cover
Contact Name
Moh Yusuf Dawud
Contact Email
yusufdaud20.yd@gmail.com
Phone
+628563458446
Journal Mail Official
oryzaunigoro@gmail.com
Editorial Address
Oryza: Jurnal Agribisnis dan Pertanian Berkelanjutan Published by Universitas Bojoneoro Address Jl. Lettu Sujitno No 2 Telp/Fax.0353-881984,885444 Bojonegoro, Jawa Timur
Location
Kab. bojonegoro,
Jawa timur
INDONESIA
Oryza: Jurnal Agribisnis dan Pertanian Berkelanjutan
Published by Universitas Bojonegoro
ISSN : -     EISSN : 24776963     DOI : -
Oryza: Jurnal Agribisnis dan Pertanian Berkelanjutan (e-ISSN: 2477-6963) memiliki bidang keahlian yang terdiri dari Manajemen Pemiulian Tanaman, Agribisnis Tanaman Hortikultura, Agribisnis Peternakan, Agribisnis Tanaman Selekta, Manajemen Agribisnis, Ilmu Usaha Tani, Ekonomi Pertanian dan Ilmu Pertanian. Oryza menerima kiriman dari seluruh dunia, artikel yang diterima akan diterbitkan dengan akses terbuka dan akan tersedia secara bebas untuk semua pembaca dengan visibilitas dan cakupan di seluruh dunia. Oryza diterbitkan dua kali dalam setahun, pada bulan Juli dan Desember yang dapat diakses secara online. Artikel ini dapat berupa produk penelitian, pemikiran ilmiah atau studi kasus, dalam Agribinisn dan Ilmu Pertanian dan tidak dibentuk oleh politik, komersialisme, dan subjektivitas. Jurnal ilmiah ini berisi artikel pemikiran dan hasil penelitian di bidang Pertanian yang belum pernah dipublikasikan di jurnal ilmiah atau media lainnya. Format penulisan artikel ilmiah untuk publikasi di jurnal ilmiah harus mengikuti pedoman penulisan artikel ilmiah, yang terletak di bagian belakang jurnal ilmiah ini.
Articles 114 Documents
ANALISIS PERBANDINGAN PENDAPATAN PETERNAK PUYUH DAN HOME INDUSTRI TELUR PUYUH Ir. H. Suhirman
Oryza : Jurnal Agribisnis dan Pertanian Berkelanjutan Vol. 3 No. 1 (2018): Oryza: Jurnal Agribisnis dan Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.454 KB) | DOI: 10.56071/oryza.v3i1.197

Abstract

Beternak burung puyuh di desa Sumodikaran kecamatan Dander kabupaten Bojonegoro sudah bisa dikatakan sebagai industri rumah tangga, bahkan hampir sebagian besar penduduknya mengerjakan pekerjaan tersebut. Usaha industri rumah tangga beternak puyuh, merupakan usaha yang dapat menyerap tenaga kerja bagi penduduk setempat, secara tidak langsung telah membantu pemerintah dalam usaha menciptakan lapangan pekerjaan bagi para angkatan kerja dan sekaligus mengurangi tingkat pengangguran.Penelitian ini bertujuan: 1) Untuk mengetahui pendapatan peternak telur puyuh di desa Sumodikaran kecamatan Dander kabupaten Bojonegoro; 2) Untuk mengetahui pendapatan home industri olahan telur puyuh di desa Sumodikaran kecamatan Dander kabupaten Bojonegoro; 3) Untuk mengetahui perbandingan pendapatan peternak puyuh dan home industri olahan telur di desa Sumodikaran kecamatan Dander kabupaten Bojonegoro.Manfaat penelitian ini: 1) Bagi angkatan kerja, khususnya yang ada di kecamatan tersebut sebagai bahan informasi tentang peluang kerja pada home industri telur puyuh; 2) Bagi pengerajin, khususnya yang ada di wilayah desa Sumodikaran kecamatan Dander kabupaten Bojonegoro sebagai bahan informasi tentang peluang dalam menambah pendapatan keluarga; 3) Bagi peneliti / penulis sendiri diharapkan berguna untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi pendapatan peternak puyuh dan home industri telur puyuh; 4) Bagi pemerintah diharapkan dapat digunakan dalam pengambilan kebijakan pemerintahan khususnya dalam bidang agrobisnis dan home industri.Dari hasil perhitungan dapat diketahui bahwa terdapat perbandingan yang signifikan antara pendapatan home industri dengan peternak telur puyuh di Desa Sumodikaran Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro, yang dapat dijelaskan dari nilai thitung lebih besar dari nilai to,o5 yaitu 3,344 > 2,855.Berdasarkan kesimpulan, penulis menyarankan: Pelaksanaan budidaya usaha ternak buruh puyuh petelur perlu diintenfiskan dan ditingkatkan kualitas pengelolaan dan pemasarannya. Sehingga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat. Pemerintah perlu memberikan pembinaan kepada perajin home industri telur puyuh, supaya mampu berkembang dan meningkatkan ekspansi pasar.
ANALISIS PENDAPATAN DAN KELAYAKAN USAHATANI JAGUNG HIBRIDA (Zea mays L) VARIETAS DK 77 (DEKLAB) Arvy Chresnawan1), Ir. Masahid, MM2), Nono Haribudiyanto, SP.3)
Oryza : Jurnal Agribisnis dan Pertanian Berkelanjutan Vol. 3 No. 1 (2018): Oryza: Jurnal Agribisnis dan Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.077 KB) | DOI: 10.56071/oryza.v3i1.198

Abstract

Kacang tanah biasa dikonsumsi dalam berbagai produk baik secara langsung maupun dalam bentuk olahan, peran kacang tanah meningkat sebagai akibat dari ketidak seimbangan antara permintaan dan produksi. Petani kacang tanah pada kenyataannya belum sepenuhnya memperoleh produktifitas yang maksimal. Hal ini disebabkan pelaksanaan teknologi di tingkat petani dan faktor non teknis diluar kemampuan petani, upaya yang telah ditempuh oleh pemerintah dalam meningkatkan produksi kacang tanah antara lain dengan mengunakan benih unggul dan teknologi yang tepat dan pola kemitraan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui besarnya biaya, penerimaan dan pendapatan usahatani kacang tanah di Desa Kemantren, (2) Mengetahui tingkat efisiensi usahatani kacang tanah di Desa Kemantren Kecamatan Kedungtuban Kabupaten Blora. Hipotesa yang diajukan dalam penelitian ini yaitu (1) Diduga usahatani kacang tanah di Desa Kemantren meningkatkan pendapatan, (2) Diduga usahatani kacang tanah di Desa Kemantren untung dan layak/efisien. Penentuan daerah penelitian dalam penelitian ini diambil secara sengaja di Desa Kemantren Kecamatan Kedungtuban Kabupaten Blora. Penentuan desa tersebut karena atas pertimbangan bahwa di Desa Kemantren terdapat petani yang berusahatani kacang tanah. Metodologi dalam pengambilan petani contoh menggunakan metode sensus, populasi penanam kacang tanah sebanyak 30 orang, sedangkan teknik pengolahan data dengan menggunakan Analisa RC – Ratio. Hasil penelitian dan analisis data diperoleh rata-rata Per-hektar usahatani kacang tanah adalah sebagai berikut ; (1) Biaya usahatani kacang tanah sebesar Rp. 17.819.600,-. (2) Penerimaan usahatani kacang tanah Rp. 28.800.000,- (3) Pendapatan usahatani kacang tanah Rp. 10.980.400,- (4) Analisis RC – Ratio usahatani kacang tanah sebesar 1,616, artinya bahwa usahatani kacang tanah menguntungkan di daerah penelitian.Saran-saran dari hasil penelitian dan analisis pada usahatani kacang tanah di Desa Kemantren Kecamatan Kedungtuban sebagai berikut ; (1) Melihat hasil yang diperoleh dari kacang tanah yang menguntungkan maka perlu dikembangkan, (2) Untuk mencapai hasil yang optimal perlu lebih ditingkatkan penerapan faktor produksi terutama pengairan, pupuk dan bibit, (3) Di dalam usahatani kacang tanah untuk menggunakan bibit diusahakan lebih dan bermutu dengan harapan produksi yang tinggi, (4) Peranan pemerintah sangat diharapkan, khususnya untuk pengendalian harga dan sarana produksi agar petani mendapat keuntungan dalam berusahatani kacang tanah.
ANALISIS NILAI TAMBAH KOMODITAS KELAPA MENJADI PRODUK OLAHAN WINGKO Studi Kasus di Dusun Sawo, Kelurahan Babat, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Propinsi Jawa Timur Tahun 2019 Afrillia Vivin Widyaningsih 1, H. Masahid 2, Deviana Diah Prabowati 3
Oryza : Jurnal Agribisnis dan Pertanian Berkelanjutan Vol. 4 No. 2 (2019): Oryza: Jurnal Agribisnis dan Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.339 KB) | DOI: 10.56071/oryza.v4i2.199

Abstract

Kelapa (Cocos nucifera. L) merupakan tanaman jenis palma yang mempunyai nilai ekonomis cukup tinggi dalam dunia perdagangan, di Indonesia merupakan Negara penghasil kelapa terbesar yang utama di dunia. Di kabupaten Lamongan terutama di Kecamatan Babat, kelapa diolah menjadi suatu makanan khas atau biasa disebut oleh-oleh yaitu wingko yang menjadi trend merk Indonesia.Menurut Suprapto H. (2006 : 4) produk wingko merupakan salah satu bentuk penganekaragaman bahan pangan semi basah yang banyak diproduksi dengan skala rumah tangga (home industry). Pengolahan kelapa menjadi wingko dapat memiliki nilai tambah ganda yaitu memperpanjang waktu simpan dan meningkatkan harga jual kelapa.Berdasarkan hal tersebut maka dilakukan penelitian mengenai besarnya penerimaan, pendapatan, dan nilai tambah komoditas kelapa menjadi produk olahan kelapa yaitu wingko di Dusun Sawo Kelurahan Babat Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan.Metode penelitian yang digunakan adalah metode sensus karena semua populasi dijadikan responden. Berdasarkan data yang telah dikumpulkan, maka dilakukan analisis data dengan menggunakan rumus perhitungan Penerimaan TR = P.Q, Pendapatan = TR-TC, Nilai Tambah Netto NTn = NTb - Np, Nilai Tambah Brutto NTb = Na - Ba, Nilai Per Bahan Baku R = NTb : ∑bb, dan Nilai Per Tenaga Kerja NTtk = NTb : ∑tk.Hasil penelitian dengan mengambil pengusaha sebanyak 8 pengusaha. Industri pembuatan wingko dengan rata-rata bahan baku per produksi, maka didapatkan data rata-rata untuk penerimaan adalah Rp.130.000,- per produksi yang artinya penerimaan usaha wingko sangat efisien atau layak. Perhitungan pendapatan wingko selama satu kali proses produksi diperoleh pendapatan sebesar Rp. 100.074,9,- dan untuk nilai tambah brutto sebesar Rp. 105.030,- per produksi, nilai tambah netto sebesar Rp.104.398,- per produksi, nilai tambah per bahan baku sebesar Rp. 6.840,- dan untuk nilai tambah per tenaga kerja sebesar Rp. 13.266,-.
ANALISIS EFISIENSI PEMASARAN KELORITA Studi Kasus Di Desa Bogo Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro Chameilia Putri Astuti 1, Noor Djohar 2, Deviana Diah Probowati 3
Oryza : Jurnal Agribisnis dan Pertanian Berkelanjutan Vol. 4 No. 2 (2019): Oryza: Jurnal Agribisnis dan Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.716 KB) | DOI: 10.56071/oryza.v4i2.200

Abstract

Kelorita merupakan nama brand dari berbagai macam produk olahan tanaman kelor yang bermanfaat sekaligus memiliki nilai ekonomis tinggi. Salah satu produk kelorita yang laris terjual adalah teh celup daun kelor. Dalam pemasaran kelorita melalui saluran pemasaran tertentu yang terlibat didalamnya adalah berbagai lembaga pemasaran. Rantai pemasaran yang panjang dengan banyak pelaku pemasaran yang terlibat mengakibatkan balas jasa yang diambil oleh para pelaku pemasaran menjadi besar yang mempengaruhi tingkat harga. Sehingga sistem pemasaran yang terjadi belum efisien. Tujuan penelitian adalah mengetahui saluran pemasaran kelorita dirumah produksi kelorita KWT ‘Sri Rejeki’, menganalisis efisiensi pemasaran kelorita dilihat dari marjin pemasaran dan producer’s share pada masing – masing saluran pemasaran. Metode analisis data meliputi analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil dari penelitian menunjukkan terdapat dua saluran pemasaran produk kelorita yaitu saluran pemasaran I : produsen → konsumen akhir, saluran pemasaran II : produsen → pedagang pengecer → konsumen akhir. Nilai marjin pemasaran pada saluran pemasaran I Rp. 0,-/pcs, saluran pemasaran II Rp. 5.000,-/pcs. Persentase marjin pemasaran pada saluran pemasaran I 0%, saluran pemasaran II 20%. Nilai producer’s share pada saluran pemasaran I 100%, saluran pemasaran II 80%. Ke dua saluran pemasaran kelorita telah efisien secara ekonomi dilihat dari marjin pemasaran dan producer’s share. Saluran pemasaran produk kelorita yang paling efisien untuk produk teh celup kelorita adalah saluran pemasaran I dengan nilai marjin pemasaran terendah dan nilai producer’s share tertinggi.
PREFERENSI KONSUMEN BUAH SALAK WEDI Studi Kasus di Desa Wedi Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro Mohamad Ainur Rohman 1, Noor Djohar 2, Djalal Su’udi 3
Oryza : Jurnal Agribisnis dan Pertanian Berkelanjutan Vol. 4 No. 2 (2019): Oryza: Jurnal Agribisnis dan Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56071/oryza.v4i2.201

Abstract

Komoditi salak merupakan salah satu jenis buah tropis asli Indonesia yang menjadi komoditas unggulan dan tanaman yang cocok untuk dikembangkan. Salah satu jenis salak yang dapat dikembangkan dan juga disukai oleh masyarakat adalah salak lokal wedi. Salak wedi di hasilkan di daerah Kabupaten Bojonegoro yang tepatnya di Desa Wedi Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro. Sejak terkenalnya salak wedi di pasaran domestik maka perkembangan jumlah tanaman salak wedi dan jumlah salak wedi di Desa Wedi semakin meningkat dari tahun ketahun. Salak wedi mempunyai ukuran yang lebih besar dari salak lainnya, teksturnya sedikit berair dan rasanya yang manis sepat, tapi kadang juga masir membuat salak wedi mempunyai rasa khas. Salak wedi yang dihasilkan ini dipasarkan di berbagai daerah dan tempat di Bojonegoro salah satunya di pasar buah Banjarejo dan di Desa Wedi sendiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui atribut-atribut buah salak wedi yang menjadi preferensi konsumen dalam membeli buah salak wedi dan untuk mengetahui atribut yang menjadi preferensi konsumen dalam keputusan pembelian buah salak wedi di Desa Wedi Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro. Data dalam penelitian meliputi data primer dan data sekunder. Metode analisis data yang digunakan adalah dengan analisis fishbein. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buah salak wedi yang menjadi kesukaan konsumen adalah buah salak wedi yang memiliki rasa yang manis dengan presentase 80%, tekstur daging yang halus dengan presentase 100%, warna kulit yang cokelat dengan presentase 80%, ukuran yang besar dengan presentase 100%. Keputusan pembelian buah salak wedi dipengaruhi oleh rasa, ukuran, tekstur dan warna.
ANALISIS PERSEDIAAN BAHAN BAKU UBI KAYU MENGGUNAKAN METODE EOQ (Economic Order Quantity) PADA TEPUNG TAPIOKA CAP TANI JAYA Siti Rohkattin 1, Masahid 2, Deviana Diah Probowati 3
Oryza : Jurnal Agribisnis dan Pertanian Berkelanjutan Vol. 4 No. 2 (2019): Oryza: Jurnal Agribisnis dan Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.916 KB) | DOI: 10.56071/oryza.v4i2.202

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara penghasil ubi kayu terbanyak di dunia. Indonesia mempunyai kontribusi sebesar 9,71% terhadap produksi ubi kayu di dunia atau produksi rata-rata mencapai 23,63 juta ton umbi basah setiap tahunnya. Secara geografis kondisi tanah di wilayah kabupaten Tuban banyak digunakan untuk sentra produksi pertanian. Kabupaten Tuban pada tahun 2007 total kapasitas produksi ubi kayu mencapai 79.002 ton, dengan kapasitas produksi yang cukup besar diharapkan mampu memenuhi kebtuhan persediaan pada sentra produksi yang menggunakan bahan baku dari ubi kayu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persediaan bahan baku yang optimal, waktu pemesanan kembali, dan total biaya persediaan bahan baku pada UD. Tani Jaya. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah dengan cara sensus. Penelitian ini menggunakan analisis EOQ, ROP, dan TIC. Hasil dari penelitian ini adalah untuk persediaan bahan baku ubi kayu pada UD. Tani Jaya yaitu 11.182 kg dan bahan baku optimal setelah menggunakan metode EOQ sebesar 11.246,37 kg, jumlah pemesanan kembali atau ROP sebesar 4.416 kg, dan total biaya persediaan atau TIC untuk UD. Tani Jaya sebesar Rp. 4.774.400, sedangkan TIC menurut EOQ adalah Rp. 4.681.635.
KEPUASAN DAN LOYALITAS KONSUMEN DALAM MENGONSUMSI KECAP LARON DI KECAMATAN SOKO KABUPATEN TUBAN Very Mufidatin 1, Masahid 2, Deviana Diah Probowati 3
Oryza : Jurnal Agribisnis dan Pertanian Berkelanjutan Vol. 4 No. 2 (2019): Oryza: Jurnal Agribisnis dan Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.081 KB) | DOI: 10.56071/oryza.v4i2.203

Abstract

Kecap merupakan produk olahan dari kedelai yang digunakan sebagai penyedap makanan. Meningkatnya jumlah produsen kecap yang memproduksi kecap dalam kemasan dan varian yang bervariasi, menyebabkan persaingan dalam industri kecap turut meningkat, produsen harus mampu mempertahankan serta memperluas jumlah konsumennya. Untuk itu, Kecap Laron melakukan penelitian mengenai tingkat kepuasan dan loyalitas konsumennya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kepuasan dan loyalitas konsumen dalam mengonsumsi Kecap Laron di Kecamatan Soko Kabupaten Tuban. Manfaat penelitian diharapkan dapat memberikan sumbangan informasi mengenai kepuasan dan loyalitas konsumen terhadap Kecap Laron sebagai bahan pertimbangan manajer dalam mengambil keputusan, penambah wawasan dan bahan kajian untuk penelitian selanjutnya yang relevan. Populasi penelitian ini adalah seluruh konsumen yang menggunakan Kecap Laron di Kecamatan Soko Kabupaten Tuban dengan sampel 100 responden. Nilai indeks kepuasan konsumen / Customer Satisfaction Index sebesar 83% dengan kriteria sangat puas. Loyalitas konsumen Kecap Laron sebagian besar konsumen termasuk tipe committed buyer sebesar 35%, liking the brand 31%, switcher buyer 15%, satisfied buyer 14% dan habitual buyer 5%. Kategori committed buyer merupakan tingkatan loyalitas paling tinggi pada piramida loyalitas.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MOTIVASI KERJA BURUH WANITA DIGUDANG TEMBAKAU. (Studi Kasus UD. Supianto Desa Siwalan Kecamatan Sugihwaras Kabupaten Bojonegoro) Eni Agustyawati 1, Noor Djohar 2, Djalal Su’udi 3
Oryza : Jurnal Agribisnis dan Pertanian Berkelanjutan Vol. 4 No. 2 (2019): Oryza: Jurnal Agribisnis dan Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.508 KB) | DOI: 10.56071/oryza.v4i2.204

Abstract

Motivasi menjadi dasar utama bagi sesorang dalam memasuki berbagai sektor publik di luar rumah dalam memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga Motivasi kerja buruh wanita dalam suatu organisasi dapat dianggap sederhana dan dapat dianggap masalah yang kompleks. Apabila setiap buruh wanita memiliki motivasi yang kuat untuk dalam melakukan pekerjaanya, maka diharapkan kinerja sektor publik akan meningkat. Adapun faktor dari motivasi antarnya kebutuhan, kepuasan kerja, situasi lingkungan kerja, sistem imbalan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh kebutuhan, kepuasan kerja, situasi lingkungan kerja dan sistem imbalan terhadap motivasi kerja buruh wanita. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah nonrandom sampling dengan teknik purposive sampling. Metode yang digunakan untuk menguji adalah model regresi berganda, serta uji koefisien determinasi, uji t,uji f sebagai uji pendukung.Hasil dari penelitian Y= 0,228X_1 +0,500X_2 +0,122 X_3 +0,171〖 X〗_4. Hasil uji t semua variabel independen berpengaruh dengan variabel dependen. Hail uji f adalah secara simultan berpengaruh terhadap motivasi kerja
OPTIMALISASI SEQUESTRASI KARBON DIOKSIDA (CO2) BERBASIS KEPEMILIKAN LAHAN RUMAH TANGGA LAILY AGUSTINA RAHMAWATI
Oryza : Jurnal Agribisnis dan Pertanian Berkelanjutan Vol. 1 No. 1 (2015): Oryza: Jurnal Agribisnis dan Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.597 KB) | DOI: 10.56071/oryza.v1i1.205

Abstract

Rumah tangga dengan segala aktifitasnya turut menyumbang emisi CO2 yang memicu pemanasan global. Oleh karena itu, berdasarkan prinsip pencemar membayar (pollutant pay principle), rumah tangga dapat dikenai tanggung jawab atas emisi yang dihasilkan dalam bentuk konservasi lahan. Penelitian bertujuan menganalisis rata-rata emisi dan rata-rata sequestrasi, untuk menetukan luas minimum lahan yang harus dikonservasi masing-masing kelompok rumah tangga Kelas Ekonomi Atas (KEA- Daya ≥ 1300 VA), Kelas Ekonomi Menengah (KEM- Daya 900 VA), Kelas Ekonomi Bawah (KEA- Daya 450 VA) di Desa Sinduadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman, D. I. Yogyakarta. Emisi CO2 dihitung berdasarkan aktifitas rumah tangga terkait konsumsi listrik, konsumsi bahan bakar untuk transportasi, konsumsi bahan bakar untuk memasak, produksi sampah, serta konsumsi air PDAM, didapat dari hasil questioner yang selanjutnya dikalikan dengan nilai konversi emisi CO2 yang tersesedia. Sequestrasi CO2 dihitung berdasarkan biomassa yang dipertahankan oleh rumah tangga pada lahan bervegetasi mereka (pekarangan, sawah, kebun). Pendugaan biomassa diperoleh melalui metode Brown (1997) dan Hairiah (2007), dengan melakukan nested qudrat sampling pada masing-masing jenis lahan bervegetasi yang dimiliki rumah tangga. Luas minimum dan optimalisasi lahan, dihitung berdasarkan jumlah emisi CO2 rumah tangga dan biomassa per m2 lahan. Berdasarkan hasil penelitian diketahui, rumah tangga Sinduadi memiliki rata-rata emisi dan sequestrasi, serta luas minimum lahan secara berturut-turut sebesar: 7098,98 kgCO2/th, 267,34 kgCO2/th, dan 178,11 m2 dengan tingkat optimalisasi lahan sangat optimal (tutupan vegetasi 90%) pada lahan pekarangan untuk rumah tangga KEA; 3785,9 kgCO2/th, 632,61 kgCO2/th, dan 1551,37 m2 lahan pekarangan dengan dengan tingkat optimalisasi lahan sangat optimal (tutupan vegetasi 90%) pada lahan pekarangan untuk rumah tangga KEM; 1973,3 kgCO2/th, 780,21 kgCO2/th, dan 898,91 m2 dengan tingkat optimalisasi lahan sangat optimal (tutupan vegetasi 90%) pada lahan pekarangan untuk rumah tangga KEB.
EFISIENSI AGROINDUSTRI EGG ROLL LABU KUNING (WALUH) (Cucurbita moschata Durch): ( Studi Kasus di Kelurahan Ngroto, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Propinsi Jawa Tengah) Sri Margianti, Yenny
Oryza : Jurnal Agribisnis dan Pertanian Berkelanjutan Vol. 4 No. 1 (2019): Oryza: Jurnal Agribisnis dan Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.959 KB) | DOI: 10.56071/oryza.v4i1.207

Abstract

Salah satu ciri pembangunan pertanian yang dimiliki Indonesia yang mempunyai potensi sebagian dari sektor pertanian adalah kebijaksanaan dalam menjaga keterkaitan antara sektor pertanian dengan sektor industri, kaitan yang paling sesuai adalah pengolahan produk-produk pertanian ke dalam pembangunan agroindustri (Banoewidjojo, 1983:3). Penelitian ini dilakukan pada bulan Nopember 2019 dengan mengambil lokasi di Kelurahan Ngroto Kecamatan Cepu Kabupaten Blora Provinsi Jawa Tengah. Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah usaha pembuatan egg roll labu kuning (waluh) efisien dan layak bagi pengrajinnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis biaya, penerimaan, pendapatan dan mengetahui tingkat efisiensi usaha pembuatan egg roll labu kuning (waluh) dari segi teknis, harga dan ekonomis. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan penelitian ini adalah metode sensus dan survei di lapangan. Untuk menguji hipotesis ini digunakan analisis RC-Ratio. Hasil penelitiannya adalah: Rata-rata total biaya usahatani pembuatan egg roll labu kuning (waluh) per orang per hari adalah sebesar Rp. 240.240,-.Rata-rata penerimaan yang diperoleh pengrajin sebesar Rp. 308.571,-. Sedangkan rata-rata pendapatan pengrajin responden per orang per hari yaitu sebesar Rp. 68.331,- .Hal ini dapat membuktikan bahwa usaha pembuatan egg roll labu kuning (waluh) memperoleh pendapatan yang positif atau menguntungkan. Nilai R/C Ratio usahatani pembuatan egg roll labu kuning (waluh) adalah 1,28 hal ini dapat dikatakan bahwa usaha pembuatan egg roll labu kuning (waluh) tersebut efisien dan layak karena RC-ratio ≥ 1,2. Berdasarkan hasil analisis RC-Ratio 1,28 mengandung makna bahwa dalam setiap 1 korbanan untuk menghasilkan 1,28 penerimaan atau 0,28 pendapatan/keuntungan. Jika dikonversi ke persen maka setiap korbanan 100% untuk menghasilkan 128% penerimaan atau 28% pendapatan/keuntungan.

Page 5 of 12 | Total Record : 114