cover
Contact Name
Agrippina Wiraningtyas
Contact Email
agriwiraningtyas@gmail.com
Phone
+6282247496708
Journal Mail Official
agrippina.wiraningtyas_kim@stkipbima.ac.id
Editorial Address
Jl. Piere Tendean - Mande Kota Bima Kode POS 84119
Location
Kota bima,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Redoks : Jurnal Pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia
ISSN : 26855402     EISSN : 26147300     DOI : https://doi.org/10.33627/re.v5i2
Jurnal Redoks merupakan media publikasi ilmiah yang disediakan untuk menerbitkan artikel-artikel hasil penelitian berupa karya ilmiah dibidang Pendidikan Kimia, Ilmu Kimia, Kimia Terapan, Inovasi Kimia dan umumnya IPA dari kalangan guru-guru dosen, mahasiswa dan praktisi peneliti.
Articles 80 Documents
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) BERBASIS MODEL LEARNING CYCLE 5E UNTUK MENINGKATKAN SIKAP ILMIAH SISWA Magfirah Perkasa; Ramlah Ramlah; Putri Ayu Mutmainnah
JURNAL REDOKS : JURNAL PENDIDIKAN KIMIA DAN ILMU KIMIA Vol 6 No 2 (2023): Jurnal Redoks : Jurnal Pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia STKIP Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/re.v6i2.1269

Abstract

Lembar Kerja Siswa (LKS) merupakan salah satu alat bantu pengajaran berupa lembaran-lembaran yang berisi tugas yang harus dikerjakan oleh siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kategori kelayakan Lembar Kerja Siswa (LKS) berbasis model Learning Cycle 5E untuk meningkatkan Sikap Ilmiah siswa pada materi sistem koloid yang layak dan diterima baik oleh guru. Jenis penelitian ini yaitu Research and Development (R & D) dengan model 3D yang merupakan penyederhanaan model 4D dari Thiagarajan. Tahapan penelitian terdiri dari tahap Define, Design, dan Develop. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui lembar validasi. Analisis data hasil validasi pada penelitian ini menggunakan skala Likert untuk menguji validitas produk Lembar Kerja Siswa (LKS). Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil penilaian dari validator I dengan nilai rata-rata 76,3%, validator II dengan nilai rata-rata 94,7%, dan dari validator III dengan nilai rata-rata 90,7%. Rata-rata yang didapatkan oleh ketiga validator yaitu 87,2% dan dikategorikan sangat layak. Hasil penelitian diperoleh Lembar Kerja Siswa (LKS) berbasis model Learning Cycle 5E untuk meningkatkan sikap ilmiah siswa yang telah teruji kelayakanya dan dapat diterima dengan baik berdasarkan validasi ahli.
PENENTUAN NILAI SPF (SUN PROTECTION FACTOR) EKSTRAK KULIT BAWANG MERAH (ALLIUM CEPA L) Agrippina Wiraningtyas; Santrianingsih Santrianingsih; Putri Ayu Mutmainnah; Ramlah Ramlah; Amang Ilman
JURNAL REDOKS : JURNAL PENDIDIKAN KIMIA DAN ILMU KIMIA Vol 6 No 2 (2023): Jurnal Redoks : Jurnal Pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia STKIP Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/re.v6i2.1278

Abstract

Kulit bawang merah (Allium Cepa L) merupakan limbah yang mengandung senyawa flavonoid yang berpotensi sebagai tabir surya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai SPF dari lotion ekstrak kulit bawang merah (Allium Cepa L). Kulit bawang merah diekstraksi menggunakan pelarut etanol 50% dengan metode maserasi. Lotion dibuat dengan metode pencampuran dua fase, yaitu fase minyak dan fase air. Formula dibuat dengan variasi konsentrasi lotion yang berbeda. Pada Formula 1 sebagai formula kontrol (tanpa ekstrak), Formula 2 dengan konsentrasi ekstrak sebesar (1%), Formula 3 (3%) dan Formula 4 (5%). Pengujian nilai SPF dilakukan menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Berdasarkan hasil uji secara kimia menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada Formula 1 diperoleh nilai SPF 0,21; Formula 2 diperoleh nilai SPF 0,50; Formula 3 diperoleh nilai SPF 0,58 dan Formula 4 diperoleh nilai SPF 2,89. Dari keempat formula, nilai SPF yang memenuhi persyaratan sebagai tabir surya adalah formula 4 pada konsentrasi 5% dengan nilai SPF 2,89 dan tergolong kategori proteksi minimal, karena semakin besar konsentrasi maka semakin besar nilai SPF nya.
PENGARUH PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING TERHADAP LITERASI SAINS SISWA KELAS Xl PADA MATERI SENYAWA HIDROKARBON DI SMAN 1 SOROMANDI Nunung Nuri; Sry Agustina; Nurfidianty Annafi; Suryani Suryani; Nurjanah Nurjanah
JURNAL REDOKS : JURNAL PENDIDIKAN KIMIA DAN ILMU KIMIA Vol 6 No 2 (2023): Jurnal Redoks : Jurnal Pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia STKIP Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/re.v6i2.1311

Abstract

Literasi sains adalah suatu kapasitas yang menggunakan pengetahuan sains, mengidentifikasi pertanyaan yang ada dan menarik kesimpulan berdasarkan pengamatan dan fakta yang ada serta dapat membuat keputusan dalam memecahkan suatu masalah. Pembelajaran yang masih bersifat konvensional mengakibatkan peserta didik tidak aktif dalam pembelajaran maka itu perlu adanya perbaikan dalam pembelajaran yaitu dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing. Berdasarkan hasil pra penelitian bahwa kemampuan literasi sains dan sikap ilmiah peserta didik masih rendah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap literasi sains peserta didik kelas Xl pada materi senyawa hidrokarbon di SMAN 1 Soromandi. Penelitian ini merupakan jenis penelitian quasy experimen design. Sampel dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas Xl SMAN 1 Soromandi . Teknik pengambilan sampel yang dilakukan peneliti adalah teknik cluster random sampel dengan materi yang diajar kansenyawa hidrokarbon. Proses pengumpulan data yang peneliti lakukan dengan menggunakan instrumen tes, wawancara, observasi, dan dokumen lainnya. Dari hasil penelitian yang dilakukan bahwa bahwa nilai Sig (2.tailed)≤ 0,05 maka Ha diterima dan Ho ditolak hal ini dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikasi antara hasil belajar siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Artinya terdapat pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap literasi sains.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJAN INTERAKTIF BERBASIS POWER POINT PADA MATERI S HIDROKARBON UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS XI SMA Suryani Suryani; Sry Agustina; Agrippina Wiraningtyas; Nurfidianty Annafi
JURNAL REDOKS : JURNAL PENDIDIKAN KIMIA DAN ILMU KIMIA Vol 7 No 1 (2024): Jurnal Redoks : Jurnal Pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia STKIP Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/re.v7i1.1317

Abstract

Media pembelajaran interaktif berbasis powert point merupakan salah satu media pembelajaran yang yang memanfaatkan kecanggihan teknolgi, yang bisa digunakan guru untuk menyampaikan pesan dan merangsang prosesb belajar peserta didik dari pengirim ke penerima, meliputi pikiran, perasaan, minat, perhatian peserta didik untuk memperlancar proses pembelajaran. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kelayakan media pembelajaran interaktif berbasis powert point untuk meningkatkan motivasi belajar siswa SMA Negeri 1 Monta pada materi hidrokarbon yang layak dan dapat diterima baik oleh guru. Jenis penelitian ini yaitu Research and Developmen (R & D) dengan model 3D yang merupakan penyederhanaan model 4D dari Thiagarajan. Tahapan penelitian terdiri dari tahap Define, Design, dan Develop. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui lembar validasi. Analisis data hasil validasi ini dihitung menggunakan rumus skala likert untuk menguji validitas produk media pembelajaran interaktif berbasis powert point. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa hasil penilaian dari validator I dengan nilai rata-rata 80,5%, validator II dengan nilai rata- rata 75% dan dari validator III 80,5% rata –rata yang didapatkan oleh ketiga validator yaitu 82,5% dikategorikan sangat layak.hasil penelitian diperoleh Media pembelajaran interaktif berbasis powert point untuk meningkatkan motivasi belajar siswa yang telah teruji kelayakannya berdasarkan validasi dari ketiga ahli.
IMPLEMENTASI EDUPRENEURSHIP PESERTA DIDIK DALAM PROGRAM MA PLUS KETERAMPILAN AGRIBISNIS PENGOLAHAN HASIL PERTANIAN (APHP) MAN TEMANGGUNG Fenti Afisah; Sigit Tri Utomo; Andrian Gandi Wijanarko
JURNAL REDOKS : JURNAL PENDIDIKAN KIMIA DAN ILMU KIMIA Vol 7 No 1 (2024): Jurnal Redoks : Jurnal Pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia STKIP Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/re.v7i1.1354

Abstract

Pendidikan dan entrepreneurship merupakan kolaborasi yang sangat bermanfaat dalam menjalani segala dinamika kehidupan dan memaknainya entrepreneurship merupakan proses yang penuh dengan perencanaan, implementasi, evaluasi sehingga segala dinamika yang dilakukan mengarah pada target untuk mengetahui implementasi edupreneurship dalam program MA plus keterampilan APHP MAN Temanggung dan untuk mengetahui implikasi edupreneurahip program MA plus keterampilan APHP MAN Temanggung dalam mengembangkan kemandirian peserta didik. Dalam penelitian ini, jenis penelitian lapangan tergolong metode kualitatif, karena pengumpulan data berlangsung di lingkungan alam dan tujuannya untuk menginterprestasikan fenomena yang terjadi di mana peneliti adalah sebagai instrumen kunci. Jenis dan sumber data ada data primer dan data sekunder, sedangkan teknik pengumpulan data ada metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Ada tiga tahapan yang harus dikerjakan dalam menganalisis data penelitian kualitatif, yaitu reduksi data, display data (penyajian data), dan penarikan kesimpulan. Kemudian triangulasi data ada triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan triangulasi waktu. Diketahui bahwa implementasi edupreneurship dalam program MA plus keterampilan APHP MAN Temanggung memberikan pengajaran ilmu kewirausahaan untuk membentuk karakteristik kewirausahaan agar muncul sikap kemandirian serta tanggung jawab bagi peserta didik. Implikasi darii edupreneurship dalam kemandirian peserta didik adalah terbentuknya sikap kemandirian dan tanggung jawab serta memunculkan karakteristik kewirausahaan untuk peserta didik terutama di MAN Temanggung.
IDENTIFIKASI AKTIVITAS ENZIM NANAS (Ananas comosus) DAN PEPAYA (Carica papaya) PADA AGAR-AGAR DAN GELATIN Zaky Zakaria; Sabilla Safa Annisa Qurrota
JURNAL REDOKS : JURNAL PENDIDIKAN KIMIA DAN ILMU KIMIA Vol 7 No 1 (2024): Jurnal Redoks : Jurnal Pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia STKIP Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/re.v7i1.1634

Abstract

Nanas (Ananas comosus) dan pepaya (Carica papaya) adalah buah yang sering dimaanfaatkan dan mudah ditemukan di Indonesia. Penelitian bertujuan mengidentifikasi aktivitas enzim buah nanas dan pepaya bermedia agar dan gelatin. Bagaimana dapat diketahui dan diidentifikasi enzim bromealin dalam buah nanas dan enzim papain dalam agar-agar dan gelatin merupakan rumasan masalah penelitian ini. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berdasarkan hasil percobaan. Pengumpulan data berupa pengumpulan data primer bersumber dari eksperimen langsung dan data sekunder dengan studi literatur jurnal dan artikel relevan. Pengumpulan data dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengamatan dilakukan langsung dan mengamati gejala yang timbul. Penelitian memerlukan alat bahan dan prosedur yang mendukung pelaksanaan penelitian. Terdapat tiga percobaan dilakukan pada penelitian ini. Buah nanas mengandung enzim bromealin dan pepaya mengandung enzim papain yang termasuk enzim proteolitik yaitu enzim yang memecah struktur protein sehingga dapat menghambat kemampuan agar dan gelatin dalam membentuk gel yang kaku. Buah yang masih muda mengandung lebih banyak enzim. Pemanasan yang dilakukan dapat merusak aktivitas enzim. Agar dan gelatin sebagai subtrat ketika direaksikan dengan enzim protease interaksinya berbeda. Gelatin dicampur nanas atau papaya pada proses pendinginannya lunak namun menjadi lebih cair dibandingkan agar, hal ini karena enzim pada buah menjadi rusak (denaturasi) dan tidak dapat bekerja dengan baik karena pemanasan (perebusan) yang dilakukan.
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) BERBASIS LEARNING CYCLE 5E UNTUK MENINGKATKAN SIKAP ILMIAH SISWA KELAS XI Ramlah Ramlah; putri ayu mutmainnah; Magfirah Perkasa
JURNAL REDOKS : JURNAL PENDIDIKAN KIMIA DAN ILMU KIMIA Vol 7 No 1 (2024): Jurnal Redoks : Jurnal Pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia STKIP Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/re.v7i1.1844

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan LKS pada materi koloid berbasis Leaning Cycle 5E pada kelas XI. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang mengacu pada model 4-D menurut Thiagarajan. Penelitian ini dibatasi pada tiga tahap yaitu 1) tahap pendefinisian (Define) 2) tahap perancangan (Design) 3) tahap pengembangan (Develop). Sasaran penelitian ini adalah LKS Kimia pada materi koloid. Kelayakan LKS ditinjau dari 3 aspek yaitu aspek media, aspek materi, dan aspek bahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKS berbasis Leaning Cycle 5E yang dikembangkan baik dan layak untuk digunakan sebagai sumber pembelajaran siswa. Hal ini ditunjukkan dari hasil validasi validator mendapat persentase penilaian masing-masing masing-masing validator I yaitu 76,3%, validator II yaitu 94,7% dan validator III dengan nilai 90,7%.
ANALISIS KONSEP TERMODINAMIKA BERBASIS ETNOSAINS DALAM PROSES PEMBUATAN GENTENG DI MAGELANG Zakaria, Zaky; Handayani, Risma Nanda; Mariska, Revi; Sari, Shindi Puspita; Trisnowati, Eli
JURNAL REDOKS : JURNAL PENDIDIKAN KIMIA DAN ILMU KIMIA Vol 7 No 1 (2024): Jurnal Redoks : Jurnal Pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia STKIP Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/re.v7i1.1845

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mengenai konsep termodinamika yang berkaitan dengan etnosains dalam proses pembuatan genteng. Pengambilan data meliputi data primer yang dikumpulkan melalui teknik observasi dan wawancara, serta data sekunder melalui studi literatur penelitian dan dokumen lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep termodinamika yang terjadi pada proses produksi genteng yaitu terjadi pada saat penjemuran dan pembakaran. Saat penjemuran terjadi penguapan yang bertujuan untuk mengurangi kadar air yang terkandung dalam genteng, sedangkan untuk proses pembakaran terjadi proses perpindahan panas dari api yang dihasilkan dari pembakaran kayu ke genteng mentah. Oleh karena itu, proses tersebut sesuai dengan hukum termodinamika II. Kata Kunci: Etnosains, pembuatan genteng, konsep termodinamika
IMPLEMENTASI MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) BERBASIS KEARIFAN LOKAL UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PADA MATERI KOLOID KELAS XI SMAN 3 KOTA BIMA NAFSIA nafsia; Sry Agustina; Putri Ayu Mutmainah
JURNAL REDOKS : JURNAL PENDIDIKAN KIMIA DAN ILMU KIMIA Vol 7 No 2 (2024): Jurnal Redoks : Jurnal Pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia STKIP Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/re.v7i2.2209

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang implementasi problem based learning berbasis kearifan lokal untuk meningkatkan berpikir kritis pada materi koloid kelas XI SMA Negeri 3 kota Bima. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh implementasi model Problem Based Learning berbasis kearifan lokal terhadap peningkatan berpikir kritis pada materi koloid kelas XI SMAN 3 Kota Bima. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode quasi eksperimen dengan desain pretest dan posttest. Sampel penelitan ini menggunakan dua kelas XI MIPA 3 dan XI MIPA 4 berjumlah 63 siswa dengan teknik pengumpulan data menggunakan angket dan tes soal pilihan ganda. Data hasil penelitian dianalisis dengan cara uji normalitas, homogenitas, N-Gain dan Independent simple T test. Hasil penelitian menunjukkan hasil uji N-Gain diperoleh rata-rata N-Gain hasil belajar peserta didik kelas eksperimen sebesar 0,45 dengan kategori sedang dan kelas kontrol sebesar 0,27 dengan kategori rendah. Sedangkan uji-t didapatkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,00 yang berati terdapat perbedaan yang siginifikan mengenai berpikir kritis peserta didik antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning berbasis kearifan lokal berpengaruh positif terhadap peningkatan keterampilan berpikir kritis peserta didik pada materi koloid KELAS XI SMA Negeri 3 kota Bima.
PEMBUATAN SEDIAAN SALEP DERMATITIS DARI BAHAN BAKU RIMPANG JAHE, LENGKUAS, DAN SERAI Rizki Putri Sekarini; Ani Purwanti
JURNAL REDOKS : JURNAL PENDIDIKAN KIMIA DAN ILMU KIMIA Vol 7 No 2 (2024): Jurnal Redoks : Jurnal Pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia STKIP Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/re.v7i2.2236

Abstract

Sediaan salep dari tanaman herbal merupakan salah alternatif untuk mengatasi kulit yang mengalami peradangan (dermatitis). Di Kota Magelang banyak terdapat tanaman obat diantaranya rimpang jahe, lengkuas, dan serai yang selama ini hanya terbatas sebagai obat dan bahan minuman tradisional. Manfaat maksimal dari rimpang yang memiliki kombinasi khasiat sebagai anti jamur, bakteri, radang tersebut dapat diperoleh dengan dibuat formulasi dalam bentuk salep yang aman dan praktis digunakan. Saat ini belum ada produk sediaan salep yang dibuat dari kombinasi ekstrak rimpang jahe, lengkuas, dan juga serai, sehingga perlu dilakukan penelitian pembuatan salep yang dilanjutkan dengan pengujian menentukan karakteristik salep tersebut sehingga nantinya dapat diproduksi massal. Tumbuhan obat herbal yang digunakan dalam penelitian ini adalah rimpang jahe, lengkuas, dan serai. Sampel dibuat menjadi ekstrak kental menggunakan metode maserasi dalam etanol 95% selama tiga hari. Selanjutnya campuran dibuat simplisia masing-masing sebanyak 2% kemudian direndam dalam etanol 95% selama tiga hari. Setelah itu disaring dan dihilangkan etanolnya sehingga didapatkan ekstrak murni. Kemudian ditambahkan Cera alba, minyak kelapa murni, vitamin E, dan minyak zaitun sehingga menghasilkan salep berbentuk krim. Salep yang dihasilkan (Derma Salve) mempunyai kadar pH 4,5. Nilai ini memenuhi persyaratan SNI 16-4399-1996 yaitu pH 4,5 – 6,5. Hasil pengujian cemaran mikroba yaitu angka lempeng total (ALT) dan angka kapang khamir (AKK) menunjukkan bahwa pada salep yang diiuji tidak ada pertumbuhan bakteri, kapang, dan khamir. Ketiga jenis rimpang tersebut memiliki kandungan sebagai anti jamur, anti bakteri, dan anti radang.