cover
Contact Name
Agrippina Wiraningtyas
Contact Email
agriwiraningtyas@gmail.com
Phone
+6282247496708
Journal Mail Official
agrippina.wiraningtyas_kim@stkipbima.ac.id
Editorial Address
Jl. Piere Tendean - Mande Kota Bima Kode POS 84119
Location
Kota bima,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Redoks : Jurnal Pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia
ISSN : 26855402     EISSN : 26147300     DOI : https://doi.org/10.33627/re.v5i2
Jurnal Redoks merupakan media publikasi ilmiah yang disediakan untuk menerbitkan artikel-artikel hasil penelitian berupa karya ilmiah dibidang Pendidikan Kimia, Ilmu Kimia, Kimia Terapan, Inovasi Kimia dan umumnya IPA dari kalangan guru-guru dosen, mahasiswa dan praktisi peneliti.
Articles 87 Documents
UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PERMAINAN KARIS i putu budiarta
JURNAL REDOKS : JURNAL PENDIDIKAN KIMIA DAN ILMU KIMIA Vol 4 No 2 (2021): Jurnal Redoks : Jurnal Pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia STKIP Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.079 KB) | DOI: 10.33627/re.v4i2.977

Abstract

Masalah pada penelitian belum kondusifnya pembelajaran Kimia pada materi senyawa hidrokarbon pada kelas XI SMA Negeri 1 Madapangga. Aktivitas siswa selama proses pembelajaran terbatas pada kegiatan mendengarkan dan mencatat penjelasan guru, siswa yang bertanya hanya yang tergolong pintar serta kurang antusias dalam mengerjakan tugas individu dan hanya 1-2 orang yang aktif dalam kelompok. Selain itu masih rendahnya ketuntasan hasil belajar siswa, berdasarkan studi dokumentasi yaitu rata-rata ketuntasan hasil belajar siswa sebesar 63%. Penelitian ini betujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada pembelajaran senyawa hidrokarbon melalui permainan KARIS pada kelas XI SMA Negeri 1Madapangga tahun pelajaran 2018/2019. Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas dengan rancangan penelitian sebanyak dua siklus. Subjek dalam penelitian ini adalah kelas XI MIA_3. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi dan tes. Teknik analisis data dilakukan dengan secara deskriptif dengan menggunakan teknik persentase. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan penggunaan media permainan KARIS dapat meningkatkan aktivitas dan ketuntasan hasil belajar siswa. Hal ini dapat dilihat pada rata-rata 58,89% siswa aktif dengan kategori cukup aktif pada siklus I menjadi rata-rata 78,06% siswa aktif dengan kategori aktif pada siklus II serta ketuntasan hasil belajar siswa sebesar 73,33% dengan rata-rata hasil belajar 79,78 pada siklus I menjadi 86,67% dengan rata-rata hasil 82,64 pada siklus II.
ANALISIS GUGUS FUNGSI DAN PENENTUAN KADAR TOTAL FENOL EKSTRAK KULIT BUAH NAGA MERAH DAN PUTIH Sunardi Sunardi
JURNAL REDOKS : JURNAL PENDIDIKAN KIMIA DAN ILMU KIMIA Vol 6 No 1 (2023): Jurnal Redoks : Jurnal Pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia STKIP Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/re.v6i1.976

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis gugus fungsi dan menentukan kadar total fenol ekstrak air kulit buah naga merah dan buah naga putih. Analisis gugus fungsi ditentukan dengan FTIR. Penetapan kadar total fenol memakai metode Follin Ciocalteu. Hasil penelitian menginformasikan bahwa ekstrak air kulit buah naga merah dan putih mengandung gugus fungsi O-H, C-H, C-O, dan C=C. Ekstrak air kulit buah naga merah dan putih muncul vibrasi yang menunjukkan senyawa fenolik, saponin, dan tanin dari gugus O–H pada bilangan gelombang 3470,09 dan 3471,22 cm-1; senyawa terpenoid dan steroid untuk gugus fungsi C–H alkana pada bilangan gelombang 2921,32 dan 2923,25 cm-1; senyawa terpenoid dan steroid untuk gugus fungsi C=C alkena pada bilangan gelombang 1637,64 dan 1638,60 cm-1; senyawa flavonoid, alkaloid, tanin untuk gugus C–O pada bilangan gelombang 1079,22 dan 1081,15 cm-1; dan senyawa fenolik, flavonoid, tanin, dan saponin untuk gugus C–H aromatik pada bilangan gelombang 699,23 dan 697,30 cm-1. Kadar total fenol pada ekstrak air kulit buah naga merah sebesar 52,99478 + 0,6678 mg/L sedangkan untuk kulit buah naga putih sebesar 78,8739 ± 1,1301 mg/L.
Efektivitas Media Pembelajaran Berbasis Android pada Materi Tata Nama IUPAC Senyawa Anorganik Terhadap Aspek Kognitif Siswa Kelas X SMA. Ketut Sepdyana Kartini
JURNAL REDOKS : JURNAL PENDIDIKAN KIMIA DAN ILMU KIMIA Vol 6 No 1 (2023): Jurnal Redoks : Jurnal Pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia STKIP Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/re.v6i1.983

Abstract

Kurangnya sarana dan prasarana penunjang kegiatan belajar mengajar dan belum adanya aplikasi yang dapat diakses peserta didik dalam pembelajaran secara online di kelas X SMA. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk berupa media pembelajaran berbasis android yang valid, praktis dan efektif pada materi tata nama IUPAC senyawa anorganik. Pengembangan media pembelajaran berbasis android menggunakan metode penelitian R & D dengan prosedur pengembangan 4d ( define, design, development, dan deseminate). Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas X. Hasil penelitian menunjukkan kelayakan media pembelajaran berbasis android dengan hasil uji ahli media diperoleh rata-rata 92% dengan katerogi valid. Hasil uji ahli materi diperoleh rata-rata sebesar 95% dengan kategori valid. Hasil uji angket praktikalitas guru diperoleh rata-rata 95,64 dengan kategori sangat praktis. Hasil uji angket praktikalitas peserta didik di peroleh rata-rata 75,76% dengan kategori praktis. Berdasarkan hasil penelitian di atas, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran berbasis android ini valid, praktis dan efektif untuk diimplementasikan sebagai media pembelajaran pada materi tata nama IUPAC senyawa anorganik.
KELAYAKAN LEMBAR KEGIATAN PESERTA DIDIK UNTUK MELATIHKAN KETERAMPILAN ARGUMENTASI MELALUI MODEL ARGUMENT DRIVEN INQUIRY PADA LARUTAN PENYANGGA Wella Yekti Inkomara; Suyono Suyono
JURNAL REDOKS : JURNAL PENDIDIKAN KIMIA DAN ILMU KIMIA Vol 6 No 1 (2023): Jurnal Redoks : Jurnal Pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia STKIP Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/re.v6i1.1133

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kelayakan lembar kegiatan peserta didik melalui model Argument Driven Inquiry untuk melatihkan keterampilan argumentasi peserta didik SMA pada materi larutan penyangga. Kelayakan lembar kegiatan peserta didik ditinjau dari tiga aspek yaitu validitas, kepraktisan, dan keefektifan. Aspek validitas ditinjau dari validitas isi dan konstruk. Aspek kepraktisan ditinjau dari angket respons peserta didik dan observasi aktivitas peserta didik. Aspek keefektifan ditinjau dari hasil tes keterampilan argumentasi peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan model ADDIE, yang dibatasi hingga tahap evaluasi formatif. Implementasi awal lembar kegiatan peserta didik ini dilakukan pada 16 peserta didik kelas XI IPA 2 SMA Trensains Tebuireng Jombang. Hasil penelitian menunjukkan, kelayakan dari aspek validitas diperoleh hasil pada kriteria isi dan konstruk telah memperoleh modus penilaian dari tiga validator minimal 4. Kelayakan dari aspek kepraktisan diperoleh hasil bahwa persentase respons dan aktivitas peserta didik sebesar dengan interpretasi sangat baik. Kelayakan dari aspek keefektifan diperoleh dari hasil tes keterampilan argumentasi peserta didik yang diuji dengan uji-t. Berdasarkan uji tersebut, diperoleh hasil bahwa H0 ditolak dan H1 diterima, yang berarti ada perbedaan hasil tes sebelum dan sesudah dilakukan pembelajaran dengan menggunakan kembar kegiatan peserta didik yang dikembangkan.
KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN ONLINE DI MASA PANDEMI COVID-19 PADA MATA KULIAH KIMIA DASAR DAN KEGIATAN PRAKTIKUM MAHASISWA FAKULTAS PERTANIAN UNIKS Rosa Murwindra; Irfandi Irfandi; Nofri Yuhelman
JURNAL REDOKS : JURNAL PENDIDIKAN KIMIA DAN ILMU KIMIA Vol 6 No 2 (2023): Jurnal Redoks : Jurnal Pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia STKIP Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/re.v6i2.1168

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis keefektifan pelaksanaan pembelajaran online di masa Pandemi Covid-19 pada mahasiswa Fakultas Pertanian UNIKS. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kombinasi (Mixed Methods) kualittatif dan kuantitatif. Data dan informasi dikumpulkan melalui kuisioner (angket). Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Pertanian semester 2, 4 dan 6 T.A 2021/2022. Untuk mahasiswa semester 2 pada mata kuliah Kimia Dasar, semester 4 dan 6 Sampel diperoleh dari mahasiswa yang mengisi angket secara acak. Data dianalisisis secara deskriptif dari kuisioner dengan menyusun tabel distribusi dan menampilkan data dalam bentuk diagram.Teknik analisis data menggunakan milik Milles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum keefektifan pelaksanaan pembelajaran online di masa pandemi covid-19 mahasiswa Fakultas Pertanian UNIKS berjalan cukup efektif dengan persentase 60-79 %. Hal ini dapat dilihat dari 2 kategori yakni (1) keefektifan pembelajaran online dengan persentase respon mahasiswa sebesar 77%, (2) Keefektifan pada proses kegiatan pembelajaran dengan persen rata-rata sebesar 73%. Nilai rata-rata persentase tersebut diperoleh dari 3 rangkaian kegiatan pembelajaran yaitu a) kegiatan pendahuluan 74%, b) kegiatan inti 73% dan c) kegiatan penutup 72%.
PENGARUH PEMBERIAN TETES TERHADAP BIOGAS YANG DI PT ENERGI AGRO NUSANTARA Nur Fadhila; Nana Dyah Siswanti
JURNAL REDOKS : JURNAL PENDIDIKAN KIMIA DAN ILMU KIMIA Vol 6 No 1 (2023): Jurnal Redoks : Jurnal Pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia STKIP Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/re.v6i1.1187

Abstract

Spent wash adalah limbah dari proses produksi alkohol. Tahap produksi alkohol mulai dari molase hingga terbentuk alkohol melalui fermentasi. Untuk setiap liter alkohol, maksimum 8 hingga 12 liter limbah cair dihasilkan. Limbah tersebut mengandung bahan organik dan mineral nutrient yang berasal dari tebu. Maka diperlukan proses pengolahan baik secara aerob maupun anaerob. Pengolahan limbah cair spent wash dapat diolah secara anaerob dengan dijadikan sebagai biogas. Pada unit Biogas Plant di PT ENERGI AGRO NUSANTARA mengolah limbah dari distilasi (spent wash) dan limbah dari sanitasi (spent lees) menjadi biogas dan pupuk hayati cair. Gas metana yang dihasilkan dari PT Energi Agro Nusantara sebesar 50-58% pada bulan Juni 2019 dan baku mutu yang telah ditetapkan PT Energi Agro Nusantara sebesar 60%. Pada proses anaerobic digestion dibutuhkan nutrisi untuk perkembangan mikroba salah satunya dengan penambahan tetes tebu. Tetes tebu (molasses) merupakan produk sisa pada proses pembuatan gula yang tidak dapat dikristalkan lagi. Tujuan percobaan ini adalah untuk mengetahui pengaruh penurunan COD , penambahan nutrisi berupa tetes tebu, volume yang dihasilkan biogas, dan pengolahan spent wash dengan metode anaerobic digestion.
PENINGKATAN KONSEP KESADARAN HALAL PADA SISWA MELALUI PROYEK PEMBELAJARAN FERMENTASI Pepi Patimah; Tri Cahyanto; Neneng Winda
JURNAL REDOKS : JURNAL PENDIDIKAN KIMIA DAN ILMU KIMIA Vol 6 No 1 (2023): Jurnal Redoks : Jurnal Pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia STKIP Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/re.v6i1.1200

Abstract

Berdasarkan hasil kesepakatan MUI, makanan dan minuman yang diperbolehkan mengandung alkohol adalah makanan dan minuman dengan kandungan alkohol sampai dengan 1%, sehingga makanan/minuman dengan kandungan alkohol lebih dari 1% diklasifikasikan sebagai makanan/minuman yang dilarang untuk dikonsumsi. Tujuan dari kajian dalam tulisan ini untuk memaparkan fakta-fakta ilmiah berupa data bagii siswa-siswi tentang kandungan etanol yang umum dikonsumsi. Untuk mengetahui kehalalan alkohol dapat ditentukan dengan menggunakan lama fermentasi. Alkohol dapat dibuat dengan ragi setelah difermentasi karena mengandung bahan-bahan yang dicampur dengan ragi Saccharomyces cerevisiae, yang memecah pati menjadi alkohol. Kadar alkohol diteliti dengan menggunakan dosis ragi yang berbeda. Kajian dalam tulisan ini menggunakan metode kajian literatur sebagai penelitian yang didasarkan pada analisis sumber berupa keputusan, buku, karangan, artikel, tulisan, majalah dan bahan lainnya. Kesadaran halal diperlukan untuk mendefinisikan perilaku individu karena kesadaran menjelaskan respon persepsi, kognitif dan perilaku individu pada apa yang dikonsumsi. Kesadaran halal relatif subjektif dan bervariasi dari satu orang ke orang lain karena ditentukan oleh faktor-faktor penyusunnya, yaitu faktor internal dan eksternal. Peningkatan kesadaran kehalalan diharapkan akan muncul dari hasil penelitian ini, khususnya untuk kalangan siswa generasi muslim di SMA Negeri 2 Majalaya. Kehalalan dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain faktor internal yang berkaitan dengan bahan makanan dan minuman ("ainiyyah atau zattiyah), sedangkan faktor eksternal berkaitan dengan penanganan dan pengolahan bahan. Dalam konteks halal dan toyyib, keduanya merupakan materi atau entitas, dari satu kesatuan dan tidak terpisahkan dari kehalalan dalam konteks syariah, lalu dalam hal toyyib berkaitan dengan kesehatan.
PEMBENTUKAN GELAS KERAMIK LITIUM ALUMINA SILIKAT BERBAHAN DASAR ZEOLIT ALAM PENJERAP KROMIUM MELALUI PROSES SINTERING Ani Purwanti
JURNAL REDOKS : JURNAL PENDIDIKAN KIMIA DAN ILMU KIMIA Vol 6 No 2 (2023): Jurnal Redoks : Jurnal Pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia STKIP Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/re.v6i2.1223

Abstract

Zeolit ​​alam terdiri dari mineral kuarsa, mordenit, dan klinoptilolit. Setiap jenis zeolit mempunyai kegunaan yang berbeda-beda, antara lain sebagai adsorben dalam proses adsorpsi limbah kromium. Zeolit ​​yang telah jenuh dengan limbah kromium dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan gelas keramik, karena zeolit ​​alam mengandung banyak oksida gelas seperti alumina-silikat. Penambahan bahan pembentuk gelas seperti litium dan kemudian dipanaskan pada temperatur yang tinggi, zeolit alam berubah fase menjadi gelas keramik litium alumina silikat melalui langkah vitrifikasi, sintering gelas, dan kristalisasi. Pada penelitian ini dibuat gelas keramik lithium alumina silicate (LAS) dari campuran bahan padat zeolit, LiSO4.H2O dan TiO2, serta kulet lunak melalui proses vitrifikasi selama 4 jam pada 1200°C. Sedangkan proses sintering pada suhu 650-665°C dengan variasi laju pemanasan 1°C/menit, 3°C/menit dan 5°C/menit. Selama proses sintering, pemanjangan sampel dapat dilihat dalam alat dilatometer, sedangkan laju penyusutan dihitung dengan membandingkan pemanjangan dengan panjang sampel pada awal proses sintering. Beberapa kesimpulan dapat ditarik dari hasil penelitian, antara lain bahwa zeolit ​​alam yang telah jenuh dengan limbah kromium dapat dibuat menjadi gelas keramik LAS dengan menambahkan oksida Li2O, TiO2, serta kulet lunak. Pada produksi gelas keramik, proses sintering dilakukan pada suhu 650°C, 655oC, 660oC, dan 665 °C dengan laju pemanasan sebesar 1°C/menit, 3°C/menit dan 5°C/menit. Pada kisaran suhu tersebut, penyusutan yang terjadi meningkat seiring waktu.
ANALISIS KADAR FOSFAT PADA AIR SUNGAI MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS leni legasari; Noviarni Noviarni; Fitria Wijayanti; Mesi Oktaria; Amiliza Miarti
JURNAL REDOKS : JURNAL PENDIDIKAN KIMIA DAN ILMU KIMIA Vol 6 No 2 (2023): Jurnal Redoks : Jurnal Pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia STKIP Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/re.v6i2.1227

Abstract

Sungai merupakan sumber alam yang memiliki peran penting bagi kehidupan ekosistem lingkungan. Perubahan kondisi air sungai banyak dipengaruhi oleh adanya aktivitas manusia di sekitarnya. Aktivitas pertanian, industri, dan rumah tangga memberikan dampak negatif terhadap perubahan kualitas air sungai. Air sungai menjadi tercemar oleh banyaknya limbah domestik, limbah sisa industri dan limbah sisa pupuk pertanian yang memiliki dampak berbahaya bagi kesehatan. Air yang baik dan layak digunakan memiliki banyak parameter salah satunya memiliki kadar fosfat di bawah 0,2 mg/L. Sampel air sungai diambil dari sungai di wilayah Sumatera Selatan. Analisis kadar fosfat pada sampel air sungai yang diujikan di laboratorium Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Provinsi Sumatera Selatan. Pada penelitian ini analisis kadar fosfat menggunakan spektrofotometri UV-Vis dengan panjang gelombang 880nm. Pengujian kadar fosfat dilakukan untuk mengetahui adanya tingkat pencemaran sungai oleh fosfat yang disebabkan oleh limbah domestik dan industri. Dari hasil pengukuran diketahui kadar fosfat dari 4 sampel sebesar 0,08 mg/L, 0,13 mg/L, 1,12 mg/L, dan 6,25 mg/L. Pada sampel 1 dan 2 memenuhi syarat baku mutu air kelas satu, sedangkan sampel 3 dan 4 tidak memenuhi syarat baku mutu. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan beberapa daerah air sungainya sudah tercemar dan ada yang masih layak digunakan sebagai air minum.
ANALISIS KADAR AIR DAN ASAM LEMAK BEBAS PADA PRODUK MINYAK GORENG DENGAN METODE GRAVIMETRI DAN VOLUMETRI leni legasari; Rio Riandi; Weni Febriani; Rengga Ariansah Pratama
JURNAL REDOKS : JURNAL PENDIDIKAN KIMIA DAN ILMU KIMIA Vol 6 No 2 (2023): Jurnal Redoks : Jurnal Pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia STKIP Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/re.v6i2.1228

Abstract

Minyak goreng merupakan bahan pokok utama yang berperan penting dalam mencukupi kebutuhan gizi masyarakat Indonesia. Kadar air dan asam lemak bebas adalah parameter utama menentukan minyak goreng baik atau tidak minyak tersebut dikonsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kadar air dan asam lemak bebas pada beberapa jenis minyak dengan metode gravimetri dan volumetri. Sampel produk minyak yang digunakan adalah minyak merk nasional, merk lokal, minyak curah dari pasar jakabaring dan minyak jelantah 3 kali pengulangan. Pengujian kadar asam lemak bebas dilakukan dengan metode titrasi alkali metri menggunakan titran NaOH dan penetapan kadar air dilakukan dengan metode gravimetri. Dari hasil yang didapatkan kadar asam lemak bebas untuk minyak goreng bermerk nasional, lokal dan curah memenuhi ambang batas SNI yaitu 0,30% sedangkan pada minyak jelantah 3 kali pengulangan hasilnya melebihi ambang batas SNI 0,30%. Pada pengujian kadar air menunjukkan minyak goreng bernerk nasional dan lokal memiliki kadar air dibawah ambang batas SNI 0,15% sedangkan pada minyak goreng curah dan jelantah memiliki kadar air melebihi batas SNI 0,15%.