cover
Contact Name
Nur Asni Setiani
Contact Email
nur.asni@stfi.ac.id
Phone
+6285718360277
Journal Mail Official
jurnal@stfi.ac.id
Editorial Address
Gedung 1 Kampus Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia Jl. Soekarno Hatta no. 354 (Parakan Resik) Bandung, 40266 West Java, Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sains dan Teknologi Farmasi Indonesia
ISSN : 23032138     EISSN : 2830201X     DOI : http://dx.doi.org/10.58327/jstfi
Core Subject : Health, Science,
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA (P-ISSN: 2303-2138) is open access and peer-reviewed (double-blind) Scientific Journal that publishes all research articles/reviews/ short communication related to the pharmacy research. The focus of JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA is to publish articles in pharmacy. Scope of this journal are: 1. Pharmacology, 2. Pharmaceutical biology, 3. Pharmacy, 4. Pharmaceutical chemistry, 5. Community pharmacy, 6. Biotechnology and biomolecular sciences.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 1 (2020)" : 5 Documents clear
EFEKTIVITAS TERAPI BEDAQUILIN DAN DELAMANID PADA PENGOBATAN MULTIDRUG-RESISTANT TUBERCULOSIS (MDR-TB): SEBUAH REVIEW Evita Sari; Neily Zakiah; Prayudi Santoso; Melisa I Barliana
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.37 KB) | DOI: 10.58327/jstfi.v9i1.138

Abstract

Bedaquilin dan delamanid merupakan kombinasi obat yang sering digunakan untuk pengobatanTuberkulosis Resistan Obat Ganda (TB-MDR) atau Multidrug-Resistant Tuberculosis (MDR-TB).Selama penggunaannya bedaquilin dan delamanid dikaitkan dengan efektivitasnya dalam konversikultur dan potensi efek sampingnya. Ulasan ini menguraikan efektivitas terapi dan efek samping dalampenggunaan obat tersebut. Desain penulisan ini adalah study literature review. Beberapa hasil penelitianmenunjukkan bahwa bedaquilin dan delamanid dinilai dapat meningkatkan hasil pengobatan pada TBMDR karena mampu mempercepat terjadinya konversi kultur bakteri yaitu di atas waku rata-rata yangtelah ditetapkan oleh WHO. Namun dari segi keamanan, beberapa penelitian menyebutkan bahwapenggunaan bedaquilin dan delamanid memiliki potensi efek samping perpanjangan interval QTsehingga perlu monitoring ketat selama penggunaannya. Data keamanan efektivitas terapi obatbedaquilin dan delamanid dibutuhkan dalam rangka pengobatan TB-MDR untuk meningkatkanpelayanan dan keamanan terhadap pasien.Kata kunci : Bedaquilin, delamanid, efektivitas, efek samping
PENINGKATAN KELARUTAN EKSTRAK LADA (Piper nigrum L.) DALAM AIR DAN KARAKTERISASINYA Alaris Darasito Damanik; Ricky Johanes Hutagaol; Fitriyani Fitriyani; Adang Firmansyah; Wiwin Winingsih
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.473 KB) | DOI: 10.58327/jstfi.v9i1.139

Abstract

Ekstrak lada mengandung banyak senyawa kimia yang memiliki aktivitas farmakologi, salahsatu senyawa dominannya yaitu piperin. Pemanfaatan ekstrak lada sebagai obat terkendalamasalah kelarutannya yang rendah dalam air. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkankelarutan ekstrak lada dalam air dengan metode penggaraman menggunakan NaOCH3 atauNaOH dengan variasi perbandingan mol. Hasil sintesis diuji kelarutan dengan spektrofotometerUV-Vis dan gravimetri, uji stabilitas terhadap asam dan basa dan lama penyimpanan sertakarakterisasi dengan KLT, Spektrofotometer UV-Vis, dan FTIR. Ekstrak lada yang disintesismenggunakan NaOCH3 memiliki rendemen yang lebih baik daripada menggunakan NaOH yaitu14,8 %. Hasil sintesis dengan NaOCH3 dengan perbandingan mol 2:1 memiliki rendemen yangpaling baik yaitu 19,15%. Ekstrak lada yang disintesis dengan NaOCH3 dengan perbandinganmol 2:1 mengalami peningkatan kelarutan sebanyak 6,8 kali dan memiliki stabilitas yang baikpada kondisi asam dan basa serta lama penyimpanan. Hasil karakterisasi dengan KLT danSpektrofotometri UV-Vis menunjukkan polaritas garam hasil sintesis meningkat dan terjadinyahipsokromik. Hasil karakterisasi dengan FTIR menunjukkan hilangnya gugus fungsi –CHalkana, –C=C dan terbentuknya gugus fungsi –C=O pada hasil sintesis.Kata kunci : ekstrak lada, piperin, kromatografi lapis tipis, spektrofotometri uv-vis, fouriertransform infrared.
AKTIVITAS FRAKSI DAUN GAHARU (Aquilaria malaccensis Lam) SEBAGAI ANTIJERAWAT DAN UJI BIOAUTOGRAFI Aris Suhardiman; Hikmiah Hikmiah; Wempi Budiana
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.676 KB) | DOI: 10.58327/jstfi.v9i1.141

Abstract

Tanaman Gaharu (Aquilaria malaccensis Lam) merupakan tanaman yang digunakan sebagai obat dan kosmetik. Gel merupakan sediaan setengah padat yang terdiri dari suspensi yang terbuat dari partikel organik dan anorganik. Jerawat merupakan suatu proses peradangan kronik kelenjar– kelenjar polisebasea. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas fraksi daun gaharu sebagai antijerawat dan senyawa yang berkhasiat sebagai anitijerawat. Daun gaharu diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96 %. Ekstrak kental kemudian difraksinasi menggunakan metode Ekstraksi Cair-Cair dengan pelarut n-heksana, etil asetat dan metanol-air. Metode pengujian aktivitas fraksi daun gaharu sebagai antijerawat yaitu pada bakteri Propionibacterium acnes menggunakan metode difusi cakram kertas dan mikrodilusi, sedangkan uji bioautografi digunakan untuk mengetahui kandungan senyawa berkhasiat. Hasil pengujian difusi cakram kertas, nilai Konsentrasi Hambat Minimum yang diperoleh dari ekstrak, fraksi n-heksana, fraksi etil asetat, dan fraksi metanol-air berturut-turut sebesar 125.000 ppm, 500.000 ppm, 125.000 ppm, dan 125.000 ppm dengan diameter zona hambat 7,7 mm; 4,96 mm; 9,46 mm; dan 7,06 mm. Fraksi etil asetat memiliki aktivitas antibakteri yang lebih kuat sehingga pengujian mikrodilusi dilakukan terhadap fraksi etil asetat. Hasil pengujian mikrodilusi, Konsentrasi Hambat Minimum yang diperoleh dari fraksi etil asetat sebesar 3.900 ppm dan Konsentrasi Bunuh Minimum dari fraksi etil asetat lebih dari 62.500 ppm. Aktivitas fraksi daun gaharu sebagai antijerawat yang paling baik dengan konsentrasi fraksi etilasetat 2%. Sedangkan hasil pengujian bioautografi diperoleh senyawa golongan flavonoid.Kata Kunci : Aquilaria malaccensis Lam, gel, Konsentrasi Hambat Minimum, Konsentrasi Bunuh Minimum, uji bioautografi.
[REVIEW] PENGARUH KOFORMER NIKOTINAMID DAN METODE PEMBENTUKAN KOKRISTAL TERHADAP KELARUTAN ZAT AKTIF TIDAK LARUT AIR Revika Rachmaniar; Deby Tristiyanti; Dewi Yustika Sari
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.899 KB) | DOI: 10.58327/jstfi.v9i1.134

Abstract

Kokristalisasi merupakan salah satu teknik untuk meningkatkan kelarutan zat aktif farmasi yang 70%kelarutannya tidak larut dalam air. Kokristal terdiri dari zat aktif dan bahan tambahan yang disebutdengan koformer yang dihubungkan oleh interaksi non kovalen. Pengaruh pembentukan kokristalisasizat aktif dengan menggunakan koformer nikotinamid dalam upaya meningkatkan kelarutannyadikemukakan dalam kajian pustaka ini. Nikotinamid berperan sebagai koformer larut air yang palingstabil. Zat aktif yang berhasil dibuat kokristal menggunakan metode solvent evaporation yaitu katekin,artesunat, ketoprofen, diflunisal, ibuprofen, simvastatin dan prulifloxacin, menggunakan metode slurrydiantaranya karbamazepin dan didanosin, sedangkan dengan metode liquid assisted grinding yaituzaltoprofen dan furosemid. Peningkatan kelarutan zat aktif yang menggunakan solvent evaporationhingga 6 kali, menggunakan metode slurry hingga 1,86 kali, dan menggunakan metode liquid assistedgrinding hingga 166.666,67 kali. Peningkatan kelarutan ini disebabkan adanya ikatan hidrogen yangterbentuk antara zat aktif dan koformer, serta karakterisasi yang menunjukan kokristal berhasilterbentuk, yaitu adanya fase kristal baru. Dalam review artikel dapat disimpulkan bahwa zat aktif yangtelah dibentuk kokristal menggunakan koformer nikotinamid dengan beberapa metode yang berbedamenunjukkan peningkatan kelarutan hingga 166.666,67 kali. Kata kunci : Kokristalisasi, Zat aktif tidak larut air, Nikotinamid, Kelarutan
ANALISIS EFEKTIVITAS BIAYA PROGRAM PENGELOLAAN PENYAKIT KRONIS (PROLANIS) TERHADAP PENYAKIT HIPERTENSI DI PUSKESMAS KOTA BANDUNG M. Hilmi Fathurrahman; Auliya A. Suwantika; Rini Hendriani
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.403 KB) | DOI: 10.58327/jstfi.v9i1.131

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kronis dengan terapi pengobatan yang membutuhkan biaya yang besar.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas biaya dalam pelaksanaan Prolanis hipertensi dipuskesmas Kota Bandung tahun 2015 dan 2016. Sampel yang memenuhi kriteria inklusi pada pasienprolanis di puskesmas Kota Bandung adalah sebanyak 762 pasien. Analisis efektivitas biaya dilakukandengan menghitung Average Cost Effectiveness Ratio (ACER) dan Incremental Cost EffectivenessRatio (ICER), selanjutnya dilakukan analisis sensitivitas untuk mengetahui parameter yangmempengaruhi efektivitas biaya. Uji t tidak berpasangan pada ACER menunjukkan tidak berbedasignifikan antara tahun 2015 dan 2016, dimana nilai t (0,004 < 4,303) dan nilai signifikansi lebih besardari α (0.997 > 0.05). Hasil analisis menunjukkan bahwa pelaksanaan Prolanis hipertensi pada tahun2016 (ACER = Rp 25.840) lebih cost-effective dibandingkan tahun 2015 (ACER = Rp 41.831). Hasilanalisis senisitivitas menunjukkan obat golongan ARB lebih banyak digunakan dan mempengaruhiefektivitas biaya dalam pengobatan hipertensi dalam pelaksanaan Prolanis tahun 2015 dan 2016. Karenaitu, dalam penggunaan obat golongan ARB perlu diperhatikan dan peserta prolanis harus meningkatkankepatuhan untuk mendapatkan hasil yang memuaskan. Kata kunci : Hipertensi, Prolanis, Analisis Efektivitas Biaya, Average Cost Effectiveness (ACER),Incremental Cost Effectiveness Ratio (ICER).

Page 1 of 1 | Total Record : 5