cover
Contact Name
Nur Arifin
Contact Email
nurarifin@uindatokarama.ac.id
Phone
+6282188122910
Journal Mail Official
nurarifin@uindatokarama.ac.id
Editorial Address
Jl. Diponegoro No.23, Lere, Kec. Palu Barat, Kota Palu, Sulawesi Tengah 94221
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Inkunabula: Journal of Library Science and Islamic Information
ISSN : 28299507     EISSN : 28299531     DOI : https://doi.org/10.24239/ikn.v1i1
Core Subject : Science,
Inkunabula: Journal of Library Science and Islamic Information adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam, Universitas Islam Negeri Datokarama Palu pada tahun 2022. Jurnal ini diperuntukkan bagi dosen, pustakawan, ilmuwan informasi, spesialis informasi, pengelola informasi, peneliti, dan mahasiswa dalam mempublikasikan hasil penelitiannya, baik dalam bahasa indonesia maupun bahasa inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Jurnal ini terbit dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan Maret dan September. Artikel-artikel yang dimuat di Inkunabula: Journal of Library Science and Islamic Information akan diseleksi secara ketat berdasarkan relevansi dan signifikansi di bidangnya. Jurnal ini menfokuskan pada kajian: ✔ Perpustakaan Digital ✔ Bibliometrik ✔ Media dan Literasi Informasi ✔ Digital Literasi ✔ Organisasi Informasi ✔ ICT di Perpustakaan ✔ Sistem Temu Balik Informasi ✔ Pelestarian Informasi ✔ Manajemen Pengetahuan ✔ Manajemen Perpustakaan Islam ✔ dan topik yang berkaitan dengan ilmu perpustakaan dan informasi islam
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 49 Documents
Komunikasi Interpersonal Pustakawan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Enrekang Almi; Lisda; Ramadhani, Haulia Putri; Hijrana, Hijrana; Allo, Karmila Pare
Inkunabula: Journal of Library Science and Islamic Information Vol. 3 No. 2 (2024): September
Publisher : Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam Universitas Islam Negerin Datokarama Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/inkunabula.v3i2.3445

Abstract

Librarians' interpersonal communication plays a crucial role in enhancing the quality of library services. This study aims to analyze the forms of interpersonal communication used by librarians and their impact on user satisfaction at the Library and Archives Office of Enrekang Regency. This research employs a qualitative descriptive approach, with data collected through direct observation and interviews with librarians. Data analysis was conducted through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings reveal that effective interpersonal communication involves the use of clear verbal language, direct face-to-face interaction, and an empathetic attitude in service delivery. However, librarians face several challenges in communicating with users, including language barriers, lack of communication skills, and impatient user attitudes. To overcome these challenges, interpersonal communication skills training, such as customer service workshops and effective communication training, has been shown to improve the quality of librarian-user interactions. This study concludes that librarians with strong communication skills can foster better relationships with users, enhance user satisfaction, and strengthen the library’s reputation as a professional and inclusive information center. Abstrak Komunikasi interpersonal pustakawan memainkan peran penting dalam meningkatkan kualitas layanan perpustakaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk komunikasi interpersonal yang dilakukan oleh pustakawan serta dampaknya terhadap kepuasan pemustaka di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Enrekang. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara langsung dengan pustakawan. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal yang efektif melibatkan penggunaan bahasa verbal yang jelas, komunikasi langsung (tatap muka), serta sikap empati dalam memberikan layanan. Namun, beberapa kendala yang dihadapi pustakawan dalam berkomunikasi dengan pemustaka meliputi perbedaan bahasa, kurangnya keterampilan komunikasi, dan sikap pemustaka yang kurang sabar. Untuk mengatasi tantangan ini, pelatihan keterampilan komunikasi interpersonal, seperti workshop layanan pelanggan dan pelatihan komunikasi efektif, terbukti dapat meningkatkan kualitas interaksi pustakawan dengan pemustaka. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa pustakawan yang memiliki keterampilan komunikasi yang baik dapat mempererat hubungan dengan pemustaka, meningkatkan kepuasan pengguna, serta memperkuat citra perpustakaan sebagai pusat informasi yang profesional dan inklusif.
The Influence of Librarians' Attitudes on Users' Interest in Visiting Visitors at the Technical Implementation Unit (UPT) of the UIN Datokarama Palu Library Timbang, Sahrul Sidiq; Iskandar, Iskandar; Dakhalan, Andi Muhammad
Inkunabula: Journal of Library Science and Islamic Information Vol. 4 No. 2 (2025): September
Publisher : Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam Universitas Islam Negerin Datokarama Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/inkunabula.v4i2.2378

Abstract

This study aims to examine the influence of librarians' attitudes on visitors' interest in using the UPT Library of UIN Datokarama Palu. The research employed a quantitative correlational design. The population consisted of students who used the UPT Library at UIN Datokarama Palu. Data were collected through questionnaires distributed to 81 respondents via Google Forms and analyzed using SPSS version 25. The findings reveal that librarians' attitudes significantly influence visitors' interest. The correlation between librarians' attitudes and visitors' interest was weak (5.7%) but positive, indicating that the stronger librarians' attitudes, the higher visitors' interest. Hypothesis testing showed that the t-value (2.191) exceeded the t-table value (1.990), leading to the rejection of H0 and acceptance of H1. This confirms a significant effect of librarians' attitudes on visitors' interest. The implications of this study suggest that librarians should foster positive and friendly attitudes when providing services and implement user education programs to help visitors optimize library resources. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh sikap pustakawan terhadap minat kunjung pemustaka di UPT Perpustakaan UIN Datokarama Palu. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian adalah mahasiswa yang menjadi pemustaka UPT Perpustakaan UIN Datokarama Palu. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 81 responden menggunakan Google Form dan dianalisis dengan bantuan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap pustakawan berpengaruh signifikan terhadap minat kunjung pemustaka. Nilai korelasi antara sikap pustakawan dan minat kunjung pemustaka tergolong lemah (5,7%) tetapi positif, yang berarti semakin baik sikap pustakawan, maka semakin tinggi pula minat kunjung pemustaka. Uji hipotesis memperlihatkan bahwa thitung (2,191) lebih besar dari ttabel (1,990), sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Temuan ini menegaskan adanya pengaruh signifikan sikap pustakawan terhadap minat kunjung pemustaka. Implikasi penelitian ini adalah pentingnya pustakawan untuk mengembangkan sikap positif dan ramah dalam pelayanan serta melaksanakan program pendidikan pemakai guna membantu pemustaka memanfaatkan layanan perpustakaan secara optimal.
Control over the Personal Archive: Reinterpreting the 'Right to be Forgotten' through the Perspective of Foucault's Discourse Fachmi, Achmad; Setiawan, Agung; Nurfitria, Adista
Inkunabula: Journal of Library Science and Islamic Information Vol. 4 No. 2 (2025): September
Publisher : Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam Universitas Islam Negerin Datokarama Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/inkunabula.v4i2.4102

Abstract

Personal archives not only serve an administrative function, but also contain memories, identities, and agencies closely related to human rights. Therefore, personal archives give individuals control over whether they want to be remembered or forgotten, because not everyone wants to be part of the collective memory. So, the Right to be Forgotten (RtbF) exists as the individual's Right to delete their personal information and as a form of antithesis to archival management, while challenging the dominance of the narrative of archival institutions as epistemic and controlling authorities of collective memory. This study aims to reinterpret RtbF through the lens of Foucault's discourse to reveal the relationship between knowledge and power in the context of personal archive management practices. In this study, Foucault's discourse analysis is used to illustrate how the RtbF principle provides data subjects with a space of control over their personal archives. The results of the study show that RtbF serves as both a legal instrument and an ethical discourse that disrupts the hegemony of archival institutions while strengthening individual autonomy as data subjects. This concept emphasizes that personal archives are not merely repositories of information, but also representations of private rights that must be protected within the framework of personal data protection. This study emphasizes the importance of harmonizing RtbF with archival activities and argues that a design policy is needed to accommodate individuals' rights over their personal data in archival activities. Abstrak Arsip personal tidak hanya berfungsi administratif, tetapi juga memuat memori, identitas, dan agensi yang berkaitan erat dengan hak asasi manusia. Oleh karena itu, arsip personal memberi individu kendali untuk menentukan apakah dirinya ingin diingat atau dilupakan. Karena tidak semua individu mau diingat dan menjadi memori kolektif. Sehingga konsep hak untuk dilupakan. Sehingga prinsip Right to be Forgotten (RtbF) hadir sebagai hak individu untuk menghapus informasi pribadinya dan sebagai bentuk antitesis dari pengelolaan arsip, sekaligus menantang dominasi narasi lembaga kearsipan sebagai episteme dan pengendali memori kolektif. Penelitian ini bertujuan mereinterpretasi RtbF melalui perspektif wacana Foucault guna mengungkap relasi pengetahuan dan kekuasaan dalam praktik pengelolaan arsip personal. Pendekatan analisis wacana Foucault digunakan untuk mendeskripsikan bagaimana prinsip RtbF memberi ruang kontrol bagi subjek data atas arsip pribadinya. Hasil kajian menunjukkan bahwa RtbF menjadi instrumen hukum sekaligus diskursus etis yang mendisrupsi hegemoni lembaga kearsipan, sekaligus memperkuat otonomi individu sebagai subjek data. Konsep ini menegaskan bahwa arsip personal bukan sekadar objek informasi, melainkan representasi hak privat yang harus dilindungi dalam kerangka pelindungan data pribadi. Penelitian ini menekankan pentingnya harmonisasi RtbF dengan kegiatan kearsipan, sehingga diperlukannya desain kebijakan yang mampu mengakomodasi hak-hak individu atas data pribadinya dalam kegiatan kearsipan.
Village Head's Leadership in Strengthening Multiple Case-Based Village Libraries in Java Rachman, Rani
Inkunabula: Journal of Library Science and Islamic Information Vol. 4 No. 2 (2025): September
Publisher : Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam Universitas Islam Negerin Datokarama Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/inkunabula.v4i2.4298

Abstract

This study examines the pivotal role of village heads in strengthening socially sustainable village libraries. It highlights how village heads act as facilitators of community solidarity, strategic policymakers in literacy development, infrastructure developers, and transformative leaders who actively engage younger generations. Employing a qualitative multiple-case study approach, data were collected through in-depth interviews with village heads and library managers in three village libraries across Java. A cross-case thematic analysis was conducted to identify challenges, successes, and best practices in managing village libraries within diverse social and cultural contexts. The findings reveal that village heads play a crucial role in advancing community literacy and well-being. By fostering a strong sense of togetherness, they encourage active community participation in literacy programs. Their strategic decisions further contribute to the sustainability of village libraries through financial support and literacy-oriented policies. In addition, the involvement of village heads in infrastructure development ensures that libraries function as comfortable and inclusive spaces for learning and knowledge-sharing. Equally important, their leadership in fostering youth participation strengthens libraries' role as centers of innovation and lifelong learning. While this research provides valuable insights, its scope remains limited to specific regions and does not address the long-term impacts of village head leadership on literacy development. Future studies are therefore needed to examine village libraries within broader policy frameworks and to consider longitudinal approaches for evaluating sustainability and effectiveness. The study also offers practical recommendations for village heads to optimize their support and initiatives in strengthening village libraries. Reinforced policies and greater community engagement are expected to enhance local literacy efforts and foster grassroots community empowerment. Abstrak Penelitian ini mengkaji peran penting kepala desa dalam penguatan perpustakaan desa yang berkelanjutan secara sosial. Penelitian ini menyoroti bagaimana kepala desa berperan sebagai penggerak fasilitator dalam solidaritas masyarakat, pembuat kebijakan strategis dalam pengembangan literasi, pengembang infrastruktur, serta pemimpin transformatif yang aktif melibatkan generasi muda. Dengan pendekatan studi kasus ganda dalam penelitian kualitatif, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara mendalam dengan kepala desa dan pengelola perpustakaan di tiga perpustakaan desa yang berada di Jawa. Analisis tematik lintas-kasus digunakan untuk mengidentifikasi tantangan, keberhasilan, dan praktik terbaik dalam pengelolaan perpustakaan desa di berbagai konteks sosial dan budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala desa memiliki peran kunci dalam meningkatkan literasi dan kesejahteraan masyarakat. Dengan membangun rasa kebersamaan yang kuat, mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam berbagai program literasi. Keputusan strategis yang diambil juga berkontribusi pada keberlanjutan perpustakaan desa melalui dukungan pendanaan dan kebijakan yang berpihak pada literasi. Selain itu, keterlibatan kepala desa dalam pengembangan infrastruktur memastikan perpustakaan menjadi ruang yang nyaman dan fungsional sebagai pusat pembelajaran dan berbagi pengetahuan. Yang tidak kalah penting, kepemimpinan kepala desa khususnya dalam merangkul generasi muda, memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat inovasi dan pembelajaran sepanjang hayat. Penelitian ini memberikan wawasan yang cukup mendalam, namun cakupannya masih terbatas pada wilayah tertentu dan belum mengkaji dampak jangka panjang kepemimpinan kepala desa terhadap pengembangan literasi. Oleh karena itu, penelitian di masa depan perlu melihat peran perpustakaan desa dalam konteks kebijakan yang lebih luas serta mempertimbangkan studi jangka panjang untuk menilai keberlanjutan dan efektivitasnya. Temuan ini juga memberikan rekomendasi praktis bagi kepala desa agar lebih optimal dalam mendukung dan mengembangkan perpustakaan desa. Penguatan kebijakan serta peningkatan keterlibatan masyarakat diharapkan dapat semakin memperkuat upaya literasi dan pemberdayaan komunitas di tingkat lokal.
Mapping Digital Archives Research Trends: A Bibliometric Study Using the Dimensions Database (2020–2024) Sukarman, Sukarman; Harianto, Harianto; Amalia, Nur
Inkunabula: Journal of Library Science and Islamic Information Vol. 5 No. 1 (2026): March
Publisher : Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam Universitas Islam Negerin Datokarama Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/inkunabula.v5i1.4339

Abstract

This study aims to analyze research topic trends related to digital archives using a bibliometric approach. The method employed is bibliometric analysis, with data sourced from the Dimensions database using the keyword "digital archives" for the period 2020–2024, resulting in a total of 428 documents. These documents were analyzed by combining the use of VOSviewer and RStudio software. The analysis results show that research on digital archives has experienced dynamic growth, marked by thematic diversification that includes digitalization, cultural preservation, and connections with social media. Temporally, there is a noticeable shift in research focus from conventional issues to more participatory and technology-based approaches. Scientific literature is also concentrated in a small number of core journals, while author contributions are predominantly limited to single publications. These findings underscore the importance of strengthening scholarly collaboration and developing publication strategies to support the maturation of digital archives as an emerging academic discipline. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren topik penelitian terkait arsip digital melalui pendekatan bibliometrik. Metode yang digunakan adalah analisis bibliometrik dengan sumber data berasal dari database Dimensions, menggunakan kata kunci “arsip digital” untuk periode 2020–2024, dan menghasilkan sebanyak 428 dokumen. Dokumen tersebut dianalisis dengan mengombinasikan perangkat lunak VOSviewer dan RStudio. Hasil analisis menunjukkan bahwa penelitian mengenai arsip digital mengalami pertumbuhan yang dinamis, ditandai oleh diversifikasi tema yang mencakup digitalisasi, pelestarian budaya, serta keterkaitan dengan media sosial. Dari sisi temporal, terlihat pergeseran fokus riset dari isu-isu konvensional ke pendekatan partisipatif dan berbasis teknologi. Literatur ilmiah juga terkonsentrasi pada sejumlah kecil jurnal inti, sedangkan kontribusi penulis didominasi oleh publikasi tunggal. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan kolaborasi ilmiah dan pengembangan strategi publikasi untuk mendukung kematangan bidang arsip digital sebagai disiplin yang berkembang.
A Local Wisdom Based Literacy Program at the TBM Rumah Peradaban SNC Fannaz in Supporting the Sustainable Development Goals (SDGs) Hachi, M. Nawafil; Batubara, Abdul Karim
Inkunabula: Journal of Library Science and Islamic Information Vol. 5 No. 1 (2026): March
Publisher : Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam Universitas Islam Negerin Datokarama Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/inkunabula.v4i2.5007

Abstract

This study aims to analyze the implementation of a local wisdom–based literacy program at the Community Reading Center (Taman Bacaan Masyarakat/TBM) Rumah Peradaban SNC Fannaz and its contribution to achieving the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly SDG 4 (Quality Education), SDG 10 (Reduced Inequalities), and SDG 11 (Sustainable Cities and Communities). This research employed a qualitative approach using a case study design. Data were collected through in-depth interviews with program managers, volunteers, and beneficiaries, participatory observation of literacy activities, and documentation of TBM programs. Data analysis was conducted interactively through the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing, with data validity ensured through triangulation and member checking. The findings indicate that the literacy program at TBM Rumah Peradaban SNC Fannaz integrates Mandailing and Malay Deli local wisdom through reading and storytelling of folk narratives, intergenerational literacy activities, the use of local languages, and the involvement of young volunteers as facilitators of cultural literacy. This approach has been shown to increase reading interest, strengthen participants’ cultural identity, expand access to inclusive nonformal education, and promote community social cohesion. However, the study also identified several challenges, including the limited availability of local cultural collections, the lack of systematically documented managerial capacity, funding constraints, and the suboptimal integration of digital literacy based on local content. Overall, this study confirms that local wisdom–based literacy programs in community reading centers have the potential to serve as contextual, inclusive, and sustainable models of nonformal education, while also making a tangible contribution to the achievement of the SDGs at the community level. These findings are expected to serve as a reference for community reading center managers, local governments, and policymakers in developing culturally grounded literacy programs oriented toward sustainable development. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program literasi berbasis kearifan lokal di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Rumah Peradaban SNC Fannaz serta kontribusinya terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 10 (Pengurangan Ketimpangan), dan SDG 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pengelola, relawan, dan penerima manfaat, observasi partisipatif terhadap kegiatan literasi, serta studi dokumentasi program TBM. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan menjamin keabsahan data melalui triangulasi dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program literasi di TBM Rumah Peradaban SNC Fannaz mengintegrasikan kearifan lokal Mandailing dan Melayu Deli melalui kegiatan membaca dan mendongeng cerita rakyat, literasi lintas generasi, penggunaan bahasa daerah, serta pelibatan relawan muda sebagai fasilitator literasi budaya. Pendekatan ini terbukti meningkatkan minat baca, memperkuat identitas budaya peserta, memperluas akses pendidikan nonformal yang inklusif, serta mendorong kohesi sosial komunitas. Namun demikian, penelitian juga menemukan sejumlah tantangan, seperti keterbatasan koleksi budaya lokal, kapasitas manajerial yang belum terdokumentasi secara sistematis, keterbatasan pendanaan, serta belum optimalnya integrasi literasi digital berbasis konten lokal. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa literasi berbasis kearifan lokal di TBM berpotensi menjadi model pendidikan nonformal yang kontekstual, inklusif, dan berkelanjutan, sekaligus berkontribusi nyata terhadap pencapaian SDGs di tingkat komunitas. Temuan ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pengelola TBM, pemerintah daerah, dan pembuat kebijakan dalam mengembangkan program literasi berbasis budaya lokal yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan
Application and Perceived Benefits of AI Literacy: A Phenomenological Study in Academic Librarianship Kayode, Adeniyi Isaiah; Eromosele , George Osas; Oguntayo , Sunday Adebisi
Inkunabula: Journal of Library Science and Islamic Information Vol. 5 No. 1 (2026): March
Publisher : Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam Universitas Islam Negerin Datokarama Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/inkunabula.v4i2.4310

Abstract

This study investigates how artificial intelligence (AI) literacy is applied and perceived by academic librarians in university libraries across Kwara State, Nigeria. Employing a phenomenological approach, fifteen academic librarians were interviewed to explore their lived experiences in utilizing AI-related tools and services. The findings reveal that AI literacy is practiced through various technologies, including virtual assistants, research platforms, chatbots, and discovery engines, which enhance access to scholarly resources and improve library service delivery. However, several challenges hinder effective adoption, such as limited funding, inadequate professional training, ethical concerns, and insufficient Internet infrastructure. The study concludes that although AI literacy provides significant benefits for academic library services, its successful integration requires strategic planning, strong institutional support, and appropriate ethical governance. This research contributes to the literature by situating AI literacy within the lived experiences of academic librarians in a developing-country context, offering new insights into both the opportunities and the constraints of AI adoption in university libraries.
Application of Symbolic Interaction, Social Exchange, and Dramaturgical Theories in Librarians’ Interpersonal Communication to Improve Digital Library Information Services Rihal, Henky Ahmad; Masruri, Anis
Inkunabula: Journal of Library Science and Islamic Information Vol. 5 No. 1 (2026): March
Publisher : Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam Universitas Islam Negerin Datokarama Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/inkunabula.v5i1.4591

Abstract

The development of digital services has transformed the pattern of interaction between librarians and library users, shifting from face-to-face communication to technology-based communication. This transformation creates new challenges in maintaining interpersonal closeness and the quality of information services. This study aims to analyze the application of Symbolic Interaction Theory, Social Exchange Theory, and Dramaturgical Theory in understanding the dynamics of librarians’ interpersonal communication in the digital library environment. This research employs a literature review method with a qualitative analytical approach. Data sources were obtained from research findings, journal articles, and relevant scholarly books published between 2018 and 2025. The analysis was conducted through the stages of identification, classification, and synthesis of literature findings, focusing on the application of the main concepts of the three social theories within the context of digital library services. The results indicate that the three social theories provide complementary conceptual frameworks. Symbolic Interaction Theory explains how the meaning of services is constructed through symbols and digital language; Social Exchange Theory highlights the reciprocal balance between librarians and library users in the process of information sharing; while Dramaturgical Theory describes the role strategies of librarians in presenting a professional image in the digital environment. The integration of these three theories strengthens the understanding of the importance of interpersonal communication based on empathy, trust, and professionalism in building effective and humanistic information services in the digital era. This research contributes to the development of a theoretical framework in the study of library communication and provides a conceptual basis for enhancing the interpersonal competencies of digital librarians in the future. Abstrak Perkembangan layanan digital telah mengubah pola interaksi antara pustakawan dan pemustaka, dari komunikasi tatap muka menjadi komunikasi berbasis teknologi. Perubahan ini menimbulkan tantangan baru dalam menjaga kedekatan interpersonal dan kualitas pelayanan informasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan teori interaksi simbolik, teori pertukaran sosial, dan teori dramaturgi dalam memahami dinamika komunikasi interpersonal pustakawan di lingkungan perpustakaan digital. Penelitian menggunakan metode literature review dengan pendekatan kualitatif analitis. Sumber data diperoleh dari hasil penelitian, artikel jurnal, dan buku ilmiah yang relevan pada periode 2018–2025. Analisis dilakukan melalui tahapan identifikasi, klasifikasi, dan sintesis terhadap temuan literatur dengan fokus pada penerapan konsep-konsep utama dari ketiga teori sosial tersebut dalam konteks layanan digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga teori sosial memberikan kerangka konseptual yang saling melengkapi. Teori interaksi simbolik menjelaskan bagaimana makna layanan dibangun melalui simbol dan bahasa digital; teori pertukaran sosial menyoroti keseimbangan timbal balik antara pustakawan dan pemustaka dalam proses berbagi informasi; sedangkan teori dramaturgi menggambarkan strategi peran pustakawan dalam menampilkan citra profesional di ruang digital. Integrasi ketiga teori ini memperkuat pemahaman tentang pentingnya komunikasi interpersonal berbasis empati, kepercayaan, dan profesionalitas dalam membangun layanan informasi yang efektif dan humanis di era digital. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kerangka teoretis dalam kajian komunikasi kepustakawanan, serta memberikan dasar konseptual bagi peningkatan kompetensi interpersonal pustakawan digital di masa depan.
Village Libraries as Knowledge Nodes in the Era of Globalization: A Systematic Literature Review in Indonesia Idamayanti, Ariska
Inkunabula: Journal of Library Science and Islamic Information Vol. 5 No. 1 (2026): March
Publisher : Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam Universitas Islam Negerin Datokarama Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/inkunabula.v5i1.5173

Abstract

This study aims to analyze the role of village libraries as knowledge nodes in the context of globalization by examining their contributions, transformation dynamics, challenges, and strengthening strategies in Indonesia. The research employs a Systematic Literature Review (SLR) approach on 13 relevant journal articles published between 2020 and 2025. The articles were selected based on predetermined inclusion and exclusion criteria and analyzed using thematic analysis to identify patterns of transformation and institutional strengthening strategies of village libraries. The findings indicate that village libraries have transformed from passive collection-based institutions into multidimensional literacy centers, community empowerment hubs, and agents of social transformation. Their contributions include the development of reading literacy, information literacy, and digital literacy, as well as the enhancement of local community capacity, creativity, and skills. However, village libraries still face several structural challenges, including limited human resources, collections, facilities, funding, and gaps in digital infrastructure. The study highlights the strategic potential of village libraries as knowledge nodes that connect global information flows with the local needs of communities. The novelty of this research lies in the conceptual reconstruction of village libraries from a knowledge connectivity perspective that integrates literacy, information connectivity, and social empowerment within the framework of globalization. These findings contribute theoretically to the development of library and information science studies and provide practical implications for strengthening sustainable knowledge-based rural development. Abstrak Penelitian ini bertujuan menganalisis peran perpustakaan desa sebagai simpul pengetahuan dalam konteks globalisasi dengan mengkaji kontribusi, dinamika transformasi, tantangan, serta strategi penguatannya di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) terhadap 13 artikel jurnal yang relevan dan dipublikasikan pada periode 2020–2025. Artikel dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola transformasi dan strategi penguatan kelembagaan perpustakaan desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perpustakaan desa mengalami transformasi dari institusi berbasis koleksi pasif menjadi pusat literasi multidimensi, pemberdayaan masyarakat, dan transformasi sosial. Kontribusinya mencakup pengembangan literasi baca-tulis, literasi informasi, dan literasi digital, serta peningkatan kapasitas, kreativitas, dan keterampilan masyarakat lokal. Namun demikian, perpustakaan desa masih menghadapi berbagai tantangan struktural, seperti keterbatasan sumber daya manusia, koleksi, fasilitas, anggaran, serta kesenjangan infrastruktur digital. Penelitian ini menegaskan bahwa perpustakaan desa memiliki potensi strategis sebagai simpul pengetahuan yang menghubungkan arus informasi global dengan kebutuhan lokal masyarakat. Kebaruan penelitian terletak pada rekonstruksi konseptual perpustakaan desa dalam perspektif konektivitas pengetahuan yang mengintegrasikan dimensi literasi, konektivitas informasi, dan pemberdayaan sosial dalam kerangka globalisasi. Temuan ini memberikan kontribusi teoretis bagi pengembangan kajian ilmu perpustakaan dan informasi serta implikasi praktis bagi penguatan pembangunan desa berbasis pengetahuan yang berkelanjutan.