cover
Contact Name
Yusran
Contact Email
iqt.fuf@uin-alauddin.ac.id
Phone
+6282136764704
Journal Mail Official
iqt.fuf@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
Jalan H.M.Yasin Limpo No.36, Romang Polong, Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Kode Pos 92118
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Tafsere
ISSN : 23552255     EISSN : 29628474     DOI : -
Core Subject : Religion,
Tafsere is a peer-reviewed journal dedicated to publishing the scholarly study of the Quran from many different perspectives. Particular attention is paid to the works dealing with Quranic Studies, Qur’anic sciences, Living Quran, Quranic Studies across different areas in the world, Methodology of the Quran, and Tafsir studies. Tafsere was published by the Department of Quranic and Tafsir Studies, Faculty of Ushuluddin and Philosophy, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 149 Documents
Kontribusi Metode Double Movement Fazrul Rahman Terhadap Penafsiran al-Qur'an Sulkifli; Nurul Hikmah Amir
Jurnal Tafsere Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jt.v11i1.37050

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk membahas mengenai kontribusi metode double movement Fazlur Rahman terhadap penafsiran al-Quran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan melakukan analisis kepustakaan pada buku-buku dan jurnal penelitian ilmiah. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa metode yang digagas oleh Fazlur yaitu metode double movement memberikan kontribusi yang besar dalam panafsiran al-Qur’an. Hal itu dapat dilihat dari keefektifan penggunaan metode tersebut dalam menjawab persoalan-persoalan modern-kontemporer yang belum muncul pada tafsir klasik. Prinsip dari metode ini adalah penggunaan sosio histroris dalam memahami ayat al-Qur’an untuk bisa mengetahui pesan moral al-ayat Qur’an yang kemudian dijadikan sebagai acuan dalam menjawab persoalan kekinian.
Teori dan Aplikasi Manhaj Al-Maudhu’i: Kasus Terhadap Konsep Kufr dalam Al-Qur’an Karya Harifuddin Cawidu Muhammad Tajuddin; Halimah Basri; Bambang Sampurno
Jurnal Tafsere Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jt.v11i1.39138

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis teori dan aplikasi manhaj al-Maudhu'i yang dikemukakan dalam karya Harifuddin Cawidu yang berfokus pada konsep kufr dalam Al-Qur'an. Manhaj al-Maudhu'i adalah pendekatan studi al-Qur'an yang menekankan pada pemahaman kontekstual dan pemaknaan terhadap ayat-ayat Al-Qur'an. Metode penelitian yang digunakan dalam kajian ini adalah metode analisis konten. Data yang digunakan adalah karya Harifuddin Cawidu yang berjudul "Konsep Kufr dalam Al-Qur'an." Penelitian ini akan menganalisis pandangan Cawidu tentang kufr, termasuk definisi, jenis-jenis kufr, dan implikasinya dalam kehidupan Muslim. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Harifuddin Cawidu mengemukakan teori manhaj al-Maudhu'i dengan mengedepankan konteks sosial, sejarah, dan budaya dalam memahami konsep kufr dalam Al-Qur'an. Ia menekankan pentingnya memahami ayat-ayat Al-Qur'an secara komprehensif dan tidak terlepas dari konteks waktu dan tempat di mana ayat tersebut diturunkan. Selain itu, penelitian ini juga mengungkapkan aplikasi manhaj al-Maudhu'i dalam memahami konsep kufr dalam kehidupan Muslim kontemporer. Cawidu memberikan contoh-contoh konkrit tentang situasi dan perilaku yang dapat dianggap sebagai kufr berdasarkan pandangan Al-Qur'an. Dia juga menyoroti pentingnya memahami konsep kufr dengan bijak dan tidak menyimpang ke arah ekstremisme. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang teori dan aplikasi manhaj al-Maudhu'i, khususnya dalam konteks konsep kufr dalam Al-Qur'an. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi dan kontribusi dalam studi Al-Qur'an serta dalam upaya mempromosikan pemahaman yang lebih akurat dan holistik tentang agama Islam.
Cemburu dalam Al-Qur'an (Suatu Kajian Tafsir Tahlili Terhadap QS At-Tahrim 3-5) Abdul Ghany Mursalin; Murdifina
Jurnal Tafsere Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jt.v11i1.39352

Abstract

Kajian ini menggunakan metode tafsir tahlili terhadap ayat-ayat 3- 5 dari Surah At-Tahrim dalam Al-Qur'an yang berkaitan dengan tema cemburu. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami danmenganalisis perspektif Al-Qur'an mengenai cemburu dan mengidentifikasi pengajaran yang terkandung dalam ayat-ayat tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan tafsir tahlili, yang melibatkan analisis mendalam terhadap konteks sejarah, budaya, dan linguistik ayat-ayat yang dipelajari. Dalam kajian ini, ayat-ayat dari Surah At-Tahrim yang berhubungan dengan cemburu dipilih dan dianalisis dengan seksama. Hasil analisis menunjukkan bahwa Al-Qur'an memberikan pandangan yang komprehensif mengenai cemburu. Ayat-ayat yang diteliti menekankan pentingnya mengelola dan mengendalikan emosi cemburu, serta menunjukkan bahaya dan konsekuensi negatif dari cemburu yang berlebihan. Selain itu, Al-Qur'an juga memberikan petunjuk tentang cara membangun hubungan yang sehat berdasarkan kepercayaan, komunikasi, dan pemahaman yang saling mendukung antara pasangan suami istri. Kajian ini memberikan wawasan baru tentang perspektif Al-Qur'an terkait cemburu. Implikasi penelitian ini dapat digunakan sebagai pedoman dalam mengatasi cemburu berlebihan dan membangun hubungan harmonis dalam konteks pernikahan dan keluarga. Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menggali lebih dalam tentang tema cemburu dalam Al-Qur'an dan menerapkan pengajaran tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Ikhlas Karya M. Quraish Shihab: Studi Komparatif Terhadap Metodologi Tafsir Al-Mishbāh dan Tafsir Al-Qur’an Al-Karim Afwaz Fafaza Rif’ah
Jurnal Tafsere Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jt.v11i1.39975

Abstract

Peneliti menggunakan pendekatan ilmu tafsir, linguistik, sejarah (historis). dengan menganalisis isi terhadap literatur dan mempunyai relevansi dengan masalah yang dibahas, kemudian mengulas dan disimpulkan. Adapun sub masalah yang akan dikaji dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana metodologi penafsiran M. Quraish Shihab terhadap QS al-Ikhlas dalam Tafsir Al-Qur’an Al-Karim?, dan 2) Bagaimana metodologi penafsiran M. Quraish Shihab terhadap QS al-Ikhlas dalam Tafsir Al-Mishbāh ? Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa; Pertama, metodologi penafsiran yang digunakan tafsir Al-Qur’ān Al-Karīm berkarakter nuzūlī, secara metodologi penyusunan disusun berdasarkan urutan turunnya surah, sehingga wajar penjelasan QS al-Ikhlās diawali dengan uraian surah ke-19 yang diturunkan dan dimulai dengan penjelasan tentang urutan turunnya QS Al-Ikhlās. Kedua, sedangkan metodologi penafsiran yang digunakan tafsir Al-Mishbāh berkarakter tafsir Tahlīlī, secara metodologi penyusunannya disusun berdasarkan urutan surah yang ada dal mushaf sehingga wajar QS Al-Ikhlās diletakkan pada urutan ke-112 dan uraian pembahasannya diawali dengan kategori surah, nama lain surah dan seterusnya. Penelitian ini penting untuk dikaji lebih mendalam lagi, mengingat metodologi penafsiran M. Quraish Shihab terhadap QS al-Ikhlas} dalam tafsir Al-Mishbāh dan tafsir Al-Qur’an Al-Karim ini merupakan hal yang menarik, Sehingga penulis berharap penelitian ini dapat menambah pemahaman masyarakat luas tentang penafsiran M. Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Qur’an Al-Karim dan Tafsir Al-Mishbāh-nya.
Mattamalahoja Sebagai Tradisi Pengabulan Hajat Masyarakat Allakuang Sidrap (Kajian Living Qur’an Terhadap Qs Al-Insyirah/94 Dan Qs Al-Ikhlas/112) Najwah Arsyad; Muhsin Mahfudz; Aisyah Arsyad
Jurnal Tafsere Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jt.v11i1.40107

Abstract

Artikel ini membahas mengenai tradisi lokal masyarakat Bugis di Desa Allakuang, yaitu tradisi mattamalahoja yang dilakukan untuk mendoakan hajat orang lain agar dapat segera terpenuhi. Tradisi mattamalahoja dilakukan dengan membaca QS al-Insyirah/94 sebanyak 99 kali dan QS al-Ikhlas/112 sebanyak 1000 kali sebagai pengantar. Keunikan dari tradisi mattamalahoja adalah syarat-syarat dari pelaksanaannya yaitu dianjurkannya untuk memperbaharui wudu, dilakukan di tempat yang hening dan hanya orang-orang yang dianggap alim yang bisa melakukannya. Dalam artikel ini penulis menggunakan jenis penelitian kualitatif melalui penelitian lapangan dengan sistem analisis data yang digunakan adalah analisis konten. Sumber datanya mengombinasikan antara hasil wawancara dengan penjelasan dari QS al-Insyirah/94 dan QS al-Ikhlas/112. Pada akhirnya, penulis menyimpulkan bahwa dalam tradisi mattamalahoja melalui QS al-Ikhlas/112 dan QS al-Insyirah/94 dapat mempengaruhi praktik dan pemahaman keberagamaan masyarakat dengan membentuk sikap dan keyakinan yang utuh dalam menjalankan tradisi mattamalahoja. Masyarakat dapat memahami pentingnya sikap tawakkal, kelapangan atau rasa lega, serta keesaan Allah swt. dalam memenuhi hajat. Sehingga dengan itu, akan membantu untuk mereka mendoakan orang lain dengan hati yang ikhlas dan menaruh harapan hanya kepada Allah swt. tempat meminta pertolongan.
Al-Qur’an dan Ilmu Pengetahuan Nursaidi, Naurah Aathifah
Jurnal Tafsere Vol 11 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jt.v11i2.39508

Abstract

Keraguan menyangkut pancaindra memang wajar tetapi ia tidak harus selalu diragukan. Dia memang tidak jarang kelirua palagi tidak semua objek dapat menjadi sasarannya. Kebenaran yang diperoleh secara mendalam berdasarkan proses penelitian dan penalaran logika ilmiah terhadap realitas objek dapat ditemukan dan diuji dengan pendekatan pragmatis, koresponden, koheren dan wahyu. Sementara untuk membahas hubungan antara Al-Qur’an dan ilmu pengetahuan bukan dengan melihat. Misalnya, adakah teori relativitas atau bahasan tentang angkasa luar, ilmu computer tercantum dalam Al-Qur’an, akan tetapi yang lebih utama adalah melihat adakah jiwa ayat-ayatnya menghalangi kemajuan ilmu pengetahuan atau sebaliknya, serta adakah satu ayat Al-Qur’an yang bertentangan dengan hasil penemuan ilmiah yang telah mapan.
Pembelajaran Kognitif Multimedia berbasis Kalbu Perspektif Al-Qur’an Idrus, Idrus
Jurnal Tafsere Vol 11 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jt.v11i2.41229

Abstract

Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan teori kognitif multimedia dalam pembelajaran dapat mengeksplorasi berbagai emosi atau membangkitkan perasaan mental yang ada dalam kalbu peserta didik. Melalui pengkondisian kelas dan penggunaan unsur-unsur seperti gambar, suara, musik, animasi, dan teks di layar dalam pembelajaran serta ekspresi instruktur berpotensi meningkatkan efektivitas dan motivasi peserta didik dalam pembelajaran yang dapat membuat pembelajaran menjadi lebih menarik dan bermakna. Kesimpulan ini didasarkan pada beberapa temuan, antara lain: pengaruh emosi dalam hati melalui pancaindra, penggunaan gambar dan suara sebagai bagian stimulus yang masuk melalui dua saluran berbeda yaitu mata dan telinga dapat menimbulkan emosi. Dalam Al-Qur'an dikatakan bahwa mata dan telinga tidak lepas dari kalbu dalam menerima informasi yang masuk ke dalam diri sehingga dapat mempengaruhi pemahaman serta perasaan manusia, sesuai firman Allah SWT Q.S al-Isrā'/17: 36, an-Nahl/ 16:78, Q.S. as-Sajdah/32:09, Q.S. Hud/11:5, Q.S. al-Mulk/67:23. QS: al-Insan/76:2, Q.S az-Zumar/39:45. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis isi yang menitikberatkan pada pendekatan analisis etnografi, dimana substansi kalimat-kalimat yang disajikan dapat dianalisis maksud dan tujuannya. Seluruh substansi kalimat yang disajikan mengacu pada jenis penelitian kualitatif dan diuraikan secara sistematis. Seluruh sumber data dalam penelitian ini berdasarkan pada penelitian kepustakaan, yang dalam analisisnya juga menggunakan analisis dari berbagai tafsir Al-Qur’an, hadis, dan kitab-kitab lain yang disesuaikan dengan topik pembahasan dalam penelitian ini.
Kajian Metode Tafsir di Media Sosial pada Akun Instagram @Quranreview Mursalin, Abdul ghany
Jurnal Tafsere Vol 11 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jt.v11i2.42124

Abstract

Penelitian ini berfokus pada akun Instagram @Quranreview sebagai salah satu media sosial yang memiliki konten kajian tafsir. @Quranreview telah berhasil menggabungkan metode tafsir tekstual dan kontekstual dengan platform media sosial. Platform ini tidak hanya menghadirkan ayat-ayat Al-Qur'an, tetapi juga berusaha me-review makna ayat dengan menggunakan konten visual, termasuk gambar, video, dan musik. Tujuan platform adalah agar pesan-pesan Al-Qur'an lebih mudah dipahami oleh generasi muda dan relevan dengan isu-isu kontemporer. Implikasinya adalah bahwa media sosial dapat menjadi alat efektif dalam menyampaikan pesan agama, membuat pemahaman dan aplikasi Al-Qur'an tetap relevan, dan mudah diakses oleh generasi muda yang tumbuh dalam era digital.
Corak Maqasidi dalam Kitam Nazm Al-Durar fi Tanasub Al-Ayat wa Al-Suwar Karya Burhan Al-Din Al-Biqai Syarifah, Mar'atus; Mahfudhoh, Hilyah
Jurnal Tafsere Vol 11 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jt.v11i2.43601

Abstract

Artikel ini akan membahas tentang kitab Naz}m Al-Durar fi Tana>sub al-A>ya>t wa al-Suwar karya al-Biqa>‘i>, beliau merupakan mufassir yang mengungkapkan munasabah dalam penafsirannya. Penulis akan membahas tentang bagaimana corak maqasidi dalam kitab tafsir Naz}m Al-Durar fi Tana>sub al-A>ya>t wa al-Suwar karya al-Biqa>‘i> ini. Metode penelitian yang digunakan adaah metode kualitatif yang bersifat studi kepustakaan (library research), dengan mengumpulkan data-data dari sumber primer yaitu kitab Naz}m Al-Durar fi Tana>sub al-A>ya>t wa al-Suwar karya al-Biqa>‘i> dan sumber-sumber lainnya yaitu buku, artikel, jurnal, dll. Hasilnya diperoleh bahwa dalam kitab tafsir ini, al-Biqai lebih fokus pada aspek munasabah dalam al-Qur’an sehingga corak yang terdapat pada penafsirannya menggunakan corak lughawi. Namun, terdapat pula corak lainnya dalam penafsirannya yakni corak maqa>s}idi. Corak maqa>s}idi dalam kitab Naz}m Al-Durar fi Tana>sub al-A>ya>t wa al-Suwar dapat ditemukan ketika membahas nama surah dalam al-Qur’an. Al-Biqa>‘i> sebelum menjelaskan ayat mengungkapkan maqa>s}id surah yang akan dibahas terlebih dahulu. Oleh karena itu, corak maqa>s}idi yang terdapat dalam kitab tafsir al-Biqa>‘i> merupakan maqa>s}id surah. Corak maqa>s}idi dalam kitab tafsir al-Biqa>‘i> ada untuk menjelaskan munasabah surah dalam al-Qur’an.
Perlindungan Perempuan dan Anak Dalam Al-Qur’an Perspektif Tafsir Maqasidi Nanda, Mahdalina; Jennah, Hoirotul
Jurnal Tafsere Vol 11 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jt.v11i2.43606

Abstract

Seiring berjalannya waktu, semakin banyak problematika sosial yang terjadi di masyarakat. Seperti, kekerasan yang menimpa perempuan dan anak. Berbagai macam tindakan kekerasan pada zaman jahiliah dimana kelahiran anak perempuan dianggap sebagai aib keluarga sehingga kelahiran tersebut dirahasiakan masing-masing pihak serta dibunuh hidup-hidup. Perempuan dijadikan hiburan pemuas nafsu laki-laki semata, diperjualbelikan dan patriarki pada zamannya yang mana harus patuh pada apa perintah suami. Persoalan tentang bagaimana perempuan dan anak diperlakukan oleh orangtua, masyarakat, negara dapat menciptakan berbagai macam pandangan. Berbagai kebijakan dan aturan telah dibuat untuk memberantas berbagai persoalan tentang perempuan dan anak di Indonesia. Perlindungan perempuan dan anak dalam Islam sangat perlu diperhatikan demi menciptakan kesejahteraan. Secara khusus Indonesia memiliki peraturan Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 terkait perlindungan anak. Tujuannya untuk melindungi hak perempuan dan anak dari segala bentuk kekerasan, deskriminasi, dan masalah lainnya. Penelitian ini menggunakan library research dengan metode deskriptif-analisis. Dan menggunakan pendekatan tafsir maqasidi. Dalam artikel ini, penulis menggunakan pendapat dari Muhammad Thahir Ibnu ‘Ashu>r dalam karya tafsirnya at-Tah}ri>r wa Tanwi>r dengan mengkaji QS. At-Tah}ri>m [66]: 6, an-Nisa>’ [4]: 97-99, an-Nisa>’ [4]: 127, dan an-Nah}l [16]: 58-59