cover
Contact Name
Nur Arifin
Contact Email
nurarifin@uindatokarama.ac.id
Phone
+6282188122910
Journal Mail Official
nurarifin@uindatokarama.ac.id
Editorial Address
Jl. Diponegoro No.23, Lere, Kec. Palu Barat, Kota Palu, Sulawesi Tengah 94221
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Inkunabula: Journal of Library Science and Islamic Information
ISSN : 28299507     EISSN : 28299531     DOI : https://doi.org/10.24239/ikn.v1i1
Core Subject : Science,
Inkunabula: Journal of Library Science and Islamic Information adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam, Universitas Islam Negeri Datokarama Palu pada tahun 2022. Jurnal ini diperuntukkan bagi dosen, pustakawan, ilmuwan informasi, spesialis informasi, pengelola informasi, peneliti, dan mahasiswa dalam mempublikasikan hasil penelitiannya, baik dalam bahasa indonesia maupun bahasa inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Jurnal ini terbit dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan Maret dan September. Artikel-artikel yang dimuat di Inkunabula: Journal of Library Science and Islamic Information akan diseleksi secara ketat berdasarkan relevansi dan signifikansi di bidangnya. Jurnal ini menfokuskan pada kajian: ✔ Perpustakaan Digital ✔ Bibliometrik ✔ Media dan Literasi Informasi ✔ Digital Literasi ✔ Organisasi Informasi ✔ ICT di Perpustakaan ✔ Sistem Temu Balik Informasi ✔ Pelestarian Informasi ✔ Manajemen Pengetahuan ✔ Manajemen Perpustakaan Islam ✔ dan topik yang berkaitan dengan ilmu perpustakaan dan informasi islam
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 54 Documents
Tabligh in the Perspective of Thematic Hadith: A Conceptual Framework for Knowledge Dissemination and Its Implications for Library Science Development Touku Umar; Abustani Ilyas; Erwin Hafid
Inkunabula: Journal of Library Science and Islamic Information Vol. 5 No. 1 (2026): March
Publisher : Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam Universitas Islam Negerin Datokarama Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/inkunabula.v5i1.5130

Abstract

This article examines the concept of tabligh from the perspective of thematic hadith as a basis for formulating a conceptual framework for knowledge dissemination in Library Science. This study aims to map the construction of the meaning of tabligh in the hadiths of the Prophet Muhammad (peace be upon him) and to formulate an ethical framework for knowledge dissemination that is relevant to the development of library practices. This study employs a qualitative approach using a literature review method and thematic hadith analysis (maudhu‘i). The primary data consist of hadiths concerning the obligation to convey knowledge, the prohibition of concealing knowledge, and scientific responsibility, which are analyzed using content analysis techniques. The findings reveal three main thematic classifications within the concept of tabligh: (1) the normative-transformative dimension, which emphasizes the moral obligation to convey knowledge; (2) the communicative-epistemic dimension, which demands accuracy, clarity, and source validity; and (3) the social-beneficial dimension, which is oriented toward accessibility and public benefit. Based on this mapping, the study formulates an ethical framework for knowledge dissemination grounded in tabligh values, positioning librarians as both moral agents and information mediators. These findings extend the study of Islamic information ethics from a predominantly normative approach toward a conceptual formulation that is applicable within the context of Library Science development. Abstrak Artikel ini mengkaji konsep tabligh dalam perspektif hadis tematik sebagai dasar perumusan kerangka konseptual diseminasi pengetahuan dalam Ilmu Perpustakaan. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan konstruksi makna tabligh dalam hadis Nabi Muhammad saw. serta merumuskan formulasi kerangka etis diseminasi pengetahuan yang relevan bagi pengembangan praktik perpustakaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan dan analisis hadis tematik (maudhu‘i). Data utama berupa hadis-hadis tentang kewajiban menyampaikan ilmu, larangan menyembunyikan pengetahuan, serta tanggung jawab keilmuan, yang dianalisis menggunakan teknik analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan adanya tiga klasifikasi tematik utama dalam konsep tabligh: (1) dimensi normatif-transformatif, yang menekankan kewajiban moral penyampaian ilmu; (2) dimensi komunikatif-epistemik, yang menuntut akurasi, kejelasan, dan validitas sumber; serta (3) dimensi sosial-kemaslahatan, yang berorientasi pada aksesibilitas dan kebermanfaatan publik. Berdasarkan pemetaan tersebut, penelitian ini merumuskan kerangka etis diseminasi pengetahuan berbasis nilai tabligh yang menempatkan pustakawan sebagai agen moral sekaligus mediator informasi. Temuan ini memperluas kajian etika informasi Islam dari pendekatan normatif menuju formulasi konseptual yang aplikatif dalam konteks pengembangan Ilmu Perpustakaan.
Social Inclusion-Based Library Promotion Strategy: An Analysis of Service Transformation at the Regional Library and Archives Office of South Sulawesi Province Ramadayanti Ramadayanti
Inkunabula: Journal of Library Science and Islamic Information Vol. 5 No. 1 (2026): March
Publisher : Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam Universitas Islam Negerin Datokarama Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/inkunabula.v5i1.5170

Abstract

This article examines a social inclusion–based library promotion model implemented at the Regional Library and Archives Office of South Sulawesi Province. The study aims to analyze the promotional strategies employed to support service accessibility for all segments of society and to assess their effectiveness in increasing user participation. The research adopts a descriptive qualitative approach using a case study method. The informants consist of librarians, administrative staff, and service users selected through purposive sampling. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation, and subsequently analyzed using thematic analysis techniques. The findings indicate that promotional transformation is no longer oriented toward conventional information dissemination, but has evolved into a participatory promotion model grounded in social inclusion. This transformation is characterized by the integration of digital media, community collaboration, and the development of literacy programs that are responsive to the needs of vulnerable groups. Effective inclusion mechanisms include the use of social media as a platform for two-way interaction, the provision of accessibility facilities for persons with disabilities, the development of multilingual and audio-format collections, and the implementation of community needs based digital literacy programs. The main findings reveal a significant relationship between collaborative promotional strategies and increased user participation, as reflected in higher visitation rates, greater engagement in literacy activities, and improved public awareness of inclusive library services. Thus, promotional transformation functions as a strategic instrument in expanding access, fostering social engagement, and promoting the sustainability of inclusive library services. Abstrak Artikel ini membahas model promosi perpustakaan berbasis inklusi sosial di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi promosi yang diterapkan dalam mendukung aksesibilitas layanan bagi seluruh lapisan masyarakat serta menilai efektivitasnya terhadap peningkatan partisipasi pengguna. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Informan penelitian terdiri dari pustakawan, staf administrasi, dan pengguna layanan yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi promosi tidak lagi berorientasi pada penyebaran informasi secara konvensional, tetapi berkembang menjadi model promosi partisipatif berbasis inklusi sosial. Pola transformasi ini ditandai oleh integrasi media digital, kolaborasi komunitas, dan penyusunan program literasi yang responsif terhadap kebutuhan kelompok rentan. Mekanisme inklusi yang terbukti efektif meliputi pemanfaatan media sosial sebagai ruang interaksi dua arah, penyediaan fasilitas aksesibilitas bagi penyandang disabilitas, pengembangan koleksi multibahasa dan format audio, serta pelaksanaan program literasi digital berbasis kebutuhan masyarakat. Temuan utama penelitian ini menunjukkan adanya hubungan signifikan antara strategi promosi kolaboratif dan peningkatan partisipasi pengguna, yang terlihat dari bertambahnya kunjungan, keterlibatan dalam kegiatan literasi, serta meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap layanan inklusif perpustakaan. Dengan demikian, transformasi promosi berperan sebagai instrumen strategis dalam memperluas akses, keterlibatan sosial, dan mendorong keberlanjutan layanan inklusif.
The Concept of Libraries in Islamic Education: An Analysis of Ahmad Tsalby's Thought in the Book At-Tarbiyah al-Islamiyah Sukma Eka Saputra; Basuki Basuki
Inkunabula: Journal of Library Science and Islamic Information Vol. 5 No. 1 (2026): March
Publisher : Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam Universitas Islam Negerin Datokarama Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/inkunabula.v5i1.5196

Abstract

This study aims to analyze Ahmad Tsalby's thought in At-Tarbiyah al-Islamiyah regarding the concept of libraries in Islamic education, which are positioned as an integral part of the educational process. This research employs a library research method, with the primary data source being At-Tarbiyah al-Islamiyah written by Ahmad Tsalby, while secondary data sources are obtained from books and relevant scholarly journal articles. The data were analyzed using content analysis techniques to identify Ahmad Tsalby's conceptual ideas concerning the functions of libraries within the framework of Islamic education. The findings reveal that, according to Ahmad Tsalby, Islamic libraries have four main functions: as a means for the development of knowledge, as guardians of the Islamic intellectual tradition, as centers of dynamic scholarly activity, and as a foundation for the formation of ethics and morals toward knowledge. These findings indicate that libraries function not merely as places for storing collections, but also as educational institutions that support the achievement of Islamic educational goals through the development of scholarly traditions and the internalization of Islamic values. Therefore, the concept of libraries proposed by Ahmad Tsalby remains relevant to be contextualized in the management of libraries within contemporary Islamic educational institutions. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemikiran Ahmad Tsalby dalam kitab At-Tarbiyah al-Islamiyah mengenai konsep perpustakaan dalam pendidikan Islam yang diposisikan sebagai bagian integral dari proses pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan dengan sumber data primer berupa kitab At-Tarbiyah al-Islamiyah karya Ahmad Tsalby, sedangkan sumber data sekunder diperoleh dari buku dan artikel jurnal ilmiah yang relevan. Data dianalisis menggunakan teknik analisis konten untuk mengidentifikasi gagasan konseptual Ahmad Tsalby mengenai fungsi perpustakaan dalam kerangka pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut Ahmad Tsalby perpustakaan Islam memiliki empat fungsi utama, yaitu sebagai sarana pengembangan ilmu pengetahuan, penjaga tradisi intelektual Islam, pusat aktivitas keilmuan yang hidup, serta landasan pembentukan etika dan akhlak terhadap ilmu. Temuan ini menunjukkan bahwa perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan koleksi, tetapi juga sebagai institusi edukatif yang mendukung tercapainya tujuan pendidikan Islam melalui pengembangan tradisi keilmuan dan internalisasi nilai-nilai Islam. Oleh karena itu, konsep perpustakaan yang dikemukakan Ahmad Tsalby memiliki relevansi untuk dikontekstualisasikan dalam pengelolaan perpustakaan pada lembaga pendidikan Islam kontemporer.
The Role of New Media in Shaping Islamic Insights Among Generation Y and Z at Alauddin State Islamic University of Makassar Saenal Abidin; Rasyid Masri; Firdaus Muhammad; Arifuddin Tike; Quraisy Mathar; Irvan Muliyadi; Das'ad Latif
Inkunabula: Journal of Library Science and Islamic Information Vol. 5 No. 1 (2026): March
Publisher : Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam Universitas Islam Negerin Datokarama Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/inkunabula.v5i1.5201

Abstract

This study is motivated by the increasing use of new media in accessing Islamic information; however, studies explaining how such media contribute to the formation of Islamic knowledge at the individual level, particularly among Generation Y and Generation Z, remain limited. This study aims to analyze the role of new media in enhancing Islamic knowledge among Generation Y and Generation Z at Alauddin State Islamic University of Makassar. This research employs a qualitative approach with a descriptive design. Data were collected through in-depth interviews and Focus Group Discussions (FGDs) involving 11 informants, consisting of Generation Y lecturers and Generation Z students who actively use digital media. Data were analyzed using thematic analysis through coding, theme categorization, and conclusion drawing. The findings indicate that new media serve as a primary source for accessing Islamic knowledge through various digital platforms such as YouTube, Instagram, and Islamic websites. Generation Y tends to use new media functionally for academic purposes, while Generation Z utilizes it more intensively as part of their daily digital life. Moreover, new media encourage users to critically select and evaluate Islamic information. This study proposes the 4A Model (Access, Attention, Appraisal, and Adoption), which explains the stages of Islamic knowledge formation through new media. This model offers a conceptual contribution to understanding the mechanism of religious knowledge construction in the digital era. Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya penggunaan media baru dalam memperoleh informasi keislaman, namun kajian yang menjelaskan bagaimana media tersebut berperan dalam pembentukan wawasan keislaman pada tingkat individu, khususnya pada Generasi Y dan Generasi Z, masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran media baru dalam menambah wawasan keislaman Generasi Y dan Generasi Z di Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan Focus Group Discussion (FGD) terhadap 11 informan yang terdiri atas dosen Generasi Y dan mahasiswa Generasi Z yang aktif menggunakan media digital. Data dianalisis menggunakan analisis tematik melalui tahap pengkodean, pengelompokan tema, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media baru dimanfaatkan sebagai sumber utama dalam memperoleh wawasan keislaman melalui berbagai platform digital seperti YouTube, Instagram, dan website keislaman. Generasi Y cenderung memanfaatkan media baru secara fungsional untuk kepentingan akademik, sedangkan Generasi Z menggunakannya secara lebih intensif sebagai bagian dari kehidupan digital sehari-hari. Selain itu, media baru mendorong proses seleksi dan evaluasi informasi keislaman secara kritis. Penelitian ini menghasilkan Model 4A (Access, Attention, Appraisal, dan Adoption) yang menjelaskan tahapan pembentukan wawasan keislaman melalui media baru. Model ini merupakan kontribusi konseptual dalam menjelaskan mekanisme pembentukan pengetahuan keagamaan di era digital.