cover
Contact Name
Hadi Riyadi
Contact Email
jurnalgizidietetik@apps.ipb.ac.id
Phone
+628984223735
Journal Mail Official
jurnalgizidietetik@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor Jl. Kamper, Kampus IPB Dramaga, Bogor, Indonesia, 16680
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik
ISSN : -     EISSN : 28300890     DOI : -
Core Subject : Health, Agriculture,
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik (Journal of Nutritional Science and Dietetics) merupakan jurnal ilmiah yang mempublikasikan berbagai artikel penelitian tentang ilmu gizi dan dietetik, yang berhubungan dengan aspek biokimia gizi, gizi klinik, gizi masyarakat, gizi olahraga, dietetik, komponen pangan untuk kesehatan, suplementasi dan fortifikasi gizi, ketahanan pangan dan gizi, pendidikan dan konseling gizi, serta aspek sosioekonomi dan budaya gizi, termasuk regulasi dan informasi gizi dan dietetik.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "vol 4 no 3 (2025)" : 10 Documents clear
Pengembangan Abon Ikan Kembung dan Kerang Hijau sebagai Alternatif Lauk Tinggi Protein dan Zat Besi: The Development of Mackerel Fish and Green Mussels Floss as an Alternative High Protein and Iron Side Dish Safitri, Indira Nur; Marliyati, Sri Anna; Nasution, Zuraidah
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik Vol 4 No 3 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran Dan Gizi, IPB University dan PERGIZI PANGAN Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jigd.2025.4.3.227-234

Abstract

Green mussel is a food ingredient rich in nutrients and widely known by the general public due to its affordable price and easy accessibility. Mackerel fish floss with the substitution of green mussel is one alternative dish that can help improve the provision of protein and iron for women of reproductive age. This research aims to develop and analyze the nutritional content of the floss product based on mussels. The study used three different formulations with varying ratios of mackerel fish and green mussel: F0(100:0), F1(80:20), and F2(60:40). Based on organoleptic tests, physical characteristics, and nutritional content analysis, F2 was determined as the selected formula. The selected formulation of the floss contains 8.93% moisture content, 6.04% ash content, 34.91% protein, 27.85% fat, 22.27% carbohydrates, and 8.17 mg of iron. A serving size of the mackerel fish floss with green mussel substitution, equivalent to 1 tablespoon, contributes 72 kcal (3.2-3,5%) of daily energy for woman of reproductive age. The selected formulation of mackerel fish and green mussels floss meets the criteria to claim it as a high-protein and iron product.
Uji Organoleptik dan Analisis Zat Gizi Brownies Buah Merah (Pandanus conoideus Lam.) sebagai Kudapan Tinggi Antioksidan: Sensory Evaluation of Brownies with Red Fruit Brownies (Pandanus conoideus Lam.) as a Potential High-Antioxidant Snack Hamadi, Carolin Selvi A.; Bauw, Yuni Larasihu; Lusiana, Sanya Anda; Weridity, Paskalina A. A
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik Vol 4 No 3 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran Dan Gizi, IPB University dan PERGIZI PANGAN Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jigd.2025.4.3.168-172

Abstract

Brownies merupakan salah satu jenis kue yang populer dan dapat dijadikan sebagai snack tambahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan brownies berbahan dasar buah merah (Pandanus conoideus) yang kaya akan antioksidan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yaitu tiga formulasi berbeda (F1:25%, F2:50%, dan F3:75% sari buah merah). Evaluasi organoleptik dilakukan terhadap warna, aroma, rasa, dan tekstur dengan melibatkan 25 panelis. Uji statistik menggunakan uji Kruskal Wallis dan uji lanjutan Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula F2 (50% sari buah merah) memiliki tingkat kesukaan tertinggi dengan skor rata-rata terbaik dalam aspek warna (4,28) p-value 0,013, aspek rasa (4,32) p-value 0,926, aspek aroma (4,16) p-value 0,704, dan aspek tekstur (4,16) p-value 0,364. Analisis kandungan gizi menunjukkan bahwa F2 mengandung energi sebesar 265,14 kkal, protein 8,94 g, lemak 9,38 g, dan karbohidrat 35,20 g. Kesimpulannya, brownies buah merah dapat menjadi alternatif snack sehat dengan kandungan antioksidan yang bermanfaat.  
Analisis Pendapatan, Kemiskinan, Ketimpangan, dan Asupan Gizi Masyarakat di Sekitar Kampus IPB Dramaga: Analysis of Income, Poverty, Inequality, and Nutrients Intake in the Community Around Dramaga IPB Campus Aptaribowo, Thoriq Dhiya; Khomsan, Ali; Sukandar, Dadang
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik Vol 4 No 3 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran Dan Gizi, IPB University dan PERGIZI PANGAN Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jigd.2025.4.3.173-181

Abstract

Nutrition problem is one of many problems that become a serious concern in developing countries. In 2024, cases of stunting in Indonesia are around 19,8% with cases of stunting in Bogor City is around 18.7% and in Bogor Regency is around 27.4% (Kemenkes 2025). To meet the targeted stunting reduction of 14.2% in the year 2029, we need to assess the factors that play a role in influencing the household nutrition intake. One of the factors that affects the nutritional intake of individuals or families is economic conditions. This study aims to analyze the energy and protein intake of communities around the IPB Dramaga Campus and its relationship with poverty levels, inequality, and real income in 2024. The study uses secondary data consisting of the adequacy of energy intake, protein intake, and income. The analysis includes poverty levels based on the Foster-Greer-Thorbecke (FGT) index, the Gini Ratio, and the correlation between income and the adequacy of energy and protein intake. The poverty lines used are those from BPS (Statistics Indonesia), Sajogyo, the World Bank, and the Gold Standard. The results show a comparison of poverty percentages, poverty depth, and poverty severity as follows: P0=0.15;0.5;0.48;0.86; P1=0.04;0.01;0.15;0.56; P2=0.02;0.01;0.07;0.39. In addition, the Gini Ratio is 0.57, indicating a high level of inequality. There is a very weak correlation between income and the adequacy of energy intake (r=-0.19;p=0.05) and protein intake (r=-0.09;p=0.36), suggesting that economic conditions are not the main factor influencing the nutritional intake of communities around the IPB Dramaga Campus.
Laporan Kasus: Proses Asuhan Gizi Terstandar pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 dengan Riwayat Hipoglikemi Terkoreksi dan Chronic Kidney Disease (CKD) di RSUD Cibinong: Case Report: Standardized Nutrition Care Process for a Type 2 Diabetes Mellitus Patient with Corrected Hypoglycemia and Chronic Kidney Disease (CKD) at RSUD Cibinong Aliah, Nur; Marliyanti, Sri Anna
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik Vol 4 No 3 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran Dan Gizi, IPB University dan PERGIZI PANGAN Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jigd.2025.4.3.182-189

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan serangkaian penyakit metabolik yang memiliki tanda dan gejala hiperglikemia. Kondisi DM yang tidak terkontrol menyebabkan hiperglikemia kronik sehingga membuat glucose load ke ginjal meningkat. Hal ini membuat beban ginjal semakin meningkat yang jika terjadi terus menerus dapat menyebabkan fungsi ginjal menurun yang ditandai dengan hasil nilai laboratorium ureum dan kreatinin yang tinggi. Kadar ureum yang tinggi menyebabkan sindrom uremia yang salah satunya merupakan terganggunya keseimbangan asam dan basa. Hal ini dapat menyebabkan produksi asam lambung meningkat dan membuat mual. Mual yang dirasakan berpengaruh pada nafsu makan yang juga mengalami penurunan, penurunan nafsu makan akan mengakibatkan asupan makan berkurang sehingga akan menyebabkan terjadinya hipoglikemi. Tujuan studi kasus ini menerapkan proses asuhan gizi terstandar (PAGT) dan kolaborasi profesional pemberi asuhan (PPA) tehadap pasien penyakit dalam (Diabetes Melitus) di RSUD Cibinong. Laporan ini memaparkan kasus pasien perempuan berusia 54 tahun dengan diabetes mellitus tipe 2 riwayat hipoglikemi dan chronic kidney disease (CKD), status gizi normal. Pasien dibawa ke instalasi gawat darurat (IGD) karena tidak sadarkan diri. Hasil pemeriksaan biokimia mengalami hipoglikemi, ureum dan creatinin tinggi, serta hemoglobin rendah. Diagnosis gizi yang ditegakkan adalah NI-2.1  Asupan oral tidak adekuat, NC-2.2 Perubahan nilai laboratorium terkait gizi, dan NB-1.6 Ketidakpatuhan terhadap rekomendasi gizi yang diberikan. Pemberian terapi dilakukan secara kolaborasi antar profesional pemberi asuhan. Pemberian diet pada pasien sesuai dengan kondisi pasien dengan memperhitungkan kebutuhan gizi sesuai dengan status gizi, faktor aktifitas, faktor stress serta usia. Diet yang diberikan diet diabetes melitus rendah protein dengan konsistensi lunak, route melalui oral. Asupa zat gizi selama tiga hari intervensi mengalami peningkatan, rata-rata asupan energi 72,33%, protein 74,67%, lemak 75,67% dan karbohidrat 67%. Kesimpulan: Penerapan proses asuhan gizi terstandar yang didukung oleh kolaborasi dalam memberikan pelayanan memberikan kesehatan yang optimal bagi pasien sehingga status tidak terjadi malnutrisi dan glukosa darah terkontrol.  
Penyuluhan Gizi melalui Video terhadap Pengetahuan dan Sikap Remaja SMA/MA di Wilayah Kerja Puskesmas Selong : The Effect of Nutrition Counseling through Video on Adolescents Senior High School Knowledge and Attitudes in Selong Health Center Working Area Utama, Lalu Juntra; Sundari, Wiwik; Khairul Abdi, Lalu; Ardesa, Yopi Harwinanda; Yunita, Lina
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik Vol 4 No 3 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran Dan Gizi, IPB University dan PERGIZI PANGAN Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jigd.2025.4.3.190-196

Abstract

Kurangnya pengetahuan gizi pada remaja merupakan salah satu penyebab kekurangan gizi secara tidak langsung. Upaya pencegahan hal ini dapat dilakukan dengan memberikan penyuluhan gizi dengan media yang dapat menarik minat remaja untuk mempelajarinya, seperti media video. Penelitian ini merupakan penelitian quasi-eksperimental dengan rancangan non-equivalent control group pretest posttest. Jumlah populasi dalam penelitian ini sebanyak 1172 siswa dari 10 SMA di Wilaayah Kerja Puskesmas Selong. Sampel dihitung menggunakan rumus Notoatmodjo 2005 diperoleh hasil 322 siswa terbagi menjadi 2 kelompok yaitu 163 siswa kelompok intervensi dan 159 siswa kelompok kontrol. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan tes Wilcoxon. Hasil pengetahuan dan sikap meningkat setelah diberikan media video masing-masing sebesar 49% dan 28%. Hasil ini dibuktikan melalui penggunaan uji parametrik (Independent T-test) diperoleh nilai p-value=0,000 (p<0,05) artinya ada pengaruh yang signifikan. Terjadi peningkatan pengetahuan dan sikap remaja terkait gizi seimbang pada remaja setelah diberikan penyuluhan gizi dengan media video. Namun, tidak ada perbedaan antara konseling melalui video dan leaflet.
Efektivitas Minuman Kelapa untuk Mempercepat Rehidrasi dan Pemulihan Pasca Latihan pada Atlet Futsal Remaja Putra: Effectiveness of Coconut Drink to Accelerate Rehydration and Post-Training Recovery in Male Futsal Athlete Sumule, Jordan Tirto; Setiawan, Budi; Dewi, Mira
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik Vol 4 No 3 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran Dan Gizi, IPB University dan PERGIZI PANGAN Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jigd.2025.4.3.197-203

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh minuman kelapa terhadap status rehidrasi dan pemulihan pasca latihan pada atlet futsal remaja laki-laki. Minuman kelapa terbuat dari pencampuran daging dan air kelapa dengan alat blender. Varietas buah kelapa yang digunakan adalah buah kelapa genjah dengan usia buah 6 sampai 8 bulan. Minuman kelapa diberikan kepada atlet remaja futsal pria setelah melakukan sesi latihan agar diketahui efektivitasnya dalam pemulihan status hidrasi dan energinya. Studi ini menggunakan desain cross-over, dilaksanakan di SMA Islam Terpadu Bina Bangsa Sejahtera, kota Bogor dan melibatkan 22 subjek. Subjek merupakan atlet futsal remaja putra yang berusia 16-18 tahun. Total 22 subjek kemudian dibagi dalam dua kelompok menjadi 11 subjek dalam satu kelompok. Setiap kelompok akan diberikan minuman yang berbeda pada minggu ketiga. Minuman yang digunakan pada penelitian ini terdiri dari minuman kelapa dan minuman air mineral kemasan. Periode washout diberikan pada minggu kedua untuk menetralisir efek pemberian yang diterima pada saat minggu pertama. Pengukuran status hidrasi menggunakan pengukuran berat badan sebelum dan setelah latihan. Status rehidrasi didapatkan dengan mengukur penambahan berat badan setelah diberikan minuman kelapa. Pemulihan energi diukur melalui kemampuan daya maksimal push up dan kemampuan kecepatan sprint dengan jarak 35 m. Pencatatan tekanan darah serta detak jantung diukur sebelum dan sesudah latihan serta setelah diberikan minuman kelapa ditujukan untuk mengetahui manfaat minuman kelapa mengembalikan kondisi tubuh setelah latihan menjadi normal. Penilaian sensasi minuman setelah dikonsumsi pasca latihan terdiri dari rasa haus, kembung, mual, perasaan tidak segar, dan rasa kelelahan. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada minuman kelapa (p=0,15) dan air mineral kemasan (p=0,35) dalam meningkatkan status hidrasi atlet. Namun, minuman kelapa lebih baik dalam memulihkan status tekanan darah, detak jantung, dan pemulihan energi (p>0,05). Minuman kelapa memiliki efek yang lebih baik terhadap persepsi sensasi minuman dibanding air mineral kemasan (p>0,05).
Hubungan Asupan Mikronutrien dengan Kejadian Diabetes Melitus Tipe 2 pada Dewasa di Wilayah Kerja Puskesmas Mojo Surabaya: Relationship between Micronutrient Intake and the Incidence of Type 2 Diabetes Mellitus among Adults in Mojo Public Health Centre Surabaya Kamila, Salwa Naura; Sumarmi, Sri
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik Vol 4 No 3 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran Dan Gizi, IPB University dan PERGIZI PANGAN Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jigd.2025.4.3.204-212

Abstract

Type 2 Diabetes Mellitus is a health problem that has long-term impacts, causing damage to blood vessels in the liver, eyes, kidneys, and nerves. The mechanism of type 2 diabetes is caused by two main factors: imperfect insulin secretion by pancreatic β-cells and the inability of insulin-sensitive tissues to respond to insulin. The risk of type 2 diabetes increases with age. However, the onset of type 2 diabetes now occurs earlier in individuals, starting at the age of twenty. In addition to the effects of high sugar consumption, micronutrient deficiencies are also a factor in the occurrence of type 2 diabetes. Micronutrients play a role in increasing the work of the insulin hormone in regulating blood sugar in the body. This study aims to analyze the relationship between micronutrient intake and the incidence of type 2 diabetes in adults in the Mojo Health Center work area, Surabaya. This study employs a case-control study design with a sample size of 33 respondents for each case and control group, resulting in a total of 66 respondents. Data collection was carried out using an SQ-FFQ. Random blood sugar level data were obtained through blood tests with a glucometer. Data analysis was carried out using the Chi-square correlation test. The results show that there is a relationship between zinc intake (p=0.014; OR=4.025) and manganese (p=0.049; OR=3.316) with the incidence of type 2 diabetes. There is no relationship between selenium intake (p=1.000) and chromium intake (p=1.000) with the incidence of type 2 diabetes. Based on the results of the study, it can be concluded that insufficient zinc intake increases the risk of type 2 diabetes 4.025 times, and insufficient manganese intake increases the risk of type 2 diabetes 3.316 times. Diabetes mellitus patients can consume foods containing high levels of zinc and manganese, such as shellfish, beef, nuts, milk, eggs, and brown rice in an effort to reduce the severity of the disease.
Korelasi Emotional Eating, Penggunaan Media Sosial, dan Konsumsi Junk Food dengan Kegemukan pada Mahasiswa: Correlation of Emotional Eating, Social Media Use, and Junk Food Consumption with Overweight and Obesity in College Students Arib, Muhammad Althof Salman; Arib, Muhammad Althof Salman Arib; Rosdiana, Delita Septia; Astuti, Widya; Sentani, Muchamad Rizki
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik Vol 4 No 3 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran Dan Gizi, IPB University dan PERGIZI PANGAN Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jigd.2025.4.3.221-226

Abstract

Overweight and obesity have emerged as global health issues, including in young adults such as university students. These conditions are caused by the excessive build-up of adipose tissue, leading to body weight above the normal range. A BMI over 25 kg/m² indicates this state. Factors influencing overweight and obesity among university students include emotional eating habits, time spent on social media, and junk food intake frequency. This study aims to examine risk factors associated with overweight and obesity among students at Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). A cross-sectional method with proportional sampling across nine faculties was applied. The sample consisted of 46 UPI undergraduate students, selected using the Lemeshow formula with a 10% error margin. Chi-Square was used for bivariate analysis. The findings revealed a significant relationship between emotional eating (p=0.037) and overweight and obesity. Meanwhile, no significant association was observed for social media duration (p=0.861) or junk food consumption frequency (p=0.732) with overweight and obesity.
Pengaruh Jus Buah Ciplukan (Physalis angulata L) terhadap Kadar Lipid Pasien Hipertensi: Efek pada Kolesterol Total dan Trigliserida: The Effect of Cutleaf Groundcherry Fruit (Physalis angulata L) Juice on Lipid Levels in Hypertensive Patients with Dyslipidemia: Effect on Total Cholesterol and Triglycerides Permatasari, Rizqi Annisa; Kartikasari, Lilik Retna; Lestari, Anik
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik Vol 4 No 3 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran Dan Gizi, IPB University dan PERGIZI PANGAN Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jigd.2025.4.3.213-220

Abstract

Hipertensi sering disertai dislipidemia yang ditandai peningkatan kolesterol total dan trigliserida. Senyawa bioaktif dalam buah ciplukan, seperti quercetin dan flavonoid, diketahui memiliki efek hipolipidemik. Penelitian ini bertujuan menilai pengaruh jus ciplukan terhadap profil lipid pasien hipertensi. Desain kuasi-eksperimental pretest-posttest dengan kontrol dilakukan pada pasien hipertensi di Puskesmas Gambirsari. Kelompok kontrol mendapat amlodipin dan edukasi gizi, sedangkan kelompok intervensi mendapat tambahan 250 mL jus ciplukan per hari selama 30 hari. Pemeriksaan kolesterol total (CHOD-PAP) dan trigliserida (GPO-PAP) dilakukan sebelum dan sesudah intervensi. Analisis statistik menggunakan t-test, Wilcoxon, dan Mann-Whitney. Hasil menunjukkan penurunan signifikan kolesterol total pada kedua kelompok, namun trigliserida hanya menurun signifikan pada kelompok intervensi. Rata-rata penurunan lebih besar pada kelompok jus ciplukan dibandingkan kontrol, meskipun belum mencapai kadar normal. Penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun terjadi penurunan kolesterol total dan trigliserida setelah intervensi, tidak terdapat perbedaan signifikan antara kelompok yang mengonsumsi jus ciplukan dan kelompok kontrol. Nilai ∆p untuk kadar kolesterol total (p=0,482) dan untuk ∆p kadar trigliserida (p=0,383).
Perbedaan Determinan Stunting Balita pada Dua Kabupaten dan Kota dengan Prevalensi Tinggi dan Rendah: Differences in Stunting Determinants among Under-Five Children in a High and Low Prevalence Region in Indonesia Srirezeki, Yulia; Briawan, Dodik; Widodo, Yekti
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik Vol 4 No 3 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran Dan Gizi, IPB University dan PERGIZI PANGAN Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jigd.2025.4.3.235-244

Abstract

Indonesia was ranked 59th in the human capital index (HCI) among 117 countries with the low middle income. Stunting child free percentage is one of the HCI’s measurement indicator. The results of the 2022 Indonesian Nutritional Status Survey (SSGI) 2022 showed Banten Province was a high prevalence of stunting (20%).  Banten determined as a priority province for accelerating stunting reduction in Indonesia. Selected research region were Pandeglang District as a high stunting prevalence (29,4%) and South Tangerang City as a low stunting prevalence (9%) based on the 2022 SSGI. This study aimed to analyze differences stunting determinants between South Tangerang City and Pandeglang District. This type of research utilized secondary data from the 2022 SSGI results. SSGI 2022 used a cross-sectional study design. The Subject were under five (0-59 months) with a total of 551 in South Tangerang city and 291 Pandeglang district with total number 842 under five. Data were analyzed using SPSS 22 application. Binary Logistic Regression with 5% significancy and 95% confident interval was used for the data analyzation. Stunting determinants in Pandeglang district were lived in rural (OR= 2,251), low birth length (OR= 2,559), and diarrhea (OR= 3,157). Poor sanitation (OR= 31,328) was stunting determinant in South Tangerang city. Stunting reduction interventions in Pandeglang District are needed comprehensively at both individual and household levels, while in South Tangerang City at the household level.

Page 1 of 1 | Total Record : 10