cover
Contact Name
Anirwan
Contact Email
jurnalintelekmadani@gmail.com
Phone
+6285218159999
Journal Mail Official
papsjournals@gmail.com
Editorial Address
Jl. Malengkeri, Kompleks Gerhana Alauddin, Blok D No. 18 Mangasa Tamalate Makassar
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Pharmacology And Pharmacy Scientific Journals (PAPS Journals)
ISSN : -     EISSN : 28307070     DOI : https://doi.org/10.51577/papsjournals.v1i2
Core Subject : Health,
Pharmacology And Pharmacy Scientific Journals (PAPS Journals) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia dengan scope: Farmacologi, Farmakokinetik, Komunitas dan Farmasi Klinik, Kimia Farmasi, Tekhnologi Farmasi, Microbiology dan Bioteknologi Farmasi, Farmasi Herbal. Artikel-artikel yang dimuat dalam Pharmacology And Pharmacy Scientific Journals (PAPS Journals) merupakan artikel hasil penelitian. Artikel yang akan diterbitkan oleh PAPS Journals akan direview oleh editor internal dan eksternal. Keputusan diterima atau tidaknya suatu artikel ilmiah dalam jurnal ini merupakan hak Redaksi.
Articles 61 Documents
UJI AKTIVITAS FRAKSI N-HEKSAN DAN ETIL ASETAT DAUN KEMBANG SEPATU (Hibiscus rosasinensis L) TERHADAP Candida albicans dan Bacillus subtilis Hafid, Muliana; Sulastri, Sulastri; Farid, A.Muh.
Pharmacology And Pharmacy Scientific Journals Vol. 4 No. 2: Desember, 2025, PAPS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/papsjournals.v4i2.674

Abstract

Daun kembang sepatu mengandung senyawa flavonoid, tanin dan saponin yang berperan sebagai antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antimikroba fraksi etil asetat dan n-Heksan daun kembang sepatu terhadap pertumbuhan Candida albicans dan Bacillus subtilis. Daun kembang sepatu diekstraksi secara maserasi dengan pelarut etanol 96% kemudian difraksinasi dengan pelarut etil asetat dan n-Heksan. Fraksi etil asetat dan n-Heksan diuji aktivitas antimikroba menggunakan metode difusi cakram. Kelompok perlakuan terdiri dari fraksi etil asetat dan n-Heksan dengan konsentrasi 10%, 15%, dan 20%,Na CMC sebagai control negatif. Media yang telah diberi perlakuan diinkubasi selama 24 jam untuk Bacillus subtilis dan 72 jam untuk Candida albicans. Zona hambat yang terbentuk diamati dan diukur menggunakan jangka sorong. Hasil penelitian Candida albicans kelompok fraksi etil asetat dengan zona hambat sebesar 16,16 mm, pada fraksi n-Heksan paling besar memiliki diameter zona hambat sebesar 16,70 mm, sedangkan hasil penelitian Bacillus subtilis kelompok fraksi etil asetat paling besar memiliki diameter zona hambat sebesar 13,3 mm pada fraksi n-Heksan zona hambat sebesar 12,48 mm. Fraksi etil asetat dan fraksi n-Heksan daun kembang sepatu memiliki aktivitas antimikroba pada konsentrasi 20% yang paling efektif
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI GEL HANDSANITIZER EKSTRAK DAUN SUKUN (Artocarpus altilis) TERHADAP Staphylococcus aureus K.A, Syarifuddin; Adriana, Andi Nur Ilmi; Ishak, Pertiwi
Pharmacology And Pharmacy Scientific Journals Vol. 4 No. 2: Desember, 2025, PAPS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/papsjournals.v4i2.689

Abstract

Telah dilakukan penelitian dengan tujuan mengetahui aktivitas antibakteri sediaan gel handsanitizer ekstrak etanol daun sukun (Artocarpus altilis) terhadap bakteri Staphylococcus aureus serta menguji stabilitas fisiknya. Gel handsanitizer ekstrak etanol daun sukun (Artocarpus altilis) dibuat 4 formulasi, dimana FI(10%), FII(15%), FIII(20%) dan FIV tanpa zat aktif. Penelitian diawali dengan pembuatan ekstrak etanol daun sukun (Artocarpus altilis). Dalam penelitian ini dilakukan penyarian zat aktif menggunakan etanol 96% dengan menggunakan metode maserasi. Stabilitas fisik sediaan gel ditentukan berdasarkan pengamatan terhadap organoleptik, homogenitas, daya sebar, daya lekat, pH, dan viskositas baik sebelum dan setelah penyimpanan dipercepat dengan menggunakan climatic chamber pada suhu 400C dan suhu 40C selama 12 jam sebanyak 6 siklus. Berdasarkan hasil penelitian setiap formula didapatkan sediaan gel handsanitizer memenuhi syarat uji kestabilan fisik. Berdasarkan hasil pengujian aktivitas antibakteri Staphylococcus aureus sediaan gel handsanitizer etanol daun sukun (Artocarpus altilis) dengan konsentrasi 10%, 15%, dan 20% masing-masing memberikan daya hambat rata-rata 12.20 mm, 12.95 mm dan 14.29mm dengan kategori respon hambat kuat.
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS TABIR SURYA SEDIAAN BODY LOTION FRAKSI ETIL ASETAT DAUN SINTRONG (Crassocephalum crepidioides) Hakim, Azima; Bu’tu, Yulita; Aliah, Ahmad Irsyad; Setiawan, Prayitno
Pharmacology And Pharmacy Scientific Journals Vol. 4 No. 2: Desember, 2025, PAPS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/papsjournals.v4i2.777

Abstract

Daun sintrong (Crassocephalum crepidioides) merupakan tumbuhan yang mengandung senyawa aktif seperti flavonoid dan polifenol yang dapat dimanfaatkan sebagai antioksidan, khususnya terhadap bahaya sinar UV. Penelitian ini bertujuan membuat formula body lotion fraksi etil asetat daun sintrong dengan menguji evaluasi fisik, stabilitas, serta aktivitas tabir surya menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Uji dilakukan pada empat konsentrasi: 0% (K-), 0,1% (F1), 0,2% (F2), dan 0,3% (F3). Pada uji evauasi fisik diperoleh F1, F2, dan F3 berwarna hijau muda, hijau, dan hijau tua, sedangkan K- berwarna putih. Semua formulasi beraroma citrus lemon, berbentuk semi padat, homogen, dan memenuhi syarat nilai pH, daya lekat, daya sebar, dan viskositas. Hail uji aktivitas tabir surya sediaan body lotion fraksi etil asetat daun sintrong menunjukkan nilai SPF untuk konsentrasi 0,1% adalah 3,27 (minimal), 0,2% adalah 5,33 (sedang), dan 0,3% adalah 5,53 (sedang). Nilai %Te untuk F1, F2, dan F3, secara berurutan adalah 45,5%, 29,17%, dan 27,72%, sedangkan %Tp adalah 72,06%, 47,33%, dan 41,99%, yang belum memenuhi klasifikasi tabir surya. Konsentrasi 0,3% merupakan konsentrasi optimum dengan nilai SPF 5,59 (proteksi sedang), %Te 27,72%, dan %Tp 42,99%.
PENETAPAN ANGKA KAPANG DAN KHAMIR PADA JAMU KUNYIT ASAM DI PASAR TRADISIONAL KELURAHAN MOJAYAN, KECAMATAN KLATEN TENGAH, KABUPATEN KLATEN Waris, Muhammad Anugerah Alam; A.S, Indarto
Pharmacology And Pharmacy Scientific Journals Vol. 4 No. 2: Desember, 2025, PAPS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/papsjournals.v4i2.793

Abstract

Jamu gendong kunyit asam merupakan salah satu obat tradisional di Indonesia. Jamu gendong kunyit asam banyak dijajakan di Kelurahan Mojayan, Kecamatan Klaten Selatan, Kabupaten Klaten yang sudah lama dikenal sebagai sentra industri jamu. Jamu gendong kunyit asam dapat terkontaminasi oleh kapang khamir. Kontaminasi kapang khamir dapat mengurangi kualitas dari jamu gendong beras kencur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui angka kapang khamir pada jamu gendong beras kencur di pasar tradisional Kelurahan Mojayan, Kecamatan Klaten Tengah, Kabupaten Klaten. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Teknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling dimana dilakukan pengambilan sampel sebanyak 5 jamu gendong kunyit asam. Pemeriksaan untuk angka kapang khamir dilakukan dengan metode pour plate. Pemeriksaan ini memerlukan waktu inkubasi 5 hari. Data hasil penelitian dibandingkan dengan BPOM RI Nomor 29 Tahun 2023 secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai AKK rata-rata sebesar 1,24 × 103 yang berarti berarti berada di bawah batas maksimum yang diperbolehkan sebesar 5 x 105 koloni/g Peraturan Badan POM RI Nomor 29 Tahun 2023. Hasil ini menunjukkan bahwa produk-produk tersebut aman secara mikrobiologis untuk dikonsumsi
ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF METABOLIT SEKUNDER PADA EKSTRAK ETANOL BATANG DAN DAUN NILAM (Pogostemon Cablin Benth) Inaku, Chikita; Pertiwi, Vicky Anggun; Aliah, Ahmad Irsyad
Pharmacology And Pharmacy Scientific Journals Vol. 4 No. 2: Desember, 2025, PAPS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/papsjournals.v4i2.808

Abstract

Nilam (Pogostemon cablin Benth) adalah salah satu tumbuhan perdu yang harum yang berakar serabut dengan daun yang halus seperti beludru, lonjong agak membulat dan berwarna agak pucat, tergolong kedalam tanaman genus Pogostemon. Nilam (Pogostemon cablin Benth) memiliki banyak manfaat diberbagai bidang seperti terapi dan penggunaan di industri wewangian. Dibeberapa negara, Nilam (Pogostemon cablin Benth) digunakaan sebagai pengobatan seperti anti antioksidan, anti inflamasi, dan antimikroba.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan dan kadar total senyawa metabolit sekunder yang terkandung di dalam batang dan daun nilam (Pogostemon cablin Benth) dengan metode maserasi yang menggunakan pelarut etanol 96%, lalu dilakukan skrining fitokimia dan uji secara spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian dari analisis kualitatif senyawa metabolit sekunder berupa uji senyawa flavonoid,tanin dan fenol pada ekstrak batang dan daun nilam dengan pelarut etanol 96% menunjukkan hasil yang positif kecuali senyawa tanin pada ekstrak batang menunjukkan hasil negative. Untuk hasil analisis kuantitatif didapatkan kadar flavonoid total 8,384 mg EQ/g atau 0,8384 % pada bagian batang dan 14,853 mg EQ/g atau 1,4853 % pada bagian daun, kadar tanin total 91,477 mg/g mg EAT/g atau 9,1477% pada bagian daun, kadar fenol total -21,799 mg mg GAE/g atau -2,1799% pada bagian batang dan kadar fenol total 2,161 mg GAE/g atau 0,2161 % pada bagian daun.
FORMULASI SABUN PADAT TRANSPARAN EKSTRAK DAUN KAYU JAWA SEBAGAI ANTIBAKTERI TERHADAP Staphylococcus aureus Buang, Ariyani; Hasril, Haswani
Pharmacology And Pharmacy Scientific Journals Vol. 4 No. 2: Desember, 2025, PAPS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/papsjournals.v4i2.843

Abstract

Uji Fisik Sediaan Gel Ekstrak Kulit Kayu Manis (Cinnamomum burmannii Blume) sebagai Tabir Surya dengan Variasi Basis Natrium Alginat Ag. Kirwanto; Muhammad Anugerah Alam Waris
Pharmacology And Pharmacy Scientific Journals Vol. 5 No. 1: Juni, 2026, PAPS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/papsjournals.v5i1.933

Abstract

Kulit kayu manis (Cinnamomum burmannii Bl) diketahui memiliki aktivitas tabir surya. Efektivitas penggunaan kulit kayu manis dapat dipermudah dalam sediaan gel. Basis gel yang digunakan yaitu natrium alginat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui uji fisik sediaan gel ekstrak kulit kayu manis sebagai tabir surya dengan variasi basis natrium alginat. Pembuatan gel ekstrak kulit kayu manis menggunakan variasi konsentrasi natrium alginat 3%, 6%, 12%. Penelitian ini adalah penelitian secara observasional yaitu mencatat hasil uji fisik sediaan gel ekstrak kulit kayu manis yang meliputi organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar dan daya lekat. Penelitian ini dimaksudkan untuk mendeskripsikan uji fisik sediaan gel ekstrak kulit kayu manis dengan variasi basis natrium alginat yang disajikan dalam bentuk narasi dan tabel. Hasil dan Kesimpulan dari penelitian ini adalah uji organoleptik menunjukkan bahwa ketiga formulasi memiliki bentuk A cair, B setengah padat dan C padat, berwarna coklat untuk formula I dan formula II dan coklat tua untuk formula III, berbau khas kulit kayu manis. Seluruh formula gel menunjukkan hasil yang homogen. Ketiga formulasi memiliki pH, yaitu 6,1 , 6,4 dan 6,5. Viskositas ketiga formulasi yaitu 300 mPa·s, 457 mPa·s dan 512 mPa·s. Daya sebar formulasi A=9,5 cm, formula B=5,4 cm dan formula C=4,2 cm. Daya lekat formulasi A=1 detik, B=4 detik, dan C=6 detik.
Formulasi, Uji Mutu Fisik dan Uji Aktivitas Antioksidan Sediaan Serbuk Instan Ekstrak Umbi Beta vulgaris L. Muhammad Anugerah Alam Waris; Ag. Kirwanto
Pharmacology And Pharmacy Scientific Journals Vol. 5 No. 1: Juni, 2026, PAPS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/papsjournals.v5i1.945

Abstract

Beta vulgaris L. adalah tanaman yang kaya akan senyawa bioaktif seperti betalain, flavonoid, dan senyawa fenolik, yang dikenal memiliki aktivitas antioksidan tinggi. Pengembangan produk bubuk instan merupakan strategi untuk meningkatkan stabilitas, kemudahan konsumsi, dan nilai fungsional tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan sediaan bubuk instan dari ekstrak umbi B. vulgaris, mengevaluasi kualitas fisiknya, dan menentukan aktivitas antioksidannya menggunakan metode DPPH. Bubuk instan diformulasikan menggunakan maltodekstrin sebagai pembawa. Evaluasi kualitas fisik meliputi uji organoleptik, kadar air, waktu disolusi, sudut tumpukan, dan densitas curah. Aktivitas antioksidan diuji menggunakan metode DPPH dan dinyatakan sebagai nilai IC50. Hasil menunjukkan bahwa semua formula bubuk instan umbi B. vulgaris memenuhi persyaratan uji sifat fisik untuk sediaan bubuk instan. Pengujian aktivitas antioksidan menunjukkan bahwa bubuk instan umbi B. vulgaris memiliki kemampuan menangkap radikal bebas yang dikategorikan kuat dengan nilai IC50 sebesar 130,76 ± 0,42 ppm. Hasil ini menunjukkan bahwa ekstrak umbi B. vulgaris berpotensi untuk dikembangkan sebagai produk minuman fungsional atau suplemen antioksidan alami.
Evaluasi Stabilitas Tetes Mata, Sirup, Salep Setelah Penyimpanan di Apotek Ngudi Waluyo Christina Dwi Widhiastuti; Tiara Agustinata Haryanto; Sarwendah Aulia Pramesti; Ariyanti Ariyanti
Pharmacology And Pharmacy Scientific Journals Vol. 5 No. 1: Juni, 2026, PAPS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/papsjournals.v5i1.951

Abstract

Stabilitas obat penting untuk menjaga mutu, keamanan, dan efektivitas terapi, terutama pada obat yang telah digunakan dan disimpan di apotek. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi stabilitas fisik sediaan sirup, salep, dan tetes mata setelah penyimpanan di Apotek Ngudi Waluyo. Metode penelitian menggunakan deskriptif observasional dengan pendekatan eksperimental laboratorium. Sampel terdiri dari 17 sediaan sirup, 13 sediaan salep, dan 5 sediaan tetes mata. Parameter yang diamati meliputi warna, bau, pH, volume, dan bobot selama empat minggu penyimpanan. Data dianalisis secara deskriptif dan menggunakan uji Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan seluruh sediaan tetap stabil selama penyimpanan tanpa terjadinya perubahan organoleptis, pH, volume, maupun bobot. Nilai pH sirup berada pada rentang 4-9, salep 4-6, dan tetes mata 6-7 serta tetap konstan selama pengamatan. Uji statistic menunjukkan tidak teradapat perbedaan signifikan pada seluruh parameter yang diuji dengan nilai signifikansi pH sebesar 1,0 (p>0,05), sedangkan volume dan bobot sebesar 0,392 (p>0,05).  Sediaan sirup, salep, dan tetes mata yang disimpan di Apotek Ngudi Waluyo memiliki stabilitas fisik yang baik selama empat minggu penyimpanan sehingga tetap aman dan layak digunakan sesuai standar penyimpanan obat.
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK DAUN KAYU JAWA (Lannea coromandelica) TERHADAP PERTUMBUHAN Candida albicans Ariyani Buang; Deniyati Deniyati; Ririn Febriana
Pharmacology And Pharmacy Scientific Journals Vol. 5 No. 1: Juni, 2026, PAPS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/papsjournals.v5i1.958

Abstract

Daun kayu jawa (Lannea coromandelica) diketahui mengandung senyawa aktif seperti alkaloid, tanin, flavonoid, dan saponin yang berpotensi menghambat pertumbuhan Candida albicans. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun kayu jawa pada konsentrasi 5% b/v, 10% b/v, dan 15% b/v dalam menghambat pertumbuhan Candida albicans. Penelitian ini merupakan eksperimen laboratorium dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Hasil ekstraksi menunjukkan rendemen sebesar 11,47%, dan uji skrining fitokimia mengonfirmasi adanya alkaloid, tanin, flavonoid, dan saponin. Uji daya hambat dilakukan dengan variasi konsentrasi ekstrak (5%, 10%, dan 15% b/v), dengan nistatin sebagai kontrol positif dan DMSO 10% sebagai kontrol negatif. Hasil analisis statistik menggunakan uji ANOVA yang dilanjutkan dengan uji Post Hoc menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antar perlakuan. Rata-rata diameter zona hambat pada konsentrasi 5%, 10%, dan 15% b/v masing-masing sebesar 11,30 mm, 12,82 mm, dan 14,09 mm yang termasuk dalam kategori kuat dan efektif dalam menghambat pertumbuhan Candida albicans. Namun, daya hambat tersebut masih lebih rendah dibandingkan kontrol positif nistatin dengan rata-rata diameter zona hambat sebesar 17,19 mm.