cover
Contact Name
Muhamad Rifai
Contact Email
eltek@polinema.ac.id
Phone
+6281233533011
Journal Mail Official
eltek@polinema.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal ELTEK
ISSN : 16934024     EISSN : 23550740     DOI : doi.org/10.33795/eltek
Jurnal ELTEK merupakan media yang diterbitkan oleh Politeknik Negeri Malang sebagai sarana diseminasi dan publikasi artikel hasil penelitian dan artikel konseptual yang dilakukan oleh para peneliti, akademisi, praktisi dan industri di bidang Teknik Elektro. Artikel yang diajukan untuk diterbitkan pada jurnal ELTEK merupakan naskah asli dan belum pernah dipublikasikan secara tertulis pada majalah atau jurnal ilmiah dimanapun Jurnal ELTEK memuat artikel hasil penelitian dan konseptual dalam cakupan bidang ilmu Teknik Elektro yang meliputi: Ketenagalistrikan, Teknik Kendali, Kecerdasan Buatan, Teknik Komputer, Teknik Telekomunikasi, Teknik informatika, Teknik Biomedik, Elektronika Daya, Energi Terbarukan, Sistem Embedded, Jaringan Komputer, Sistem Operasi, Manajemen Data dan Sistem informasi, dan lain-lain. Jurnal ELTEK terbit dua kali dalam setahun masing-masing pada bulan April dan Oktober. Redaksi mengundang penulis dan peneliti untuk menyumbangkan artikel penelitian atau artikel konseptual kepada Editor Jurnal ELTEK. Editor menentukan apakah suatu artikel akan dimuat atau tidak dan memiliki hak untuk mengubah atau mengoreksi teks sejauh tidak mengganggu maksud atau kontennya. Naskah yang tidak dimuat tidak dikembalikan ke penulisnya
Articles 137 Documents
Kontrol kecepatan motor induksi menggunakan teknologi IoT (Internet of Things) Noer Soedjarwanto; Budiarto Budiarto; Gigih Forda Nama
JURNAL ELTEK Vol 18 No 2 (2020): ELTEK Vol 18 No 2
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.447 KB) | DOI: 10.33795/eltek.v18i2.249

Abstract

Inverter merupakan peralatan yang dapat mengubah besaran listrik arus searah menjadi besaran listrik arus bolak-balik. Terdapat berbagai macam inverter seperti inverter full-bridge, half-bridge, multi-inverter dan push-pull, khususnya pada penelitian ini menggunakan inverter push-pull. Untuk mengatur inverter sendiri membutuhkan panel kendali dengan ruang kendali khusus yang telah disediakan, dengan adanya teknologi Internet of Things (IoT) pengaturan inverter dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja dari jarak yang jauh. Metode yang digunakan untuk mengatur kecepatan motor dilakukan dengan cara merubah frekuensi sumber stator yang didapat dari switching mosfet pada inverter dengan teknik modulasi lebar pulsa (PWM). Pengujian menunjukkan bahwa kecepatan motor dapat di kontrol sekaligus di monitoring dari tempat yang jauh melalui website. Dengan menggunakan hosting dari 000webhost.com motor dapat diatur dengan frekuensi inverter dari 40hz sampai 65hz dengan kenaikan 5hz dan menghasilkan kecepatan motor dari 566 rpm sampai 802 rpm. Inverter is a device that changes direct current (DC) to alternating current (AC). There are various kinds of inverters such as full bridge, half bridge, multi-inverter and push-pull inverters, especially in this case using push-pull inverters. To control the inverter, need a special control panel provided, with internet of things, the inverter control can be done anywhere and anytime over long distances. The method used to change the motor speed by changing the frequency of the stator source obtained from switching MOSFETs on the inverter. By using hosting from 000webhost.com, motor can set the inverter frequency from 40hz to 65hz with an increase of 5hz and produce motor speeds from 566 rpm to 802 rpm.
Analisis Effisiensi Penyaluran Kabel Laut 150 kV Gilimanuk 3 dan 4 Yang Menghubungkan Interkoneksi Jawa-Bali Dengan Metode Rock Dumping Ruwah Joto
JURNAL ELTEK Vol 12 No 1 (2014): ELTEK Vol 12 No 1
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.6 KB)

Abstract

Transmisi tenaga listrik dari pembangkit listrik ke pusat beban atau konsumen memegang peranan yang sangat penting. Oleh karena itu memerhatikan rugi daya dan drop tegangan. Daya yang hilang mengacu pada panas yang dihasilkan pada bagian konduktor kabel (konduktor, selubung, dan armour) dan sebagian isolasi kabel. Nilai daya yang hilang dalam konduktor, selubung, dan armour terutama tergantung pada nilai arus. Penelitian ini mengenai metode penggelaran kabel bawah laut dan perhitungan rugi daya dan jatuh tegangan kabel listrik bawah laut dengan isolasi XLPE, tegangan kerja 150 kV, sirkuit Gilimanuk 3 dan 4 interkoneksi Jawa-Bali. Kabel memiliki penampang konduktor (300 mm2) kabel 3-core, dengan konduktor tembaga. Metode yang digunakan untuk penggelaran kabel bawah laut adalah metode rock dumping. Nilai daya yang hilang di konduktor kabel adalah 738566,87 W. Rugi Dielektrik pada kabel listrik bawah laut berisolasi XLPE adalah 7992,5 W. Nilai total kerugian sebesar 746846,62 W. Persentase drop tegangan mencapai 0,02% dan nilai jatuh tegangannya adalah 30 volt / km.
Aplikasi RFID sebagai pendeteksi kehadiran pada perkuliahan terkait perhitungan kompensasi bagi mahasiswa Politeknik Negeri Malang Abdul Rasyid; Waluyo Waluyo; Lis Diana Mustafa; Ellen Kurniawati; Malika Aditya
JURNAL ELTEK Vol 19 No 1 (2021): ELTEK Vol 19 No 1
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.719 KB) | DOI: 10.33795/eltek.v19i1.259

Abstract

Abstrak Banyak cara untuk mengetahui keberadaan para dosen dan mahasiswa pada saat aktifitas perkuliahan, mulai dari cara lama menggunakan kertas lembar presensi, menggunakan barcode hingga cara yang sudah terkomputerisasi. Dan permasalahan yang sering timbul dalam Politeknik Negeri Malang adalah perhitungan absensi yang memakan waktu lama dan membutuhkan usaha ekstra untuk merekap data dari lembar absensi mahasiswa pada setiap kelas. Pada penelitian ini, sistem absensi akan menggunakan teknologi RFID (Radio Frequency Identification). Dimana setiap dosen dan mahasiswa akan memliki tag RFID dengan nomor identitas masing-masing yang akan digunakan untuk melakukan absensi. Tag RFID tersebut akan dipindai dan data yang didapat akan disimpan pada database berupa nama, tanggal, hari, jam hadir dan jam keluar. Dari data tersebut akan diolah shingga dapat diketahui jumlah kehadiran dosen, absensi, dan jumlah kompensasi dari mahasiswa. Pada penelitian ini kinerja, kecepatan, jarak jangkau dan ketahanan dari noise diteliti menggunakan aplikasi Wireshark. Dan didapatkan bahwa sistem dapat berjalan dengan waktu yang sangat singkat, waktu rata-rata yang digunakan untuk mengirimkan data adalah 447ms dan masih dapat bekerja meskipun terhalang oleh kertas dengan ketebalan dibawah 2.8cm. Sehingga dengan menggunakan aplikasi ini, proses absensi dan proses perhitungan kompensasi yang semula cukup lama dan membutuhkan usaha ekstra dapat dilakukan dengan cepat dan efisien. Abstract There are many ways to find out the whereabouts of lecturers and students during lecture activities, like using old method by writing in presence sheet paper, using barcodes or using computerized methods. And the problem that often arises in the State Polytechnic of Malang is the calculation of attendance which takes a long time and requires extra effort to recap the data from student attendance sheets in each class. In this study, the attendance system will use RFID (Radio Frequency Identification) technology. Where each lecturer and student will have an RFID tag with their respective identity numbers which will be used for attendance. The RFID tag will be scanned and the data obtained will be stored in the database in the form of name, date, day, time of attendance and time out. From this data, it will be processed so that it can be seen the number of lecturers' attendance, attendance, and the amount of compensation for each students. In this study, the performance, speed, range and resistance of noise were examined using the Wireshark application. And it was found that the system can run in a very short time, the average time used to transmit data is 447ms and can still work even though it is hindered by paper with a thickness below 2.8cm. so that by using this application, the attendance process and the process of calculating compensation, which were quite long and required extra effort, can be done quickly and efficiently.
Desain Dan Analisis Proporsional Kontrol Buck-Boost Converter Pada Sistem Photovoltaik Achmad Komarudin
JURNAL ELTEK Vol 12 No 2 (2014): ELTEK Vol 12 No 2
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.601 KB)

Abstract

Krisis energi memicu manusia untuk mengembangkan energy alternatif. Salah satu energy alternative yang banyak dikembangkan adalah photovoltaic. Energi matahari disimpan dalam baterai. Pengisian baterai menggunakan konverter buck-boost. Pada penelitian ini dilakukan studi terhadap proporsional kontrol yang diterapkan pada konverter buck- boost. Penerapan proporsional kontrol menghasilkan respon yang lebih cepat sebesar 0.5 s dan sedikit overshoot pada keluaran rangkaian buck- boost. Sistem pengisian baterai mampu mengisi baterai walaupun tegangan photovoltaik lebih rendah dari tegangan baterai.
Konverter berbasis SEPIC pada modul photovoltaik yang terintegrasi dengan inverter 1 fasa DONNY RADIANTO; HERWANDI HERWANDI; YULIANTO YULIANTO
JURNAL ELTEK Vol 19 No 2 (2021): ELTEK Vol 19 No 2
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.049 KB) | DOI: 10.33795/eltek.v19i2.323

Abstract

Sistem pembangkit listrik saat ini telah menarik banyak perhatian baik dari kalangan akademik maupun industri. Hal ini disebabkan karena keuntungan yang ditawarkan, antara lain bersih, dapat merubah menjadi listrik secara langsung, dan tidak menyebabkan polusi. Namun, karena masih adanya ketergantungan terhadap kondisi iklim, demikian seperti irradiant maupun suhu, maka daya dari modul photovoltaik ini perlu dimaksimalkan. Terkait dengan hal ini, paper ini menghadirkan suatu metode untuk melacak daya maksimum dari modul photovoltaik berbasis pada metode perturbation observer yang dimodifikasi. Metode pelacakan ini dibuat untuk menghasilkan modulasi lebar pulsa dengan frekuensi 62.5 KHz yang berfungsi untuk mengatur konverter berbasis SEPIC dengan menerima tegangan masukan dari modul PV serta menghasilkan tegangan keluaran yang dapat digunakan untuk mengisi baterai (accu) yang dapat diintegrasikan untuk menghasilkan tegangan AC melalui inverter. Penggunaan SEPIC sebagai pengkondisi sinyal ini karena memiliki keuntungan dimana tegangan keluaran yang dihasilkan tidak dibalik, seperti pada rangkaian konverter buck – boost. Selanjutnya, pemanfaatan metode perturbation observer yang telah dimodifikasi dan diintegrasikan dengan konverter SEPIC menunjukkan kinerja yang memuaskan. Selain itu, sistem yang diajukan hanya memanfaatkan sensor tunggal sebagai masukan dari kontroller. The current power generation system has attracted a lot of attention from both academia and industry. This is due to the advantages offered, including being clean, being able to convert into electricity directly, and not causing pollution. However, because there is still dependence on climatic conditions, such as irradiant and temperature, the power from this photovoltaic module needs to be maximized. Related to this, this paper presents a method to track the maximum power of a photovoltaic module based on a modified perturbation observer method. This tracking method is made to produce pulse width modulation with a frequency of 62.5 KHz which functions to regulate the SEPIC-based converter by receiving input voltage from the PV module and producing an output voltage that can be used to charge the battery (accu) which can be integrated to produce AC voltage through the inverter. The use of SEPIC as a signal conditioner has the advantage that the resulting output voltage is not reversed, as in the buck-boost converter circuit. Furthermore, the use of the modified perturbation observer method integrated with the SEPIC converter showed satisfactory performance. In addition, the proposed system only utilizes a single sensor as input from the controller
Analisis Instalasi Penerangan Dengan Pemakaian Panel Surya Untuk Beban Lampu Led DC Imron Ridzki; Hari Sucipto
JURNAL ELTEK Vol 15 No 1 (2017): ELTEK Vol 15 No 1
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.928 KB)

Abstract

Energi listrik yang dihasilkan dari suatu panel surya atau solar cell adalah listrik arus searah, oleh sebab itu penggunaan lampu LED DC dengan tegangan nominal 12 volt DC akan memberikan keuntungan secara teknik karena tidak diperlulan lagi perangkat – perangkat untuk merubah listrik DC menjadi listrik AC yang biasa dikenal sebagai INVERTER selain itu tidak dibutuhkan alat untuk menaikkan tegangan menjadi 220 volt AC, dengan tidak dipergukan peralatan tersebut tentu saja akan memberikan keuntungan dalam pembiayaan dan akan menaikkan efisiensi pemakain energi listrik dari panel surya. Instalasi penerangan pada umumnya menggunakan lampu untuk jenis listrik arus bolak-balik oleh sebab itu penggunaan penerangan dengan memanfaatkan panel surya dapat dikombinasikan jika terjadi pemadaman listrik yang diambil dari jaringan PLN . Panel surya adalah perangkat yang berfungsi mengubah energi matahari menjadi energi listrik (efek fotovoltaik) panel surya atau solar cell memiliki ketebalan pada umumnya 0,3 mm yang terbuat dari bahan semi konduktor dengan kutup positif dan negatif. Bentuk fisik dari panel surya merupakan suatu panel yang terdiri dari beberapa cell dan banyak jenisnya serta kemampuan untuk menghasilkan listriknya, pemanfaatan solar cell ini sangat beragam misalkan untuk menghidupkan perangkat komunikasi, komputer dan penerangan pada tempat-tempat terpencil yang belum mendapat asupan daya listrik dari jaringan PLN.Tersedianya enerji listrik dari sumber panel surya dapat dijadikan juga sebagai energi cadangan ataupun sebagai sumber energy listrik utama agar pada saat terjadi pemadaman jaringan listrik dari PLN dapat menggantikan sumber listrik terutama pada tempat yang memiliki fungsi vital bagi para penggunanya selain itu panel surya ini dapat adalah suatu alat alternatif yang memanfaatkan energi matahari (energi yang terbarukan) yang dapat mengurangi penggunaan bahan bakar dan polusi. Untuk menyerap energi dari matahari perlu diperhatikan penempatan dan posisi panel surya menjadi sangat penting karena tegangan keluaran dan arus listrik yang dihasilkan dapat bervariasi, untuk mendapatkan tegangan dan arus pengisian baterai yang optimal, posisi solar cell yang digunakan adalah pada kemiringan 20° dengan rata-rata tegangan pengisian 20,8 volt dan rata-rata arus pengisian adalah 3,89 amper, pada panel surya yang dipergunakan untuk penelitian ini . Kinerja posisi solar cell sudut 0° adalah berkurang 19.02% dan posisi sudut 30° adalah berkurang 8,48% dibandingkan pada posisi sudut 20. Kajian dari pemanfaatan panel surya untuk penerangan mengambil lokasi di pos penjagaan, dimulai dari melihat ukuran ruang yang akan dipasang lampu yaitu seluas 10 meter persegi dengan kebutuhan kuat penerangan sebesar 750 lumen dari perhitungan diperlukan lampu LED DC (12 volt DC) adalah 15 Watt (masing-masing 5 Watt dan 10 Watt yang tersedia ditoko ) dengan 2 titik lampu di setiap tempat dan dengan pengisian energi listrik diperkirakan berkisar selama 7 jam setiap harinya,maka panel suryatersebut dapat menyuplai beban selama 10 jam dan masih dapat menyimpan cadangan daya sebesar 40 AH.
Rancang bangun sistem robot AGV untuk penyortiran paket ekspedisi dengan fitur anti collision Mohamad Nasyir Tamara; Eko Budi Utomo; Ni’am Tamami; Endra Pitowarno; Novian Fajar Satria; Didik Setyo Purnomo; Cahyo Sugianto; Wildan Hilmi
JURNAL ELTEK Vol 20 No 2 (2022): ELTEK Vol 20 No 2
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (656.787 KB) | DOI: 10.33795/eltek.v20i2.359

Abstract

ABSTRAK Robot Automated Guided Vehicle (AGV) secara luas diterapkan di berbagai tempat seperti pabrikasi dan manufaktur yang telah menggunakan sistem otomatis, khususnya pada area pergudangan. Ferlib AGV merupakan robot pembawa barang yang didesain khusus untuk membawa dan memindah barang. Robot Ferlib AGV diciptakan untuk memenuhi kebutuhan para pekerja dalam sistem tata kelola pergudangan di industri terutama pekerjaan yang bergerak dalam bidang ekspedisi pengiriman barang. Pada saat beberapa robot berjalan di ruang atau daerah kerja yang sama, terdapat masalah yang mungkin terjadi dalam manajemen lalu lintas salah satunya adalah tabrakan. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sebuah sistem yang dapat membuat robot menuju ke posisi yang diinginkan dan sebuah sistem yang dapat menghindari terjadinya tabrakan untuk diimplementasikan pada robot Ferlib AGV sebagai robot pembawa barang. Ada dua jenis konflik yang dapat menyebabkan terjadinya tabrakan yaitu Node Conflict dan Opposite Conflict. Robot mendeteksi konflik menggunakan sensor Position Sensitive Device (PSD) jenis inframerah. Untuk menyelesaikan konflik antar robot dimulai dari perencanaan jalur yang sesuai, dan dasar efektivitas tugas penjadwalan pergerakan robot. Hasil dari sistem ini telah mampu membuat robot Ferlib AGV sebagai robot pembawa barang yang dapat membawa barang menuju posisi koordinat berdasarkan posisi yang diberikan, serta dapat mendeteksi konflik dan melakukan penghindaran berdasarkan jenis konflik yang terjadi. ABSTRACT Automated Guided Vehicle System (AGVs) robots are widely applied in various places such as manufacturing and manufacturing that have used automated systems, especially in warehousing areas. Ferlib AGV is a freight robot specifically designed to carry and move goods. The Ferlib AGV robot was created to meet the needs of workers in the warehousing governance system in the industry, especially jobs engaged in the transportation and transfer of goods. When several robots run in the same work space or area, there are problems that may occur in traffic management, one of which is a collision. This study aims to create a system that can make the robot go to the desired position and a system that can avoid collisions to be implemented on the Ferlib AGV robot as a freight robot. There are two types of conflicts that can cause collisions, namely Node Conflict and Opposite Conflict. Robots detect conflicts using an infrared sensor type Position Sensitive Device (PSD). To resolve conflicts between robots starts from the appropriate path planning, and the basic effectiveness of the task of scheduling robot movements. The results of this system have been able to make Ferlib AGV robots as goods-carrying robots that can carry goods to coordinate positions based on the given position, and can detect conflicts and avoidance based on the type of conflict that occurs.