Jurnal Tafsere
Tafsere is a peer-reviewed journal dedicated to publishing the scholarly study of the Quran from many different perspectives. Particular attention is paid to the works dealing with Quranic Studies, Qur’anic sciences, Living Quran, Quranic Studies across different areas in the world, Methodology of the Quran, and Tafsir studies. Tafsere was published by the Department of Quranic and Tafsir Studies, Faculty of Ushuluddin and Philosophy, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Indonesia.
Articles
149 Documents
WAWASAN AL-QUR’AN TENTANG HOAKS (Suatu Kajian Tafsir Tematik)
Muhammad Sadik Sabry;
Muhammad Darwis Ridwan
Jurnal Tafsere Vol 6 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1049.005 KB)
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mengkaji tentang wawasan al-Qur’an mengenai penyebaran berita hoaks. Hoaks menjadi masalah yang serius dalam masyarakat informasi, utamanya di media sosial. Hoaks dianggap meresahkan karena merupakan berita bohong yang digunakan untuk menarik opini massa demi kepentingan material. Hoaks memiliki dampak yang sangat besar yang mengancam keharmonisan dan kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat. Maka penelitian ini mengkaji ayat-ayat al-Qur’an yang berkenaan dengan hoaks demi mendapatkan pelajaran dalam memberantas hoaks dewasa ini. Sumber data penelitian adalah kitab-kitab tafsir, buku-buku dan website yang berkaitan dengan media, komunikasi Islam, perkembangan hoaks dari masa ke masa. Metode pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa hoaks dapat dikenali dengan mengecek kapasitas pembawa informasi dan berita yang dibawakannya, selain itu hoaks juga dikenali dengan sifat-sifatnya yang bertentangan dengan fakta, mengherankan, menggemparkan masyarakat dan memukau serta menipu orang banyak. Adapun dampak yang dapat ditimbulkan oleh penyebaran hoaks adalah menyebabkan orang lain tersesat dengan hoaks yang ditetapkan dengan prasangka dan dugaan belaka, pembunuhan karakter bagi orang yang difitnah dan menyebabkan bercampurnya antara berita fakta dengan kebohongan yang sulit untuk dibedakan.
MENYOAL LEGALITAS TAFSIR (Telaah Kritis Konsep Al-Ashil Wa Al-Dakhil)
Mohammad Alwi Amru Ghozali
Jurnal Tafsere Vol 6 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (894.102 KB)
Al-dakhil wa al-ashil adalah salah satu kajian studi al-Qur’an yang diperkenalkan pada tahun 1980-an oleh Ibrahim Khalifah melalui bukunya al-Dakhil fi al-Tafsir. Tujuan al-dakhil wa al-ashil adalah untuk memproteksi tafsir dari kesalahan dan penyimpangan. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif-analitis-kritis dipahami bahwa konsep ini mengingatkan pembaca tafsir agar senantiasa sadar dan berhati-hati dalam menelaah buku-buku tafsir, sebab bisa jadi terdapat problem dan kesalahan dalam sumber dan referensi penafsirannya. Namun, di sisi lain, konsep ini melahirkan pembatasan pada gerak tafsir. Tafsir yang seharusnya dinamis dan adaptif seolah terpenjara dengan adanya konsep yang kaku ini. Di samping itu, konsep ini bermasalah pada pemegang otoritas kebenaran, siapakah yang berhak mengklaim bahwa tafsir kelompoknya benar, sementara yang lain salah? Dan di akhir, penulis mengungkapkan perlunya memperluas cakrawala tafsir dengan tidak melupakan bagaimana pemaknaan dan penafsiran terjadi, yakni upaya dialogis antara teks, author, dan audiens.
MENAKAR HUKUM POLIGAMI DALAM AL-QUR’AN
Abdul Mutakabbir
Jurnal Tafsere Vol 6 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (897.005 KB)
Hukum poligami menjadi perdebatan yang tiada akhir antara pro dan kontra. Hal tersebut disebabkan perdebatan dimulai dari luar teks sehingga penjabaran dan alasan yang dikemukakan menjalar tanpa arah. Adapun al-Qur’an sudah memberikan kejelasan tentang status hukum poligami dengan tidak memerintahkan dan tidak pula melarangnya. Dengan demikian, dapat dipahami bahwa statusnya adalah sesuatu yang dibolehkan, tetapi dengan berbagai persyaratan yang telah ditetapkan oleh al-Qur’an dan sesuai dengan semangat maqasid al-syari’ah.
AIR PERSPEKTIF AL-QUR’AN DAN SAINS
Hasyim Haddade
Jurnal Tafsere Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (169.764 KB)
Penelitian ini mengkaji tentang makna dan hakikat air ditinjau dari al-Qur’an dan sains. Al-Qur’an memberikan petunjuk bagi manusia agar berpikir, merenung, menghayati dan melihat segala apa yang telah Allah ciptakan bagi manusia yaitu berupa air. Ketika manusia telah menggunakan akalnya untuk berpikir dan meneliti air lebih jauh dan dapat membuktikannya bahwa air adalah merupakan unsur terpenting dalam kehidupan makhluk hidup di planet bumi ini. Hingga ilmu pengetahuan mampu menyibak tabir yang terkandung di dalam air sehingga dapat merasakan begitu pentingnya air bagi kehidupan.
SYUKUR DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN
Muhammad Irham A Muin
Jurnal Tafsere Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (714.56 KB)
Beragam ayat yang membicarakan tentang syukur, Artikel ini memaparkan hasil telaah terhadap ayat-ayat syukur di dalam al-Qur’an. Salah satu ayat di dalam Q.S. Luqman (31): 12. Terjemahnya: dan Sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, Yaitu: Bersyukurlah kepada Allah. dan Barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), Maka Sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan Barangsiapa yang tidak bersyukur, Maka Sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji". Syukur merupakan akhlak terpuji yang harus diimplementasikan pada segala linik kehidupan manusia.
AIR PERSPEKTIF AL-QUR’AN DAN SAINS
Hasyim Haddade
Jurnal Tafsere Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (169.764 KB)
Penelitian ini mengkaji tentang makna dan hakikat air ditinjau dari al-Qur’an dan sains. Al-Qur’an memberikan petunjuk bagi manusia agar berpikir, merenung, menghayati dan melihat segala apa yang telah Allah ciptakan bagi manusia yaitu berupa air. Ketika manusia telah menggunakan akalnya untuk berpikir dan meneliti air lebih jauh dan dapat membuktikannya bahwa air adalah merupakan unsur terpenting dalam kehidupan makhluk hidup di planet bumi ini. Hingga ilmu pengetahuan mampu menyibak tabir yang terkandung di dalam air sehingga dapat merasakan begitu pentingnya air bagi kehidupan.
INTERAKSI AL-QUR’AN DENGAN TRADISI PRA-QURANIK Kritik atas Pemikiran Abraham Geiger terhadap Imitatif al-Qur’an
Zulhamdani Zulhamdani
Jurnal Tafsere Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (183.142 KB)
Kajian tentang interaksi antara Al-Qur’an dengan tradisi dan kitab suci pra-quranik sebagaimana dalam agama Yahudi dan Kristen merupakan kajian yang populer di kalangan Sarjana Barat. Di antara mereka adalah Abraham Geiger yang menjadi pionir garda depan sehingga mencapai kesimpulan bahwa konsepsi ajaran yang terdapat di dalam Al-Qur’an merupakan peminjaman dari konsepsi tradisi dan kitab suci sebelumnya, khususnya Yahudi. Di dalam tulisan ini, Penulis mengelaborasi konsepsi Al-Qur’an yang dinyatakan sebagai adaptasi ataupun adopsi radikal yang berujung pada imitatif al-Qur’an yang dikemukakannya. Elaborasi tersebut mengurai bentuk perkembangan kebahasaan dan asimilasinya di milieu Arab.
AL-QALBU DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN
Mansyur Mansyur
Jurnal Tafsere Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (305.824 KB)
Masalah pokok dalam penelitian ini adalah bagaimana perspektif al-Qur’an tentang al-Qalb. Deskripsi tersebut terlahir dari berbagai fenomena yang cukup dilematis, dapat dilihat, dicermati dan dianalisis dalam dinamika kehidupan masyarakat, khususnya yang terkait dengan qalb manusia. Asumsi dasar yang mengilhami peneliti bahwa al-Qalb menempati posisi yang sangat urgen dalam menjalin hubungan komunikasi dengan Tuhan dan manusia serta hubungan jasmani dan rohani. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengelompokkan ayat-ayat terkait dengan qalb untuk mengungkap hakikat al-qalb, eksistensi al-qalb, dan urgensi al-qalb. Kemudian menjelaskan makna yang terkandung di dalam ayat-ayatnya dan menjadikan al-Qalb sebagai pusat gravitasi dari seluruh diri manusia dan fitrah memimpin untuk mempercayai Allah swt. dan para Nabi saw. yang merupakan perjanjian antara manusia dan Tuhannya.
REKONSTRUKSI SEJARAH KENABIAN DALAM TAFSIR NUZULI (Studi Kitab Fahm al-Qur’ān al-Ḥakīm: at-Tafsīr al-Wāḍiḥ ḥasb Tartīb an-Nuzūl Karya al-Jabiri)
Yuliana Jamaluddin
Jurnal Tafsere Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (179.335 KB)
Sejarah dan tafsir adalah dua disiplin ilmu keislaman yang berdiri sendiri. Namun demikian, sejarah dan tafsir kemudian berupaya diintegrasikan melalui model tafsir nuzuli, yaitu tafsir yang disusun berdasarkan kronologi turunnya wahyu, dan bukan berdasarkan urutan mushaf. Al-Jabiri adalah salah seorang intelektual muslim yang menyusun tafsir dengan model nuzuli, dengan keyakinan bahwa al-Qur’an yang diturunkan secara berangsur-angsur secara langsung merefleksikan perjalanan sejarah kenabian Muhammad saw. al-Qur’an adalah dokumen paling akurat yang dimiliki oleh umat Islam yang berasal dari masa awal perkembangan Islam, sebab upaya pemeliharaannya tidak pernah berhenti dilakukan. Meskipun al-Qur’an tidak menyebutkan tempat dan waktu terjadinya sebuah peristiwa sejarah secara eksplisit, namun substansi dan alur sejarah kenabian tergambar dalam tahapan-tahapan penurunan wahyu.
TRADISI MA’BACA YASIN DI MAKAM ANNANGGURU MADDAPPUNGAN (1884-1953M)
Idham Hamid
Jurnal Tafsere Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (335.692 KB)
Al-Qur’an merupakan kitab suci yang menjadi manhaj al-hayat bagi umat Islam. Kaum muslim disuruh untuk membaca dan mengamalkan agar memperoleh kebahagaiaan dunia dan akhirat. Dalam realitanya, fenomena pembacaan al-Qur’an mendapat apresiasi dan respon umat Islam dengan berbagai cara. Terdapat berbagai macam model pembacaan al-Qur’an, mulai berorientasi pada pemahaman dan pendalaman maknanya, sampai pada yang sekedar membaca al-Qur’an sebagai ibadah ritual atau untuk memperoleh ketenangan jiwa dan memperoleh keberkahan. Bahkan ada juga pembacaan al-Qur’an yang dilakukan guna mendapatkan kekuatan magis (supranatural) atau terapi pengobatan dan sebagainya. Salah satu model pembacaan al-Qur’an yang ditemukan adalah apa yang dipraktekkan oleh Santri Pondok Pesantren Salafiyah dengan membaca surah Yasin (ma’baca Yasin) atau Yasinan di makam Annangguru Maddappungan. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa pemahaman santri terkait praktek tradisi ma’baca Yasin di Makam Annangguru Maddappungan, memiliki beberapa bentuk pemahaman, yaitu: tawassul, mengingat mati, menunaikan hajat, dan (mattula’ bala) menolak bala. Selanjutnya, tradisi ma’baca Yasin di Makam Annangguru Maddappungan berimplikasi pada santri, yakni mampu membentuk kepribadian berlandaskan nilai-nilai qur’ani serta mampu menjadikan media dakwah untuk memperkuat karakter spritual masyarakat.