cover
Contact Name
Imam Machali
Contact Email
imam.machali@uin-suka.ac.id
Phone
+62 815-7864-1093
Journal Mail Official
jpi@uin-suka.ac.id
Editorial Address
Faculty of Tarbiyah and Education State Islamic University (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, Indonesia
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Islam
Core Subject : Education,
The journal focuses its scope on the issues of Islamic Education in Southeast Asia. We invite scientists, scholars, researchers, as well as professionals in the field of Islamic Education in Southeast Asia to publish their researches in our Journal. The journal publishes high quality empirical and theoretical research covering all aspects of Islamic Education in Southeast Asia. Deradicalization of Islamic Education Philosophy of Islamic Education Islamic Education Policy Gender and Islamic Education Comparison of Islamic Education Islamic Education and Science Nusantara Islamic Education Pesantren Education Islamic Education and Social Transformation Leadership of Islamic Education Figure of Islamic Education Islamic Education Management Curriculum of Islamic Education Innovation of Islamic Education Madrasah Education
Articles 304 Documents
Gender dan Pengembangan Pemikiran Pendidikan Islam Yu’timaalahuyatazaka
Jurnal Pendidikan Islam Vol 3 No 2 (2014): GENDER DAN PENDIDIKAN ISLAM
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Education State Islamic University (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpi.2014.32.289-306

Abstract

Artikel ini berisi penjelasan tentang diskursus gender dalam pengembangan pemikiran pendidikan Islam, dan dijumpai banyak problem ketidakadilan, yang diperlukan solusi untuk mengatasinya. Problem fundamental gender pada level epistemologis-metodologis untuk mengembangkan pendidikan Islam berbasis gender ini ialah direkonstruksinya aspek epistemologi pendidikan Islam. Para pendidik dan peserta didik juga perlu mengubah paradigma dan mindset pada sensitif gender. Artikel ini juga berisi penjelasan tentang metodologi pendidikan Islam berbasis gender dengan pendekatan integrasi, normatif, historis dan intuitif untuk merespon isu-isu gender dalam praktik pendidikan Islam
Bias Gender dalam Buku Bahasa Arab Siswa MA Kelas X dengan Pendekatan Saintifik 2013 Muhammad Jafar Shodiq
Jurnal Pendidikan Islam Vol 3 No 2 (2014): GENDER DAN PENDIDIKAN ISLAM
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Education State Islamic University (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpi.2014.32.307-326

Abstract

Gender adalah perbedaan antara laki-laki dan perempuan dalam peran, fungsi, hak, tanggung jawab dan perilaku yang dibentuk oleh tata nilai sosial budaya, dan adat istiadat. Bias gender adalah keadaan yang menunjukkan sikap berpihak lebih pada laki-laki daripada perempuan. Artikel ini dimaksudkan untuk menjelaskan bias gender dalam buku bahasa Arab siswa kelas X yang ditulis berdasarkan pendekatan saintifik sebagai ciri khas kurikulum 2013. Buku siswa yang digunakan sebagai bahan ajar pokok oleh para guru mereka, sunggu penting dalam menunjang proses pembelajaran. Hasil analisis data penelitian tersebut menunjukkan bahwa masih terjadi bias gender dalam buku tersebut dalam bentuk gambar dan teks.
Peran Gender dalam Pendidikan Islam Aris Try Andreas Putra
Jurnal Pendidikan Islam Vol 3 No 2 (2014): GENDER DAN PENDIDIKAN ISLAM
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Education State Islamic University (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpi.2014.32.327-344

Abstract

Masalah gender merupakan isu yang sering didiskusikan pada semua aspek kehidupan, termasuk didalamnya pendidikan Islam. Istilah gender bukan hanya ditujukan kepada perempuan semata, tetapi juga kepada laki-laki. Secara faktual, perempuan mengalami posisi termarginalkan, sehingga pembahasan ini lebih banyak pada hak-hak perempuan. Sebaliknya, laki-laki dianggap berbagai orang yang memiliki tingkatan lebih tinggi di berbagai aspek kehidupan. Kesetaraan gender diharapkan dapat mendorong perubahan kerangka berpikir dalam berbagai segmen kehidupan sosial. Gender ditentukan oleh sejumlah faktor, diwujudkan, disosialisasikan, dan diimplementasikan melalui sosial dan agama. Pendidikan Islam di Indonesia diberikan kepada seluruh warga Negara. Artikel ini merupakan penjelasan tentang peran gender dalam pendidikan Islam di Indonesia.
Relasi Gender dan Pendidikan Islam Nur Rohmah; Labib Ulinnuha
Jurnal Pendidikan Islam Vol 3 No 2 (2014): GENDER DAN PENDIDIKAN ISLAM
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Education State Islamic University (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpi.2014.32.345-364

Abstract

Konsep kesetaraan laki-laki dan perempuan ataupun konsep feminisme yang ditawarkan oleh Barat, belum dapat diterima oleh sebagian besar masyarakat Islam. Hal ini dikarenakan oleh legitimasi dari dogma agama, yang timpang dan cenderung berpihak kepada laki-laki, yang dianut sebagian besar orang Islam, yang masih terus berlangsung hingga sekarang ini. Konsep kesetaraan antara laki-laki dan perempuan yang diharapkan oleh Islam dapat diperoleh dengan jalan menelaah lebih jauh pada pedoman ajaran Islam (Al-Qur’an dan Al-Hadits). Konsep kesetaraan yang dikehendaki masyarakat Islam diilhami dari segi persamaan penciptaannya, fungsi dan kedudukan di dunia dan kebebasan bertauhid serta beribadah ke pada Allah antara laki-laki dan perempuan.
Internalisasi Nilai Gender melalui Dolanan Anak Tradisional Azam Syukur Rahmatullah
Jurnal Pendidikan Islam Vol 3 No 2 (2014): GENDER DAN PENDIDIKAN ISLAM
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Education State Islamic University (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpi.2014.32.365-388

Abstract

Dolanan anak atau permainan tradisional anak sejatinya merupakan media yang mengandung nilai-nilai kesetaraan gender yang tinggi, di antaranya nilai equality value, cooperation value, recoqnition value, tolerance value, dan justice value. Nilainilai kesetaraan tersebut idealnya mulai diberikan sejak masa anak-anak. Ada tiga tahapan proses internalisasi nilai-nilai kesetaraan gender dalam dolanan anak, yakni Pertama, tahapan transformasi nilai yang merupakan tahapan penyampaian informasi yang baik. Kedua, tahapan transaksi nilai yang merupakan tahapan pendidikan nilai, dan ketiga, tahapan transinternalisasi yakni tahapan aplikatif dalam kegiatan sehari-hari.
Ulama Perempuan di Panggung Pendidikan: Menelursuri Kiprah Nyai Hj. Nok Yam Suyami Temanggung Anisah Indriati
Jurnal Pendidikan Islam Vol 3 No 2 (2014): GENDER DAN PENDIDIKAN ISLAM
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Education State Islamic University (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpi.2014.32.389-402

Abstract

Istilah ulama, seringkali dikaitkan dengan kaum laki-laki.Padahal tidak bisa disangkal adanya figur agama perempuan dalam sejarah Islam. Karena itu, usaha mengungkap sisi ke-ulama-an perempuan menjadi kajian yang patut dikembangkan. Artikel ini membahas tentang pemikiran Ny. Hj. Nok Suyami dan kiprahnya di masyarakat. Penelitian kualitatif ini termasuk penelitian life story yang sumber datanya diperoleh melalui wawancara dengan analisis domain di Temanggung. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Sosok Hj. Nok Suyami memenuhi syarat untuk disebut sebagai ulama’ dikarenakan beberapa hal mendasar yang melekat dalam dirinya. Yaitu: (1) kapasitas keilmuan agama yang mumpuni, (2) progresifitas akademik, (3) jiwa sosial kemanusiaan yang tinggi, (4) kemampuan beradaptasi dengan masyarakat yang baik dan (5) ketokohan yang diakui oleh masyarakat umum.
Gerakan Perempuan Nahdlatul Ulama dalam Transformasi Pendidikan Politik Sri Roviana
Jurnal Pendidikan Islam Vol 3 No 2 (2014): GENDER DAN PENDIDIKAN ISLAM
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Education State Islamic University (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpi.2014.32.403-424

Abstract

‘NU’ yang merupakan ormas Islam di Indonesia, adalah ormas terbesar dalam hal kuantitas (jumlah pengikutnya). Hal ini dapat dilihat dari pengikutnya. Ada sejumlah 56 % dari penduduk beragama Islam di Indonesia, atau sejumlah 88,7 % dari total penduduk Indonesia, atau sejumlah 237,7 juta orang. Gerakan perempuan NU, Muslimat dan Fatayat, merupakan ormas Islam terbesar di Indonesia. Pendidikan pesantren dengan model membaca kitab kuning dengan metode sorogan dan bandongan sering diselenggarakan di pesantren NU. Fatayat dan Muslimat aktif dalam gerakan politik Indonesia sejak Indonesia merdeka. Kajian ini merupakan penjelasan gerakan sosial yang dilakukannya di beberapa negara. Secara khusus gerakan sosial yang dilakukan adalah religious movement.
Pendidikan dan Emansipasi wanita dalam Pandangan Abbas Mahmud al-’Aqqad (Nadlariyah Abbas Mahmud 'Aqqad fi Tarbiyatil Mar'ati wa Tahririha) Nur Sa'idah
Jurnal Pendidikan Islam Vol 3 No 2 (2014): GENDER DAN PENDIDIKAN ISLAM
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Education State Islamic University (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpi.2014.32.425-447

Abstract

The issue of women is still a serious discourse for discussion, both about the identity, The issue of women is still a serious discourse for discussion, both about the identity, position, and role, even to the character and intellect. This article discusses the theory of education and emancipation of women in view of Abbas Mahmud al - 'Aqqad, an Egyptian thinker, poet, philosopher, and journalist scholars in the late - 19th and early 20th century. According to al - 'Aqqad, women have equal footing with men in education and all social roles. But the natural differences between women and men demanding the division of different roles, so that the relationship between women and men should be a partnership. Conservative views of ' Aqqad theory based on the Koran, the Hadith position, and role, even to the character and intellect. This article discusses the theory of education and emancipation of women in view of Abbas Mahmud al-‘Aqqad, an Egyptian thinker, poet, philosopher, and journalist scholars in the late - 19th and early 20th century. According to Him, women have equal footing with men in education and all social roles. But the natural differences between women and men demanding the division of different roles, so that the relationship between women and men should be a partnership. Conservative views of ‘ Aqqad theory based on the Koran, the Hadith, and the research on the female characters. This theory is in line with the structuralist functionalist theory. Structuralist theory gravitates to sociology while learning functionalist psychological theory, but they have the same conclusion, that the relationship between women and men is the preservation of harmony, not competition. ‘Aqqad’theory could be a solution to the issue of family crisis and child neglect that often occurs as a result of the division of the marital partnership roles are less than ideal. and research on the female characters. 'Aqqad’s theory could be a solution to the issue of family crisis and child neglect that often occurs as a result of the division of the marital partnership roles are less than ideal.
Perbandingan Pengelolaan Pendidikan Agama Pada Sekolah di Indonesia dan Sekolah Republik Indonesia Tokyo Nurudin, Nurudin; Nurudin
Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 1 (2015): Perbandingan Pendidikan Islam (Comparative Islamic Education)
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Education, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpi.2015.01.1-24xxx

Abstract

Religious education is a mandate of national legislation that should be implemented in every school based on the Legislation of National Education System, and as the right of every student to receive religious education in accordance with their own religion. This research is aimed to get sufficient data and information on the management of religious education in the school of the Republic of Indonesia in Tokyo Japan. Specifically, this study is expected to be a policy matter, Firstly, students’ right fulfillment aspect to receive religious education as stated in Legislation Number 20/2003 About the National Education SystemArticle 12 Verse (1) point a. Government Regulation Number 55/2007 about religious education and Religious affair education, and also the Minister of Religious AffairsRegulation Number 16/2010 on the Management of Religious Education in Schools; Secondly, the management of religious teachers and religious education learning in order to meet the Education National Standards as the authority of the Ministry of religious affairs that must be implemented optimally in every educational unit.
Konsep Pendidikan Jerman dan Australia; Kajian Komparatif dan Aplikatif terhadap Mutu Pendidikan Indonesia Isri, Saifullah; Saifullah Isri
Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 1 (2015): Perbandingan Pendidikan Islam (Comparative Islamic Education)
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Education, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpi.2015.41.25-47xxx

Abstract

AbstractEducation is always influenced by factors that enveloped it. So it is very likely to occur differences in product and quality of education between one institution and another institution or between one country to another. This difference initiates the researcher to be open-minded and examine the system and education implementation in an institution or another country in order to absorb positive information for improvement and advancement of education. This encourages the emergence of comparative education studies. Indonesia, in an effort to increase the quality of its education, needs to conduct a similar study by examining and comparing Indonesian education with other countries, in this case, Germany and Australia that their quality of education is among the best in the World.

Page 5 of 31 | Total Record : 304