cover
Contact Name
Nur Asni Setiani
Contact Email
nur.asni@stfi.ac.id
Phone
+6285718360277
Journal Mail Official
jurnal@stfi.ac.id
Editorial Address
Gedung 1 Kampus Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia Jl. Soekarno Hatta no. 354 (Parakan Resik) Bandung, 40266 West Java, Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sains dan Teknologi Farmasi Indonesia
ISSN : 23032138     EISSN : 2830201X     DOI : http://dx.doi.org/10.58327/jstfi
Core Subject : Health, Science,
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA (P-ISSN: 2303-2138) is open access and peer-reviewed (double-blind) Scientific Journal that publishes all research articles/reviews/ short communication related to the pharmacy research. The focus of JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA is to publish articles in pharmacy. Scope of this journal are: 1. Pharmacology, 2. Pharmaceutical biology, 3. Pharmacy, 4. Pharmaceutical chemistry, 5. Community pharmacy, 6. Biotechnology and biomolecular sciences.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 2 (2021)" : 5 Documents clear
KANDUNGAN KIMIA DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN PADA UMBI BAWANG DAYAK (Eleutherine palmifolia (L.) Merr.) HASIL FERMENTASI Sani nurlaela fitriansyah; Naimah Puteri; Nur Muthmainnah; Nur Asni Setiani
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.389 KB) | DOI: 10.58327/jstfi.v10i2.181

Abstract

Umbi bawang dayak (Eleutherine palmifolia (L.) Merr.) memiliki kandungan fenol dan flavonoid yang berkhasiat sebagai antioksidan. Kandungan kimia dalam suatu tumbuhan dapat dipengaruhi dengan adanya proses pengolahan bahan baku. Salahsatu proses pengolahan baku tumbuhan yaitu dengan adanya fermentasi menggunakan pemanasan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh fermentasi pada kandungan kimia dan aktivitas antioksidan pada ekstrak umbi bawang dayak. Penelitian ini dilakukan dengan fermentasi umbi bawang dayak dengan pemanasan selama 10, 20 dan 30 hari. Ekstraksi dilakukan menggunakan maserasi dengan pelarut etanol 70%. Penetapan kadar fenol total, flavonoid total dan aktivitas antioksidan menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan, ekstrak umbi bawang dayak hasil fermentasi selama 30 hari memiliki kadar fenol total, kadar flavonoid total dan aktivitas antioksidan tertinggi, ditunjukkan secara berurutan (3,721 g GAE/100 g ekstrak ± 0,210; 0,378 g QE/100 g ekstrak ± 0,189, IC50 peredaman DPPH 28,689 µg/mL± 0,144). Adanya proses fermentasi dan lama proses fermentasi dapat mempengaruhi kandungan kimia dan aktivitas antioksidan ekstrak umbi bawang dayak.
FORMULASI GRANUL INSTAN ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL BAWANG DAYAK (Eleutherine americana Merr.) DENGAN VARIASI PENGIKAT PVP K30 yola desnera putri; Sohadi Warya; Meisy Afdina
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.232 KB) | DOI: 10.58327/jstfi.v10i2.157

Abstract

Bawang dayak (Eleutherine americana Merr.) merupakan salah satu tanaman obat yang memiliki banyak khasiat yang mengandung metabolit sekunder alkaloid, fenol, flavonoid, tanin, kuinon. Senyawa-senyawa tersebut memiliki kemampuan antioksidan yang dapat menghambat radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk membuat granul instan ekstrak bawang dayak sebagai antioksidan yang memenuhi sifat fisik granul yang baik. Metode ekstraksi dilakukan secara maserasi dengan etanol 96%. Formulasi granul instan ekstrak bawang dayak menggunakan variasi pengikat PVP K30 yaitu 0,5% (F1), 1% (F2), 1,5% (F3). Uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) dan evaluasi sifat fisik granul meliputi kandungan lembab, laju alir, sudut istirahat, kompresibilitas dan waktu melarut granul. Hasil uji menunjukkan bahwa ekstrak bawang dayak memiliki nilai IC50 15,389 µg/mL termasuk kategori antioksidan sangat kuat. Setelah dibuat granul, formula F1, F2 dan F3 memiliki antioksidan yang kuat dengan nilai IC50 71,756, 79,463 dan 76,086 µg/mL. Hasil dari evaluasi ketiga formula telah memenuhi uji fisik granul. Setelah 28 hari penyimpanan, hasil uji antioksidan ketiga formula memiliki nilai IC50 86,214, 99,480 dan 119,825 µg/mL. Berdasarkan hasil antioksidan dan uji fisik granul yang paling baik yaitu formula F1 dengan konsentrasi PVP K30 0,5%.  
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DARI BERBAGAI VARIETAS BIJI KEDELAI LOKAL INDONESIA siti uswatun; Diki Prayugo Wibowo; Hasna Fauziah Nurgandi; Siti Aminah; Yuliana Anggraeni
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.661 KB) | DOI: 10.58327/jstfi.v10i2.167

Abstract

Kedelai saat ini menjadi objek penelitian di bebrapa negara, termasuk Indonesia. Penelitian mengarah pada peningkatan mutu gizi kedelai. Lembaga riset pengembangan benih kedelai telah menghasilkan varietas-varietas unggul yang di lepas bagi petani agar didapatkan kedelai dengn kualitas baik. Jenis kedelai, lokasi geografis, dan metode pengolahan memberikan pengaruh besar pada kandungan senyawa aktif dalam biji kedelai. Satu hal yang penting dari kedelai sebagai pangan fungsional adalah kandungan isoflavon sebagai metabolit sekunder. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan pada biji kedelai varietas Burangrang, Deja 1 Derap 1, Gepak Kuning, Detam, Devon, Demas 1, Dena 1, dan Gema. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode kolorimetri, menggunakan radikal DPPH (2,2-diphenyl-1-pikrilhidrazil). Seluruh varietas biji kedelai positif memiliki aktivitas antioksidan yang beragam, aktivitas antioksidan tertinggi dimiliki oleh kedelai varietas Dena (2818,36 µg/ml) dan aktivitas antioksidan terendah dimiliki oleh kedelai varietas Derap (5112,567 µg/ml). berdasarkan nilai IC50, keseluruhan biji kedelai termasuk dalam katagori lemah
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana, L.) TERHADAP PENURUNAN KADAR LOGAM MERKURI PADA GINJAL MENCIT GALUR SWISS WEBSTER Nela Simanjuntak; Marwatul Zamil; Tiara Berliani; Nur Asni Setiani
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.009 KB) | DOI: 10.58327/jstfi.v10i2.174

Abstract

Mangosteen (Garcinia mangostana L.) is known as a plant rich in antioxidants and has various pharmacological activities. This study aims to determine the activity of the ethanolic extract of G. mangostana L. to decrease mercury levels in the kidneys. Mangosteen rind was extracted using 96% ethanol using the maceration method to form a thick extract. The experimental animals used in this study were Swiss Webster strain mice which were grouped into normal group (CMC suspension 0.5%), negative control (induction of HgCl2 solution), positive control (induction of HgCl2 solution followed by administration of curcumin at a dose of 100mg/KgBW). , and the test group was given mangosteen peel extract at a dose of 200mg/kgBW, 400mg/kgBW, 600mg/kgBW. In the test group, mice were induced using HgCl2 for 14 days, followed by administration of ethanol extract of mangosteen rind for 24 days. Observations were made with kidney organ surgery and observations were made using Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS) and analyzed using ANOVA. The test results showed mercury accumulation in the negative, positive control group, and the test doses of 200, 400 and 600mg/kgBW, respectively, were 44.3mg/kg, 7.3mg/kg, 36.46mg/kg, 35.7mg/kg. kg and 31.34mg/kgBW with an effective dose of 600mg/KgBW.
PROFIL WAKTU HANCUR TABLET METODE GRANULASI BASAH MENGGUNAKAN VARIASI KARAGENAN HASIL EKSTRAKSI KOH pH 9 SEBAGAI DISINTEGRAN Wahyu Priyo Legowo; Rival Ferdiansyah; A Zainuddin A Zainuddin
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.194 KB) | DOI: 10.58327/jstfi.v10i2.176

Abstract

Karagenan merupakan polisakarida yang terkandung di dalam rumput laut dari spesies Rhodophyta. Penelitian ini bertujuan untuk pengaplikasian karagenan dari hasil ekstraksi basa KOH pH 9 pada sediaan tablet sebagai zat disintegran dengan model zat aktif parasetamol. Metode yang digunakan dalam pembuatan tablet parasetamol adalah granulasi basah. Konsentrasi karagenan yang digunakan pada penelitian ini yaitu 5%, 10% dan 15% sehingga formula yang dibuat berjumlah 3 formula. Tablet yang dihasilkan dari tiap formula dievaluasi meliputi keseragaman ukuran, keseragaman bobot, kekerasan tablet, friabilitas, friksibilitas, kapasitas swelling dan pengujian waktu hancur. Berdasarkan data yang didapat untuk pengujian keseragaman ukuran, keseragaman bobot dan kekerasan tablet memenuhi persyaratan yang ditentukan. Pengujian kapasitas swelling dari waktu ke waktu mengalami penurunan bobot tablet. Pada pengujian waktu hancur tablet yang hancur pada rentang waktu 4-28 menit. Berdasarkan hasil evaluasi diketahui dari hasil penelitian pada F1, F2, dan F3 diketahui bahwa F3 memenuhi persyaratan waktu hancur tablet oral. Konsentrasi karagenan yang menghasilkan waktu hancur yang paling cepat dari hasil ekstrak KOH pH 9 dengan konsentrasi 15%.

Page 1 of 1 | Total Record : 5