cover
Contact Name
Moh Yusuf Dawud
Contact Email
yusufdaud20.yd@gmail.com
Phone
+628563458446
Journal Mail Official
oryzaunigoro@gmail.com
Editorial Address
Oryza: Jurnal Agribisnis dan Pertanian Berkelanjutan Published by Universitas Bojoneoro Address Jl. Lettu Sujitno No 2 Telp/Fax.0353-881984,885444 Bojonegoro, Jawa Timur
Location
Kab. bojonegoro,
Jawa timur
INDONESIA
Oryza: Jurnal Agribisnis dan Pertanian Berkelanjutan
Published by Universitas Bojonegoro
ISSN : -     EISSN : 24776963     DOI : -
Oryza: Jurnal Agribisnis dan Pertanian Berkelanjutan (e-ISSN: 2477-6963) memiliki bidang keahlian yang terdiri dari Manajemen Pemiulian Tanaman, Agribisnis Tanaman Hortikultura, Agribisnis Peternakan, Agribisnis Tanaman Selekta, Manajemen Agribisnis, Ilmu Usaha Tani, Ekonomi Pertanian dan Ilmu Pertanian. Oryza menerima kiriman dari seluruh dunia, artikel yang diterima akan diterbitkan dengan akses terbuka dan akan tersedia secara bebas untuk semua pembaca dengan visibilitas dan cakupan di seluruh dunia. Oryza diterbitkan dua kali dalam setahun, pada bulan Juli dan Desember yang dapat diakses secara online. Artikel ini dapat berupa produk penelitian, pemikiran ilmiah atau studi kasus, dalam Agribinisn dan Ilmu Pertanian dan tidak dibentuk oleh politik, komersialisme, dan subjektivitas. Jurnal ilmiah ini berisi artikel pemikiran dan hasil penelitian di bidang Pertanian yang belum pernah dipublikasikan di jurnal ilmiah atau media lainnya. Format penulisan artikel ilmiah untuk publikasi di jurnal ilmiah harus mengikuti pedoman penulisan artikel ilmiah, yang terletak di bagian belakang jurnal ilmiah ini.
Articles 114 Documents
ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI BELIMBING MANIS (Averrhoa carambola L) Studi Kasus di Desa Glagahsari, Kecamatan Soko Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur DJALAL SU’UDI
Oryza : Jurnal Agribisnis dan Pertanian Berkelanjutan Vol. 2 No. 2 (2017): Oryza: Jurnal Agribisnis dan Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.592 KB) | DOI: 10.56071/oryza.v2i2.173

Abstract

Belimbing merupakan tanaman buah berupa pohon yang berasal dari kawasan Malaysia, yang kemudian menyebar luas ke berbagai Negara yang beriklim tropis di dunia, Indonesia termasuk salah satunya. Di Indonesia terdapat banyak perkebunan Belimbing Manis, Propinsi Jawa Timur salah satunya. Kabupaten Tuban menjadi salah satu sentra produksi belimbing diwilayah Jawa Timur tepatnya ialah Tasikmadu, adapun juga varietas lokal (Siwalan) adalah di Kecamatan Soko tepatnya di Dukuh Siwalan Desa Glagahsari Kecamatan Soko. Dengan produktivitasnya masih dapat ditingkatkan dengan perbaikan Manajemen usahatani yang didukung dengan adanya penyuluhan secara intensif dan efisiensi biaya produksi agar dapat menambah pendapatan petani belimbing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan dan tingkat efisiensi usahatani belimbing dalam satu tahun di Desa Glagahsari Kecamatan Soko dan Hipotesis dari penelitian ini diduga usahatani tersebut efisien (menguntungkan dan layak). Methode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey yaitu pengamatan/penyelidikan untuk mendapatkan keterangan dan informasi dari daerah penelitian yang dibutuhkan. Adapun penentuan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive) sedangkan tehnik pengambilan petani contoh/responden di ambil semua dengan methode sensus atau semua responden di cacah atau di wawancarai seluruhnya karena banyaknya responden hanya 32 responden. Berdasarkan analisis pendapatan, usahatani belimbing manis per hektar per tahun di Desa Glagahsari Kecamatan Soko Kabupaten Tuban Propinsi Jawa Timur di dapat : Jumlah penerimaan Usahatani sebesar Rp 32.658.150,-, Total biaya Usahatani Rp 23.689.300,-, Total pendapatan Usahatani Rp 8.968.850,-. Sedangkan berdasarkan hasil analisis efisiensi Usahatani di dapat R/C Ratio sebesar 1,38. Maka Usahatani Belimbing Manis di Desa Glagahsari Kecamatan Soko Kabupaten Tuban Propinsi Jawa Timur dapat dikatakan efisien karena Usahatani Belimbing Manis di Desa Glagahsari Kecamatan Soko Kabupaten Tuban efisien. Maka di daerah ini mempunyai potensi untuk dikembangkan dan di tingkatkan produktivitasnya.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN USAHATANI SALAK (Salacca Edulis Reinw) Studi Kasus di Desa Wedi, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Propinsi Jawa Timur NONO HARI BUDIYANTO
Oryza : Jurnal Agribisnis dan Pertanian Berkelanjutan Vol. 2 No. 2 (2017): Oryza: Jurnal Agribisnis dan Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.448 KB) | DOI: 10.56071/oryza.v2i2.174

Abstract

Bojonegoro adalah salah satu sentra produksi salak di Jawa Timur, salah satunya adalah salak Wedi. Salak merupakan tanaman yang berbuah sepanjang tahun dan tahan terhadap hama penyakit.Tanaman salak sangat berpotensi mampu memberikan konstribusi ekonomi yang cukup tinggi bagi petani, namun pada faktanya pendapatan dari pembudidayaan salak belum mampu meningkatkan taraf hidup mereka. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui variabel yang berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan usahatani salak. Manfaat penelitian : 1. Sebagai acuan dalam rangka pembanggunan dibidang tanaman holtikultura 2. Sebagai bahan informasi bagi pemerintah, lembaga yang terkait untuk menentukan kebijakan dalam usaha peningkatan pendapatan petani 3. Sebagai bahan perbandingan dan acuan kepada peneliti yang ingin meneliti hal serupa. Hipotesis dari penelitian ini adalah 1. Diduga variabel jumlah produksi (X1), luas lahan (X2), dan harga jual (X3), secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap pendapatan usahatani (Y) salak di Desa Wedi Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro 2. Diduga variabel jumlah produksi (X1), luas lahan (X2), dan harga jual (X3), secara parsial berpengaruh signifikan terhadap pendapatan usahatani (Y) salak di Desa Wedi Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro. Metode penelitian dilakukan dengan cara sengaja dengan menggunakan metode Stratified Random Sampling yang didasarkan pada luas lahan petani salak. Jumlah populasi petani salak adalah 124, dari jumlah tersebut diambil 55 petani salak sebagai responden. Metode analisis yang digunakan dalam peneitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Sedangkan untuk menganalisis hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen digunakan analisis linier berganda yang penghitungannya dengan mengunakan SPSS. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa variabel jumlah produksi (X1), luas lahan (X2), dan harga (X3) secara bersama-sama berpengaruh signifikant terhadap pendapatan usahatani salak Desa Wedi. Pengaruh signifikant dari variabel bebas terhadap variabel terikat, hal ini ditunjukkan oleh hasil uji F dimana F hitung > Ftabel dengan taraf signifikant 5%. Hasil penggujian secara parsial, variabel bebas yang berpengaruh terhadap variabel terikat diantara seluruh variabel-variabel bebas, hanya variabel luas lahan (X2) saja yang tidak berpengaruh secara signifikant terhadap pendapatan ushatani salak Wedi. Hal ini ditunjukkan dengan besarnya nilai t hitung ( 1.067) t tabel dengan taraf signifikant 5%.
STRATEGI PEMASARAN TANAMAN BAWANG MERAH Studi Kasus di Desa Duwel, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Propinsi Jawa Timur SUHIRMAN
Oryza : Jurnal Agribisnis dan Pertanian Berkelanjutan Vol. 2 No. 2 (2017): Oryza: Jurnal Agribisnis dan Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.445 KB) | DOI: 10.56071/oryza.v2i2.175

Abstract

Dalam rangka memuaskan konsumen dalam menikmati hasil produksi, maka petani akan mengembangkan varietas terbaru dan akan mengefaluasi pasar. Sesuai dengan hokum alam jika produk baru dinikmati konsumen, maka produk lainya akan menggeser harga produk lama maka produk baru akan mengguasai pasar. Begitu besarnya petani dalam mengembangkan tanaman bawang merah dan sistem pemasaran yang dihadapi petani maka peneliti usatani , pemasaran yang berlangsung selama ini. Sehingga dapat diketahui apa penyebab permasalahan pemasaran. Hal tersebut yang menyebabkan peneliti berminat untuk mencari penyebab permasalahan tanaman bawang merah, sehingga dapat di ketahui strategi apa yang tepat untuk digunakan dalam pemasaran tanaman bawang merah. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah (1 ) Mengetahui efisiensi usahatani tanaman bawang merah ( 2 ) Mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman pemasaran bawang merah di daerah penelitian. Kerangka pemikiran dalam penelitian ini adalah observsi, identifikasi masalah, analisis faktor internal dan eksternal, analisis strategi dengan metode SWOT, penetapan strategi, perancangan rencana kerja, kesimpulan. Hipottesis dalam penelitian ini bahwa hipotesis ini adalah 1.Diduga usahatani tanaman bawang merah Desa Duwel Kecamatan Kedungadem efisien. 2. Diduga strategi pemasaran tanaman bawang merah Desa Duwel Kecamatan Kedungadem baik untuk dikembangkan. Metode penelitian yang digunakan peneliti adalah (purposive), dengan jumlah populasi 281 dan diambil 10% maka jumlah sampel 30 petani responden.dengan analisis R/C Ratio, analisis IFAS, dan EFAS dan analisis SWOT. Berdasarkan hasil penelitian,maka diperoleh besarnya total biaya usahatani yang dikeluarkan sebesar Rp 16.487.500/hektar, dan penerimaan sebesar Rp 64.962.500 dan dapat ketahui bahwa perhitungan R/C Ratio usaha tani bawang merah, berarti dalam usaha tani efisien atau usahatani atau usahatani bila R/C Ratio
ANALISIS USAHATANI KACANG TANAH (Arachis hypogeae L) Studi Kasus di Desa Kemantren Kecamatan Kedungtuban Kabupaten Blora Propinsi Jawa Tengah Slamet Mu’arifin , Sugiyanto
Oryza : Jurnal Agribisnis dan Pertanian Berkelanjutan Vol. 2 No. 1 (2017): Oryza: Jurnal Agribisnis dan Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.668 KB) | DOI: 10.56071/oryza.v2i1.177

Abstract

Kacang tanah biasa dikonsumsi dalam berbagai produk baik secara langsung maupun dalam bentuk olahan, peran kacang tanah meningkat sebagai akibat dari ketidak seimbangan antara permintaan dan produksi. Petani kacang tanah pada kenyataannya belum sepenuhnya memperoleh produktifitas yang maksimal. Hal ini disebabkan pelaksanaan teknologi di tingkat petani dan faktor non teknis diluar kemampuan petani, upaya yang telah ditempuh oleh pemerintah dalam meningkatkan produksi kacang tanah antara lain dengan mengunakan benih unggul dan teknologi yang tepat dan pola kemitraan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui besarnya biaya, penerimaan dan pendapatan usahatani kacang tanah di Desa Kemantren, (2) Mengetahui tingkat efisiensi usahatani kacang tanah di Desa Kemantren Kecamatan Kedungtuban Kabupaten Blora. Hipotesa yang diajukan dalam penelitian ini yaitu (1) Diduga usahatani kacang tanah di Desa Kemantren meningkatkan pendapatan, (2) Diduga usahatani kacang tanah di Desa Kemantren untung dan layak/efisien. Penentuan daerah penelitian dalam penelitian ini diambil secara sengaja di Desa Kemantren Kecamatan Kedungtuban Kabupaten Blora. Penentuan desa tersebut karena atas pertimbangan bahwa di Desa Kemantren terdapat petani yang berusahatani kacang tanah. Metodologi dalam pengambilan petani contoh menggunakan metode sensus, populasi penanam kacang tanah sebanyak 30 orang, sedangkan teknik pengolahan data dengan menggunakan Analisa RC – Ratio. Hasil penelitian dan analisis data diperoleh rata-rata Per-hektar usahatani kacang tanah adalah sebagai berikut ; (1) Biaya usahatani kacang tanah sebesar Rp. 17.819.600,-. (2) Penerimaan usahatani kacang tanah Rp. 28.800.000,- (3) Pendapatan usahatani kacang tanah Rp. 10.980.400,- (4) Analisis RC – Ratio usahatani kacang tanah sebesar 1,616, artinya bahwa usahatani kacang tanah menguntungkan di daerah penelitian.Saran-saran dari hasil penelitian dan analisis pada usahatani kacang tanah di Desa Kemantren Kecamatan Kedungtuban sebagai berikut ; (1) Melihat hasil yang diperoleh dari kacang tanah yang menguntungkan maka perlu dikembangkan, (2) Untuk mencapai hasil yang optimal perlu lebih ditingkatkan penerapan faktor produksi terutama pengairan, pupuk dan bibit, (3) Di dalam usahatani kacang tanah untuk menggunakan bibit diusahakan lebih dan bermutu dengan harapan produksi yang tinggi, (4) Peranan pemerintah sangat diharapkan, khususnya untuk pengendalian harga dan sarana produksi agar petani mendapat keuntungan dalam berusahatani kacang tanah.
ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI JAGUNG VARIETAS BISI-2 Studi Kasus di Desa Bogorejo, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, Propinsi Jawa Tengah Tahun 2017 David Isna Mahendra 1), Ir. Darsan,M.Agr.2), Nono Haribudiyanto, SP 2)
Oryza : Jurnal Agribisnis dan Pertanian Berkelanjutan Vol. 2 No. 1 (2017): Oryza: Jurnal Agribisnis dan Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.668 KB) | DOI: 10.56071/oryza.v2i1.178

Abstract

Pembangunan Pertanian di Desa Bogorejo Kabupaten Blora masih tergolong sederhana hal tersebut mengakibatkan hasil produksi belum sesuai dengan perkiraan masih belum digunakannya mesin pertanian menjadi salah satu indikator masih sederhanya usahatani di Desa Bogorejo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata biaya total yang dikeluarkan petani adalah sebesar Rp. 5.882.800 /Ha. Yang terdiri dari biaya tetap sebesar Rp. 130.100 /Ha dan biaya variabel sebesar Rp.5.752.700 /Ha. Sedangkan total penerimaan usahatani jagung varietas Bisi-2 adalah sebesar Rp. 10.602.000 /Ha. Sedangkan untuk pendapatan bersih petani adalah sebesar Rp. 4.719.000 /Ha. Dari hasil tersebut, peneliti dapat mengetahui nilai R/C ratio sebesar 1,8 sehingga usahatani jagung varietas Bisi-2 di Desa Bogorejo menguntungkan dan layak untuk diusahakan. Adapun tujuan dari Penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui besaran biaya, penerimaan, dan pendapatan usahatani jagung varietas Bisi-2. 2) untuk mengetahui tingkat kelayakan usahatani jagung varietas Bisi-2.Manfaat penelitian ini adalah menambah wawasan dan pengalaman pada peneliti tentang penulisan skripsi yang baik dan benar, dan sebagai bekal untuk terjun dan bermanfaat bagi masyarakat. Selain itu peneliti juga dapat mengetahui berbagai permasalahan yang di hadapi petani.Sedangkan kerangka yang digunakan adalah dengan menganalisis total biaya, penerimaan, dan pendapatan. Sehingga peneliti dapat mengetahui nilai R/C rasio dari usahatani jagung varietas Bisi-2 di Desa Bogorejo.Hipotesis dalam penelitian ini adalah 1) diduga usahatani jagung varietas Bisi 2 di Desa Bogorejo Kecamatan Bogorejo menguntungkan dan terbukti matematis. 2) diduga usahatani jagung varietas Bisi-2 di Desa Bogorejo Kecamatan Bogorejo layak, hal ini terbukti dengan nilai R/C ratio sebesar 1,8. Dengan biaya input Rp 1,00 pada ushatani jagung varietas Bisi-2 akan menerima penerimaan sebesar Rp. 1,8.
Analisis Strategi Pemasaran Ledre Pada Industri Rumah Tangga Dengan Metode Analisis Swot Studi kasus di Kecamatan Purwosari Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur Eka Amirudin Kusuma1), Deviana Diah Probowati2)
Oryza : Jurnal Agribisnis dan Pertanian Berkelanjutan Vol. 2 No. 1 (2017): Oryza: Jurnal Agribisnis dan Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.787 KB) | DOI: 10.56071/oryza.v2i1.179

Abstract

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berupaya untuk menjadikan Kecamatan Purwosari Kabupaten Bojonegoro sebagai sentra pasar oleh-oleh khas Bojonegoro, Untuk mewujudkan hal tersebut perlu adanya penyusunan strategi pemasaran ledre Adapun tujuan dari penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui hal-hal apa saja yang mempengaruhi faktor internal (kekuatan dan kelemahan) serta faktor eksternal (peluang dan ancaman) sebagai upaya untuk mengembangkan ledre di Kecamatan Purwosari, 2) Untuk mengetahui strategi apa yang harus dilakukan dalam rangka untuk peningkatan produksi serta untuk mengembangkan ledre pisang di Kecamatan Purwosari. Metode penelitian dengan menggunakan metode survey, yaitu dengan metode cluster random sampling dengan jumlah responden 30 industri rumah tangga dan 2 orang ketua kelompok sebagai expert judgement. Sedangkan data yang digunakan terdiri dari data primer dan data sekunder. Metode analisis data yang digunakan yaitu 1) analisis matriks IFE, IFE, dan IE 2) analisis matriks SWOT untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, serta ancaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Berdasarkan analisis IFE didapatkan skor 3,073 dan analisis EFE dengan jumlah skor 3,361. Kedua skor tersebut diatas 2,5 yang artinya posisi internal cukup kuat yang mana memiliki kemampuan di atas rataan dalam memanfaatkan kekuatan dan mengantisipasi kelemahan internal, serta posisi eksternal cukup kuat yang mana memiliki kemampuan di atas rataan dalam memanfaatkan peluang dan mengantisipasi ancaman eksternal. Berdasarkan analisis IFE dan EFE lalu dimasukkan matriks IE(Internal-Eksternal) didapatkan hasil yaitu usaha salak ini berada pada posisi atau kuadran l yang artinya berada pada posisi Growth and build (tumbuh dan berkembang). Strategi yang sesuai adalah strategi intensif (Penetrasi pasar, pengembangan pasar, dan pengembangan produk) atau dapat disebut juga strategi integrasi (integrasi ke belakang, integrasi ke depan dan integrasi horizontal). Berdasarkan analisis tersebut peneliti menyarankan agar 1) mengimplementasikan strategi yang telah dirumuskan yaitu strategi intensif (Penetrasi pasar, pengembangan pasar, dan pengembangan produk) atau dapat disebut juga strategi integrasi (integrasi ke belakang, integrasi ke depan dan integrasi horizontal), 2) Para industry rumah tangga ledre hendaknya lebih memperbaiki sistem manajemen yang sudah ada supaya dapat menghasilkan produk yang lebih berkualitas, meningkatkan produktivitas, serta mewujudkan untuk menjadi sentra oleh-oleh khas Bojonegoro yang lebih terkenal lagi.
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB BERALIHNYA TENAGA KERJA BURUH TANI KESEKTOR AGROINDUSTRI KERUPUK Studi Kasus di Desa Mulyoagung , Kecamatan Bojonegoro , Kabupaten Bojonegoro , Propinsi Jawa Timur 2017 Ananto 1), Ir. Masahid,M.M.2), Deviana Diah Probowati, SP.,M.Si3)
Oryza : Jurnal Agribisnis dan Pertanian Berkelanjutan Vol. 2 No. 1 (2017): Oryza: Jurnal Agribisnis dan Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.012 KB) | DOI: 10.56071/oryza.v2i1.180

Abstract

Penelitian ini bertujuan 1) Untuk menganalisa faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi beralihnya tenaga kerja buruh tani kesektor agroindustri kerupuk di Desa Mulyoagung, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, Propinsi Jawa Timur. 2) Untuk mengetahui seberapa besar variabel-variabel penyebab beralihnya tenaga kerja buruh tani kesektor agroindustri kerupuk di Desa Mulyoagung, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, Propinsi Jawa Timur.Adapun manfaat dari penelitian ini adalah 1) Untuk menambah wawasan ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan pertumbuhan sektor agroindustri di Desa Mulyoagung, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, Propinsi Jawa Timur. 2) Sebagai masukan bagi Pemerintah Desa Mulyoagung, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, Propinsi Jawa Timur dalam menentukan kebijakan mengenai masalah pertumbuhan sektor agroindustri di desa tersebut. 3) Penelitian ini diharapkan bisa dijadikan landasan dalam menyusun kebijaksanaan baru pembangunan ekonomi wilayah secara khusus di sektor agroindustri. 4) Penelitian yang akan dilakukan ini, diharapkan bisa menjadi bahan informasi terdokumentasi bagi peneliti lain yang mempunyai keinginan melakukan studi tentang sektor agroindustri.Sedangkan kerangka pemikiran penelitian ini adalah variabel-variabel yang diduga mempengaruhi pergeseran pekerja buruh tani kesektor agroindustri kerupuk adalah Jenis Kelamin (X1), Usia (X2), Pendidikan (X3), Kontinuitas Pekerjaan (X4) dan Upah (X5). Metode analisis data yang digunakan adalah dengan model regresi logistic yaitu bagian dari analisis regresi yang digunakan apabila variabel dependen (respon) merupakan variabel dikotomi. Variabel dikotomi biasanya hanya terdiri dari dua nilai yang mewakili kemunculan atau tidak adanya suatu kejadian yang biasanya diberi angka 0 (tidak terjadi) dan angka 1 (terjadi) Hipotesis dalam penelitian ini adalah 1) Diduga masing-masing variabel independen (X) atau varibael faktor-faktor penyebab, mempunyai pengaruh signifikan terhadap variabel dependen (Y) atau variabel beralihnya buruh tani kesektor agroindustri kerupuk di Desa Mulyoagung, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, Propinsi Jawa Timur. 2) Diduga variabel independen (X) atau variabel faktor-faktor penyebab, secara bersama-sama mempunyai pengaruh signifikan terhadap variabel dependent (Y) atau variabel beralihnya buruh tani kesektor agroindustri kerupuk di Desa Mulyoagung, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, Propinsi Jawa Timur. Dari hasil penelitian dijelaskan dengan perhitungan secara statistik menggunakan SPSS versi 24, dapat disimpulkan bahwa hipotesis 1 yang menyatakan diduga masing-masing variabel independen (X) atau variabel faktor-faktor penyebab, mempunyai pengaruh signifikan terhadap variabel dependen (Y) tidak terbukti secara statistik karena hanya variabel Jenis kelamin/X1 (1) laki-laki dengan hasil sig 0,003 nilai chi square tabel (df 5) sebesar 11,070. Berdasarkan nilai Nagelkerke R Square sebesar 42,80% yang menjukkan bahwa faktor-faktor penyebab beralihnya tenaga kerja buruh tani kesektor agroindustri dipengaruhi oleh variabel bebas/independen (X) sebesar 42,80% sisanya 57,20% dipengaruhi faktor lain. Berdasarkan kesimpulan yang telah dijelaskan, penulis menyarankan perlu adanya perhatian yang besar oleh pemerintah terhadap tenaga kerja pertanian, contohnya kemudahan memperoleh input yang diperlukan oleh petani kecil dan buruh tani sehingga bisa meningkatkan pendapatannya dan perlu adanya perbaikan tingkat upah pekerja buruh tani yang rendah yang menyebabakan kesejahteraan buruh tani yang menurun sehingga pergerseran buruh tani kesektor non pertanian dapat di hindari.
Analisis Usahatani Dan Saluran Pemasaran Buah Belimbing Di Desa Agropolitan Studi Kasus di Desa Ngringinrejo, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro Propinsi Jawa Timur Ahmad Riswanto1), Djalal Suudi2)
Oryza : Jurnal Agribisnis dan Pertanian Berkelanjutan Vol. 2 No. 1 (2017): Oryza: Jurnal Agribisnis dan Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.012 KB) | DOI: 10.56071/oryza.v2i1.181

Abstract

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berupaya untuk memberdayakan petani di Desa Ngringinrejo, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, dengan melakukan kegiatan pelatihan dan pelaku agribisnis melalui sekolah lapang agribisnis (SLA) Tanaman Belimbing. Buah belimbing memiliki keunggulan dari segi kualitas dan harga sehingga perlu dibudidayakan dengan maksimal agar dapat meningkatkan kesejahteraan petani. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui besarya biaya, penerimaan dan pendapatan usahatani di daerah penelitian. 2) Untuk mengetahui tingkat efisiensi ushatani belimbing di daerah penelitian. 3) Untuk mengetahui bentuk saluran pemasaran buah belimbing di daerah penelitian. Hipotesis dari penelitian ini adalah 1) Diduga usahatani belimbing di daerah penelitian efisien, layak dan menguntungkan untuk di usahakan. 2) Di duga saluran pemasaran yang terjadi di daerah penelitian melibatkan petani, tengkulak, pedagang pengecer dan konsumen akhir. Metode penelitian dengan menggunakan metode random sampling, setiap petani memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi responden yang teliti, responden diambil 20 orang dari jumlah populasi petani 104 orang. Metode analisis data yang digunakan yaitu 1) Analisis biaya produksi (biaya tetap dan biaya tidak tetap). 2) Analisis Penerimaan Usahatani. 3) Analisis imbangan penerimaan dan biaya (R/C Ratio). 4) Analisis lembaga dan saluran pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan: a) rata-rata total biaya perhektar dalam usahatani belimbing di daerah penelitian adalah Rp. 57.351.000 b). Rata-rata penerimaan perhektar yang diperoleh Rp. 210.253.008 c). Rata-rata pendapatan perhektar yang diperoleh petani belimbing di daerah penelitian sebesar Rp. 152.902.008 Kesimpulannya dikatakan layak karena R/C rationya lebih dari 1,2 dan nilai R/C rationya adalah 3,6.
ANALISIS PENDAPATAN DAN KELAYAKAN USAHATANI JAGUNG HIBRIDA (Zea mays L) VARIETAS DK 77 (DEKLAB) Arvy Chresnawan 1), Nono Haribudiyanto, SP.2)
Oryza : Jurnal Agribisnis dan Pertanian Berkelanjutan Vol. 2 No. 1 (2017): Oryza: Jurnal Agribisnis dan Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.863 KB) | DOI: 10.56071/oryza.v2i1.183

Abstract

Pangan adalah suatu yang hakiki dan menjadi hak setiap warga negara untuk memperolehnya. Ketersediaan pangan sebaiknya cukup jumlahnya, bermutu baik, dan harga terjangkau. Salah satu komponen pangan adalah karbohidrat yang merupakan sumber utama bagi tubuh. Kelompok tanaman yang menghasilkan karbohidrat di sebut tanaman pangan. Di Indonesia tanaman pangan yang di gunakan oleh masyarakat masih terbatas pada beberapa jenis, yaitu padi, jagung, ubi kayu, dan ubi jalar. Selain sebagai sumber karbohidrat, ada tanaman sumber protein, jenis tanaman penghasil protein yang termasuk kedalam tanaman pangan antara lain kacang tanah, kedelai, dan kacang hijau (Purwono dan Heni Purnawati, 2009:3). Jagung hibrida merupakan jagung persilangan dari dua atau lebih benih yang memiliki sifat unggul dan mempunyai produktivitas yang lebih tinggi dan pertumbuhan tanaman yang lebih seragam. Jagung hibrida juga memiliki potensi untuk dikembangkan dalam menunjang peningkatan produktivitas nasional. Di lihat dari kebutuhan masyarakat akan jagung sebagai pengganti beras meningkat sejalan dengan perkembangan diversifikasi pangan, teknologi pertumbuhan jagung, penggunaan varietas dan produktivitas jagung. Secara umum benih varietas unggul jagung dapat di kelompokan menjadi dua jenis jagung, yaitu jagung hibrida dan jagung komposit. Adapun tujuan penelitian ini agar mengetahui berapa besar biaya dan pendapatan usahatani jagung serta untuk mengetahui apakah usahatani jagung di Desa Tegaldowo, Kecamatan Gunem, Kabupaten Rembang layak dan menguntungkan untuk dijadikan usahatani.Manfaat penelitian bagi peneliti merupakan ilmu pengetahuan yang telah didapat selama di bangku kuliah agar dapat digunakan untuk membantu masyarakat tentang permasalahan yang dihadapi. Bagi petani jagung, diharapkan dapat memberikan tambahan wawasan dalam menyikapi kemungkinan timbulnya permasalahan, serta dalam pengambilan keputusan dalam usahatani jagung hibrida DK 77. Bagi industri terkait, diharapan dapat menjadi tambahan masukan dalam melengkapi bahan pertimbangan dalam merumuskan kebijakan pembangunan sektor pertanian khususnya pembangunan pertanian jagung hibrida DK 77. Sedangkan kerangka pemikiran penelitian ini adalah Usahatani secara umum adalah kegiatan untuk memproduksi di lingkungan pertanian untuk mendapatkan keuntungan yang maksimum. Untuk mendapatkan keuntungan tersebut banyak faktor yang mempengaruhinya seperti kesuburan tanah, varietas benih, tersedianya pupuk, tenaga kerja serta teknologi yang digunakan. Oleh karena itu dapat upaya peningkatan pendapatan petani itu harus memperhitungkan faktor-faktor produksi yang mempengaruhinya (Soekartawi, 1990). Apabila tingkat produktivitas di Desa Tegaldowo dapat di tingkatkan lagi minimal sebesar 7 ton makan akan berdampak semakin tinggi pendapatan yang akan diterima oleh petani. Oleh karena itu, faktor produksi yang menentukan besar produksi yang akan diperoleh produsen, yaitu petani. Sebagai seorang produsen, petani perlu mengetahui macam faktor produksi, kuantitas, dan kualitas penggunaannya.Hipotesis dalam penelitian ini adalah 1) Diduga seberapa besar biaya dan pendapatan usahatani jagung di Desa Tegaldowo. 2) Diduga usahatani jagung di Desa Tegaldowo menguntungkan dan layak untuk dijadikan usahatani.Agar tidak menimbulkan salah tafsir penelitian ini dilakukan pada usahatani jagung bulan November-Febuari 2017 di Desa Tegaldowo Kecamatan Gunem Kabupaten Rembang yang menggunakan benih jagung DK 77.Berdasarkan kesimpulan penulis tersebut bahwa penerimaan rata-rata usahatani jagung DK 77 permusim perhektar sebesar Rp.16.596.578,62 dan biaya usahatani jagung sebesar Rp. 10.799.847,00 serta memberikan pendapatan rata-rata sebesar Rp. 5.796.732/ha/musim. RC Ratio mencapai 1,53 hal ini menunjuk bahwa usahatani jagung menguntungkan dan layak untuk diusahakan.
ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI JAGUNG HIBRIDA VARIETAS PERTIWI-2 Studi Kasus di Desa Cengkong Kecamatan Parengan Kabupaten Tuban Propinsi Jawa Timur Tahun 2017 Eka Diyah Ayu Megawati 1), Ir. H. Noor Djohar.M.M2), Ir. H. Suhirman3)
Oryza : Jurnal Agribisnis dan Pertanian Berkelanjutan Vol. 3 No. 2 (2018): Oryza: Jurnal Agribisnis dan Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.62 KB) | DOI: 10.56071/oryza.v3i2.185

Abstract

Jagung termasuk salah satu komoditas pertanian yang penting dan bernilai ekonomi tinggi di Indonesia. Hal tersebut terbukti dari tingginya konsumsi dan permintaan jagung oleh pasar di seluruh Indonesia bahkan bukan hanya di indonesia di luar negeri sekalipun jagung juga sudah mulai di kenal dan di produksi untuk bahan bahan pangan sendiri dan bahan pangan ternak . Selain itu, manfaat dan kegunaan jagung yang dapat menggantikan kebutuhan konsumsi beras. Oleh sebab itu pembudidayaan komoditas ini mempunyai prospek cerah karena dapat mendukung upaya peningkatan pendapatan petani, pengentasan kemiskinan, dan memperluas kesempatan kerja. Agar petani dapat mengelola lahan yang mereka punyai sesuai dengan keadaan alam di indonesia ini khusnya, agar petani tidak hanya mengandalkan tanaman padi dan buah saja, karena pada saat tidak musim penghujan lahan tersebut tetap mampu menghasilkan pendapatan dengan menanam tanaman jagung, karena tanaman jagung kuat hidup d daerah yang panas dan dalam kondisi air yang sedikit. Dalam penelitian ini saya mengunakan metode sensus.. Tujuan penelitian ini yaitu, Untuk mengetahui rata-rata biaya, penerimaan,pendapatan dan kelayakan usahatani jagung di daerah penelitian. Hipotesis penelitian ini adalah, Diduga usahatani jagung memberikan keuntungan yang layak. Metode analisa menggunakan analisis pendapatan yaitu selisih antara penerimaan usahatani dengan biaya total dalam mengusahakan usahatani (π=TR-TC). Kemudian menggunakan analisa kelayakan usahatani yaitu membagi total penerimaan dengan total biaya dalam mengusahakan usahataninya (R/C=TR:TC). agar kita dapat mengetahui jumlah penerimaan usahatani yaitu jumlah produksi dikalikan dengan harga jual (TR=P.Q). Sedangkan total seluruh biaya itu sendiri dapat menggunakan rumus biaya tetap di tambah dengan biaya tidak tetap (TC=TFC+TVC). Responden dalam penelitian ini sebanyak 33 petani dengan cara sampel keseluruhan. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata total biaya sebesar Rp.8.738.660,- pada musim tanam dan penemerimaan dengan rata-rata Rp.17.446.400,- sedangkan pendapatan rata-rata per musim sebesar Rp 8.707.740,- untuk R/C Ratio sebesar 1,9 sehingga usahatani jagung di Desa Cengkong Tahun 2017 menguntungkan dan layak untuk diusahakan. Karena apabila R/C ˃ 1,5/ 2,0 maka usahatani tersebut layak dan menguntungkan.

Page 3 of 12 | Total Record : 114