cover
Contact Name
Debi Setiawan
Contact Email
rumahjurnalrahmatan@gmail.com
Phone
+6281297409136
Journal Mail Official
jurnaljubida@gmail.com
Editorial Address
Yayasan Rahmatan Fiddunya Wal Akhirah Jl. Datuk Tunggul, Kel Teluk Kenidai, Kec Tambang, Kab Kampar, Prov Riau, Indonesia.
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
JUBIDA-Jurnal Kebidanan
ISSN : 29647045     EISSN : 29647045     DOI : -
Core Subject : Health,
Maternal Health Pregnancy Labor Post Partum Child Health Family Planning Reproduction Health Adolenscent Health Pre-Conception Period Pre Menopause - Elderly Health Pathology Emengency nursing Maternity nursing Mental health nursing Nursing soul Medical sugery nursing community nursing Holistic Nursing Geriatric Nursing Pediatric Nursing Public health
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 1 (2025)" : 18 Documents clear
ANALISIS KUANTITATIF DAN KUALITATIF PADA DOKUMEN REKAM MEDIS RAWAT INAP PERIODE JANUARI 2025 DI RSUD EMBUNG FATIMAH BATAM Putri, Widya; Ernaman Putri, Riza Suci; Triani, Melfina
JUBIDA- Jurnal Kebidanan Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jubida.v4i1.1491

Abstract

Rekam medis yang lengkap dan akurat sangat penting untuk menjamin mutu pelayanan kesehatan dan perlindungan hukum di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelengkapan dokumen rekam medis secara kuantitatif dan kualitatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif terhadap 12 dokumen rekam medis rawat inap dengan riwayat operasi dari total 53 dokumen di ruang rawat inap anak RSUD Embung Fatimah Batam. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, dengan kriteria dokumen rekam medis rawat inap pasien anak yang menjalani operasi. Instrumen penelitian menggunakan daftar periksa (checklist) yang dikembangkan berdasarkan standar kelengkapan rekam medis. Analisis kuantitatif mencakup empat komponen utama: identifikasi, laporan penting, autentikasi, dan pendokumentasian yang benar. Analisis kualitatif meninjau kekonsistenan isi dan cara pencatatan untuk memastikan kelengkapan dan keakuratan informasi. Hasil analisis kuantitatif menunjukkan kelengkapan 100% pada komponen identifikasi, autentikasi, dan sebagian besar laporan penting, namun terdapat ketidaklengkapan 8% pada laporan anestesi dan asesmen keperawatan anak. Analisis kualitatif menunjukkan kekonsistenan 100% pada hampir semua aspek, kecuali pada praktik pencatatan (92%) karena ketidaktelitian petugas. disarankan agar pengisian berkas rekam medis sebaiknya dilakukan secara real-time untuk meningkatkan akurasi dan efisiensi pencatatan.
HUBUNGAN PENGALAMAN BENCANA DENGAN KESIAPSIAGAAN IBU HAMIL MENGHADAPI BENCANA GEMPA BUMI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KETOL KABUPATEN ACEH TENGAH TAHUN 2024 Amalia, Rizki; Saleha, Siti; Tambunan, Herrywati
JUBIDA- Jurnal Kebidanan Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jubida.v4i1.1502

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat kerentanan bencana alam yang tinggi, termasuk gempa bumi. Kelompok ibu hamil tergolong populasi rentan yang memerlukan kesiapsiagaan khusus dalam menghadapi situasi darutat. Pengalaman menghadapi bencana diyakini berpengaruh terhadap kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman bencana serupa di masa mendatang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengalaman bencana dengan tingkat kesiapsiagaan ibu hamil dalam menghadapi gempa bumi di wilayah kerja Puskesmas Ketol Kabupaten Aceh Tengah tahun 2024. Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan analitik korelasional dan pendekatan yang digunakan adalah cross-sectional. Populasi penelitian ini yaitu semua ibu hamil di wilayah Puskesmas Ketol pada Desember 2024 sejumlah 106 responden. Sampel dalam penelitian ini ditetapkan 51 responden. Tehnik sampling dalam penelitian ini menggunakan stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat menggunakan fisher exact. Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan yang signifikan antara pengalaman bencana dengan tingkat kesiapsiagaan ibu hamil (p < 0,05). Ibu hamil yang memiliki pengalaman menghadapi bencana cenderung memiliki kesiapsiagaan yang lebih baik dalam menghadapi gempa bumi. Penelitian ini merekomendasikan perlunya peningkatan edukasi kebencanaan dan simulasi kesiapsiagaan yang melibatkan ibu hamil dan keluarga sebagai bagian dari strategi pengurangan risiko bencana berbasis masyarakat.
ANALISIS DETERMINAN KUNJUNGAN ANTENATAL KEENAM (ANC-6) PADA IBU HAMIL: STUDI DI PMB LIDYA Haslin, Sharfina; Aritonang, Juneris; Simanjuntak, Netti Meilani; Andriani, Rika
JUBIDA- Jurnal Kebidanan Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jubida.v4i1.1507

Abstract

Cakupan pelayanan antenatal dipantau melalui kunjungan K1 hingga K6. Standar saat ini menetapkan minimal enam kali kunjungan selama kehamilan. Namun, pencapaiannya dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk pekerjaan, paritas, pengetahuan, dan dukungan suami. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara keempat faktor tersebut dengan kunjungan K6 pada ibu hamil di Klinik Mawar. Penelitian menggunakan desain kuantitatif cross-sectional dengan 35 responden. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil menunjukkan tidak ada hubungan antara pekerjaan dengan kunjungan K6 (p = 0,418). Sebaliknya, terdapat hubungan signifikan antara paritas (p = 0,002), pengetahuan (p = 0,020), dan dukungan suami (p = 0,000) dengan kunjungan K6. Diperlukan penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil serta penguatan peran suami melalui pendekatan keluarga dan komunikasi efektif. Program berbasis komunitas juga direkomendasikan untuk meningkatkan kepatuhan kunjungan ANC secara lengkap.
HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DENGAN RISIKO ANEMIA PADA REMAJA PUTRI: STUDI CROSS-SECTIONAL DI INSTITUT KESEHATAN PAYUNG NEGERI PEKANBARU Rosdiana, Rosdiana; Suryani, Linda
JUBIDA- Jurnal Kebidanan Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jubida.v4i1.1524

Abstract

Remaja putri merupakan kelompok usia yang rawan mengalami anemia karena meningkatnya kebutuhan zat besi selama masa pertumbuhan dan menstruasi. Salah satu faktor yang dapat memengaruhi risiko anemia adalah kualitas tidur yang buruk. Tidur yang tidak berkualitas dapat mengganggu proses metabolisme tubuh, termasuk penyerapan zat besi dan pembentukan hemoglobin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara kualitas tidur dengan risiko anemia pada remaja putri di Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif cross sectional dan dilaksanakan pada bulan Februari hingga Juni 2025. Sampel berjumlah 42 orang dari total populasi 73 remaja putri, dengan teknik pengambilan sampel Simple Random Sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) dan alat ukur kadar hemoglobin Easy Touch GCHb. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden (85,7%) memiliki kualitas tidur yang buruk, dengan sebagian kecil di antaranya mengalami anemia. Uji statistik Chi-square menunjukkan nilai χ² = 4,349,  p = 0,037, dan Odds Ratio (OR) = 1,61, yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dengan risiko anemia. Remaja putri dengan kualitas tidur buruk memiliki risiko 1,61 kali lebih tinggi untuk mengalami anemia dibandingkan dengan yang memiliki kualitas tidur baik. Temuan ini menegaskan perlunya perhatian terhadap kebiasaan tidur remaja putri melalui edukasi, manajemen stres, dan pemantauan kesehatan secara berkala.
STUDI KASUS: ASUHAN KEBIDANAN KELUARGA BERENCANA AKSEPTOR KB IMPLAN DENGAN GANGGUAN MENSTRUASI Isnaeny
JUBIDA- Jurnal Kebidanan Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jubida.v4i1.1535

Abstract

KB implan merupakan metode kontrasepsi jangka panjang yang efektif, namun sering menimbulkan efek samping berupa gangguan menstruasi seperti perdarahan tidak teratur. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses asuhan kebidanan pada akseptor KB implan dengan gangguan menstruasi menggunakan pendekatan manajemen kebidanan Varney. Desain penelitian adalah studi kasus pada satu akseptor KB implan, Ny. "E", yang mengalami perdarahan di luar siklus menstruasi normal selama dua bulan terakhir. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, studi dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil pengkajian menunjukkan keluhan perdarahan abnormal tanpa kelainan fisik mayor dengan riwayat penggunaan KB suntik hormonal sebelumnya. Asuhan kebidanan meliputi kolaborasi rujukan ke dokter spesialis, pemberian terapi hormonal berupa pil kombinasi, serta konseling kepada klien dan keluarga. Setelah intervensi selama 10 hari, perdarahan berhenti dan kondisi klien stabil. Temuan ini menegaskan pentingnya penerapan manajemen kebidanan komprehensif berbasis pendekatan Varney, edukasi berkelanjutan, serta dukungan keluarga dalam penanganan gangguan menstruasi pada pengguna KB implan. Penelitian ini mendukung literatur sebelumnya bahwa gangguan menstruasi pada pengguna KB implan dapat dikendalikan melalui intervensi klinis dan pendekatan asuhan kebidanan holistik.
LAPORAN KASUS: EVALUASI MIKROSKOPIS VILI KORIONIK PADA MOLA PARSIAL Rina Gustuti; Rahma Afifah; Yusrawati
JUBIDA- Jurnal Kebidanan Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jubida.v4i1.1537

Abstract

Pendahuluan: Gestational Trophoblastic Disease (GTD) adalah kelainan trofoblastik plasenta dengan potensi invasif. Partial hydatidiform mole (PHM) merupakan bentuk premaligna yang sulit dibedakan secara klinis. Diagnosis memerlukan USG dan konfirmasi histopatologi. Deteksi dini penting untuk mencegah komplikasi dan memastikan penatalaksanaan yang tepat melalui evakuasi dan pemantauan β-HCG. Metode: Jurnal ini menggunakan desain laporan kasus yang menggambarkan seorang pasien berusia 22 tahun, G6P5A0H4, yang datang pada usia kehamilan 13–14 minggu dengan dugaan mola hidatidosa parsial. Tujua : Untuk memaparkan suatu kasus mola hidatidosa parsial serta mengevaluasi kesesuaian diagnosis antara hasil ultrasonografi dan histopatologi. Hasil: Perempuan 22 tahun, G6P5A0H4, datang pada usia kehamilan 13–14 minggu dengan dugaan mola hidatidosa parsial dan kematian janin dini. USG menunjukkan massa intrauterin hiperekoik seperti sarang lebah, dengan peningkatan β-HCG. Induksi mekanik berhasil mengeluarkan jaringan janin dan plasenta tanpa komplikasi. Plasenta berukuran 6 × 3 × 2 cm, padat, tanpa vesikel tampak. Mikroskopis menunjukkan vili fibrotik, perdarahan, sel fibroblas, desidua, kalsifikasi fokal, dan jaringan amnion. Namun, struktur vili yang padat dan fibrotik serta fitur terkait lainnya menyimpang dari gambaran klasik mola hidatidosa parsial. Rekomendasi : Deteksi dini untuk kasus mola hidatidosa diperlukan guna mencegah keganasan. Sangat penting untuk mengevaluasi hasil klinis dan temuan patologis dalam deteksi dini kasus ini
LAPORAN KASUS: DIAGNOSIS DAN PENATALAKSANAAN MOLA HIDATIDOSA KOMPLET DENGAN MANIFESTASI BADAI TIROID Rina Gustuti; Muhammad Brahmana Putra; Yusrawati
JUBIDA- Jurnal Kebidanan Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jubida.v4i1.1539

Abstract

Pendahuluan: Mola hidatidosa merupakan bentuk penyakit yang paling umum. Wanita pada tahap akhir reproduksi memiliki risiko lebih tinggi, terutama usia di atas 45 tahun. Komplikasi yang umum terjadi pada mola hidatidosa berupa perdarahan hebat sebelum deteksi dini dan teknik evakuasi uterus yang efektif. Mola invasif memiliki angka kematian sebesar 15% akibat perdarahan, embolisasi jaringan trofoblastik, dan sepsis. Komplikasi klasik mola hidatidosa selama kehamilan meliputi aborsi spontan, kematian intrauterin, hipertiroidisme, dan preeklamsia. Laporan kasus: Wanita 24 tahun, G2P1A0H1 dengan dugaan MHK memiliki riwayat perdarahan vagina, dengan USG menunjukkan gambaran honeycomb. Kuretase dilakukan pada pasien dan pemeriksaan histopatologi untuk mendukung diagnosis. Selain itu ditemukan kondisi badai tiroid tanpa adanya riwayat hipertiroidisme, sehingga diduga terjadi akibat mola hidatidosa komplet ini. Sehingga pada pasien diberikan penatalaksanaan badai tiroid. Kesimpulan: Pada pasien ini didapatkan diagnosis MHK dari anamnesis, penunjang seperti pemeriksaan USG, β-hCG, dan histopatologi. Penatalaksanaan dilakukan sesuai prinsip tatalaksana dengan kuretase untuk mengevakuasi mola dan mencegah perdarahan pasca operasi serta penatalaksanaan lain terkait komplikasi seperti anemia berat dan hipertiroidisme yang terjadi pada pasien ini. Diperlukan evaluasi lebih lanjut terkait kadar β-hCG yang dapat menentukan prognosis dan kekambuhan pada pasien, serta evaluasi dini terkait tiroid juga perlu dilakukan pada pasien dengan diagnosis mola hidatidosa.
Faktor FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN IBU HAMIL MENGKONSUMSI TABLET FE DI KLINIK KASIH IBU SEJATI Utary Dwi Listiarini; Nurrahmaton, Nurrahmaton; Deswita, Ani; Hasyim, Laila; Sagala, Jahrona
JUBIDA- Jurnal Kebidanan Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jubida.v4i1.1430

Abstract

Anemia pada ibu hamil berdampak buruk terhadap kehamilan, persalinan, dan masa nifas, serta meningkatkan risiko komplikasi serius seperti perdarahan dan kematian. Metode: Penelitian ini menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel adalah seluruh ibu hamil trimester III (>32 minggu) yang berjumlah 36 orang di Klinik Kasih Ibu Sejati, Medan Helvetia. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil: Mayoritas ibu memiliki pendidikan menengah (88,9%), pengetahuan kurang (41,7%), sikap negatif (52,8%), dan dukungan keluarga kurang baik (58,3%). Sebanyak 63,9% ibu tidak patuh dalam mengonsumsi tablet Fe. Uji chi-square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pendidikan (p=0,012), pengetahuan (p=0,005), sikap (p=0,000), dan dukungan keluarga (p=0,000) dengan kepatuhan konsumsi tablet Fe. Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara pendidikan, pengetahuan, sikap, dan dukungan keluarga dengan kepatuhan ibu hamil dalam mengonsumsi tablet Fe. Tenaga kesehatan diharapkan berperan aktif dalam memberikan edukasi dan membangun komunikasi yang efektif untuk meningkatkan kepatuhan.

Page 2 of 2 | Total Record : 18