cover
Contact Name
Muhamad Rifai
Contact Email
eltek@polinema.ac.id
Phone
+6281233533011
Journal Mail Official
eltek@polinema.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal ELTEK
ISSN : 16934024     EISSN : 23550740     DOI : doi.org/10.33795/eltek
Jurnal ELTEK merupakan media yang diterbitkan oleh Politeknik Negeri Malang sebagai sarana diseminasi dan publikasi artikel hasil penelitian dan artikel konseptual yang dilakukan oleh para peneliti, akademisi, praktisi dan industri di bidang Teknik Elektro. Artikel yang diajukan untuk diterbitkan pada jurnal ELTEK merupakan naskah asli dan belum pernah dipublikasikan secara tertulis pada majalah atau jurnal ilmiah dimanapun Jurnal ELTEK memuat artikel hasil penelitian dan konseptual dalam cakupan bidang ilmu Teknik Elektro yang meliputi: Ketenagalistrikan, Teknik Kendali, Kecerdasan Buatan, Teknik Komputer, Teknik Telekomunikasi, Teknik informatika, Teknik Biomedik, Elektronika Daya, Energi Terbarukan, Sistem Embedded, Jaringan Komputer, Sistem Operasi, Manajemen Data dan Sistem informasi, dan lain-lain. Jurnal ELTEK terbit dua kali dalam setahun masing-masing pada bulan April dan Oktober. Redaksi mengundang penulis dan peneliti untuk menyumbangkan artikel penelitian atau artikel konseptual kepada Editor Jurnal ELTEK. Editor menentukan apakah suatu artikel akan dimuat atau tidak dan memiliki hak untuk mengubah atau mengoreksi teks sejauh tidak mengganggu maksud atau kontennya. Naskah yang tidak dimuat tidak dikembalikan ke penulisnya
Articles 137 Documents
Sistem Elektrolisa Air Sebagai Bahan Bakar Alternatif Pada Kendaraan Mira Esculenta Martawati
JURNAL ELTEK Vol 12 No 1 (2014): ELTEK Vol 12 No 1
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.688 KB)

Abstract

Saat ini banyak sekali diciptakan sarana & prasarana untuk membantu mempermudah kehidupan manusia. Salah satunya adalah sarana transportasi. Banyak sekali diciptakan kendaraan-kendaraan sebagai sarana transportasi yang umumnya menggunakan bahan bakar minyak bumi. Akibatnya persediaan bahan bakar minyak bumi di dunia semakin lama akan semakin menipis. Kendaraan dengan bahan bakar air sudah mulai diteliti dan dikembangkan sejak awal abad ke 19. Water fuel cell ciptaan Stanley Meyer merupakan salah satu alat yang paling terkenal, yang dibuat kembali prototypenya oleh Dave dengan alat elektrolisa air nya.
Skema network coding dan teknik pemilihan relay pada modul WARP di lingkungan indoor Nurul Hidayati; Rieke Adriati Wijayanti; Ahmad Wilda Yulianto; Dianthy Marya; Muhammad Syirajuddin Suja'i
JURNAL ELTEK Vol 19 No 1 (2021): ELTEK Vol 19 No 1
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (858.222 KB) | DOI: 10.33795/eltek.v19i1.287

Abstract

Abstrak Di penelitian ini telah dilakukan teknik pemilihan relay dengan metode single relay selection dikombinasikan dengan network coding yang diimplementasikan pada kanal real menggunakan modul Wireless Open-Access Research Platform (WARP) di lingkungan indoor. Tujuan penelitian untuk memilih relay terbaik dari beberapa relay sehingga memperpendek waktu pengiriman data dan dapat meningkatkan performansi melalui pengukuran throughput. Metode penelitian digunakan 4 WARP sebagai node, 2 sebagai node source dan destination dan 2 sebagai relay, penelitian dilakukan di lingkungan indoor. Pemilihan relay terbaik dari beberapa relay digunakan metode single relay selection. Pengukuran dilakukan dengan memvariasikan letak relay sehingga didapatkan hasil yang maksimal. Hasil penelitian didapatkan bahwa pemilihan relay terbaik didasarkan pada relay dengan BER terkecil dan jarak terpendek dari node sumber yang dipilih. Proses network coding juga dilakukan di sisi relay dan penerima. Hasil sesuai dengan tujuan penelitian bahwa network coding unggul dalam transmisi data, ditunjukkan dengan cycle time network coding lebih kecil dari pada cycle time tanpa network coding, karena network coding mempunyai 3 timeslot pada proses pengiriman data, sedangkan untuk tanpa network coding membutuhkan 4 timeslot dalam pengiriman data. Hasil penelitian juga didapatkan bahwa pengukuran throughput, network coding mempunyai throughput lebih besar 21.8% dibandingkan tanpa network coding. Abstract In this research, the relay selection technique by applying the single relay selection method is combined with network coding implemented in real channels using the WARP module in an indoor environment. The research objectives are to choose the best relay from several relays and can improve performance through measurement of throughput. The research method used 4 WARPs as nodes, 2 as source and destination and 2 as relays. The process of selecting the best relay from several relays uses the single relay selection method. Measurements are made by varying the location of the relays to get best results. The results show that the relay with the smallest BER and minimum distance will be selected. Network coding is applied in relays and receiver. Network coding cycle time is better than without network coding, because network coding has 3 timeslots in the data transmission, whereas without network coding it requires 4 timeslots in data transmission. The results of the study for measuring throughput that network coding throughput is 21.8% greater than without network coding.
Rancang Bangun Sistem Absensi Mahasiswa Menggunakan RFID Card Dengan Akses Data Melalui WiFi Hari Kurnia Safitri
JURNAL ELTEK Vol 14 No 1 (2016): ELTEK Vol 14 No 1
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (701.426 KB)

Abstract

Pengisian form kehadiran mahasiswa secara manual masih dilakukan di beberapa universitas. Untuk memudahkan rekap kehadiran mahasiswa, maka dibuat sistem absensi mahasiswa menggunakan RFID card yang diaplikasikan sebagai Kartu Tanda Mahasiwa (KTM) untuk masukan sistem dan akses data dari perangkat masukan ke database pada komputer melalui WiFi. Penelitian ini menghasilkan rancang bangun sistem absensi mahasiswa masukan sistem adalah Kartu Tanda Mahasiswa (RFID card/tag), dengan akses data melalui WiFi. RFID tag digunakan karena setiap memiliki kode-kode yang berbeda. Pada pengujian sistem, IC RTC yang digunakan sesuai dengan jam komputer yang digunakan; pengukuran tegangan pada tiap-tiap port minimum sistem yang digunakan terdapat nilai tegangannya sedangkan port yang tidak digunakan bernilai 0 volt. Data absensi mahasiswa langsung terbaca dan terkirim ke database absensi pada komputer pusat. Proses perekapan data absensi mahasiswa bisa dilaporkan sesuai dengan yang diinginkan (perhari, perminggu, atau perbulan)
Kajian PLTS on–grid pada gedung X Politeknik Negeri Malang untuk melayani beban perkantoran menggunakan perangkat HOMER PRO Priya Surya; Mochammad Junus
JURNAL ELTEK Vol 19 No 2 (2021): ELTEK Vol 19 No 2
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.583 KB) | DOI: 10.33795/eltek.v19i2.320

Abstract

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dapat diaplikasikan mulai skala kecil sampai skala besar, itu merupakan keunggulan teknologi ini. Dalam skala kecil, pemanfaatan energi surya dapat diaplikasikan di setiap atap rumah untuk memenuhi kebutuhan listrik tiap konsumen residential / rumah tangga. Untuk kebutuhan ini, sistem PLTS dilakukan secara on – grid yaitu terhubung dengan jaringan yang sudah tersedia yaitu jaringan penyedia layanan listrik seperti PLN. Pada penelitian ini, objek penelitian adalah Gedung X pada Politeknik Negeri Malang, dimana kebutuhan bebannya sebesar 12,5 kW dan kebutuhan energi harian 64 kWh. Menggunakan aplikasi HOMER PRO didapatkan untuk sistem dengan skema PV, Baterai, Grid PLN, dan konverter, maka Skematik yang diusulkan pada sistem PLTS adalah menggunakan solar panel dengan total daya terpasang sebesar 11 kWp, dan ditambah dengan baterai sebesar 1500 Ah, konverter daya sebesar 6 kW , dan grid PLN tetap sebagai suplai utama. Untuk bisa mengurangi tagihan listrik, dilakukanlah Renewable Fraction (RF) sebesar 58,5 %, sehingga didapatkan produksi harian untuk solar panel sebesar 45,6 kWh, yaitu sebesar 68 % kebutuhan harian dengan capacity factor sebesar 17,3 %. Solar panel yang digunakan merk ICASOLAR dengan kapasitas 250 Wp membutuhkan sebanyak 44 panel dengan total luasan yang diperlukan sebesar 57 m2 pada atap gedung. Secara ekonomis didapatkan bahwa Net Present Cost pada sistem ini adalah sebesar Rp. 183.000.000,- dan nilai Cost of Energy sebesar Rp. 484,58,- / kWh. PLTS can be applied from small to large scale, that is the advantage of this technology. On a small scale, the use of solar energy can be applied on every roof of the house to meet the electricity needs of each residential / household consumer. For this need, the PLTS system is carried out on an on-grid basis, which is connected to an already available network, namely a network of electricity service providers such as PLN. In this study, the object of research is Building X at the State Polytechnic of Malang, where the load requirement is 12.5 kW and the daily energy requirement is 64 kWh. Using the HOMER PRO application obtained for systems with PV schemes, Batteries, PLN Grids, and converters, the proposed Schematic for the PLTS system is to use solar panels with a total installed power of 11 kWp, and coupled with a 1500 Ah battery, a power converter of 6 kW , and the PLN grid remains as the main supply. To be able to reduce electricity bills, Renewable Fraction (RF) is carried out by 58.5%, so that the daily production for solar panels is 45.6 kWh, which is 68% of daily needs with a capacity factor of 17.3%. The solar panels used by the ICASOLAR brand with a capacity of 250 Wp require 44 panels with a total required area of ​​57 m2 on the roof of the building. Economically, it is found that the Net Present Cost in this system is Rp. 183,000,000,- and Cost of Energy amount Rp. 484,58,- / kWh.
Analisis Perangkat Kontrol Temperatur untuk Pengering Jamur Kuping Menggunakan Teknologi Algoritma Logika Fuzzy Edi Sulistio Budi
JURNAL ELTEK Vol 15 No 1 (2017): ELTEK Vol 15 No 1
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.965 KB)

Abstract

Analisis ini didasari dari ide membuat suatu alat pengering jamur kuping yang memanfaatkan kompenen elektronika baik hardware maupun software untuk dikemas menjadi suatu perangkat yang praktis. Perangkat yang dimaksud berfungsi untuk mengeringkan jamur kuping yang dilengkapi dengan indikator temperatur serta timbangan untuk mengetahui perubahan berat jenis jamur yang telah kering. Pengontrolan temperatur yang diterapkan pada perangkat pengering jamur kuping menggunakan teknologi algorithem fuzzy logic. Setelah dilakukan perancangan dan analisis sistem tersebut telah dapat mengendalikan temperatur ruangan sesuai dengan set point yang diinginkan. Temperatur ruangan yang telah dikendalikan dimanfaatkan untuk kebutuhan pengeringan jamur. Sedangkan untuk menentukan kering atau tidaknya jamur dilengkapi dengan rangkaian timbangan. Sistem kerja timbangan dapat disetting sesuai dengan kondisi keringnya jamur yang diinginkan, namun dalam hal ini disetting agar dapat memberikan informasi saat berat jamur 1⁄2 dari berat jamur semula (basah). Algorithem fuzzy logic telah bekerja sesuai dengan perancangan yang diharapkan serta mempunyai kesalahan 1.25 %, ini disebabkan pemilihan komponen-komponen pendukung sulit untuk mendapatkan komponen yang ideal di pasaran. Dari hasil pengujian sistem secara keseluruhan menunjukkan bahwa perancangan perangkat yang dirancang tersebut dapat menentukan berat jamur sesuai dengan kapasitasnya, sedangkang sistem pengering jamur juga telah bekerja sesuai dengan perancangan awal. Berat jamur yang dikeringkan telah sesuai dengan yang diinginkan dimana temperatur ruangan dapat dijaga sesuai dengan set point dengan toleransi ± 1 °C. LCD dipakai sebagai display berubahan kondisi temperatur setiap saat pada ruang pengering maupun berat dari jamur mulai awal hingga hasil akhir.
KAJIAN IMPLEMENTASI PIRANTI THERMOELECTRIC (PELTIER) SEBAGAI SISTEM PENGATUR SUHU THERMOS PENYIMPAN SPERMATOZOA Hariyadi Singgih; Subiyantoro Subiyantoro; Siswoko Siswoko
JURNAL ELTEK Vol 16 No 1 (2018): ELTEK Vol 16 No 1
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1243.73 KB) | DOI: 10.33795/eltek.v16i1.88

Abstract

One alternative application of technology in the field of animal reproduction is by artificial insemination technology (IB). Artificial Insemination Process (IB) is a technique for inserting spermatozoa or semen which has been melted and processed first into the female genital tract. To obtain good quality cement, cow sperm preservation by dilution and followed by cooling to 5 ° C (chilling process). The chilling process with cement storage using 5 ° C will keep the cement life of 7 to 10 days. For this fulfillment, the Thermos box prototype is designed as a spermatozoa storage device to ensure good cement quality. The research method is design of prototype tool using Thermoelectric TEC (peltier) type device TEC1-12706T200. And use the LM35 temperature sensor device to detect the temperature in the box. Thermos. This study examines the efficiency of time required by the system when it reaches 5.0 ° C. and influential parameters in accelerating the temperature performance of 5.0 ° C. The readable temperature of the LM35 sensor will be displayed on a 16x2 LCD monitor. Data processing system using Arduino Microcontroller. Measurement result and performance assessment of Thermoelectric TEC (peltier) device type TEC1-12706T200 when it reaches maximum working temperature 5,5 º C within 8 hours. has an error of 2.5%. which depends on the size of the power supply (Current) electricity.
ANALISIS KOORDINASI ZONA AREA PROTEKSI PLTU MAMUJU DAN TRAFO GI MAMUJU Nurhayati Rasyid; Ahmad Rizal Sultan; Marwan Marwan
JURNAL ELTEK Vol 16 No 2 (2018): ELTEK Vol 16 No 2
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.85 KB) | DOI: 10.33795/eltek.v16i2.108

Abstract

Koordinasi zona area proteksi PLTU Mamuju dan Trafo GI Mamujuterkoordinasi melalui sistem proteksi, salah satu proteksi utama yaiturelay. Dalam penentuan setting relay, antara satu titik relay yang beradapada PLTU Mamuju dan relay yang berada pada Trafo GI Mamujuharus saling berhubungan sehingga koordinasi antara PLTU Mamujudan Trafo GI Mamuju dapat terkoordinasi dengan baik.Proteksi pada sistem tenaga listrik merupakan bagian yang sangatpenting dalam sistem ketanagalistrikan. Tujuan sistem proteksi adalahuntuk menimalisir gangguan atau melindungi sistem tenaga listrik dariakses gangguan yang terjadi pada sistem, jika sistem proteksi tidak baik,maka mengakibatkan menurunnya keandalan sistem padapendistribusian tenaga listrik. Sehubungan dengan hal ini, sehinggapenelitian bertujuan untuk mengevaluasi sistem proteksi danmenganalisis jenis gangguan yang terjadi khususnya gangguan hubungsingkat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah denganmelakukan analisa secara sederhana, menghitung arus hubung singkatdan mengevaluasi sistem proteksi. Untuk menjustifikasi hasil analisayang diperoleh maka digunakan software Etap Power Station 16.0.0 dansoftware DigSilent Power Factory 15.1.7.
STUDI KOMPARASI UNJUK KERJA INVERTER 12V-DC KE 220 V-AC YANG ADA DI PASARAN Mohammad Luqman; Eka Mandayatma; Sidik Nurcahyo
JURNAL ELTEK Vol 17 No 1 (2019): ELTEK Vol 17 No 1
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1492.999 KB) | DOI: 10.33795/eltek.v17i1.135

Abstract

Penelitan ini merupakan langkah awal penelitian yang berkelanjutan. Hal ini bermula dari banyaknya mahasiswa pada program studi teknik Elektronika baik pada jenjang Diploma-III maupun Diploma-IV yang membuat dan menggunakan inverter dalam tugas akhir/ skripsi mereka. Berdasarkan informasi dan pengamatan yang ada di tengarai mayoritas alat tidak berhasil dan mahasiswa belum memahami baik secara konsep dan desain sistem yang telah di buat. Hal ini disebabkan antara lain karena kurangnya sarana praktikum di bidang elektronika daya khususnya yang berkaitan tentang inverter. Di pihak lain, sistem inverter sangat dibutuhkan sekali dalam sistem elektronika, mulai dari sistem catu daya AC portable, sistem catu daya emergency, sistem catu daya pada energy terbarukan (sistem sel-surya, sistem angin dan lain-lain) serta pada sistem kendali industri.Pada penelitian ini digunakan 4 buah inverter yang dibeli di pasar baik secara langsung maupun secara on-line. Hasil yang didapat ada dua jenis inverter yang ada di pasaran, yaitu pertama : gelombang luaran berbentuk sinusoida yang dimodifikasi (modified sinusoida) dan kedua : gelombang luaran berbentuk sinusoida murni. Kedua jenis ini pada rating daya yang relatif sama mempunyai selisih harga yang signifikan.Tegangan luaran tidak tepat 220 volt tergantung merek inverter dengan Tingkat regulasi tegangan antara 1% hingga 7%, dan yang terbaik adalah inverter dengan merek Souer. Stabilitas frekuensi relatif baik mendekati 50 Hz, dengan toleransi maksimum 0,25%. Stabilitas frekuensi terbaik dimiliki inverter Paco dengan frekuensi 50 Hz. This research is the first step of ongoing research. This starts from the number of students in the Electronics Engineering Study Program at both Diploma-III and Diploma-IV levels who make and use inverters in their final project. Based on the information and observations that were found to be the majority of the tools were unsuccessful and the students did not understand both the concept and design of the system that had been made.This is due, among other things, to the lack of practical facilities in the field of power electronics, especially those relating to inverters. On the other hand, inverter systems are very much needed in electronic systems, ranging from portable AC power supply systems, emergency power supply systems, power supply systems to renewable energy (solar cell systems, wind systems, etc.) and to industrial control systems .In this study 4 inverters were purchased in the market either directly or online. The results obtained there are two types of inverters on the market, namely first: output waves in the form of modified sinusoidal (modified sinusoid) and second: external waves in the form of pure sinusoids. Both of these types at relatively similar power ratings have a significant price difference.Output voltage is not exactly 220 volts depending on inverter brands with voltage regulation levels between 1% to 7%, and the best is the inverter with the Souer brand.Relatively good frequency stability approaches 50 Hz, with a maximum tolerance of 0.25%. The best frequency stability is owned by a Pacoinverter with a frequency of 50 Hz.
Sistem pemeliharaan burung lovebird dalam sangkar berbasis IoT (internet of things) Subono Subono; Alfin Hidayat; Vivien Arief Wardhany; Abdullah Fahmi
JURNAL ELTEK Vol 18 No 1 (2020): ELTEK Vol 18 No 1
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.727 KB) | DOI: 10.33795/eltek.v18i1.210

Abstract

Spesifikasi dan populasi burung di Indonesia termasuk lima besar di dunia. Pada tahun 2019 terdapat 1777 jenis burung. Perlindungan terhadap ekosistem burung Indonesia, menjadi salah satu bentuk konservasi alam dari pemerintah Indonesia melalui Dinas Lingkungan Hidup. Pemerintah dan masyarakat harus bersama-sama berperan aktif dalam perlindungan satwa langka untuk menghindari dari kepunahan. Proses pengembangbiakan satwa burung langka menjadi prioritas pemerintah dalam menjaga kelestarian dari kepunahan. Salah satu tujuan penelitian ini adalah bagaimana membuat kandang koloni atau kandang pasangan burung yang dapat dikendalikan atau difungsikan secara otomatis agar lebih mudah bagi para peternak untuk mengembangbiakkan burung lo, dalam hal ini burung lovebird. Kandang pintar dengan kelengkapan seperti nodeMCU, Arduino, ESP8266 dapat diitegrasikan sebagai layanan kendali menggunakan IoT. Penelitian ini mempunyai spesifikasi pemberi pakan dan minum otomatis agar burung dapat dikendalikan pola makannya dan terhindar dari kegemukan dan beberapa penyakit patogen yang menyertainya. Species and bird populations in Indonesia are among the top five in the world. In 2019 there were 1777 species of birds. Protection of Indonesian bird ecosystems has become one of the forms of nature conservation from the Indonesian government through the Office of the Environment. The government and the community must jointly play an active role in the protection of endangered species to avoid extinction. The process of breeding endangered species of birds has become the government's priority in preserving extinction. One of the aims of this research is how to make a colony cage or a pair of bird cages that can be controlled or function automatically to make it easier for breeders to breed lo birds, in this case lovebird birds. Smart enclosures with equipment such as node MCU, Arduino, ESP8266 can be integrated as a control service using IoT. This study has the specifications of automatic feeding and drinking so that birds can be controlled by their diet and avoid obesity and some pathogenic diseases that accompany it.
Pembuatan Aplikasi Otomasi Penjadwalan Untuk Manajemen Pemeliharaan Mesin Industri Anita Hidayati
JURNAL ELTEK Vol 11 No 1 (2013): ELTEK Vol 11 No 1
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (691.057 KB)

Abstract

Ketersediaan dan kesiapan mesin merupakan hal yang penting untuk membantu kelancaran proses produksi, sehingga dibutuhkan pemeliharaan yang teratur dan terencana. Dalam jurnal ini dibuat aplikasi yang berisi otomasi penjadwalan untuk manajemen pemeliharaan mesin industri. Aplikasi ini mempermudah pengontrolan jadwal pemeliharaan dan penggantian mesin dengan memberikan peringatan life time suatu mesin untuk diganti dengan mesin baru. Pihak manajemen dapat memprediksi atau mengestimasi anggaran biaya yang dibutuhkan dalam pemeliharaan dan pergantian mesin.