cover
Contact Name
Yusran
Contact Email
iqt.fuf@uin-alauddin.ac.id
Phone
+6282136764704
Journal Mail Official
iqt.fuf@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
Jalan H.M.Yasin Limpo No.36, Romang Polong, Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Kode Pos 92118
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Tafsere
ISSN : 23552255     EISSN : 29628474     DOI : -
Core Subject : Religion,
Tafsere is a peer-reviewed journal dedicated to publishing the scholarly study of the Quran from many different perspectives. Particular attention is paid to the works dealing with Quranic Studies, Qur’anic sciences, Living Quran, Quranic Studies across different areas in the world, Methodology of the Quran, and Tafsir studies. Tafsere was published by the Department of Quranic and Tafsir Studies, Faculty of Ushuluddin and Philosophy, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 149 Documents
Naskah Tafsir Al-Khazin Muhammad Syarif Dzulfahmi; Aan Hawan; Andi Abdul Hamzah
Jurnal Tafsere Vol. 9 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1757.495 KB)

Abstract

Dari sekian banyak kitab tafsir yang disusun oleh para mufassir, Tafsir Lubab al-Ta’wil fi Ma’ani al-Tanzil yang lebih populer dengan sebutan Tafsir al-Khazin karya Ala ‘al-Din Abu Hasan, Ali Abu Muhammad ibn Ibrahi ibn Umar ibn Khalil alsyaikhi al-Baghdadi al-Syafi’i al-Khazin (678-741 H) memang cukup menarik untuk dijadikan kajian. Makalah ini bertujuan untuk menganalisa kitab tafsir al-Khazin karangan Abul Hasan Ali bin Muhammad bin Ibrahim Asy-Syihi Al-Baghdadi dan kitab tafsir al-Alusi karangan Abu Sana’ Syihab al-Din al-Sayyid Mahmud Afandi al-Alusiyang ditafsirkan secara lengkap tiga puluh juz. Kitab ini wajar diberi perhatian secara mendalam apakah ke dua kitab tafsir ini juga dipengaruhi oleh kisah-kisah Israiliyyat atau tidak. Kitab tafsir al-Khazin adalah merupakan ringkasan dari kitab tafsir Madarik al-Tanzil wa Haqaiqi al-Takwil karya Abdullah Ahmad ibn Mahmud al-Nasafi (w. 710). Tentu saja, dapat dipastikan rujukan utama adalah kitab tersebut. Metode yang digunakan oleh al-Khazin adalah metode tahlili. Sumber penafsirannya mayoritas menggunakan tafsir bil-Ma’tsur. Al-Khazin menafsirkan al-Qur’an berdasarkan urutan surah mulai dari surah al-Fatihah sampai dengan al-Nas. Ketika menafsirkan al-Qur’an, mufassir seringkali dipengaruhi oleh lingkungan tempatnya dan latar belakang keilmuannya. Oleh sebab itu, para mufassir yang memiliki latar belakang sebagai ahli sejarah akan larut menjelaskan al-Qur’an dari aspek kesejarahan
Ragam Riwayat Dan Tafsir Kisah Sulaiman Dalam Al-Dakhil Fi Al-Tafsir Masilaturrohmah Masilaturrohmah; Mohammad Jufriyadi Sholeh
Jurnal Tafsere Vol. 9 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1211.471 KB)

Abstract

Banyak riwayat Israi’liyat yang masuk dalam dunia tafsir, khususnya dalam ayat-ayat yang menjelaskan tentang kisah-kisah para Nabi. Kisah Nabi Sulaiman As adalah salah satu kisah yang ada dalam al-Qur’an yang dalam penafsirannya dirasuki kisah Isra’iliyat sehingga menodai penafsiran terhadap ayat-ayat kisah tersebut. Dari sanalah peneliti tertarik menelusuri penyimpangan-penyimpangan tersebut untuk memurnikan penafsiran agar menjadi jelas antara al-asil dan al-dakhil dalam tafsir kisah Nabi Sulaiman As. Dengan mengkaji Q.S an-Naml: 44, Q.S Saba’: 34, dan ayat-ayat yang dijadikan bukti Negeri Saba’ di Indonesia oleh Fahmi Basya, maka artikel ini menghasilkan dua poin kesimpulan. Pertama, kisah yang mengandung riwayat Isra’iliyat terdapat pada kisah Nabi Sulaiman As dan ratu Balqis serta Kisah Nabi Sulaiman As yang diuji dengan kekuasaannya. Kedua, penafsiran Negeri Saba’ bertentangan dengan fakta-fakta ilmiah dari para arkeolog sehingga kisah tersebut menjadi bagian dari al-dakhil dalam tafsir al-Qur’an.
Sombong dalam al-Qur’an Sebuah Kajian Tematik Taufikurrahman Taufikurrahman
Jurnal Tafsere Vol. 9 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1142.29 KB)

Abstract

Di dalam al-Qur’an banyak sekali ayat-ayat yang menjelaskan tentang sombong, baik sombong kepada makhluk, sombong terhadap sesama bahkan sombong terhadap Allah dan Rasul-Nya. Orang yang sombong dan dengan jiwa kesombongan yang dimilikinya dia akan jauh dari Allah dan Rasulnya, tidak hanya itu akan tetapi secara sosial dia juga tidak akan disukai oleh banyak orang dengan sifat sombong yang ia miliki. Orang yang sombong di dunia ini lambat atau cepat dia akan segera hancur dengan sombong yang dimilikinya, karena sombong itu tidak layak buat manusia. Oleh sebab itu dalam artikel ini akan membahas tentang sombong di dalam al-Qur’an yang akan membahas masalah apa saja yang di sombongkan oleh manusia semasa hidup di dunia ini.
Muhammad Asad dan Epistemologi Tafsirnya: Premis Moral dan Sosio-Historis Ahmad Nabil Amir
Jurnal Tafsere Vol. 9 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (965.723 KB)

Abstract

Kajian ini membincangkan pengaruh paham kontekstual dan sosio-historis dalam penafsiran teks al-Qur’an oleh Muhammad Asad. Ia menunjukkan penafsirannya menekankan landas rasional dan saintifik dalam interpretasi teks yang dibawakan dalam tafsirnya The Message of the Qur’an. Kepentingan latar sejarah dan sosio-budaya ini digariskan dalam tafsir dan nota penjelasannya yang ekstensif. Metode kajian bersifat deskriptif dan analitis dari jenis kajian kualitatif berasaskan analisis kandungan. Sumber penelitian diperoleh dari bahan rujukan bersifat primer dan sekunder dan sumber dokumentasi lain yang terkait. Dari penelaahan ringkas terhadap karya tafsirnya ia mendapati manhajnya terkesan oleh aliran tafsir yang berhaluankan mazhab al-Manar yang bercorak al-adabi al-ijtima‘i (sastera-budaya) yang menekankan pemahaman kontekstual dan sosio-historis dan dasar etika-hukum sebagai premis dan metodologi asasnya dalam penafsiran, yang memberi pengaruh yang signifikan dalam pertumbuhan aliran saintifik dan rasional dalam pemikiran tafsir mutakhir.
Pengakuan Ketauhidan Orang Musyrik di Hari Kemudian Suatu Analisis Tahlili Terhadap QS. al-An’am [6]: 22-23 Sijaya Sijaya; Andi Abdul Hamzah
Jurnal Tafsere Vol. 9 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (970.571 KB)

Abstract

Jurnal ini merupakan penelitian terhadap Konsep Pengakuan orang musyrik di Hari Kemudian, yang berisikan tentang pengakuan yang dilakukan oleh orang musyrik di hari kemudian yang mengatakan bahwa mereka beriman kepada Allah dan tidak mempersekutukannya. Masalah pokok yang muncul dari penelitian ini adalah bagaimana bentuk pengakuan ketauhidan orang musyrik di hari kemudian, suatu analisis tahlili terhadap QS. Al-An’am/6: 22-23? Dari masalah pokok ini, muncul sub-sub masalah yaitu bagaimana hakikat pengakuan ketauhidan orang musyrik di hari kemudian? Bagaimana wujud pengakuan ketauhidan orang musyrik di hari kemudian?Serta bagaimana implikasi pengakuan ketauhidan orang musyrik di hari kemudian?Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang konsep ketauhidan, serta untuk mengetahui sikap orang musyrik di hari kemudian terkait dengan bentuk pengakuannya.
Telaah Tafsir al-Mizan Karya Thabathabai Amrillah Achmad
Jurnal Tafsere Vol. 9 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1070.719 KB)

Abstract

Tafsir merupakan sebuah ilmu pengetahuan yang sangan penting untuk dipelajari umat islam ketika ingin menge-tahui makna kandungan dari ayat-ayat al-Qur’an. Produk yang dihasilkan ketika menafsirkan al-Qur’an disebut dengan kitab tafsir. Adapun orang yang menafsirkan al-Qur’an disebut Mufassir. Salah satu mufassir keturunan syiah yaitu Muhammad Husain Thabathabai. Beliau merupakan penyusun kitab tafsir al-Mizan. Beberapa hal yang menarik dapat ditemukan dalam tafsir ini untuk pembahasan dalam tafsir yang tersebar tidak hanya di kalangan Muslim Syiah, tetapi juga Muslim Sunni. Beberapa faktor karena tafsir ini juga dapat diterima oleh Muslim Sunni karena penafsirannya lebih mengutama-kan penggunaan sumber bi al-ma’tsur yang artinya tafsir itu benar-benar bersumber dari al-Qur’an. Fokus tulisan ini adalah tentang bagaimana telaah Muhammad Husain al- Thabathabai dalam kitab tafsirnya.
Penafsiran Ayat-Ayat Al-Wakaf Lisnani Amaliatus Shalehah
Jurnal Tafsere Vol 10 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wakaf merupakan salah satu bagian yang sangat penting dari hukum Islam. Ia mempunyai jalinan hubungan antara kehidupan spritual dengan bidang sosial ekonomi masyarakat muslim. Ibadah wakaf merupakan perwujudan dari rasa keimanan seseorang yang mantap dan rasa solidaritas yang tinggi terhadap sesama umat manusia. Wakaf sebagai perekat hubungan “hablumminallah wa hablum minannas”, hubungan vertikal kepada Allah dan hubungan horizontal kepada sesama manusia. Wakaf merupakan salah satu ibadah kebendaan yang penting yang secara jelas memiliki rujukan dalam kitab suci Al-Quran. Walaupun dalam al-Qur’an, kata wakaf yang bermakna memberikan harta tidak ditemukan sebagaimana zakat, tetapi ia merupakan interprestasi/tafsiran ulama mujtahid terhadap ayat-ayat yang membicarakan pendermaan harta berupa sedekah dan ‘amal jariyah. Di antara ayat-ayat tersebut yaitu QS. Ali Imran/3: 92 dan QS. Al-Hajj/22: 77, para ulama memahami ayat-ayat tersebut sebagai ibadah wakaf. Meski demikian, al-Qur’an dapat dikatakan sebagai sumber utama perwakafan.
Tafsir Saintifik Tesa Fitria Mawarti
Jurnal Tafsere Vol 10 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tafsir saintifik atau ilmi adalah sebuah penafsiran para mufassir yang bercorak ‘ilmi atau menggunakan pendekatan ilmiah untuk menjelaskan ayat-ayat al-qur`an dan berusaha keras untuk mengeluarkan berbagai ilmu pengetahuan. Tafsir ilmi dibangun berdasarkan asumsi bahwa al-qur`an mengandung berbagai macam ilmu, baik yang sudah ditemukan maupun yang belum ditemukan sama sekali dari ilmu agama atau segala yang terkait dengan ibadah ritual, tetapi juga memuat ilmu-ilmu duniawi termasuk hal-hal mengenai teori ilmu pengetahuan. Terdapat beberapa pandangan berbeda dikalangan para ulama terhadap tafsir ilmi tersebut. Ada pro, kontra, dan moderat. Bagi yang mendukung (pro) meyakini bahwa al-qur`an memuat berbagai ilmu pengetahuan dan ilmu pengetahuan baru dapat digali darinya. Bagi yang menentang (kontra) berpendapat bahwa al-qur`an bukanlah ilmu pengetahuan melainkan kitab petunjuk atau pedoman yang suci bagi manusia. Sedangkan yang moderat tidak berpihak pada siapapun, mencari jalan tengah diantara dua pandangan tersebut.
Tafsir Khawarij Khairul Anam
Jurnal Tafsere Vol 10 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas tentang kajian tafsir yang terkait dengan kelompok Khawarij, yang mana kita tahu Khawarij adalah aliran dalam Islam yang awalnya mengakui kekuasaan Ali bin Abi Thalib, lalu menolaknya. Disebut Khowarij disebabkan karena keluarnya mereka dari dinul Islam dan pemimpin kaum muslimin. Awal keluarnya mereka dari pemimpin kaum muslimin yaitu pada zaman khalifah Ali bin Abi Thalib ketika terjadi (musyawarah) dua utusan. Mereka berkumpul disuatu tempat yang disebut Khouro (satu tempat di daerah Kufah). Oleh sebab itulah mereka juga disebutAl Khoruriyyah. Dalam mengajak umat mengikuti garis pemikiran mereka, kaum Khawarij sering menggunakan kekerasan dan pertumpahan darah. Rasulullah Muhammad Shallallahu 'alaihi Wa Sallam menjuluki kaum ini dengan julukan "anjing neraka."
Studi Naskah Kitab Tafsir Bahasa Arab: Jami’ al-Bayan fi Ta’wil al-Qur’an karya Imam al-Thabari Aan Farhani; Taufiq Hidayat
Jurnal Tafsere Vol 10 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tafsir telah mengalami perkembangan secara metodologis dan subtansial, kehadiran aliran tafsir bi al-ma’tsur dan bi al-ra’yi turut memberi warna bagi pemikiran umat muslim. Di sisi lain, ada persoalan cukup serius di bagian tafsir bi al-ma’tsur, yaitu dengan hadirnya varian riwayat, dari riwayat yang sahih hingga riwayat yang tidak bisa dipertanggung jawabkan menurut parameter sanad dan rijal hadis dalam disiplin ilmu hadis. Metode penyajian yang diterapkan Imam al-Thabari adalah dengan memilah-milah beberapa ayat al-Qur’an. Misalnya dalam satu surah, ayatnya dibagi menjadi beberapa bagian, kemudian dalam satu ayat dipenggal menjadi beberapa kata, dan setelah itu baru kemudian Imam al-Thabari memberikan pembahasan secara rinci dengan memberikan penjabaran kosa kata, aspek gramatikal, aspek qira’ah, menyebutkan asbab al-Nuzul (bila ada), menyebutkan berbagai pendapat ulama dan mentarjihnya.

Page 11 of 15 | Total Record : 149