja jamur Rhizopus oligosporus. Makanan tempe merupakan sumber protein nabati yang harganya murah, mudah dibuat dan hampir mudah di dapat di Nusantara ini. Secara teknis usaha pembuatan tempe mudah,oleh sebab itu perlu adanya ketekunan dan keseriusan untuk membuatnya. Ditinjau dari aspek pasar,produk tempe selalu terbuka dengan makin sadarnya masyarakat akan kebutuhan gizi, maka tempe menjadi salah satu prospek bisnis yang terbuka luas bagi siapapun. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret-Juni 2015 dengan mengambil lokasi di Desa Turirejo Kecamatan Jepon Kabupaten Blora. Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah berapakah besarnya rata – rata biaya yang dikeluarkan, rata – rata produksi, rata – rata penerimaan hasil, tingkat pendapatan, tingkat efiensi usaha tempe kedelai ? Adapun tujuannya adalah untuk mengetahui bahwa usaha tempe kedelai menguntungkan dan layak (efisien). Manfaat dari penelitian ini adalah untuk menambah ilmu dan memenuhi syarat guna memeperoleh gelar kesarjanaan. Kerangka pemikiran dalam penelitian ini adalah tempe sebagai bahan protein hewani yang harganya relatif murah dan ekonomis, namun banyak yang belum mengetahui nilai kedelai menjadi tempe. Hipotesis dalam skripsi ini adalah diduga bahwa usaha tempe kedelai menguntungkan dan layak (efisien). Metode yang dilaksanakan dalam pelaksanaan penelitian ini adalah untuk penentuan daerah menggunakan pusposive sampling. Pengambilan pengrajin yang membuat tempe yaitu sebanyak 30 orang. Sedangkan data sekunder diperoleh dari kantor Desa Turirejo Kecamatan Jepon Kabupaten Blora dan Dinas Pertanian Perkebunan Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blora juga dari instansi terkait lainnya Maka dapat disimpulkan bahwa besarnya rata – rata total biaya yang dikeluarkan dalam usaha tempe kedelai sebesar Rp.5.161.124,3 ,-. Perolehan rata – rata penerimaan sebesar Rp.10.884.000,- dari perkalian hasil produksi sebesar 27.210 biji tempe dengan harga jual tempe Rp 400,-/biji. Rata-rata pendapatan usaha tempe sebesar Rp.5.722.875,7 ,- yang diperoleh dari selisih rata – rata penerimaan sebesar Rp. 10.884.000,- dikurangi total biaya sebesar Rp.5.161.124,3 ,-.Berdasarkan hasil analisis penelitian RC – Ratio untuk usaha tempe kedelai adalah sebesar 2,11 terbukti efisien yaitu menguntungkan dan layak karena lebih besar dari 1. Perlu dilakukan penelitian optimasi penggunaan jamur dan kedelai dalam proses pembuatan tempe sehingga tingkat keuntungannya dapat dimaksimalkan.Diperlukan adanya pelatihan pelatihan yang berkenaan dengan teknologi fermentasi tempe yang efisien dan lebih higienis.Stok kedelai adalah hal yang harus dipenuhi untuk menyimpan bahan baku supaya produksi tetap berjalan tanpa terganggu stok bahan baku.Peluang pasar tempe yang prospektif ini, kiranya dapat mendorong dan memacu perajin tempe untuk lebih dapat memanfaatkan peluang tersebut.Tidak menutup kemungkinan kesempatan berusaha tempe ini mengundang orang-orang lain yang selama ini belum memahami dunia pertempean.
Analisis Preferensi Konsumen Buah Belimbing Di Kota Bojonegoro Studi Kasus di Pasar Buah Desa Banjarrejo, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, Propinsi Jawa Timur Djalal Su’udi
Oryza : Jurnal Agribisnis dan Pertanian Berkelanjutan Vol. 1 No. 1 (2016): Oryza: Jurnal Agribisnis dan Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.792 KB) | DOI: 10.56071/oryza.v1i1.169

Abstract

Potensi yang besar pada buah belimbing menjadikan komoditas ini mendapat perhatian besar dari pemerintah dan pelaku usaha. Segmen pasar buah belimbing di dalam kota berasal dari semua golongan.Untuk mutu buah yang baik ,mendapat harga yang lebih baik.Namun permintaan konsumen terhadap buah belimbing berbeda-beda dalam selera memilih buah. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah 1)Untuk mengetahui atribut yang paling di pertimbangkan konsumen dalam keputusan membeli buah belimbing yang ada di kota Bojonegoro. 2) Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen dalam membeli buah belimbing di kota Bojonegoro. Manfaat penelitian adalah agar bagi pihak-pihak yang terlibat dalam sistem distribusi dan sistem agribisnis buah belimbing, dapat mengetahui apa yang diinginkan oleh konsumen sehingga pada nantinya dapat dilakukan serangkaian perbaikan pemasaran buah belimbing. Hipotesis dari penelitian ini adalah diduga atribut rasa manis yang menjadi preferensi atau kesukaan konsumen dalam membeli buah belimbing di kota Bojonegoro. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret sampai bulan Mei 2015 di kota Bojonegoro tepatnya di pasar buah desa Banjarrejo kecamatan Bojonegoro kabupaten Bojonegoro. Konsumen yang dipilih sebagai responden berjumlah 30 orang(Suharsimi Arikonto 2004). Metode analisis data dengan menggunakan analisis fishbein, dimana analisis ini digunakaan untuk mengetahui sikap seseorang terhadap sebuah objek yang dikenali lewat atribut-atribut yang melekat pada objek tersebut. Hasil penelitian preferensi konsumen buah belimbing berdasarkan atribut–atribut yang sudah ditentukan menunjukkan bahwa konsumen memilih atribut buah belimbing berdasarkan rasa,konsumen lebih memilih buah belimbing yang rasanya manis,dan dari segi aroma dan warna konsumen lebih memilih buah belimbing yang aroma dan warna yang segar,dari segi ukuran konsumen lebih memilih ukuran yang sedang (5-7/kg).dari segi harga konsumen lebih memilih harga yang terjangkau karena menurut mereka jika harga terlalu murah akan berpengaruh pada kualitas buah.
ANALISIS USAHATANI TEBU VARIETAS BULU LAWANG (Saccharum officinarum L) Studi Kasus Di Desa Bekutuk, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah Tahun 2016 DARSAN
Oryza : Jurnal Agribisnis dan Pertanian Berkelanjutan Vol. 2 No. 2 (2017): Oryza: Jurnal Agribisnis dan Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.362 KB) | DOI: 10.56071/oryza.v2i2.170

Abstract

Tebu ( Saccharum officinarum L ) termasuk keluarga rumput – rumputan. Mulai dari pangkal sampai ujung batangnya mengandung air gula, air gula inilah yang kelak dibuat kristal – kristak gula atau gula pasir. Usaha budidaya tebu dapat dilakukan pada lahan sawah irigasi dan tadah hujan, serta pada lahan kering / tegalan, dengan system TS (Tebu Sendiri) atau TR (Tebu Rakyat).Tujuan penelitian ini adalah (1 )Untuk mengetahui besarnya biaya, penerimaan dan pendapatan usahatani tebu varietas BuluLawangyang ada di Desa Bekutuk Kecamatan Randublatung Kabupaten Blora.(2) Untuk mengetahui nilai efisien usahatani tebu varietas Bulu Lawang di Desa Bekutuk Kecamatan Randublatung Kabupaten Blora. ipotesa yang dapat diambil yaitu (1)Diduga usahatanitebu varietas bulu lawang Menguntungkan.(2)Diduga usahatani tebu varietas bulu lawang efisien ( untung dan layak).Penelitian lakukan di Desa Bekutuk Kecamatan Randublatung Kabupaten Blora Provinsi Jawa Tengah pada bulan Maret 2015 s/d Juli 2015 dengan metode sensus. Pemilihan lokasi secara purposive (sengaja), populasi terdiri dari 35 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara langsung dengan responden menggunakan quesioner. Analisis RC-Ratio. Dari hasil analisis didapatkan rata–rata biaya total usahatani tebu varietas bulu lawang dalam satu kali proses produksi adalah Rp.24.975.212,-/Ha. Sedangkan rata–rata penerimaan sebesar Rp 45.029.426,-/Ha.dan rata–rata pendapatan sebesar Rp 20.054.212,-/Ha.dari hasil analisis RC-Ratio pada usahatani tebu varietas bulu lawang sebesar 1,80. Dengan demikian kesimpulan yang dapat diambil adalah (1) Usahatani tebu varietas bulu lawang di Desa Bekutuk menguntungkan dan dapat meningkatkan pendapatan petani tebu; (2) Usahatani tebu varietas bulu lawang di Desa Bekutuk efisien.
ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI BELIMBING MANIS (Averrhoa carambola L) Studi Kasus di Desa Glagahsari, Kecamatan Soko Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur DEVIANA DIAH PROBOWATI
Oryza : Jurnal Agribisnis dan Pertanian Berkelanjutan Vol. 2 No. 2 (2017): Oryza: Jurnal Agribisnis dan Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.52 KB) | DOI: 10.56071/oryza.v2i2.171

Abstract

Salah satu komoditas hortikultura yang memiliki potensi besar untuk dapat dikembangkan adalah komoditas blewah. Blewah sebenarnya bukan merupakan jenis tanaman buah musiman, blewah dapat ditanam kapanpun asalkan syarat tumbuhnya terpenuhi. Desa Kendal Agung Kecamatan Kragan merupakan salah satu daerah dimana budidaya blewah berkembang di Kabupaten Rembang. Tanaman ini dibudidayakan secara bergantian dengan tanaman padi. Hal ini dikarenakan apabila lahan pertanian yang ada ditanami blewah secara terus menerus maka hasil yang akan diperoleh juga tidak baik. Tanaman blewah dibudidayakan sebanyak satu kali pada lahan sawah petani dalam kurun waktu satu tahun.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biaya dan pendapatan usahatani blewah di Kabupaten Rembang, dan untuk mengetahui perimbangan dan biaya atau (R/C) ratio usahatani blewah di Kabupaten Rembang.Adapun hipotesis dalam penelitian ini adalah diduga bahwa usahatani blewah (Cucurbita melo) di Desa Kendal Agung Kecamatan Kragan Kabupaten Rembang efisien atau layak dan menguntungkan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna untuk memberikan informasi kepada petani berkaitan dengan kajian finansial usahatani blewah di Kabupaten Rembang, sebagai bahan pertimbangan bagi dinas terkait dalam menentukan kebijakan yang berhubungan dengan pengembangan usahatani blewah di kabupaten rembang, dan sebagai bahan kajian dan informasi bagi penelitian selanjutnya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif analitik dan pelaksanaanya menggunakan tehnik survey. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Rembang. Kemudian dipilih Kecamatan Kragan. Dari Kecamatan terpilih diambil Desa Kendal Agung. Pengambilan sampel dilakukan dengan mengambil jumlah petaniseluruhnya sebanyak 30 orang. Metode pengambilan petani sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Data yang diambil berupa data primer dan data sekunder dengan tehnik observasi, wawancara dan pencatatan. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani blewah diperoleh rata-rata biaya Rp 8.622.961,90. Jumlah produksi rata-rata 26.769,00 kg dengan harga jual perkilogram Rp 700,00 sehingga Penerimaan usahatani sebesar Rp 18.738.560,00. Rata-rata Pendapatan sebesar Rp, 10.115.598,10. Dan efisiensi usahatani blewah sebesar 2,17. Ini menunjukkan berarti usahatani blewah telah efisien atau menguntungkan dan layak.
ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI KEDELAI (Glycine max L) VARIETAS GROBOGAN Studi Kasus di Desa Kalen , Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah MASAHID
Oryza : Jurnal Agribisnis dan Pertanian Berkelanjutan Vol. 2 No. 2 (2017): Oryza: Jurnal Agribisnis dan Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.822 KB) | DOI: 10.56071/oryza.v2i2.172

Abstract

Penelitian ini berjudul ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI KEDELAI ( Glycine max L) VARIETAS GROBOGAN. (Studi Kasus Di Desa Kalen, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora Tahun 2016). Dilakukan pada bulan Mei – Juni 2016 . Penentuan daerah penelitian dilakukan dengan sengaja atau purposive. Penelitian ini merupakan studi kasus di Desa Kalen Kecamatan Kedungtuban Kabupaten Blora yang sudah menggunakan kedelai Varietas Grobogan yang mempunyai potensi hasil sebesar 2.770 kg /hektar. Dari hasil penelitian yang dilakukan diperoleh Return and Cost Ratio (RC – Ratio) sebesar 2,85 dalam arti usahatani dinyatakan layak dan menguntungkan. Sedangkan hasil produksi rata-rata yang diperoleh sebesar 1,601 kg/ hektar , masih dibawah potensi hasil dari kedelai varietas grobogan. Sehingga diperlukan pengolahan lahan serta budidaya yang lebih optimal untuk memperoleh hasil produksi yang lebih maksimal.

Page 2 of 12 | Total Record : 114