cover
Contact Name
-
Contact Email
penamasjurnal@gmail.com
Phone
+6221-4800725
Journal Mail Official
penamasjurnal@gmail.com
Editorial Address
Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta Jl. Rw. Kuning No.6, RT.3/RW.2, Pulo Gebang, Cakung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13950 Telp. : +62-21-4800725 Fax. : +62-21-4800712
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Penamas
ISSN : 02157829     EISSN : 25027891     DOI : https://doi.org/10.31330.Penamas
PENAMAS (ISSN : 0215 - 7829 e-ISSN : 2502 - 7891) is a peer-reviewed journal published by Office of Religious Research and Development, Jakarta, Agency of Religious Research and Development, Education and Training, The Ministry of Religious Affairs, The Republic of Indonesia (Balai Litbang Agama Jakarta, Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI). PENAMAS is the acronym of Penelitian Agama dan Masyarakat translated in English as Research on Religion and Society. The journal publishes research articles focussing on religious and social issues (isu-isu keagamaan dan sosial kemasyarakatan). From 2018 onward, the journal publishes twice a year.
Articles 363 Documents
MERAWAT TRADISI, MENJAWAB TANTANGAN: UPAYA KONTEKSTUALISASI DALAM KAJIAN DAN PEMBELAJARAN KITAB DI SUMATERA BARAT: MAINTAINING TRADITION, ANSWERING CHALLENGE: CONTEXTUALIZATION EFFORTS IN STUDYING AND LEARNING KITAB IN WEST SUMATRA Agus Iswanto
Penamas Vol 28 No 3 (2015): Volume 28, Nomor 3, Oktober-Desember 2015
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper presents the results of research on contextualization efforts made by Islamic boarding school (pesantren) in learning religious texts (kitab) in West Sumatra. It is important to see the efforts of the Islamic boarding school related to the relevance between learning kitab and religious issues that arise in the present time. This research was done in two different shades of Islamic boarding schools in terms of their development history. Data were collected through textual analysis, interviews and observation. The results shows that pesantren maintained and made some progress to its activity of learning kitab, regarding their materials and their learning methods. Besides old method, which is reading kitab in class, Islamic boarding schools are implementing the other two methods, namely discussing and writing papers. The last two methods are focused on efforts to understand and contextualize kitab. Accordingly, learning kitab tradition is still going on. This tradition developed in accordance with the development of educational context and challenges of the times. This study also briefly reviews the papers that are part of kitab contextualization efforts. However, there are pesantrens that have not undertaken writing activities well, as a result religious thinking activities do not develop maximally. Critical and contextual reading kitab has not been fully carried out. This leads to the condition where wider religious problems which emerge in society cannot be solved properly.Keywords: Kitab, Islamic boarding schools, surau, Islamic studies, Minangkabau.Tulisan ini menyajikan hasil penelitian tentang upaya kontekstualisasi yang dilakukan pesantren dalam kajian dan pembelajaran kitab di Sumatera Barat. Hal ini penting untuk melihat upaya kalangan pesantren terkait dengan relevansi aktivitas kajian dan pembelajaran kitab dengan permasalahan agama yang muncul dalam kurun kekinian. Penelitian ini dilakukan di dua corak pesantren yang berbeda dalam sejarah perkembangannya. Data data dikumpulkan dengan telaah teks, wawancara, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa aktivitas kajian dan pembelajaran kitab di pesantren masih berlangsung dengan beberapa perkembangan, baik dalam hal materi kitabnya maupun metode pengkajian dan pembelajarannya. Selain metode lama, yakni membacakan kitab di kelas, pesantren-pesantren tersebut menerapkan dua metode lainnya, yakni berdiskusi dan menulis makalah. Dua metode terakhir tersebut terfokus pada upaya memahami dan mengkontekstualisasikan kitab. Karena itu, tradisi mengkaji kitab tidak berhenti. Ia berkembang sesuai dengan perkembangan konteks pendidikan dan tantangan zaman. Tulisan ini juga mengulas secara singkat makalah makalah yang merupakan bagian dari upaya kontekstualisasi kitab. Hanya saja, ada pesantren yang belum melakukan aktivitas menulis secara baik, karenanya aktivitas pemikiran keagamaan kurang maksimal berkembang. Pembacaan yang kritis dan kontekstual terhadap materi kitab belum sepenuhnya dilakukan, akibatnya belum secara baik dapat menyelesaikan problem-problem keagamaan yang lebih luas muncul di masyarakat.Kata Kunci: Kitab kuning, pesantren, surau, kajian Islam, Minangkabau.
MODERASI TEOLOGIS DAN SUFISTIK DI NUSANTARA DALAM NASKAH-NASKAH PUISI KEAGAMAAN ULAMA MINANGKABAU: THEOLOGICAL AND SUFI MODERATION IN THE ARCHIPELAGO THROUGH RELIGIOUS POEM MANUSCRIPTS OF MINANGKABAU SCHOLARS Syofyan Hadi
Penamas Vol 28 No 3 (2015): Volume 28, Nomor 3, Oktober-Desember 2015
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper presents two scholars’ thoughts from Minangkabau through their works, namely Shaikh Isma'il al-Minangkabawi (w. 1840) on his work, entitled al-Manḥāl and Shaikh Sa'id Bonjol (w. 1979) on his work, entitled Naẓām alWaṣiyah. Since these works are literary works, which are collection of poems, then the meaning analysis is carried out by using reading semiotic models method, that consist of heuristic readings and hermeneutic reading. This study proves Nusantara scholars have made strong efforts in contextualizing Islamic teachings they received from Middle East, including Islamic teachings concepts in the contexts of theology, law, and mysticism. Nusantara Scholars, as reflected in the two works of Minangkabau scholars have shown their wisdom in responding to the needs of the Islamic community in the archipelago, which are different from Arabs and the Middle East community geographically, socially and culturally. They showed moderation on theological and Sufi teachings. Keywords: Moderation, theology, sufi, religious poem, Minangkabau. Tulisan ini menyajikan tentang pemikiran dua ulama Minangkabau dalam karyanya, yakni Shaikh Isma’il al-Minangkabawi (w. 1840) dengan karyanya yang berjudul al-Manḥāl dan Shaikh Sa‘id Bonjol (w. 1979) dengan karyanya berjudul Naẓām al-Waṣiyah. Mengingat dua karya ini adalah teks sastra, yang berupa kumpulan bait-bait puisi, maka analisis makna dilakukan dengan menggunakan metode pembacaan model semiotik yang terdiri atas pembacaan heuristik dan pembacaan hermeneutik. Penelitian ini membuktikan betapa kuatnya upaya ulama Nusantara dalam melakukan kontekstualisasi terhadap ajaran Islam yang mereka terima di Timur Tengah, yang berupa konsep-konsep ajaran Islam baik dalam konteks teologi, syariat, hingga tasawuf. Ulama-ulama Nusantara, sebagaimana tercermin dalam dua karya ulama Minangkabau ini telah menunjukkan kearifan mereka dalam merespon kebutuhan masyarakat Islam di Nusantara yang berbeda dengan masyarakat Arab dan Timur Tengah baik secara geografis, sosial maupun kultural, dengan melakukan moderasi teologis dan sufistik.Kata Kunci: Moderasi, teologi, sufi, puisi keagamaan, Minangkabau.
EFEKTIFITAS PROSEDUR PENDAFTARAN HAJI MELALUI REKAYASA ULANG PROSES BISNIS: THE EFFECTIVENESS OF HAJJ REGISTRATION PROCEDURE THROUGH BUSINESS PROCESS RE-ENGINEERING Achmad Nidjam
Penamas Vol 28 No 3 (2015): Volume 28, Nomor 3, Oktober-Desember 2015
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study is conducted to discover the effectiveness of the implementation of hajj registration procedures and its constraints that frequently arise through business process re-engineering. The study of business process engineering is intended to improve the quality of public services through the simplification of pilgrim registration procedures. Then, pilgrim registration service can be done effectively and efficiently. This study uses interviews, document study and observation techniques. The subject of this study is the policy of the hajj registration procedures applied by Ministry of Religious Affairs since its enactment until today. The analysis result shows that the process of reengineering and new design of hajj registration procedures is better than the old one associated with some service aspects of hajj implementation. Accordingly, this research is important related to the implementation of hajj as a whole. Keywords: Business process re-engineering, hajj registration, implementation of hajj, Ministry of Religious Affairs. Penelitian ini dilakukan untuk menemukan efektivitas pelaksanaan prosedur pendaftaran haji dan kendala-kendala yang seringkali dan mungkin muncul melalui rekayasa ulang proses bisnis (business process reengineering). Kajian Rekayasa Proses Bisnis dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui penyederhanaan prosedur pendaftaran haji, sehingga pelayanan pendaftaran calon haji dapat dilakukan secara efektif dan efesien. Penelitian ini menggunakan metode wawancara, studi dokumen, dan observasi. Subjek penelitian dalam kajian ini adalah kebijakan prosedur pendaftaran haji yang diterapkan oleh Kementerian Agama sejak diberlakukannya sampai dengan saat ini. Hasil analisis menunjukkan, bahwa proses rekayasa ulang serta rancangan baru prosedur pendaftaran haji lebih baik dari sistem lama terkait dengan beberapa aspek pelayanan dalam penyelenggaraan haji. Karenanya, hasil penelitian ini memiliki signifikansi penting terkait penyelenggaraan ibadah haji secara keseluruhan. Kata Kunci: Rekayasa ulang proses bisnis, pendaftaran haji, penyelenggaraan ibadah haji, Kementerian Agama.
SENI SHARAF AL-ANÄ€M DAN RODAT DI PALEMBANG SEBAGAI SENI BERNUANSA KEAGAMAAN: THE ART OF SHARAF AL-ANÄ€M AND RODAT IN PALEMBANG AS RELIGIOUS ARTS Zulkarnain Yani
Penamas Vol 28 No 3 (2015): Volume 28, Nomor 3, Oktober-Desember 2015
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper presents the results of research on the existence of Sharaf al-Anām and Rodat arts in the city of Palembang and surrounding areas in South Sumatera. Data collected through observations, interviews, and literature review. The results shows that along with the current development and many Islamic nuances arts in the city of Palembang, Sharaf al-Anām and Rodat art evidently still exist and present in the midst of the people of Palembang today. Tracing its history, the results of this study demonstrates that the art of Sharaf al-Anām and Rodat are used to commemorate 1st Muharram, the birth of Prophet Muhammad and of Isra 'and Mi'raj-ascension and night Journey, aqiqah the naming ceremony, the revelation of the Qur'an, and mutual forgiving event. Even, it is also used in the wedding process, both at the time of marriage licensing ritual and wedding procession. In addition, it is also used to welcome state guests. Keywords: Sharaf al-Anām, rodat, religious art, Palembang. Tulisan ini menyajikan hasil penelitian tentang keberadaan seni Sharaf alAnām dan Rodat di kota Palembang dan sekitarnya di Sumatera Selatan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan telah pustaka. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa seiring dengan perkembangan zaman dan banyaknya seni-seni keagamaan yang bernuansa Islam di kota Palembang, seni Sharaf al-Anām dan Rodat ternyata masih tetap eksis dan hadir di tengah-tengah masyarakat kota Palembang hingga saat ini. Dengan menelusuri sejarahnya, hasil penelitian ini menunjukkan seni Sharaf al-Anām dan Rodat digunakan pada saat peringatan 1 Muharram, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. dan peringatan Isra’ dan Mi’raj, aqiqah (marhabah), Nuzūl Al-Qur’an dan Halal bi Halal. Bahkan, juga digunakan dalam proses pernikahan, baik pada saat akad nikah maupun arak-arak pengantin. Selain itu, juga digunakan untuk penyambutan para tamu negara.Kata Kunci: Sharf al-Anām, Rodat, seni keagamaan, Palembang.
MADRASAH DINIYAH TAKMILIYAH DALAM PERSPEKTIF STANDAR PELAYANAN MINIMAL DI KABUPATEN CIREBON: MADRASAH DINIYAH TAKMILIYAH IN MINIMUM SERVICE STANDARDS PERSPECTIVE IN CIREBON Abdul Basid
Penamas Vol 28 No 3 (2015): Volume 28, Nomor 3, Oktober-Desember 2015
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper presents the results of research on Minimum Service Standards in the implementation of Islamic non-formal education, Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA). In an attempt to see the indication of services standards, this study uses a comparative research for eight Madrasahs Diniyah Takmiliyah, namely; MDTA Daar al Tawhid, Kampung Damai, Sebelas Bintang, Darul Ikram, Nasyrul Ulum, al-Faqih, an-Nidhamiyah, and Darussalam. This study employed a qualitative and quantitative approach. The results shows that management of MDTA has not fully met Minimum Service Standards, which has been determined by the letter of decree of Director General of Islamic Education number 3201. Although, it has not fully reached the standard, there are efforts from the madrasah and the region to improve diniyah education services for community. Local Government demonstrates support and spirit to Madrasah Diniyah Takmiliyah in order to be exist despite their limitations. Keywords: Madrasah Diniyah, religious education, Minimum Service Standards, Cirebon. Tulisan ini menyajikan hasil penelitian mengenai Standar Pelayanan Minimal (SPM) dalam Penyelenggaraan Madrasah Diniyah Takmiliyah (Awaliyah). Untuk mengetahui indikasi tersebut, dilakukan riset komparatif pada delapan Madrasah Diniyah Takmiliyah, yaitu; MDTA Daar al-Tauhid, Kampung Damai, Sebelas Bintang, Darul Ikram, Nasyrul Ulum, al-Faqih, an-Nidhamiyah, dan Darussalam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan didukung data kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan, penyelenggaraan MDTA belum sepenuhnya memenuhi SPM yang telah ditentukan oleh SK Dirjen Pendis Nomor 3201. Meskipun belum sepenuhnya mencapai SPM, namun ada upaya madrasah dan daerah untuk meningkatkan layanan pendidikan diniyah untuk masyarakat. Hal itu ditunjukkan dukungan Pemerintah Daerah dan semangat untuk tetap eksis dalam segala keterbatasan yang dimiliki oleh Madrasah Diniyah Takmiliyah.Kata Kunci: Madrasah diniyah, pendidikan keagamaan, Standar Pelayanan Minimal (SPM), Cirebon.
SHAIKH KEMAS MUḤAMMAD AZHARI (1856-1932): KARYA-KARYA DAN PEMIKIRAN ULAMA PALEMBANG: SHAIKH KEMAS MUHAMMAD AZHARI (1856-1932): WORKS AND THOUGHTS OF PALEMBANG SCHOLARS Muhamad Rosadi
Penamas Vol 28 No 3 (2015): Volume 28, Nomor 3, Oktober-Desember 2015
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper presents the works and thoughts of a scholar from Palembang, namely Shaikh Kemas Muhammad Azhari with particular focus on one of his works in the field of reckoning. In addition to his reputation as an outstanding scholar in 18th century, Shaikh Muhammad Azhari is also famous as Palembang scholar in the late 19th and early 20th centuries, because of his works. This study uses documents from library and interviews with Shaikh Azhari’relatives. This study found that Shaikh Azhari is one of the prominent scholars writers Palembang who continue kitab writing tradition as well as' Abd al-Ṣamad alFalimbani. There are about 14 pieces of Shaikh Azhari works, covering a variety of disciplines such as Islamic beliefs, monotheism, jurisprudence, sufism and astronomy. Regarding his religious thought, Shaikh Azhari revealed the balance on the use of rukyah and reckoning methods in determining the beginning of the month of hijriyah as it is described in one of his works entitled Taqwīm alQiyām. Keywords: Islamic thought, ulama, Shaikh Azhari, Palembang. Tulisan ini menyajikan tentang karya-karya dan pemikiran seorang ulama asal Palembang, yakni Shaikh Kemas Muhammad Azhari, dengan fokus pada satu karyanya di bidang hisab. Selain ulama Palembang abad ke-18 yang cukup terkenal, Shaikh Kemas Muhammad Azhari adalah juga seorang ulama Palembang yang cukup terkenal di akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, karena karya-karya tulisanya. Penelitian ini bersumber pada data-data kepustakaan dan wawancara dengan kerabat Shaikh Azhari. Penelitian ini menemukan, bahwa Shaikh Azhari merupakan salah satu tokoh ulama penulis Palembang yang melanjutkan tradisi penulisan kitab sebagaimana halnya ‘Abd al-Ṣamad al-Falimbani. Tercatat ada sekitar 14 buah karya Shaikh Azhari yang mencakup berbagai disiplin ilmu keislaman seperti aqidah, tauhid, fikih, tasawuf, dan falak. Adapun pemikiran keagamaan Shaikh Azhari yang terungkap antara lain mengenai keseimbangan penggunaan metode rukyah dan hisab dalam menentukan awal bulan hijriyah sebagaimana dijabarkan dalam salah satu karyanya yang berjudul Taqwīm al-Qiyām.Kata Kunci: Pemikiran Islam, ulama, Shaikh Azhari, Palembang
MADRASAH DINIYAH TAKMILIYAH DI KOTA BANDUNG: MENUJU PENCAPAIAN STANDAR PELAYANAN MINIMUM: MADRASAH DINIYAH TAKMILIYAH IN BANDUNG: TOWARD MINIMUM SERVICE STANDARDS ACHIEVEMENT Mulyana Mulyana
Penamas Vol 28 No 3 (2015): Volume 28, Nomor 3, Oktober-Desember 2015
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article presents the results of an evaluation study of non-formal Islamic education, Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) in Bandung, West Java. The evaluation study was conducted to assess whether MDT has met the Minimum Service Standards (MSS) as they are stipulated in the decree of Director General of Islamic Education of Ministry of Religious Affairs No. 6710/2014. Fieldwork was conducted on 16 February to 5 March 2015 in two sub-districts in Bandung, the sub-district of Bandung Kulon, where observations were performed on 4 Madrasah Diniyah Takmiliyah, and the sub-district Antapani, where observations were made in 3 Madrasah Diniyah Takmiliyah. This study uses multiple data collection techniques, including interview, observation and documentation study. This study found that Madrasahs Diniyah Takmiliyah have met most of Minimum Service Standards, including level of accessibility (it was measured through students’ mileage from their houses to madrasahs), the minimum level of teachers education (graduated from bachelor degree S1, diploma-IV or Islamic boarding schools), the number of students per class and teacher/students ratio. The components of Minimum Service Standards which have been met largely by Madrasah Diniyah Takmiliyah, namely the minimum education level of the head of MDT, the availability of separate rooms for teachers and heads of MDT, the availability of reference books and enrichment books, the availability of teaching aids and the absence of supervisor for MDT.Keywords: Madrasah Diniyah Takmiliyah, Minimum Service Standards, evaluation studies, religious education. Artikel ini menyajikan hasil penelitian evaluasi tentang Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) di Kota Bandung, Jawa Barat. Penelitian evaluasi ini dilakukan untuk mengkaji apakah MDT telah memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) sebagaimana telah ditetapkan dalam SK Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama No. 6710/2014. Penelitian lapangan dilakukan antara 16 Februari - 5 Maret 2015 di dua kecamatan di Kota Bandung, yaitu Kecamatan Bandung Kulon, di mana obsrvasi dilakukan di 4 MDT dan Kecamatan Antapani, di mana observasi dilakukan di 3 MDT. Teknik pengumpulan data mengkombinasikan wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Penelitian ini menemukan, bahwa MDT telah memenuhi sebagian komponen SPM. Komponen-komponen SPM yang telah dipenuhi oleh sebagian besar MDT meliputi tingkat aksesabilitas (yang diukur dengan jarak tempuh siswa dari rumah ke MDT), tingkat pendidikan minimal guru (lulusan S1, D-IV atau pesantren), jumlah siswa perkelas dan rasio guru-siswa. Adapun komponenkomponen SPM yang belum dapat dipenuhi sebagian besar MDT adalah tingkat pendidikan minimal kepala MDT, ketersediaan ruang terpisah bagi guru dan kepala MDT, ketersediaan buku referensi dan buku pengayaan, ketersediaan alat peraga, dan ketiadaan pengawas bagi MDT. Kata Kunci: Madrasah Diniyah Takmiliyah, Standar Pelayanan Minimal, penelitian evaluasi, pendidikan keagamaan.
POTRET KINERJA DAN PELAYANAN PUBLIK OLEH PEMBANTU PEGAWAI PENCATAT NIKAH (P3N) DI KABUPATEN TANGERANG: KASUS KUA KECAMATAN CIKUPA, CURUG, TELUK NAGA, DAN KOSAMBI: PORTRAITS OF PERFORMANCE AND PUBLIC SERVICE BY THE ASSISTANT MARRIAGE REGISTRARS (P3N) IN TANGERANG REGENCY: A CASE STUDY OF RELIGIOUS AFFAIRS OFFICES (KUA) SUB-DISTRICT CIKUPA, CURUG, TELUK NAGA, AND KOSAMBI ismail ismail
Penamas Vol 28 No 3 (2015): Volume 28, Nomor 3, Oktober-Desember 2015
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Researches on the existence of the assistant marriage registrars have been done by many researchers, academics and students. However, only few studies on performance and public services. This paper presents performance and public service performed by the assistant marriage registrars in Tangerang Regency. Tangerang Regency is one of the regions in Banten province, which has many assistant marriage registrars. After the issuance of Letter of Instruction No.DJ. II/113/2009 on the Use of Funds Non-Tax State Revenue (PNPB) on Marriage and Reconciliation and Structuring the Assistant Marriage Registrars (P3N), then the existence of the assistant marriage registrars is not extended. However, community still uses services from the Assistant Marriage Registrars, which has already renamed with “amil”. This study used qualitative methods of interview, study of documents, and observation. The study concluded that the presence of the assistant marriage registrars in Tangerang district is still required. Their performances are quite good, but services they provided have not met the standards for public service. Their unclear salaries become one of the barriers faced by the assistant marriage registrars. Yet, there is a lot of public confidence in them, which makes the barrier disappear. This leads to increase their motivation, and create conducive and harmonious their working climate.Keywords: Public services, marriage registrars, religious public services, Tangerang-Banten. Penelitian tentang eksistensi Pembantu Pegawai Pencatat Nikah (P3N) sudah banyak dilakukan oleh para peneliti, akademisi maupun mahasiswa. Tapi yang meneliti tentang kinerja dan pelayanan publik belum banyak dilakukan. Tulisan ini memotret kinerja dan pelayanan publik yang dilakukan oleh Pembantu Pegawai Pencatat Nikah (P3N) di Kabupaten Tangerang. Kabupaten Tangerang adalah salah satu wilayah di Provinsi Banten yang memiliki banyak P3N. Setelah keluarnya Surat Instruksi No.DJ.II/113/2009 tentang Penggunaan Dana PNPB Nikah dan Rujuk dan Penataan Pembantu Pegawai Pencatat Nikah (P3N), maka keberadaan P3N tidak diperpanjang lagi masa tugasnya, namun masyarakat tetap menggunakan jasa P3N yang sudah berganti nama dengan amil. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan teknik wawancara, studi dokumen, dan observasi. Penelitian ini menyimpulkan, bahwa keberadaan P3N di Kabupaten Tangerang masih dibutuhkan, kinerjanya sudah cukup baik, namun pelayanan yang diberikan belum memenuhi standar pelayanan publik. Sedangkan honorarium yang belum jelas menjadi salah satu hambatan yang dihadapi oleh P3N, namun hal tersebut ditutupi dengan kepercayaan masyarakat yang masih besar terhadap mereka, sehingga menimbulkan motivasi, iklim kerja yang kondusif dan harmonis.Kata Kunci: Pelayanan publik, pencatatan nikah, pelayanan publik keagamaan, Tangerang, Banten.
PENYELENGGARAAN KURSUS PRA NIKAH DI KABUPATEN PURWAKARTA: KASUS KUA PURWAKARTA, CIBATU, DAN BABAKAN CIKAO: IMPLEMENTATION OF PRE-MARRIAGE COURSE IN PURWAKARTA: A CASE STUDY OF RELIGIOUS AFFAIRS OFFICES (KUA) PURWAKARTA, CIBATU, AND BABAKAN CIKAO Daniel Rabitha
Penamas Vol 28 No 3 (2015): Volume 28, Nomor 3, Oktober-Desember 2015
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper presents the results of research on the implementation of pre-marriage course in Purwakarta. There are three Religious Affairs Offices (KUA) that are used as research subjects, namely Religious Affairs Office district of Purwakarta, Cibatu, and Babakan Cikao. Data are generated from interviews with key informants and field observation. Implementation of pre-marriage course on three Religious Affairs Offices broadly refers to Directorat General Rules No. DJ.II/491/2009. The implementation of pre-marriage course is generally carried out according to the capability of Religious Affairs Offices. The effectuation models for either groups or individuals are carried out in accordance with the wedding process and the willingness of the bride and groom. The speakers of the course frequently come from the Religious Affairs Office, while the material presented is concerning with the issues of government regulations related to marriage, marriage law, and reminding offer and acceptance-ijab kabul process, which will be carried out during wedding procession, and duration of the implementation as a group approximately 3 hours and an individual approximately 1 hour. Broadly speaking, the implementation of pre-marriage course has embraced the principles of public service (UU No. 25/2009). However, it has not been done professionally because funding owned by Religious Affairs Office is lacking.Keywords: Pre-marriage courses, public services, Religious Affairs Offices, Purwakarta. Tulisan ini menyajikan hasil penelitian tentang penyelenggaraan Kursus Pra Nikah pada Kabupaten Purwakarta. Ada tiga Kantor Urusan Agama (KUA) yang dijadikan subjek penelitian, yakni KUA Kecamatan Purwakarta, Cibatu, dan Babakan Cikao. Pengumpulan data penelitian ini dihasilkan dari wawancara dengan informan kunci dan observasi lapangan. Penyelenggaraan Kursus Pra Nikah pada ketiga KUA secara garis besar mengacu pada Perdirjen No. DJ.II/491/2009. Penyelenggaraan Kursus Pra Nikah secara umum dilakukan sesuai kemampuan dari KUA. Model penyelenggaraan, baik secara kelompok maupun dengan perorangan dilakukan sesuai dengan peristiwa nikah dan kesediaan calon pengantin. Narasumber lebih sering berasal dari pihak KUA, materi yang disampaikan menyangkut masalah peraturan pemerintah terkait perkawinan, hukum pernikahan, perihal berumah tangga, dan pengingatan kembali proses ijab qabul yang nanti akan dilakukan catin saat melakukan prosesi pernikahan, dan durasi penyelenggaraan secara kelompok kurang lebih 3 jam dan perorangan 1 jam. Secara garis besar, penyelenggaraan Kursus Pra Nikah sudah menganut asas pelayanan publik (UU No. 25/2009), hanya saja pada asas profesional belum bisa dipenuhi karena berbenturan dengan pendanaan yang dimiliki KUA.Kata Kunci: Kursus Pra Nikah, pelayanan publik, Kantor Urusan Agama, Purwakarta.
AJARAN TASAWUF SULTAN AGUNG: KAJIAN ISI SERAT SASTRA GENDHING: MYSTICAL TEACHING OF SULTAN AGUNG: STUDY ON TEXT SERAT SASTRA GENDHING Zaenuddin Zaenuddin
Penamas Vol 27 No 3 (2014): Volume 27, Nomor 3, Oktober-Desember 2014
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Substantially, the text of Serat Sastra Gendhing, written by Sultan Agung describes two disciplines in Islamic studies, the theology and mysticism/sufism. This study aims at exploring its Sufism aspect. Using hermeneutics method developed by Gadamer, this study found that Serat Sastra Gendhing teaches us about panetheism, where there two things are interrelated and interdependent. These two things are reflected in the relationship between the Creator and the creation. The Islamic mysticism in Serat Sastra Gendhing replicate the one of a famous mystic Ibn Arabia. The underlying of the text writing is that the King desire to transmit Islamic teaching to his people using Javanese culture approach. For today’s reader, the text is serat piwulang, which explains on how to establish a good communication to the Creator and to other creatures.Keywords: Serat Sastra Gendhing text, sufism, Sultan Agung, Javanese culture.Teks Serat Sastra Gendhing karya Sultan Agung secara substantif menjelaskan dua disiplin dalam ilmu keislaman, yakni ilmu teologi dan tasawuf. Penelitian ini bertujuan mengungkapkan aspek tasawuf dari teks tersebut. Penelitan ini menggunakan metode hermeneutika yang dikembangkan Gadamer. Penelitian ini menemukan, bahwa Serat Sastra Gendhing merupakan teks yang mengajarkan tentang pantheisme, di mana dua hal saling berkaitan dan saling membutuhkan, yang tergambar dalam hubungan antara Pencipta dan yang dicipta. Adapun corak mistik Islam dalam Serat Sastra Gendhing cenderung pada mistik Ibnu Arabi. Penulisan serat tersebut dilatarbelakangi oleh keinginan seorang raja untuk menyampaikan ajaran agama Islam kepada rakyatnya dengan menggunakan pendekatan budaya Jawa. Sedangkan untuk pembaca sekarang, serat tersebut merupakan serat piwulang agar manusia menjalin komunikasi yang baik dengan Sang Pencipta maupun dengan sesama makhluk ciptaan.Kata Kunci: Serat Sastra Gendhing, tasawuf, Sultan Agung, budaya Jawa.

Page 4 of 37 | Total Record : 363


Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 38 No 2 (2025): Volume 38, Issue 2, July-December 2025 Vol 38 No 1 (2025): Volume 38, Issue 1, January-June 2025 Vol 37 No 2 (2024): Volume 37, Issue 2, July-December 2024 Vol 37 No 1 (2024): Volume 37, Issue 1, January-June 2024 Vol 36 No 2 (2023): Volume 36, Issue 2, July-December 2023 Vol 36 No 1 (2023): Volume 36, Issue 1, January-June 2023 Vol 35 No 2 (2022): Volume 35, Issue 2, July-December 2022 Vol 35 No 1 (2022): Volume 35, Issue 1, January-June 2022 Vol 34 No 2 (2021): Volume 34, Nomor 2, Juli-Desember 2021 Vol 34 No 1 (2021): Volume 34, Nomor 1, Januari-Juni 2021 Vol 33 No 2 (2020): Volume 33, Nomor 2, Juli-Desember 2020 Vol 33 No 1 (2020): Volume 33, Nomor 1, Januari-Juni 2020 Vol 32 No 2 (2019): Volume 32, Nomor 2, Juli-Desember 2019 Vol 32 No 1 (2019): Volume 32, Nomor 1, Januari-Juni 2019 Vol 31 No 2 (2018): Volume 31, Nomor 2, Juli-Desember 2018 Vol 31 No 1 (2018): Volume 31, Nomor 1, Januari-Juni 2018 Vol 30 No 3 (2017): Volume 30, Nomor 3, Oktober-Desember 2017 Vol 30 No 2 (2017): Volume 30, Nomor 2, Juli-September 2017 Vol 30 No 1 (2017): Volume 30, Nomor 1, April-Juni 2017 Vol 29 No 3 (2016): Volume 29, Nomor 3, Oktober-Desember 2016 Vol 29 No 2 (2016): Volume 29, Nomor 2, Juli-September 2016 Vol 29 No 1 (2016): Volume 29, Nomor 1, April-Juni 2016 Vol 28 No 3 (2015): Volume 28, Nomor 3, Oktober-Desember 2015 Vol 28 No 2 (2015): Volume 28, Nomor 2, Juli-September 2015 Vol 28 No 1 (2015): Volume 28, Nomor 1, April-Juni 2015 Vol 27 No 3 (2014): Volume 27, Nomor 3, Oktober-Desember 2014 Vol 27 No 2 (2014): Volume 27, Nomor 2, Juli-September 2014 Vol 27 No 1 (2014): Volume 27, Nomor 1, April-Juni 2014 More Issue