cover
Contact Name
Anirwan
Contact Email
jurnalintelekmadani@gmail.com
Phone
+6285218159999
Journal Mail Official
papsjournals@gmail.com
Editorial Address
Jl. Malengkeri, Kompleks Gerhana Alauddin, Blok D No. 18 Mangasa Tamalate Makassar
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Pharmacology And Pharmacy Scientific Journals (PAPS Journals)
ISSN : -     EISSN : 28307070     DOI : https://doi.org/10.51577/papsjournals.v1i2
Core Subject : Health,
Pharmacology And Pharmacy Scientific Journals (PAPS Journals) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia dengan scope: Farmacologi, Farmakokinetik, Komunitas dan Farmasi Klinik, Kimia Farmasi, Tekhnologi Farmasi, Microbiology dan Bioteknologi Farmasi, Farmasi Herbal. Artikel-artikel yang dimuat dalam Pharmacology And Pharmacy Scientific Journals (PAPS Journals) merupakan artikel hasil penelitian. Artikel yang akan diterbitkan oleh PAPS Journals akan direview oleh editor internal dan eksternal. Keputusan diterima atau tidaknya suatu artikel ilmiah dalam jurnal ini merupakan hak Redaksi.
Articles 56 Documents
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN OBAT KUMUR EKSTRAK ETANOL DAUN MENGKUDU (Morinda citrifolia L.) TERHADAP BAKTERI Streptococcus mutans Fitriani Fajri; Nurfitria Junita; Siti Nur Aini Yusuf
Pharmacology And Pharmacy Scientific Journals Vol. 1 No. 2: Desember, 2022, PAPS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.079 KB) | DOI: 10.51577/papsjournals.v1i2.356

Abstract

Daun mengkudu (Morinda citrifolia L.) memiliki kandungan zat aktif antibakteri yaitu flavonoid, Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui ekstrak daun mengkudu (Morinda citrifolia L.) dapat diformulasikan dalam bentuk sediaan obat kumur yang stabil secara fisika dan kimia, kemudian untuk mengetahui formulasi sediaan obat kumur memiliki aktivitas antibakteri terhadap Streptococcus mutans, dan konsentrasi obat kumur ekstrak etanol daun mengkudu (Morinda citrifolia L.) yang paling efektif memiliki aktivitas terhadap bakteri Streptococcus mutans. Daun mengkudu di ekstraksi menggunakan metode maserasi, Metode penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan evaluasi sediaan secara fisika dan kimia serta pengujian aktivitas antibakteri dengan metode difusi cakram disk dengan konsentrasi 5%, 10%, dan 15%, kontrol negatif berupa sediaan obat kumur tanpa ekstrak daun mengkudu dan kontrol positif berupa obat kumur (care antibacterial). Hasil evaluasi penelitian pada konsentrasi 5%, 10%, dan 15%, memenuhi syarat secara fisika dan kimia kecuali pada uji kejernihan pada formulasi 15%. Uji aktivitas antibakteri pada konsentrasi 5% memiliki zona hambat 22,2 mm (kuat), 10% zona hambat 24,5 mm (kuat) dan 15% zona hambat 25,7 mm (kuat). Disimpulkan bahwa untuk konsentrasi 15% dengan diameter zona hambat 25,7 mm (kuat) yang paling efektif.
SAMPUL, EDITORIAL TEAM, DAN DAFTAR ISI Admin Paps
Pharmacology And Pharmacy Scientific Journals Vol. 1 No. 2 (2022): Desember 2022, PAPS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.249 KB)

Abstract

Sampul, Editorial Team, dan Daftar Isi
UJI AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL DAUN BIDARA ARAB (Ziziphus spina-christi. L) TERHADAP PERTUMBUHAN Staphylococcus aureus Munawwarah Ajemain; Arief Azis; Sukirawati Sukirawati
Pharmacology And Pharmacy Scientific Journals Vol. 1 No. 2: Desember, 2022, PAPS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.447 KB) | DOI: 10.51577/papsjournals.v1i2.374

Abstract

Indonesia memiliki sekitar 30.000 jenis tumbuhan dan 7.000 di antaranya ditengarai memiliki khasiat sebagai obat. Salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai obat herbal adalah tanaman bidara arab yang memiliki nama ilmiah Ziziphus spina-christi. L. Bidara arab telah umum digunakan pada Traditional Chinese Medicine untuk mengobati berbagai penyakit seperti gangguan pencernaan, kelemahan, keluhan hati, obesitas, masalah kemih, diabetes, infeksi kulit, hilangnya nafsu makan, demam, faringitis, bronkitis, anemia, diare, insomnia, dan kanker Penelitian ini bertujuan untuk menguji daya hambat ekstrak etanol Daun Bidara Arab (Ziziphus spina-christi. L.) terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus. Desain penelitian yang digunakan adalah eksperimental Laboratorium dengan melakukan percobaan untuk mengetahui daya hambat ekstrak etanol daun bidara arab (Ziziphus spinachristi. L) terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus. Sampel Daun Bidara Arab (Ziziphus spina-christi. L) diambil di daerah Bu’rung Bu’rung kelurahan pattalassang kabupaten Gowa. Lalu diekstraksi secara maserasi dengan pelarut etanol 96%. Ekstrak Daun Bidara Arab dibuat dalam konsentrasi 4%, 6%, dan Kontrol Negatif diujikan pada Staphylococcus aureus. Penentuan zona hambat dilakukan dengan metode gores dan Nutrien Agar (NA) sebagai medium dengan masa inkubasi 1 x 24 jam pada suhu 37ºC. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol Daun Bidara Arab (Ziziphus spina-christi. L) pada konsentrasi 4% dan 6% tidak dapat menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus.
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK LIDAH MERTUA (Sansevieria trifasciata) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA BAKAR PADA KELINCI (Oryctolagus cuniculus) Farid Fani Temarwut; Arief Aziz; Mutmainah Arif; Sustrin Abasa; Pertiwi Ishak
Pharmacology And Pharmacy Scientific Journals Vol. 1 No. 2 (2022): Desember 2022, PAPS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.517 KB) | DOI: 10.51577/papsjournals.v1i2.376

Abstract

Luka bakar merupakan kerusakan jaringan yang disebabkan karena paparan sumber panas seperti listrik, api dan bahan kimia yang berbahaya. Luka bakar dapat merusak kulit dan jaringan seperti pembuluh darah, tendon, saraf dan tulang sehingga meningkatkan resiko terjadinya infeksi. Daun lidah mertua mengandung senyawa aktif saponin, kardenolin, polifenol, falavanoid dan tanin. Penelitian ini adalah eksperimental laboratorium yang dilaksanakan di laboratorium Farnakologi Universitas Pancasakti. Penelitian menggunakan 5 ekor Kelinci, setiap kelinci dibuat luka dengan luas 2 cm pada area punggung yang dibagi menjadi 3 area luka. Kelinci dibagi 5 kelompok, dimana kelompok I diberikan NaCMC, kelompom II Ekstrak lidah mertua 15%, kelompok III 20%, kelompok IV 25% dan kelompok V Bioplacenton. Perlakuan dilakukan selama 12 hari dimana tiap 3 hari dilakukan pengukuran penyembuhan luka bakar. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh persentase rata-rata penyembuhan luka bakar sebesar 8,67%, 24,5, 36,83%, 56% dan 63%. Berdasarkan analisis statistik dengan menggunakan analisis variances (ANOVA) dan uji lanjut LSD menunjukkan perbedaan bermakna p<0,05 pada seluruh perlakuan, dimana kesimpulan yang didapatkan bahwa konsentrasi yang baik digunakan dari ketiga konsentrasi tersebut ekstrak terhadap penyembuhan luka bakar pada kelinci yang lebih efektif ditunjukkan pada ekstrak dengan konsentrasi 25%.
UJI AKTIVITAS KOMBINASI EKSTRAK ETANOL DAUN KETEPENG CINA (Cassia alata L.) DAN DAUN BELUNTAS (Pluchea indica L.) TERHADAP PERTUMBUHAN Staphylococcus aureus Syachriyani Syachriyani; Firmansyah Firmansyah
Pharmacology And Pharmacy Scientific Journals Vol. 1 No. 2: Desember, 2022, PAPS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/papsjournals.v1i2.377

Abstract

Salah satu bahan herbal yang dapat digunakan sebagai bahan dasar terapi adalah kombinasi daun Ketepeng Cina dan daun Beluntas yang memiliki kandungan penting seperti alkaloid, saponin, tannin, steroid, dan flavonoid. Flavonoid pada tanaman herbal memiliki efek antiinflamasi, antialergi, antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri kombinasi ekstrak daun Beluntas dan daun Ketepeng Cina terhadap Staphylococcus aureus. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Mikrobiologi Farmasi Program Studi Famasi Fakultas MIPA Universitas Pancasakti Makassar. Bahan uji yang digunakan diekstraksi secara Maserasi dengan menggunakan Etanol 96. Pengujian aktivitas antibakteri dengan metode difusi menggunakan paper disc yang diamati pada masa inkubasi 1 x 24 jam dan dilanjutkan pada pengamatan 2 x 24 jam. Kelompok perlakuan terdiri atas lima kelompok perlakuan yaitu kelompok I (kontrol negative Na.CMC 1 % b/v), kelompok II (kombinasi ekstrak 1:1), kelompok III (kombinasi ekstrak 1:2), kelompok IV (kombinasi ekstrak 2:1) dan kelompok V (kontrol positif Amoxicillin). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata zona hambat yang diperoleh adalah kombinasi ekstrak (1:1) 20 mm, kombinasi ekstrak (1:2) 22 mm, kombinasi ekstrak (2:1) 24 mm, dan kontrol positif (Amoxicillin) 27,33 mm. Kombinasi ekstrak daun Beluntas dan daun Ketepeng Cina memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus yang bersifat bakterisid.
FORMULASI MASKER LUMPUR EKSTRAK DAUN PEPAYA (Carica papaya L.) DAN UJI DAYA HAMBAT TERHADAP Propionibacterium acne Muliana Hafid; Ariyani Buang; Astuti Astuti
Pharmacology And Pharmacy Scientific Journals Vol. 2 No. 1: Juni, 2023, PAPS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/papsjournals.v2i1.391

Abstract

Daun pepaya mengandung enzim papain, flavonoid, saponin, dan alkaloid karpain yang diketahui memiliki aktivitas sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ekstrak daun pepaya dapat diformulasikan menjadi sediaan masker lumpur yang memenuhi mutu fisik sediaan dan untuk mengetahui konsentrasi yang memiliki efek antibakteri yang optimal. Simplisia daun pepaya diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Ekstrak yang diperoleh dibuat formulasi sediaan masker lumpur dengan 4 formula yaitu FI (Basis masker) sebagai kontrol negatif, FII, FIII, FIV masing-masing konsentrasi 10%(b/v), 12,5%(b/v), dan 15%(b/v). Selanjutnya di uji mutu fisik meliputi uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji viskositas, uji daya sebar, uji daya lekat, uji waktu kering. Formula yang memenuhi syarat diuji daya hambatnyaterhadap Propionibacterium acne. Hasil penelitian dan analisis data secara statistik yang dilakukan dengan metode ANOVA dilanjutkan dengan LSD didapatkan bahwa ekstrak daun pepaya FII 10%(b/v), FIII 12,5%(b/v), dan FIV 15%(b/v)memenuhi uji mutu fisik sediaan masker. Formulasi ekstrak daun pepaya pada konsentrasi 12,5% b/v (F3) dan 15% b/v (F4) memiliki daya hambat optimalterhadap Propionibacterium acne dan efeknya berbeda bermakna dengan Clay mask Centella asiatica.
UJI LC50 EKSTRAK BATANG AKAR KUNING (Arcangelisia flava Merr) TERHADA LARVA UDANG (Arthemia salina Leach) DENGAN METODE BSLT (Brine Shrimp Lethality Test) Andi Nur Ilmi Adriana
Pharmacology And Pharmacy Scientific Journals Vol. 2 No. 1: Juni, 2023, PAPS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/papsjournals.v2i1.416

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar LC50 ekstrak batang akar kuning (Arcangelisia flava Merr) terhadap larva udang (Arthemia salina Leach.) dengan metode BSLT (Brine Shrimp Lethaly Test). Penelitian ini dilaksanakan dilaboratorium farmakologi universitas pancasakti makassar pada bulan juni 2021. Penelitian ini menggunakan 5 variasi konsentrasi ekstrak etanol batang kayu kuning yakni 100, 200, 400, 600 dan 800 ppm. Masing-masing konsentrasi menggunakan 10 Larva artemia salina yang berumur 48 jam perlakuan diulangi sebanyak 3 kali replikasi (triplo) dan diamati setelah 24 jam. Selanjutnya dihitung nilai LC50 dengan menggunakan analisis probit. Hasil analisis probit menunjukkan bahwa nilai LC50 dari ekstrak etanol batang kayu kuning adalah 144, 5772 ppm masuk dalam kategori toksik. Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol batang akar kuning memiliki efek toksisitas terhadap larva Artemia salina L.
PENGARUH PEMBERIAN JUS UMBI BIT (Beta vulgaris L) TERHADAP PENINGKATAN IMUNOGLOBULIN M (IgM) PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) DENGAN METODE HEMAGLUTINASI Muhammad Aris
Pharmacology And Pharmacy Scientific Journals Vol. 2 No. 1: Juni, 2023, PAPS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/papsjournals.v2i1.417

Abstract

Penelitian pengaruh jus umbi bit (Beta vulgaris L) terhadap peningkatan imunoglobulin M (IgM) telah dilakukan terhadap 15 ekor tikus putih dengan metode hemaglutinasi. Parameter yang diamati adalah terjadinya aglutinasi antara serum tikus putih yang telah diberi perlakuan dengan antigen. Tikus putih dikelompokkan menjadi 5 kelompok, setiap kelompok terdiri dari 3 ekor tikus putih. Kelompok 1 (kontrol negatif) diberi aquadest, kelompok 2, 3 dan 4 diberi jus umbi bit dengan konsentrasi 20% b/v, 40% b/v dan 80% b/v serta kelompok 5 (kontrol positif) diberi stimuno forte, masing-masing 5 hari. Pada hari ke 6 diinduksi dengan SDMD 2% v/v secara intraperitoneal. Pada hari ke 10 serum diambil dan dilakukan pengujian. Data hasil pengamatan aglutinasi dianalisis dengan menggunakan ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jus umbi bit memberikan efek tidak berbeda nyata antara masing-masing konsentrasi dan kontrol positif, sedangkan berbeda nyata dengan kontrol negatif. Hal ini menunjukkan jus umbi bit dapat meningkatkan Imunoglobulim M (IgM) pada konsentrasi 20% b/v, 40% b/v dan 80% b/v.
UJI TOKSISITAS AKUT EKSTRAK ETANOL DAUN SENGGANI (Melastoma polyanthum Bl.) TERHADAP LARVA UDANG (Artemia salina Leach) DENGAN METODE BRINE SHRIMP LETHALITY TEST (BSLT) Sustrin Abasa; Pertiwi Ishak
Pharmacology And Pharmacy Scientific Journals Vol. 2 No. 1: Juni, 2023, PAPS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/papsjournals.v2i1.418

Abstract

Daun senggani (Melastoma polyanthum Bl.) adalah tanaman obat tradisional yang dapat mengatasi berbagai jenis penyakit. Manfaat tanaman ini sangat banyak dalam dunia pengobatan secara empiris. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui tingkat toksisitas akut ekstrak daun senggani (Melastoma polyanthum Bl.) yang menggunakan pelarut etanol 96% dan untuk mengetahui pada konsentrasi berapa ekstrak etanol daun senggani (Melastoma polyanthum Bl.) dapat memberikan efek toksik. Ekstrak etanol daun senggani yang diperoleh digunakan untuk uji toksisitas terhadap larva udang dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) dalam beragam konsentrasi yaitu 200 ppm, 400 ppm, 600 ppm, 800 ppm, dan 1000 ppm. Kemudian data kematian (Artemia salina Leach) dianalisis dengan analisis probit untuk mengetahui nilai LC50. Hasil dari penelitian menunjukkan pada masing-masing konsentrasi ekstrak daun senggani (Melastoma polyanthum Bl.) memiliki tingkat toksisitas terhadap larva udang (Artemian salina Leach). Ditunjukkan dengan nilai LC50< 1000 ppm yakni 523,60 ppm. Berdasarkan kandungan kimia yang terkandung pada daun senggani yaitu flavanoid, tanin, saponin, glikosida, dan steroid/triterpenoid menunjukkan bahwa senyawa – senyawa tersebut memiliki potensi bioaktivitas terhadap larva udang (Artemia salina Leach).
FORMULASI DAN UJI MUTU FISIK SEDIAAN KRIM BODY SCRUB EKSTRAK KULIT PISANG GOROHO (Musa acuminate L.) Firmansyah Firmansyah; Andi Nur Ilmi Adriana; Narni Narni
Pharmacology And Pharmacy Scientific Journals Vol. 2 No. 1: Juni, 2023, PAPS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/papsjournals.v2i1.420

Abstract

Kulit Pisang Goroho (Musa acuminate L.) mengandung senyawa flavonoid dan tanin yang diketahui memiliki aktivitas antioksidan, untuk mempermudah penggunaannya di formulasikan dalam bentuk sediaan krim body scrub. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ekstrak kulit Pisang dapat diformulasikan menjadi sediaan krim body scrub yang stabil dan memenuhi standar mutu fisik. Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratorium dengan melakukan formulasi sediaan krim body scrub dan uji mutu fisik sediaan. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Farmasi Prodi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Pancasakti dan Laboratorium Teknologi Farmasi Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Makassar. Pembuatan ekstrak kulit Pisang Goroho dengan metode Maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Penelitian ini dilakukan dengan membuat sediaan krim body scrub dalam empat sediaan yaitu FI (basis tanpa ekstrak), FII (ekstrak 1%), FIII (ekstrak 3%), dan FIV (ekstrak 5%), selanjutnya dilakukan uji mutu fisik meliputi uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji viskositas, uji daya sebar, uji daya lekat, dan uji stabilitas dipercepat dengan metode Cycling test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kulit Pisang Goroho dapat diformulasikan menjadi sediaan krim body scrub yang yang memenuhi syarat mutu fisik dengan parameter uji meliputi uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji viskositas, uji daya sebar, uji daya lekat, uji tipe krim dan uji stabilitas dipercepat.