cover
Contact Name
Anirwan
Contact Email
jurnalintelekmadani@gmail.com
Phone
+6285218159999
Journal Mail Official
papsjournals@gmail.com
Editorial Address
Jl. Malengkeri, Kompleks Gerhana Alauddin, Blok D No. 18 Mangasa Tamalate Makassar
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Pharmacology And Pharmacy Scientific Journals (PAPS Journals)
ISSN : -     EISSN : 28307070     DOI : https://doi.org/10.51577/papsjournals.v1i2
Core Subject : Health,
Pharmacology And Pharmacy Scientific Journals (PAPS Journals) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia dengan scope: Farmacologi, Farmakokinetik, Komunitas dan Farmasi Klinik, Kimia Farmasi, Tekhnologi Farmasi, Microbiology dan Bioteknologi Farmasi, Farmasi Herbal. Artikel-artikel yang dimuat dalam Pharmacology And Pharmacy Scientific Journals (PAPS Journals) merupakan artikel hasil penelitian. Artikel yang akan diterbitkan oleh PAPS Journals akan direview oleh editor internal dan eksternal. Keputusan diterima atau tidaknya suatu artikel ilmiah dalam jurnal ini merupakan hak Redaksi.
Articles 56 Documents
ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN MALARIA DAN PENGOBATANNYA DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS PERAWATAN YENBURWO DISTRIK NUMFOR TIMUR KABUPATEN BIAK NUMFOR PAPUA TAHUN 2023 Ishak , Pertiwi; Firmansyah, Firmansyah; Setiawan , Ayup; Hamdani Nur, Nur
Pharmacology And Pharmacy Scientific Journals Vol. 3 No. 1: Juni, 2024, PAPS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/papsjournals.v3i1.515

Abstract

EFEK ANTIINFLAMASI EKSTRAK BATANG AKAR KUNING (Arcangelisia flava (L.) Merr) TERHADAP MENCIT(Mus musculus) ANTI-INFLAMMATORY EFFECT OF YELLOW ROOT EXTRACT (Arcangelisia flava (L.) Merr ) AGAINST MICE (Mus musculus) deniyati, deniyati
Pharmacology And Pharmacy Scientific Journals Vol. 3 No. 1: Juni, 2024, PAPS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/papsjournals.v3i1.517

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis konsentrasi ekstrak batang akar kuning sebagai obat antiinflamasi. Penelitian ini menggunakan 5 kelompok mencit yang diukur volume kaki awalnya sebelum diberikan perlakuan, setelah itu diberikan karagen sebagai penginduksi inflamasi, kelompok I diberi Na. CMC, Kelompok II, III dan IV, masing-masing diberi ekstrak batang akar kuning dengan konsentrasi 1% b/v, 2% b/v dan 3% b/v, sebagai kelompok perlakuan dan untuk kelompok V diberikan suspensi Natrium diklofenak 0,0195% b/v, selanjutnya diukur kembali udem setelah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ektrak batang akar kuning konsentrasi 1% b/v, 2% b/v dan 3% b/v, menunjukkan efek penurunan udem terhadap mencit. Ekstrak batang akar kuning pada konsentrasi 3% b/v menunjukkan efek yang paling efektif terhadap penurunan udem pada mencit, tetapi efeknya masih sangat signifikan dengan pemberian kontrol pembanding Natrium diklofenak 0,0195% b/v. Abstract: This study aims to determine the concentration dose of yellow root extract as an anti-inflammatory drug. This study used 5 groups of mice whose leg volume was measured initially before being given treatment, after which they were given carrageen as an inflammation inducer, group I was given Na. CMC, Groups II, III and IV, were respectively given yellow root extract with a concentration of 1% w/v, 2% w/v and 3% w/v, as the treatment group and for group V they were given diclofenac sodium suspension 0, 0195% w/v, then the edema was measured again after treatment. The results showed that yellow root extract at concentrations of 1% w/v, 2% w/v and 3% w/v, showed an effect on reducing edema in mice. Yellow root extract at a concentration of 3% w/v showed the most effective effect on reducing edema in mice, but the effect was still very significant when given the comparison control Diclofenac sodium 0.0195% w/v.
UJIAKTIVITASANTIBAKTERIEKSTRAK ETANOL DAUN BUNGA PUKUL EMPAT (Mirabilisjalapa L.) TERHADAP Streptococcus peneumonia DAN Klebsiella pneumoniaSECARA BIOAUTOGRAF Adriana, Andi Nur Ilmi; Buang, Ariyani
Pharmacology And Pharmacy Scientific Journals Vol. 3 No. 1: Juni, 2024, PAPS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/papsjournals.v3i1.519

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antibakteri ekstrak etanol Daun Bunga Pukul Empat (Mirabilis jalapa L.) Terhadap Streptococcus penemonia dan Klebsiella pneumonia Secara Bioautografi.Jenis penelitian yang digunakan adalah observasi laboratorium yang dilaksanakan di Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar. Penelitian ini menggunakan medium NA sebagai media pertumbuhan Streptococcus penemonia dan Klebsiella pneumonia dengan bahan uji ekstrak etanol Daun Bunga Pukul Empat menggunakan metode maserasi yang dilanjutkan dengan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) kemudian pengujian efek ekstrak etanol Daun Bunga Pukul Empat dapat menghambat pertumbuhan Streptococcus penemonia dan Klebsiella pneumonia. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 8 komponen kimia yang terdapat dari ekstrak etanol Daun Bunga Pukul Empat. Setelah dilanjutkan dengan metode bioautografi, diperoleh rata-rata zona hambat yang terbentuk terhadap Streptococcus penemonia yaitu 7 mm, 5,66 mm, 7,33 mm dan 9 mm. dan pada Klebsiella pneumonia yaitu 7,66 mm dan 8 mm.
KAJIAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK AMOXICILLIN DAN COTRIMOXAZOLE PADA PASIEN DIARE PEDIATRIK DI KLINIK JEDDAH MAKASSAR Edy Paturusi, Andi Armisman; Mutmainnah, Mutmainnah; Salman, Salman
Pharmacology And Pharmacy Scientific Journals Vol. 3 No. 2: Desember, 2024, PAPS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/papsjournals.v3i2.609

Abstract

Diare merupakan penyebab kematian kedua terbanyak setelah pneumonia pada anak di bawah usia 5 tahun, dengan menyumbang sekitar 9% dari total kematian akibat diare. Pengobatan diare sering kali menggunakan antibiotik, namun pemberian terapi antibiotik yang tidak tepat pada pasien anak dengan diare akut masih menjadi masalah kesehatan di berbagai negara, termasuk Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil penggunaan antibiotik amoksisilin dan kotrimoksazol pada pasien pediatrik dengan diare di Klinik Jeddah Makassar. Penelitian dilakukan menggunakan metode observasional selama bulan Oktober hingga Desember 2023, dengan data diambil dari rekam medis sebanyak 48 yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dua antibiotik yang paling sering digunakan adalah kotrimoksazol sebanyak 42 pasien (87,5%) dan amoksisilin sebanyak 6 pasien (12,5%). Penggunaan antibiotik yang sesuai tercatat pada 32 pasien (66,7%), sementara penggunaan yang tidak sesuai ditemukan pada 16 pasien (33,3%). Ketidaksesuaian tersebut meliputi 7 (14,58%)  kasus dosis berlebih dan 9 (18,75%)  kasus dosis kurang untuk kotrimoksazol, sedangkan penggunaan amoksisilin seluruhnya sesuai. Peresepan antibiotik pada anak dengan diare akut memerlukan perhatian lebih, terutama untuk memastikan indikasi yang tepat dalam penggunaannya.
UJI EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK KULIT KELENGKENG (Euphoria longana Stend.) TERHADAP PERTUMBUHAN Propionibacterium acnes deniyati, deniyati; Sapan, Michelle Virginia; Duppa, Muh. Taufiq
Pharmacology And Pharmacy Scientific Journals Vol. 3 No. 2: Desember, 2024, PAPS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/papsjournals.v3i2.629

Abstract

Konsetrasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 2%, 4% dan 8%. Klindamisin digunakan sebagai kontrol positif sedangkan Aquadest sebagai kontrol negatif. Hasil yang diperoleh adalah diameter zona hambat konsentrasi 2% b/v adalah 10,160 mm, konsentrasi 4% b/v yaitu 12,793 mm dan untuk konsentrasi 8% b/v sebesar 16,516 mm. Konsentrasi yang paling kuat dalam menghambat pertumbuhan Propionibacterium acnes pada penelitian ini adalah konsentrasi 8% b/v dan membuktikan bahwa ekstrak Kulit Kelengkeng mampu menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes.
FORMULASI GEL EKSTRAK DAUN KITOLOD (Isotoma longiflora L.) MENGGUNAKAN BASIS HPMC DAN UJI EFEK ANTIINFLAMASI TERHADAP MENCIT (Mus musculus) Buang, Ariyani; Ishak, Pertiwi; Maya, Esti Nur
Pharmacology And Pharmacy Scientific Journals Vol. 3 No. 2: Desember, 2024, PAPS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/papsjournals.v3i2.631

Abstract

Antiinflamasi merupakan obat yang memiliki aktivitas menekan atau mengurangi peradangan. Salah satu tanaman yang memiliki efek antiinflamasi yaitu tanaman kitolod (Isotoma longiflora L.). Kandungan flavonoid, saponin dan alkaloid yang terdapat pada daun kitoloid memiliki efek antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan memformulasikan ekstrak daun kitolod (Isotoma longiflora L.) menjadi sediaan gel dengan basis HPMC dengan mutu fisik yang baik dan mengetahui efek antiinflamasi terhadap mencit (Mus musculus). Rancangan penelitian ini menggunakan Randomized Control Group Pretest Posttest Design. Daun kitoloid diekstraksi secara maserasi menggunakan etanol 70% selanjutnya ekstrak daun kitoloid konsentrasi 40% diformulasi jadi sediaan gel dalam 6 kelompok dengan variasi HPMC untuk FI 5%b/v;FII 7%b/v;FIII 9%b/V, sedangkan FIV;FV dan FVI sebagai kontrol negatif. Gel diuji mutu fisiknya meliputi : organoleptik,homogenitas, daya sebar, daya lekat, viskositas selanjutnya diuji efek antiinflamasinya sebagai kontrol positif adalah gel Voltadex. Telapak kaki mencit disuntikan larutan karagenan 1% sebanyak 0,1 ml pada area intraplantar. Pengukuran udem menggunakan alat pletismometer. Data mutu fisik gel dianalisis statistik Uji Paired t-Test, Anova dan Uji lanjutan Post-hoc Tukey untuk uji antiinflamasi. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa : ekstrak etanol Daun Kitoloid 40 % b/v dapat diformulasi menjadi sediaan gel menggunakan basis HPMC konsentrasi FI (5 %); FII (7%) dan FIII (9 %) yang memenuhi syarat mutu fisik sediaan gel meliputi : organoleptik, homogenitas, daya sebar, viskositas tetapi tidak memenuhi syarat uji daya lekat. Gel ekstrak etanol Daun Kitoloid 40 % b/v dengan konsentrasi HPMC 9 % (FIII) memiliki efek inflamasi terbaik dengan penurunan volume udema 83,33 % tetapi efeknya masih lebih rendah dibanding gel Voltadex dengan penurunan volume udema 83,33 %
ANALISIS KANDUNGAN KALIUM PADA KULIT DAN DAGING BUAH PISANG MULI (Musa acuminata) MATANG DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM Ishak, Pertiwi; Buang, Ariyani; Jerana, Jerana
Pharmacology And Pharmacy Scientific Journals Vol. 3 No. 2: Desember, 2024, PAPS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/papsjournals.v3i2.632

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar kalium pada kulit dan daging buah pisang muli (Musa acuminata) matang menggunakan metode Spektrofotometri Serapan Atom (SSA). Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan informasi yang lebih rinci mengenai kadar mineral penting seperti kalium pada berbagai bagian buah pisang, yang memiliki potensi sebagai sumber mikronutrien. Metode penelitian meliputi uji kualitatif menggunakan uji nyala api dan uji kristal dengan asam pikrat, serta uji kuantitatif menggunakan SSA. Hasil uji kualitatif menunjukkan bahwa kulit dan daging buah pisang muli mengandung kalium (K). Pada uji kuantitatif, kadar kalium pada kulit buah sebesar 63.144,24 µg/g, sedangkan pada daging buah sebesar 24.294,88 µg/g. Hasil ini menunjukkan bahwa kulit pisang muli memiliki kandungan kalium lebih tinggi dibandingkan dagingnya, yang dapat dimanfaatkan untuk menunjang kebutuhan kalium dalam tubuh.
PENGARUH SKINCARE TERHADAP PERUBAHAN KULIT PADA WARGA DAERAH PESISIR KOTA MAKASSAR Indriani, Leni; Yuliana, Besse; Aminah, Ibtisamatul
Pharmacology And Pharmacy Scientific Journals Vol. 3 No. 2: Desember, 2024, PAPS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sinar matahari terdiri dari berbagai macam radiasi elektromagnetik termasuk sinar inframerah, sinar tampak dan ultraviolet. Sinar matahari adalah satu-satunya sumber alami radiasi ultraviolet (UVR) dan paparan kulit terhadap UVR diperlukan untuk produksi vitamin D 3 endogen, yang juga membantu pertumbuhan dan perkembangan tulang Konsekuensi dari paparan sinar UVR yang berlebihan pada kulit dapat diklasifikasikan ke dalam dua kategori yang berbeda: akut dan kronis. Paparan sinar UVR yang berlebihan secara kronis menyebabkan perubahan degeneratif yang potensial, seperti beragam jenis kanker kulit. Karena kulit kita adalah garis pertahanan pertama dari sistem kekebalan tubuh kita, dalam hal paparan sinar UVR yang berlebihan, hal ini bahkan dapat menyebabkan efek buruk pada sistem kekebalan tubuh. Tujuan dari penelitian ini yaitu Untuk mengetahui perubahan kulit dengan penggunaan skincare pada warga pesisir daerah makassar dan untuk mengetahui penggunaan skincare didaerah pesisir mempengaruhi kondisi kulit. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa usia dan tipe kulit memiliki pengaruh terhadap kesehatan kulit dalam pemilihan skincare serta mengetahui jenis skincare yang cocok untuk kulit terutama untuk warg di pesisir pantai akan mendapat paparan sinar UV
ANALISIS STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) PADA INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT IBNU SINA Nurdin, Mufliha; Jangga, Jangga; Aminah, Ibtisamatul; Mahmudah, Rifa’atul; Marzuki, Asnah
Pharmacology And Pharmacy Scientific Journals Vol. 3 No. 2: Desember, 2024, PAPS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/papsjournals.v3i2.680

Abstract

Pelayanan farmasi yang berkualitas di rumah sakit sangat dipengaruhi oleh kepatuhan terhadap Standar Pelayanan Minimal (SPM). Kepatuhan terhadap SPM dapat meningkatkan kualitas pelayanan farmasi yang berdampak pada kepuasan pasien. Rumah Sakit Ibnu Sina menjadi lokasi penelitian ini untuk mengevaluasi pelaksanaan SPM dan pengaruhnya terhadap pelayanan farmasi.Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepatuhan terhadap SPM di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Ibnu Sina, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaannya, serta mengevaluasi persepsi pasien terhadap kualitas pelayanan farmasi yang diterima.Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan tingkat kepatuhan terhadap SPM di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Ibnu Sina sebesar 82,5%. Kepuasan pasien terhadap kualitas pelayanan farmasi rata-rata mencapai 4,02, dengan aspek yang paling memuaskan adalah keramahan staf farmasi dan keselamatan penggunaan obat. Uji korelasi Pearson menunjukkan hubungan positif yang signifikan antara kepatuhan terhadap SPM dan kualitas pelayanan farmasi, dengan koefisien korelasi r = 0,75 dan p-value = 0,001. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan terhadap SPM dan kualitas pelayanan farmasi di Rumah Sakit Ibnu Sina. Peningkatan kepatuhan terhadap SPM diharapkan dapat memperbaiki kualitas pelayanan farmasi dan meningkatkan kepuasan pasien.
OPTIMASI DAN UJI AKTIVITAS NANOEMULGEL EKSTRAK SURUHAN (Peperoma pellucida.L) PADA BAKTERI MRSA Anwar, Hasrianti; Aminah, Ibtisamatul; Syamsuriyati, Syamsuriyati
Pharmacology And Pharmacy Scientific Journals Vol. 3 No. 2: Desember, 2024, PAPS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/papsjournals.v3i2.681

Abstract

Nanopartikel adalah salah satu teknologi yang dikembangkan untuk meningkatkan efisiensi penghantaran obat dan banyak digunakan dalam berbagai aplikasi biomedis, termasuk terapi antibakteri. Ekstrak suruhan diketahui memiliki aktivitas antibakteri, antijamur, dan antiinflamasi, sehingga berpotensi digunakan dalam perawatan luka. Nanoemulsi memiliki ukuran partikel yang sangat kecil, berkisar antara 50-1000 nm, dengan sistem penghantaran obat yang mampu menembus lapisan epidermis kulit, sehingga meningkatkan bioavailabilitas zat aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formula nanoemulsi yang optimal dan mengevaluasi efektivitas sediaan nanoemulgel. Data yang dianalisis meliputi uji %transmitansi dan ukuran partikel dari sediaan nanoemulsi ekstrak suruhan, menggunakan perangkat lunak Minitab 19 dengan metode desain faktorial DOE. Efektivitas nanoemulgel dievaluasi melalui pengukuran panjang zona hambat bakteri. Hasil optimasi formula menunjukkan bahwa penggunaan Tween 80 sebanyak 22,5 ml dan minyak isopropil miristat sebanyak 2 ml menghasilkan ukuran partikel sebesar 12,13 nm dengan %transmitansi mencapai 99,12%. Panjang zona hambat bakteri digunakan untuk mengevaluasi daya hambat ekstrak suruhan terhadap pertumbuhan bakteri. Berdasarkan analisis statistik, nanoemulgel ekstrak suruhan terbukti memiliki aktivitas antibakteri dengan kategori sedang. Formula yang paling optimal adalah formula FA, dengan konsentrasi 15% menghasilkan rata-rata zona hambat sebesar 16 mm (kategori sedang).